Berita Terkini
BAZNAS Indonesia Bagikan 74.228 Makanan Berbuka Puasa kepada Warga Palestina di Bulan Ramadan
BAZNAS RI telah menyalurkan 74.228 porsi hidangan berbuka puasa kepada warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza selama bulan Ramadan. Bantuan makanan siap saji ini diberikan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat yang terkena dampak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Program kemanusiaan yang diluncurkan oleh BAZNAS RI ini telah didistribusikan di beberapa wilayah di Jalur Gaza, termasuk Khan Yunis, Deir al-Balah, Al Mawasi, Al Musaddar, dan Al Buraij. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, mencakup tenda pengungsian dan masyarakat yang terdampak konflik serta kesulitan mengakses kebutuhan dasar.
Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Deputi II BAZNAS RI, menyatakan bahwa pembagian hidangan berbuka puasa kepada warga Palestina merupakan bagian dari agenda kemanusiaan rutin yang dilakukan BAZNAS setiap Ramadan. Tujuan program ini adalah untuk membantu warga Gaza dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak.
BAZNAS RI senantiasa berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terkena dampak konflik dan krisis kemanusiaan. Selain bantuan makanan berbuka puasa, BAZNAS juga menyediakan program dukungan lain seperti paket pangan, layanan kesehatan, air bersih, pakaian, tenda, selimut, dan fasilitas pendidikan darurat untuk anak-anak.
Masyarakat Indonesia dihimbau untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dengan menyumbangkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar bantuan dapat terus sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sumber: BAZNAS RI. “Selama Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 74.228 Porsi Hidangan Berbuka Puasa untuk Warga Palestina.” Dipublikasikan pada 12 Maret 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS Kaltim Gandeng Media: Wujudkan Transparansi dalam Pengelolaan Dana Umat
SAMARINDA – Kepercayaan masyarakat (public trust) adalah nyawa bagi lembaga pengelola zakat. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Kalimantan Timur melakukan langkah progresif dengan merangkul insan pers sebagai "benteng" sekaligus "kaca transparan" dalam pengawasan pengelolaan, pelaporan, hingga pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, menegaskan bahwa komitmen transparansi BAZNAS Kaltim tidak hanya sebatas angka di atas kertas, tetapi juga keberanian untuk dikoreksi. Beliau memandang wartawan sebagai mitra kritis yang dapat membantu menjaga integritas lembaga.
"Kami tidak ingin media hanya memberitakan yang manis-manis saja. Jika rekan-rekan menemukan ada yang tidak beres, ada kejanggalan dalam pengelolaan, atau laporan keuangan yang dirasa tidak sinkron, ayo kita duduk bersama. Koreksi kami, benahi bersama, agar pengelolaan dana umat ini semakin sempurna," tegas Badrus dalam momentum silaturahmi di Samarinda (16/3/2026).
Komitmen transparansi ini dituangkan ke dalam tiga aspek krusial yang dipaparkan kepada media:
Pengelolaan & Pelaporan yang Akuntabel: BAZNAS Kaltim telah membuktikan kepatuhan administrasinya melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025. Badrus menekankan bahwa laporan keuangan harus bisa dibaca secara utuh oleh publik agar tidak terjadi misinformasi.
Pendistribusian yang Berdampak: Hingga pertengahan Maret 2026, distribusi dana telah mencapai Rp5,7 miliar (termasuk program unggulan Ramadan Bahagia senilai Rp3 miliar). Media diajak untuk melihat langsung bagaimana dana zakat dikonversi menjadi solusi bagi mustahik (penerima zakat).
Integritas Operasional: Untuk menjaga kemurnian dana zakat, BAZNAS memastikan kegiatan seremonial seperti buka puasa bersama tidak menyentuh dana zakat sepeser pun, melainkan menggunakan dana operasional resmi (APBD/Hak Amil) yang diaudit secara ketat oleh Satuan Audit Internal.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim ingin memastikan seluruh aktivitasnya selaras dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Dengan menggandeng media sebagai mitra syiar, BAZNAS Kaltim tidak hanya bertujuan mengejar target pengumpulan sebesar Rp25 miliar di tahun 2026, tetapi juga ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh muzakki (pembayar zakat) dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, profesional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
16/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gandeng Insan Pers: Jadilah Mata dan Telinga Publik dalam Mengawal Dana Umat
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus dikawal bersama. Dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Harris Hotel Samarinda (16/3/2026), BAZNAS Kaltim secara terbuka mengajak media di Kalimantan Timur untuk menjadi mitra kritis dalam pengawasan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menekankan bahwa lembaga tidak anti-kritik. Media diharapkan tidak hanya menyoroti keberhasilan program, tetapi juga berani menyuarakan kejanggalan jika ditemukan.
"Jika ada yang dirasa kurang tepat, mari kita benahi bersama. Kami ingin media menjadi mitra yang mengoreksi agar tata kelola kami semakin sempurna," ujar Badrus.
BAZNAS Kaltim mengajak wartawan untuk membantu masyarakat memahami cara membaca laporan keuangan lembaga zakat. Hal ini penting agar tidak terjadi salah tafsir terkait arus kas dan distribusi dana, sehingga kepercayaan publik yang tengah tumbuh pesat tetap terjaga.
Di tengah tren kenaikan pengumpulan dana yang signifikan—dari Rp6,7 miliar (2022) hingga mencapai Rp20,5 miliar (2025)—BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa sinergi dengan media adalah kunci untuk menjaga Prinsip 3A:
Aman Syar'i: Pengelolaan sesuai syariat Islam.
Aman Regulasi: Kepatuhan terhadap hukum negara (terbukti dengan predikat WTP tercepat).
Aman NKRI: Memastikan dana zakat memperkuat keutuhan bangsa.
Ketua BAZNAS Kaltim, H. Ahmad Nabhan, menegaskan kepada media bahwa kegiatan operasional dan silaturahmi seperti ini tidak menggunakan dana zakat sedikitpun, melainkan menggunakan pos hak amil atau dukungan APBD. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah dana zakat dari muzzaki benar-benar sampai ke tangan mustahik yang berhak.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kaltim berharap media massa di Kalimantan Timur berperan sebagai "mata dan telinga" masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat dari pers, BAZNAS optimis target pengumpulan Rp25 Miliar di tahun 2026 dapat tercapai dengan tetap menjaga akuntabilitas yang tinggi.
16/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Agenda Pimpinan

BAZNAS Kaltim Ajak Pegawai RSJD Atma Husada Perbaiki Diri dan Optimalkan ZIS
SAMARINDA – Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus aktif melakukan syiar dakwah dan literasi zakat ke berbagai instansi pemerintah. Pada Selasa (24/02/2026), Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., hadir memberikan Tausiyah Ramadhan di hadapan jajaran pegawai RSJD Atma Husada Mahakam, Kaltim.
Dalam ceramah agama yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Abdurrahman mengusung tema sentral "Bulan Tarbiyah: Momentum Perbaikan Diri". Beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah (sekolah) untuk memperbaiki kualitas spiritual dan profesionalisme kerja.
Ramadhan sebagai Madrasah Karakter
Dr. Abdurrahman menjelaskan bahwa esensi dari Tarbiyah adalah proses pendidikan dan pengasuhan jiwa. Bagi para pegawai di lingkungan rumah sakit jiwa, momentum ini sangat relevan untuk memperkuat rasa empati dan kesabaran dalam melayani masyarakat.
"Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk melakukan evaluasi total. Perbaikan diri dimulai dari hati yang bersih, tutur kata yang terjaga, dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama. Inilah esensi dari menjadi pribadi yang bertakwa," ujar Dr. Abdurrahman dalam tausiyahnya.
Zakat Sebagai Penyempurna Ibadah
Selain fokus pada perbaikan akhlak, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim ini juga mengingatkan para jamaah mengenai kewajiban mal (harta). Beliau mengajak seluruh pegawai RSJD Atma Husada untuk tidak melewatkan kesempatan melipatgandakan pahala melalui menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi.
Beliau menjelaskan bahwa ZIS yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat Kaltim yang membutuhkan, termasuk program-program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi yang sejalan dengan semangat kemanusiaan di rumah sakit.
Memperkuat Sinergi Kemanusiaan
Kegiatan ceramah ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara BAZNAS Kaltim dan RSJD Atma Husada, sekaligus meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan ASN dan tenaga medis. Dengan semangat "Bulan Tarbiyah", diharapkan muncul komitmen baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual maupun sosial.
"Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia melalui sedekah," tutupnya.
24-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Kaltim Hadiri Pembukaan Bazar Ramadan TP PKK Kaltim
SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan Bazar Ramadan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltim di halaman Kantor TP PKK Kaltim, Jalan M. Yamin, Samarinda, Sabtu (21/02/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Penasihat TP PKK Kaltim, Rusmilawati M. Ali, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda ini menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung sinergi lintas sektor demi percepatan pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur melalui pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Kaltim yang dibacakan oleh Rusmilawati, ditekankan bahwa Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata peran PKK dalam memperkuat ekonomi keluarga. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan ruang promosi bagi produk UMKM lokal agar lebih berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kaltim menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pengembangan UMKM adalah pilar penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. "Sinergi antara BAZNAS dan PKK memiliki tujuan yang selaras, yaitu membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan mendukung UMKM binaan, kita sedang berupaya memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi para mustahik menjadi lebih mandiri," ujar beliau.
Bazar yang berlangsung hingga 14 Maret 2026 ini diikuti oleh sekitar 30 tenant dari Pokja 1 hingga Pokja 4, serta didukung oleh Bankaltimtara, Perusda Bara Kaltim Sejahtera, dan berbagai OPD terkait. Menariknya, seluruh stan disediakan secara gratis bagi pelaku usaha untuk mendorong pendapatan keluarga.
Selain aspek ekonomi, acara ini juga menyediakan layanan sosial yang sejalan dengan program kemanusiaan BAZNAS, yakni pemeriksaan kesehatan gratis (kolesterol, gula darah, asam urat, dan risiko diabetes) oleh Pokja IV, serta layanan kemitraan lainnya.
Kerja sama strategis antara BAZNAS Kaltim dan TP PKK Kaltim telah lama terjalin melalui berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat rentan, antara lain:
Program Belanja Anak Yatim: Memberikan santunan dan keceriaan bagi anak yatim.
Bantuan Sembako Dhuafa: Penyaluran bantuan pangan untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera.
Dukungan Kesehatan: Bantuan bagi penderita kanker di RSUD AWS Samarinda.
Melalui kehadiran dalam Bazar Ramadan ini, BAZNAS Kaltim berharap kolaborasi dengan TP PKK dan mitra kerja lainnya terus konsisten dilakukan setiap tahun. Hal ini diharapkan menjadi ladang amal sekaligus solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh.
21-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim Dorong Penguatan Regulasi: Upayakan Optimalisasi Zakat Perusahaan dan Dana CSR di Benua Etam
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus bergerak progresif dalam memperjuangkan tata kelola zakat yang lebih kuat di daerah. Dalam pertemuan strategis bersama DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Gedung E, Komplek DPRD Kaltim, Rabu (18/02/2026), BAZNAS Kaltim menekankan pentingnya penguatan regulasi untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat perusahaan dan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR).
Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, menyatakan bahwa potensi zakat dari sektor industri, khususnya pertambangan di Kalimantan Timur, masih sangat besar namun belum tergarap secara maksimal melalui pintu daerah.
Dalam keterangannya, Badrus menyoroti pola penyaluran zakat perusahaan yang selama ini masih banyak dilakukan melalui pusat. Hal ini berdampak pada pencatatan statistik penghimpunan di Kalimantan Timur.
"Kami mendorong agar perusahaan-perusahaan di Kaltim menyalurkan zakatnya langsung melalui BAZNAS Kaltim. Jika melalui pusat, dana tersebut hanya tercatat sebagai dana titipan di daerah, bukan sebagai prestasi penghimpunan daerah. Padahal, operasional dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Kaltim," jelas Badrus.
BAZNAS Kaltim juga memberikan edukasi mengenai perbedaan fundamental antara pengelolaan Zakat dan CSR agar perusahaan tidak ragu dalam menyalurkan keduanya melalui lembaga resmi:
Aspek Perbedaan
Zakat Mal / Perusahaan
CSR / TJSP
Landasan
Syariat Islam (Audit Syariah)
Regulasi Pemerintah & Sosial
Sasaran
Khusus 8 Asnaf (Fakir, Miskin, dll)
Seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat
Sifat
Mengikat secara hukum agama
Fleksibel untuk kesejahteraan umum
18-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim



