
Foto: BAZNAS
PIMPINAN BAZNAS KALTIM DAMPINGI PIMPINAN BAZNAS RI BERTEMU DENGAN PJ.GUBERNUR KALTIM AUDIENSI PENYELENGGARAAN RAKORNAS BAZNAS 2024
23/09/2024 | Humas BAZNAS Kaltim BAZNASPimpinan BAZNAS Kaltim mendampingi Pimpinan BAZNAS RI dalam pertemuan dengan Pj. Gubernur Kaltim Dr. Akmal Malik di Ruang Rapat Asrama Haji Balikpapan Senin, (23/09/2024). Pertemuan ini membahas persiapan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS yang akan diselenggarakan pada 25-27 September 2024 di Kota Balikpapan.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Hj. Dasmiah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Hj. Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH Achmad Sudrajat, Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Ketua BAZNAS Kota Samarinda Widyasmoro Eko Prawito, dan Direktur Perencanaan ZiS/DSKL BAZNAS RI Ahmad Hambali.
Rakornas tahun ini akan dihadiri akan oleh 650 peserta dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Negara IKN. Pj. Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyambut baik acara ini, mengingat pembangunan IKN saat ini membutuhkan dukungan berbagai pihak. Ia juga menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rakornas, termasuk penyediaan infrastruktur seperti sarana transportasi.
"Saya berharap saat pelaksanaan Rakornas nanti, kita dapat menghasilkan gagasan ketahanan pangan, sehingga ketahanan pangan di Kaltim menjadi lebih baik," ujar Akmal Malik.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama Kaltim dipercaya menjadi tuan rumah Rakornas BAZNAS 2024. Menurutnya, acara ini dapat memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat serta menciptakan sinergi yang lebih baik dalam pengelolaan zakat. Diharapkan, Rakornas ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat Kaltim tentang pentingnya zakat, infak, dan sedekah, serta mendorong partisipasi aktif dalam program-program BAZNAS Kaltim.
"Potensi zakat di Kaltim mencapai Rp6 triliun, dan masih sangat jauh dari perolehan saat ini. Rakornas ini menjadi peluang bagi BAZNAS Kaltim untuk memperluas akses guna mencapai potensi tersebut," jelas Ahmad Nabhan.
Ia menambahkan bahwa program-program penyaluran zakat, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan program pendidikan, akan mendapatkan akses yang lebih baik dan cepat melalui BAZNAS Kaltim.
Selain itu sebagai tuan rumah BAZNAS Kaltim turut andil dalam membantu mensukseskan kegiatan ini. Dan juga diharapkan akan terjalin sinergi yang kuat untuk mencapai tujuan bersama dalam pengelolaan zakat di Indonesia.

