Berita Terbaru
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
Dalam upaya mendorong praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kutai Kartanegara, yang diselenggarakan oleh Jejak Baik Pohon pada Minggu, (15/06).
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Dosen dan Peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani, S.Pi., M.Si.
Dalam sambutannya, Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut karena sejalan dengan pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar tidak hanya untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan.
“Masyarakat adat pesisir Muara Badak memiliki kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Praktik Wanamina yang memadukan budidaya dengan pelestarian mangrove merupakan solusi cerdas yang tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem,” ungkap Ahmad Nabhan.
Ia berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap mendukung inisiatif-inisiatif pemberdayaan inovatif sebagai bagian dari komitmen dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara efektif dan berdaya guna.
Sementara itu, Reza selaku Project Program dari Jejak Baik Pohon dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman yang berfokus pada pendampingan masyarakat adat pesisir dalam mewujudkan praktik budidaya kepiting yang ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, namun juga praktik lapangan, uji kompetensi, hingga sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
“Harapannya seluruh peserta dapat lulus sertifikasi dan ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pesisir,” ujar Reza.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen mendukung program-program serupa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan mustahik dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program POSYANDU berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendagri No. 13 Tahun 2024 dan Pergub No. 100.3.3.1/K.66/2025. Kegiatan koordinasi ini digelar Jum'at, (14/06) bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Kantor DPMPD Prov.Kaltim Jalan MT.Haryono dalam rangka memperkuat pelaksanaan 6 SPM yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), serta sosial. BAZNAS Provinsi Kaltim, yang tergabung dalam bidang sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi Kaltim, hadir aktif dalam forum tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antar-lembaga dalam mengoptimalkan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya mustahik dan kelompok rentan. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, menegaskan bahwa BAZNAS telah lama menantikan kolaborasi nyata dengan OPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan. “BAZNAS Kaltim menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS untuk masyarakat Kalimantan Timur, namun kami menyadari bahwa keterbatasan data dan pembinaan dari OPD menjadi kendala dalam menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, Achmad Suparno, S.H., turut menanggapi pemaparan dari OPD bidang lainnya. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar program yang dijalankan dalam lima bidang lainnya sejatinya telah diakomodasi melalui program-program BAZNAS Kaltim. “Kami memiliki fleksibilitas dana, seperti zakat untuk delapan asnaf, serta infak, sedekah, CSR, dan DSKL untuk program-program yang bersifat lebih luas. Namun, hingga kini potensi zakat dari OPD di Kaltim masih belum tergali secara maksimal,” ungkapnya. Lebih lanjut, Achmad Suparno menyampaikan bahwa rendahnya kesadaran sebagian OPD untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kaltim menjadi tantangan tersendiri. Padahal, optimalisasi penyaluran ZIS secara terpusat akan memberikan dampak yang lebih besar dan terukur terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan dan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya melalui penguatan Posyandu sebagai ujung tombak layanan masyarakat. Dukungan ini akan terus diperkuat dengan sinergi, data terintegrasi, dan perluasan literasi ZIS kepada seluruh stakeholder di Kalimantan Timur.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
Makassar — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building Lembaga ZISWAF se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulsel pada 11–12 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Makassar.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan zakat dan wakaf di wilayah tersebut. BAZNAS Kaltim diundang secara khusus untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaiknya dalam pengelolaan ZISWAF yang terbukti berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., tampil sebagai narasumber dan menyampaikan sejumlah strategi kelembagaan, inovasi, serta capaian BAZNAS Kaltim yang berhasil meraih predikat Juara Lembaga ZISWAF Unggulan FESyar 2023 kategori Champion of Champion.
“Salah satu kunci keberhasilan lembaga adalah amanah dari para pemimpinnya. Jika kepemimpinan mampu mengelola organisasi dengan baik, maka seluruh sistem dan pelaksana di bawahnya juga akan berjalan secara profesional dan berdampak,” ujar H. Badrus Syamsi dalam pemaparannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memimpin lembaga zakat bukan hanya sekadar soal jabatan, namun juga tentang tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Selama dua hari kegiatan berlangsung, peserta workshop mendapatkan wawasan langsung terkait tata kelola ZISWAF berbasis digital, manajemen program pemberdayaan mustahik, hingga sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kaltim juga membuka ruang diskusi aktif dengan peserta sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekosistem zakat nasional yang saling belajar dan menguatkan.
Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antarwilayah, namun juga menjadi wujud nyata kontribusi dalam mendorong profesionalitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat di Indonesia.
BERITA11/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali merealisasikan penyaluran dana kurban kepada masyarakat melalui program kolaboratif bersama 43 lembaga mitra. Tahun ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2 miliar.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari para pekurban yang menyalurkan melalui mitra lembaga seperti masjid, musala, sekolah, instansi, dan perbankan. Dana yang terkumpul terlebih dahulu divalidasi oleh BAZNAS Kaltim, kemudian disalurkan kembali kepada panitia masing-masing menjelang pelaksanaan penyembelihan.
“Semua dana yang masuk terlebih dahulu kami validasi. Seminggu menjelang Iduladha, dana kami kembalikan kepada panitia untuk pembelian hewan kurban,” jelasnya pada Minggu (8/6).
Dari total dana tersebut, BAZNAS Kaltim bersama mitra berhasil menghimpun 170 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Selain hewan kurban, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan dana infak operasional untuk mendukung teknis pelaksanaan kurban, seperti pembelian tali, plastik kemasan, hingga biaya transportasi. Hal ini bertujuan agar panitia tidak lagi membebankan kebutuhan teknis kepada kas lembaga.
“Dana infak kami salurkan khusus untuk membantu operasional di lapangan, sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan lancar tanpa mengganggu anggaran lembaga,” tambahnya.
Sementara itu, BAZNAS Kaltim juga turut menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda. Terdapat satu ekor sapi dari BAZNAS RI, satu sapi dan satu kambing dari mitra perbankan, serta satu kambing dari perusahaan mitra.
Daging dari dua ekor sapi yang disembelih oleh BAZNAS Kaltim dikemas menjadi 162 paket daging kurban seberat 1 kg dan disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor BAZNAS serta kediaman para karyawan.
“Semoga semangat berbagi dan kolaborasi ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS, masyarakat, dan para mitra untuk menghadirkan keberkahan bagi umat,” tutupnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
Samarinda — Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan pada pengumpulan dana off-balanced untuk program kurban. Tahun ini, total dana yang terhimpun mencapai Rp3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2 miliar.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana kurban tersebut bersumber dari para shohibul qurban (mudhahhi) yang menyalurkan hewan kurbannya melalui 43 lembaga mitra, yang terdiri dari masjid, musala/langgar, kantor, sekolah, hingga lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan BAZNAS Kaltim.
“Model pengelolaan off-balanced ini tetap melalui BAZNAS sebagai pencatat dan pengatur distribusi infak operasional kurban. Dana dari masjid dan lembaga mitra dikumpulkan terlebih dahulu, lalu seminggu sebelum hari raya disalurkan kembali ke panitia masing-masing untuk pengadaan hewan kurban,” ujar Ahmad Nabhan pada Sabtu, (07/06) lalu.
Sebagai bentuk layanan tambahan, BAZNAS Kaltim turut memberikan infak operasional kepada panitia masjid untuk membantu pengadaan kebutuhan pelaksanaan kurban, seperti plastik pembungkus, biaya penyembelihan, dan kebutuhan teknis lainnya.
Besaran infak operasional ini disesuaikan dengan harga hewan kurban. Misalnya:
Sapi seharga Rp21 juta: infak sebesar Rp750 ribu
Sapi seharga Rp19,25 juta: infak sebesar Rp700 ribu
Sapi seharga Rp17,5 juta: infak sebesar Rp650 ribu
Kambing seharga Rp3 juta: infak sebesar Rp250 ribu
Pengadaan hewan kurban dan pelaksanaan penyembelihan tetap dilaksanakan oleh panitia masjid, termasuk proses distribusi daging kepada masyarakat sekitar.
“Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Dana off-balanced ini menjadi salah satu indikator kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap BAZNAS Kaltim,” pungkasnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam program-program kesehatan, khususnya dalam mendukung penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM) yang kini telah menjadi isu kesehatan global.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam agenda Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda.
Menurutnya, isu ATM bukan sekadar masalah medis, tetapi juga berdampak besar pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan.
“BAZNAS Kaltim menjadikan program kesehatan sebagai bagian penting dalam strategi penyaluran dana zakat. HIV/AIDS, TBC, dan malaria adalah masalah serius yang membutuhkan dukungan semua pihak. Dana zakat kami hadir untuk membantu, baik dalam bentuk bantuan pengobatan maupun pemberdayaan ekonomi bagi para pasien,” ujar H. Badrus Syamsi.
Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah program pemberdayaan pasien TBC yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Program ini memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan ekonomi bagi para pasien yang kehilangan produktivitas akibat penyakitnya, agar tetap bisa mandiri secara ekonomi.
“Melalui program ini, kami ingin memberi harapan baru. Bahwa meski menghadapi penyakit, mereka tetap punya kesempatan untuk bangkit dan berkarya,” tambahnya.
Lebih lanjut, BAZNAS Kaltim juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai stakeholder kesehatan agar pengelolaan zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.
Dengan adanya keterlibatan langsung BAZNAS dalam forum-forum strategis seperti workshop ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat bukan hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi juga solusi transformatif yang dapat bersinergi dengan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mencapai target eliminasi ATM di tahun 2030.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
WORKSHOP INTEGRASI ATM DDORONG KOMITMEN LINTAS SEKTOR, BAZNAS KALTIM HADIR SAMPAIKAN PERAN ZIS DALAM PENANGANAN KESEHATAN
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sektor kesehatan dan penguatan sinergi antar lembaga, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menjadi narasumber dan menyampaikan peran serta kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting, dan BAZNAS siap menjadi mitra aktif Dinas Kesehatan dalam penanganan isu kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur.
“Kami di BAZNAS Kaltim hadir bukan hanya sebagai lembaga zakat, tetapi sebagai bagian dari solusi sosial yang berkelanjutan. Penanganan ATM tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana mendukung pemulihan ekonomi dan martabat hidup para pasien,” jelas H. Badrus.
Melalui program kesehatan, BAZNAS Kaltim telah memberikan bantuan kepada pasien tuberkulosis dalam bentuk pelatihan ekonomi kreatif dan pengembangan keterampilan, yang bertujuan mengembalikan produktivitas pasien selama masa pemulihan. Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Banyak pasien TBC yang kehilangan pendapatan karena sakit. Di sinilah zakat kami hadir, untuk mendampingi mereka agar tetap bisa berdaya. Ini juga bagian dari dakwah sosial,” tambahnya.
Workshop yang diikuti oleh OPD terkait dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim ini bertujuan mendorong integrasi kebijakan ATM ke dalam dokumen perencanaan daerah sesuai Permendagri No. 90 Tahun 2019 dan Permendagri No. 84 Tahun 2022. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini diharapkan memperkuat sinergi dan menambah energi kolaboratif dalam membangun sistem kesehatan daerah yang tangguh dan inklusif.
BAZNAS Kaltim percaya, keberhasilan eliminasi ATM di tahun 2030 tidak hanya bergantung pada sektor medis, tetapi juga pada kolaborasi dengan lembaga zakat, sosial, dan ekonomi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Inilah semangat sinergi yang terus dijaga dan dikembangkan BAZNAS Kaltim bersama mitra-mitra strategis di Kalimantan Timur.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN PENGUATAN TATA KELOLA ZAKAT MELALUI RAKERNIS NASIONAL
Bogor – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan zakat yang amanah dan kolaboratif melalui keikutsertaan aktif dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS Se-Indonesia yang diselenggarakan mulai Rabu (21/05) di Bogor, Jawa Barat.
Rakernis tahun ini mengangkat tema “Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional yang Efektif, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab”, dan menjadi momentum strategis bagi seluruh BAZNAS provinsi, termasuk BAZNAS Kaltim, untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat koordinasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari pusat hingga daerah.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam pembukaan acara menekankan pentingnya profesionalisme dan kerja sama lintas sektor dalam memastikan manfaat zakat terasa langsung oleh masyarakat. Semangat ini sejalan dengan prinsip kerja BAZNAS Kaltim yang mengedepankan tata kelola yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI.
Dalam agenda Rakernis, BAZNAS Kaltim turut berbagi pengalaman dan hasil pelaporan kinerja pengelolaan zakat wilayah Kalimantan Timur. Salah satu sesi penting diisi dengan diskusi teknis antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota terkait pelaporan zakat melalui aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS).
Tercatat pada tahun 2024, sebanyak 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur telah melaporkan pengelolaan ZIS secara digital melalui SIMBA. Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut mengalami penurunan menjadi 9 kabupaten/kota yang aktif menyampaikan pelaporan kinerja pengelolaan zakat melalui sistem tersebut.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus mendorong BAZNAS kabupaten/kota untuk menjaga konsistensi pelaporan melalui SIMBA guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana umat. “Kami melihat SIMBA sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan tata kelola zakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur secara profesional dan terukur,” jelasnya.
Rakernis yang berlangsung selama tiga hari ini juga menjadi sarana pertukaran praktik baik antar daerah, sekaligus forum reflektif terhadap capaian program zakat nasional. BAZNAS Kaltim berharap melalui forum ini, kinerja dan sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi penghimpunan, distribusi, maupun pelaporan, guna mendukung kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DORONG TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK PENGELOLAAN ZAKAT YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
Rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS Se-Indonesia berlanjut ke hari kedua dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai tata kelola dan kepemimpinan dalam pengelolaan zakat nasional. Salah satu fokus utama dalam sesi ini adalah menguatkan peran struktural dan strategis Wakil Ketua III di masing-masing BAZNAS daerah.
Dalam forum diskusi, disampaikan bahwa Wakil Ketua III memegang peranan penting sebagai pilar utama dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaporan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fungsi ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga selaras dengan prinsip akuntabilitas dan amanah publik.
Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., turut menegaskan pentingnya tata kelola yang kuat agar lembaga zakat mampu menghadapi tantangan zaman dan menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepemimpinan di BAZNAS harus bergerak dalam kerangka strategis yang terukur dan terlapor dengan baik. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan syar’i yang kita emban bersama," ujarnya.
Salah satu hal penting yang juga dibahas dalam forum ini adalah urgensi transparansi pengelolaan ZIS. Transparansi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan trust (kepercayaan) publik, tetapi juga menjadi tameng perlindungan terhadap lembaga dari potensi berita negatif maupun niat buruk pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai bentuk konkret dari transparansi tersebut, forum merekomendasikan pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. PPID diharapkan menjadi pusat layanan keterbukaan informasi publik dan menjamin bahwa semua proses pengelolaan dana zakat dapat diakses, dimonitor, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Hari kedua Rakernis ini memperkuat komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus mendorong pengelolaan zakat yang tidak hanya patuh secara regulasi, tetapi juga adaptif terhadap tuntutan era digital dan transparansi publik. Dengan tata kelola dan kepemimpinan yang kuat, BAZNAS akan semakin dipercaya dan berdampak dalam membangun kesejahteraan umat.
BERITA21/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TINDAK LANJUTI ARAHAN GUBERNUR UNTUK RANCANG REGULASI PENGELOLAAN ZAKAT DI KALTIM
Sebagai bentuk komitmen dalam menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Timur untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kaltim menginisiasi pembahasan awal Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim tentang Pengelolaan ZIS. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/05) di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, dihadiri oleh sejumlah instansi strategis.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menghadiri rapat bersama perwakilan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, dan Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim. Rapat ini bertujuan menyusun kerangka regulasi yang akan menjadi pedoman kuat dalam pengelolaan ZIS, khususnya zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur.
Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa arahan Gubernur Kaltim menjadi pijakan penting bagi BAZNAS untuk memperkuat pengelolaan zakat secara optimal dan terstruktur. “Kami ingin zakat menjadi instrumen sosial yang berdampak nyata. Dengan adanya regulasi yang dirancang, pengumpulan dana zakat—terutama dari ASN—dapat berjalan lebih sistematis, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya.
Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi menambahkan, regulasi ini tidak hanya memberikan kepastian hukum, namun juga mendorong kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. “Zakat ASN adalah potensi besar. Jika dikelola dengan sistem yang kuat dan terstandarisasi, manfaatnya akan jauh lebih terasa oleh masyarakat. Ini juga memperkuat peran zakat sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat,” katanya.
Pembahasan rancangan ini mencakup sejumlah aspek teknis, seperti mekanisme penghimpunan zakat ASN, pengelolaan dana, sistem pelaporan, hingga tata kelola distribusi agar tetap akuntabel dan tepat sasaran. Melalui rapat ini, BAZNAS Kaltim juga menyampaikan sejumlah masukan konstruktif terkait penguatan kelembagaan zakat di daerah.
Selama beberapa tahun terakhir, BAZNAS Kaltim terus berupaya mengembangkan ekosistem pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas, mulai dari program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pendidikan. Kehadiran peraturan resmi dari pemerintah daerah akan menjadi landasan hukum yang memperkuat semua langkah tersebut.
Rancangan peraturan ini akan terus dikaji bersama hingga mencapai bentuk final yang siap disahkan sebagai Peraturan Gubernur. Diharapkan dengan adanya regulasi ini, potensi zakat di Kalimantan Timur dapat digali lebih dalam, dimanfaatkan lebih maksimal, dan menjangkau lebih banyak mustahik di seluruh pelosok daerah.
Dengan langkah ini, BAZNAS Kaltim menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, transparan, dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM AJAK 5 MEDIA BESAR KALTIM PERKUAT TRANSPARANSI DAN SYIAR ZAKAT
Samarinda – Dalam upaya memperkuat transparansi pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus mempererat sinergi dengan media, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar silaturahmi dan dialog bersama wartawan dari lima media besar Kaltim, Selasa (06/05), di ruang rapat lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim.
Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS Kaltim telah berdiri sejak tahun 1992 dan tetap eksis hingga kini dalam menjalankan amanah umat untuk mengelola dana zakat. BAZNAS hadir sebagai pengelola dana umat yang tidak hanya bertugas menghimpun, tetapi juga mendistribusikan serta melaporkan dana ZIS dengan prinsip akuntabilitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
"Ini adalah bentuk keterbukaan kami kepada masyarakat. Kami mengajak media untuk menjadi mitra dalam menyampaikan informasi secara jujur, transparan, dan konstruktif," ungkap Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari lima media besar Kalimantan Timur, yaitu Kaltim Post, Koran Kaltim, Samarinda Pos (Sapos), Tribun Kaltim, dan LKBN Antara. Dialog berlangsung hangat dengan semangat kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan inspiratif.
BAZNAS Kaltim menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan syiar zakat serta memperluas pemahaman publik terkait pengelolaan dana ZIS. "Kami berharap, melalui tulisan-tulisan di media, masyarakat bisa lebih paham, percaya, dan turut berpartisipasi dalam zakat melalui BAZNAS," tambah Ahmad Nabhan.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menegaskan bahwa BAZNAS menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi. "Silakan teman-teman media menulis apa adanya, memberi kritik dan saran. Karena kami percaya, kritik yang membangun adalah bagian dari upaya menjadikan BAZNAS Kaltim lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, prinsip pengelolaan BAZNAS yang mengacu pada 3A – Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI – menjadi dasar kuat dalam menjaga integritas lembaga dan kepercayaan publik.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kaltim berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra dakwah dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERKUAT DIGITALISASI, BAZNAS KALTIM BERIKAN SOSIALISASI DAN PELATIHAN KANTOR DIGITAL DI BAZNAS PPU
Penajam Paser Utara – Dalam upaya memperkuat digitalisasi dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur berikan Sosialisasi dan Pelatihan Kantor Digital di kantor BAZNAS Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (05/05). Agenda ini dihadiri oleh para amil dari BAZNAS PPU dan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS PPU, H. Tahmid.
H. Tahmid menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kaltim atas pelatihan yang diberikan kepada para amil mengenai fungsi dan pengelolaan website kantor digital. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS PPU akan segera meluncurkan website baru sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan transparansi pelaporan kegiatan lembaga kepada masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan BAZNAS Kaltim. Website BAZNAS PPU sebelumnya sudah ada, namun sempat tidak aktif. Sekarang akan diperbaharui dengan domain dari pusat untuk memastikan informasi yang disampaikan lebih terstruktur dan terpercaya. Kami berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut, sehingga kemampuan SDM kami dalam mengelola website semakin berkembang,” ujar H. Tahmid.
Dengan website yang dikelola secara profesional, BAZNAS PPU diharapkan mampu menyajikan informasi yang lebih akurat dan cepat kepada publik, mulai dari program penyaluran zakat, infak, dan sedekah hingga laporan keuangan yang transparan.
Dalam pengelolaan website memerlukan pendampingan yang berkelanjutan, mengingat keterbatasan SDM yang fokus pada bidang teknologi informasi di BAZNAS PPU H. Tahmid berharap BAZNAS Provinsi dapat terus memberikan bimbingan untuk memastikan website ini berfungsi optimal sebagai media komunikasi dengan para muzaki, mustahik, dan masyarakat luas.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi yang kami sampaikan melalui website ini dapat diakses dengan mudah dan transparan oleh masyarakat. Ini juga sebagai upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang amanah,” tambahnya.
BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital di berbagai level, termasuk di tingkat kabupaten dan kota, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga filantropi. Dengan pemanfaatan teknologi digital, BAZNAS berharap mampu memperluas jangkauan pelayanan, mempercepat proses pelaporan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM PERKUAT LITERASI ZAKAT DI KALANGAN MAHASISWA UINSI SAMARINDA
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas peran sebagai lembaga filantropi dengan tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana zakat, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu upaya ini diwujudkan melalui kuliah umum tentang “Manajemen Lembaga Zakat dan Wakaf” yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., kepada para mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Senin (05/05) di kantor BAZNAS Kaltim.
Dalam kuliah tersebut, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berperan sebagai penerima edukasi, tetapi juga sebagai penggerak dalam gerakan sadar zakat di masyarakat.
“Mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam dunia filantropi, baik melalui edukasi langsung kepada masyarakat maupun dengan memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi tentang zakat." ujar H. Badrus Syamsi.
Badrus juga menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim selama ini aktif dalam menyebarkan edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah (ZIS) baik secara langsung ke berbagai instansi, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum. Selain itu, BAZNAS Kaltim juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan informasi, termasuk media sosial, website, dan aplikasi pembayaran zakat online.
“Edukasi tentang zakat adalah bagian penting dari tugas kami sebagai lembaga filantropi. Ini bukan hanya tentang mengelola dana, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat bahwa zakat adalah instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi,” tambahnya.
Melalui kuliah ini, para mahasiswa diajak untuk memahami peran strategis zakat dalam pemberdayaan umat, mulai dari pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana zakat yang transparan dan akuntabel. Badrus berharap mahasiswa bisa terlibat aktif dalam mendukung gerakan zakat, baik sebagai pengelola, penggerak, atau bahkan pemimpin di masa depan.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat, di mana para mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada H. Badrus Syamsi tentang berbagai aspek pengelolaan zakat dan wakaf.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat terus memperkuat literasi zakat di masyarakat, sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya zakat dalam memperkuat ekonomi umat dan mengentaskan kemiskinan.
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT PRODUKTIF: BAZNAS KALTIM WUJUDKAN KEMANDIRIAN SANTRI LEWAT AYAM PETELUR
Balikpapan — Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia Balikpapan melakukan survei lokasi rencana pembangunan kandang ayam petelur di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pada Jumat (02/05).
Rencana program ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan, yang akan merealisasikan dua unit kandang ayam petelur dengan kapasitas masing-masing 1.008 ekor ayam. Proyek ini diharapkan menjadi motor pemberdayaan ekonomi bagi pesantren dan para santri, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Dalam kegiatan survei tersebut, turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos., serta perwakilan dari Bank Indonesia Balikpapan dan pihak vendor penyedia sarana budidaya ayam petelur.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Kaltim dalam menciptakan kemandirian umat, khususnya di lingkungan pesantren.
"Kami ingin memberdayakan para santri agar mereka memiliki keterampilan dan pengalaman dalam dunia usaha, khususnya budidaya ayam petelur. Kami juga meminta kepada vendor untuk menyiapkan material terlebih dahulu agar saat proses administrasi dari BI dan BAZNAS selesai, pembangunan kandang bisa langsung dimulai," jelas Badrus Syamsi.
Lebih lanjut, Badrus menekankan bahwa program produktif seperti ini juga menjadi bentuk inovasi dalam pengelolaan dana zakat. Menurutnya, zakat akan lebih memberikan manfaat jika diarahkan kepada program yang berkelanjutan.
"Zakat tidak hanya sekadar diberikan habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi harus diarahkan pada program produktif yang membuat mustahik terus berkembang. Dengan demikian, zakat tidak habis setelah disalurkan, tetapi justru menjadi modal kemandirian ekonomi umat," tegasnya.
Program ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Bank Indonesia Balikpapan merespon arahan tersebut dengan menggagas program budidaya ayam petelur berbasis pesantren, yang manfaatnya dapat terus dikembangkan dan memberi dampak ekonomi jangka panjang.
Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi sentra ekonomi produktif yang dapat mencetak santri-santri mandiri dan berdaya saing.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM PERKUAT FUNDRAISING DIGITAL, MAKSIMALKAN LAYANAN WHATSAPP UNTUK JANGKAU MUZAKI
Dalam rangka meningkatkan efektivitas layanan publik sekaligus memperluas jangkauan pengumpulan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berupaya memperkuat sistem fundraising digital, salah satunya dengan mengoptimalkan penggunaan layanan WhatsApp.
Langkah ini selaras dengan arahan BAZNAS RI yang menekankan pentingnya integrasi teknologi sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat dalam menunaikan ZIS sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat. Berdasarkan data nasional, sekitar 60 persen penghimpunan dana BAZNAS saat ini berasal dari kanal digital, termasuk WhatsApp.
Wakil ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendorong pemanfaatan layanan WhatsApp Business API sebagai garda terdepan dalam pelayanan dan komunikasi digital kepada muzaki maupun mustahik. WhatsApp dinilai menjadi media yang paling familiar dan mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai kalangan.
"Kami melihat potensi besar dalam pemanfaatan WhatsApp untuk penguatan layanan zakat, tidak hanya sebagai kanal komunikasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi, konsultasi, hingga pengingat donasi," terang Achmad Suparno, S.H.
Dengan fitur-fitur canggih seperti WhatsApp Ads, katalog donasi, broadcast pesan, dan link donasi interaktif, BAZNAS Kaltim optimis kanal ini akan semakin mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat dan mempermudah mereka dalam berzakat secara aman dan nyaman.
BAZNAS Kaltim juga mendukung arahan Pimpinan BAZNAS RI Prof. Nadratuzzaman Hosen agar seluruh kantor BAZNAS di daerah memaksimalkan kantor digital dan sistem layanan WhatsApp yang sudah tersedia. Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan sekadar pilihan, melainkan keniscayaan agar BAZNAS tetap relevan di era digital.
Melalui upaya ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan publik dan memperluas partisipasi muzaki dalam mendukung kesejahteraan umat melalui zakat.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM SIAP BERSINERGI DI KALAFEST 2025 UNTUK KUATKAN EKONOMI SYARIAH KALTIM
Samarinda — Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur turut serta dalam diskusi awal sinergi Penyelenggaraan Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2025 yang akan digelar pada 23 hingga 25 Mei 2025 bersama dengan Bank Indonesia KPw Kalimantan Timur.
Mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah dalam Memperkuat Stabilitas dan Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur”, Kalafest menjadi salah satu program strategis Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam agenda diskusi yang dilaksanakan pada Jum'at, (25/04) menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim siap bersinergi dalam kegiatan ini, khususnya untuk memperkuat literasi dan edukasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat luas.
“Partisipasi kami dalam KalaFest ini adalah bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi syariah di Kaltim. Kami akan menghadirkan edukasi ZIS melalui kegiatan expo syariah agar masyarakat semakin sadar dan tergerak untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi berbasis syariah,” jelas Ahmad Nabhan.
BAZNAS Kaltim akan mengambil bagian dalam Sharia Expo, yang menjadi salah satu rangkaian utama dalam KalaFest, sekaligus momentum strategis untuk meningkatkan pemahaman publik terkait peran zakat dalam membangun kemandirian ekonomi umat.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Biro Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur, BPD Bank Kaltimtara UUS, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Timur.
Sinergi antara lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan lembaga zakat ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi syariah yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM RAIH PENGHARGAAN INDEKS ZAKAT NASIONAL 2024
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur meraih penghargaan dari BAZNAS RI atas partisipasinya dalam Pelaksanaan Pengukuran Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kaji Dampak Zakat (KDZ) tahun 2024. BAZNAS Kaltim memperoleh nilai 0,52 dengan kategori Stable/Stabil, sebagai bentuk capaian atas pelaksanaan indikator tata kelola zakat yang transparan dan berbasis data.
Capaian ini menunjukkan stabilitas BAZNAS Kaltim dalam menjalankan enam indikator penilaian IZN, yaitu pelaksanaan regulasi, dukungan APBN/APBD, database zakat, penguatan jaringan, literasi dan dakwah zakat, serta indeks tata kelola.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi melalui surat resmi kepada seluruh BAZNAS daerah, termasuk BAZNAS Kaltim, atas komitmen dalam pengisian data IZN dan KDZ. “Pengukuran ini penting sebagai bahan evaluasi dan penguatan kualitas tata kelola zakat yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. “Ini adalah hasil kerja keras seluruh elemen BAZNAS Kaltim, didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, masyarakat, serta kepercayaan dari para muzaki. Kami juga berterima kasih atas do'a para mustahik yang menjadi semangat perjuangan kami,” tutur Ahmad Nabhan. Ia menambahkan bahwa prestasi BAZNAS Kaltim ini menjadi motivasi untuk terus bertumbuh dan meningkatkan kualitas pengelolaan zakat.
BAZNAS Kaltim juga akan terus memperkuat literasi zakat melalui media digital dan komunitas, memperluas pemberdayaan ekonomi mustahik dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, serta meningkatkan transparansi pelaporan melalui kanal digital yang mudah diakses publik.
Penghargaan ini diberikan pada tanggal 30 Maret 2025 di Jakarta dan menjadi bukti nyata bahwa BAZNAS Kaltim terus berkomitmen menghadirkan layanan zakat yang profesional, amanah, dan berpegang teguh pada prinsip 3A (Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI).
BERITA24/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DORONG ZAKAT SATU PINTU, GUBERNUR KALTIM SIAPKAN PERGUB UNTUK ASN
Balikpapan — Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Rudy Mas'ud, S.E., M.E., menyatakan dukungan penuh terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dilakukan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan bersama Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dan Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., di Balikpapan, Selasa (22/04).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim melaporkan perkembangan penghimpunan dana ZIS yang dikelola oleh BAZNAS Kaltim, sekaligus menyampaikan usulan terkait penyusunan regulasi berupa Peraturan Gubernur (Pergub) tentang pembayaran ZIS di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Kalimantan Timur.
Menanggapi usulan tersebut, Gubernur Kaltim Dr. Rudy Mas'ud, S.E., M.E., menyambut baik dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penerbitan Pergub yang mengatur pembayaran zakat, infak, dan sedekah di kalangan ASN melalui BAZNAS Kaltim. "Dengan regulasi ini, kita ingin memastikan pengelolaan zakat berjalan melalui satu pintu, lebih terarah, dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," ujar Gubernur.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim dilaksanakan dengan prinsip 3A, yaitu Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana zakat, yang diwujudkan melalui pencatatan keuangan secara berkala di website kantor digital BAZNAS Kaltim.
"Alhamdulillah, kepercayaan masyarakat yang terus meningkat menjadi semangat kami untuk menjaga akuntabilitas. Setiap tahun, laporan keuangan BAZNAS Kaltim diaudit secara independen, dan selama ini kami selalu mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)," terang Badrus.
Dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, BAZNAS Kaltim optimis akan terus meningkatkan profesionalisme dan kebermanfaatan zakat bagi kemaslahatan umat di Kalimantan Timur.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DUKUNG EKONOMI UMAT LEWAT BUDIDAYA DOMBA
Samarinda — Dalam upaya mendukung kemandirian ekonomi pesantren dan pemberdayaan umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalimantan Timur merealisasikan program Zakat Community Development (ZCD) melalui budidaya peternakan domba di Kampus 2 Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah Samarinda, Jalan Batu Besaung RT.41, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara.
Program ini dilaksanakan di atas lahan seluas 30 x 5 meter, dengan jumlah 30 ekor domba jenis Cross Texel yang dikelola langsung oleh para santri sebagai bentuk edukasi dan pelatihan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Selain penyediaan bibit ternak, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan bantuan pakan berupa 50 karung bungkil sawit ukuran 50 kg, 1 karung garam krosok ukuran 50 kg, serta 1 unit mesin chopper rumput untuk mempermudah proses pengolahan pakan ternak.
Kepala Sekolah SMA Istiqamah Muhammadiyah Samarinda Arip Saripudin, S.Pd.I., M.A., ia menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada pondok pesantren.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi semangat baru bagi para santri untuk belajar berwirausaha secara langsung. Kami berharap program ini bisa sukses dan menjadi pelopor peternakan domba di Kalimantan Timur, karena berdasarkan studi yang kami lakukan, jumlah peternak domba masih sangat terbatas di daerah ini," ujar Arip pada Senin (21/04) lalu.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kondisi seluruh domba dalam keadaan sehat. Beberapa di antaranya telah hamil dan bahkan telah melahirkan. Saat ini, proses seleksi bibit unggul tengah dilakukan sebagai langkah pengembangan jangka panjang.
Program ZCD ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam memberdayakan mustahik dan lembaga pendidikan berbasis keumatan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kemandirian ekonomi umat dari pesantren, serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DUKUNG PROGRAM GENTING UNTUK CEGAH STUNTING DI KALTIM
Samarinda — Dalam upaya mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi Implementasi Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digagas oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur, Senin (14/04). Kegiatan ini berlangsung di Posyandu Sedap Malam, Jalan Teuku Umar Gang Senyiur 1 Etam RT.22, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.
Program GENTING menyasar 10 keluarga berisiko stunting (KRS) yang memiliki anak bawah dua tahun (baduta), dengan pemberian bantuan nutrisi dan edukasi selama enam bulan ke depan. Pelaksanaan program dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Penyuluh KB sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.Ap, hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan dukungannya terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting di Kalimantan Timur. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2022, BAZNAS Kaltim telah aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan stunting melalui berbagai program bantuan langsung.
“Pada tahun 2022, kami menyalurkan dana sebesar Rp540 juta untuk membantu 200 anak stunting di Kaltim melalui program Bapak Asuh Stunting. Kemudian pada tahun 2023, jumlahnya meningkat menjadi Rp1,80 miliar untuk 400 anak. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mendukung program-program pemerintah, khususnya yang menyasar asnaf fakir dan miskin sebagai penerima manfaat zakat, infak, dan sedekah,” ujarnya.
Dr. Abdurrahman juga mengajak masyarakat untuk ikut berkontribusi dalam mendukung program seperti ini melalui zakat, infak, dan sedekah yang disalurkan melalui BAZNAS Kaltim. Dengan begitu, program-program sosial seperti GENTING dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang luas.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, dr. Kiky, dalam sambutannya menyampaikan bahwa GENTING merupakan program kolaboratif yang mengusung semangat gotong royong lintas sektor atau mitra pentahelix, yang bertujuan mempercepat penurunan angka stunting di Indonesia.
“Kegiatan hari ini menjadi pilot project yang akan dipantau langsung oleh Tim Pendamping Gizi (TPG) Provinsi dan Kota Samarinda. Program ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk daerah lain di Kalimantan Timur. Penyaluran bantuannya dilakukan melalui BAZNAS selama enam bulan ke depan. Semoga tidak ada lagi kasus stunting, khususnya di Samarinda,” ungkapnya.
Keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam program GENTING menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga zakat dan instansi pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting.
BERITA14/04/2025 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
