WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Bantu Biaya Pengobatan Anak Perantau yang Kritis Akibat Keracunan

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan untuk Khairil, seorang anak dari keluarga perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang ICU, Senin (13/04/2026).

Khairil dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sengaja meminum cairan obat rumput. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan luka serius dan pembengkakan pada bagian kerongkongan serta tenggorokan dalam, sehingga memerlukan perawatan intensif jangka panjang.

Orang tua Khairil, Bapak Nasarudin, menuturkan bahwa dirinya baru menetap beberapa bulan di Kalimantan Timur sebagai buruh kebun. Keterbatasan administrasi menjadi kendala utama saat ia berupaya mencari bantuan ke Dinas Sosial sebelumnya, karena belum memiliki KTP dan KK domisili Kalimantan Timur..

Merespons aduan tersebut, BAZNAS Kaltim segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan biaya pengobatan guna melunasi tunggakan serta memastikan Khairil tetap mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.

Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari program Kaltim Sehat. Meski terdapat kendala administrasi kependudukan, aspek keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan darurat.

"Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki inilah yang menjadi jembatan penyelamat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan seperti Bapak Nasarudin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan ananda Khairil bisa segera pulih," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Khairil masih dalam pemantauan medis secara intensif. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Khairil dan terus mendukung gerakan zakat agar lebih banyak jiwa yang dapat terbantu.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2026 bersama Kemenag RI

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Zakat & Wakaf Tahun 2026Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, (14/04/2026).

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.AP, hadir langsung memberikan pandangan strategis guna memastikan program nasional ini dapat terimplementasi dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Beliau menyoroti tiga aspek utama sebagai acuan daerah: tahapan koordinasi, pelaksana program, dan pemetaan wilayah.

Tahapan Koordinasi dan Target Program mengacu pada rencana strategis yang menargetkan peningkatan kesejahteraan melalui dana sosial keagamaan. Target kinerja untuk tahun 2026 mencakup: Penyaluran manfaat bagi sekitar 700.800 jiwa penduduk miskin Islam (3% dari total nasional), dan Target kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf sebesar 12,00%.

Siapa Pelaksana Program? (Skema Kolaborasi) Implementasi program 2026 mengedepankan sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui pembagian titik lokasi kolaborasi. Skema kontribusi yang disiapkan meliputi: BAZNAS: Target 1.000 titik secara nasional, di mana BAZNAS Provinsi (termasuk Kaltim) diharapkan berkontribusi pada 170 titikLAZ: Target 1.000 titik, dengan kontribusi LAZ Provinsi sebanyak 210 titikProgram Khusus: Pengembangan program "Kampung Zakat" yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekoteologi.

Daerah Terprogram dan Fokus Pemberdayaan Fokus utama program tahun 2026 meliputi finalisasi usulan titik lokasi di daerah-daerah strategisDi Kalimantan Timur, koordinasi mencakup seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Selain Kampung Zakat, program unggulan lainnya yang menjadi sorotan adalah: BeZakat (Beasiswa Zakat Indonesia): Beasiswa sarjana S1 full funded untuk 8 semester bagi mustahik (fakir, miskin, sabilillah) yang lulus di PTN/PTKIN terpilihPemberdayaan Ekonomi: Pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dengan kriteria prioritas bagi kepala keluarga dengan tanggungan usia sekolah dan mustahik yang memiliki keterbatasan akses perbankan.

"Kejelasan mengenai siapa melakukan apa dan di daerah mana sangat penting agar BAZNAS Kaltim dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Kami ingin memastikan partisipasi aktif daerah mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal," tegas Dr. H. Abdurrahman dalam diskusi tersebut.

Rapat ini menjadi pijakan bagi BAZNAS Kaltim untuk mensinkronkan data dan menetapkan lokasi kolaborasi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih berdampak bagi umat

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Optimalkan Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Dampingi BAZNAS Berau Audiensi ke BAZNAS RI Terkait Aset Rumah Sehat

JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat guna memastikan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam mendampingi jajaran pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Berau melakukan audiensi strategis ke Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).

Rombongan dari Kalimantan Timur diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Deputi II BAZNAS RI, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Ketua Lantai 2 ini memfokuskan pembahasan pada legalitas dan status kepemilikan aset Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program-program unggulan di daerah memiliki payung hukum dan manajemen aset yang kuat. 

> "Kami hadir untuk memastikan sinergi antara BAZNAS RI, Provinsi, dan Kabupaten berjalan selaras. RSB Berau adalah aset luar biasa bagi umat di Kalimantan Timur, sehingga kejelasan status kepemilikan dan tata kelolanya sangat krusial agar manfaatnya bagi para mustahik dapat terus berlanjut secara profesional dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.

RSB Berau bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa. Pembangunannya yang dimulai sejak 2019 merupakan buah kolaborasi nyata antara BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, BAZNAS Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, serta PT Berau Coal. Sejak dilakukan soft opening pada 27 Juli 2024 lalu di Jl. SA Maulana, Tanjung Redeb, RSB ini telah mencatatkan sejarah sebagai Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia dan yang pertama di Pulau Kalimantan.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi layanan UGD, dokter umum dan spesialis, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans dan edukasi kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi pimpinan baru BAZNAS Berau. "Dengan kepemimpinan yang baru di Berau, kami ingin memperkuat koordinasi agar pengelolaan ZIS di Kalimantan Timur, khususnya di Berau, semakin optimal. RSB Berau adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola menjadi program produktif di bidang kesehatan yang inklusif," ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir jajaran internal BAZNAS RI untuk memberikan masukan teknis, di antaranya Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Hartanto, Kepala Bagian URT dan Manajemen Aset Atika Astuti, serta perwakilan Divisi Kesehatan Siti Masturoh.

Sementara dari jajaran BAZNAS Berau, hadir Ketua BAZNAS Berau Ir. H. Muhammad Gazali, S.IP., M.M., bersama Wakil Ketua II Jul Amri Putra, S.Pd., dan Wakil Ketua IV Suparman, S.Pkp., M.Ap.

 

 

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Wujudkan Lembaga Informatif, BAZNAS Kaltim Gelar Bimtek Penguatan PPID Se-Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Acara yang diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari 10 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur ini berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kaltim, Selasa (7/4/2026).

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

"BAZNAS adalah lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang bersifat sangat sensitif. Tanpa transparansi, mustahil kita bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari muzaki. Melalui penguatan PPID ini, kita menargetkan seluruh BAZNAS se-Kaltim mampu bertransformasi menjadi lembaga dengan kualifikasi 'Informatif'," tegas Ahmad Nabhan saat membuka acara.

Untuk memberikan pemahaman mendalam, BAZNAS Kaltim menghadirkan tiga pakar dari Komisi Informasi Kaltim sebagai pemateri. Hajaturamsyah, S.Hut., M.M. Wakil Ketua KI Kaltim, Juraidah, S.P., M.AP. Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik dan Wesley L. Hutasoit, S.Sos., M.SP. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola.

Materi yang disampaikan meliputi urgensi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), tata cara penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP), hingga aspek teknis pengujian konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan.

Salah satu agenda utama dalam Bimtek ini adalah sesi praktik pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) untuk persiapan monitoring dan evaluasi (Monev) tahun 2026. Para peserta dibimbing langsung dalam melakukan simulasi pengisian e-monev yang mencakup enam indikator besar, yaitu:

* Informasi yang wajib diumumkan secara berkala.

* Informasi yang wajib tersedia setiap saat.

* Standar pelayanan informasi publik.

* Ketersediaan sarana dan prasarana.

* Digitalisasi melalui media sosial dan website.

* Komitmen organisasi dan dukungan anggaran PPID.

Semangat kolaborasi terlihat dari kehadiran perwakilan tim PPID dari 10 Kabupaten/Kota, mulai dari Berau hingga Mahakam Ulu. Dengan total peserta yang hadir, kegiatan ini diharapkan menghasilkan keseragaman standar layanan informasi di seluruh tingkatan BAZNAS se-Kaltim.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menambahkan bahwa tindak lanjut dari Bimtek ini adalah pendampingan intensif bagi daerah agar setiap BAZNAS kabupaten/kota segera menetapkan SK PPID dan mengalokasikan anggaran khusus untuk keterbukaan informasi.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana umat yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mudah diakses oleh publik melalui kanal-kanal digital yang kita miliki," pungkasnya.

07/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, BAZNAS Kaltim Lakukan Pembaruan Sistem PPID Melalui Kerja Sama Strategis

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui langkah strategis digitalisasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) bersama ZETA (Zenith Engineering & Tech Alliance) pada Rabu (18/03/2026).

Dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Pelaporan, dan Amil, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I.

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun sistem digital yang komprehensif, mencakup pelayanan informasi secara daring, pengelolaan konten yang edukatif, serta pengembangan infrastruktur digital lembaga yang lebih modern dan akuntabel.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E menjelaskan bahwa keberadaan website PPID yang mumpuni merupakan instrumen vital dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat di era digital.

"Layanan PPID secara online ini adalah kunci. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik melalui pengelolaan data yang profesional. Target kami jelas, tahun ini BAZNAS Kaltim harus meraih predikat Informatif," ujar Badrus Syamsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Komisi Informasi (KI) menempatkan BAZNAS Kaltim pada kategori "Menuju Informatif". Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan standar keterbukaan informasi lembaga akan meningkat signifikan.

Selain penguatan di tingkat provinsi, BAZNAS Kaltim juga berharap langkah ini menjadi stimulus bagi BAZNAS di tingkat kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Timur.

"Kami mendorong BAZNAS daerah untuk memaksimalkan hal yang sama. Minimal, semua bisa mencapai kategori 'Menuju Informatif' dalam pengelolaan informasi dan data," tambahnya.

Langkah digitalisasi ini juga ditegaskan sebagai manifestasi dari implementasi prinsip 3A yang menjadi ruh pengelolaan zakat di Indonesia.

"Transparansi ini adalah bagian dari upaya kita untuk tetap teguh pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat harus tahu bagaimana dana umat dikelola dan didistribusikan secara transparan," tutupnya.

Melalui kemitraan dengan ZETA, website PPID BAZNAS Kaltim diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data, laporan keuangan, hingga program-program pemberdayaan secara cepat dan akurat.

18/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

BAZNAS Kaltim Raih Empat Penghargaan di BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kaltim Raih Empat Penghargaan di BAZNAS Award 2025
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur pada BAZNAS Award 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Tahun ini, BAZNAS Kaltim sukses membawa pulang empat penghargaan bergengsi sekaligus, menegaskan kiprahnya sebagai lembaga zakat yang berkomitmen pada digitalisasi dan peningkatan kinerja pengelolaan dana umat. Adapun empat penghargaan tersebut adalah: BAZNAS Provinsi Aset Fundraising Terbaik, BAZNAS Daerah dengan Pemanfaatan Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, BAZNAS Daerah dengan Koordinator (Influencer) Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, dan BAZNAS Provinsi Kantor Digital Terbaik. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia, yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. “Penghargaan ini sebagai bentuk kontribusi kinerja Baznas provinsi, kabupaten/kota. Bagian dari dakwah zakat yang luar biasa. Kita sudah berhasil membangun hubungan dengan stakeholder, muzaki, mustahik. Penghargaan yang setinggi-tingginya, atas nama pimpinan BAZNAS pusat mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon doa agar terus memperkuat prestasi,” ungkapnya. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si., menegaskan bahwa penghargaan yang diterima BAZNAS Kaltim menunjukkan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Penghargaan yang diberikan kepada BAZNAS Kaltim dan pemerintah ini menandakan bahwa pemerintah provinsi kaltim benar-benar memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS Kaltim, dalam rangka menjalankan roda organisasinya. Secara digitalisasi sudah berjalan dengan baik, melalui SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS). Dari segi pendapatan saat ini sudah sangat maksimal mencapai Rp14 miliar dan insyaAllah akhir tahun nanti mencapai Rp20 miliar sesuai target kita di 2025 ini.” Seno Aji juga menambahkan rencana strategis Pemprov Kaltim untuk memperkuat sinergi dengan perusahaan melalui edukasi zakat. “Ditahun depan kami akan inisiasi memberikan edukasi ke perusahaan dan kami mengimbau kepada perusahaan menyalurkan zakatnya ke BAZNAS Kaltim. Tentu dengan edukasi tentang bagaimana pemanfaatan dana zakat ke masyarakat. Mudah-mudahan kedepan semakin baik BAZNAS Kaltim, dan kami apresiasi kerja-kerja BAZNAS Kaltim,” ucapnya. Lebih jauh, ia juga mendorong masyarakat untuk menunaikan zakatnya kepada BAZNAS Kaltim. “Kami mendorong seluruh masyarakat Kalimantan Timur, terutama para ASN, untuk berzakat di BAZNAS Kaltim, karena BAZNAS sebagai lembaga yang telah dipercaya oleh pemerintah pusat, dan juga mengelola dan mengeluarkan hasil zakat tersebut ke masyarakat.” Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim, H. Ahmad Nabhan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. “Tahun ini, BAZNAS Kaltim meraih lima penghargaan dari Baznas Pusat, terkait perbaikan administrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kaltim atas dukungan dan perhatian yang luar biasa kepada Baznas Kaltim. Harapan kami, selain zakat, infak, dan sedekah, ke depan juga dapat menghimpun dana CSR perusahaan di Kaltim,” kata Nabhan. Raihan penghargaan ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kaltim dalam mengoptimalkan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, serta DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) dalam rangka memperluas manfaat zakat untuk kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DAPAT DUKUNGAN DPRD KALTIM, BAZNAS KALTIM OPTIMALISASI ZIS DAN CSR MELALUI RANCANGAN REGULASI
DAPAT DUKUNGAN DPRD KALTIM, BAZNAS KALTIM OPTIMALISASI ZIS DAN CSR MELALUI RANCANGAN REGULASI
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim terkait pembahasan optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta dana Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa, (12/08/2024). Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan dalam sambutannya menjelasakan, bahwa di tahun 2025 pengumpulan dari Januari mencapai 400 juta dan di bulan Juli meningkat hingga Rp. 13,4 miliar . Beberapa dana CSR telah disalurkan melalui BAZNAS diantaranya Rumah Sehat BAZNAS Berau dari dana CSR Berau Coal sudah peroperasi hingga saat ini. PT. Ansaf program bantuan WTP di Batuah sebanyak Rp. 2 miliar, RLHB di Berambai, Sumber Air, serta warga di ring 1,2,3 untuk kolaborasi bantuan sembako. Berharap semua perusahaan dapat menyalurkan dana CSR nya melalui BAZNAS Kaltim. "Kami berharap ada kebijakan strategis antara gubernur dan DPRD Kaltim dalam hal ini. Selain itu dukungan hibah kami harap akan terus diberikan kepada BAZNAS Kaltim sebagai penunjang operasional", ujar Ahmad Nabhan. DPRD Kaltim melalui Komisi IV menyatakan siap mendampingi proses penguatan regulasi ZIS dan CSR. Dukungan ini dinilai penting untuk memberikan landasan hukum yang kuat, sekaligus membuka ruang optimalisasi penghimpunan dana dari berbagai sektor, termasuk perusahaan tambang, perkebunan, dan industri lainnya di Kalimantan Timur. Ketua DPRD Kaltim Dr.Ir. H. Hasanuddin Mas'ud, S.Hut., M.E, menegaskan bahwa CSR akan diserahkan penuh kepada BAZNAS Kaltim, sehingga diperlukan persiapan matang dalam pengelolaannya. Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 800 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kaltim, dengan 100 di antaranya aktif beroperasi. “Khusus tambang batubara, hampir setiap bulan di Kutim, Melak, Kubar, dan Kukar diangkut 10 juta ton. Jika sesuai petunjuk gubernur CSR ini diserahkan ke BAZNAS, maka harus siap mengelolanya,” ujarnya. Pengelolaan CSR harus berbasis program yang kuat dan diserahkan ke setiap perusahaan sebagai acuan. Program tersebut bisa berupa pembangunan puskesmas, penyediaan sumber air bersih, pembinaan masyarakat, dan program sosial lain. BAZNAS dapat menjadi mitra DPRD di bawah koordinasi Komisi IV, sehingga arah pelaksanaan CSR tidak maju-mundur, pungkasnya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, H. M. Darlis Pattalongi, S.Hut., M.Si. menilai potensi zakat di Kaltim sangat besar. melihat Kutai Timur yang telah mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui Peraturan Daerah (Perda). Melalui Komisi IV, kami memberikan dukungan agar proses ini berjalan. Perlu ada perda inisiatif agar landasan hukumnya jelas, meski butuh waktu 3-4 bulan. Untuk awal, kita bisa dorong gubernur membuat Peraturan Gubernur (Pergub), ujarnya. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah harus mendapat dukungan penuh, baik dari APBD maupun dukungan operasional. Menurutnya, mandat pengelolaan dana CSR dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dititipkan perusahaan ke BAZNAS dapat dijalankan melalui program-program yang mengacu pada standar ISO :26000, Sustainable Development Goals (SDGs), dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan program-program CSR yang dikelola BAZNAS harus selaras dengan agenda pemberdayaan dan pendistribusian zakat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Meskipun selama ini dana CSR yang dikelola BAZNAS masih kecil, namun melalui penguatan regulasi, kita optimis akan lebih maksimal, tambahnya. DPRD Kaltim dan BAZNAS Kaltim komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembahasan regulasi ZIS dan CSR. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengumpulan dan pemanfaatan dana zakat serta CSR, sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur yang terbantu melalui program-program yang tepat sasaran. Turut hadir Ketua DPRD Kaltim Dr.Ir. H. Hasanuddin Mas'ud, S.Hut., M.E, Wakil ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, S.H., MM, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim H. M. Darlis Pattalongi, S.Hut., M.Si. Jajaran BAZNAS Kaltim Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, Wakil ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan Mulyono, S.H beserta staff
BERITA12/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ringankan Biaya Perawatan Pasien Luka Bakar, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp20 Juta
Ringankan Biaya Perawatan Pasien Luka Bakar, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp20 Juta
Balikpapan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan bantuan kepada pasien luka bakar di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan pada Jumat, (08/08/2025). Bantuan senilai Rp 20.348.609,- diserahkan untuk meringankan biaya perawatan Hery Pratoyo, warga Balikpapan yang mengalami luka bakar 65% akibat kecelakaan kerja. Hery Pratoyo diketahui merupakan buruh harian lepas yang tidak memiliki BPJS, dan hanya mampu membayar sebagian biaya perawatan melalui bantuan tetangga dan pinjaman. Melalui rekomendasi RS Kanujoso, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan untuk mendukung biaya perawatan selama dirawat di rumah sakit. Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak RS Kanujoso yang selama ini telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa semakin banyak dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul, semakin banyak pula masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu, khususnya pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. “Kami tentu berupaya semaksimal mungkin untuk mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah, dan juga CSR lainnya. Bukan hanya di sini yang memerlukan biaya bantuan, tapi di daerah lain juga banyak warga yang membutuhkan perhatian. Harapan kami, muzakki-muzakki semakin banyak menyalurkan zakatnya sehingga semakin luas jangkauan bantuan yang bisa kami berikan,” ujar Ketua BAZNAS Kaltim. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan RS Kanujoso, mengingat kerja sama ini memungkinkan warga yang benar-benar tidak mampu mendapat perhatian dan bantuan sesuai ketentuan delapan asnaf yang menjadi tanggung jawab BAZNAS, tengasnya. Plt Direktur RS Kanujoso Djatiwibowo, drg. Ahmad Jais, MH, MARS, mengapresiasi bantuan dari BAZNAS Kaltim. Ia menyebut bahwa zakat penghasilan yang dikumpulkan melalui BAZNAS telah banyak memberikan manfaat, tidak hanya untuk pasien mustahik di rumah sakit, tetapi juga bagi kegiatan sosial di luar seperti panti asuhan dan agenda sosial lainnya, pungkasnya. “Jika ada pasien yang masuk golongan 8 asnaf namun tidak tercover dan kami tidak bisa bantu, dana zakat ini bisa digunakan. InsyaAllah kami dari RSKD akan terus memaksimalkan zakat penghasilan ini. Jika dikonversi per bulan, sebenarnya lebih ringan, dan ini sudah memenuhi nisabnya,” jelas Ahmad Jais. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan serta Kepala Divisi Pendistrubusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kaltim, Syarifah Farida Iriani. Dari pihak RS Kanujoso, hadir Wadir Umum, Wadir Medik Perawatan, Wadir SDM, Kabag Keuangan, Kabag Perencanaan dan Evaluasi, Kabid Keperawatan, serta Kabid Penunjang Non Medik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kaltim dan RS Kanujoso dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu di bidang kesehatan.
BERITA08/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dengan transparan dan produktif. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., sebagai narasumber dalam panel diskusi bertajuk "Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kaltim", yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang diikuti oleh perwakilan MUI dan BAZNAS dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Rakornas dilaksanakan selama tiga hari, 1—3 Agustus 2025, dengan agenda strategis membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, serta kunjungan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari terakhir kegiatan. Acara panel menghadirkan tiga narasumber dari berbagai sektor pelaku ekonomi syariah, yakni perwakilan dari Ternak Pasti Jaya, Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri, serta BAZNAS Kaltim. Diskusi membahas strategi tata kelola ZIS yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan potensi ekonomi umat. Dalam paparannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim tidak hanya fokus pada pengumpulan zakat, tetapi juga serius dalam aspek pendayagunaan. Salah satu bentuk nyata dari hal ini adalah kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur dalam program pembangunan dan pembinaan Workshop Manika, sebuah ruang kreatif bagi mustahik untuk meningkatkan keterampilan dan memproduksi produk bernilai jual. “Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan. Kami terus berupaya agar mustahik menjadi muzaki melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Badrus Syamsi. Diskusi panel ini juga menampilkan cerita sukses pendampingan mustahik yang kini berkembang menjadi pelaku usaha syariah yang mandiri. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan koperasi dan unit ternak berbasis syariah, menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga zakat lainnya dalam memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengelolaan dana ZIS, serta mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan IKN.
BERITA02/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan silaturrahmi dan audit syariah dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Rabu, (30 Juli 2025), bertempat di Ruang Rapat Lantai II BAZNAS Prov. Kaltim. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) serta melaksanakan audit syariah terhadap lembaga zakat di Provinsi Kalimantan Timur. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyambut baik kedatangan tim dari Kemenag RI. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, "Kami sangat mengapresiasi kunjungan tim Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim." Agenda utama kunjungan ini adalah untuk melaksanakan Uji Petik Audit Syariah Lembaga Zakat pada BAZNAS Provinsi Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meninjau pengelolaan ZIS di lembaga zakat yang ada di Kaltim. "Kami mengharapkan hasil audit syariah ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif, agar pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda semakin baik dan sesuai dengan prinsip syariah," ujar Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam penjelasannya, H. Badrus Syamsi juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang transparan dan teratur. "Kami selalu berkomitmen untuk mengelola zakat dengan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI). Melalui penggunaan sistem informasi manajemen BAZNAS (Simba), kami dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat yang kami lakukan sesuai dengan peraturan dan prinsip syariah," tambahnya. Ia juga menyarankan kepada Kemenag RI untuk mengaudit BAZNAS Kaltim secara berkala. Tim audit syariah yang dipimpin oleh Nurmaliah, menyampaikan bahwa audit ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim. “Audit ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan zakat sudah sesuai dengan syariah, baik dalam hal pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat," kata Nurmaliah. Selain itu, BAZNAS Kaltim juga telah memperoleh penghargaan sebagai pengguna Simba terbaik selama tiga tahun berturut-turut, sebagai bukti komitmen dalam pengelolaan zakat yang baik. Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, SH, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda yang diwakili oleh Kepala Seksi Zakat dan Wakaf, Bapak Abu Kanipah, S.H.I., M.H., mewakili Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda. Selain itu, perwakilan dari BAZNAS Kota Samarinda yang dipimpin oleh Plh. Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Achmad Syahrir Idris beserta jajaran dan staf keuangan.
BERITA30/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Kutai Timur — Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, atas komitmen dan dukungannya terhadap pengelolaan zakat di Kutai Timur. Hal ini disampaikan dalam gelaran Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Se-Kalimantan Timur tahun 2025 di Sangatta, Minggu (27/07/2025). Menurut KH. Achmad Sudrajat, dukungan aktif dari kepala daerah seperti yang ditunjukkan oleh Bupati Kutim merupakan amanah besar yang tidak hanya menyangkut urusan duniawi, tetapi juga tanggung jawab keagamaan yang mulia. "Bupati Kutai Timur telah menjalankan amanah bukan hanya dalam memimpin masyarakat, tapi juga dalam menegakkan syariat zakat di daerahnya. Ini bukan hal biasa, ini adalah amanah yang luar biasa," ujarnya. Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat juga menekankan pentingnya memastikan pengelolaan zakat berjalan secara “3 Aman”: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Aman Syar’i, berarti bahwa pengumpulan dan pendistribusian zakat harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Aman Regulasi, berarti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Aman NKRI, artinya zakat turut memperkuat stabilitas sosial, ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Kutai Timur mencapai Rp920 miliar per tahun, sebuah angka yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan amanah. Meneladani kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, KH. Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa ketika zakat dan wakaf dihidupkan dan dikelola dengan baik, maka kemiskinan bisa ditekan hingga tidak ada lagi orang miskin di wilayah kekuasaannya. Namun demikian, tantangan besar masih ada, khususnya terkait mindset sebagian masyarakat dan ASN yang menganggap bahwa membayar zakat berarti hartanya akan berkurang. "Banyak yang masih berpikir bahwa ketika dipotong zakat, maka hartanya berkurang. Ini adalah tantangan kita sebagai amil. Kita tidak hanya menghimpun, tetapi juga berkewajiban memberikan edukasi dan fasilitas yang membuat zakat lebih mudah dipahami dan ditunaikan," tegasnya. KH. Achmad Sudrajat berharap Rakoda ini menjadi momentum kebangkitan zakat di Kalimantan Timur. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, BAZNAS, maupun LAZ, untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam menggali potensi zakat, demi membangun Kaltim yang sejahtera dan berkeadilan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
Sangatta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Kalimantan Timur dengan mengangkat tema: “Memperkuat BAZNAS Se-Kalimantan Timur dalam Mendukung Asta Cita dan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.” Kegiatan ini menjadi bentuk evaluasi dan strategi penguatan sinergi antar BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kaltim dalam meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara lebih optimal. Dalam sambutannya pada Minggu (27/07), Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi terhadap capaian pengumpulan ZIS-DSKL selama tahun 2024 yang mencapai total kurang lebih Rp175 miliar, gabungan dari BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta LAZ se-Kaltim. Namun, beliau menegaskan bahwa angka tersebut masih jauh dari potensi zakat di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 6 triliun per tahun. "Potensi zakat di Kalimantan Timur sangat besar, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, dan lainnya. Oleh karena itu, kami sangat berharap Bapak Gubernur dapat mempertimbangkan untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kewajiban berzakat bagi ASN Muslim, serta perusahaan dan karyawannya di wilayah Kaltim," tegasnya. Ketua BAZNAS Kaltim juga menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pengumpulan zakat. Ia mencontohkan keberhasilan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur yang saat ini menjadi daerah dengan pengumpulan ZIS-DSKL tertinggi, yakni mencapai sekitar Rp2 miliar per bulan. Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan penuh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Sementara itu, BAZNAS Provinsi Kaltim sendiri, pasca pelaksanaan program “Kaltim Berzakat” pada Maret 2025, mengalami lonjakan pengumpulan yang signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menghimpun sekitar Rp. 450 juta per bulan, sejak adanya seruan Gubernur kepada ASN untuk berzakat, pengumpulan meningkat hingga mencapai Rp. 1,1 miliar per bulan pada Juni 2025. "Ini menjadi bukti nyata bahwa himbauan dari pemerintah daerah sangat berdampak besar terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS," tambah H. Ahmad Nabhan. Turut hadiri Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Bapak Ahmad Sudrajat, Lc, MA, Pembina Wilayah Kaltim BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc, Ph.D, CFRM, jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim, serta perwakilan Forkopimda Kutai Timur. Melalui Rakorda ini, BAZNAS Kaltim berkomitmen memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kalimantan Timur, demi mewujudkan masyarakat sejahtera dan generasi emas Kaltim yang berdaya secara ekonomi dan spiritual.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar pertemuan kelompok program Zmart yang diikuti oleh Mustahik Zmart. Pertemuan ini diselenggarakan pada Ahad, (27/07/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Kaltim, Jalan Harmonika No.01, Dadi Mulya, Samarinda Ulu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WITA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para mustahik dalam mengelola warung Zmart secara profesional. Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 13 orang mustahik dan 2 orang pendamping Zmart. Adapun agenda yang dibahas meliputi: pembahasan materi program Zmart, evaluasi kemajuan warung, serta diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi. Dalam sesi pendampingan, disampaikan dua materi yaitu Uswatun Hasanah dan Muhammad Hanafi selaku pendamping program. Adapun materi yang disampaikan diantaranya personal branding menekankan pentingnya membangun persepsi positif dari masyarakat terhadap warung Zmart. Dengan menciptakan citra yang baik dan pelayanan yang ramah, warung Zmart diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, materi Pencatatan Arus Kas mengajarkan mustahik pentingnya melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan transparan. Melalui pencatatan ini, para pelaku usaha dapat memantau arus kas masuk dan keluar secara efektif, mengambil keputusan finansial yang tepat, dan meningkatkan efisiensi serta profitabilitas usaha mereka. Peserta juga diperkenalkan dengan format laporan omset Zmart yang mencakup pemasukan dari sektor ritel, non-ritel, dan PPOB. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan BAZNAS Kaltim dalam mendampingi mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi melalui penguatan literasi bisnis dan pengelolaan usaha. Harapannya, para pelaku usaha warung Zmart dapat tumbuh menjadi wirausaha unggul yang tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kali ini menyasar lingkungan tenaga kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat (25/7). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Moostera ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat serta mendorong partisipasi aktif para pegawai, khususnya ASN, dalam pengelolaan zakat profesi melalui BAZNAS Kaltim. Turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. I, Pelaksana Pengumpulan Widi Santoso, S.Pd.I dan perwakilan dari RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, Novita Retno Damayanti, SKM. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa potensi zakat di lingkungan rumah sakit pemerintah sangat besar jika dihimpun secara optimal. Menurutnya, rumah sakit bukan hanya menjadi tempat pelayanan medis, tapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem zakat, terutama zakat penghasilan para tenaga medis dan non-medis. “Potensi zakat dari rumah sakit seperti RSUD Kanujoso sangat signifikan. Jika setiap pegawai yang penghasilannya telah mencapai nishab menyisihkan 2,5 persen dari TPP-nya, maka dana zakat yang terhimpun akan mampu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, terutama yang belum terlayani oleh BPJS,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, namun juga sarana mewujudkan keadilan sosial melalui distribusi dana yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan mustahik. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis rumah sakit dalam mendukung pasien-pasien kurang mampu. Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Novita Retno Damayanti, SKM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia juga mengimbau kepada seluruh pegawai, khususnya ASN, untuk menyalurkan zakat penghasilan melalui pemotongan TPP yang telah mulai berjalan sejak April 2025. “Walau sempat terhenti selama dua bulan, alhamdulillah pemotongan zakat dari TPP ASN kami telah berjalan kembali sejak Juli 2025. Harapannya, ini menjadi langkah kolektif untuk membantu sesama,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Melalui penguatan zakat profesi di lingkungan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, diharapkan lebih banyak masyarakat dhuafa yang bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata dan berkeadilan.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Samarinda — Dalam rangka memperkuat spiritualitas dan integritas amil, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pengajian Jum’at Amil pada Jumat (25/07/2025), bertempat di Musholla Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim. Kegiatan pengajian kali ini menghadirkan narasumber Drs. KH. Suyatman, S.Pd., M.M., M.Si., selaku pengurus Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., jajaran staf pelaksana, serta para mahasiswa magang yang tengah menjalani tugas belajar di BAZNAS Kaltim. Dalam tausiyahnya, KH. Suyatman menyampaikan materi bertema "Perniagaan yang Tidak Akan Merugi", mengacu pada nilai-nilai yang tertuang dalam Al-Qur'an. Menurut beliau, terdapat tiga bentuk ibadah yang menjadi fondasi utama dalam meraih keuntungan dunia dan akhirat: menegakkan sholat, membaca dan menyebarluaskan Al-Qur’an, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).“Sholat adalah tiang agama. Jika kita mendirikannya dengan benar, maka semua amal akan turut lurus. Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan disampaikan. Zakat, infak, dan sedekah jangan dianggap mengurangi harta, sebab sesungguhnya akan mendatangkan keberkahan dan rezeki yang lebih luas,” terang KH. Suyatman. Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh amil untuk terus belajar dan meng-upgrade diri, tidak hanya dalam aspek teknis pelayanan zakat, tetapi juga dalam meningkatkan keimanan dan akhlak pribadi.“Belajarlah dari siapa saja, jangan hanya melihat siapa yang menyampaikan, tapi perhatikan apa yang disampaikan. Selama itu baik, ambillah. Seorang amil harus terus bertumbuh dalam ilmu, iman, dan pengabdian,” pesannya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menyambut baik kegiatan ini sebagai salah satu upaya muhasabah dan pembinaan spiritual para amil. Ia berharap pengajian rutin ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS Kaltim.“Kita sebagai pelayan umat harus senantiasa memperbaiki diri. Sebelum orang lain menilai dan menghitung kinerja kita, kita harus lebih dahulu bermuhasabah. Memberikan pelayanan terbaik bukan hanya soal administrasi dan teknis, tapi juga menyangkut ketulusan dan niat ibadah dalam setiap langkah kerja,” ujar Achmad Suparno. Kegiatan Pengajian Jum’at Amil menjadi salah satu agenda BAZNAS Kaltim dalam rangka pembinaan rohani dan peningkatan kualitas amil secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, moral, maupun profesionalitas dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Balikpapan — Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut mendampingi jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari Balikpapan, Rabu (23/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peresmian hunian Bank Indonesia dan persiapan menyambut kunjungan kerja Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 1 Agustus 2025 mendatang. Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari menjadi salah satu lokasi kunjungan karena tengah menjalankan program kolaborasi strategis antara BI Balikpapan dan BAZNAS Kaltim dalam bidang ketahanan pangan, yakni budidaya ayam petelur. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta memberdayakan para santri agar memiliki keterampilan produktif dan berdaya guna. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan komitmennya dalam mendukung penuh program ketahanan pangan ini. "BAZNAS Kaltim menyambut baik sinergi bersama BI Balikpapan dan Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari. Program budidaya ayam petelur ini menjadi wujud nyata pendayagunaan zakat untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan santri. Harapan kami, para santri dapat lebih produktif, mandiri, serta memiliki keterampilan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Drs. H. Ahmad Nabhan. Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS Kaltim dalam kunjungan ini, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta para tokoh pondok pesantren di antaranya KH. Muhammadun Mawardi, Ustaz Muhammad Ahyad, dan Ustaz Zulkifli. Dari BI Deputi Direktur Firman Darwis, Asisten Manajer Arya Prana Hutama serta BI Balikpapan hadir Kepala Seksi Kehumasan Maruji Rahayu. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk penguatan sinergi kelembagaan antara lembaga keuangan, institusi pendidikan keagamaan, dan lembaga zakat dalam mewujudkan ekonomi umat yang berdaya.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
Samarinda — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan pentingnya regulasi dan tata kelola zakat yang amanah dan profesional dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Menara Masjid yang digelar oleh BAZNAS Kota Samarinda, Rabu (16/07), bertempat di Masjid Darunni'mah Sungai Kunjang. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus masjid, musholla, dan langgar se-Kota Samarinda, serta perwakilan dari instansi terkait seperti Kementerian Agama Kota Samarinda dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun. Dalam sambutannya, Wali Kota H. Andi Harun menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini dan memberikan apresiasi terhadap peluncuran Aplikasi Menara Masjid sebagai inovasi dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan masjid. "Aplikasi ini menjadi langkah maju dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan publikasi kegiatan masjid secara digital, serta memudahkan pengurus dalam pelaporan dan layanan kepada jamaah," ujarnya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, hadir memberikan materi tentang regulasi zakat, infak, dan sedekah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya masjid sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengelola dana umat dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Zakat adalah instrumen penting dalam menyejahterakan umat. Untuk itu, pengelolaannya harus mengacu pada regulasi dan syariat yang jelas. UPZ Masjid perlu meningkatkan literasi zakat, memperkuat sistem pelaporan, dan bersinergi dengan BAZNAS agar dana ZIS dapat dikelola secara tepat sasaran dan transparan," ujar Miswan. Selain itu, kegiatan Bimtek ini juga diisi dengan pemaparan Fikih Zakat oleh Dr. K.H. Moh Mahrus, pengenalan peran Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pembukaan rekening masjid, serta pelatihan teknis penggunaan Aplikasi Menara Masjid oleh tim BAZNAS Kota Samarinda. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh pengurus masjid mampu meningkatkan kapasitas tata kelola keuangan dan pemberdayaan dana zakat di lingkungan masing-masing. BAZNAS Kaltim terus mendorong penguatan sinergi antara UPZ Masjid dan BAZNAS agar potensi zakat di Kalimantan Timur dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
BERAU — Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Gubernur dan Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur ke Kabupaten Berau pada Rabu (16/07/2025), Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. menyampaikan apresiasi sekaligus imbauan penting kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim. Ia mengajak agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), karena manfaatnya telah terbukti, salah satunya melalui pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau. “RSB Berau ini menjadi satu-satunya Rumah Sehat BAZNAS di Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten, serta dukungan dana CSR. Dari sisi fisik, RSB Berau juga tercatat sebagai bangunan Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia,” ungkap Gubernur Rudy Mas’ud. Gubernur menegaskan, peran serta perusahaan dalam membantu masyarakat melalui saluran yang amanah dan terukur sangat penting. “Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan agar menyalurkan CSR-nya melalui BAZNAS. Sudah terbukti manfaatnya, dan ke depannya kita ingin kolaborasi ini makin diperkuat,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si., Bupati Berau, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta pimpinan BAZNAS Kaltim, di antaranya Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., dan Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS siap mendukung program-program strategis pemerintah daerah, termasuk integrasi program GratisPol di bidang pendidikan dan kesehatan. “RSB Berau yang telah beroperasi sejak 2024 ini memiliki layanan poli umum, poli gigi, poli kandungan, dan poli ibu & anak. Semua pelayanan diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, gratis tanpa dipungut biaya,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa RSB Berau setiap harinya melayani hingga 40 pasien dengan sistem dua shift. Saat ini, BAZNAS tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas rawat inap dengan kapasitas 40 tempat tidur sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan transparansi, BAZNAS Kaltim berharap pembangunan berbasis zakat, infak, sedekah, dan CSR dapat terus tumbuh di berbagai daerah lainnya di Kaltim. “RSB Berau adalah bukti nyata bahwa jika zakat dan CSR dikelola secara profesional dan kolaboratif, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tutup Badrus. Jika dibutuhkan versi lebih ringkas untuk keperluan media atau disesuaikan dengan platform digital, saya siap bantu sesuaikan.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui partisipasi aktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Berbasis Kompetensi yang digelar di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2025. Empat amil BAZNAS Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini berasal dari berbagai divisi strategis, yaitu Divisi Resty Amalia Ulfah (Kepala Divisi), Rizky Awaliyah Maulidina (Pelaksana Keuangan), Maghfiratur Rachmah (Pelaksana Humas), dan Fajar Setiawan (Pelaksana Pengumpulan). Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., menegaskan bahwa program sertifikasi merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola zakat yang berkelanjutan. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini, dan Alhamdulillah, penganggarannya sudah kami siapkan dalam anggaran operasional APBD tahun 2025. Meskipun pelaksanaan di luar Samarinda, kami pastikan amil-amil yang belum tersertifikasi bisa ikut serta,” jelas Achmad Suparno. Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi amil tidak hanya penting secara administratif, namun juga sebagai fondasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional. “Program dan sarana yang bagus akan sia-sia tanpa pelaksana yang andal. Itulah mengapa kami fokus pada peningkatan SDM, agar amil BAZNAS memenuhi tiga kompetensi utama: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude). Sertifikasi ini menjadi cara untuk memastikan bahwa ketiganya terpenuhi,” tegasnya. Menurutnya, BAZNAS Kaltim menargetkan seluruh amil, sekitar 17–20 orang, bisa tersertifikasi sebagai amil yang kompeten, mampu, dan memiliki semangat juang tinggi dalam melayani umat. “Derajat orang berilmu itu tentu lebih tinggi. Maka, jangan pernah lelah belajar. Biarlah lelah menuntut ilmu, daripada kita menderita karena kebodohan. Ilmu adalah bekal utama untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional,” tambahnya. Program sertifikasi ini juga diharapkan dapat memberikan standar kerja yang seragam secara nasional serta memperkuat peran amil dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA12/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
Samarinda - Dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi lanjutan bersama jajaran manajemen RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kamis (10/07/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari hasil sosialisasi ZIS sebelumnya dan persiapan kegiatan Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit (Bibir Sumbing) yang direncanakan akan kembali digelar tahun ini. Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H, dan Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, M.E. Sementara dari pihak RSUD AWS hadir perwakilan Wakil Direktur Umum dan Keuangan, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS), beserta jajaran manajemen rumah sakit. drg. Agung menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS Kaltim, khususnya dalam penguatan sistem pengumpulan zakat di lingkungan RSUD AWS. Ia mengungkapkan bahwa pasca sosialisasi ZIS yang dilakukan sebelumnya, antusiasme pegawai untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan. “Jika ini kita kelola dengan baik, potensi kenaikan pengumpulan ZIS di RS AWS bisa mencapai 200%. Kami akan terus mengimbau para pegawai secara berkala, agar tidak hanya zakatnya saja yang disalurkan, tetapi juga infaknya,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung program-program sosial dan kesehatan di RSUD AWS, termasuk berbagai bantuan pembiayaan pasien yang tidak tercover BPJS. “Terima kasih atas bantuan nyata yang telah diberikan. Ini benar-benar meringankan masyarakat dan memperkuat fungsi sosial rumah sakit,” imbuhnya. Sementara itu, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fokus penyaluran dana ZIS BAZNAS Kaltim. Di awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan sedikitnya Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan kesehatan, seperti pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). “Kolaborasi bersama RSUD AWS menjadi model sinergi yang sangat baik antara lembaga pengelola zakat dan institusi kesehatan. Ini akan terus kami dorong agar potensi ZIS di sektor kesehatan dapat terhimpun dan didayagunakan secara optimal,” ujar Munawarah. Dengan potensi penghimpunan yang terus meningkat, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan RSUD AWS sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi program-program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mengirimkan delegasi amil untuk mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah dan Kualifikasi Tiga Bidang Pengelolaan Zakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa–Sabtu, 8–12 Juli 2025. Diikuti oleh peserta dari wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur. Turut hadir pada acara pembukaan Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., MA, beserta jajaran. Pelatihan dan sertifikasi ini melibatkan 24 peserta untuk skema pimpinan dan 25 peserta untuk skema pelaksana, termasuk delegasi dari BAZNAS Kaltim diantaranya Kepala Divisi Resty Amalia Ulfah, Pelaksana bidang keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Pelaksanan Humas Maghfiratur Rachmah, dan Pelaksana Pengumpulan Fajar Setiawan.Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak amil zakat yang profesional, kompeten, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi salah satu syarat penting bagi siapa saja yang ingin menjadi pimpinan BAZNAS. Ia mendorong para amil di daerah untuk mengikuti program ini guna memiliki arah kerja yang jelas dan terstandarisasi secara nasional. “BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural. Kita harus percaya diri, karena perjuangan untuk hak-hak kepegawaian, termasuk status PNS atau PPPK bagi amil, terus diperjuangkan bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Saat ini kita sudah memperoleh fasilitas pemotongan pajak, dan ke depan semoga hak lainnya bisa menyusul,” ujar KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA. Lebih lanjut, KH. Achmad Sudrajat mendorong agar sertifikasi tidak berhenti pada satu skema saja. “Jangan merasa cukup. Dunia zakat sangat luas, dan banyak hal yang harus terus dipelajari. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas keahlian—baik dalam perzakatan, SDM, hingga manajemen risiko seperti CFRM,” pesannya. Sertifikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah, termasuk pengelolaan UPZ masjid, edukasi zakat kepada masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola zakat yang in amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Khitanan Massal Gratis untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Berau. Kegiatan ini bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau dan berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan dan Ketua BAZNAS Berau, Busrasyah. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilaksanakan di Samarinda dan Paser pada tahun 2024 lalu. "Tahun ini kami pilih Kabupaten Berau sebagai lokasi khitanan massal. Target awal kami 500 anak, tapi sampai penutupan pendaftaran baru 300 yang mendaftar," jelasnya. Untuk 200 anak lainnya, BAZNAS akan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar anak-anak tetap bisa dikhitan tanpa harus datang ke Rumah Sehat BAZNAS. "Selama dua hari ini, kami akan melayani 300 anak. Hari pertama 200 anak, dan hari kedua 100 anak," tambah Nabhan. Ia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban orang tua yang kurang mampu. Ia juga memastikan bahwa semua layanan di RSB bisa diakses masyarakat tidak mampu tanpa biaya, karena sudah ditanggung oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau. Sementara itu, Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, mengatakan bahwa pelaksanaan khitanan dilakukan dengan standar medis yang baik. BAZNAS menggandeng tenaga kesehatan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar proses berjalan aman dan sesuai aturan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan sistem jemput bola untuk anak-anak yang tinggal jauh dari kota. "Kalau mereka harus datang ke sini, tentu memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Jadi kami yang akan mendatangi mereka," ujarnya. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Berau sebagai lokasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan khitanan ini sangat membantu orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya. "Semoga ke depan kerja sama ini terus terjalin, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini," tutupnya.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
BERAU – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui program Khitanan Massal Gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau, kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat. “Sebanyak 300 anak-anak kita dikhitan hari ini dan besok. Sementara 200 anak lainnya akan dijadwalkan melalui program jemput bola, seperti ke Segah dan Tanjung Batu. Kami harap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya. Gamalis juga menekankan pentingnya program ini dari segi agama, kesehatan, dan sosial ekonomi. “Sunat ini kewajiban dalam syariat Islam. Tapi juga penting untuk kesehatan. Karena membutuhkan biaya, tentu program seperti ini sangat membantu orang tua, mengurangi beban mereka. Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS. Kami berharap ke depan instansi lain juga bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Khitanan Massal tahun 2024 yang sebelumnya dilaksanakan di Samarinda dan Kabupaten Paser. “Tahun ini, Berau kami pilih sebagai lokasi kegiatan. Harapannya, keberadaan Rumah Sehat BAZNAS di Berau bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga yang kurang mampu,” ujarnya. Dijelaskan Ahmad Nabhan, dari total target 500 anak, hingga akhir pendaftaran tercatat 300 anak yang siap dikhitan di RSB Berau selama dua hari. “Hari ini kami melayani 200 anak, besok 100 anak. Sementara 200 anak lainnya akan kita sasar di kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar mereka tetap bisa ikut program ini tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi,” jelasnya. Ahmad Nabhan juga menegaskan pentingnya peran Rumah Sehat BAZNAS dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dan layak kepada masyarakat. Ia berharap seluruh tenaga kesehatan di RSB dapat melayani dengan baik dan sepenuh hati. “RSB ini tempat berobat bagi warga yang tidak mampu. Jangan sampai warga yang datang ke sini justru dipersulit atau dipindahkan ke tempat lain. Untuk warga yang kurang mampu, seluruh biaya akan ditanggung oleh BAZNAS, baik dari provinsi maupun kabupaten,” tegasnya. Pelaksanaan Khitanan Massal ini turut melibatkan tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan aman bagi peserta. Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, menambahkan bahwa pihaknya siap melaksanakan program lanjutan secara langsung ke wilayah-wilayah terpencil. “Kami sudah siapkan skema jemput bola untuk menjangkau anak-anak yang tinggal jauh dari kota,” ungkapnya. Program Khitanan Massal Gratis ini merupakan bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan program-program serupa dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
Balikpapan – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan melalui partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik BUMD dan Vertikal Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Hotel Horison Ultima Bandara, Balikpapan. FGD ini diinisiasi oleh Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kaltim turut mengevaluasi sistem keterbukaan informasi yang telah dijalankan, sekaligus mempertegas langkah-langkah perbaikan ke depan. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang juga menjalankan fungsi pelayanan publik, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya terkait pelaporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS Kaltim telah berupaya menyediakan akses informasi melalui berbagai kanal, seperti website kantor digital dan media sosial. Namun ke depan, kami akan membentuk tim khusus pengelola PPID guna memperkuat sistem keterbukaan informasi ini,” tegasnya. Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom., yang menjadi narasumber utama FGD, menekankan pentingnya konsistensi lembaga publik dalam memperbarui dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator utama dalam mewujudkan lembaga yang transparan dan akuntabel. “PPID harus aktif menyediakan informasi yang dibutuhkan publik. Dengan begitu, lembaga kita akan lebih dipercaya dan dinilai terbuka terhadap masyarakat,” ujarnya. Selain sesi diskusi, dalam kegiatan ini juga dilakukan evaluasi keterbukaan informasi oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim, Muhammad Khaidir. Evaluasi mencakup keaktifan website resmi, kepemilikan dan pengelolaan media sosial, serta kemudahan akses informasi oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa ke depan indikator keterbukaan publik juga akan menitikberatkan pada keaktifan dan kualitas penyampaian informasi melalui media sosial resmi lembaga. Melalui keikutsertaan dalam forum ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan untuk terus membenahi sistem pelayanan informasi publik sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas lembaga kepada masyarakat, sekaligus menjalankan prinsip-prinsip pengelolaan dana ZIS yang profesional dan transparan.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Samarinda — Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit, Kota Samarinda, Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program-program keumatan, khususnya di bidang zakat, infak, dan wakaf produktif. Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Zakat, Wakaf, dan Infak Produktif: Ruang Aksi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat”, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa potensi zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para mustahik yang membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit secara mandiri. "Zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, maka akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya," ujarnya dalam sesi pemaparan. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Provinsi Kaltim. Menurutnya, pembentukan UPZ IPARI menjadi langkah strategis dan kolaboratif dalam memperluas jangkauan pengumpulan zakat serta mempercepat terwujudnya visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat. "Melalui pembentukan UPZ di lingkungan IPARI, para penyuluh agama tidak hanya menjadi penggerak dakwah spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui gerakan zakat, infak, dan wakaf produktif. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengokohkan peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial yang sesungguhnya," tambahnya. Kegiatan RAKORWIL ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IPARI dan BAZNAS Kaltim, serta mendorong lahirnya program-program zakat produktif yang mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat di Kaltim. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama, dalam membangun ekosistem zakat yang amanah,dan profesional. Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →