Berita Terbaru
BAZNAS Kaltim Terima Silaturahmi BKKBN Kaltim, Jajaki Kolaborasi Sektor Pemberdayaan hingga Bedah Rumah untuk Atasi Stunting
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (09/06/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim dalam rangka membahas rencana kolaborasi program strategis antarkedua lembaga.
Kehadiran jajaran BKKBN Kaltim disambut langsung dengan baik oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, Ahmad Nabhan memaparkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang selama ini telah konsisten dijalankan oleh BAZNAS Kaltim, mulai dari bantuan yang bersifat perorangan (konsumtif) hingga program pemberdayaan ekonomi (produktif).
"BAZNAS Kaltim memiliki komitmen kuat dalam pengentasan kemiskinan. Beberapa program pemberdayaan di bidang ekonomi yang sudah berjalan di antaranya sektor peternakan, seperti Budidaya Ayam Petelur, Budidaya Sapi, dan Budidaya Domba. Kemudian di sektor perdagangan dan jasa, kami memiliki program bengkel Z-Auto, toko kelontong Z-Mart, serta yang terbaru dan akan segera kami launching dalam waktu dekat ini yaitu Z-Chicken, usaha mikro ayam goreng," jelas Ahmad Nabhan.
Ahmad Nabhan menambahkan bahwa keberagaman program pemberdayaan ini menjadi peluang besar bagi BKKBN Kaltim untuk masuk dan berintegrasi pada berbagai sektor program yang sejalan dan sesuai dengan fokus utama BKKBN.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP., menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan BAZNAS Kaltim dan menyatakan harapan besar agar kedua instansi dapat menjalin kerja sama yang solid. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sunarto secara khusus membahas rencana kolaborasi pada program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
"Kami berharap dapat bekerjasama dengan BAZNAS Kaltim, salah satunya melalui program RTLH. Sasaran program ini adalah masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian yang tidak layak, baik ditinjau dari segi kesehatan, lokasi, maupun kondisi fisik bangunan rumahnya. Upaya perbaikan sanitasi dan lingkungan hunian ini sangat sejalan dengan program BKKBN dalam rangka menangani dan menekan kasus stunting dari hulu," urai Dr. Sunarto.
Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, kedua lembaga ini telah sukses berkolaborasi dalam program pencegahan stunting melalui intervensi pemenuhan nutrisi bagi anak stunting serta ibu hamil di seluruh wilayah Kalimantan Timur, yang penyalurannya dioptimalkan melalui jaringan Posyandu di berbagai daerah.
Melalui pertemuan silaturahmi ini, baik BAZNAS Kaltim maupun BKKBN Kaltim berharap rencana perluasan kolaborasi ini dapat segera ditindaklanjuti secara resmi melalui penyusunan dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS), demi mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang lebih sejahtera, sehat, dan bebas stunting.
BERITA09/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kinerja Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Tegaskan Pentingnya Perubahan Mentalitas Amil
SAMARINDA – Mengawali pekan kerja, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh staf dan amil dalam agenda briefing pagi yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (08/06/2026).
Dalam arahannya, Achmad Suparno mengajak seluruh amil untuk memaknai pengabdian dengan perspektif yang lebih mendalam, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti lirik lagu. Ia secara khusus mengangkat pesan dari lagu "Manusia Kuat" karya Tulus sebagai refleksi ketahanan mental bagi para pengelola zakat.
"Lagu ini bukan sekadar hiburan. Pesannya sangat kuat bahwa setiap individu memiliki potensi, kekuatan, dan ketahanan mental yang luar biasa. Saya ingin para amil tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di lapangan. Pengabdian kepada umat seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di kantor dengan penuh komitmen," ujar Achmad Suparno di hadapan para amil.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya filosofi perubahan diri sebagai kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mengutip prinsip "Change yourself, change your future", ia menegaskan bahwa perubahan masa depan lembaga sangat bergantung pada kesediaan amil untuk memperbaiki diri saat ini juga.
"Jangan hanya memiliki target besar, tetapi kita tetap menjadi pribadi yang 'apa adanya'. Jika kita ingin masa depan berubah, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ubah kebiasaan buruk menjadi positif, bangun lebih pagi, tingkatkan kedisiplinan, serta perbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin sering terulang," tambahnya.
Achmad Suparno juga mengingatkan para amil akan kutipan terkenal dari Albert Einstein mengenai insanity (kegilaan), yakni melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda. Menurutnya, BAZNAS Kaltim tidak bisa maju jika sumber daya manusianya tidak melakukan evolusi dalam berpikir dan bertindak.
Ia berpesan agar para amil lebih serius dalam bekerja dan lebih selektif dalam lingkungan pergaulan yang mendukung produktivitas.
Menutup arahannya, Achmad Suparno memanjatkan doa dan harapan agar di periode kepemimpinan yang telah memasuki fase akhir ini, seluruh jajaran BAZNAS Kaltim dapat memberikan kontribusi terbaik. Baik itu bagi penguatan internal lembaga, maupun dalam memberikan pelayanan prima kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh mitra strategis BAZNAS Kaltim.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Atasi Stunting, BAZNAS Kaltim Raih Penghargaan Orang Tua Asuh pada Kick Off Program GENTING
SAMARINDA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menghadiri agenda penting Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Senin (08/06/2026) pagi di Gedung PKK Kota Samarinda ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan komitmen penuntasan stunting melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting).
Dalam momentum strategis tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menerima penghargaan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur sebagai Mitra Kerja aktif sekaligus Orang Tua Asuh dalam program GENTING. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata lembaga amil zakat ini dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Hubungan kerja sama antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim dalam penanganan anak- anak stunting sejatinya telah terjalin lama dan konsisten. Tercatat pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS Kaltim telah menggelontorkan dana bantuan senilai Rp1 miliar 80 juta yang dialokasikan khusus untuk intervensi pemenuhan gizi anak-anak penyandang stunting. Penyaluran bantuan serupa dipastikan terus bergulir pada bulan-bulan berikutnya.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh BKKBN Kaltim. Bagi kami di BAZNAS, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanah, motivasi, sekaligus pemacu semangat untuk terus bergerak, berbagi, dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan stunting demi masa depan generasi kita.
Lebih lanjut, Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi secara instan. Berdasarkan analisis di lapangan, kondisi tempat tinggal juga memegang peranan krusial. BAZNAS Kaltim menyoroti urgensi perbaikan kondisi rumah, sebab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sangat berpotensi membuat anak-anak rentan terhadap penyakit dan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya stunting. Beliau berharap ke depan program bantuan untuk anak stunting, ibu hamil, serta ibu melahirkan dapat diperluas mencakup perbaikan sanitasi dan bedah rumah melalui kerja sama yang semakin solid antara BKKBN, BAZNAS, dan seluruh lembaga terkait.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM, M.Adm.KP, dalam sambutannya memberikan pujian tinggi atas loyalitas kemitraan BAZNAS Kaltim.
“BAZNAS Kaltim selalu membersamai program kami, khususnya dalam hal pengentasan stunting. Perlu kita pahami bersama bahwa muara stunting itu bersumber dari lokasi lingkungan yang tidak layak, seperti ketiadaan jamban sehat, minimnya pemenuhan nutrisi, serta akses kesehatan yang terbatas. Di sinilah pentingnya sinergi berbagai sektor untuk melakukan intervensi menyeluruh demi mewujudkan SDM unggul menuju Kaltim Sehat dan Generasi Emas 2045," paparnya.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Layanan Informasi Publik BAZNAS Kaltim dan Zeta Group Matangkan Kesiapan SDM Kelola Website PPID
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat sistem pelayanan website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui kerja sama dengan pengembang teknologi, Zeta Group.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur baru, tetapi juga mencakup pelatihan implementasi pengelolaan website, mulai dari tampilan luar (front-end) hingga halaman admin pengelola (back-end). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan para staf dalam mengoperasikan sistem baru secara mandiri dan optimal.
Dalam pertemuan berkala yang digelar, kedua belah pihak merumuskan 8 (delapan) poin penting pengembangan fitur dan teknis website PPID BAZNAS Kaltim, di antaranya:
Survei Kepuasan Penilaian: Penerapan parameter angka dengan sistem penilaian interaktif yang menyerupai model ulasan Google Maps, guna mengukur kepuasan publik secara akurat.
Laporan Informasi Publik: Penyusunan format laporan berkala tahunan yang terintegrasi langsung dengan penyimpanan Google Drive untuk memudahkan akses semua berkas dokumen.
Format Nomor Surat: Pembaruan sistem penomoran administrasi yang dinamis dan editable untuk mendukung fleksibilitas kerja bidang SDM dan Administrasi.
Kontak PPID: Penyediaan nomor kontak langsung (hotline) untuk mempercepat respon aduan dan permohonan informasi.
Tampilan Dashboard: Pembaruan visual dashboard agar lebih informatif, modern, dan ramah pengguna (user-friendly).
Manajemen Domain: Pengaturan masa aktif domain melalui Hostinger, dengan pembuatan akun user khusus terlebih dahulu.
Keamanan Akses (Security Access): Perencanaan jangka panjang untuk keamanan sistem, termasuk komitmen perawatan (maintenance) secara berkala minimal 1 tahun.
Ekspor Data Manual Real-Time: Penambahan fitur penarikan data langsung ke format Spreadsheet/Excel, yang mendukung integrasi fitur Data - Get Data - From Other Source - From Web guna mempermudah analisis data.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kaltim, Rifah Atul Mahmudah, beserta jajaran staf umum dan humas. Dalam penyampaiannya, Rifah mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan tata kelola layanan online yang lebih baik dan optimal.
"Website PPID ini adalah salah satu aset digital penting yang harus kita jaga bersama. Pengelolaan data informasi di era digital sangat riskan dan rawan diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, dengan menggandeng Zeta Group, kami tidak hanya berharap pada pembuatan website saja, tetapi ada keberlanjutan kerja sama dalam hal perawatan (maintenance) dan pengawasan keamanan sistem ke depannya," ujar Rifah pada pertemuan Rabu, (03/07/2026) lalu.
Menanggapi hal tersebut, Project Manager ZETA, Bagasnanta Purnomo, menegaskan komitmen penuh timnya dalam mengawal dan meningkatkan keamanan sistem pada website PPID BAZNAS Kaltim.
"Saat ini, akses terhadap sistem berbasis online—baik itu website maupun akun media sosial—sangatlah mudah. Hanya dengan sekali klik, jika pertahanan dari dalam tidak diperkuat, sistem akan sangat rentan terhadap serangan hacker atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu komitmen kami bersama tim adalah memastikan proteksi tersebut berjalan maksimal," jelas Bagas.
Bagas juga menambahkan bahwa pihaknya berharap jalinan sinergi ini dapat terus berjalan secara simultan untuk jangka panjang. "Harapan kami, kerja sama dengan BAZNAS Kaltim tidak berhenti pada peningkatan fungsi website saja, tetapi bagaimana kami bisa terus mempermudah sistem pengelolaannya sehingga pelayanan informasi dari BAZNAS Kaltim dapat lebih mudah diakses dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas," pungkasnya.
Melalui digitalisasi dan penguatan sistem keamanan ini, BAZNAS Kaltim optimistis pelayanan informasi publik akan semakin akuntabel, aman, dan tepercaya, sejalan dengan asas pengelolaan zakat yang transparan dan profesional.
BERITA03/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Peringati Hari Lanjut Usia BAZNAS Kaltim Salurkan 50 Paket Berkah bagi Lansia
SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 50 paket berkah bagi para lansia. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Senior School Aisyiyah Husnul Khotimah, Balai Lansia, Jl. Wiratama, Samarinda, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dengan Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP PKK Provinsi Kalimantan Timur. Paket yang disalurkan berisi biskuit, perlengkapan mandi, dan vitamin sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan serta kenyamanan para lansia.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kaltim yang juga Ibu Gubernur Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum. Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Dr. Sunarto, SKM., M. Adm.KP, serta Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah Kaltim, Dra. Hj. Nurhayati Tappa.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan masyarakat yang terus mempercayakan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kaltim.
"Alhamdulillah, pada tahun 2025 lalu BAZNAS Kaltim berhasil mengumpulkan ZIS sebesar Rp20 miliar lebih. Untuk tahun 2026 ini, kami menargetkan capaian sebesar Rp23 miliar. Semoga dengan dukungan ini, BAZNAS dapat terus hadir memberikan manfaat luas bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu di Kalimantan Timur," ujar Ahmad Nabhan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Aisyiyah Kaltim, Dra. Hj. Nurhayati Tappa, menyambut baik sinergi ini. Ia menjelaskan bahwa Aisyiyah memiliki Majelis Kesejahteraan Sosial yang fokus membina anak yatim, dhuafa, dan lansia. "Agenda hari ini bertepatan dengan jadwal belajar di Senior School. Kami berharap kolaborasi antara Aisyiyah, PKK, dan BAZNAS Kaltim ini dapat terus terjalin untuk mendukung kesejahteraan lansia," tuturnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM., M. Adm.KP, menekankan pentingnya menjadikan lansia sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, jumlah lansia yang terus meningkat menuntut langkah konkret agar mereka tetap mandiri dan berdaya.
"Tugas kami di BKKBN adalah memastikan lansia tetap mandiri. Harapan kami, lansia dapat terus berdaya melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, PKK, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya," ungkap Sunarto.
Puncak apresiasi disampaikan oleh Ketua TP PKK Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum. Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada BAZNAS Kaltim yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai kegiatan PKK Kaltim.
"BAZNAS Kaltim senantiasa menemani perjalanan kami. Banyak program PKK yang sebagian besarnya disupport oleh BAZNAS. Harapan saya, kita yang hadir hari ini BAZNAS, DWP, PKK, BKKBN, dan Aisyiyah bisa terus bersinergi, karena program kerja kita memiliki tujuan yang sama. Membangun Kaltim tidak bisa dilakukan sendiri; kuncinya adalah kolaborasi," pungkas Hj. Sarifah Suraidah Harum.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan, menjadi simbol kepedulian terhadap generasi senior di Kalimantan Timur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar lembaga kemasyarakatan.
BERITA19/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kualitas Zakat Produktif, BAZNAS Kaltim Gelar Capacity Building Budidaya Ayam Petelur di Sleman
SLEMAN, YOGYAKARTA – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan agenda capacity building bagi para penerima manfaat program Zakat Community Development (ZCD). Kegiatan ini berlangsung di pusat pembibitan dan peternakan ayam petelur CV. Sinar Permata Sejahtera, Berolosari, Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (14/05/2026).
Program budidaya ayam petelur merupakan salah satu instrumen unggulan BAZNAS Kaltim dalam menyalurkan dana zakat secara produktif. Melalui program ini, mustahik diberikan bantuan modal usaha yang dikonversikan dalam bentuk sarana peternakan ayam. Namun, BAZNAS Kaltim menyadari bahwa modal materi saja tidak cukup; diperlukan pendampingan teknis dan manajerial agar usaha dapat berkelanjutan dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Dalam kunjungan ini, tim BAZNAS Kaltim belajar langsung dari Nobertus Yudianto Yosgiarso, pemilik CV. Sinar Permata Sejahtera yang telah berkecimpung di dunia peternakan sejak tahun 1982.
Yudianto menekankan pentingnya manajemen kandang yang ketat melalui sistem zona untuk menjaga kesehatan ayam. "Ada tiga zona yang diterapkan. Zona merah adalah area luar yang riskan penyakit, zona kuning sebagai area transisi, dan zona hijau adalah area steril. Di zona hijau, setiap orang wajib menggunakan APD lengkap, masker, dan mengganti alas kaki khusus. Kedisiplinan adalah kunci konsistensi, terbukti kami mampu menghasilkan hingga 2 ton telur setiap hari," ungkapnya.
Yudianto juga memberikan motivasi kepada para peternak binaan BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa dalam berbisnis, khususnya peternakan, diperlukan kesabaran dan ketekunan. "Tidak mau repot, tidak dapat duit banyak. Semua ada aturannya, mulai dari penyiapan tempat, proses masuk bibit, hingga masa tunggu 10 minggu untuk ayam mulai bertelur," tambahnya.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur telah dijalankan di berbagai wilayah, seperti Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Timur.
"Beberapa wilayah sudah mulai memanen telur, namun kami menyadari masih perlu pendalaman manajemen bagi para mustahik, mulai dari pengelolaan kandang, nutrisi tambahan, pengaturan pakan, hingga strategi distribusi agar manfaat program ini lebih luas bagi masyarakat Kaltim," jelas Badrus.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., yang memimpin langsung rombongan tim pendistribusian dan pendayagunaan, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melakukan pendampingan pada program budidaya ayam petelur ini. Kami optimis, dengan pengelolaan yang konsisten, zakat yang dititipkan masyarakat dapat menjadi zakat produktif yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi mustahik," tutup Abdurrahman.
Melalui agenda capacity building ini, BAZNAS Kaltim berharap para mustahik dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menjadikan usaha ayam petelur sebagai penopang ekonomi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Alami Luka Bakar 59 Persen, BAZNAS Kaltim Lunasi Biaya Perawatan Pekerja di Balikpapan Sebesar Rp75,6 Juta
BALIKPAPAN – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan dengan melunasi biaya perawatan medis Ramdoni (25), seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja serius. Bantuan sebesar Rp75,6 juta disalurkan langsung melalui RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk menutup biaya pengobatan yang tidak tercover jaminan kesehatan.
Ramdoni didiagnosa menderita Combustio (luka bakar) Grade 2 dengan Total Body Surface Area (TBSA) mencapai 59 persen. Insiden tragis ini terjadi pada April lalu, saat ia sedang bekerja di sebuah warung makan dan tersiram bubur panas. Akibatnya, luka bakar serius menyelimuti area tangan, dada, hingga kaki, yang memaksa pemuda ini menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama kurang lebih satu bulan.
Ibu kandung Ramdoni, Nursiah, menceritakan kepanikannya saat menerima kabar pada pukul 06.00 WITA dari rekan kerja anaknya. Sebagai keluarga yang mengandalkan Ramdoni sebagai tulang punggung, Nursiah mengaku sangat terpukul, terlebih suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan mereka tinggal di sebuah kontrakan.
"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau tidak ada bantuan ini. Yang saya pikirkan hanya kesembuhan anak saya saja. Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kaltim yang sudah membantu biaya penyembuhan anak saya," ungkap Nursiah dengan penuh haru saat diwawancarai pada Kamis (07/05/2026).
Ketua BAZNAS Kaltim, Dr. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan buah dari kerja sama yang kuat antara BAZNAS dan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo. Menariknya, dana yang disalurkan ini merupakan dana zakat yang salah satunya bersumber dari para pegawai RSKD sendiri.
"Dana zakat yang dihimpun dari pegawai RSKD disetorkan ke BAZNAS Kaltim mencapai Rp300 juta setiap bulannya. Dana inilah yang kemudian kami salurkan kembali untuk membantu pasien atau masyarakat tidak mampu yang dirawat di sana," jelas Ahmad Nabhan.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini adalah bentuk kehadiran BAZNAS dalam bidang kesehatan. Hingga saat ini, sudah banyak pasien dengan kondisi medis variatif yang terbantu melalui mekanisme usulan dari pihak rumah sakit.
"Ini adalah bagian dari kerja sama kami untuk terus memberikan manfaat. Kedepannya, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga merambah ke bidang lain yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Saat ini, kondisi Ramdoni dilaporkan mulai stabil setelah melewati masa kritis di ICU, meski masih memerlukan proses pemulihan panjang untuk mengembalikan fungsi tubuhnya secara normal.
BERITA12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Senyum untuk Masa Depan Reyhan: BAZNAS Kaltim Ringankan Beban Operasi Bayi Penderita Kelainan Testis
BALIKPAPAN – Di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit, sebuah titik terang hadir bagi keluarga kecil Arif Pratama, warga Balikpapan. Buah hatinya, Muhammad Reyhan Pratama yang baru berusia 9 bulan, akhirnya berhasil menjalani operasi penting berkat dukungan dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
Reyhan didiagnosa menderita Undesensus Testis (UDT) Bilateral, sebuah kelainan bawaan di mana kedua testisnya gagal turun ke dalam skrotum. Tindakan operasi segera sangat krusial untuk mencegah risiko kemandulan hingga kanker testis di masa depan. Namun bagi Arif, yang sehari-hari bekerja sebagai kurir dengan penghasilan tidak menentu, biaya operasi menjadi tembok besar yang sulit ditembus, apalagi prosedur ini tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS.
"Penghasilan saya tidak tentu, kalau ada barang baru jalan, kalau tidak ada ya di rumah saja. Kami sempat bingung karena biaya perawatan belum lunas," ujar Arif saat diwawancarai pada Rabu (06/05/2026).
Kesulitan semakin bertambah ketika Reyhan awalnya direkomendasikan untuk dioperasi di Samarinda. Mengingat biaya akomodasi yang akan membengkak dan ketidaktahuan medan di kota tetangga, keluarga memilih bertahan di Balikpapan. Di saat kritis inilah, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan senilai Rp13 juta untuk melunasi biaya perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjamin kesehatan masyarakat kurang mampu.
"Bantuan ini adalah amanah dari para muzaki (pembayar zakat) yang disalurkan melalui program kesehatan. Sesuai rekomendasi dari RSKD, pasien yang tidak mampu secara materi pasti akan kami bantu. Ini adalah bentuk sinergi kami untuk memastikan tidak ada warga yang terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan darurat," jelas Ahmad Nabhan.
Kini, kondisi Reyhan berangsur membaik dalam masa pemulihan pasca-operasi. Dokter pun memberikan harapan besar bahwa fungsi organ vital bayi tersebut akan kembali normal sepenuhnya.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan masyarakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kaltim. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ucap Arif penuh syukur.
Hadirnya BAZNAS Kaltim dalam kasus ini kembali membuktikan bahwa kekuatan zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di Kalimantan Timur, memberikan harapan baru bagi masa depan generasi bangsa seperti bayi Reyhan.
BERITA12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Edukasi Pengelolaan Zakat dan Wakaf, BAZNAS Kaltim Terima Audiensi dan Penelitian Mahasiswa Akuntansi Unmul
SAMARINDA – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung literasi dunia pendidikan dan keterbukaan informasi, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan audiensi sekaligus penelitian dari mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Mulawarman (Unmul). Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim pada Senin (11/05/2026).
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan secara mendalam mengenai mekanisme pengelolaan laporan keuangan di lembaga filantropi Islam, khususnya BAZNAS.
H. Badrus Syamsi menegaskan bahwa memahami laporan keuangan lembaga pengelola zakat membutuhkan ketelitian khusus karena memiliki standar yang berbeda dengan perusahaan komersial. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kaltim telah sepenuhnya mengadopsi PSAK 409.
"Membaca laporan keuangan lembaga filantropi itu tidak bisa sembarangan. BAZNAS Kaltim ini kita sudah menerapkan PSAK 409 sebagai standar akuntansi syariah terbaru. Standar ini menggantikan PSAK 109 untuk memastikan pengakuan, pengukuran, hingga penyajian transaksi ZIS menjadi jauh lebih transparan dan akuntabel," jelas H. Badrus.
Dalam diskusi tersebut, beberapa poin krusial mengenai tata kelola modern di BAZNAS Kaltim turut disampaikan, di antaranya:
Sistem SIMBA: Seluruh pelaporan BAZNAS telah terintegrasi melalui Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) guna meminimalisir kesalahan manual.
Transaksi Cashless: Untuk menjaga keamanan dan akuntabilitas, BAZNAS Kaltim memaksimalkan transaksi non-tunai (cashless) dalam setiap penghimpunan dan pendistribusian dana.
Alur Mustahik: Penjelasan mengenai alur permohonan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan agar bantuan tepat sasaran dan sesuai prosedur.
Kualitas SDM: Penekanan pada peningkatan kompetensi amil agar bekerja secara profesional, amanah, dan taat aturan (regulasi).
Edukasi Mengenai Wakaf Terkait pengelolaan wakaf, H. Badrus memberikan saran edukatif agar aturan tidak tumpang tindih. Beliau menjelaskan bahwa meski BAZNAS dapat menerima wakaf, koordinasi tetap diutamakan melalui lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI). "Pengelolaan wakaf harus tertib alur dan memiliki legalitas hukum yang kuat agar manfaatnya abadi bagi umat," tambahnya.
Apresiasi dari Mahasiswa Perwakilan mahasiswa Akuntansi Unmul, Selina Nur Rahmadani, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan terbuka dari pihak BAZNAS Kaltim.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kerja sama yang luar biasa dari BAZNAS Kaltim. Penjelasan yang diberikan sangat membantu proses penelitian dan tugas wawancara kami hari ini. Semoga BAZNAS Kaltim sukses selalu dalam menjalankan amanah umat," ungkap Selina.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim berharap kesadaran generasi muda, khususnya calon akuntan, semakin meningkat terhadap pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi demi dampak sosial yang lebih luas dan terukur.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Perkuat Ekosistem Halal, BAZNAS Kaltim Paparkan Peran Strategis Zakat di Kaltim Halal Festival 2026
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat ekonomi syariah di Benua Etam. Kali ini, BAZNAS Kaltim hadir sebagai narasumber dalam gelaran Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026, festival ekonomi syariah terbesar di Kalimantan Timur yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Kaltim.
Bertempat di Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda pada Sabtu (12/06/2026), agenda tahunan ini bertujuan untuk memperkokoh ekosistem halal, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan gaya hidup halal di tengah masyarakat Kalimantan Timur.
Hadir mewakili BAZNAS Kaltim, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., memaparkan bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bertransformasi menjadi penggerak ekonomi riil. Beliau menekankan bahwa kolaborasi erat dengan Bank Indonesia telah melahirkan berbagai produk ekonomi, baik di sektor ekonomi kreatif maupun produktif.
"Dana ZIS yang kami kelola bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan modal kemandirian. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS telah mencetak produk-produk ekonomi yang mampu bersaing, yang mana ini merupakan hasil sinergi berkelanjutan kami bersama Bank Indonesia Kpw Kaltim," ujar H. Badrus Syamsi.
Selain aspek pemberdayaan, H. Badrus juga menyoroti capaian prestasi BAZNAS Kaltim dalam digitalisasi pengelolaan zakat. Penggunaan Simba (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) menjadi kunci utama dalam menjaga akurasi dan akuntabilitas data. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pengumpulan dana zakat yang tumbuh signifikan setiap tahunnya.
"Tren pertumbuhan zakat yang terus meningkat adalah bukti nyata bahwa tingkat literasi dan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS semakin kuat. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami berkomitmen untuk selalu memberikan keterbukaan informasi publik, yang kini kami maksimalkan melalui layanan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi)," tambahnya.
Sesi diskusi edukatif ini juga menghadirkan para pakar di bidangnya untuk membedah rantai nilai halal dari berbagai sudut pandang. Turut hadir sebagai narasumber Marah Umar Aditiawarman, Ph.D. (Deputi Direktur Rantai Nilai Halal, Manajemen Eksekutif KNEKS), drh. H. Sumarsongko (Direktur LPPOM MUI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ike Purnamasari, Ph.D. (Manajemen Eksekutif Kewirausahaan UMKM dan Pelaku Usaha Bisnis Syariah KDEKS Kaltim)
Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam Kala Fest 2026 ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat bahwa zakat memiliki andil besar dalam menciptakan kemaslahatan umat melalui penguatan ekosistem halal yang inklusif di Kalimantan Timur.
BERITA09/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2026 bersama Kemenag RI
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Zakat & Wakaf Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, (14/04/2026).
Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.AP, hadir langsung memberikan pandangan strategis guna memastikan program nasional ini dapat terimplementasi dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Beliau menyoroti tiga aspek utama sebagai acuan daerah: tahapan koordinasi, pelaksana program, dan pemetaan wilayah.
Tahapan Koordinasi dan Target Program mengacu pada rencana strategis yang menargetkan peningkatan kesejahteraan melalui dana sosial keagamaan. Target kinerja untuk tahun 2026 mencakup: Penyaluran manfaat bagi sekitar 700.800 jiwa penduduk miskin Islam (3% dari total nasional), dan Target kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf sebesar 12,00%.
Siapa Pelaksana Program? (Skema Kolaborasi) Implementasi program 2026 mengedepankan sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui pembagian titik lokasi kolaborasi. Skema kontribusi yang disiapkan meliputi: BAZNAS: Target 1.000 titik secara nasional, di mana BAZNAS Provinsi (termasuk Kaltim) diharapkan berkontribusi pada 170 titik. LAZ: Target 1.000 titik, dengan kontribusi LAZ Provinsi sebanyak 210 titik. Program Khusus: Pengembangan program "Kampung Zakat" yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekoteologi.
Daerah Terprogram dan Fokus Pemberdayaan Fokus utama program tahun 2026 meliputi finalisasi usulan titik lokasi di daerah-daerah strategis. Di Kalimantan Timur, koordinasi mencakup seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Selain Kampung Zakat, program unggulan lainnya yang menjadi sorotan adalah: BeZakat (Beasiswa Zakat Indonesia): Beasiswa sarjana S1 full funded untuk 8 semester bagi mustahik (fakir, miskin, sabilillah) yang lulus di PTN/PTKIN terpilih. Pemberdayaan Ekonomi: Pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dengan kriteria prioritas bagi kepala keluarga dengan tanggungan usia sekolah dan mustahik yang memiliki keterbatasan akses perbankan.
"Kejelasan mengenai siapa melakukan apa dan di daerah mana sangat penting agar BAZNAS Kaltim dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Kami ingin memastikan partisipasi aktif daerah mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal," tegas Dr. H. Abdurrahman dalam diskusi tersebut.
Rapat ini menjadi pijakan bagi BAZNAS Kaltim untuk mensinkronkan data dan menetapkan lokasi kolaborasi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih berdampak bagi umat
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Bantu Biaya Pengobatan Anak Perantau yang Kritis Akibat Keracunan
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan untuk Khairil, seorang anak dari keluarga perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang ICU, Senin (13/04/2026).
Khairil dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sengaja meminum cairan obat rumput. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan luka serius dan pembengkakan pada bagian kerongkongan serta tenggorokan dalam, sehingga memerlukan perawatan intensif jangka panjang.
Orang tua Khairil, Bapak Nasarudin, menuturkan bahwa dirinya baru menetap beberapa bulan di Kalimantan Timur sebagai buruh kebun. Keterbatasan administrasi menjadi kendala utama saat ia berupaya mencari bantuan ke Dinas Sosial sebelumnya, karena belum memiliki KTP dan KK domisili Kalimantan Timur..
Merespons aduan tersebut, BAZNAS Kaltim segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan biaya pengobatan guna melunasi tunggakan serta memastikan Khairil tetap mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.
Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari program Kaltim Sehat. Meski terdapat kendala administrasi kependudukan, aspek keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan darurat.
"Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki inilah yang menjadi jembatan penyelamat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan seperti Bapak Nasarudin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan ananda Khairil bisa segera pulih," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Khairil masih dalam pemantauan medis secara intensif. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Khairil dan terus mendukung gerakan zakat agar lebih banyak jiwa yang dapat terbantu.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Optimalkan Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Dampingi BAZNAS Berau Audiensi ke BAZNAS RI Terkait Aset Rumah Sehat
JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat guna memastikan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam mendampingi jajaran pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Berau melakukan audiensi strategis ke Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).
Rombongan dari Kalimantan Timur diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Deputi II BAZNAS RI, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Ketua Lantai 2 ini memfokuskan pembahasan pada legalitas dan status kepemilikan aset Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program-program unggulan di daerah memiliki payung hukum dan manajemen aset yang kuat.
> "Kami hadir untuk memastikan sinergi antara BAZNAS RI, Provinsi, dan Kabupaten berjalan selaras. RSB Berau adalah aset luar biasa bagi umat di Kalimantan Timur, sehingga kejelasan status kepemilikan dan tata kelolanya sangat krusial agar manfaatnya bagi para mustahik dapat terus berlanjut secara profesional dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.
RSB Berau bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa. Pembangunannya yang dimulai sejak 2019 merupakan buah kolaborasi nyata antara BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, BAZNAS Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, serta PT Berau Coal. Sejak dilakukan soft opening pada 27 Juli 2024 lalu di Jl. SA Maulana, Tanjung Redeb, RSB ini telah mencatatkan sejarah sebagai Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia dan yang pertama di Pulau Kalimantan.
Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi layanan UGD, dokter umum dan spesialis, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans dan edukasi kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi pimpinan baru BAZNAS Berau. "Dengan kepemimpinan yang baru di Berau, kami ingin memperkuat koordinasi agar pengelolaan ZIS di Kalimantan Timur, khususnya di Berau, semakin optimal. RSB Berau adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola menjadi program produktif di bidang kesehatan yang inklusif," ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir jajaran internal BAZNAS RI untuk memberikan masukan teknis, di antaranya Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Hartanto, Kepala Bagian URT dan Manajemen Aset Atika Astuti, serta perwakilan Divisi Kesehatan Siti Masturoh.
Sementara dari jajaran BAZNAS Berau, hadir Ketua BAZNAS Berau Ir. H. Muhammad Gazali, S.IP., M.M., bersama Wakil Ketua II Jul Amri Putra, S.Pd., dan Wakil Ketua IV Suparman, S.Pkp., M.Ap.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Wujudkan Lembaga Informatif, BAZNAS Kaltim Gelar Bimtek Penguatan PPID Se-Kalimantan Timur
SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Acara yang diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari 10 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur ini berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kaltim, Selasa (7/4/2026).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).
"BAZNAS adalah lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang bersifat sangat sensitif. Tanpa transparansi, mustahil kita bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari muzaki. Melalui penguatan PPID ini, kita menargetkan seluruh BAZNAS se-Kaltim mampu bertransformasi menjadi lembaga dengan kualifikasi 'Informatif'," tegas Ahmad Nabhan saat membuka acara.
Untuk memberikan pemahaman mendalam, BAZNAS Kaltim menghadirkan tiga pakar dari Komisi Informasi Kaltim sebagai pemateri. Hajaturamsyah, S.Hut., M.M. Wakil Ketua KI Kaltim, Juraidah, S.P., M.AP. Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik dan Wesley L. Hutasoit, S.Sos., M.SP. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola.
Materi yang disampaikan meliputi urgensi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), tata cara penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP), hingga aspek teknis pengujian konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan.
Salah satu agenda utama dalam Bimtek ini adalah sesi praktik pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) untuk persiapan monitoring dan evaluasi (Monev) tahun 2026. Para peserta dibimbing langsung dalam melakukan simulasi pengisian e-monev yang mencakup enam indikator besar, yaitu:
* Informasi yang wajib diumumkan secara berkala.
* Informasi yang wajib tersedia setiap saat.
* Standar pelayanan informasi publik.
* Ketersediaan sarana dan prasarana.
* Digitalisasi melalui media sosial dan website.
* Komitmen organisasi dan dukungan anggaran PPID.
Semangat kolaborasi terlihat dari kehadiran perwakilan tim PPID dari 10 Kabupaten/Kota, mulai dari Berau hingga Mahakam Ulu. Dengan total peserta yang hadir, kegiatan ini diharapkan menghasilkan keseragaman standar layanan informasi di seluruh tingkatan BAZNAS se-Kaltim.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menambahkan bahwa tindak lanjut dari Bimtek ini adalah pendampingan intensif bagi daerah agar setiap BAZNAS kabupaten/kota segera menetapkan SK PPID dan mengalokasikan anggaran khusus untuk keterbukaan informasi.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana umat yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mudah diakses oleh publik melalui kanal-kanal digital yang kita miliki," pungkasnya.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, BAZNAS Kaltim Lakukan Pembaruan Sistem PPID Melalui Kerja Sama Strategis
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui langkah strategis digitalisasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) bersama ZETA (Zenith Engineering & Tech Alliance) pada Rabu (18/03/2026).
Dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Pelaporan, dan Amil, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I.
Kerja sama ini bertujuan untuk membangun sistem digital yang komprehensif, mencakup pelayanan informasi secara daring, pengelolaan konten yang edukatif, serta pengembangan infrastruktur digital lembaga yang lebih modern dan akuntabel.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E menjelaskan bahwa keberadaan website PPID yang mumpuni merupakan instrumen vital dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat di era digital.
"Layanan PPID secara online ini adalah kunci. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik melalui pengelolaan data yang profesional. Target kami jelas, tahun ini BAZNAS Kaltim harus meraih predikat Informatif," ujar Badrus Syamsi.
Optimisme ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Komisi Informasi (KI) menempatkan BAZNAS Kaltim pada kategori "Menuju Informatif". Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan standar keterbukaan informasi lembaga akan meningkat signifikan.
Selain penguatan di tingkat provinsi, BAZNAS Kaltim juga berharap langkah ini menjadi stimulus bagi BAZNAS di tingkat kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Timur.
"Kami mendorong BAZNAS daerah untuk memaksimalkan hal yang sama. Minimal, semua bisa mencapai kategori 'Menuju Informatif' dalam pengelolaan informasi dan data," tambahnya.
Langkah digitalisasi ini juga ditegaskan sebagai manifestasi dari implementasi prinsip 3A yang menjadi ruh pengelolaan zakat di Indonesia.
"Transparansi ini adalah bagian dari upaya kita untuk tetap teguh pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat harus tahu bagaimana dana umat dikelola dan didistribusikan secara transparan," tutupnya.
Melalui kemitraan dengan ZETA, website PPID BAZNAS Kaltim diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data, laporan keuangan, hingga program-program pemberdayaan secara cepat dan akurat.
BERITA18/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Indonesia Bagikan 74.228 Makanan Berbuka Puasa kepada Warga Palestina di Bulan Ramadan
BAZNAS RI telah menyalurkan 74.228 porsi hidangan berbuka puasa kepada warga Palestina yang tinggal di kamp-kamp pengungsian di Jalur Gaza selama bulan Ramadan. Bantuan makanan siap saji ini diberikan untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat yang terkena dampak krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Program kemanusiaan yang diluncurkan oleh BAZNAS RI ini telah didistribusikan di beberapa wilayah di Jalur Gaza, termasuk Khan Yunis, Deir al-Balah, Al Mawasi, Al Musaddar, dan Al Buraij. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, mencakup tenda pengungsian dan masyarakat yang terdampak konflik serta kesulitan mengakses kebutuhan dasar.
Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Deputi II BAZNAS RI, menyatakan bahwa pembagian hidangan berbuka puasa kepada warga Palestina merupakan bagian dari agenda kemanusiaan rutin yang dilakukan BAZNAS setiap Ramadan. Tujuan program ini adalah untuk membantu warga Gaza dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan layak.
BAZNAS RI senantiasa berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terkena dampak konflik dan krisis kemanusiaan. Selain bantuan makanan berbuka puasa, BAZNAS juga menyediakan program dukungan lain seperti paket pangan, layanan kesehatan, air bersih, pakaian, tenda, selimut, dan fasilitas pendidikan darurat untuk anak-anak.
Masyarakat Indonesia dihimbau untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina dengan menyumbangkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar bantuan dapat terus sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sumber: BAZNAS RI. “Selama Ramadan, BAZNAS RI Distribusikan 74.228 Porsi Hidangan Berbuka Puasa untuk Warga Palestina.” Dipublikasikan pada 12 Maret 2026 di situs resmi BAZNAS RI.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Mataram
BAZNAS Kaltim Gandeng Media: Wujudkan Transparansi dalam Pengelolaan Dana Umat
SAMARINDA – Kepercayaan masyarakat (public trust) adalah nyawa bagi lembaga pengelola zakat. Menyadari hal tersebut, BAZNAS Kalimantan Timur melakukan langkah progresif dengan merangkul insan pers sebagai "benteng" sekaligus "kaca transparan" dalam pengawasan pengelolaan, pelaporan, hingga pendistribusian dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, menegaskan bahwa komitmen transparansi BAZNAS Kaltim tidak hanya sebatas angka di atas kertas, tetapi juga keberanian untuk dikoreksi. Beliau memandang wartawan sebagai mitra kritis yang dapat membantu menjaga integritas lembaga.
"Kami tidak ingin media hanya memberitakan yang manis-manis saja. Jika rekan-rekan menemukan ada yang tidak beres, ada kejanggalan dalam pengelolaan, atau laporan keuangan yang dirasa tidak sinkron, ayo kita duduk bersama. Koreksi kami, benahi bersama, agar pengelolaan dana umat ini semakin sempurna," tegas Badrus dalam momentum silaturahmi di Samarinda (16/3/2026).
Komitmen transparansi ini dituangkan ke dalam tiga aspek krusial yang dipaparkan kepada media:
Pengelolaan & Pelaporan yang Akuntabel: BAZNAS Kaltim telah membuktikan kepatuhan administrasinya melalui opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2025. Badrus menekankan bahwa laporan keuangan harus bisa dibaca secara utuh oleh publik agar tidak terjadi misinformasi.
Pendistribusian yang Berdampak: Hingga pertengahan Maret 2026, distribusi dana telah mencapai Rp5,7 miliar (termasuk program unggulan Ramadan Bahagia senilai Rp3 miliar). Media diajak untuk melihat langsung bagaimana dana zakat dikonversi menjadi solusi bagi mustahik (penerima zakat).
Integritas Operasional: Untuk menjaga kemurnian dana zakat, BAZNAS memastikan kegiatan seremonial seperti buka puasa bersama tidak menyentuh dana zakat sepeser pun, melainkan menggunakan dana operasional resmi (APBD/Hak Amil) yang diaudit secara ketat oleh Satuan Audit Internal.
Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim ingin memastikan seluruh aktivitasnya selaras dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Dengan menggandeng media sebagai mitra syiar, BAZNAS Kaltim tidak hanya bertujuan mengejar target pengumpulan sebesar Rp25 miliar di tahun 2026, tetapi juga ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh muzakki (pembayar zakat) dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka, profesional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gandeng Insan Pers: Jadilah Mata dan Telinga Publik dalam Mengawal Dana Umat
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa transparansi bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata yang harus dikawal bersama. Dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers di Harris Hotel Samarinda (16/3/2026), BAZNAS Kaltim secara terbuka mengajak media di Kalimantan Timur untuk menjadi mitra kritis dalam pengawasan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menekankan bahwa lembaga tidak anti-kritik. Media diharapkan tidak hanya menyoroti keberhasilan program, tetapi juga berani menyuarakan kejanggalan jika ditemukan.
"Jika ada yang dirasa kurang tepat, mari kita benahi bersama. Kami ingin media menjadi mitra yang mengoreksi agar tata kelola kami semakin sempurna," ujar Badrus.
BAZNAS Kaltim mengajak wartawan untuk membantu masyarakat memahami cara membaca laporan keuangan lembaga zakat. Hal ini penting agar tidak terjadi salah tafsir terkait arus kas dan distribusi dana, sehingga kepercayaan publik yang tengah tumbuh pesat tetap terjaga.
Di tengah tren kenaikan pengumpulan dana yang signifikan—dari Rp6,7 miliar (2022) hingga mencapai Rp20,5 miliar (2025)—BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa sinergi dengan media adalah kunci untuk menjaga Prinsip 3A:
Aman Syar'i: Pengelolaan sesuai syariat Islam.
Aman Regulasi: Kepatuhan terhadap hukum negara (terbukti dengan predikat WTP tercepat).
Aman NKRI: Memastikan dana zakat memperkuat keutuhan bangsa.
Ketua BAZNAS Kaltim, H. Ahmad Nabhan, menegaskan kepada media bahwa kegiatan operasional dan silaturahmi seperti ini tidak menggunakan dana zakat sedikitpun, melainkan menggunakan pos hak amil atau dukungan APBD. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap rupiah dana zakat dari muzzaki benar-benar sampai ke tangan mustahik yang berhak.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kaltim berharap media massa di Kalimantan Timur berperan sebagai "mata dan telinga" masyarakat. Dengan pengawasan yang ketat dari pers, BAZNAS optimis target pengumpulan Rp25 Miliar di tahun 2026 dapat tercapai dengan tetap menjaga akuntabilitas yang tinggi.
BERITA16/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Tuntaskan Safari Ramadhan, BAZNAS Kaltim Salurkan Paket Ramadhan Bahagia di Kutai Barat dan Mahakam Ulu
KUTAI BARAT – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyelesaikan rangkaian agenda Safari Ramadhan 1447 H bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Titik akhir perjalanan ini dipusatkan di dua lokasi strategis, yakni Masjid Islamic Center Melak Ulu, Kutai Barat, dan Masjid Baitul Muttaqin, Mahakam Ulu.
Dalam agenda yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji, BAZNAS Kaltim menyalurkan bantuan paket "Ramadhan Bahagia" kepada masing-masing 150 Kepala Keluarga (KK) di kedua wilayah tersebut. Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memastikan bantuan menjangkau kawasan terjauh di Kalimantan Timur.
Hadir mendampingi Wakil Gubernur, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H. Ia menegaskan bahwa rute Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini menjadi penutup yang sangat berkesan dalam rangkaian syiar zakat tahun ini.
Dalam keterangannya, Achmad Suparno menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian distribusi bantuan di seluruh penjuru Bumi Etam.
"Agenda di Kutai Barat dan Mahakam Ulu ini menjadi titik penutup rangkaian Safari Ramadhan kami tahun ini. BAZNAS Kaltim secara konsisten melakukan penyaluran paket Ramadhan melalui koordinasi intensif dengan BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh wilayah," ujar Achmad Suparno, S.H saat kunjungan di Mahulu Minggu, (15/03/2026) lalu.
Lebih lanjut, Achmad Suparno menjelaskan bahwa program "Ramadhan Bahagia" tahun 1447 H ini telah berhasil menjangkau seluruh pelosok Kalimantan Timur. BAZNAS Kaltim memastikan bahwa keberkahan zakat dirasakan secara merata di tingkat provinsi.
"Secara keseluruhan, BAZNAS Kaltim telah mendistribusikan total 1.720 paket bantuan yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para mustahik dan membawa kebahagiaan bagi mereka dalam menyambut hari kemenangan," pungkasnya.
Dengan berakhirnya agenda di Mahakam Ulu, BAZNAS Kaltim kini fokus pada optimalisasi pengumpulan Zakat Fitrah dan Zakat Maal menjelang Idul Fitri, guna memastikan seluruh dana yang terhimpun dapat segera disalurkan sesuai syariat dan tepat sasaran.
BERITA15/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan Rp 100 Juta untuk 200 Anak Yatim Dhuafa dalam Program Bahagia Anak Yatim
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menebar kebahagiaan di bulan suci Ramadhan melalui program "Bahagia Anak Yatim". Sebanyak 200 anak yatim dhuafa di wilayah Samarinda menerima santunan pada Kamis (12/03/2026) di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN 2 Samarinda.
Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kaltim dalam memuliakan anak yatim serta memastikan mereka merasakan kegembiraan di bulan penuh berkah. Penyaluran tahun ini turut didukung oleh mitra perbankan, yakni Maybank Syariah dan OCBC Syariah.
Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., dalam sambutannya menjelaskan bahwa total dana yang disalurkan dalam agenda ini mencapai Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).
"Setiap anak mendapatkan manfaat berupa uang tabungan sebesar Rp 500.000,- yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing, ditambah dengan paket souvenir dan kaos senilai Rp 145.000,-. Kami ingin memastikan bantuan ini memberikan manfaat bagi kebutuhan mereka," ujar Achmad Suparno.
Achmad Suparno juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat luar biasa, di mana kuota pendaftaran telah terpenuhi jauh sebelum batas waktu yang ditentukan. Ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan agar jangkauan manfaat bagi umat semakin luas.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., dalam tausiyahnya memberikan penguatan spiritual kepada para pendamping dan anak-anak yang hadir. Ia berpesan agar para pendamping terus membimbing anak-anak dalam jalur ketaatan, seperti menjaga sholat, puasa, dan mengaji agar senantiasa dalam naungan Rahmatan Lil 'Alamin.
"Anak-anakku, teruslah belajar agar menjadi manusia yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Jangan lupa kirimkan doa terbaik untuk orang tua yang telah tiada. Kita harus menanamkan rasa syukur dan semangat juang agar tidak terus berada dalam lingkaran kemiskinan. Ingatlah, sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat, bukan sekadar meminta," pesan Dr. Abdurrahman.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk para muzaki (donatur) agar senantiasa diberikan keberkahan harta dan kesehatan.
BERITA13/03/2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.
Lihat Daftar Rekening →