Berita Terbaru
BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB
BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam agenda Pembentukan Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan logistik serta kelancaran distribusi bantuan ketika bencana terjadi.
BAZNAS Kaltim hadir dalam kegiatan tersebut melalui Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dan Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kaltim, Muhammad Mulyono, S.H. Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Pembentukan klaster logistik kebencanaan bertujuan membangun koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat dalam pengelolaan logistik bencana. Melalui mekanisme tersebut, ketersediaan dan distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung secara cepat, tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, dan tepat waktu.
Klaster ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, mengoptimalkan mobilisasi sumber daya, memperkuat sistem informasi logistik, serta mengatasi kesenjangan dan hambatan distribusi bantuan. Dengan demikian, penanggulangan bencana di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih terpadu, efektif, efisien, dan akuntabel.
Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam pembentukan klaster logistik sejalan dengan pelaksanaan program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yaitu program kebencanaan BAZNAS yang berperan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan masyarakat terdampak sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, BTB tidak hanya berfokus pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapan personel, peralatan, koordinasi, serta dukungan logistik agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan BPBD dan unsur terkait menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan fungsi dan sumber daya yang saling melengkapi.
Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan dalam klaster logistik juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi mengenai kebutuhan di lapangan, mekanisme mobilisasi bantuan, serta dukungan sumber daya yang dapat dioptimalkan ketika terjadi kondisi darurat di wilayah Kalimantan Timur.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan responsif.
“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui partisipasi ini, kami berharap peran BAZNAS Tanggap Bencana semakin terintegrasi dalam upaya kemanusiaan di Kalimantan Timur,” ujar Ahmad Nabhan.
Ia menambahkan, kesiapan logistik dan koordinasi sejak sebelum bencana terjadi dapat membantu mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan melalui BTB serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Pembentukan klaster logistik juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kebencanaan tidak hanya tersedia, tetapi dapat dikelola dan disalurkan secara terkoordinasi. Informasi mengenai kebutuhan, ketersediaan barang, jalur distribusi, dan kondisi wilayah terdampak menjadi unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan saat keadaan darurat.
Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembentukan klaster logistik diharapkan memperkuat kerja sama lintas sektor, sehingga pengelolaan bantuan dapat dilakukan secara lebih terencana dan hambatan distribusi dapat diminimalkan.
“Melalui klaster logistik, koordinasi antarinstansi dan mitra kebencanaan diharapkan semakin kuat. Dengan informasi yang terintegrasi dan pembagian peran yang jelas, ketersediaan serta distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih cepat dan tepat,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disesuaikan dengan keterangan resmi BPBD.
Keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam agenda ini diharapkan memperkuat hubungan kerja dengan BPBD dan mitra kebencanaan lainnya, khususnya dalam mendukung kesiapan logistik, respons darurat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.
BERITA30/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Evaluasi dan Bimtek Perencanaan 2027, Perkuat Sinkronisasi Program dengan Arah Pembangunan Nasional
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur.
Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan 2027 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi program, serta sinkronisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah agar selaras dengan arah kebijakan BAZNAS RI dan pembangunan nasional.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ia mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Kalimantan Timur untuk menjadikan evaluasi sebagai momentum perbaikan bersama. Hal-hal yang belum berjalan baik perlu diperbaiki, sementara capaian dan praktik yang sudah baik harus dipertahankan serta terus ditingkatkan.
“Yang belum baik mari kita perbaiki. Apa yang sudah baik mari bersama kita pertahankan dan semakin lebih baik lagi. Jangan sampai hanya hitam di atas putih, tetapi perlu adanya tindak lanjut yang signifikan,” pesannya.
Ahmad Nabhan juga menekankan bahwa dokumen perencanaan harus disusun selaras dengan kebijakan dan arah perencanaan BAZNAS RI, namun tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Dengan demikian, target dan program yang direncanakan dapat disusun secara realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan.
Ia turut mengajak seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu segera ditindaklanjuti.
Selanjutnya, materi bimbingan teknis disampaikan oleh Syaidah, staf Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 sekaligus mekanisme penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan zakat untuk tahun 2027.
Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS memiliki keterkaitan dengan siklus perencanaan pembangunan nasional. Dokumen perencanaan BAZNAS disusun secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.
Siklus tersebut mencakup penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), hingga Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Pada tingkat daerah, Renstra dan Renja BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota menjadi pedoman dalam menyusun program dan anggaran yang sesuai dengan arah kebijakan serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Penyusunan dokumen tersebut juga perlu memperhatikan keterkaitannya dengan dokumen pembangunan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. RPJPN menjadi arah pembangunan jangka panjang Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Materi tersebut turut menjelaskan bahwa visi Indonesia 2045 diarahkan pada terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Arah pembangunan ini berlandaskan pada kekuatan modal dasar Indonesia, perkembangan megatrend global, serta capaian pembangunan periode sebelumnya.
Dalam konteks tersebut, zakat memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekonomi dan keuangan sosial syariah. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, mengatasi kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.
Optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat diharapkan mampu memperkuat redistribusi ekonomi secara adil dan produktif. Dana zakat juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta mendukung program pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan sosial yang adil dan berbasis nilai keagamaan.
Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI memberikan sejumlah arahan yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di antaranya mengisi Form Evaluasi Perencanaan 2026 dan Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027.
Selain itu, masing-masing BAZNAS diminta menyusun rancangan awal atau draf dokumen LK dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027, dengan memprioritaskan penyusunan RKAT 2027 terlebih dahulu. Penyusunan tersebut perlu mengacu pada dokumen pendukung, meliputi Renstra, Renja, RKAT, petunjuk teknis, contoh dokumen yang telah terisi, serta target nasional tahun 2027.
Dalam arahannya, BAZNAS RI juga menegaskan pentingnya pelaksanaan rapat pleno pimpinan sebelum Bimtek. Setiap bidang di lingkungan BAZNAS harus berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan, sementara bagian perencanaan bertindak sebagai koordinator proses penyusunannya.
Dokumen perencanaan selanjutnya perlu dibahas dan disepakati bersama melalui rapat pleno yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua. Langkah ini diperlukan agar perencanaan yang disusun menjadi hasil kesepahaman bersama dan mencerminkan kebutuhan serta prioritas lembaga.
Melalui kegiatan evaluasi dan bimbingan teknis ini, BAZNAS Kaltim berharap seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota dapat meningkatkan kualitas perencanaan, memperkuat koordinasi ant bidang, serta menyusun program dan anggaran tahun 2027 secara terarah, terukur, dan realistis.
Dengan perencanaan yang matang, selaras dengan arah pembangunan nasional, serta didukung tindak lanjut yang nyata, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dan akuntabel. Lebih dari itu, zakat diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pencapaian kesejahteraan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
BERITA30/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Paket Sanitasi bagi Korban Kebakaran di Dua Lokasi di Tenggarong
KUTAI KARTANEGARA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sanitasi kepada warga terdampak kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut disalurkan di RT 33 Kelurahan Melayu serta wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H. Bantuan ini merupakan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dan sanitasi warga, melengkapi bantuan bahan pangan yang telah diterima dari berbagai pihak.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan berupa sembako, termasuk beras dan bahan pangan lainnya, telah banyak disalurkan. Karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan dukungan dalam bentuk paket sanitasi agar kebutuhan dasar lainnya juga dapat terpenuhi.
“BAZNAS Kaltim membantu di dua titik lokasi kebakaran. Kami mendapatkan informasi bahwa bantuan sembako, beras, dan kebutuhan pangan lainnya sudah cukup banyak disalurkan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan berupa paket sanitasi dengan total bantuan Rp22.989.500 untuk 112 kepala keluarga, di luar bantuan sembako yang telah tersedia,” jelas Achmad Suparno.
Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi dan sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.
Achmad Suparno juga berharap kolaborasi antara BAZNAS Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Tim Penggerak PKK, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur,” tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam penyaluran bantuan dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.
Sarifah Suraidah Harum juga menguatkan warga agar tetap tabah menghadapi musibah dan tidak merasa sendiri dalam melewati masa sulit.
“Bapak dan Ibu tidak sendirian. Kita akan bersama-sama melewati masa sulit ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat,” pesannya.
Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga serta memperkuat koordinasi antarpihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.
Di Kelurahan Melayu, kebakaran dilaporkan berdampak terhadap 75 kepala keluarga, dengan 35 rumah dan 277 jiwa terdampak. Sementara itu, kebakaran di wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidhia Aulia, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap warga terdampak. Menurutnya, kebersamaan dan dukungan lintas lembaga menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan dan menata kembali kehidupan mereka. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan pendampingan kepada warga, termasuk membantu pengurusan administrasi kependudukan, seperti surat-menyurat dan akta kelahiran. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga selama proses pemulihan pascakebakaran.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur, Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) Kalimantan Timur, KORMI Kalimantan Timur, TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara.
BERITA29/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Sediakan Kuota bagi 300 Mahasiswa Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah tahun 2026. Program ini ditujukan bagi 300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di delapan negara, yaitu Mesir, Libya, Maroko, Tunisia, Turki, Suriah, Yordania, dan Yaman.
Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia sekaligus menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat global untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui program tersebut, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan uang saku sebesar Rp1 juta per bulan selama maksimal dua tahun. Selain itu, BAZNAS menyediakan seragam pakaian dinas harian (PDH), pendampingan melalui kegiatan mentoring setiap bulan, serta dukungan pembiayaan untuk mengikuti kompetisi atau konferensi tertentu.
Dalam peluncuran BCB Timur Tengah 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (27/10/2026), Sodik menjelaskan bahwa program ini menargetkan penerima manfaat dari berbagai provinsi di Indonesia.
Untuk mendukung pelaksanaan beasiswa selama 24 bulan, BAZNAS RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp8.162.500.000. Anggaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan program bagi 300 mahasiswa penerima beasiswa.
Pendaftaran BCB Timur Tengah 2026 dibuka pada 28 Oktober hingga 9 November 2026. Calon peserta dapat mempelajari petunjuk teknis serta mengunduh format dokumen persyaratan melalui tautan berikut:
Petunjuk teknis dan dokumen persyaratan: https://bazna.as/JuknisBCBTimteng2026
Pendaftaran beasiswa: https://bazn.as/DaftarBCBTimteng2026
Persyaratan Pendaftaran
Mahasiswa yang berminat mengikuti program BCB Timur Tengah 2026 perlu memenuhi sejumlah ketentuan berikut:
Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).
Beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan.
Berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat 1 hingga 4, yang dibuktikan dengan isbat qayyid atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku dari perguruan tinggi.
Diutamakan mahasiswa jenjang S1, dengan kesempatan mendaftar yang juga terbuka bagi mahasiswa S2.
Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau pihak lain.
Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa penerimaan beasiswa.
Memiliki prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Memiliki hafalan Al-Qur’an.
Menyerahkan seluruh dokumen administrasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.
Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026, BAZNAS berharap dapat memperluas akses dukungan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.
BERITA28/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Pendidikan Rp25 Juta untuk 50 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026
SAMARINDA – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp25 juta kepada 50 santri dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10), di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.
Penyerahan bantuan disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., dan Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.
Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam mendukung keberlanjutan pendidikan santri sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.
Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama serta santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengisi kemerdekaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang diimbangi dengan akhlak mulia, sejalan dengan pesan Menteri Agama Republik Indonesia dalam peringatan Hari Santri tahun ini.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim terbuka untuk terus mendukung kegiatan santri dan pondok pesantren sepanjang sesuai dengan ketentuan penyaluran zakat dan memenuhi kriteria asnaf.
“Santri dapat termasuk dalam asnaf fisabilillah, dan dalam kondisi tertentu juga terdapat penerima yang memenuhi kriteria asnaf miskin. Dukungan dapat diberikan untuk kegiatan santri, biaya pendidikan, maupun kebutuhan guru pesantren, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Achmad Suparno juga mendorong penguatan kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat melalui Direktorat Jenderal Pesantren maupun di daerah melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang kerja sama untuk mendukung berbagai agenda pendidikan dan pengembangan pesantren ke depan.
Ia turut menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia. Ia berharap santri terus berkembang, berprestasi, serta mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Adapun bantuan biaya pendidikan ini disalurkan kepada 50 santri dari 24 pondok pesantren, yakni:
PP. Al Arsyadi 2 Samarinda — 2 santri
PPS Al Jamil — 3 santri
PP. Darul Ihsan — 3 santri
PP Muslimin Indonesia Center — 2 santri
PP. Tanzilul Hakim — 2 santri
PP. Sabilarrasyad — 2 santri
PP An-Nur — 2 santri
PP. Darul Falaah — 2 santri
PP. Nabil Husein — 2 santri
PP. Al Mujahidah NW — 2 santri
PP. Hidayatullah — 2 santri
PP. Annashru Wal Futuuh — 2 santri
PP. Al Falah — 2 santri
PP. Hidayatul Mubtadiin — 2 santri
PP. Ihya Ulumuddin — 2 santri
PP. Istiqomah — 2 santri
PP. Langit Langit — 2 santri
PP. Al Aziziyah — 2 santri
PP. Darus Sa'adah — 2 santri
PP. At Tanwir — 2 santri
PP. Nurul Amin — 2 santri
PP. Al Wa'id — 2 santri
PP. Al Muhajirin — 2 santri
PP. Syaichona Cholil — 2 santri
Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak santri yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan terhadap pendidikan santri juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
Momentum Hari Santri Nasional diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS, Pemerintah, Kementerian Agama, dan pondok pesantren dalam menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi santri serta masyarakat luas.
BERITA22/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Pengumpulan ZIS BAZNAS Kaltim Tumbuh Pesat, Tembus Rp22,26 Miliar hingga Oktober 2026
JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan peningkatan kinerja dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Tren positif tersebut tercermin dari pertumbuhan pengumpulan dana yang meningkat konsisten sejak 2021 hingga Oktober 2026, sekaligus memperkuat peran zakat sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (14/10/2026). Forum nasional ini mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
Dalam pemaparannya, Badrus menjelaskan bahwa pengumpulan dana ZIS dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur mengalami perkembangan signifikan sepanjang periode 2021–2026. Berdasarkan laporan pengumpulan BAZNAS Kaltim, dana yang berhasil dihimpun pada 2021 tercatat sebesar Rp6,84 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp10,79 miliar pada 2022 dan Rp14,44 miliar pada 2023.
Pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan pengumpulan mencapai Rp16,51 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp20,60 miliar pada 2025. Sementara itu, hingga 7 Oktober 2026, pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur telah mencapai Rp22,26 miliar, melampaui capaian tahunan sebelumnya.
Secara kumulatif, pengumpulan dana ZIS dan DSKL BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur selama periode 2021 hingga 7 Oktober 2026 mencapai Rp91,46 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 27,76 persen berdasarkan rekapitulasi laporan. Capaian ini menjadi gambaran meningkatnya kinerja penghimpunan sekaligus kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana zakat.
Selain memaparkan perkembangan di tingkat provinsi, laporan tersebut juga menggambarkan realisasi pengumpulan ZIS dan DSKL BAZNAS se-Kalimantan Timur selama periode 1 Januari hingga 7 Oktober 2026.
Dari target pengumpulan sebesar Rp160,207 miliar, realisasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp65,18 miliar atau 41 persen. Laporan juga mencatat jumlah muzaki sebanyak 74.428 orang pada periode tersebut.
Kontribusi pengumpulan berasal dari BAZNAS provinsi serta BAZNAS kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Capaian ini menunjukkan pentingnya penguatan koordinasi, perluasan jangkauan penghimpunan, serta keterlibatan berbagai pihak agar potensi zakat di daerah dapat dikelola secara lebih optimal.
Bagi Badrus, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus memperkuat tata kelola dan meningkatkan efektivitas pengumpulan maupun penyaluran dana ZIS. Evaluasi terhadap target dan realisasi juga diperlukan agar pengelolaan zakat dapat berjalan lebih terukur, akuntabel, dan memberikan dampak yang nyata.
Dana yang dihimpun BAZNAS Kaltim selanjutnya dikelola untuk mendukung berbagai program pemberdayaan dan pelayanan masyarakat melalui lima pilar program utama, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.
Kaltim Cerdas berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan sumber daya manusia melalui bantuan pendidikan serta berbagai kegiatan yang mendukung akses pendidikan yang berkelanjutan dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kaltim Sehat diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya mustahik, dalam memperoleh layanan kesehatan. Program ini mencakup dukungan terhadap kebutuhan pengobatan, layanan medis, serta bantuan kesehatan lainnya.
Kaltim Makmur berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan dan pengembangan usaha. Pilar ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik agar mampu meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan.
Kaltim Peduli merupakan bentuk respons terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan, termasuk mereka yang terdampak bencana, kemiskinan, dan kondisi darurat lainnya, baik di dalam maupun di luar daerah.
Sementara itu, Kaltim Taqwa berfokus pada kegiatan dakwah dan advokasi untuk memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat, sekaligus membangun akhlak dan ketakwaan generasi muda.
Melalui lima pilar tersebut, pengelolaan dana ZIS tidak hanya diarahkan untuk membantu kebutuhan mendesak, tetapi juga mendukung pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penanganan kondisi darurat, serta penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
Selain pertumbuhan pengumpulan dan pelaksanaan program, laporan BAZNAS Kaltim turut menampilkan capaian dalam aspek tata kelola. Di antaranya, hasil audit laporan keuangan yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam beberapa tahun pelaporan, serta hasil audit syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yang mencatat nilai 81,82 untuk kepatuhan syariah, 82,25 untuk transparansi, dan 73,95 untuk efektivitas penyaluran.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kepercayaan publik. Pengelolaan zakat membutuhkan bukan hanya kemampuan menghimpun dana, tetapi juga komitmen terhadap kepatuhan syariah, regulasi, transparansi, dan ketepatan penyaluran kepada penerima manfaat.
Badrus Syamsi menegaskan bahwa peningkatan kinerja BAZNAS Kaltim merupakan hasil dari kerja bersama dan dukungan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, para muzaki, hingga kepala daerah yang memberikan dukungan terhadap gerakan zakat di Kalimantan Timur.
“Ke depan, BAZNAS Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, memperkuat penghimpunan, serta memperluas jangkauan manfaat program agar semakin banyak masyarakat yang merasakan dampaknya. Capaian ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan dan dukungan masyarakat, para muzaki, serta kepala daerah. Kami berharap sinergi ini terus terjaga sehingga zakat dapat menjadi kekuatan nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” ungkap Badrus.
Partisipasi masyarakat dan dukungan pemerintah daerah menjadi elemen penting dalam memperkuat ekosistem zakat di Kalimantan Timur. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu mendorong semakin banyak individu dan lembaga untuk menunaikan zakat melalui pengelolaan yang resmi, terencana, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui momentum RAKORNAS BAZNAS 2026, BAZNAS Kaltim terus mendorong konsolidasi pengelolaan zakat agar semakin produktif dan berdampak. Dengan penguatan penghimpunan, tata kelola yang akuntabel, serta penyaluran melalui lima pilar program, zakat diharapkan semakin berperan dalam mengurangi kesenjangan dan mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang lebih sejahtera.
BERITA15/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Kaltim Raih BAZNAS Award 2026, Pemprov Perkuat Dukungan Gerakan Zakat
JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meraih penghargaan pada ajang BAZNAS Award 2026 dalam kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., dan diterima oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., dalam acara BAZNAS Award yang berlangsung di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan zakat serta mendorong optimalisasi pengelolaan zakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam keterangannya, Wakil Gubernur Kaltim, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan dukungan terhadap pengelolaan zakat ke depan.
“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengucapkan terima kasih atas penghargaan untuk Kalimantan Timur. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar Seno Aji.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya BAZNAS dalam mengoptimalkan penghimpunan dan pendayagunaan zakat. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah, termasuk memberikan masukan, mendorong sosialisasi kepada masyarakat, serta mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS.
“Sebagai kepala daerah, kami tentu memberikan upaya dukungan dan masukan, termasuk melalui edaran kepada masyarakat dan seluruh ASN agar menunaikan zakat melalui BAZNAS,” tambahnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi bagian penting dalam memperluas kesadaran masyarakat mengenai kewajiban zakat sekaligus memastikan pengelolaan dana zakat dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas dukungan yang selama ini diberikan kepada BAZNAS Kaltim.
Ia menilai dukungan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendorong peningkatan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Semakin optimal penghimpunan dana ZIS, semakin besar pula peluang BAZNAS untuk memperluas jangkauan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang telah memberikan dukungan kepada BAZNAS Kaltim. Dengan semakin meningkatnya pengumpulan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang mendapatkan bantuan dan menerima manfaat zakat, terutama di Kalimantan Timur,” ungkap Ahmad Nabhan.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat terus diperkuat, sehingga pengelolaan zakat semakin optimal dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Raihan BAZNAS Award 2026 ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem zakat yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Melalui dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat, BAZNAS Kaltim optimistis gerakan zakat dapat terus berkembang sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pembangunan kesejahteraan di Kalimantan Timur.
BERITA15/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Respons Kebencanaan, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kesiapan Aset BTB
SAMARINDA – Wakil Ketua IV Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., M.H., melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kaltim, Rabu (16/9/2026), di lapangan parkir Kantor BAZNAS Kaltim.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas BTB dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah Kalimantan Timur.
Dalam monitoring tersebut, Achmad Suparno memberikan sejumlah arahan kepada tim BTB, khususnya mengenai pentingnya mitigasi risiko dalam pelaksanaan tanggap bencana. Menurutnya, kesiapsiagaan tidak hanya diperlukan ketika bencana telah terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak sebelum peristiwa terjadi.
“Mitigasi risiko tanggap bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko, korban jiwa, dan kerusakan akibat bencana, baik sebelum, saat, maupun sesudah peristiwa terjadi. Karena itu, kesiapan personel maupun peralatan harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, evaluasi juga diarahkan untuk memastikan kesiapan aset dan perlengkapan yang dimiliki BTB BAZNAS Kaltim. Dalam waktu mendatang, akan dilakukan uji coba terhadap sejumlah aset BTB, salah satunya *perahu*, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya.
Uji coba tersebut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan peralatan ketika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam penanganan bencana di lapangan. Selain memastikan kondisi aset, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tim dalam mengoperasikan peralatan secara tepat dan efektif.
“Jangan sampai ketika terjadi bencana, kita baru melihat kesiapan aset dan peralatan. Semuanya harus dipastikan terlebih dahulu, sehingga ketika dibutuhkan, tim bisa bergerak dengan cepat,” katanya.
Selain kesiapsiagaan secara umum, kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur turut menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut.
Achmad Suparno menyebutkan, beberapa BTB BAZNAS di daerah telah turut mengambil bagian dalam penanganan wilayah yang terdampak kebakaran dengan kondisi yang cukup serius. Di antaranya BTB BAZNAS Berau dan BTB BAZNAS Kutai Timur, serta sejumlah daerah lainnya yang terdampak.
“Beberapa daerah sudah turut andil melalui BTB-nya, seperti BTB BAZNAS Berau, Kutim, dan daerah lainnya yang terdampak kebakaran dengan tingkat yang serius. Tentu ini juga menjadi perhatian kami,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan yang tidak hanya berasal dari daerah, tetapi juga melalui koordinasi dengan BAZNAS di tingkat pusat. BAZNAS Kaltim telah melakukan koordinasi dengan *BTB BAZNAS RI* untuk mengajukan permohonan aset pendukung yang dapat digunakan dalam penanganan kebakaran.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan BTB di daerah dalam memberikan respons ketika terjadi bencana, sekaligus mendukung upaya penanganan terhadap masyarakat yang terdampak.
“Kami juga telah berkoordinasi dengan BTB BAZNAS RI atau pusat untuk permohonan aset pendukung dalam penanganan kebakaran. Semoga upaya-upaya yang dilakukan di daerah bisa meringankan, terutama bagi masyarakat yang terdampak,” tuturnya.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus meningkatkan kesiapan BAZNAS Tanggap Bencana sebagai salah satu unsur yang dapat bergerak dalam memberikan bantuan dan pelayanan kemanusiaan ketika terjadi bencana.
Melalui penguatan mitigasi, kesiapan personel, pemeliharaan serta uji coba aset, dan koordinasi lintas tingkatan BTB, BAZNAS Kaltim terus berupaya memastikan respons kebencanaan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
BERITA14/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Audiensi Wakil Bupati PPU, Bahas Penguatan Pengelolaan ZIS dan Dukungan Pemerintah Daerah
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima audiensi Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin bersama jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara. Pertemuan tersebut membahas penguatan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), kelembagaan BAZNAS, serta dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan BAZNAS di Kabupaten PPU Kamis, (08/10/2026).
Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut surat Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara Nomor 400/334/TU-PIMP/UMUM tanggal 28 September 2026 tentang Permohonan Audiensi. Dalam surat tersebut, Pemkab PPU menyampaikan keinginan untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dengan BAZNAS Kaltim dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan serta pemanfaatan ZIS dan program sosial kemasyarakatan lainnya.
Audiensi diterima langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan. Ia menyambut baik kedatangan Wakil Bupati PPU dan jajaran Pemkab PPU serta berharap pertemuan tersebut dapat menjadi awal penguatan kolaborasi antara BAZNAS dan pemerintah kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Waris Muin menyampaikan sejumlah hal yang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten PPU dalam penguatan pengelolaan BAZNAS di daerah.
Salah satunya mengenai pengelolaan dan transparansi zakat, termasuk bagaimana alur penghimpunan hingga penyaluran ZIS agar dapat dikelola secara baik dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten PPU juga ingin memastikan pengelolaan ZIS dapat menunjang kinerja BAZNAS di daerah, khususnya dalam menjalankan program-program kemasyarakatan.
Abdul Waris juga menanyakan mengenai mekanisme pembentukan BAZNAS, struktur kelembagaan, hingga pola pengelolaan organisasi. Hal tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai posisi, fungsi, serta tata kelola BAZNAS.
Pembahasan lainnya menyangkut hak keuangan pimpinan BAZNAS PPU serta bagaimana mekanisme pengaturannya dalam lingkungan pemerintahan daerah. Menurut Abdul Waris, hal tersebut perlu dipahami bersama, termasuk bagaimana Bagian Kesra dapat menyikapinya dalam mendukung keberlangsungan kelembagaan BAZNAS.
Selain itu, Pemkab PPU turut membahas penghimpunan zakat dari kalangan ASN, termasuk bagaimana mekanisme imbauan kepada ASN untuk menunaikan zakatnya melalui pengelolaan ZIS yang resmi.
Persoalan keterbatasan SDM juga menjadi salah satu perhatian. Jumlah SDM yang masih terbatas dinilai menjadi tantangan dalam menjalankan berbagai fungsi pengelolaan BAZNAS, mulai dari penghimpunan, pendistribusian, pendayagunaan hingga administrasi dan pelaporan.
Abdul Waris juga menyampaikan perlunya penguatan koordinasi dengan perusahaan di wilayah PPU. Menurutnya, komunikasi antara perusahaan, BAZNAS, dan pemerintah daerah masih perlu diperkuat agar potensi dukungan sosial dan keagamaan dari dunia usaha dapat lebih optimal.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan BAZNAS di daerah tidak terlepas dari dukungan kepala daerah.
Menurutnya, sebaik apa pun SDM yang dimiliki BAZNAS, penguatan dari sisi kebijakan dan dukungan kepala daerah tetap menjadi bagian penting dalam menjalankan pengelolaan zakat di daerah.
“Kesuksesan pengelolaan BAZNAS tidak luput dari dukungan kepala daerahnya. Mau sebaik apa pun SDM yang memimpin atau mengelola, tetap harus ada dukungan kepala daerah,” ujar Badrus.
Ia menjelaskan, kepala daerah memiliki peran penting dalam memberikan imbauan dan arahan, termasuk dalam penguatan kebijakan daerah terkait penghimpunan ZIS.
Karena itu, Badrus berharap Bupati dan Wakil Bupati PPU ke depan dapat memberikan peran yang kuat kepada BAZNAS daerah, terutama dalam aspek pengumpulan, pengawasan, pembinaan, serta dukungan operasional.
Terkait hak keuangan pimpinan BAZNAS, Badrus menyampaikan bahwa dukungan tersebut dapat dianggarkan melalui dana hibah APBD dan hak keuangan pimpinan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Ini juga menjawab hak keuangan pimpinan BAZNAS. Jadi, dukungan operasionalnya dapat dianggarkan melalui dana hibah APBD dan hak keuangan pimpinan. Ini diatur oleh undang-undang,” jelasnya.
Badrus juga menyampaikan bahwa menurutnya BAZNAS Kaltim menjadi satu-satunya BAZNAS di Indonesia yang telah mendapatkan hak keuangan pimpinan dari kepala daerah. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi salah satu referensi yang dibahas untuk penguatan BAZNAS di daerah. Selain dukungan APBD, Badrus juga mendorong agar pengelolaan BAZNAS diperkuat dengan sumber-sumber dana sosial dan keagamaan lainnya sesuai ketentuan. Ia mencontohkan dana yang berasal dari bunga bank yang dikategorikan sebagai dana nonhalal, yang menurutnya dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan kemaslahatan masyarakat sesuai ketentuan penggunaannya.
“Misalnya dana bunga bank, ini merupakan dana nonhalal, tetapi bisa dikelola. Penggunaannya untuk kemaslahatan masyarakat, seperti yang kita sebut 3J, jalan dan jembatan, sehingga kembali kepada kepentingan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., M.H. menambahkan bahwa apabila hak keuangan pimpinan BAZNAS di daerah telah mendapatkan dukungan dan pengaturan melalui pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku, maka pimpinan BAZNAS tidak perlu lagi memikirkan pemenuhan hak tersebut dari dana amil.
Menurut Achmad Suparno, hal ini akan memberikan ruang bagi dana amil untuk lebih optimal mendukung operasional pengelolaan zakat sesuai peruntukannya. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim siap kembali dilibatkan dalam audiensi atau pembahasan bersama Pemerintah Kabupaten PPU untuk memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai mekanisme hak keuangan pimpinan BAZNAS di daerah.
“Kalau memang hal keuangan pimpinan BAZNAS di daerah sudah diatur melalui pemerintah daerah, maka tidak perlu lagi memikirkan haknya dari dana amil. Ke depan, kami dari BAZNAS Kaltim juga meminta untuk dapat dilibatkan kembali dalam audiensi agar bisa menjelaskan alur hak keuangan pimpinan di daerah,” kata Achmad.
Ia menambahkan, regulasi yang telah diterapkan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur diharapkan dapat menjadi bahan untuk penguatan kebijakan di tingkat kabupaten/kota.
Audiensi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang untuk membahas persoalan kelembagaan, tetapi juga menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara BAZNAS Kaltim, BAZNAS PPU, dan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan dengan pembahasan yang lebih teknis. Dengan demikian, potensi zakat, infak, dan sedekah di PPU dapat dikelola secara semakin optimal dan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
“BAZNAS Kaltim menerima dengan baik audiensi ini. Kami berharap apa yang dibicarakan hari ini menjadi bagian dari kolaborasi antarpemerintah kabupaten/kota bersama BAZNAS, sehingga pengelolaan ZIS dapat semakin kuat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Ahmad Nabhan.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.Ap., Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos., Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkab Penajam Paser Utara Hendro Susilo, S.Pd., M.Pd., serta staf Bagian Kesra Rahmanu.
BERITA08/10/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BTB BAZNAS Kaltim Turun Langsung Respons Karhutla di Muara Bengkal, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Titik Api
KUTAI TIMUR – BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur melalui tim BTB Kecamatan Muara Bengkal turut mengambil bagian dalam upaya respons kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Titian Bungur, Desa Muara Bengkal Ulu, pada Senin, 21 September 2026. Dalam kegiatan ini, tim melaksanakan layanan dapur air sebagai bentuk dukungan bagi personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran di lapangan.
Respons tersebut dilaksanakan oleh Robbi dari BTB BAZNAS Kecamatan Muara Bengkal bersama Yudha dari Polsek Muara Bengkal. Kegiatan ini juga melibatkan unsur Satgas Rescue Muara Bengkal dan PT Telen Prima Sawit, dengan dukungan satu unit mobil water tanki dari perusahaan tersebut.
Di tengah kondisi cuaca cerah, proses penanganan menghadapi kendala akses menuju lokasi yang sulit dijangkau. Kondisi ini turut menyulitkan koordinasi jarak jauh sehingga diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik antarpihak untuk mendukung respons di lapangan.
Keterlibatan BTB BAZNAS Kaltim merupakan bagian dari upaya mendukung penanganan kondisi darurat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Timur. Selain memberikan dukungan melalui layanan yang dibutuhkan di lapangan, kesiapan personel dan kelengkapan aset menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi kebakaran yang berpotensi berkembang.
BAZNAS Kaltim Koordinasikan Kebutuhan Aset Penanganan Karhutla
Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim terus berkoordinasi dengan BAZNAS RI terkait kebutuhan dan kelengkapan aset untuk mendukung pemadaman api di sejumlah daerah di Kalimantan Timur.
“BAZNAS Kaltim telah berkoordinasi dengan BAZNAS RI terkait kelengkapan aset yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan kebakaran di beberapa daerah di Kalimantan Timur. Kami juga terus berkoordinasi dengan tim di daerah untuk mengetahui kebutuhan nyata di lapangan, sehingga dukungan yang diberikan dapat sesuai dengan kondisi dan prioritas penanganan,” ujar Achmad Suparno.
Menurutnya, koordinasi tersebut penting agar kesiapan peralatan dan dukungan operasional dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi. Terlebih, munculnya titik-titik api di sejumlah wilayah berpotensi meningkatkan risiko kebakaran meluas, terutama ketika kondisi cuaca dan karakteristik lahan membuat api sulit dikendalikan.
Ia menegaskan bahwa upaya penanganan karhutla membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan, baik dalam pemenuhan kebutuhan personel dan aset maupun dalam memperkuat langkah pencegahan. Dengan koordinasi antara BAZNAS di tingkat pusat dan daerah, respons diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah sesuai kebutuhan masing-masing wilayah.
Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan
Selain mendukung respons di lapangan, BAZNAS Kaltim mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lingkungan yang memiliki vegetasi kering dan kawasan lahan gambut. Pencegahan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko munculnya titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Masyarakat diharapkan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di area yang mudah terbakar, serta memastikan tidak ada bara atau percikan api yang tertinggal di sekitar lahan gambut. Aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran perlu dihindari, sementara apabila ditemukan indikasi munculnya api, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada petugas setempat dan tidak mengambil tindakan berbahaya di luar kemampuan.
BAZNAS Kaltim berharap sinergi antara BTB, pemerintah daerah, petugas penanganan kebakaran, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dukungan yang tepat, kesiapan aset, serta kepedulian bersama diharapkan mampu mempercepat respons terhadap kejadian karhutla sekaligus menekan risiko kebakaran meluas.
Melalui BTB, BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus hadir mendukung upaya kemanusiaan dan kebencanaan sesuai kebutuhan di lapangan. Kesiapsiagaan dan pencegahan menjadi tanggung jawab bersama agar keselamatan masyarakat serta lingkungan tetap terjaga.
BERITA22/09/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Penguatan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
BALIKPAPAN – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut menghadiri agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sakura RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur. Agenda ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Polda Kaltim, rumah sakit, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja, serta mitra terkait.
Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat.
Selama ini, BAZNAS Kaltim telah membangun sinergi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kaltim dalam memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa meskipun BAZNAS Kaltim tidak menjadi pihak yang secara langsung menandatangani PKS pada agenda tersebut, BAZNAS tetap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
“BAZNAS Kaltim memang tidak secara langsung menjadi bagian dari PKS ini. Namun, kami tetap mendukung setiap program yang membawa kemaslahatan bagi umat, terlebih dalam hal penanganan korban kecelakaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Nabhan.
Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi hal penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Selama ini BAZNAS Kaltim juga telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan maupun rumah sakit dalam berbagai program kesehatan. Karena itu, kami tentu mendukung langkah-langkah yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” lanjutnya.
Dalam agenda tersebut, Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, dalam laporannya menjelaskan bahwa layanan satu pintu tersebut dikembangkan melalui inovasi SI JAKA (Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas).
SI JAKA dirancang untuk mengintegrasikan proses pelayanan dan administrasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas. Sistem tersebut menjadi bagian dari ekosistem layanan yang mencakup petugas pelayanan Sahabat LAKA, Ruangan Bersama sebagai ruang layanan terpadu, serta aplikasi SI JAKA sebagai sistem pendukung pelayanan.
Melalui sistem tersebut, proses yang sebelumnya membutuhkan koordinasi antarinstansi diupayakan menjadi lebih terintegrasi, mulai dari penerimaan korban, verifikasi data, penginputan ke sistem penjaminan, pelaporan hingga koordinasi dengan instansi terkait.
RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan juga ditetapkan sebagai rumah sakit percontohan atau pilot project dalam penerapan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Selanjutnya, penerapan layanan tersebut akan dikembangkan secara bertahap pada rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai hasil evaluasi dan kesiapan masing-masing rumah sakit.
Menariknya, dalam pengembangan ke depan, pengelolaan aplikasi SI JAKA direncanakan melibatkan Tim Gabungan Pengelola Aplikasi yang terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, PT Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS, serta rumah sakit pengguna aplikasi.
Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari ruang sinergi antarlembaga dalam mendukung pelayanan publik, tanpa mengurangi peran dan kewenangan masing-masing lembaga.
Ahmad Nabhan menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Prinsipnya, BAZNAS akan terus mendukung apa yang menjadi kemaslahatan umat. Apalagi jika program tersebut menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dukungan BAZNAS Kaltim terhadap sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat di Kalimantan Timur.
“Harapan kami, berbagai bentuk kerja sama yang sudah terjalin dengan rumah sakit dan instansi terkait dapat terus berkembang. BAZNAS Kaltim ingin hadir sebagai mitra yang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kemampuan lembaga,” tuturnya.
Agenda penandatanganan PKS ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, para pejabat utama Polda Kaltim, kepala rumah sakit, kepala satuan lalu lintas, serta perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja dan mitra lainnya. Daftar undangan resmi juga mencantumkan pimpinan sejumlah rumah sakit pemerintah di Kalimantan Timur.
Melalui kehadiran dan dukungan tersebut, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam berbagai upaya kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan pelayanan sosial di Kalimantan Timur.
BERITA16/09/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Respons Dampak Kemarau, BAZNAS Kaltim dan Pemprov Kaltim Salurkan 10 Ton Beras untuk warga di daerah Mahakam Ulu
SAMARINDA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 10 ton beras untuk masyarakat yang terdampak musim kemarau di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Sabtu, (29/08/2026).
Bantuan logistik pangan tersebut disalurkan melalui jalur darat menggunakan armada truk menuju kawasan Mahakam Ulu. Penyaluran bantuan ini dikawal langsung oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, di antaranya Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan bentuk kepedulian bersama atas kesulitan yang dialami warga akibat kemarau panjang. Surutnya aliran Sungai Mahakam telah menghambat jalur transportasi air yang menjadi akses vital distribusi logistik, sehingga memicu lonjakan harga bahan pokok serta kelangkaan air bersih di wilayah tersebut.
"Dampak musim kemarau ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat di Mahakam Ulu, khususnya warga di wilayah hulu seperti Kecamatan Long Apari dan Kecamatan Long Pahangai, serta kawasan ibu kota kabupaten di Long Bagun. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sana," ujar Ahmad Nabhan saat pelepasan bantuan di Samarinda.
Ahmad Nabhan menambahkan, pengiriman beras dilakukan melalui jalur darat untuk memastikan logistik tiba dengan aman dan tepat sasaran. "Bantuan beras ini disalurkan lewat jalur darat menggunakan truk. Kami dari jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim juga turut mengawal langsung proses pengirimannya hingga sampai ke lokasi penyaluran," tegasnya.
Bantuan pangan sebanyak 10 ton tersebut nantinya disalurkan secara sinergis melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan BAZNAS Kabupaten Mahakam Ulu. Bantuan ditargetkan menjangkau 1.000 mustahik, di mana masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan alokasi 10 kg beras.
Melalui sinergi antara Pemprov Kaltim, BAZNAS Kaltim, dan Pemkab Mahulu, diharapkan bantuan logistik ini dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat terdampak serta menekan dampak krisis ekonomi dan sosial akibat bencana musim kemarau di wilayah perbatasan Kalimantan Timur tersebut.
BERITA29/08/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Melunasi Biaya Pengobatan Luka Bakar Nabila, Putri Penjual Roti Keliling Asal Paser
BALIKPAPAN — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pengobatan dan perawatan medis kepada Nabila Desty Nurillah (18), warga Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, yang mengalami musibah luka bakar akibat kebocoran gas kompor.
Musibah tersebut terjadi saat Nabila hendak memasak. Kompor yang mengalami kerusakan memicu kebocoran gas, sehingga saat pemantik dinyalakan, api dengan cepat menyambar bagian wajah dan kedua tangan korban. Nabila dilarikan ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dan langsung mendapatkan penanganan darurat di Intesive Care Unit (ICU) serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Berdasarkan hasil diagnosis medis, Nabila mengalami combustio (luka bakar) derajat IIA sebesar 9% pada regio wajah serta antebrachii dextra-sinistra (lengan bawah kanan dan kiri) yang masuk dalam kategori critical area. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani tindakan operasi dan rawat inap intensif di RSKD Balikpapan sejak 5 hingga 13 Agustus 2026.
Namun, kendala biaya membentangi proses pemulihannya. Nabila belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sementara sang ayah, Achmad Waris, hanyalah seorang penjual roti keliling yang telah melakoni profesinya selama 10 tahun dengan penghasilan tidak menentu. Meski sempat mendapat pinjaman pinjam-meminjam bantuan dari kerabat, jumlah tersebut belum mencukupi tagihan tindakan medis dan perawatan rumah sakit.
Menanggapi kondisi darurat muzaki dan mustahik tersebut, BAZNAS Kaltim bergerak cepat menyalurkan bantuan penanganan kesehatan secara langsung melalui pihak rumah sakit untuk melunasi biaya operasi, perawatan medis, hingga kebutuhan akomodasi pendampingan selama di Balikpapan.
Ayah korban, Achmad Waris, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian para muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kaltim.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kaltim serta seluruh donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesulitan. Semoga menjadi amal ibadah, mendapat keberkahan, serta kelancaran rezeki bagi para donatur. Semoga keberadaan BAZNAS Kaltim dapat terus membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Achmad Waris.
Secara terpisah, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan program Kaltim Sehat ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para muzaki, termasuk para pegawai dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kaltim.
"Bantuan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi program kesehatan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis mendesak. Mayoritas permohonan yang masuk melalui kerjasama RSKD Balikpapan memang berasal dari keluarga berpenghasilan tidak menentu dengan biaya pengobatan tinggi yang tidak ditanggung oleh BPJS," jelas Ahmad Nabhan.
Ahmad Nabhan juga mendoakan agar Ananda Nabila dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Pihaknya menegaskan komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus hadir merespons cepat setiap permasalahan sosial dan kesehatan yang dihadapi warga kurang mampu di Kalimantan Timur.
BERITA26/08/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar RAKORDA dan BSD, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekonomi Umat
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) tahun 2026. Acara yang menjadi momentum strategis bagi tata kelola zakat di Kalimantan Timur ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa (11/8/2026).
Dalam laporannya, Pimpinan BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memaparkan capaian membanggakan terkait penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dan DSKL yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BAZNAS Kaltim, penghimpunan dana mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya, mencapai Rp20,6 miliar pada tahun 2025. Hingga Juli 2026, angka penghimpunan bahkan telah menyentuh Rp19,05 miliar.
"Peningkatan ini merupakan bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh serta komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah memberikan pelayanan terbaik. Capaian ini juga didukung dengan perbaikan administrasi dan tata kelola yang transparan, terbukti dengan perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik secara berturut-turut," ujar Ahmad Nabhan.
Wakil Gubernur Kaltim, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa zakat adalah instrumen krusial dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendukung penguatan zakat. Saya mengajak seluruh pimpinan Forkopimda dan instansi terkait untuk menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kaltim. Dengan zakat yang terhimpun, kita dapat fokus pada pemberdayaan UMKM agar manfaatnya lebih luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat kecil," tegas Wagub Seno Aji.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menekankan pentingnya sinergi kelembagaan. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak boleh stagnan dan harus terus ditumbuhkan, baik dari sisi penghimpunan maupun pendayagunaan.
"Pengelolaan zakat yang profesional memiliki dampak langsung bagi pembangunan daerah. BAZNAS harus terus bertransformasi agar setiap rupiah zakat yang disalurkan dapat menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan dan mendukung program-program pembangunan daerah secara terukur," jelas Zainut Tauhid.
Kegiatan RAKORDA dan BSD 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Agustus 2026, dengan melibatkan pimpinan BAZNAS dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah taktis dalam memperkuat kelembagaan serta mengintegrasikan program pendayagunaan zakat yang lebih berdampak bagi kesejahteraan umat di Kalimantan Timur.
BERITA10/08/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Pengelolaan ZIS dan Perluasan Program Sosial, Gubernur Kaltim Beri Arahan Strategis untuk BAZNAS Kaltim
SAMARINDA — Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Gubernur Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/07/2026). Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk bersilaturahmi, memaparkan laporan kinerja semester berjalan, sekaligus memohon bimbingan, evaluasi, serta arahan langsung dari Gubernur selaku pimpinan pemegang kebijakan tertinggi di daerah.
Suasana pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur tersebut tampak begitu hangat, cair, dan penuh keakraban. Gubernur tampak antusias berdialog interaktif dengan jajaran pimpinan BAZNAS dan manajemen rumah sakit, menyelipkan beberapa gurauan ringan yang mencairkan suasana namun tetap sarat akan makna dan evaluasi konstruktif.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aji Muhammad Fitra Firnanda, S.T., M.M., serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dr. Hj. Dasmiah, S.Pd., M.A.P. Hadir pula Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, serta Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan drg. Ahmad Jais, M.H., MARS beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pimpinan BAZNAS Kaltim menyampaikan capaian penghimpunan dana ZIS yang telah mencapai Rp18,6 miliar dengan realisasi pendistribusian menyentuh angka Rp19,1 miliar, yang ditopang dari sisa saldo tahun sebelumnya guna mengantisipasi kebutuhan momentum Ramadan. Selain itu, BAZNAS Kaltim turut melaporkan raihan Indeks Zakat Nasional (IZN) tertinggi secara nasional dengan skor 0,90 berkategori sustainable dari BAZNAS RI, serta rencana strategis pembangunan rumah singgah di Balikpapan bagi pasien RSKD beserta keluarga.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Kaltim menyambut baik berbagai ikhtiar dan program kemaslahatan yang dihadirkan, sekaligus membagikan banyak masukan konstruktif sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di Benua Etam.
"Kita tentu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang selalu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Terkait rencana pembangunan rumah singgah, kita menyambut baik dan perlu berdiskusi mengenai peletakannya agar rumah ini bukan sekadar tempat bermalam, tetapi menghadirkan harapan bagi pasien dan keluarganya untuk berjuang mendapatkan kesembuhan," ujar Gubernur.
Gubernur juga menekankan agar BAZNAS Kaltim ke depan dapat memperluas cakupan pendekatan, tidak terbatas pada jalur religius semata, melainkan merambah ke ranah sosial-ekonomi yang lebih luas melalui mapping program yang matang di mana BAZNAS berperan aktif dalam menghimpun data di lapangan. Guna mengoptimalkan potensi zakat korporasi—khususnya dari sektor perkebunan berskala besar dan pertambangan—Gubernur berharap BAZNAS Kaltim dapat dilibatkan dan membersamai seluruh agenda serta rangkaian kegiatan kunjungan kerja kepala daerah bersama dinas teknis terkait.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam atas waktu, perhatian, serta seluruh arahan berharga yang telah diberikan oleh Gubernur beserta jajaran pemprov.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan langsung dari Bapak Gubernur. Seluruh masukan dan evaluasi yang disampaikan menjadi momentum penting bagi kami di BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, serta memperluas jangkauan kolaborasi agar manfaat zakat semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kalimantan Timur," ungkap H. Badrus Syamsi.
Kehangatan pertemuan tersebut kemudian berlanjut ketika azan berkumandang. Gubernur bersama seluruh tamu undangan dan jajaran BAZNAS beranjak bersama menuju Masjid Nurul Mukminin di lingkungan kompleks kantor gubernur untuk melaksanakan sholat berjamaah. Usai menunaikan ibadah, Gubernur menjamu seluruh rombongan untuk menikmati makan siang bersama di ruang VIP Odah Etam.
Di sela-sela santap siang yang penuh kekeluargaan tersebut, suasana diskusi tetap mengalir cair. Pembicaraan kemudian dilanjutkan kembali secara lebih mendalam guna memantapkan rencana teknis pembangunan Rumah Singgah di RSKD Balikpapan, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan koordinasi persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Kaltim 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Seluruh rangkaian agenda ini semakin mempertegas komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Fondasi Ekonomi Umat, BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah Hadirkan Layanan Perbankan bagi UMKM
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus mengakselerasi kemandirian ekonomi para mustahik melalui program unggulan Z-Chicken. Guna meningkatkan profesionalisme usaha serta digitalisasi layanan bagi para pelaku UMKM binaan, BAZNAS Kaltim menggandeng Bankaltimtara Syariah dalam sinergi strategis yang dituangkan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Lantai 2 BAZNAS Kaltim, Kamis (09/10/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Direktur Pelaksana Munawarah. S.Sos.I, Kepala Divisi Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan Resti Amalia Ulfah, M.E, Staff Pelaksana Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Catur Rofiqol Ilma Islamiyah, S. Biotek, serta perwakilan dari Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo.
Dalam arahannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberlanjutan program Z-Chicken. Menurutnya, kolaborasi dengan perbankan syariah merupakan langkah krusial untuk mentransformasi pelaku usaha kecil menjadi lebih modern dan akuntabel.
"Kami menggandeng Bankaltimtara Syariah untuk menjadi mitra pendukung utama bagi para mustahik UMKM kita. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memfasilitasi pembukaan rekening bagi setiap mustahik serta penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS," ujar Badrus Syamsi.
Lebih lanjut, Badrus menekankan bahwa bantuan modal bukan satu-satunya tujuan. Pihaknya ingin memastikan setiap mustahik mendapatkan pendampingan literasi keuangan, termasuk pelatihan penggunaan QRIS dan mobile banking agar pengelolaan usaha mereka jauh lebih efisien dan modern.
Menanggapi inisiatif tersebut, perwakilan Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung ekosistem ekonomi umat ini. Pihaknya siap hadir tidak hanya dalam penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung keberlanjutan administratif para mustahik.
"Kami berkomitmen untuk menyiapkan laporan keuangan melalui rekening koran setiap bulannya bagi masing-masing mustahik. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat memantau arus kas usahanya secara transparan," jelas Shanto.
Tidak hanya di sektor perbankan, Bankaltimtara Syariah juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung dari sisi branding. Pihaknya bersedia melakukan co-branding pada gerobak Z-Chicken milik mustahik sebagai wujud nyata dukungan perbankan terhadap pertumbuhan UMKM di Kalimantan Timur.
Proses pembukaan rekening bagi setiap mustahik dijadwalkan akan dilakukan secara masif saat seremoni kick-off program nantinya. Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi para mustahik, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang pesat dan pada akhirnya mampu mengangkat derajat mereka menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa mendatang.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya disalurkan dalam bentuk konsumtif, tetapi dikelola secara produktif dengan standar manajemen yang profesional demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau Gelar Khitanan Massal bagi 300 Anak
BERAU – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Berau menyelenggarakan kegiatan khitanan massal gratis. Aksi sosial yang menyasar 300 anak dari keluarga prasejahtera ini berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS Berau (RSB), Berau.
Program kemanusiaan ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor yang melibatkan dukungan strategis dari Berau Coal serta tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi berkelanjutan yang dilakukan oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau dalam menghadirkan program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Khitanan massal ini bukan sekadar pemenuhan syariat Islam, melainkan juga langkah preventif untuk menjaga kesehatan anak sejak dini. Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang telah hadir meringankan beban orang tua yang terkendala biaya. Harapan pemerintah, tidak ada lagi anak yang tertunda menjalankan kewajiban ini hanya karena persoalan ekonomi,” ujar Gamalis.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa momentum libur sekolah dimanfaatkan sebaik mungkin agar proses pemulihan anak dapat terpantau dengan optimal. Sejak pagi, para peserta didampingi orang tua telah memadati lokasi untuk mengikuti tahapan registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga tindakan khitan yang ditangani langsung oleh tim medis berpengalaman dari PPNI.
“Selain layanan khitan gratis, setiap anak juga menerima paket bingkisan berisi kaos, sarung, peci, serta makanan ringan. Kami ingin anak-anak merasa senang dan nyaman dalam mengikuti proses ini,” ungkap Ahmad Nabhan.
Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah diamanahkan oleh para muzaki.
“Ke depannya, BAZNAS akan terus memaksimalkan pendayagunaan zakat tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan lainnya yang dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Berau, tetapi di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau Kobul Budiono, serta jajaran pengurus BAZNAS.
Pelaksanaan khitanan massal ini diharapkan menjadi spirit baru bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, untuk terus bergerak menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera sejalan dengan semangat hijrah di tahun baru Islam.
BERITA05/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadir Ringankan Beban Ibu Norsiani yang Berjuang Melawan Kanker
SAMARINDA – Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Norsiani (40), seorang warga di kawasan Harun Nafsi, Samarinda Seberang. Selama beberapa waktu terakhir, ia harus berjuang seorang diri melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Tanpa pendampingan intensif, hari-hari Ibu Norsiani kini dilalui dengan kondisi fisik yang kian melemah akibat luka pada payudara kanan yang telah mengeluarkan nanah.
Kisah pilu ini bermula dari benjolan kecil di payudara kiri yang awalnya dikira bisul biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut kian membesar hingga mencapai stadium lanjut. Keterbatasan ekonomi membuat pihak keluarga hanya mampu mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.
Zulkifli, seorang kerabat yang selama ini menaruh perhatian besar pada kondisi Ibu Norsiani, menuturkan bahwa perjuangan ibu tersebut sudah mencapai titik batas.
"Kondisinya sudah sangat parah. Sebelumnya sempat ada perawat yang membantu membersihkan luka dua kali seminggu, namun sudah sebulan lebih tidak ada lagi yang datang. Keluarga pun sudah tidak mampu membiayai pengobatan intensif, sehingga hanya bisa memberikan bantuan makanan," ujar Zulkifli dengan nada haru.
Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur segera bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung ke kediaman Ibu Norsiani pada Jumat (26/06/2026). Bantuan yang diberikan berupa satu unit kasur khusus pasien medis untuk menunjang kenyamanan serta mempermudah pembersihan luka, serta pengadaan obat khusus untuk meredakan nyeri dan meminimalkan penyebaran sel kanker sesuai anjuran dokter.
Zulkifli mewakili pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan BAZNAS Kaltim. "Kami sangat bersyukur BAZNAS mau hadir langsung melihat kondisi beliau. Terima kasih banyak atas bantuan yang disalurkan, ini sangat berarti bagi Ibu Norsiani," ucapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa pendistribusian bantuan kesehatan merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah umat yang sedang membutuhkan pertolongan darurat.
"BAZNAS Kaltim akan selalu berusaha memberikan bantuan yang presisi sesuai dengan kebutuhan mendesak para mustahik. Kondisi Ibu Norsiani tentu tidak luput dari perhatian kami. Setelah mendapatkan informasi dan rekomendasi medis, kami segera menyalurkan bantuan yang dibutuhkan," ujar Ahmad Nabhan.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan BAZNAS tidak berhenti pada penyaluran bantuan hari ini. Tim BAZNAS Kaltim akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi Ibu Norsiani untuk memastikan kebutuhan perawatannya dapat terpenuhi, mengingat kondisi medis yang bersangkutan saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.
Melalui program-program pendayagunaan kesehatan seperti ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat meringankan beban mereka yang sedang diuji dengan penyakit berat, sekaligus menjadi jembatan kebaikan bagi para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya untuk kemanusiaan.
BERITA01/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Akselerasi Keuangan Syariah, BAZNAS Kaltim dan BI Balikpapan Kolaborasi Melalui Peluncuran Buku Khutbah Ekonomi
BALIKPAPAN – Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menghadiri pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang digelar di Atrium Pentacity Mall Balikpapan pada Sabtu, (27/06/2026). Kehadiran beliau sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS Kaltim terhadap acara tersebut, yakni peluncuran Buku Khutbah Ekonomi Syariah oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan.
Acara peluncuran buku ini ditandai secara simbolis bersama Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud, dan jajaran pimpinan daerah lainnya. Buku khutbah tersebut diterbitkan sebagai instrumen edukasi strategis untuk memperluas literasi keuangan sosial Islam secara inklusif kepada masyarakat luas melalui mimbar-mimbar keagamaan.
Di sela-sela kegiatan, H. Badrus Syamsi menyampaikan apresiasi mendalam atas peluncuran buku ini. Menurutnya, buku khutbah ekonomi syariah sangat relevan dengan misi BAZNAS dalam mengedukasi umat mengenai pentingnya zakat, infak, sedekah, serta pengelolaan wakaf produktif demi kemandirian ekonomi.
"Peluncuran buku khutbah ini adalah terobosan literasi yang luar biasa. Mimbar jumat dan pengajian merupakan media yang sangat efektif untuk membumikan konsep ekonomi syariah. BAZNAS Kaltim siap bersinergi untuk menyebarluaskan nilai-nilai edukasi di dalam buku ini agar masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga bergerak mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar H. Badrus Syamsi.
Selain agenda peluncuran buku khutbah tersebut, H. Badrus Syamsi juga meninjau detail rangkaian kegiatan PESAN 2026 yang mengusung tema "Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing". Adapun detail 8 program utama yang dilaksanakan:
Pameran (Showcase) UMKM Halal Menampilkan produk-produk pilihan mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kriya unggulan yang diproduksi oleh UMKM binaan BI Balikpapan untuk mendorong perluasan pasar domestik.
Peluncuran Program Wakaf Produktif Sebuah langkah konkret dalam mengoptimalkan pengelolaan dana wakaf agar mampu menggerakkan sektor riil dan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi kemaslahatan umat.
Talkshow Ekonomi Syariah Forum diskusi interaktif yang membedah topik-topik krusial seputar tata kelola wakaf produktif, halal entrepreneurship, strategi penguatan ekonomi berbasis pondok pesantren, hingga peluang ekspor komoditas produk halal.
Workshop UMKM Sesi pelatihan berkala yang membekali pelaku usaha dengan materi esensial seperti penguatan branding, inovasi desain kemasan, strategi pemasaran digital, serta peningkatan mutu standar kualitas produk agar siap bersaing di pasar nasional maupun global.
Business Matching dan Edukasi Pembiayaan Syariah Kegiatan yang mempertemukan langsung pelaku usaha (UMKM) dengan berbagai lembaga keuangan syariah resmi untuk membuka dan mempermudah akses pembiayaan modal kerja.
Penyerahan Sertifikasi Halal Pemberian kepastian hukum dan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada UMKM di wilayah Balikpapan serta wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) demi memperkuat ekosistem industri halal.
Kompetisi dan Lomba Kreatif Ajang perlombaan untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan literasi generasi muda, meliputi lomba konten kreatif ekonomi syariah, hadroh, dai, khutbah ekonomi syariah, kuliner halal, hingga lomba menggambar dan dongeng bertema Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP).
Edukasi dan Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren Program inkubasi ekonomi melalui kolaborasi multisektoral antara Bank Indonesia, dunia akademik, pesantren, serta mitra strategis seperti BAZNAS guna membangun ekosistem bisnis pesantren yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui keikutsertaan BAZNAS Kaltim dalam agenda berskala regional ini, diharapkan koordinasi penguatan ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur berjalan makin solid, kokoh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
BERITA27/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kaltim Berikan Pelatihan Kewirausahaan Kepada Mustahik Program Z-Chicken
SAMARINDA – Upaya nyata BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dalam memberantas kemiskinan terus diperkuat. Kali ini, sebanyak 35 mustahik asal Kota Samarinda dibekali pelatihan intensif kewirausahaan melalui program unggulan Z-Chicken di Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (25/06/2026).
Program Z-Chicken bukan sekadar bantuan modal, melainkan program pemberdayaan ekonomi berbasis kuliner ayam krispi dengan konsep gerobak yang modern dan efisien. Guna memastikan kualitas rasa dan pelayanan, BAZNAS Kaltim menggandeng PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) untuk memberikan pelatihan teknis, mulai dari SOP pembuatan ayam krispi hingga manajemen operasional bisnis.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah wujud ikhtiar bersama dalam mengubah status mustahik menjadi muzaki di masa depan.
"Program ini merupakan realisasi pertama kalinya di Samarinda untuk wilayah Kaltim. Kami berharap Bapak dan Ibu peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pelajari pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, hingga teknik mengolah produk. Ini adalah bekal awal Anda untuk membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.
Setiap peserta menerima investasi usaha senilai Rp20 juta per orang, yang mencakup fasilitas gerobak, perlengkapan masak, hingga modal kerja awal.
Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam menjalankan usaha kuliner saat ini. Ia mendorong para mustahik untuk memaksimalkan penggunaan ponsel pintar sebagai alat promosi digital.
"Semua sekarang basisnya teknologi. Nanti akan diajarkan juga penggunaan aplikasi struk online, jadi tidak perlu lagi mencatat manual. Promosi jangan hanya branding saja, tapi harus aktif dipasarkan melalui media sosial. Z-Chicken ini sangat fleksibel, bisa melayani pesanan online untuk acara personal, rapat, hingga Jumat Berkah dalam jumlah besar," terang Badrus.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, H. Badrus Syamsi menekankan nilai spiritual dalam menjalankan amanah zakat. Ia mengingatkan para mustahik agar tidak menganggap program ini sebagai bantuan sekali jalan.
"Uang yang digunakan adalah titipan dari para muzaki (orang kaya yang berzakat). Mereka menitipkan zakatnya agar berkah melalui BAZNAS. Jadi, jika tidak sungguh-sungguh, pertanggungjawabannya tidak hanya kepada kami, tetapi juga kepada Allah SWT," tegasnya.
Pihak BAZNAS Kaltim memastikan tidak akan melepas para mustahik begitu saja setelah pelatihan. BAZNAS akan terus melakukan pendampingan, termasuk membantu pemasaran agar usaha yang dijalankan para mustahik dapat tumbuh produktif dan menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan zakat di Kalimantan Timur.
"Dalam memulai usaha, hukumnya hanya dua: untung atau rugi. Tugas kami adalah terus mendampingi agar usaha Bapak dan Ibu sekalian tetap untung dan berkembang," tutup H. Badrus Syamsi
BERITA25/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.
Lihat Daftar Rekening →