Berita Terkini
Tingkatkan Kinerja Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Tegaskan Pentingnya Perubahan Mentalitas Amil
SAMARINDA – Mengawali pekan kerja, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh staf dan amil dalam agenda briefing pagi yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (08/06/2026).
Dalam arahannya, Achmad Suparno mengajak seluruh amil untuk memaknai pengabdian dengan perspektif yang lebih mendalam, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti lirik lagu. Ia secara khusus mengangkat pesan dari lagu "Manusia Kuat" karya Tulus sebagai refleksi ketahanan mental bagi para pengelola zakat.
"Lagu ini bukan sekadar hiburan. Pesannya sangat kuat bahwa setiap individu memiliki potensi, kekuatan, dan ketahanan mental yang luar biasa. Saya ingin para amil tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di lapangan. Pengabdian kepada umat seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di kantor dengan penuh komitmen," ujar Achmad Suparno di hadapan para amil.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya filosofi perubahan diri sebagai kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mengutip prinsip "Change yourself, change your future", ia menegaskan bahwa perubahan masa depan lembaga sangat bergantung pada kesediaan amil untuk memperbaiki diri saat ini juga.
"Jangan hanya memiliki target besar, tetapi kita tetap menjadi pribadi yang 'apa adanya'. Jika kita ingin masa depan berubah, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ubah kebiasaan buruk menjadi positif, bangun lebih pagi, tingkatkan kedisiplinan, serta perbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin sering terulang," tambahnya.
Achmad Suparno juga mengingatkan para amil akan kutipan terkenal dari Albert Einstein mengenai insanity (kegilaan), yakni melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda. Menurutnya, BAZNAS Kaltim tidak bisa maju jika sumber daya manusianya tidak melakukan evolusi dalam berpikir dan bertindak.
Ia berpesan agar para amil lebih serius dalam bekerja dan lebih selektif dalam lingkungan pergaulan yang mendukung produktivitas.
Menutup arahannya, Achmad Suparno memanjatkan doa dan harapan agar di periode kepemimpinan yang telah memasuki fase akhir ini, seluruh jajaran BAZNAS Kaltim dapat memberikan kontribusi terbaik. Baik itu bagi penguatan internal lembaga, maupun dalam memberikan pelayanan prima kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh mitra strategis BAZNAS Kaltim.
08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Atasi Stunting, BAZNAS Kaltim Raih Penghargaan Orang Tua Asuh pada Kick Off Program GENTING
SAMARINDA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menghadiri agenda penting Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Senin (08/06/2026) pagi di Gedung PKK Kota Samarinda ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan komitmen penuntasan stunting melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting).
Dalam momentum strategis tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menerima penghargaan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur sebagai Mitra Kerja aktif sekaligus Orang Tua Asuh dalam program GENTING. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata lembaga amil zakat ini dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Hubungan kerja sama antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim dalam penanganan anak- anak stunting sejatinya telah terjalin lama dan konsisten. Tercatat pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS Kaltim telah menggelontorkan dana bantuan senilai Rp1 miliar 80 juta yang dialokasikan khusus untuk intervensi pemenuhan gizi anak-anak penyandang stunting. Penyaluran bantuan serupa dipastikan terus bergulir pada bulan-bulan berikutnya.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh BKKBN Kaltim. Bagi kami di BAZNAS, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanah, motivasi, sekaligus pemacu semangat untuk terus bergerak, berbagi, dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan stunting demi masa depan generasi kita.
Lebih lanjut, Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi secara instan. Berdasarkan analisis di lapangan, kondisi tempat tinggal juga memegang peranan krusial. BAZNAS Kaltim menyoroti urgensi perbaikan kondisi rumah, sebab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sangat berpotensi membuat anak-anak rentan terhadap penyakit dan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya stunting. Beliau berharap ke depan program bantuan untuk anak stunting, ibu hamil, serta ibu melahirkan dapat diperluas mencakup perbaikan sanitasi dan bedah rumah melalui kerja sama yang semakin solid antara BKKBN, BAZNAS, dan seluruh lembaga terkait.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM, M.Adm.KP, dalam sambutannya memberikan pujian tinggi atas loyalitas kemitraan BAZNAS Kaltim.
“BAZNAS Kaltim selalu membersamai program kami, khususnya dalam hal pengentasan stunting. Perlu kita pahami bersama bahwa muara stunting itu bersumber dari lokasi lingkungan yang tidak layak, seperti ketiadaan jamban sehat, minimnya pemenuhan nutrisi, serta akses kesehatan yang terbatas. Di sinilah pentingnya sinergi berbagai sektor untuk melakukan intervensi menyeluruh demi mewujudkan SDM unggul menuju Kaltim Sehat dan Generasi Emas 2045," paparnya.
08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Layanan Informasi Publik BAZNAS Kaltim dan Zeta Group Matangkan Kesiapan SDM Kelola Website PPID
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat sistem pelayanan website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui kerja sama dengan pengembang teknologi, Zeta Group.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur baru, tetapi juga mencakup pelatihan implementasi pengelolaan website, mulai dari tampilan luar (front-end) hingga halaman admin pengelola (back-end). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan para staf dalam mengoperasikan sistem baru secara mandiri dan optimal.
Dalam pertemuan berkala yang digelar, kedua belah pihak merumuskan 8 (delapan) poin penting pengembangan fitur dan teknis website PPID BAZNAS Kaltim, di antaranya:
Survei Kepuasan Penilaian: Penerapan parameter angka dengan sistem penilaian interaktif yang menyerupai model ulasan Google Maps, guna mengukur kepuasan publik secara akurat.
Laporan Informasi Publik: Penyusunan format laporan berkala tahunan yang terintegrasi langsung dengan penyimpanan Google Drive untuk memudahkan akses semua berkas dokumen.
Format Nomor Surat: Pembaruan sistem penomoran administrasi yang dinamis dan editable untuk mendukung fleksibilitas kerja bidang SDM dan Administrasi.
Kontak PPID: Penyediaan nomor kontak langsung (hotline) untuk mempercepat respon aduan dan permohonan informasi.
Tampilan Dashboard: Pembaruan visual dashboard agar lebih informatif, modern, dan ramah pengguna (user-friendly).
Manajemen Domain: Pengaturan masa aktif domain melalui Hostinger, dengan pembuatan akun user khusus terlebih dahulu.
Keamanan Akses (Security Access): Perencanaan jangka panjang untuk keamanan sistem, termasuk komitmen perawatan (maintenance) secara berkala minimal 1 tahun.
Ekspor Data Manual Real-Time: Penambahan fitur penarikan data langsung ke format Spreadsheet/Excel, yang mendukung integrasi fitur Data - Get Data - From Other Source - From Web guna mempermudah analisis data.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kaltim, Rifah Atul Mahmudah, beserta jajaran staf umum dan humas. Dalam penyampaiannya, Rifah mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan tata kelola layanan online yang lebih baik dan optimal.
"Website PPID ini adalah salah satu aset digital penting yang harus kita jaga bersama. Pengelolaan data informasi di era digital sangat riskan dan rawan diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, dengan menggandeng Zeta Group, kami tidak hanya berharap pada pembuatan website saja, tetapi ada keberlanjutan kerja sama dalam hal perawatan (maintenance) dan pengawasan keamanan sistem ke depannya," ujar Rifah pada pertemuan Rabu, (03/07/2026) lalu.
Menanggapi hal tersebut, Project Manager ZETA, Bagasnanta Purnomo, menegaskan komitmen penuh timnya dalam mengawal dan meningkatkan keamanan sistem pada website PPID BAZNAS Kaltim.
"Saat ini, akses terhadap sistem berbasis online—baik itu website maupun akun media sosial—sangatlah mudah. Hanya dengan sekali klik, jika pertahanan dari dalam tidak diperkuat, sistem akan sangat rentan terhadap serangan hacker atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu komitmen kami bersama tim adalah memastikan proteksi tersebut berjalan maksimal," jelas Bagas.
Bagas juga menambahkan bahwa pihaknya berharap jalinan sinergi ini dapat terus berjalan secara simultan untuk jangka panjang. "Harapan kami, kerja sama dengan BAZNAS Kaltim tidak berhenti pada peningkatan fungsi website saja, tetapi bagaimana kami bisa terus mempermudah sistem pengelolaannya sehingga pelayanan informasi dari BAZNAS Kaltim dapat lebih mudah diakses dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas," pungkasnya.
Melalui digitalisasi dan penguatan sistem keamanan ini, BAZNAS Kaltim optimistis pelayanan informasi publik akan semakin akuntabel, aman, dan tepercaya, sejalan dengan asas pengelolaan zakat yang transparan dan profesional.
03/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Agenda Pimpinan

Melampaui Zona Nyaman: Refleksi Strategis untuk Transformasi Amil BAZNAS Kaltim
Samarinda – Briefing rutin BAZNAS Kaltim yang berlangsung pada Kamis (04/06/2026) menjadi ruang diskusi yang krusial bagi pengembangan kapasitas amil. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., memberikan arahan yang menukik tajam pada aspek mentalitas dan budaya kerja, dengan menekankan bahwa stagnasi adalah ancaman nyata bagi keberhasilan lembaga.
Dalam pemaparannya, H. Miswan Thahadi memberikan peringatan keras bahwa zona nyaman (comfort zone) bukanlah tempat bagi mereka yang menginginkan pertumbuhan. Baginya, ketika seseorang merasa sudah berada dalam posisi yang "enak" dan tidak lagi memiliki tantangan, maka saat itulah ia sebenarnya sedang berada dalam posisi paling rentan. Zona nyaman diidentikkan sebagai musuh utama kesuksesan karena ia mematikan kreativitas, menurunkan daya juang, dan menciptakan ketergantungan pada pola kerja lama yang mungkin sudah tidak relevan.
Lebih jauh, beliau menyoroti sebuah tantangan psikologis yang sering dialami oleh tenaga profesional, yakni "penyakit merasa paling benar". Sindrom ini ditandai dengan kecenderungan seseorang untuk mengimani satu pola pikir saja, menutup diri dari masukan, dan bersikap arogan terhadap perspektif baru. H. Miswan Thahadi menegaskan bahwa sikap ini adalah akar kegagalan karena membatasi pandangan seseorang, sehingga ia kehilangan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman yang sangat cepat.
Untuk memutus rantai kejumudan tersebut, beliau menyarankan beberapa strategi aksi bagi seluruh amil pelaksana:
1. Transformasi Budaya Literasi: Amil didorong untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi wajib meluangkan waktu untuk membaca dan memperdalam wawasan yang relevan dengan dunia perzakatan maupun manajemen modern.
2. Inklusivitas dalam Berdiskusi: Beliau menekankan pentingnya membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Pertukaran pikiran dengan orang lain—terutama yang memiliki latar belakang berbeda—dianggap sebagai cara paling efektif untuk mendapatkan perspektif baru yang segar dan objektif.
3. Optimalisasi Kinerja: Belajar terus-menerus adalah satu-satunya jalan agar pekerjaan yang dilakukan tidak terjebak dalam pola lama yang monoton. Dengan selalu memperbarui cara berpikir dan metode kerja, setiap amil akan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dan menghasilkan dampak yang terbaik bagi muzakki maupun mustahik.
Arahan ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar BAZNAS Kaltim bahwa menjadi seorang amil adalah perjalanan belajar seumur hidup. Untuk mencapai visi besar lembaga, amil harus berani meninggalkan zona nyaman, menanggalkan ego merasa paling benar, dan terus membuka diri terhadap inovasi demi pelayanan yang lebih baik di masa depan.
04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Menanamkan Jiwa Full-Timer: Transformasi Dedikasi Amil BAZNAS Kaltim dalam Melayani Umat
Samarinda – Briefing rutin BAZNAS Kaltim yang dilaksanakan pada Kamis (04/06/2026) menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh amil pelaksana. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., memimpin arahan yang menyoroti urgensi transformasi mentalitas kerja menuju dedikasi yang lebih totalitas dan berjiwa full-timer.
Dalam arahannya, H. Badrus Syamsi memberikan penekanan bahwa istilah full-timer tidak semata-mata dimaknai sebagai kewajiban untuk bekerja secara fisik selama 24 jam tanpa henti. Lebih dari itu, full-timer adalah sebuah manifestasi dari kesiapan mental dan responsivitas tinggi seorang amil dalam mengemban amanah zakat.
Seorang amil yang memiliki jiwa full-timer adalah pribadi yang memiliki keterikatan batin dengan lembaga. Mereka adalah sosok yang selalu siap sedia dan tanggap ketika kebutuhan umat maupun tuntutan operasional lembaga mendesak untuk diselesaikan. Prinsip ini menjadi pembeda antara sekadar "bekerja" dengan "mengabdi".
H. Badrus Syamsi menegaskan bahwa budaya kerja ini harus dimulai dari komitmen pimpinan terlebih dahulu sebelum diturunkan kepada seluruh staf.
"Jika jajaran pimpinan saja sudah menetapkan standar full-timer dalam dedikasi mereka, maka adalah sebuah keharusan bagi seluruh amil dan amilat untuk memiliki tingkat dedikasi yang setara. Standar ini bukan beban, melainkan bentuk tanggung jawab moral kita kepada para muzakki dan mustahik yang menitipkan harapannya kepada BAZNAS Kaltim," tegas beliau di hadapan para peserta briefing.
Selain menyinggung soal produktivitas, beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan keharmonisan antar sesama amil. Beliau mengajak seluruh elemen BAZNAS Kaltim untuk terus menjaga kekompakan dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
Menurut H. Badrus Syamsi, BAZNAS bukan sekadar tempat untuk mencari penghidupan, melainkan ladang pengabdian yang mulia. Dengan menyatukan langkah, visi, dan semangat, amil diharapkan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga bekerja dengan hati yang sepenuhnya tertuju untuk kemaslahatan umat.
Briefing ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh amil untuk kembali mengevaluasi tingkat keterlibatan mereka, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil di BAZNAS Kaltim adalah bentuk pengabdian terbaik yang mampu mereka berikan untuk kemajuan lembaga dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Optimalkan Pemberdayaan di Wilayah Terluar, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Hadiri Kick-Off Meeting Pembangunan Perdesaan
SAMARINDA – Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., menghadiri agenda penting Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Desa dan Kick Off Meeting Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim pada Kamis, (16/04/2026).
Partisipasi ini merupakan bentuk respons aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Fokus utama pertemuan ini adalah inisiasi kawasan budidaya ternak sapi potong terintegrasi di empat kampung Kecamatan Bongan, Kutai Barat, yakni Kampung Gerunggung, Kampung Lemper, Kampung Deraya, dan Kampung Tanjung Soke.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Suparno menekankan bahwa BAZNAS Kaltim siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dan pihak ketiga lainnya. Ia menilai kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memiliki keberlanjutan ekonomi bagi warga desa.
"Kami menyambut baik dan menyatakan kesediaan penuh untuk berkolaborasi dengan desa-desa tersebut serta para pemangku kepentingan. Setelah penandatanganan MOU ini, kami mengharapkan sinergi pembangunan dapat berlangsung efektif," ujar Achmad Suparno di sela-sela pertemuan.
Ia menambahkan bahwa program peternakan sapi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan peluang usaha yang nyata. "Kami ingin memastikan warga di empat kampung ini memiliki kemandirian ekonomi. Melalui program peternakan yang terencana, diharapkan taraf hidup mustahik di sana dapat meningkat secara signifikan seiring dengan perbaikan akses transportasi yang sedang disiapkan pemerintah," imbuhnya.
Pertemuan tersebut turut melibatkan jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, serta perwakilan asosiasi peternak sapi tingkat regional. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi kendala logistik dan operasional, sehingga proyeksi kawasan peternakan terpadu di wilayah terluar Kaltim dapat segera terwujud.
Dengan keterlibatan aktif Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, lembaga memastikan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) akan terus diarahkan pada program-program pemberdayaan produktif yang menyentuh langsung akar rumput di pelosok Kalimantan Timur.
16-04-2026 | Humas BAZNAS Kaltim





