WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp14,9 Juta untuk Pelunasan Biaya Operasi Mustahik di Balikpapan

BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program kemanusiaan. Kali ini, bantuan sebesar Rp14,9 juta disalurkan kepada seorang mustahik, Sugian Nur (48), warga Kota Balikpapan, untuk membantu pelunasan biaya operasi yang sedang dijalaninya.

Sugian Nur merupakan seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Dalam kesehariannya, ia hanya bekerja apabila ada panggilan pekerjaan. Namun, kondisi kesehatannya yang menurun membuat kesempatan untuk bekerja semakin terbatas.

Menurut keterangan kakaknya, Mariati, Sugian Nur pernah menjalani cuci darah pada tahun 2023 akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut menyebabkan dirinya tidak lagi mampu melakukan aktivitas berat seperti sebelumnya.

"Kalau ada pekerjaan biasanya hanya sebagai helper atau pekerjaan harian. Itu pun tidak menentu, kadang hanya bertahan satu sampai dua minggu. Selebihnya beliau berada di rumah karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja berat," ujar Mariati.

Sejak 6 Juni 2026, Sugian Nur menjalani perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan akibat komplikasi pada kaki kirinya yang pernah mengalami kecelakaan pada tahun 2022. Berdasarkan diagnosis medis, Sugian Nur mengalami Infected Wound Dehiscence Closed Fracture Fibula Sinistra Post ORIF 2022, yakni kondisi infeksi pada bekas luka operasi pemasangan pen pada tulang fibula kiri yang kembali terbuka dan memerlukan tindakan operasi lanjutan.

Keterbatasan ekonomi membuat biaya pengobatan dan kebutuhan selama masa perawatan menjadi beban yang berat bagi keluarga. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pengobatan dibantu oleh sang kakak, Mariati, yang berupaya mendampingi dan memenuhi kebutuhan adiknya selama menjalani perawatan.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan biaya sebesar Rp14,9 juta guna membantu pelunasan biaya operasi yang harus ditanggung keluarga. Bantuan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS untuk membantu mustahik yang sedang menghadapi kesulitan.

Mariati mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan harapan dan meringankan beban keluarga di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.

"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kaltim serta para donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga para donatur selalu diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT," ungkapnya.

Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS Kaltim terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan dan keterbatasan ekonomi. Dukungan para muzaki menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan harapan bagi mustahik untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.

Bantuan yang diberikan kepada Sugian Nur menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam membantu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Kaltim terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh mereka yang membutuhkan.

19/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Silaturahmi BKKBN Kaltim, Jajaki Kolaborasi Sektor Pemberdayaan hingga Bedah Rumah untuk Atasi Stunting

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (09/06/2026). 

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim dalam rangka membahas rencana kolaborasi program strategis antarkedua lembaga.

Kehadiran jajaran BKKBN Kaltim disambut langsung dengan baik oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, Ahmad Nabhan memaparkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang selama ini telah konsisten dijalankan oleh BAZNAS Kaltim, mulai dari bantuan yang bersifat perorangan (konsumtif) hingga program pemberdayaan ekonomi (produktif).

"BAZNAS Kaltim memiliki komitmen kuat dalam pengentasan kemiskinan. Beberapa program pemberdayaan di bidang ekonomi yang sudah berjalan di antaranya sektor peternakan, seperti Budidaya Ayam Petelur, Budidaya Sapi, dan Budidaya Domba. Kemudian di sektor perdagangan dan jasa, kami memiliki program bengkel Z-Auto, toko kelontong Z-Mart, serta yang terbaru dan akan segera kami launching dalam waktu dekat ini yaitu Z-Chicken, usaha mikro ayam goreng," jelas Ahmad Nabhan.

Ahmad Nabhan menambahkan bahwa keberagaman program pemberdayaan ini menjadi peluang besar bagi BKKBN Kaltim untuk masuk dan berintegrasi pada berbagai sektor program yang sejalan dan sesuai dengan fokus utama BKKBN.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP., menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan BAZNAS Kaltim dan menyatakan harapan besar agar kedua instansi dapat menjalin kerja sama yang solid. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sunarto secara khusus membahas rencana kolaborasi pada program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).

"Kami berharap dapat bekerjasama dengan BAZNAS Kaltim, salah satunya melalui program RTLH. Sasaran program ini adalah masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian yang tidak layak, baik ditinjau dari segi kesehatan, lokasi, maupun kondisi fisik bangunan rumahnya. Upaya perbaikan sanitasi dan lingkungan hunian ini sangat sejalan dengan program BKKBN dalam rangka menangani dan menekan kasus stunting dari hulu," urai Dr. Sunarto.

Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, kedua lembaga ini telah sukses berkolaborasi dalam program pencegahan stunting melalui intervensi pemenuhan nutrisi bagi anak stunting serta ibu hamil di seluruh wilayah Kalimantan Timur, yang penyalurannya dioptimalkan melalui jaringan Posyandu di berbagai daerah.

Melalui pertemuan silaturahmi ini, baik BAZNAS Kaltim maupun BKKBN Kaltim berharap rencana perluasan kolaborasi ini dapat segera ditindaklanjuti secara resmi melalui penyusunan dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS), demi mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang lebih sejahtera, sehat, dan bebas stunting.

09/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kinerja Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Tegaskan Pentingnya Perubahan Mentalitas Amil

SAMARINDA – Mengawali pekan kerja, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh staf dan amil dalam agenda briefing pagi yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (08/06/2026).

Dalam arahannya, Achmad Suparno mengajak seluruh amil untuk memaknai pengabdian dengan perspektif yang lebih mendalam, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti lirik lagu. Ia secara khusus mengangkat pesan dari lagu "Manusia Kuat" karya Tulus sebagai refleksi ketahanan mental bagi para pengelola zakat.

"Lagu ini bukan sekadar hiburan. Pesannya sangat kuat bahwa setiap individu memiliki potensi, kekuatan, dan ketahanan mental yang luar biasa. Saya ingin para amil tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di lapangan. Pengabdian kepada umat seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di kantor dengan penuh komitmen," ujar Achmad Suparno di hadapan para amil.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya filosofi perubahan diri sebagai kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mengutip prinsip "Change yourself, change your future", ia menegaskan bahwa perubahan masa depan lembaga sangat bergantung pada kesediaan amil untuk memperbaiki diri saat ini juga.

"Jangan hanya memiliki target besar, tetapi kita tetap menjadi pribadi yang 'apa adanya'. Jika kita ingin masa depan berubah, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ubah kebiasaan buruk menjadi positif, bangun lebih pagi, tingkatkan kedisiplinan, serta perbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin sering terulang," tambahnya.

Achmad Suparno juga mengingatkan para amil akan kutipan terkenal dari Albert Einstein mengenai insanity (kegilaan), yakni melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda. Menurutnya, BAZNAS Kaltim tidak bisa maju jika sumber daya manusianya tidak melakukan evolusi dalam berpikir dan bertindak.

Ia berpesan agar para amil lebih serius dalam bekerja dan lebih selektif dalam lingkungan pergaulan yang mendukung produktivitas.

Menutup arahannya, Achmad Suparno memanjatkan doa dan harapan agar di periode kepemimpinan yang telah memasuki fase akhir ini, seluruh jajaran BAZNAS Kaltim dapat memberikan kontribusi terbaik. Baik itu bagi penguatan internal lembaga, maupun dalam memberikan pelayanan prima kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh mitra strategis BAZNAS Kaltim.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Atasi Stunting, BAZNAS Kaltim Raih Penghargaan Orang Tua Asuh pada Kick Off Program GENTING

SAMARINDA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menghadiri agenda penting Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Senin (08/06/2026) pagi di Gedung PKK Kota Samarinda ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan komitmen penuntasan stunting melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting).

Dalam momentum strategis tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menerima penghargaan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur sebagai Mitra Kerja aktif sekaligus Orang Tua Asuh dalam program GENTING. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata lembaga amil zakat ini dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Hubungan kerja sama antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim dalam penanganan anak- anak stunting sejatinya telah terjalin lama dan konsisten. Tercatat pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS Kaltim telah menggelontorkan dana bantuan senilai Rp1 miliar 80 juta yang dialokasikan khusus untuk intervensi pemenuhan gizi anak-anak penyandang stunting. Penyaluran bantuan serupa dipastikan terus bergulir pada bulan-bulan berikutnya.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh BKKBN Kaltim. Bagi kami di BAZNAS, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanah, motivasi, sekaligus pemacu semangat untuk terus bergerak, berbagi, dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan stunting demi masa depan generasi kita.

 

Lebih lanjut, Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi secara instan. Berdasarkan analisis di lapangan, kondisi tempat tinggal juga memegang peranan krusial. BAZNAS Kaltim menyoroti urgensi perbaikan kondisi rumah, sebab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sangat berpotensi membuat anak-anak rentan terhadap penyakit dan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya stunting. Beliau berharap ke depan program bantuan untuk anak stunting, ibu hamil, serta ibu melahirkan dapat diperluas mencakup perbaikan sanitasi dan bedah rumah melalui kerja sama yang semakin solid antara BKKBN, BAZNAS, dan seluruh lembaga terkait.

Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM, M.Adm.KP, dalam sambutannya memberikan pujian tinggi atas loyalitas kemitraan BAZNAS Kaltim.

 

“BAZNAS Kaltim selalu membersamai program kami, khususnya dalam hal pengentasan stunting. Perlu kita pahami bersama bahwa muara stunting itu bersumber dari lokasi lingkungan yang tidak layak, seperti ketiadaan jamban sehat, minimnya pemenuhan nutrisi, serta akses kesehatan yang terbatas. Di sinilah pentingnya sinergi berbagai sektor untuk melakukan intervensi menyeluruh demi mewujudkan SDM unggul menuju Kaltim Sehat dan Generasi Emas 2045," paparnya.

08/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Layanan Informasi Publik BAZNAS Kaltim dan Zeta Group Matangkan Kesiapan SDM Kelola Website PPID

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat sistem pelayanan website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui kerja sama dengan pengembang teknologi, Zeta Group.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur baru, tetapi juga mencakup pelatihan implementasi pengelolaan website, mulai dari tampilan luar (front-end) hingga halaman admin pengelola (back-end). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan para staf dalam mengoperasikan sistem baru secara mandiri dan optimal.

Dalam pertemuan berkala yang digelar, kedua belah pihak merumuskan 8 (delapan) poin penting pengembangan fitur dan teknis website PPID BAZNAS Kaltim, di antaranya:

  1. Survei Kepuasan Penilaian: Penerapan parameter angka dengan sistem penilaian interaktif yang menyerupai model ulasan Google Maps, guna mengukur kepuasan publik secara akurat.

  2. Laporan Informasi Publik: Penyusunan format laporan berkala tahunan yang terintegrasi langsung dengan penyimpanan Google Drive untuk memudahkan akses semua berkas dokumen.

  3. Format Nomor Surat: Pembaruan sistem penomoran administrasi yang dinamis dan editable untuk mendukung fleksibilitas kerja bidang SDM dan Administrasi.

  4. Kontak PPID: Penyediaan nomor kontak langsung (hotline) untuk mempercepat respon aduan dan permohonan informasi.

  5. Tampilan Dashboard: Pembaruan visual dashboard agar lebih informatif, modern, dan ramah pengguna (user-friendly).

  6. Manajemen Domain: Pengaturan masa aktif domain melalui Hostinger, dengan pembuatan akun user khusus terlebih dahulu.

  7. Keamanan Akses (Security Access): Perencanaan jangka panjang untuk keamanan sistem, termasuk komitmen perawatan (maintenance) secara berkala minimal 1 tahun.

  8. Ekspor Data Manual Real-Time: Penambahan fitur penarikan data langsung ke format Spreadsheet/Excel, yang mendukung integrasi fitur Data - Get Data - From Other Source - From Web guna mempermudah analisis data.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kaltim, Rifah Atul Mahmudah, beserta jajaran staf umum dan humas. Dalam penyampaiannya, Rifah mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan tata kelola layanan online yang lebih baik dan optimal.

"Website PPID ini adalah salah satu aset digital penting yang harus kita jaga bersama. Pengelolaan data informasi di era digital sangat riskan dan rawan diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, dengan menggandeng Zeta Group, kami tidak hanya berharap pada pembuatan website saja, tetapi ada keberlanjutan kerja sama dalam hal perawatan (maintenance) dan pengawasan keamanan sistem ke depannya," ujar Rifah pada pertemuan Rabu, (03/07/2026) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Project Manager ZETA, Bagasnanta Purnomo, menegaskan komitmen penuh timnya dalam mengawal dan meningkatkan keamanan sistem pada website PPID BAZNAS Kaltim.

"Saat ini, akses terhadap sistem berbasis online—baik itu website maupun akun media sosial—sangatlah mudah. Hanya dengan sekali klik, jika pertahanan dari dalam tidak diperkuat, sistem akan sangat rentan terhadap serangan hacker atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu komitmen kami bersama tim adalah memastikan proteksi tersebut berjalan maksimal," jelas Bagas.

Bagas juga menambahkan bahwa pihaknya berharap jalinan sinergi ini dapat terus berjalan secara simultan untuk jangka panjang. "Harapan kami, kerja sama dengan BAZNAS Kaltim tidak berhenti pada peningkatan fungsi website saja, tetapi bagaimana kami bisa terus mempermudah sistem pengelolaannya sehingga pelayanan informasi dari BAZNAS Kaltim dapat lebih mudah diakses dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas," pungkasnya.

 

Melalui digitalisasi dan penguatan sistem keamanan ini, BAZNAS Kaltim optimistis pelayanan informasi publik akan semakin akuntabel, aman, dan tepercaya, sejalan dengan asas pengelolaan zakat yang transparan dan profesional.

03/06/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan Lakukan Asesmen Calon Titik Program Zakat Community Development di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin PPU
BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan Lakukan Asesmen Calon Titik Program Zakat Community Development di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin PPU
Penajam Paser Utara — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia (BI) Balikpapan melaksanakan kegiatan asesmen calon titik Program Zakat Community Development (ZCD) di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin, Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada 3–4 November 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, serta jajaran pelaksana dari BAZNAS Kaltim. Asesmen ini merupakan tindak lanjut koordinasi BAZNAS Kaltim bersama Bank Indonesia Balikpapan dalam merancang program bantuan ayam petelur bagi pondok pesantren sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pondok dalam menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program ZCD yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Pondok Pesantren Binaul Muhajirin memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun lahan yang memadai untuk mendukung keberhasilan program ini,” ujarnya. Dalam pertemuan bersama perwakilan BI Balikpapan dan pengurus pondok pesantren, BAZNAS Kaltim meninjau dua titik lokasi potensial untuk pembangunan kandang ayam petelur. Dari hasil asesmen, lokasi kedua yang berjarak sekitar 100 meter dari pondok dinilai paling siap untuk tahap awal karena kemudahan akses dan pengawasan. Pondok Pesantren Binaul Muhajirin sendiri berdiri di atas lahan seluas ±15 hektar, memiliki 39 pengajar, serta 150 santri mukim dan ±500 santri non-mukim. Selama ini, pondok telah menjalankan beberapa program ekonomi seperti koperasi dan budidaya ikan sistem bioflok, dan kini siap berkomitmen terhadap keberlanjutan program pemberdayaan bersama BAZNAS dan Bank Indonesia. “Kami berharap sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia ini dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan. Program ayam petelur ini bukan sekadar bantuan, tetapi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren,” tambah Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. Selain program ayam petelur di PPU, Bank Indonesia Balikpapan juga mengajak BAZNAS Kaltim untuk berkolaborasi dalam program serupa di Kelompok Tani Al Barokah, Kabupaten Paser, yang telah menyiapkan kandang ayam dengan kapasitas 1.000 ekor. Ke depan, kedua lembaga sepakat untuk mulai merancang program pemberdayaan bersama tahun 2026, agar pelaksanaannya dapat direncanakan secara matang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat mustahik di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan asesmen ini, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program ZCD sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang produktif, berdaya guna, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Kuatkan Niat Ibadah dan Jiwa Pelayan Umat, BAZNAS Kaltim Gelar Kajian Bareng Amil (KAMIL)
Kuatkan Niat Ibadah dan Jiwa Pelayan Umat, BAZNAS Kaltim Gelar Kajian Bareng Amil (KAMIL)
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan rutin Kajian Bareng Amil (KAMIL) yang dilaksanakan setiap hari Jumat di akhir bulan. Kegiatan kali ini menghadirkan KH. Masykur Samian, S.Pd.I, M.M sebagai narasumber pada Jumat (31/10/2025), di Aula Kantor BAZNAS Kaltim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I dan Wakil Ketua IV, Achmad Suparno, S.H. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh amil ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus refleksi diri bagi para pelayan umat dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Dalam penyampaiannya, KH. Masykur Samian mengajak para amil untuk meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW, terutama dalam memperbaiki niat bekerja. Ia menegaskan bahwa amil sejatinya adalah pelayan umat, sehingga bekerja harus diniatkan sebagai bentuk ibadah agar kelak memperoleh syafa’at di akhirat. “Lembaga memang berkewajiban memberikan upah, namun jadikanlah upah itu sebagai rasa syukur atas apa yang telah dilakukan. Sebab Rasulullah mendidik umatnya untuk tidak takut selain kepada Allah, untuk selalu kuat, tidak cemas, dan tidak merasa tertindas,” tutur KH. Masykur. Beliau juga menafsirkan makna uswatun hasanah dalam surat Al-Ahzab ayat 21, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan — baik dalam pikiran, fisik, ruh, jiwa, maupun karakter. Menurutnya, kekuatan jiwa menjadi pilar utama yang perlu diperkuat oleh setiap amil agar dapat bekerja dengan ikhlas dan penuh semangat. Lebih lanjut, KH. Masykur menyampaikan bahwa kekuatan jiwa dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu kemampuan yang tinggi, loyalitas kepada Allah dan lembaga, serta jiwa pengorbanan yang besar dalam menjalankan amanah. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menuturkan bahwa kegiatan KAMIL menjadi agenda rutin setiap akhir bulan sebagai bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia amil, khususnya dalam aspek ruhaniyah. “Pola-pola pembinaan yang sudah berjalan baik akan terus kita lanjutkan. Yang terpenting bagi seorang amil adalah bagaimana terus memperbaiki diri, menjaga niat bekerja karena ibadah, dan mengoptimalkan pelayanan kepada umat,” ujarnya. Melalui kegiatan KAMIL ini, diharapkan semangat keikhlasan, profesionalitas, dan keteladanan Rasulullah SAW semakin tertanam kuat dalam diri setiap amil BAZNAS Kaltim, sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkah bagi umat.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadiri Silaturahmi Menteri ATR/BPN, Dukung Penuh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadiri Silaturahmi Menteri ATR/BPN, Dukung Penuh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kaltim
Samarinda – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut menghadiri undangan silaturahmi dan koordinasi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, S.S., M.Si. Pertemuan ini digelar di aula Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Jl. M. Yamin, Samarinda, pada Jum'at (24/10/2025). Delegasi BAZNAS Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua II, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I, dan Kepala Divisi Pengumpulan, Muhammad Mulyono, S.H. Kehadiran BAZNAS Kaltim ini merupakan respons atas langkah kolaboratif Menteri ATR/BPN yang mengumpulkan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam dan lembaga keagamaan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Kalimantan Timur. Dalam paparannya, Menteri Nusron Wahid mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya angka sertifikasi aset keagamaan di Kaltim, yang dinilai masih jauh di bawah standar nasional. "Data Kaltim juga ternyata di bawah standar nasional. Di mana baik masjid maupun musala yang disertifikasi, untuk masjid hanya sekitar 21 persen. Kemudian untuk musala hanya sekitar 10 persen malah," ungkap Nusron Wahid di hadapan para pimpinan ormas. Data BPN mencatat, dari total 2.915 bidang tanah wakaf di Kaltim, baru 291 bidang atau sekitar 10 persen yang telah resmi bersertifikat. Menteri Nusron menegaskan, percepatan ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah timbulnya sengketa di kemudian hari, terutama saat nilai tanah meningkat atau ketika wakif (pemberi wakaf) telah meninggal dunia. "Saya ingin persoalan masjid dan rumah ibadah memiliki kepastian hukum yang kuat. Jangan sampai menjadi sumber konflik di kemudian hari," tegas Menteri Nusron. "Hampir semua masalah konflik di Banten, Jawa Barat, itu masalah-masalah seperti itu," tambahnya, merujuk pada pengalamannya di daerah lain. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif tersebut. Menurutnya, BAZNAS Kaltim yang juga memiliki program pemberdayaan di atas tanah wakaf, sangat berkepentingan terhadap legalitas aset umat. "Kami dari BAZNAS Kaltim sangat mendukung langkah kolaboratif yang diinisiasi Pak Menteri. Kepastian hukum atas tanah wakaf adalah fondasi utama agar aset-aset umat ini aman dan dapat diberdayakan secara optimal untuk kemaslahatan yang lebih luas," ujar H. Ahmad Nabhan. Nusron Wahid menargetkan persoalan sertifikasi di Kaltim dapat tuntas dalam dua tahun ke depan. Untuk itu, ia secara khusus meminta komitmen dari berbagai ormas yang hadir, termasuk NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Al Khairat. Ia juga menyoroti salah satu hambatan utama di lapangan, yakni banyaknya aset yang belum memiliki Akta Ikrar Wakaf (AIW) dari Kantor Urusan Agama (KUA). "Banyak masjid ini yang meskipun statusnya wakaf, tapi banyak belum punya AIW, Akta Ikrar Wakaf. Padahal masjidnya sudah bangun, sudah jadi. Ini hulunya di KUA," jelasnya. "Makanya saya butuh komitmen kita bersama-sama. Yuk, kita atasi bersama-sama," tutup Menteri Nusron.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Gubernur Kaltim Dorong Optimalisasi Dana CSR Melalui BAZNAS Kaltim untuk Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Kaltim Dorong Optimalisasi Dana CSR Melalui BAZNAS Kaltim untuk Kesejahteraan Masyarakat
Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan bahwa pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban mutlak bagi setiap perusahaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Kewajiban ini, menurutnya, harus dioptimalkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “CSR bukan sekadar kompensasi, ini adalah amanah sosial perusahaan yang wajib dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur Harum saat menerima audiensi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (16/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Harum menyampaikan harapannya agar BAZNAS Kaltim dapat menjadi mitra utama Pemerintah Provinsi dalam pengelolaan dana CSR perusahaan. Kolaborasi ini dinilai penting dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi masyarakat, dengan dukungan instansi terkait, termasuk Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dana CSR ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan. Bahkan bisa diarahkan untuk program pembangunan rumah layak huni dan infrastruktur dasar,” ungkapnya. Lebih lanjut, setiap perusahaan diimbau melaporkan kegiatan CSR-nya setiap enam bulan sekali kepada pemerintah daerah. “Kami optimis potensi CSR di Kaltim mencapai Rp6 triliun, dan BAZNAS dapat menjadi lembaga terpercaya dalam menyalurkannya untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Gubernur Harum. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim telah melakukan studi tiru ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sistem digitalisasi dan pembentukan lembaga khusus pengelola CSR. “Perolehan BAZNAS Kaltim saat ini telah mencapai Rp16,3 miliar dari target Rp22 miliar, namun kontribusi dari dana CSR perusahaan masih perlu dioptimalkan,” ujarnya. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat kerja BAZNAS Kaltim bersama DPRD Provinsi Kaltim bulan lalu, yang membahas strategi optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta rencana pengelolaan dana CSR melalui BAZNAS Kaltim sebagai lembaga resmi yang memiliki sistem akuntabilitas dan transparansi sesuai syariat dan regulasi. H. Badrus Syamsi juga melaporkan bahwa BAZNAS Kaltim juga telah diaudit syariah oleh auditor syariah Inspektorat Jendral Kementerian Agama RI baru-baru ini dengan hasil penilaian Kepatuhan Syariah 81,82 (Baik), Transparansi 82,25 (Transparan), dan Efektifitas Penyaluran 73,95 (Efektif). Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS Kaltim terus berkomitmen menjadi lembaga pengelolaan zakat yang lebih baik. Turut hadir dalam audiensi tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Kadis Kominfo M. Faisal, Anggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi, Syahriah Mas’ud, dan Damayanti, serta Direktur Utama PT Silok Digital Media Kalimantan Barat Firman
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Sembako untuk 51 Mustahik di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Sembako untuk 51 Mustahik di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan sembako kepada 51 mustahik (penerima manfaat) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kamis (9/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Mizaan Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo No. 105 Samarinda Seberang ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mizaan Haedar, S.H.,M.H jajaran Kejati Kaltim, serta jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mizaan. Penyaluran ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Kaltim Peduli BAZNAS Kaltim, dengan total dana zakat sebesar Rp15.300.000,- (lima belas juta tiga ratus ribu rupiah) yang bersumber dari dana zakat dan disalurkan dalam bentuk paket sembako senilai Rp300.000,- per orang. Adapun paket sembako yang diberikan berisi beras 5 kg, ikan kaleng 1 kaleng, gula pasir 1 kg, susu kental manis 1 kaleng, kecap manis 1 botol, kopi 1 bungkus, tepung terigu 1 kg, teh, mi instan 5 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan snack 1 buah. Para penerima manfaat merupakan warga yang telah direkomendasikan oleh DKM Masjid Al Mizaan dan tergolong dalam asnaf miskin. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS Kaltim dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dalam menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga negara dan lembaga amil zakat dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, namun mudah-mudahan dapat membantu meringankan kebutuhan hidup saudara-saudara kita yang tergolong asnaf miskin,” ujar Ahmad Nabhan. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan harapan agar Kejati Kaltim dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai langkah strategis dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Kejati. “Kami berharap ke depan Kejati Kaltim dapat membentuk UPZ agar pengumpulan zakat dari para ASN dan pegawai bisa dilakukan secara teratur dan profesional. Dengan begitu, dana yang terhimpun dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pemberdayaan mustahik, dan mendukung aktivitas DKM di lingkungan Kejati,” jelasnya. “Semakin banyak yang menunaikan zakat, maka semakin luas pula kebermanfaatannya bagi masyarakat. Inilah semangat zakat — dari yang mampu untuk membantu yang membutuhkan,” tambah Nabhan. Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Mizaan Kejati Kaltim, Bapak Haedar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian dan dukungan BAZNAS Kaltim terhadap masyarakat sekitar Kejati Kaltim. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur atas kepeduliannya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga sekitar yang membutuhkan,” ujar Haedar. “Kami berharap sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk penyaluran sembako, tetapi juga kegiatan sosial lainnya yang bisa memperkuat peran DKM dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat menumbuhkan semangat berzakat, berinfak, dan bersedekah di kalangan ASN dan masyarakat umum. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan transparan, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan kesejahteraan bagi mustahik serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur. “Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun solidaritas dan keadilan ekonomi di tengah masyarakat,” tutup Ketua BAZNAS Kaltim.
BERITA09/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan dari Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Senin (6/10/2025) bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim. Kunjungan ini menandai dimulainya pelaksanaan Audit Syariah yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 11 Oktober 2025. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Achmad Suparno, S.H, Anggota Satuan Audit Internal Bambang Saputra, S.E., M.Si., M.Ak, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos, serta seluruh Kepala Divisi dan staf BAZNAS Kaltim. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit syariah ini. “Kami menyambut baik kehadiran tim auditor dari Kementerian Agama. Audit ini menjadi momentum bagi BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah dan meningkatkan tata kelola zakat yang lebih baik, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Kami berharap seluruh proses audit dapat berjalan lancar dan sesuai aturan syariah,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada seluruh amil agar dapat bekerja sama dan terbuka dalam proses audit, terutama saat pemeriksaan data dan dokumen di tiap bidang. Sementara itu, Hendi Diyanto selaku Pengendali Teknis Tim Audit Syariah, menjelaskan bahwa audit ini mencakup dua komponen utama, yakni Auditor Syariah dan Audit Syariah. “Auditor Syariah adalah auditor yang dibentuk oleh Kementerian Agama untuk mengaudit lembaga zakat. Saat ini terdapat sekitar 64 auditor yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) dan berkompeten dalam bidang audit. Sedangkan Audit Syariah merupakan audit khusus bagi lembaga pengelola zakat di Indonesia, sesuai dengan PP No. 14 Tahun 2014, yang dilaksanakan oleh auditor dari Kementerian Agama, bukan auditor internal BAZNAS,” terangnya. Lebih lanjut, Hendi menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan audit syariah adalah untuk: Memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Mencegah penyimpangan serta pelanggaran terhadap ketentuan syariah dalam pengelolaan dana. Memperoleh keyakinan dan bukti yang memadai atas kesesuaian pengelolaan dana dengan standar kepatuhan syariah. Mencegah pelanggaran dan penyimpangan dalam pengelolaan ZIS. “Audit syariah ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk assessment terhadap kinerja dan kondisi pengelolaan ZIS-DSKL pada periode 2024, agar kita bisa memastikan apakah pengelolaan zakat sudah sesuai dengan maqasid syari’ah,” tambahnya. Sementara itu, Musaba’ selaku Ketua Tim Audit Syariah menuturkan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi objek penilaian audit, yaitu: 1. Penghimpunan, 2. Penyaluran, 3. Manajemen Kelembagaan, dan 4. Kepatuhan Syariah. Menutup kegiatan, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menegaskan bahwa audit syariah merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kaltim terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. “Audit ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Kaltim tidak hanya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), tetapi juga diaudit secara syariah. Hal ini sejalan dengan prinsip 3A BAZNAS, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegasnya.
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Kajian Jumat Amil BAZNAS Kaltim: Belajar Praktik Kesabaran
Kajian Jumat Amil BAZNAS Kaltim: Belajar Praktik Kesabaran
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pengajian rutin Jumat yang diikuti oleh seluruh amil BAZNAS Kaltim di mushola kantor BAZNAS. Pada kesempatan ini, hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Rasyid, sebagai narasumber dengan tema Praktik Kesabaran. Dalam penyampaiannya, KH. Muhammad Rasyid mengajak para amil BAZNAS Kaltim untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai panutan hidup dan rahmat bagi semesta alam. Beliau menekankan pentingnya memahami kesabaran melalui perspektif Islam yang menyeluruh (syamil) dan sempurna (kamil), serta kembali pada Maqasid Syariah yang meliputi: menjaga agama (hifz al-din), menjaga jiwa (hifz al-nafs), menjaga akal (hifz al-‘aql), menjaga keturunan (hifz al-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal). Lebih lanjut, KH. Rasyid menjelaskan struktur batin manusia yang terdiri dari empat lapisan: 1. Lubb, wilayah ruhaniyah yang penuh dengan dzikrullah dan menjadi rahasia terdalam manusia. 2. Fuad, lapisan yang menghidupkan hati manusia (ruhul qalbi) dan menjadi pusat pertanggungjawaban di hadapan Allah. 3. Qalb, pusat pengambil keputusan apakah condong kepada ruh atau nafsu. 4. Shodr, dada ruhani tempat bersemainya Islam dan berhubungan dengan amal serta ikhtiar. Menurut KH. Rasyid, kesimpulan dari sabar adalah menjaga agar hati tidak terpengaruh oleh bisikan setan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah ayat 208 yang menyeru orang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara total (fii silmi kaffah) dan tidak mengikuti langkah-langkah setan. Beliau juga menjelaskan sakna sabar menurut Imam Al-Ghazali, bahwa sabar bukan hanya menahan diri dari rasa sakit, tetapi juga kemampuan mengendalikan hawa nafsu, bertahan dalam ketaatan, serta tabah dalam menghadapi ujian. Sabar menurutnya merupakan pangkal dari segala kebaikan, karena dengan sabar manusia mampu menjaga hati tetap bersih dan dekat kepada Allah. Untuk menjaga hati tetap dalam cahaya iman, para amil diajak untuk: Memperbanyak dzikir, agar hati senantiasa hidup dan tenang. Menjaga pandangan dan ucapan, karena keduanya pintu masuk bagi godaan setan. Menghindari iri dan dengki, sebab penyakit hati ini dapat merusak amal. Berteman dengan orang saleh, agar hati terus terarah pada kebaikan. Memperbanyak doa, memohon perlindungan Allah dari hati yang keras. Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., yang membidangi Administrasi, SDM, dan Umum, menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Ia berharap kajian ini mampu memperkaya wawasan keislaman amil dan menjadi teladan dalam keseharian. “Kegiatan pengajian Jumat ini bukan hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter amil agar tidak hanya fokus bekerja, melainkan juga berkembang dalam ilmu, amal, dan akhlak Islami,” ujarnya. Menurutnya dengan penguatan spiritual para amil BAZNAS Kaltim diharapkan agar para amil senantiasa ikhlas dalam bekerja dan sabar dalam menghadapi tantangan, sekaligus menjadi bekal dalam melayani umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim terus berupaya membangun kualitas amil yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS di Lingkungan Pemprov Kaltim
BAZNAS Kaltim dan Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS di Lingkungan Pemprov Kaltim
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur bersama Kepala Perangkat Daerah dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Selasa (23/9/2025) di Ruang Rapat Gedung E Lt. 1 Kantor DPRD Prov. Kaltim, Jalan Teuku Umar No.1, Karang Paci, Kota Samarinda. Rapat kerja yang membahas Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini dipimpin oleh Komisi IV DPRD Prov. Kaltim H. Muhammad Dalis, S.Hut., M.Si., M.H. Ia menyampaikan bahwa tujuan rapat kerja ini merupakan amanat Gubernur Kalimantan Timur untuk memaksimalkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta mendorong sinergi dalam pembangunan di Kalimantan Timur. “Program-program Gubernur menjadi bagian dari upaya dalam pemanfaatan dana ZIS ataupun CSR. Tujuannya untuk menuntun saudara muslim agar membantu masyarakat yang tidak mampu. Pengumpulan zakat ini untuk kesejahteraan masyarakat, bukan kesejahteraan DPR,” tegas Darlis. Ia juga menambahkan bahwa penguatan zakat bukan hanya soal jumlah penghimpunan, tetapi juga membangun kesadaran ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya dengan penuh kesadaran. “Dalam hal ini bukan mengumpulkan zakat sebanyak-banyaknya, tapi mengawal, membangun kesadaran membayar zakat bagi ASN, dengan mewujudkannya. Jangan ada kesan ASN terpaksa, jangan sampai ada yang tidak menyalurkan karena persoalan ras atau alasan lain yang membuat tidak menunaikan kewajibannya,” jelasnya. Dalam rapat tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan melaporkan bahwa total penghimpunan zakat dari Januari hingga Agustus 2025 yang bersumber dari 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi IV DPRD Kaltim telah mencapai Rp1.586.092.295. Namun, masih terdapat sejumlah OPD yang belum menyetorkan zakatnya. Data menunjukkan beberapa unit telah memberikan kontribusi signifikan, seperti RSUD Kanujoso Djatiwibowo dengan penghimpunan Rp517 juta dari 996 muzakki, Sekretariat Daerah Rp331 juta dari 315 muzakki, serta RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dengan Rp114 juta dari 1.986 muzakki. Meski begitu, masih ada unit dengan kontribusi relatif kecil, misalnya Dinas Lingkungan Hidup (Rp2,8 juta dari 5 muzakki) dan UPTD. Laboratorium Kesehatan (Rp7,9 juta dari 2 muzakki), yang menunjukkan perlunya peningkatan optimalisasi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, H. M. Syirajudin, S.H., M.T., menegaskan komitmen Pemprov dalam optimalisasi zakat. "Pada tahun 2024 kita sudah ada surat edaran yang ditandatangani Ibu Sekda, isinya mengimbau ASN agar mengeluarkan zakat penghasilannya. Besarannya Rp6,8 juta, jadi di bawah angka itu belum dipotong, sedangkan yang di atas Rp6,8 juta dipotong 2,5 persen," ujarnya. Ia menambahkan, aturan tersebut kini diperkuat melalui rancangan perda dan pergub yang sedang dalam proses harmonisasi. "Kita berharap dengan adanya Pergub nanti, pasal yang menguatkan itu sifatnya wajib. Jadi seluruh ASN yang beragama Islam bisa menunaikan zakat penghasilan atau zakat profesi, yang gajinya Rp6,8 juta ke atas akan dipotong 2,5 persen dari gaji dan tunjangan," jelasnya. Syirajudin juga menegaskan bahwa pengumpulan zakat tidak hanya dari ASN. "Zakat ini sumbernya bukan hanya dari ASN, tetapi juga kita harapkan dari pihak swasta, termasuk CSR perusahaan, usaha pertambangan, perkebunan, dan bidang lainnya," ungkapnya. "Semua zakat nanti akan dikelola dan disalurkan melalui BAZNAS Kaltim, termasuk dikoordinasikan bersama pemerintah dan DPRD, dengan prioritas utama untuk pengentasan kemiskinan," pungkasnya. Hasil rapat kerja menghasilkan sejumlah kesimpulan penting, di antaranya: 1. Zakat, termasuk zakat penghasilan, adalah kewajiban bagi setiap muslim yang berpenghasilan melebihi nisab. 2. Penyaluran zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki keutamaan, sebagaimana dicontohkan di masa Nabi dan Sahabat. 3. Pengumpulan zakat penghasilan di lingkungan Pemprov Kaltim disepakati dilakukan seoptimal mungkin melalui BAZNAS Kaltim. 4. Pemprov Kaltim diminta memberikan penguatan regulasi dalam proses pengumpulan dan penyaluran zakat. 5. Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) terkait zakat perlu disempurnakan, tidak hanya mengikat aspek pengumpulan, tetapi juga memastikan penyaluran lebih akuntabel. 6. OPD, Badan, dan RSUD mitra Komisi IV DPRD Kaltim diminta menjadi teladan dalam pengumpulan zakat di lingkungannya. 7. BAZNAS Kaltim diminta secara rutin melakukan sosialisasi mengenai pengumpulan dan penyaluran ZIS. 8. BAZNAS Kaltim diharapkan menyusun peta potensi zakat pada setiap OPD, Badan, dan RSUD di lingkungan Pemprov Kaltim. 9. Komisi IV DPRD Kaltim mendorong BAZNAS Kaltim untuk terus meningkatkan kinerja guna memperkuat kepercayaan muzaki. 10. Perlu dibuat program pemberian penghargaan (reward) kepada OPD/Lembaga yang berhasil memaksimalkan pengumpulan zakat. Melalaui Rapat kerja ini menegaskan komitmen bersama antara DPRD Kaltim, Pemprov Kaltim, dan BAZNAS Kaltim dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan penguatan regulasi, sosialisasi berkelanjutan, serta dukungan aktif dari OPD dan RSUD, diharapkan pengelolaan zakat di Kalimantan Timur semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang luas bagi mustahik. Turut hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Miswan Thahadi, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Keuangan, Plt. Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra, Lora Sari. Dari Komisi IV DPRD Kaltim, hadir sejumlah anggota DPRD Kaltim di antaranya Syahariah Mas’ud, S.E., H. Fadly Imawan, S.P., M.P., H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., M.M., dan Damayanti, S.Pd. Dan 19 perwakilan Perangkat Daerah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, RSJD Atma Husada Mahakam, RS Mata, Direktur RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan untuk 500 Anak Yatim Dhuafa dalam Yatim Fest 2025
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan untuk 500 Anak Yatim Dhuafa dalam Yatim Fest 2025
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Yatim Fest 2025 di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (21/09/2025). Acara tahunan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan dan perhatian bagi 500 anak yatim dhuafa yang berasal dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Santunan yang diberikan berupa tabungan pelajar senilai Rp1.230.000/anak, souvenir, kaos, bingkisan, serta voucher belanja di bazar UMKM. Dana tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola BAZNAS Kaltim. Selain santunan, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba tahfidz dan lomba mewarnai untuk menumbuhkan semangat, kreativitas, dan motivasi anak-anak. Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDM, Ekonomi, dan Kesejahteraan Sosial, Drh. Arief Murdiyanto, hadir mewakili Gubernur Kaltim. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial yang sejalan dengan visi Pemprov Kaltim menuju generasi emas. “Kegiatan ini memberi motivasi kepada anak-anak yatim agar tumbuh menjadi generasi kreatif dan produktif. Ini adalah sinergi luar biasa antara Pemprov Kaltim dan BAZNAS dalam membangun SDM yang unggul, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga spiritual dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa Yatim Fest merupakan kelanjutan program tahun sebelumnya yang kini digelar di masjid untuk semakin mendekatkan anak-anak pada ibadah. “Tahun ini kami menyalurkan santunan untuk 500 anak yatim dhuafa, dan ke depan jumlah penerima manfaat akan terus kami tingkatkan. Kami tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga binaan moril agar anak-anak ini tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia yang mampu memajukan Kalimantan Timur,” ungkapnya. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain pimpinan BAZNAS Kaltim, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim, perwakilan Bankaltimtara Syariah dan Maybank Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Kasrem 091 ASN, Forkopimda, serta para ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kaltim. Melalui Yatim Fest 2025, BAZNAS Kaltim berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli kepada anak-anak yatim dhuafa, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra, serta menjalin silaturahmi bersama para donatur dan relawan.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Pemprov Kaltim Apresiasi Program Yatim Fest 2025, Dukung BAZNAS Kaltim Tingkatkan Penghimpunan ZIS
Pemprov Kaltim Apresiasi Program Yatim Fest 2025, Dukung BAZNAS Kaltim Tingkatkan Penghimpunan ZIS
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas terselenggaranya Yatim Fest 2025 di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (21/9/2025). Dalam kegiatan yang menyalurkan santunan bagi 500 anak yatim dhuafa tersebut, Gubernur Kaltim melalui Staf Ahli Bidang SDM, Ekonomi, dan Kesejahteraan Sosial, Drh. Arief Murdiyanto, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan visi Pemprov Kaltim dalam mewujudkan generasi emas yang unggul, kreatif, dan produktif. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus berkembang. Pemerintah Provinsi selalu mendukung langkah BAZNAS Kaltim, karena sinergi ini penting untuk membangun SDM yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial,” ujarnya. Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus mendorong kolaborasi dengan BAZNAS dalam berbagai program sosial-keagamaan. Menurutnya, dukungan ini tidak hanya bermanfaat dalam membangun kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat meningkat sesuai target. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemprov Kaltim. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat dan pemerintah menjadi modal utama BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan penyaluran dana umat. “Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Semakin besar kepercayaan masyarakat, maka semakin banyak pula dana ZIS yang bisa dihimpun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan,” ungkapnya. Dengan adanya apresiasi dari Pemprov Kaltim, BAZNAS Kaltim optimistis dapat memperkuat sinergi bersama pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menyalurkan program-program zakat yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BERITA21/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sepeda Harapan untuk Ibu Mawarti: BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Kaltim Peduli
Sepeda Harapan untuk Ibu Mawarti: BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Kaltim Peduli
Samarinda — Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Mawarti, seorang buruh serabutan, ketika menerima bantuan satu unit sepeda dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, (18/09/2025). Sepeda tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi anaknya yang setiap hari harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer menuju sekolah. Selama ini, Ibu Mawarti hanya bisa mengandalkan tenaga anaknya untuk menempuh perjalanan panjang ke sekolah. Suaminya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan tidak memiliki sarana untuk membantu antar-jemput, sementara keluarga kecil ini tinggal menumpang di rumah orang dengan menjaga sarang walet sebagai gantinya. Kini, dengan adanya bantuan sepeda dari BAZNAS Kaltim, beban keluarga ini sedikit berkurang. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sepeda ini sangat bermanfaat untuk antar anak saya sekolah. Terima kasih BAZNAS Kaltim atas bantuannya, dan muzaki yang sudah bayar zakatnya, semoga kebaikan bapak ibu menjadi pahala,” ungkap Ibu Mawarti dengan mata berkaca-kaca. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan harapannya agar bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga Ibu Mawarti. “Kami berharap sepeda ini dapat menjadi sarana yang meringankan beban ibu Mawarti untuk mengantar anaknya ke sekolah. Kami juga berpesan agar amanah dari para muzaki ini dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa digunakan sampai anaknya menyelesaikan sekolah,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Abdurrahman AR. MAP, turut menyampaikan doa terbaik. “Semoga bantuan ini menjadi awal dari keberkahan, memudahkan langkah keluarga ibu Mawarti, dan membawa kesuksesan di masa depan,” ujarnya. Bantuan sepeda ini merupakan bagian dari Program Kaltim Peduli, yaitu program kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu sesuai dengan 8 asnaf penerima zakat. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, menyalurkan amanah muzaki agar dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi dalam mengurangi beban hidup mustahik.
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Raih Empat Penghargaan di BAZNAS Award 2025
BAZNAS Kaltim Raih Empat Penghargaan di BAZNAS Award 2025
JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur pada BAZNAS Award 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (28/8/2025). Tahun ini, BAZNAS Kaltim sukses membawa pulang empat penghargaan bergengsi sekaligus, menegaskan kiprahnya sebagai lembaga zakat yang berkomitmen pada digitalisasi dan peningkatan kinerja pengelolaan dana umat. Adapun empat penghargaan tersebut adalah: BAZNAS Provinsi Aset Fundraising Terbaik, BAZNAS Daerah dengan Pemanfaatan Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, BAZNAS Daerah dengan Koordinator (Influencer) Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, Kantor Digital Terbaik Wilayah Tengah, dan BAZNAS Provinsi Kantor Digital Terbaik. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia, yang dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, Ir. H. Seno Aji, M.Si. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. “Penghargaan ini sebagai bentuk kontribusi kinerja Baznas provinsi, kabupaten/kota. Bagian dari dakwah zakat yang luar biasa. Kita sudah berhasil membangun hubungan dengan stakeholder, muzaki, mustahik. Penghargaan yang setinggi-tingginya, atas nama pimpinan BAZNAS pusat mohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon doa agar terus memperkuat prestasi,” ungkapnya. Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Ir. H. Seno Aji, M.Si., menegaskan bahwa penghargaan yang diterima BAZNAS Kaltim menunjukkan adanya dukungan penuh dari pemerintah daerah. “Penghargaan yang diberikan kepada BAZNAS Kaltim dan pemerintah ini menandakan bahwa pemerintah provinsi kaltim benar-benar memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS Kaltim, dalam rangka menjalankan roda organisasinya. Secara digitalisasi sudah berjalan dengan baik, melalui SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS). Dari segi pendapatan saat ini sudah sangat maksimal mencapai Rp14 miliar dan insyaAllah akhir tahun nanti mencapai Rp20 miliar sesuai target kita di 2025 ini.” Seno Aji juga menambahkan rencana strategis Pemprov Kaltim untuk memperkuat sinergi dengan perusahaan melalui edukasi zakat. “Ditahun depan kami akan inisiasi memberikan edukasi ke perusahaan dan kami mengimbau kepada perusahaan menyalurkan zakatnya ke BAZNAS Kaltim. Tentu dengan edukasi tentang bagaimana pemanfaatan dana zakat ke masyarakat. Mudah-mudahan kedepan semakin baik BAZNAS Kaltim, dan kami apresiasi kerja-kerja BAZNAS Kaltim,” ucapnya. Lebih jauh, ia juga mendorong masyarakat untuk menunaikan zakatnya kepada BAZNAS Kaltim. “Kami mendorong seluruh masyarakat Kalimantan Timur, terutama para ASN, untuk berzakat di BAZNAS Kaltim, karena BAZNAS sebagai lembaga yang telah dipercaya oleh pemerintah pusat, dan juga mengelola dan mengeluarkan hasil zakat tersebut ke masyarakat.” Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim, H. Ahmad Nabhan, mengungkapkan rasa syukur atas capaian ini. “Tahun ini, BAZNAS Kaltim meraih lima penghargaan dari Baznas Pusat, terkait perbaikan administrasi melalui pemanfaatan teknologi digital. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Kaltim atas dukungan dan perhatian yang luar biasa kepada Baznas Kaltim. Harapan kami, selain zakat, infak, dan sedekah, ke depan juga dapat menghimpun dana CSR perusahaan di Kaltim,” kata Nabhan. Raihan penghargaan ini semakin memperkuat peran BAZNAS Kaltim dalam mengoptimalkan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat, infak, sedekah, serta DSKL (Dana Sosial Keagamaan Lainnya) dalam rangka memperluas manfaat zakat untuk kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
BERITA29/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DAPAT DUKUNGAN DPRD KALTIM, BAZNAS KALTIM OPTIMALISASI ZIS DAN CSR MELALUI RANCANGAN REGULASI
DAPAT DUKUNGAN DPRD KALTIM, BAZNAS KALTIM OPTIMALISASI ZIS DAN CSR MELALUI RANCANGAN REGULASI
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim terkait pembahasan optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta dana Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa, (12/08/2024). Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan dalam sambutannya menjelasakan, bahwa di tahun 2025 pengumpulan dari Januari mencapai 400 juta dan di bulan Juli meningkat hingga Rp. 13,4 miliar . Beberapa dana CSR telah disalurkan melalui BAZNAS diantaranya Rumah Sehat BAZNAS Berau dari dana CSR Berau Coal sudah peroperasi hingga saat ini. PT. Ansaf program bantuan WTP di Batuah sebanyak Rp. 2 miliar, RLHB di Berambai, Sumber Air, serta warga di ring 1,2,3 untuk kolaborasi bantuan sembako. Berharap semua perusahaan dapat menyalurkan dana CSR nya melalui BAZNAS Kaltim. "Kami berharap ada kebijakan strategis antara gubernur dan DPRD Kaltim dalam hal ini. Selain itu dukungan hibah kami harap akan terus diberikan kepada BAZNAS Kaltim sebagai penunjang operasional", ujar Ahmad Nabhan. DPRD Kaltim melalui Komisi IV menyatakan siap mendampingi proses penguatan regulasi ZIS dan CSR. Dukungan ini dinilai penting untuk memberikan landasan hukum yang kuat, sekaligus membuka ruang optimalisasi penghimpunan dana dari berbagai sektor, termasuk perusahaan tambang, perkebunan, dan industri lainnya di Kalimantan Timur. Ketua DPRD Kaltim Dr.Ir. H. Hasanuddin Mas'ud, S.Hut., M.E, menegaskan bahwa CSR akan diserahkan penuh kepada BAZNAS Kaltim, sehingga diperlukan persiapan matang dalam pengelolaannya. Ia mengungkapkan, terdapat sekitar 800 Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kaltim, dengan 100 di antaranya aktif beroperasi. “Khusus tambang batubara, hampir setiap bulan di Kutim, Melak, Kubar, dan Kukar diangkut 10 juta ton. Jika sesuai petunjuk gubernur CSR ini diserahkan ke BAZNAS, maka harus siap mengelolanya,” ujarnya. Pengelolaan CSR harus berbasis program yang kuat dan diserahkan ke setiap perusahaan sebagai acuan. Program tersebut bisa berupa pembangunan puskesmas, penyediaan sumber air bersih, pembinaan masyarakat, dan program sosial lain. BAZNAS dapat menjadi mitra DPRD di bawah koordinasi Komisi IV, sehingga arah pelaksanaan CSR tidak maju-mundur, pungkasnya. Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, H. M. Darlis Pattalongi, S.Hut., M.Si. menilai potensi zakat di Kaltim sangat besar. melihat Kutai Timur yang telah mengoptimalkan pengumpulan zakat melalui Peraturan Daerah (Perda). Melalui Komisi IV, kami memberikan dukungan agar proses ini berjalan. Perlu ada perda inisiatif agar landasan hukumnya jelas, meski butuh waktu 3-4 bulan. Untuk awal, kita bisa dorong gubernur membuat Peraturan Gubernur (Pergub), ujarnya. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah harus mendapat dukungan penuh, baik dari APBD maupun dukungan operasional. Menurutnya, mandat pengelolaan dana CSR dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dititipkan perusahaan ke BAZNAS dapat dijalankan melalui program-program yang mengacu pada standar ISO :26000, Sustainable Development Goals (SDGs), dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan program-program CSR yang dikelola BAZNAS harus selaras dengan agenda pemberdayaan dan pendistribusian zakat, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Meskipun selama ini dana CSR yang dikelola BAZNAS masih kecil, namun melalui penguatan regulasi, kita optimis akan lebih maksimal, tambahnya. DPRD Kaltim dan BAZNAS Kaltim komitmen bersama untuk menindaklanjuti pembahasan regulasi ZIS dan CSR. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pengumpulan dan pemanfaatan dana zakat serta CSR, sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur yang terbantu melalui program-program yang tepat sasaran. Turut hadir Ketua DPRD Kaltim Dr.Ir. H. Hasanuddin Mas'ud, S.Hut., M.E, Wakil ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, S.H., MM, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim H. M. Darlis Pattalongi, S.Hut., M.Si. Jajaran BAZNAS Kaltim Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, Wakil ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan Mulyono, S.H beserta staff
BERITA12/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ringankan Biaya Perawatan Pasien Luka Bakar, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp20 Juta
Ringankan Biaya Perawatan Pasien Luka Bakar, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp20 Juta
Balikpapan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan bantuan kepada pasien luka bakar di RS Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan pada Jumat, (08/08/2025). Bantuan senilai Rp 20.348.609,- diserahkan untuk meringankan biaya perawatan Hery Pratoyo, warga Balikpapan yang mengalami luka bakar 65% akibat kecelakaan kerja. Hery Pratoyo diketahui merupakan buruh harian lepas yang tidak memiliki BPJS, dan hanya mampu membayar sebagian biaya perawatan melalui bantuan tetangga dan pinjaman. Melalui rekomendasi RS Kanujoso, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan untuk mendukung biaya perawatan selama dirawat di rumah sakit. Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak RS Kanujoso yang selama ini telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Ia menegaskan bahwa semakin banyak dana zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul, semakin banyak pula masyarakat kurang mampu yang dapat terbantu, khususnya pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. “Kami tentu berupaya semaksimal mungkin untuk mengumpulkan dana zakat, infak, sedekah, dan juga CSR lainnya. Bukan hanya di sini yang memerlukan biaya bantuan, tapi di daerah lain juga banyak warga yang membutuhkan perhatian. Harapan kami, muzakki-muzakki semakin banyak menyalurkan zakatnya sehingga semakin luas jangkauan bantuan yang bisa kami berikan,” ujar Ketua BAZNAS Kaltim. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik dengan RS Kanujoso, mengingat kerja sama ini memungkinkan warga yang benar-benar tidak mampu mendapat perhatian dan bantuan sesuai ketentuan delapan asnaf yang menjadi tanggung jawab BAZNAS, tengasnya. Plt Direktur RS Kanujoso Djatiwibowo, drg. Ahmad Jais, MH, MARS, mengapresiasi bantuan dari BAZNAS Kaltim. Ia menyebut bahwa zakat penghasilan yang dikumpulkan melalui BAZNAS telah banyak memberikan manfaat, tidak hanya untuk pasien mustahik di rumah sakit, tetapi juga bagi kegiatan sosial di luar seperti panti asuhan dan agenda sosial lainnya, pungkasnya. “Jika ada pasien yang masuk golongan 8 asnaf namun tidak tercover dan kami tidak bisa bantu, dana zakat ini bisa digunakan. InsyaAllah kami dari RSKD akan terus memaksimalkan zakat penghasilan ini. Jika dikonversi per bulan, sebenarnya lebih ringan, dan ini sudah memenuhi nisabnya,” jelas Ahmad Jais. Penyerahan bantuan ini dihadiri langsung Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan serta Kepala Divisi Pendistrubusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kaltim, Syarifah Farida Iriani. Dari pihak RS Kanujoso, hadir Wadir Umum, Wadir Medik Perawatan, Wadir SDM, Kabag Keuangan, Kabag Perencanaan dan Evaluasi, Kabid Keperawatan, serta Kabid Penunjang Non Medik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS Kaltim dan RS Kanujoso dalam meringankan beban masyarakat kurang mampu di bidang kesehatan.
BERITA08/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dengan transparan dan produktif. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., sebagai narasumber dalam panel diskusi bertajuk "Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kaltim", yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang diikuti oleh perwakilan MUI dan BAZNAS dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Rakornas dilaksanakan selama tiga hari, 1—3 Agustus 2025, dengan agenda strategis membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, serta kunjungan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari terakhir kegiatan. Acara panel menghadirkan tiga narasumber dari berbagai sektor pelaku ekonomi syariah, yakni perwakilan dari Ternak Pasti Jaya, Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri, serta BAZNAS Kaltim. Diskusi membahas strategi tata kelola ZIS yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan potensi ekonomi umat. Dalam paparannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim tidak hanya fokus pada pengumpulan zakat, tetapi juga serius dalam aspek pendayagunaan. Salah satu bentuk nyata dari hal ini adalah kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur dalam program pembangunan dan pembinaan Workshop Manika, sebuah ruang kreatif bagi mustahik untuk meningkatkan keterampilan dan memproduksi produk bernilai jual. “Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan. Kami terus berupaya agar mustahik menjadi muzaki melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Badrus Syamsi. Diskusi panel ini juga menampilkan cerita sukses pendampingan mustahik yang kini berkembang menjadi pelaku usaha syariah yang mandiri. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan koperasi dan unit ternak berbasis syariah, menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga zakat lainnya dalam memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengelolaan dana ZIS, serta mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan IKN.
BERITA02/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan silaturrahmi dan audit syariah dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Rabu, (30 Juli 2025), bertempat di Ruang Rapat Lantai II BAZNAS Prov. Kaltim. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) serta melaksanakan audit syariah terhadap lembaga zakat di Provinsi Kalimantan Timur. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyambut baik kedatangan tim dari Kemenag RI. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, "Kami sangat mengapresiasi kunjungan tim Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim." Agenda utama kunjungan ini adalah untuk melaksanakan Uji Petik Audit Syariah Lembaga Zakat pada BAZNAS Provinsi Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meninjau pengelolaan ZIS di lembaga zakat yang ada di Kaltim. "Kami mengharapkan hasil audit syariah ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif, agar pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda semakin baik dan sesuai dengan prinsip syariah," ujar Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam penjelasannya, H. Badrus Syamsi juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang transparan dan teratur. "Kami selalu berkomitmen untuk mengelola zakat dengan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI). Melalui penggunaan sistem informasi manajemen BAZNAS (Simba), kami dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat yang kami lakukan sesuai dengan peraturan dan prinsip syariah," tambahnya. Ia juga menyarankan kepada Kemenag RI untuk mengaudit BAZNAS Kaltim secara berkala. Tim audit syariah yang dipimpin oleh Nurmaliah, menyampaikan bahwa audit ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim. “Audit ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan zakat sudah sesuai dengan syariah, baik dalam hal pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat," kata Nurmaliah. Selain itu, BAZNAS Kaltim juga telah memperoleh penghargaan sebagai pengguna Simba terbaik selama tiga tahun berturut-turut, sebagai bukti komitmen dalam pengelolaan zakat yang baik. Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, SH, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda yang diwakili oleh Kepala Seksi Zakat dan Wakaf, Bapak Abu Kanipah, S.H.I., M.H., mewakili Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda. Selain itu, perwakilan dari BAZNAS Kota Samarinda yang dipimpin oleh Plh. Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Achmad Syahrir Idris beserta jajaran dan staf keuangan.
BERITA30/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Kutai Timur — Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, atas komitmen dan dukungannya terhadap pengelolaan zakat di Kutai Timur. Hal ini disampaikan dalam gelaran Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Se-Kalimantan Timur tahun 2025 di Sangatta, Minggu (27/07/2025). Menurut KH. Achmad Sudrajat, dukungan aktif dari kepala daerah seperti yang ditunjukkan oleh Bupati Kutim merupakan amanah besar yang tidak hanya menyangkut urusan duniawi, tetapi juga tanggung jawab keagamaan yang mulia. "Bupati Kutai Timur telah menjalankan amanah bukan hanya dalam memimpin masyarakat, tapi juga dalam menegakkan syariat zakat di daerahnya. Ini bukan hal biasa, ini adalah amanah yang luar biasa," ujarnya. Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat juga menekankan pentingnya memastikan pengelolaan zakat berjalan secara “3 Aman”: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Aman Syar’i, berarti bahwa pengumpulan dan pendistribusian zakat harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Aman Regulasi, berarti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Aman NKRI, artinya zakat turut memperkuat stabilitas sosial, ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Kutai Timur mencapai Rp920 miliar per tahun, sebuah angka yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan amanah. Meneladani kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, KH. Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa ketika zakat dan wakaf dihidupkan dan dikelola dengan baik, maka kemiskinan bisa ditekan hingga tidak ada lagi orang miskin di wilayah kekuasaannya. Namun demikian, tantangan besar masih ada, khususnya terkait mindset sebagian masyarakat dan ASN yang menganggap bahwa membayar zakat berarti hartanya akan berkurang. "Banyak yang masih berpikir bahwa ketika dipotong zakat, maka hartanya berkurang. Ini adalah tantangan kita sebagai amil. Kita tidak hanya menghimpun, tetapi juga berkewajiban memberikan edukasi dan fasilitas yang membuat zakat lebih mudah dipahami dan ditunaikan," tegasnya. KH. Achmad Sudrajat berharap Rakoda ini menjadi momentum kebangkitan zakat di Kalimantan Timur. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, BAZNAS, maupun LAZ, untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam menggali potensi zakat, demi membangun Kaltim yang sejahtera dan berkeadilan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
Sangatta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Kalimantan Timur dengan mengangkat tema: “Memperkuat BAZNAS Se-Kalimantan Timur dalam Mendukung Asta Cita dan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.” Kegiatan ini menjadi bentuk evaluasi dan strategi penguatan sinergi antar BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kaltim dalam meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara lebih optimal. Dalam sambutannya pada Minggu (27/07), Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi terhadap capaian pengumpulan ZIS-DSKL selama tahun 2024 yang mencapai total kurang lebih Rp175 miliar, gabungan dari BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta LAZ se-Kaltim. Namun, beliau menegaskan bahwa angka tersebut masih jauh dari potensi zakat di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 6 triliun per tahun. "Potensi zakat di Kalimantan Timur sangat besar, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, dan lainnya. Oleh karena itu, kami sangat berharap Bapak Gubernur dapat mempertimbangkan untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kewajiban berzakat bagi ASN Muslim, serta perusahaan dan karyawannya di wilayah Kaltim," tegasnya. Ketua BAZNAS Kaltim juga menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pengumpulan zakat. Ia mencontohkan keberhasilan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur yang saat ini menjadi daerah dengan pengumpulan ZIS-DSKL tertinggi, yakni mencapai sekitar Rp2 miliar per bulan. Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan penuh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Sementara itu, BAZNAS Provinsi Kaltim sendiri, pasca pelaksanaan program “Kaltim Berzakat” pada Maret 2025, mengalami lonjakan pengumpulan yang signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menghimpun sekitar Rp. 450 juta per bulan, sejak adanya seruan Gubernur kepada ASN untuk berzakat, pengumpulan meningkat hingga mencapai Rp. 1,1 miliar per bulan pada Juni 2025. "Ini menjadi bukti nyata bahwa himbauan dari pemerintah daerah sangat berdampak besar terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS," tambah H. Ahmad Nabhan. Turut hadiri Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Bapak Ahmad Sudrajat, Lc, MA, Pembina Wilayah Kaltim BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc, Ph.D, CFRM, jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim, serta perwakilan Forkopimda Kutai Timur. Melalui Rakorda ini, BAZNAS Kaltim berkomitmen memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kalimantan Timur, demi mewujudkan masyarakat sejahtera dan generasi emas Kaltim yang berdaya secara ekonomi dan spiritual.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar pertemuan kelompok program Zmart yang diikuti oleh Mustahik Zmart. Pertemuan ini diselenggarakan pada Ahad, (27/07/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Kaltim, Jalan Harmonika No.01, Dadi Mulya, Samarinda Ulu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WITA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para mustahik dalam mengelola warung Zmart secara profesional. Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 13 orang mustahik dan 2 orang pendamping Zmart. Adapun agenda yang dibahas meliputi: pembahasan materi program Zmart, evaluasi kemajuan warung, serta diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi. Dalam sesi pendampingan, disampaikan dua materi yaitu Uswatun Hasanah dan Muhammad Hanafi selaku pendamping program. Adapun materi yang disampaikan diantaranya personal branding menekankan pentingnya membangun persepsi positif dari masyarakat terhadap warung Zmart. Dengan menciptakan citra yang baik dan pelayanan yang ramah, warung Zmart diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, materi Pencatatan Arus Kas mengajarkan mustahik pentingnya melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan transparan. Melalui pencatatan ini, para pelaku usaha dapat memantau arus kas masuk dan keluar secara efektif, mengambil keputusan finansial yang tepat, dan meningkatkan efisiensi serta profitabilitas usaha mereka. Peserta juga diperkenalkan dengan format laporan omset Zmart yang mencakup pemasukan dari sektor ritel, non-ritel, dan PPOB. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan BAZNAS Kaltim dalam mendampingi mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi melalui penguatan literasi bisnis dan pengelolaan usaha. Harapannya, para pelaku usaha warung Zmart dapat tumbuh menjadi wirausaha unggul yang tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kali ini menyasar lingkungan tenaga kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat (25/7). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Moostera ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat serta mendorong partisipasi aktif para pegawai, khususnya ASN, dalam pengelolaan zakat profesi melalui BAZNAS Kaltim. Turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. I, Pelaksana Pengumpulan Widi Santoso, S.Pd.I dan perwakilan dari RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, Novita Retno Damayanti, SKM. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa potensi zakat di lingkungan rumah sakit pemerintah sangat besar jika dihimpun secara optimal. Menurutnya, rumah sakit bukan hanya menjadi tempat pelayanan medis, tapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem zakat, terutama zakat penghasilan para tenaga medis dan non-medis. “Potensi zakat dari rumah sakit seperti RSUD Kanujoso sangat signifikan. Jika setiap pegawai yang penghasilannya telah mencapai nishab menyisihkan 2,5 persen dari TPP-nya, maka dana zakat yang terhimpun akan mampu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, terutama yang belum terlayani oleh BPJS,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, namun juga sarana mewujudkan keadilan sosial melalui distribusi dana yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan mustahik. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis rumah sakit dalam mendukung pasien-pasien kurang mampu. Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Novita Retno Damayanti, SKM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia juga mengimbau kepada seluruh pegawai, khususnya ASN, untuk menyalurkan zakat penghasilan melalui pemotongan TPP yang telah mulai berjalan sejak April 2025. “Walau sempat terhenti selama dua bulan, alhamdulillah pemotongan zakat dari TPP ASN kami telah berjalan kembali sejak Juli 2025. Harapannya, ini menjadi langkah kolektif untuk membantu sesama,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Melalui penguatan zakat profesi di lingkungan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, diharapkan lebih banyak masyarakat dhuafa yang bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata dan berkeadilan.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →