
Berita Terkini
Tingkatkan Kualitas Zakat Produktif, BAZNAS Kaltim Gelar Capacity Building Budidaya Ayam Petelur di Sleman
SLEMAN, YOGYAKARTA – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan agenda capacity building bagi para penerima manfaat program Zakat Community Development (ZCD). Kegiatan ini berlangsung di pusat pembibitan dan peternakan ayam petelur CV. Sinar Permata Sejahtera, Berolosari, Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (14/05/2026).
Program budidaya ayam petelur merupakan salah satu instrumen unggulan BAZNAS Kaltim dalam menyalurkan dana zakat secara produktif. Melalui program ini, mustahik diberikan bantuan modal usaha yang dikonversikan dalam bentuk sarana peternakan ayam. Namun, BAZNAS Kaltim menyadari bahwa modal materi saja tidak cukup; diperlukan pendampingan teknis dan manajerial agar usaha dapat berkelanjutan dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Dalam kunjungan ini, tim BAZNAS Kaltim belajar langsung dari Nobertus Yudianto Yosgiarso, pemilik CV. Sinar Permata Sejahtera yang telah berkecimpung di dunia peternakan sejak tahun 1982.
Yudianto menekankan pentingnya manajemen kandang yang ketat melalui sistem zona untuk menjaga kesehatan ayam. "Ada tiga zona yang diterapkan. Zona merah adalah area luar yang riskan penyakit, zona kuning sebagai area transisi, dan zona hijau adalah area steril. Di zona hijau, setiap orang wajib menggunakan APD lengkap, masker, dan mengganti alas kaki khusus. Kedisiplinan adalah kunci konsistensi, terbukti kami mampu menghasilkan hingga 2 ton telur setiap hari," ungkapnya.
Yudianto juga memberikan motivasi kepada para peternak binaan BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa dalam berbisnis, khususnya peternakan, diperlukan kesabaran dan ketekunan. "Tidak mau repot, tidak dapat duit banyak. Semua ada aturannya, mulai dari penyiapan tempat, proses masuk bibit, hingga masa tunggu 10 minggu untuk ayam mulai bertelur," tambahnya.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur telah dijalankan di berbagai wilayah, seperti Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Timur.
"Beberapa wilayah sudah mulai memanen telur, namun kami menyadari masih perlu pendalaman manajemen bagi para mustahik, mulai dari pengelolaan kandang, nutrisi tambahan, pengaturan pakan, hingga strategi distribusi agar manfaat program ini lebih luas bagi masyarakat Kaltim," jelas Badrus.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., yang memimpin langsung rombongan tim pendistribusian dan pendayagunaan, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melakukan pendampingan pada program budidaya ayam petelur ini. Kami optimis, dengan pengelolaan yang konsisten, zakat yang dititipkan masyarakat dapat menjadi zakat produktif yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi mustahik," tutup Abdurrahman.
Melalui agenda capacity building ini, BAZNAS Kaltim berharap para mustahik dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menjadikan usaha ayam petelur sebagai penopang ekonomi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.
15/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Alami Luka Bakar 59 Persen, BAZNAS Kaltim Lunasi Biaya Perawatan Pekerja di Balikpapan Sebesar Rp75,6 Juta
BALIKPAPAN – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan dengan melunasi biaya perawatan medis Ramdoni (25), seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja serius. Bantuan sebesar Rp75,6 juta disalurkan langsung melalui RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk menutup biaya pengobatan yang tidak tercover jaminan kesehatan.
Ramdoni didiagnosa menderita Combustio (luka bakar) Grade 2 dengan Total Body Surface Area (TBSA) mencapai 59 persen. Insiden tragis ini terjadi pada April lalu, saat ia sedang bekerja di sebuah warung makan dan tersiram bubur panas. Akibatnya, luka bakar serius menyelimuti area tangan, dada, hingga kaki, yang memaksa pemuda ini menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama kurang lebih satu bulan.
Ibu kandung Ramdoni, Nursiah, menceritakan kepanikannya saat menerima kabar pada pukul 06.00 WITA dari rekan kerja anaknya. Sebagai keluarga yang mengandalkan Ramdoni sebagai tulang punggung, Nursiah mengaku sangat terpukul, terlebih suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan mereka tinggal di sebuah kontrakan.
"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau tidak ada bantuan ini. Yang saya pikirkan hanya kesembuhan anak saya saja. Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kaltim yang sudah membantu biaya penyembuhan anak saya," ungkap Nursiah dengan penuh haru saat diwawancarai pada Kamis (07/05/2026).
Ketua BAZNAS Kaltim, Dr. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan buah dari kerja sama yang kuat antara BAZNAS dan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo. Menariknya, dana yang disalurkan ini merupakan dana zakat yang salah satunya bersumber dari para pegawai RSKD sendiri.
"Dana zakat yang dihimpun dari pegawai RSKD disetorkan ke BAZNAS Kaltim mencapai Rp300 juta setiap bulannya. Dana inilah yang kemudian kami salurkan kembali untuk membantu pasien atau masyarakat tidak mampu yang dirawat di sana," jelas Ahmad Nabhan.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini adalah bentuk kehadiran BAZNAS dalam bidang kesehatan. Hingga saat ini, sudah banyak pasien dengan kondisi medis variatif yang terbantu melalui mekanisme usulan dari pihak rumah sakit.
"Ini adalah bagian dari kerja sama kami untuk terus memberikan manfaat. Kedepannya, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga merambah ke bidang lain yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Saat ini, kondisi Ramdoni dilaporkan mulai stabil setelah melewati masa kritis di ICU, meski masih memerlukan proses pemulihan panjang untuk mengembalikan fungsi tubuhnya secara normal.
12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Senyum untuk Masa Depan Reyhan: BAZNAS Kaltim Ringankan Beban Operasi Bayi Penderita Kelainan Testis
BALIKPAPAN – Di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit, sebuah titik terang hadir bagi keluarga kecil Arif Pratama, warga Balikpapan. Buah hatinya, Muhammad Reyhan Pratama yang baru berusia 9 bulan, akhirnya berhasil menjalani operasi penting berkat dukungan dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
Reyhan didiagnosa menderita Undesensus Testis (UDT) Bilateral, sebuah kelainan bawaan di mana kedua testisnya gagal turun ke dalam skrotum. Tindakan operasi segera sangat krusial untuk mencegah risiko kemandulan hingga kanker testis di masa depan. Namun bagi Arif, yang sehari-hari bekerja sebagai kurir dengan penghasilan tidak menentu, biaya operasi menjadi tembok besar yang sulit ditembus, apalagi prosedur ini tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS.
"Penghasilan saya tidak tentu, kalau ada barang baru jalan, kalau tidak ada ya di rumah saja. Kami sempat bingung karena biaya perawatan belum lunas," ujar Arif saat diwawancarai pada Rabu (06/05/2026).
Kesulitan semakin bertambah ketika Reyhan awalnya direkomendasikan untuk dioperasi di Samarinda. Mengingat biaya akomodasi yang akan membengkak dan ketidaktahuan medan di kota tetangga, keluarga memilih bertahan di Balikpapan. Di saat kritis inilah, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan senilai Rp13 juta untuk melunasi biaya perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjamin kesehatan masyarakat kurang mampu.
"Bantuan ini adalah amanah dari para muzaki (pembayar zakat) yang disalurkan melalui program kesehatan. Sesuai rekomendasi dari RSKD, pasien yang tidak mampu secara materi pasti akan kami bantu. Ini adalah bentuk sinergi kami untuk memastikan tidak ada warga yang terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan darurat," jelas Ahmad Nabhan.
Kini, kondisi Reyhan berangsur membaik dalam masa pemulihan pasca-operasi. Dokter pun memberikan harapan besar bahwa fungsi organ vital bayi tersebut akan kembali normal sepenuhnya.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan masyarakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kaltim. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ucap Arif penuh syukur.
Hadirnya BAZNAS Kaltim dalam kasus ini kembali membuktikan bahwa kekuatan zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di Kalimantan Timur, memberikan harapan baru bagi masa depan generasi bangsa seperti bayi Reyhan.
12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kaltim Hadiri Peluncuran Drive Thru Zakat dan Kampung Ramadan: Optimalkan Pengumpulan Lewat Inovasi Layanan
SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Ahmad Nabhan, menghadiri pembukaan layanan Drive Thru Zakat dan Kampung Ramadan yang digelar di Lapangan Eks Bandara Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan yang diresmikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Samarinda dan BAZNAS Kota Samarinda guna menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memfasilitasi kemudahan beribadah di bulan suci.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim, Dr. H. Ahmad Nabhan, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap inovasi Drive Thru Zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kota Samarinda. Menurutnya, inovasi ini adalah langkah cerdas dalam melakukan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di era modern.
"Kami sangat mendukung layanan Drive Thru Zakat ini. Ini adalah solusi nyata untuk mempermudah masyarakat. Para pengguna jalan kini tidak perlu lagi bersusah payah mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan; cukup melintas, mereka sudah bisa menunaikan kewajiban zakatnya dengan cepat dan nyaman," ujar Dr. H. Ahmad Nabhan.
Beliau menambahkan bahwa kemudahan akses fisik yang dipadukan dengan sistem pembayaran digital (QRIS) akan sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi umat untuk berbagi di bulan Ramadan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan tahun ini harus menjadi momentum bergeraknya "Sirkel Ekonomi" dan "Sirkel Kebaikan" secara bersamaan. Kampung Ramadan yang melibatkan sekitar 50 tenant UMKM binaan BAZNAS dan pelaku ekonomi kreatif ini diharapkan tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga keberkahan akhirat.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan secara simbolis:
Penyaluran Bantuan: 50 paket sembako diserahkan kepada para mustahik di wilayah Kecamatan Sungai Pinang.
Pemberdayaan UMKM: Pelibatan aktif UMKM binaan BAZNAS untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Kepala BAZNAS Kota Samarinda Syahir Idsir, perwakilan Kementerian Agama, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkot Samarinda.
Layanan Drive Thru Zakat di Eks Bandara Temindung ini akan melayani masyarakat setiap hari mulai pagi hingga pukul 22.00 WITA selama bulan Ramadan. Dengan sinergi antara BAZNAS Provinsi dan Kota, diharapkan target pengumpulan zakat tahun ini dapat tercapai maksimal demi kemaslahatan umat di Kalimantan Timur.
25-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim Ajak Pegawai RSJD Atma Husada Perbaiki Diri dan Optimalkan ZIS
SAMARINDA – Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus aktif melakukan syiar dakwah dan literasi zakat ke berbagai instansi pemerintah. Pada Selasa (24/02/2026), Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., hadir memberikan Tausiyah Ramadhan di hadapan jajaran pegawai RSJD Atma Husada Mahakam, Kaltim.
Dalam ceramah agama yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Abdurrahman mengusung tema sentral "Bulan Tarbiyah: Momentum Perbaikan Diri". Beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah (sekolah) untuk memperbaiki kualitas spiritual dan profesionalisme kerja.
Ramadhan sebagai Madrasah Karakter
Dr. Abdurrahman menjelaskan bahwa esensi dari Tarbiyah adalah proses pendidikan dan pengasuhan jiwa. Bagi para pegawai di lingkungan rumah sakit jiwa, momentum ini sangat relevan untuk memperkuat rasa empati dan kesabaran dalam melayani masyarakat.
"Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk melakukan evaluasi total. Perbaikan diri dimulai dari hati yang bersih, tutur kata yang terjaga, dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama. Inilah esensi dari menjadi pribadi yang bertakwa," ujar Dr. Abdurrahman dalam tausiyahnya.
Zakat Sebagai Penyempurna Ibadah
Selain fokus pada perbaikan akhlak, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim ini juga mengingatkan para jamaah mengenai kewajiban mal (harta). Beliau mengajak seluruh pegawai RSJD Atma Husada untuk tidak melewatkan kesempatan melipatgandakan pahala melalui menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi.
Beliau menjelaskan bahwa ZIS yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat Kaltim yang membutuhkan, termasuk program-program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi yang sejalan dengan semangat kemanusiaan di rumah sakit.
Memperkuat Sinergi Kemanusiaan
Kegiatan ceramah ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara BAZNAS Kaltim dan RSJD Atma Husada, sekaligus meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan ASN dan tenaga medis. Dengan semangat "Bulan Tarbiyah", diharapkan muncul komitmen baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual maupun sosial.
"Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia melalui sedekah," tutupnya.
24-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Kaltim Hadiri Pembukaan Bazar Ramadan TP PKK Kaltim
SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan Bazar Ramadan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltim di halaman Kantor TP PKK Kaltim, Jalan M. Yamin, Samarinda, Sabtu (21/02/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Penasihat TP PKK Kaltim, Rusmilawati M. Ali, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda ini menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung sinergi lintas sektor demi percepatan pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur melalui pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Kaltim yang dibacakan oleh Rusmilawati, ditekankan bahwa Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata peran PKK dalam memperkuat ekonomi keluarga. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan ruang promosi bagi produk UMKM lokal agar lebih berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kaltim menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pengembangan UMKM adalah pilar penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. "Sinergi antara BAZNAS dan PKK memiliki tujuan yang selaras, yaitu membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan mendukung UMKM binaan, kita sedang berupaya memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi para mustahik menjadi lebih mandiri," ujar beliau.
Bazar yang berlangsung hingga 14 Maret 2026 ini diikuti oleh sekitar 30 tenant dari Pokja 1 hingga Pokja 4, serta didukung oleh Bankaltimtara, Perusda Bara Kaltim Sejahtera, dan berbagai OPD terkait. Menariknya, seluruh stan disediakan secara gratis bagi pelaku usaha untuk mendorong pendapatan keluarga.
Selain aspek ekonomi, acara ini juga menyediakan layanan sosial yang sejalan dengan program kemanusiaan BAZNAS, yakni pemeriksaan kesehatan gratis (kolesterol, gula darah, asam urat, dan risiko diabetes) oleh Pokja IV, serta layanan kemitraan lainnya.
Kerja sama strategis antara BAZNAS Kaltim dan TP PKK Kaltim telah lama terjalin melalui berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat rentan, antara lain:
Program Belanja Anak Yatim: Memberikan santunan dan keceriaan bagi anak yatim.
Bantuan Sembako Dhuafa: Penyaluran bantuan pangan untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera.
Dukungan Kesehatan: Bantuan bagi penderita kanker di RSUD AWS Samarinda.
Melalui kehadiran dalam Bazar Ramadan ini, BAZNAS Kaltim berharap kolaborasi dengan TP PKK dan mitra kerja lainnya terus konsisten dilakukan setiap tahun. Hal ini diharapkan menjadi ladang amal sekaligus solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh.
21-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim





