Berita Terkini
BAZNAS Kaltim Gelar RAKORDA dan BSD, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekonomi Umat
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) tahun 2026. Acara yang menjadi momentum strategis bagi tata kelola zakat di Kalimantan Timur ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa (11/8/2026).
Dalam laporannya, Pimpinan BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memaparkan capaian membanggakan terkait penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dan DSKL yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BAZNAS Kaltim, penghimpunan dana mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya, mencapai Rp20,6 miliar pada tahun 2025. Hingga Juli 2026, angka penghimpunan bahkan telah menyentuh Rp19,05 miliar.
"Peningkatan ini merupakan bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh serta komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah memberikan pelayanan terbaik. Capaian ini juga didukung dengan perbaikan administrasi dan tata kelola yang transparan, terbukti dengan perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik secara berturut-turut," ujar Ahmad Nabhan.
Wakil Gubernur Kaltim, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa zakat adalah instrumen krusial dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendukung penguatan zakat. Saya mengajak seluruh pimpinan Forkopimda dan instansi terkait untuk menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kaltim. Dengan zakat yang terhimpun, kita dapat fokus pada pemberdayaan UMKM agar manfaatnya lebih luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat kecil," tegas Wagub Seno Aji.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menekankan pentingnya sinergi kelembagaan. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak boleh stagnan dan harus terus ditumbuhkan, baik dari sisi penghimpunan maupun pendayagunaan.
"Pengelolaan zakat yang profesional memiliki dampak langsung bagi pembangunan daerah. BAZNAS harus terus bertransformasi agar setiap rupiah zakat yang disalurkan dapat menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan dan mendukung program-program pembangunan daerah secara terukur," jelas Zainut Tauhid.
Kegiatan RAKORDA dan BSD 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Agustus 2026, dengan melibatkan pimpinan BAZNAS dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah taktis dalam memperkuat kelembagaan serta mengintegrasikan program pendayagunaan zakat yang lebih berdampak bagi kesejahteraan umat di Kalimantan Timur.
10/08/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Pengelolaan ZIS dan Perluasan Program Sosial, Gubernur Kaltim Beri Arahan Strategis untuk BAZNAS Kaltim
SAMARINDA — Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Gubernur Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/07/2026). Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk bersilaturahmi, memaparkan laporan kinerja semester berjalan, sekaligus memohon bimbingan, evaluasi, serta arahan langsung dari Gubernur selaku pimpinan pemegang kebijakan tertinggi di daerah.
Suasana pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur tersebut tampak begitu hangat, cair, dan penuh keakraban. Gubernur tampak antusias berdialog interaktif dengan jajaran pimpinan BAZNAS dan manajemen rumah sakit, menyelipkan beberapa gurauan ringan yang mencairkan suasana namun tetap sarat akan makna dan evaluasi konstruktif.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aji Muhammad Fitra Firnanda, S.T., M.M., serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dr. Hj. Dasmiah, S.Pd., M.A.P. Hadir pula Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, serta Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan drg. Ahmad Jais, M.H., MARS beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pimpinan BAZNAS Kaltim menyampaikan capaian penghimpunan dana ZIS yang telah mencapai Rp18,6 miliar dengan realisasi pendistribusian menyentuh angka Rp19,1 miliar, yang ditopang dari sisa saldo tahun sebelumnya guna mengantisipasi kebutuhan momentum Ramadan. Selain itu, BAZNAS Kaltim turut melaporkan raihan Indeks Zakat Nasional (IZN) tertinggi secara nasional dengan skor 0,90 berkategori sustainable dari BAZNAS RI, serta rencana strategis pembangunan rumah singgah di Balikpapan bagi pasien RSKD beserta keluarga.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Kaltim menyambut baik berbagai ikhtiar dan program kemaslahatan yang dihadirkan, sekaligus membagikan banyak masukan konstruktif sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di Benua Etam.
"Kita tentu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang selalu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Terkait rencana pembangunan rumah singgah, kita menyambut baik dan perlu berdiskusi mengenai peletakannya agar rumah ini bukan sekadar tempat bermalam, tetapi menghadirkan harapan bagi pasien dan keluarganya untuk berjuang mendapatkan kesembuhan," ujar Gubernur.
Gubernur juga menekankan agar BAZNAS Kaltim ke depan dapat memperluas cakupan pendekatan, tidak terbatas pada jalur religius semata, melainkan merambah ke ranah sosial-ekonomi yang lebih luas melalui mapping program yang matang di mana BAZNAS berperan aktif dalam menghimpun data di lapangan. Guna mengoptimalkan potensi zakat korporasi—khususnya dari sektor perkebunan berskala besar dan pertambangan—Gubernur berharap BAZNAS Kaltim dapat dilibatkan dan membersamai seluruh agenda serta rangkaian kegiatan kunjungan kerja kepala daerah bersama dinas teknis terkait.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam atas waktu, perhatian, serta seluruh arahan berharga yang telah diberikan oleh Gubernur beserta jajaran pemprov.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan langsung dari Bapak Gubernur. Seluruh masukan dan evaluasi yang disampaikan menjadi momentum penting bagi kami di BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, serta memperluas jangkauan kolaborasi agar manfaat zakat semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kalimantan Timur," ungkap H. Badrus Syamsi.
Kehangatan pertemuan tersebut kemudian berlanjut ketika azan berkumandang. Gubernur bersama seluruh tamu undangan dan jajaran BAZNAS beranjak bersama menuju Masjid Nurul Mukminin di lingkungan kompleks kantor gubernur untuk melaksanakan sholat berjamaah. Usai menunaikan ibadah, Gubernur menjamu seluruh rombongan untuk menikmati makan siang bersama di ruang VIP Odah Etam.
Di sela-sela santap siang yang penuh kekeluargaan tersebut, suasana diskusi tetap mengalir cair. Pembicaraan kemudian dilanjutkan kembali secara lebih mendalam guna memantapkan rencana teknis pembangunan Rumah Singgah di RSKD Balikpapan, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan koordinasi persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Kaltim 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Seluruh rangkaian agenda ini semakin mempertegas komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
21/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Fondasi Ekonomi Umat, BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah Hadirkan Layanan Perbankan bagi UMKM
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus mengakselerasi kemandirian ekonomi para mustahik melalui program unggulan Z-Chicken. Guna meningkatkan profesionalisme usaha serta digitalisasi layanan bagi para pelaku UMKM binaan, BAZNAS Kaltim menggandeng Bankaltimtara Syariah dalam sinergi strategis yang dituangkan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Lantai 2 BAZNAS Kaltim, Kamis (09/10/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Direktur Pelaksana Munawarah. S.Sos.I, Kepala Divisi Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan Resti Amalia Ulfah, M.E, Staff Pelaksana Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Catur Rofiqol Ilma Islamiyah, S. Biotek, serta perwakilan dari Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo.
Dalam arahannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberlanjutan program Z-Chicken. Menurutnya, kolaborasi dengan perbankan syariah merupakan langkah krusial untuk mentransformasi pelaku usaha kecil menjadi lebih modern dan akuntabel.
"Kami menggandeng Bankaltimtara Syariah untuk menjadi mitra pendukung utama bagi para mustahik UMKM kita. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memfasilitasi pembukaan rekening bagi setiap mustahik serta penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS," ujar Badrus Syamsi.
Lebih lanjut, Badrus menekankan bahwa bantuan modal bukan satu-satunya tujuan. Pihaknya ingin memastikan setiap mustahik mendapatkan pendampingan literasi keuangan, termasuk pelatihan penggunaan QRIS dan mobile banking agar pengelolaan usaha mereka jauh lebih efisien dan modern.
Menanggapi inisiatif tersebut, perwakilan Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung ekosistem ekonomi umat ini. Pihaknya siap hadir tidak hanya dalam penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung keberlanjutan administratif para mustahik.
"Kami berkomitmen untuk menyiapkan laporan keuangan melalui rekening koran setiap bulannya bagi masing-masing mustahik. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat memantau arus kas usahanya secara transparan," jelas Shanto.
Tidak hanya di sektor perbankan, Bankaltimtara Syariah juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung dari sisi branding. Pihaknya bersedia melakukan co-branding pada gerobak Z-Chicken milik mustahik sebagai wujud nyata dukungan perbankan terhadap pertumbuhan UMKM di Kalimantan Timur.
Proses pembukaan rekening bagi setiap mustahik dijadwalkan akan dilakukan secara masif saat seremoni kick-off program nantinya. Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi para mustahik, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang pesat dan pada akhirnya mampu mengangkat derajat mereka menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa mendatang.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya disalurkan dalam bentuk konsumtif, tetapi dikelola secara produktif dengan standar manajemen yang profesional demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
09/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Agenda Pimpinan

Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu
UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan pengelolaan zakat di wilayah perbatasan. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bertempat di Ruang Rapat Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (10/07/2026).
Delegasi BAZNAS Kaltim yang dipimpin oleh Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, bersama Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H., diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setdakab Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, Plt. Kabag Kesra Agnes Luaq, S.Pd.SD, Kabid Kesbangpol Wehelmus, Kepala Kantor Kemenag Mahulu Longginus, serta Ketua MUI H. M. Yassin.
Dalam sambutannya, drg. Agustinus Teguh Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung eksistensi BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut diwujudkan nyata melalui pembiayaan operasional, termasuk dukungan honorarium pengurus, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan lancar.
"Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan dukungan penuh. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Kemenag Mahulu yang selama ini sangat membantu dalam pemenuhan tenaga administrasi, mengingat keterbatasan SDM di BAZNAS saat ini," ungkap Agustinus.
Ia pun menyoroti pentingnya regenerasi pengurus BAZNAS di Mahulu. Mengingat adanya kekosongan jabatan pasca meninggalnya salah satu pengurus tahun lalu, ia mendorong adanya diskusi mekanis agar struktur organisasi kembali lengkap dan mampu memenuhi standar minimal dalam menjalankan program-program umat.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim provinsi bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis agar tata kelola zakat di Mahulu semakin profesional. Fokus utamanya adalah penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen ukur keberhasilan.
"IZN bukan sekadar angka, melainkan acuan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak terukur. Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Mahulu dapat memanfaatkan hasil Monev ini sebagai bahan pembenahan internal, baik dari sisi administrasi maupun strategi penghimpunan," ujar Miswan.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor—antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci utama keberhasilan. Miswan optimis, dengan koordinasi yang solid, BAZNAS Mahakam Ulu akan mampu menjalankan amanah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan secara transparan dan akuntabel.
Kegiatan Monev ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pemetaan tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mahakam Ulu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
10-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS
BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kaltim Sehat dan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSKD.
Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Anggrek Hitam, Lantai 3 RSKD Balikpapan, Rabu (08/07/2026), dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., bersama Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Kehadiran delegasi BAZNAS Kaltim disambut langsung oleh Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Rosjidah Rahmawati, SKM, serta jajaran manajemen rumah sakit.
Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Fokus utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemantapan program Kaltim Sehat yang mencakup pendistribusian bantuan rutin bagi keluarga dhuafa berdasarkan usulan dari pengurus UPZ RSKD sepanjang tahun 2026.
Salah satu agenda krusial yang kembali dibahas adalah kelanjutan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit. Program ini tercatat sukses dilaksanakan pada tahun 2025 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
"Berkaca dari keberhasilan tahun sebelumnya, BAZNAS Kaltim akan kembali memberikan dukungan penuh, tidak hanya terbatas pada biaya operasi dan perawatan medis, tetapi juga mencakup bantuan transportasi bagi pasien beserta pendamping. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat aksesnya karena kendala biaya perjalanan," ujar H. Badrus Syamsi.
Guna meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah, rapat ini juga menyepakati rencana strategis pembangunan Rumah Singgah di area RSKD. Pihak RSKD berkomitmen untuk segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mendapatkan arahan serta izin prinsip terkait pembangunan fasilitas tersebut.
"Kami sangat menyambut baik kehadiran BAZNAS Kaltim sebagai mitra strategis. Sinergi ini adalah kebutuhan bersama demi mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Pengelolaan dana ZIS melalui UPZ RSKD ini adalah komitmen nyata kami untuk terus menggulirkan program Kaltim Sehat agar jangkauan manfaatnya semakin luas," tutur Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS.
Tidak hanya fokus pada program berjalan, pertemuan ini juga merancang kegiatan sosial jangka menengah. RSKD berencana menyelenggarakan khitanan massal yang akan dijadwalkan pada masa libur sekolah atau akhir tahun 2026. Selain itu, kedua belah pihak mulai memetakan berbagai program bakti sosial lainnya yang akan dipersiapkan untuk agenda tahun 2027 mendatang.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim dan RSKD dr. Kanujoso Djatiwibowo berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik, khususnya dalam mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.
09-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat
TENGGARONG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka agenda monitoring dan evaluasi (monev) ke BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Bupati Kukar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah.
Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H. Kehadiran delegasi provinsi disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kukar Muhammad Syafik Avicenna, Wakil Ketua I Muhammad Zain, S.H.I., M.E., Wakil Ketua II Hj. Wiwik Angranti, S.Sos., M.Pd., beserta jajaran staf. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kukar, Kabid Rehabilitasi Sosial Sunarko, SST, M.Si, serta Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Yulius Rakhman, S.T., M.T.
Dalam paparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E., menyoroti hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada pada kategori stabil dengan nilai 0,43. Menurutnya, terdapat ketimpangan yang perlu menjadi catatan bersama.
"Secara dimensi makro, Kukar sudah sangat baik dengan nilai 0,69, yang membuktikan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat kuat. Namun, pada dimensi mikro atau sisi tata kelola lembaga dan efektivitas pendayagunaan, kita masih berada di angka 0,31 atau kategori kurang baik," ungkap Miswan.
Miswan menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal untuk melakukan pembenahan internal. "Ke depan, kita harus lebih fokus pada penguatan tata kelola dan optimalisasi pendayagunaan agar manfaat zakat lebih terasa bagi mustahik. Harapan kami, Pemkab Kukar terus memberikan dukungan, terutama agar program BAZNAS ke depan semakin selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan Bappeda. Mari kita sinergikan program agar dampaknya nyata dan berkelanjutan," tambahnya.
Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., turut menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra resmi pemerintah. "Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang intensif adalah kunci agar zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdurrahman.
Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan luar biasa Pemkab Kukar terhadap operasional BAZNAS yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, S.STP., menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar telah terintegrasi dalam dokumen RPJMD dan RPJPD. "Kami tidak melihat BAZNAS hanya sebagai pengumpul zakat, tetapi sebagai mitra strategis. Bahkan, indikator penghimpunan zakat telah kami masukkan ke dalam indikator kinerja perangkat daerah," jelas Fathul.
Menurut Fathul, kehadiran BAZNAS mampu mengisi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh APBD. "Jika ada program prioritas sosial yang belum sepenuhnya tercover, di situlah dana zakat hadir untuk melengkapinya sesuai ketentuan syariah," tambahnya.
Pertemuan ini juga menekankan pentingnya akurasi data mustahik. BAZNAS bersama Bappeda kini tengah mengupayakan sinkronisasi basis data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjadi rujukan utama dalam program pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara.
Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BAZNAS Kukar diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Di akhir pertemuan, Abdurrahman menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan internal dan dukungan penuh stakeholder, BAZNAS akan semakin dipercaya sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan.
08-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim





