WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

Akselerasi Keuangan Syariah, BAZNAS Kaltim dan BI Balikpapan Kolaborasi Melalui Peluncuran Buku Khutbah Ekonomi
Akselerasi Keuangan Syariah, BAZNAS Kaltim dan BI Balikpapan Kolaborasi Melalui Peluncuran Buku Khutbah Ekonomi
BALIKPAPAN – Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menghadiri pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang digelar di Atrium Pentacity Mall Balikpapan pada Sabtu, (27/06/2026). Kehadiran beliau sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS Kaltim terhadap acara tersebut, yakni peluncuran Buku Khutbah Ekonomi Syariah oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan. Acara peluncuran buku ini ditandai secara simbolis bersama Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud, dan jajaran pimpinan daerah lainnya. Buku khutbah tersebut diterbitkan sebagai instrumen edukasi strategis untuk memperluas literasi keuangan sosial Islam secara inklusif kepada masyarakat luas melalui mimbar-mimbar keagamaan. Di sela-sela kegiatan, H. Badrus Syamsi menyampaikan apresiasi mendalam atas peluncuran buku ini. Menurutnya, buku khutbah ekonomi syariah sangat relevan dengan misi BAZNAS dalam mengedukasi umat mengenai pentingnya zakat, infak, sedekah, serta pengelolaan wakaf produktif demi kemandirian ekonomi. "Peluncuran buku khutbah ini adalah terobosan literasi yang luar biasa. Mimbar jumat dan pengajian merupakan media yang sangat efektif untuk membumikan konsep ekonomi syariah. BAZNAS Kaltim siap bersinergi untuk menyebarluaskan nilai-nilai edukasi di dalam buku ini agar masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga bergerak mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar H. Badrus Syamsi. Selain agenda peluncuran buku khutbah tersebut, H. Badrus Syamsi juga meninjau detail rangkaian kegiatan PESAN 2026 yang mengusung tema "Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing". Adapun detail 8 program utama yang dilaksanakan: Pameran (Showcase) UMKM Halal Menampilkan produk-produk pilihan mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kriya unggulan yang diproduksi oleh UMKM binaan BI Balikpapan untuk mendorong perluasan pasar domestik. Peluncuran Program Wakaf Produktif Sebuah langkah konkret dalam mengoptimalkan pengelolaan dana wakaf agar mampu menggerakkan sektor riil dan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi kemaslahatan umat. Talkshow Ekonomi Syariah Forum diskusi interaktif yang membedah topik-topik krusial seputar tata kelola wakaf produktif, halal entrepreneurship, strategi penguatan ekonomi berbasis pondok pesantren, hingga peluang ekspor komoditas produk halal. Workshop UMKM Sesi pelatihan berkala yang membekali pelaku usaha dengan materi esensial seperti penguatan branding, inovasi desain kemasan, strategi pemasaran digital, serta peningkatan mutu standar kualitas produk agar siap bersaing di pasar nasional maupun global. Business Matching dan Edukasi Pembiayaan Syariah Kegiatan yang mempertemukan langsung pelaku usaha (UMKM) dengan berbagai lembaga keuangan syariah resmi untuk membuka dan mempermudah akses pembiayaan modal kerja. Penyerahan Sertifikasi Halal Pemberian kepastian hukum dan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada UMKM di wilayah Balikpapan serta wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) demi memperkuat ekosistem industri halal. Kompetisi dan Lomba Kreatif Ajang perlombaan untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan literasi generasi muda, meliputi lomba konten kreatif ekonomi syariah, hadroh, dai, khutbah ekonomi syariah, kuliner halal, hingga lomba menggambar dan dongeng bertema Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP). Edukasi dan Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren Program inkubasi ekonomi melalui kolaborasi multisektoral antara Bank Indonesia, dunia akademik, pesantren, serta mitra strategis seperti BAZNAS guna membangun ekosistem bisnis pesantren yang mandiri dan berdaya saing. Melalui keikutsertaan BAZNAS Kaltim dalam agenda berskala regional ini, diharapkan koordinasi penguatan ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur berjalan makin solid, kokoh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
27/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kaltim Berikan Pelatihan Kewirausahaan Kepada Mustahik Program Z-Chicken
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kaltim Berikan Pelatihan Kewirausahaan Kepada Mustahik Program Z-Chicken
SAMARINDA – Upaya nyata BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dalam memberantas kemiskinan terus diperkuat. Kali ini, sebanyak 35 mustahik asal Kota Samarinda dibekali pelatihan intensif kewirausahaan melalui program unggulan Z-Chicken di Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (25/06/2026). Program Z-Chicken bukan sekadar bantuan modal, melainkan program pemberdayaan ekonomi berbasis kuliner ayam krispi dengan konsep gerobak yang modern dan efisien. Guna memastikan kualitas rasa dan pelayanan, BAZNAS Kaltim menggandeng PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) untuk memberikan pelatihan teknis, mulai dari SOP pembuatan ayam krispi hingga manajemen operasional bisnis. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah wujud ikhtiar bersama dalam mengubah status mustahik menjadi muzaki di masa depan. "Program ini merupakan realisasi pertama kalinya di Samarinda untuk wilayah Kaltim. Kami berharap Bapak dan Ibu peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pelajari pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, hingga teknik mengolah produk. Ini adalah bekal awal Anda untuk membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan. Setiap peserta menerima investasi usaha senilai Rp20 juta per orang, yang mencakup fasilitas gerobak, perlengkapan masak, hingga modal kerja awal. Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam menjalankan usaha kuliner saat ini. Ia mendorong para mustahik untuk memaksimalkan penggunaan ponsel pintar sebagai alat promosi digital. "Semua sekarang basisnya teknologi. Nanti akan diajarkan juga penggunaan aplikasi struk online, jadi tidak perlu lagi mencatat manual. Promosi jangan hanya branding saja, tapi harus aktif dipasarkan melalui media sosial. Z-Chicken ini sangat fleksibel, bisa melayani pesanan online untuk acara personal, rapat, hingga Jumat Berkah dalam jumlah besar," terang Badrus. Lebih dari sekadar keterampilan teknis, H. Badrus Syamsi menekankan nilai spiritual dalam menjalankan amanah zakat. Ia mengingatkan para mustahik agar tidak menganggap program ini sebagai bantuan sekali jalan. "Uang yang digunakan adalah titipan dari para muzaki (orang kaya yang berzakat). Mereka menitipkan zakatnya agar berkah melalui BAZNAS. Jadi, jika tidak sungguh-sungguh, pertanggungjawabannya tidak hanya kepada kami, tetapi juga kepada Allah SWT," tegasnya. Pihak BAZNAS Kaltim memastikan tidak akan melepas para mustahik begitu saja setelah pelatihan. BAZNAS akan terus melakukan pendampingan, termasuk membantu pemasaran agar usaha yang dijalankan para mustahik dapat tumbuh produktif dan menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan zakat di Kalimantan Timur. "Dalam memulai usaha, hukumnya hanya dua: untung atau rugi. Tugas kami adalah terus mendampingi agar usaha Bapak dan Ibu sekalian tetap untung dan berkembang," tutup H. Badrus Syamsi
25/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp14,9 Juta untuk Pelunasan Biaya Operasi Mustahik di Balikpapan
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp14,9 Juta untuk Pelunasan Biaya Operasi Mustahik di Balikpapan
BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program kemanusiaan. Kali ini, bantuan sebesar Rp14,9 juta disalurkan kepada seorang mustahik, Sugian Nur (48), warga Kota Balikpapan, untuk membantu pelunasan biaya operasi yang sedang dijalaninya. Sugian Nur merupakan seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Dalam kesehariannya, ia hanya bekerja apabila ada panggilan pekerjaan. Namun, kondisi kesehatannya yang menurun membuat kesempatan untuk bekerja semakin terbatas. Menurut keterangan kakaknya, Mariati, Sugian Nur pernah menjalani cuci darah pada tahun 2023 akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut menyebabkan dirinya tidak lagi mampu melakukan aktivitas berat seperti sebelumnya. "Kalau ada pekerjaan biasanya hanya sebagai helper atau pekerjaan harian. Itu pun tidak menentu, kadang hanya bertahan satu sampai dua minggu. Selebihnya beliau berada di rumah karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja berat," ujar Mariati. Sejak 6 Juni 2026, Sugian Nur menjalani perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan akibat komplikasi pada kaki kirinya yang pernah mengalami kecelakaan pada tahun 2022. Berdasarkan diagnosis medis, Sugian Nur mengalami Infected Wound Dehiscence Closed Fracture Fibula Sinistra Post ORIF 2022, yakni kondisi infeksi pada bekas luka operasi pemasangan pen pada tulang fibula kiri yang kembali terbuka dan memerlukan tindakan operasi lanjutan. Keterbatasan ekonomi membuat biaya pengobatan dan kebutuhan selama masa perawatan menjadi beban yang berat bagi keluarga. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pengobatan dibantu oleh sang kakak, Mariati, yang berupaya mendampingi dan memenuhi kebutuhan adiknya selama menjalani perawatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan biaya sebesar Rp14,9 juta guna membantu pelunasan biaya operasi yang harus ditanggung keluarga. Bantuan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS untuk membantu mustahik yang sedang menghadapi kesulitan. Mariati mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan harapan dan meringankan beban keluarga di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kaltim serta para donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga para donatur selalu diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT," ungkapnya. Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS Kaltim terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan dan keterbatasan ekonomi. Dukungan para muzaki menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan harapan bagi mustahik untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Bantuan yang diberikan kepada Sugian Nur menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam membantu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Kaltim terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh mereka yang membutuhkan.
19/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Agenda Pimpinan

BAZNAS Kaltim Bekali Mustahik Keterampilan Usaha Z-Chicken, Ketua BAZNAS: Ini Ikhtiar Menuju Kemandirian Ekonom
BAZNAS Kaltim Bekali Mustahik Keterampilan Usaha Z-Chicken, Ketua BAZNAS: Ini Ikhtiar Menuju Kemandirian Ekonom
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program Z-Chicken. Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memberikan arahan langsung kepada para calon penerima manfaat mengenai pentingnya menjaga amanah dan kualitas usaha. "Harapan kami, dari pelatihan ini, apa yang dijual dan disajikan kepada masyarakat adalah yang terbaik. Kami berharap program Z-Chicken ini dapat memberikan kesejahteraan bagi mustahik beserta keluarganya, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya," ujar Ahmad Nabhan pada Kamis, (26/06/2026) lalu. Ia juga menekankan agar setiap peserta dapat melaksanakan program ini semaksimal mungkin dengan penuh kesungguhan. Terkait jadwal peresmian, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim menjadwalkan peresmian program pada bulan Juli mendatang, sembari mematangkan segala kebutuhan operasional serta memastikan kelengkapan peralatan yang diberikan kepada mustahik benar-benar siap digunakan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Berkah Kuliner Semesta (BKS), Dona Kurniawan CS, hadir sebagai mitra strategis untuk membimbing para mustahik. Selain memberikan pelatihan teknis mengenai alur pengelolaan program, ia juga memaparkan roadmap pengembangan usaha mulai dari tahap awal hingga mencapai target kemandirian. Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan operasional, tetapi juga diberikan motivasi kuat agar memiliki mentalitas pengusaha yang tangguh. Dalam arahannya, mitra menekankan beberapa poin kunci keberhasilan. Peserta diingatkan untuk selalu bekerja keras, membuka lapak tepat waktu, dan melayani pembeli dengan senyum yang tulus. Menjaga konsistensi rasa dengan mengikuti resep, takaran bumbu, dan SOP yang telah ditetapkan adalah kunci agar pelanggan kembali lagi. Mengawali hari dengan Bismillah dan meniatkan lelah untuk mencari rezeki yang halal dan berkah bagi keluarga. Ia juga memotivasi mustahik untuk memulai dari hal kecil dengan bangga, mengingat bahwa setiap pengusaha besar pun memulai perjuangan dari bawah. Dan mengingatkan peserta untuk tidak mudah menyerah dan menjadikan gerobak Z-Chicken sebagai kendaraan untuk membawa keluarga keluar dari kesulitan ekonomi. Dengan pendampingan dari BAZNAS Kaltim dan PT BKS, diharapkan seluruh penerima manfaat dapat menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab, sehingga visi untuk mengubah status dari "penerima zakat" (mustahik) menjadi "pemberi zakat" (muzaki) di masa depan dapat terwujud.

25-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Tegaskan Komitmen Pengelolaan Z-Chicken, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim: Ini adalah Tanggung Jawab Muzaki, Jangan Disia-siakan
Tegaskan Komitmen Pengelolaan Z-Chicken, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim: Ini adalah Tanggung Jawab Muzaki, Jangan Disia-siakan
SAMARINDA – Wakil Ketua III di bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S. Pd. I, M. E. , memberikan arahan yang jelas kepada semua penerima program Z-Chicken dalam acara penyerahan bantuan pada Kamis (25/06/2026). Dalam sambutannya, H. Badrus menekankan bahwa dukungan dari Z-Chicken bukan hanya sekedar modal operasi, tetapi merupakan amanah yang besar dari para muzaki yang dipercayakan melalui BAZNAS, bertujuan untuk membantu mustahik agar dapat mandiri secara finansial. "Uang yang digunakan untuk membeli gerobak dan modal usaha itu berasal dari zakat. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu harus menjaga amanah ini dengan serius. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak dikelola dengan baik," tegas H. Badrus. Lebih jauh, H. Badrus menjelaskan secara lengkap mengenai jalur kerja program Z-Chicken agar para penerima dapat memahami mekanisme profesional yang diterapkan. Ini merujuk pada skema yang telah ditentukan, di mana BAZNAS Kaltim berperan sebagai pemberi dukungan, sedangkan PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) berfungsi sebagai penyedia bahan baku melalui Stock Point. Berdasarkan skema kerja tersebut, setiap mustahik tidak hanya mendapatkan gerobak, tetapi juga diharuskan untuk melakukan transaksi pembelian bahan baku secara rutin dengan Stock Point PT BKS agar ketersediaan dan kualitas produk tetap terjaga. Manajemen usaha ini dirancang agar mustahik terbiasa dengan operasional bisnis yang terstruktur dan berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen yang serius, H. Badrus mengingatkan bahwa seluruh penerima bantuan telah menyetujui Pakta Integritas. Dokumen ini menjadi bukti kesanggupan mustahik untuk mengikuti peraturan, mematuhi SOP dari PT BKS, serta menjaga keberlangsungan usaha. "Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar prosedur administratif. Itu adalah kesepakatan antara Bapak/Ibu dengan BAZNAS dan juga dengan Allah SWT. Jika di tengah jalan terjadi pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati, BAZNAS akan melakukan evaluasi secara ketat, bahkan bisa melakukan penarikan bantuan jika tidak ada niat untuk memperbaiki," tutupnya. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan secara berkala agar setiap gerobak Z-Chicken yang ada dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan para mustahik di Kalimantan Timur.

25-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil
Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil
Samarinda – Dalam agenda briefing rutin yang berlangsung di Lobby Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (04/06/2026), Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menegaskan pentingnya profesionalisme bagi seluruh amil pelaksana. Dalam arahannya, beliau memperkenalkan konsep "Segitiga Kompetensi" sebagai pondasi utama efektivitas kerja. Menurutnya, untuk membangun sistem yang solid, setiap amil wajib mengintegrasikan tiga elemen kunci secara seimbang: Skills (keterampilan teknis), Attitude (sikap mental), dan Knowledge (pengetahuan). Sesuai dengan bagan "Segitiga Kompetensi Dalam Bekerja" yang dipaparkan, penjabaran dari ketiga elemen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penjabaran Skills: Mencakup keterampilan teknis dan interpersonal yang teruji. Amil harus mampu menetapkan tujuan (Goal Setting) dan mengelola waktu secara efektif (Time Management). Diperlukan juga reasoning yang kuat dalam pengambilan keputusan, serta keterampilan interpersonal (Inter-personal Skills) dan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan muzakki, mustahik, dan rekan kerja. 2. Penjabaran Attitudes: Menitikberatkan pada sikap mental positif dan integritas diri yang kuat. Amil harus memiliki motivasi diri (Self Motivation) dan kepercayaan diri (Self Confidence). Integritas, kejujuran (Honesty), dan sikap optimis adalah kunci. Selain itu, antusiasme, sikap kooperatif, dan komitmen penuh sangat penting dalam menjalankan tugas. 3. Penjabaran Knowledge: Menuntut pemahaman mendalam dan pengetahuan yang luas. Amil harus menguasai dasar-dasar, teori, dan informasi terkait perzakatan. Pemahaman tentang fakta, tokoh penting, dan deskripsi hukum Islam yang relevan adalah pondasi utamanya. Pengetahuan ini harus didukung oleh pembelajaran terus-menerus dan ilmu pengetahuan yang solid untuk efektivitas layanan yang terukur dan berdampak nyata. "Pondasi utama BAZNAS terletak pada bagaimana sistem yang telah kita bangun dijalankan oleh amil yang kompeten. Dengan menguasai segitiga kompetensi ini, pelayanan kepada mustahik dan muzakki akan jauh lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata," ujar Achmad Suparno.

04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Artikel Terbaru

Memahami Zakat Mal: Definisi, Ketentuan, dan Cara Penunaian
Memahami Zakat Mal: Definisi, Ketentuan, dan Cara Penunaian
Secara etimologi, kata Mal berakar dari bahasa Arab (al-amwal) yang bermakna kekayaan atau harta benda—yakni segala sesuatu yang ingin dimiliki dan disimpan oleh manusia. Dalam pandangan Islam, harta adalah sesuatu yang dapat dikuasai dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan pemiliknya. Oleh karena itu, Zakat Mal merupakan kewajiban atas harta yang dimiliki seseorang, selama zat dan cara perolehannya sejalan dengan prinsip syariah. Tujuan utamanya adalah untuk menyucikan jiwa dan membersihkan harta, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an: "Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan dan membersihkan mereka..." (QS. At-Taubah: 103). Jenis-Jenis Harta yang Wajib Di-zakatkan Berdasarkan klasifikasi dari Syaikh Dr. Yusuf Al-Qardhawi serta regulasi UU No. 23 Tahun 2011, cakupan zakat mal meliputi berbagai aset, di antaranya: 1. Logam Mulia: Emas, perak, dan logam mulia lainnya. 2. Keuangan: Uang tunai, surat berharga, saham, dan obligasi. 3. Sektor Ekonomi: Hasil perniagaan, industri, serta jasa atau pendapatan profesi. 4. Hasil Alam: Pertanian, perkebunan, kehutanan, pertambangan, hingga hasil laut/perikanan. 5. Lainnya: Hasil ternak, penyewaan aset, serta penemuan harta karun (Rikaz). Syarat Wajib Harta dalam Zakat Mal Agar sebuah harta wajib dikenakan zakat, terdapat kriteria tertentu yang harus dipenuhi: 1. Kepemilikan Penuh: Harta berada di bawah kuasa penuh pemiliknya. 2. Halal: Baik sumber maupun zat hartanya tidak melanggar syariat. 3. Produktif: Harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang atau memberikan manfaat. 4. Mencapai Nisab: Telah memenuhi batas minimum jumlah harta wajib zakat. 5. Bebas Hutang: Pemilik tidak memiliki kewajiban hutang yang mendesak. 6. Kepemilikan Satu Tahun (Haul): Telah dimiliki selama 12 bulan (kecuali untuk hasil tani yang dizakatkan saat panen). Panduan Menunaikan Zakat di BAZNAS Kaltim Menyalurkan zakat melalui BAZNAS Kaltim tidak hanya sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi juga membantu penguatan program pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan umat. Berikut adalah langkah praktis membayar zakat melalui BAZNAS Kaltim: 1. Hitung dengan Kalkulator Zakat: Pastikan jumlah zakat Anda akurat dengan menggunakan fitur kalkulator di situs resmi BAZNAS Kaltim. Fitur ini memudahkan Anda menghitung kewajiban sesuai kaidah syariah. 2. Pembayaran Online: Anda bisa langsung menuju platform digital di kaltim.baznas.go.id/bayarzakat untuk memilih kategori zakat. Sistem BAZNAS Kaltim akan memprosesnya secara otomatis dan cepat. 3. Transfer Bank & Konfirmasi: Jika lebih nyaman dengan transfer manual, Anda dapat mengirimkan dana ke rekening resmi BAZNAS Kaltim. Pastikan untuk melakukan konfirmasi melalui layanan WhatsApp resmi BAZNAS Kaltim agar pencatatan zakat Anda terverifikasi dengan baik.
29/01/2026 | Humas BAZNAS Kaltim