WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan Rp 100 Juta untuk 200 Anak Yatim Dhuafa dalam Program Bahagia Anak Yatim

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menebar kebahagiaan di bulan suci Ramadhan melalui program "Bahagia Anak Yatim". Sebanyak 200 anak yatim dhuafa di wilayah Samarinda menerima santunan pada Kamis (12/03/2026) di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (PPT) MAN 2 Samarinda.

Program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kaltim dalam memuliakan anak yatim serta memastikan mereka merasakan kegembiraan di bulan penuh berkah. Penyaluran tahun ini turut didukung oleh mitra perbankan, yakni Maybank Syariah dan OCBC Syariah.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., dalam sambutannya menjelaskan bahwa total dana yang disalurkan dalam agenda ini mencapai Rp 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah).

"Setiap anak mendapatkan manfaat berupa uang tabungan sebesar Rp 500.000,- yang langsung ditransfer ke rekening masing-masing, ditambah dengan paket souvenir dan kaos senilai Rp 145.000,-. Kami ingin memastikan bantuan ini memberikan manfaat bagi  kebutuhan mereka," ujar Achmad Suparno.

Achmad Suparno juga menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat luar biasa, di mana kuota pendaftaran telah terpenuhi jauh sebelum batas waktu yang ditentukan. Ia berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan agar jangkauan manfaat bagi umat semakin luas.

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., dalam tausiyahnya memberikan penguatan spiritual kepada para pendamping dan anak-anak yang hadir. Ia berpesan agar para pendamping terus membimbing anak-anak dalam jalur ketaatan, seperti menjaga sholat, puasa, dan mengaji agar senantiasa dalam naungan Rahmatan Lil 'Alamin.

"Anak-anakku, teruslah belajar agar menjadi manusia yang bermanfaat di dunia dan akhirat. Jangan lupa kirimkan doa terbaik untuk orang tua yang telah tiada. Kita harus menanamkan rasa syukur dan semangat juang agar tidak terus berada dalam lingkaran kemiskinan. Ingatlah, sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat, bukan sekadar meminta," pesan Dr. Abdurrahman.

Acara ditutup dengan doa bersama untuk para muzaki (donatur) agar senantiasa diberikan keberkahan harta dan kesehatan.

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Dalam Bulan Ramadan, BAZNAS RI Salurkan 100.000 Liter Air Bersih ke Warga Gaza Palestina

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI telah menyalurkan 100.000 liter air bersih di Al Jalaa region, Gaza, Palestina, dalam upaya membantu warga Palestina yang membutuhkan air bersih akibat krisis air.

Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengungkapkan kebahagiaannya atas berhasilnya penyaluran air bersih ini sebagai respons dari masyarakat Indonesia yang berkomitmen memberikan bantuan kepada Palestina.

"Alhamdulillah penyaluran air bersih telah dilaksanakan, kebutuhan air bersih adalah hal yang mendesak terutama dalam situasi darurat dan bulan suci Ramadan," ungkap Kiai Noor. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS RI akan terus mengirimkan bantuan air bersih untuk membantu warga Gaza menghadapi krisis air yang mereka alami.

Program distribusi air bersih ini merupakan bagian dari upaya BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Palestina dan memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Palestina.

Warga Gaza menyampaikan ucapan terima kasih kepada Indonesia atas bantuan air bersih yang diberikan. Kiai Noor menekankan bahwa BAZNAS RI akan terus memantau situasi di Gaza dan memastikan kebutuhan dasar seperti pangan, air, dan layanan kesehatan tetap terpenuhi.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan bantuan melalui Dompet Solidaritas Palestina BAZNAS untuk meringankan beban yang dirasakan oleh warga Palestina.

Untuk mendukung aksi kemanusiaan ini, Anda dapat berdonasi melalui kanal resmi BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dilink:  https://kaltim.baznas.go.id/bayarzakat

05/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kab. Bogor
BAZNAS Indonesia Menegaskan Dana Zakat Tidak Dimanfaatkan untuk Program MBG

Berita yang diterbitkan menegaskan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia menegaskan bahwa Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang dikumpulkan dari para muzaki dan masyarakat tidak akan digunakan untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS RI, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag., M.Si., CFRM., menegaskan bahwa dana ZIS hanya akan diperuntukkan bagi delapan golongan penerima sesuai syariah Islam, dan tidak boleh dialihkan ke program lain di luar ketentuan tersebut.Rizaludin juga menjelaskan perbedaan antara program MBG yang didanai oleh anggaran negara dan dana ZIS yang berasal dari amanah masyarakat untuk kemaslahatan umat dalam koridor syariah.

Lebih lanjut, Rizaludin menekankan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berdasarkan prinsip 3A, yaitu Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, untuk memastikan bahwa pengelolaan zakat sesuai dengan ajaran agama, hukum, dan kepentingan bangsa. Program pendistribusian dan pendayagunaan ZIS yang dikelola BAZNAS difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan untuk kelompok rentan yang termasuk dalam delapan asnaf.

BAZNAS juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana zakat. Masyarakat diingatkan bahwa dana zakat akan disalurkan secara tepat sasaran bagi fakir miskin dan kelompok rentan di seluruh Indonesia, dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel melalui pelaporan dan audit berkala. Masyarakat dapat melihat laporan secara keseluruhan di website resmi BAZNAS, www.baznas.go.id.

27/02/2026 | Kontributor: Eman Suherman, S.Pd.I
Gubernur Kaltim Apresiasi Transparansi BAZNAS Kaltim, Dorong Penyaluran Zakat ke Program Produktif

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar agenda tahunan "Kaltim Berzakat 2026" di Gedung Olah Bebaya (Odah Etam), Komplek Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/02/2026). Acara ini menjadi momentum penyerahan zakat oleh Gubernur, Wakil Gubernur, jajaran pejabat pemerintahan, perbankan, hingga perusahaan swasta di Kalimantan Timur.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Gubernur Kaltim Dr. H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E., Sekretaris Daerah Prov. Kaltim Dra. Sri Wahyuni, M.PP., Kabiro Kesra Setdaprov Kaltim Dr. Dasmiah, S.Pd., M.A.P., serta jajaran Kepala Dinas, pimpinan BUMD, perbankan, dan perusahaan besar di wilayah Kaltim.

Dalam laporannya, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan capaian dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) terus merangkak naik secara signifikan dana ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya dari tahun 2021 s.d 2025 sebagai berikut :

2021 - Rp 6.840.869.915

2022 - Rp 8.796.789.366

2023 - Rp 14.443.093.225

2024 - Rp 16.693.006.601

2025 - Rp 20.607.751.319

"Alhamdulillah, peningkatan ini tidak lepas dari instruksi dan dukungan Bapak Gubernur melalui Surat Edaran yang mengimbau ASN dan perusahaan untuk berzakat melalui BAZNAS Kaltim. Saat ini, rata-rata penerimaan bulanan telah mencapai Rp1,1 Miliar hingga Rp1,3 Miliar," ungkapnya.

Ketua BAZNAS juga memaparkan distribusi dana sepanjang tahun 2025 yang menyentuh angka Rp23,1 Miliar melalui lima program unggulan, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Kemanusiaan, Kaltim Makmur (Pemberdayaan Ekonomi), dan Kaltim Takwa. BAZNAS Kaltim juga berhasil mempertahankan predikat opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meraih sejumlah penghargaan digital tingkat nasional.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BAZNAS Kaltim yang dinilai semakin profesional. Ia menekankan bahwa lonjakan angka dari Rp8 miliar ke Rp20,6 miliar adalah bukti nyata meningkatnya kepercayaan masyarakat.

"Ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat. Tapi kita tidak boleh berhenti di sini. Potensi zakat di Kaltim bisa mencapai Rp6 triliun jika seluruh sektor berkontribusi optimal," tegas Rudy.

Beliau juga mendorong agar penyaluran zakat ke depan lebih difokuskan pada program produktif seperti modal usaha, beasiswa, dan layanan kesehatan guna pengentasan kemiskinan secara struktural.

Senada dengan Gubernur, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, mengapresiasi kenaikan signifikan tersebut. Namun, ia memberikan catatan khusus kepada sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di Kalimantan Timur.

"Tahun 2025 kita mencapai Rp20 miliar, ke depan harapannya bisa lebih besar. Kami sangat berharap para pengusaha yang beroperasi di Kaltim juga menyalurkan zakatnya di sini, agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," ujar Sri Wahyuni.

Ia juga mengajak seluruh ASN dan elemen masyarakat untuk mengonsolidasikan zakatnya melalui BAZNAS agar program bantuan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran bagi para mustahik (penerima zakat) di Kalimantan Timur.

23/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS Kaltim Paparkan Lonjakan Zakat Rp20,6 Miliar, Ajak Perusahaan Optimalkan Zakat dan CSR

SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan laporan perkembangan zakat yang sangat positif dalam agenda "Kaltim Berzakat 2026" di Gedung Odah Etam, Senin (23/02/2026). Di hadapan Gubernur dan para pejabat daerah, ia mengungkapkan adanya tren kenaikan signifikan dalam penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) selama lima tahun terakhir.

Dalam laporannya, Ahmad Nabhan merincikan bahwa pada tahun 2021, perolehan ZIS berada di angka Rp6,8 miliar. Namun, berkat dukungan instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur kepada ASN dan sektor swasta, angka tersebut melonjak drastis hingga mencapai Rp20.607.751.319 pada tahun 2025.

"Alhamdulillah, jika sebelumnya per bulan kami menerima sekitar Rp450 juta, kini sejak Juli 2025 rata-rata penerimaan bulanan meningkat menjadi Rp1,1 miliar hingga Rp1,3 miliar," jelasnya dalam naskah laporan tersebut.

Sepanjang tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan dana sebesar Rp23,1 miliar melalui berbagai program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat:

  • Pemberdayaan Ekonomi (Rp6,7 Miliar): Meliputi bantuan modal usaha bakso/sayur, peternakan ayam petelur, serta pengembangan ternak sapi dan domba.
  • Kemanusiaan (Rp10,4 Miliar): Termasuk bantuan biaya hidup bagi lansia setiap bulan dan program Rumah Tunggal Layak Huni (RTLH).
  • Kesehatan & Pendidikan: Menanggung biaya operasional celah bibir, bantuan stunting, serta beasiswa untuk siswa SMK hingga jenjang S1.

Meski menunjukkan tren positif, Ahmad Nabhan menekankan bahwa total pengumpulan ZIS se-Kaltim (BAZNAS dan LAZ) yang mencapai Rp184,7 miliar masih jauh dari potensi riil yang diperkirakan menyentuh angka Rp6 triliun.

Oleh karena itu, ia menaruh harapan besar agar sektor perusahaan di Kalimantan Timur lebih optimal dalam menyalurkan zakat perusahaan serta dana CSR mereka melalui BAZNAS. Ia meyakini bahwa dengan pengumpulan yang lebih maksimal, maka cakupan manfaat dan bantuan bagi masyarakat Kaltim akan semakin luas dan merata.

"Semoga zakat yang Bapak dan Ibu tunaikan menjadi pembersih harta dan pembuka pintu berkah bagi Kalimantan Timur," tutupnya melalui naskah laporan tersebut.

23/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
BAZNAS Kaltim Paparkan Tata Kelola ZIS dan Cerita Sukses Pendayagunaan Zakat dalam Panel Bisnis Syariah di Balikpapan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dengan transparan dan produktif. Hal ini ditunjukkan melalui partisipasi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., sebagai narasumber dalam panel diskusi bertajuk "Tata Kelola ZIS di BAZNAS Kaltim", yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Agustus 2025 di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang diikuti oleh perwakilan MUI dan BAZNAS dari 27 provinsi di seluruh Indonesia. Rakornas dilaksanakan selama tiga hari, 1—3 Agustus 2025, dengan agenda strategis membahas penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, serta kunjungan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada hari terakhir kegiatan. Acara panel menghadirkan tiga narasumber dari berbagai sektor pelaku ekonomi syariah, yakni perwakilan dari Ternak Pasti Jaya, Koperasi Produsen Taruna Bina Mandiri, serta BAZNAS Kaltim. Diskusi membahas strategi tata kelola ZIS yang berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kolaborasi antarlembaga dalam mengembangkan potensi ekonomi umat. Dalam paparannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim tidak hanya fokus pada pengumpulan zakat, tetapi juga serius dalam aspek pendayagunaan. Salah satu bentuk nyata dari hal ini adalah kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur dalam program pembangunan dan pembinaan Workshop Manika, sebuah ruang kreatif bagi mustahik untuk meningkatkan keterampilan dan memproduksi produk bernilai jual. “Zakat bukan hanya untuk konsumsi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan. Kami terus berupaya agar mustahik menjadi muzaki melalui program-program yang tepat sasaran,” ungkap Badrus Syamsi. Diskusi panel ini juga menampilkan cerita sukses pendampingan mustahik yang kini berkembang menjadi pelaku usaha syariah yang mandiri. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan koperasi dan unit ternak berbasis syariah, menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan zakat yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Acara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga zakat lainnya dalam memperkuat sinergi dan inovasi dalam pengelolaan dana ZIS, serta mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan IKN.
BERITA02/08/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan silaturrahmi dan audit syariah dari Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) pada Rabu, (30 Juli 2025), bertempat di Ruang Rapat Lantai II BAZNAS Prov. Kaltim. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) serta melaksanakan audit syariah terhadap lembaga zakat di Provinsi Kalimantan Timur. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyambut baik kedatangan tim dari Kemenag RI. Dalam sambutannya, beliau mengatakan, "Kami sangat mengapresiasi kunjungan tim Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI. Kegiatan ini sangat penting dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim." Agenda utama kunjungan ini adalah untuk melaksanakan Uji Petik Audit Syariah Lembaga Zakat pada BAZNAS Provinsi Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meninjau pengelolaan ZIS di lembaga zakat yang ada di Kaltim. "Kami mengharapkan hasil audit syariah ini dapat memberikan rekomendasi yang konstruktif, agar pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda semakin baik dan sesuai dengan prinsip syariah," ujar Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam penjelasannya, H. Badrus Syamsi juga menekankan pentingnya pengelolaan zakat yang transparan dan teratur. "Kami selalu berkomitmen untuk mengelola zakat dengan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI). Melalui penggunaan sistem informasi manajemen BAZNAS (Simba), kami dapat memastikan bahwa pengelolaan zakat yang kami lakukan sesuai dengan peraturan dan prinsip syariah," tambahnya. Ia juga menyarankan kepada Kemenag RI untuk mengaudit BAZNAS Kaltim secara berkala. Tim audit syariah yang dipimpin oleh Nurmaliah, menyampaikan bahwa audit ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan zakat di BAZNAS Kaltim. “Audit ini sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengelolaan zakat sudah sesuai dengan syariah, baik dalam hal pengumpulan, pendistribusian, maupun pendayagunaan zakat," kata Nurmaliah. Selain itu, BAZNAS Kaltim juga telah memperoleh penghargaan sebagai pengguna Simba terbaik selama tiga tahun berturut-turut, sebagai bukti komitmen dalam pengelolaan zakat yang baik. Turut hadir Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, SH, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda yang diwakili oleh Kepala Seksi Zakat dan Wakaf, Bapak Abu Kanipah, S.H.I., M.H., mewakili Plt. Kepala Kantor Kemenag Kota Samarinda. Selain itu, perwakilan dari BAZNAS Kota Samarinda yang dipimpin oleh Plh. Ketua BAZNAS Kota Samarinda, Achmad Syahrir Idris beserta jajaran dan staf keuangan.
BERITA30/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Ketua BAZNAS RI KH. Achmad Sudrajat, Lc.,M.A.,I : Zakat adalah Amanah Besar untuk Kesejahteraan Umat
Kutai Timur — Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional, KH. Achmad Sudrajat, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, atas komitmen dan dukungannya terhadap pengelolaan zakat di Kutai Timur. Hal ini disampaikan dalam gelaran Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS Se-Kalimantan Timur tahun 2025 di Sangatta, Minggu (27/07/2025). Menurut KH. Achmad Sudrajat, dukungan aktif dari kepala daerah seperti yang ditunjukkan oleh Bupati Kutim merupakan amanah besar yang tidak hanya menyangkut urusan duniawi, tetapi juga tanggung jawab keagamaan yang mulia. "Bupati Kutai Timur telah menjalankan amanah bukan hanya dalam memimpin masyarakat, tapi juga dalam menegakkan syariat zakat di daerahnya. Ini bukan hal biasa, ini adalah amanah yang luar biasa," ujarnya. Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat juga menekankan pentingnya memastikan pengelolaan zakat berjalan secara “3 Aman”: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Aman Syar’i, berarti bahwa pengumpulan dan pendistribusian zakat harus sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Aman Regulasi, berarti sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Aman NKRI, artinya zakat turut memperkuat stabilitas sosial, ekonomi, dan mendukung pembangunan nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Kutai Timur mencapai Rp920 miliar per tahun, sebuah angka yang sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola secara profesional dan amanah. Meneladani kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz, KH. Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa ketika zakat dan wakaf dihidupkan dan dikelola dengan baik, maka kemiskinan bisa ditekan hingga tidak ada lagi orang miskin di wilayah kekuasaannya. Namun demikian, tantangan besar masih ada, khususnya terkait mindset sebagian masyarakat dan ASN yang menganggap bahwa membayar zakat berarti hartanya akan berkurang. "Banyak yang masih berpikir bahwa ketika dipotong zakat, maka hartanya berkurang. Ini adalah tantangan kita sebagai amil. Kita tidak hanya menghimpun, tetapi juga berkewajiban memberikan edukasi dan fasilitas yang membuat zakat lebih mudah dipahami dan ditunaikan," tegasnya. KH. Achmad Sudrajat berharap Rakoda ini menjadi momentum kebangkitan zakat di Kalimantan Timur. Ia mengajak semua pihak, baik pemerintah daerah, BAZNAS, maupun LAZ, untuk terus memperkuat sinergi dan inovasi dalam menggali potensi zakat, demi membangun Kaltim yang sejahtera dan berkeadilan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
BAZNAS Kaltim Dorong Pergub Kewajiban Zakat ASN dan Perusahaan dalam Rakorda Se-Kalimantan Timur
Sangatta — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Kalimantan Timur dengan mengangkat tema: “Memperkuat BAZNAS Se-Kalimantan Timur dalam Mendukung Asta Cita dan Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas.” Kegiatan ini menjadi bentuk evaluasi dan strategi penguatan sinergi antar BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kaltim dalam meningkatkan pengumpulan dan pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) secara lebih optimal. Dalam sambutannya pada Minggu (27/07), Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi terhadap capaian pengumpulan ZIS-DSKL selama tahun 2024 yang mencapai total kurang lebih Rp175 miliar, gabungan dari BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, serta LAZ se-Kaltim. Namun, beliau menegaskan bahwa angka tersebut masih jauh dari potensi zakat di Kalimantan Timur yang diperkirakan mencapai 6 triliun per tahun. "Potensi zakat di Kalimantan Timur sangat besar, terutama dari sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, dan lainnya. Oleh karena itu, kami sangat berharap Bapak Gubernur dapat mempertimbangkan untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kewajiban berzakat bagi ASN Muslim, serta perusahaan dan karyawannya di wilayah Kaltim," tegasnya. Ketua BAZNAS Kaltim juga menyoroti peran strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan pengumpulan zakat. Ia mencontohkan keberhasilan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur yang saat ini menjadi daerah dengan pengumpulan ZIS-DSKL tertinggi, yakni mencapai sekitar Rp2 miliar per bulan. Capaian tersebut tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan penuh Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Sementara itu, BAZNAS Provinsi Kaltim sendiri, pasca pelaksanaan program “Kaltim Berzakat” pada Maret 2025, mengalami lonjakan pengumpulan yang signifikan. Jika sebelumnya hanya mampu menghimpun sekitar Rp. 450 juta per bulan, sejak adanya seruan Gubernur kepada ASN untuk berzakat, pengumpulan meningkat hingga mencapai Rp. 1,1 miliar per bulan pada Juni 2025. "Ini menjadi bukti nyata bahwa himbauan dari pemerintah daerah sangat berdampak besar terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya ASN, dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS," tambah H. Ahmad Nabhan. Turut hadiri Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional Bapak Ahmad Sudrajat, Lc, MA, Pembina Wilayah Kaltim BAZNAS RI Prof. Ir. H. Muhamad Nadratuzzaman Hosen, MS.MEc, Ph.D, CFRM, jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim, serta perwakilan Forkopimda Kutai Timur. Melalui Rakorda ini, BAZNAS Kaltim berkomitmen memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat dan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kalimantan Timur, demi mewujudkan masyarakat sejahtera dan generasi emas Kaltim yang berdaya secara ekonomi dan spiritual.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar pertemuan kelompok program Zmart yang diikuti oleh Mustahik Zmart. Pertemuan ini diselenggarakan pada Ahad, (27/07/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Kaltim, Jalan Harmonika No.01, Dadi Mulya, Samarinda Ulu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WITA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para mustahik dalam mengelola warung Zmart secara profesional. Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 13 orang mustahik dan 2 orang pendamping Zmart. Adapun agenda yang dibahas meliputi: pembahasan materi program Zmart, evaluasi kemajuan warung, serta diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi. Dalam sesi pendampingan, disampaikan dua materi yaitu Uswatun Hasanah dan Muhammad Hanafi selaku pendamping program. Adapun materi yang disampaikan diantaranya personal branding menekankan pentingnya membangun persepsi positif dari masyarakat terhadap warung Zmart. Dengan menciptakan citra yang baik dan pelayanan yang ramah, warung Zmart diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, materi Pencatatan Arus Kas mengajarkan mustahik pentingnya melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan transparan. Melalui pencatatan ini, para pelaku usaha dapat memantau arus kas masuk dan keluar secara efektif, mengambil keputusan finansial yang tepat, dan meningkatkan efisiensi serta profitabilitas usaha mereka. Peserta juga diperkenalkan dengan format laporan omset Zmart yang mencakup pemasukan dari sektor ritel, non-ritel, dan PPOB. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan BAZNAS Kaltim dalam mendampingi mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi melalui penguatan literasi bisnis dan pengelolaan usaha. Harapannya, para pelaku usaha warung Zmart dapat tumbuh menjadi wirausaha unggul yang tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kali ini menyasar lingkungan tenaga kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat (25/7). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Moostera ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat serta mendorong partisipasi aktif para pegawai, khususnya ASN, dalam pengelolaan zakat profesi melalui BAZNAS Kaltim. Turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. I, Pelaksana Pengumpulan Widi Santoso, S.Pd.I dan perwakilan dari RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, Novita Retno Damayanti, SKM. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa potensi zakat di lingkungan rumah sakit pemerintah sangat besar jika dihimpun secara optimal. Menurutnya, rumah sakit bukan hanya menjadi tempat pelayanan medis, tapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem zakat, terutama zakat penghasilan para tenaga medis dan non-medis. “Potensi zakat dari rumah sakit seperti RSUD Kanujoso sangat signifikan. Jika setiap pegawai yang penghasilannya telah mencapai nishab menyisihkan 2,5 persen dari TPP-nya, maka dana zakat yang terhimpun akan mampu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, terutama yang belum terlayani oleh BPJS,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, namun juga sarana mewujudkan keadilan sosial melalui distribusi dana yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan mustahik. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis rumah sakit dalam mendukung pasien-pasien kurang mampu. Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Novita Retno Damayanti, SKM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia juga mengimbau kepada seluruh pegawai, khususnya ASN, untuk menyalurkan zakat penghasilan melalui pemotongan TPP yang telah mulai berjalan sejak April 2025. “Walau sempat terhenti selama dua bulan, alhamdulillah pemotongan zakat dari TPP ASN kami telah berjalan kembali sejak Juli 2025. Harapannya, ini menjadi langkah kolektif untuk membantu sesama,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Melalui penguatan zakat profesi di lingkungan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, diharapkan lebih banyak masyarakat dhuafa yang bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata dan berkeadilan.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Samarinda — Dalam rangka memperkuat spiritualitas dan integritas amil, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pengajian Jum’at Amil pada Jumat (25/07/2025), bertempat di Musholla Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim. Kegiatan pengajian kali ini menghadirkan narasumber Drs. KH. Suyatman, S.Pd., M.M., M.Si., selaku pengurus Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., jajaran staf pelaksana, serta para mahasiswa magang yang tengah menjalani tugas belajar di BAZNAS Kaltim. Dalam tausiyahnya, KH. Suyatman menyampaikan materi bertema "Perniagaan yang Tidak Akan Merugi", mengacu pada nilai-nilai yang tertuang dalam Al-Qur'an. Menurut beliau, terdapat tiga bentuk ibadah yang menjadi fondasi utama dalam meraih keuntungan dunia dan akhirat: menegakkan sholat, membaca dan menyebarluaskan Al-Qur’an, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).“Sholat adalah tiang agama. Jika kita mendirikannya dengan benar, maka semua amal akan turut lurus. Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan disampaikan. Zakat, infak, dan sedekah jangan dianggap mengurangi harta, sebab sesungguhnya akan mendatangkan keberkahan dan rezeki yang lebih luas,” terang KH. Suyatman. Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh amil untuk terus belajar dan meng-upgrade diri, tidak hanya dalam aspek teknis pelayanan zakat, tetapi juga dalam meningkatkan keimanan dan akhlak pribadi.“Belajarlah dari siapa saja, jangan hanya melihat siapa yang menyampaikan, tapi perhatikan apa yang disampaikan. Selama itu baik, ambillah. Seorang amil harus terus bertumbuh dalam ilmu, iman, dan pengabdian,” pesannya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menyambut baik kegiatan ini sebagai salah satu upaya muhasabah dan pembinaan spiritual para amil. Ia berharap pengajian rutin ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS Kaltim.“Kita sebagai pelayan umat harus senantiasa memperbaiki diri. Sebelum orang lain menilai dan menghitung kinerja kita, kita harus lebih dahulu bermuhasabah. Memberikan pelayanan terbaik bukan hanya soal administrasi dan teknis, tapi juga menyangkut ketulusan dan niat ibadah dalam setiap langkah kerja,” ujar Achmad Suparno. Kegiatan Pengajian Jum’at Amil menjadi salah satu agenda BAZNAS Kaltim dalam rangka pembinaan rohani dan peningkatan kualitas amil secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, moral, maupun profesionalitas dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Balikpapan — Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut mendampingi jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari Balikpapan, Rabu (23/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peresmian hunian Bank Indonesia dan persiapan menyambut kunjungan kerja Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 1 Agustus 2025 mendatang. Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari menjadi salah satu lokasi kunjungan karena tengah menjalankan program kolaborasi strategis antara BI Balikpapan dan BAZNAS Kaltim dalam bidang ketahanan pangan, yakni budidaya ayam petelur. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta memberdayakan para santri agar memiliki keterampilan produktif dan berdaya guna. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan komitmennya dalam mendukung penuh program ketahanan pangan ini. "BAZNAS Kaltim menyambut baik sinergi bersama BI Balikpapan dan Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari. Program budidaya ayam petelur ini menjadi wujud nyata pendayagunaan zakat untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan santri. Harapan kami, para santri dapat lebih produktif, mandiri, serta memiliki keterampilan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Drs. H. Ahmad Nabhan. Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS Kaltim dalam kunjungan ini, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta para tokoh pondok pesantren di antaranya KH. Muhammadun Mawardi, Ustaz Muhammad Ahyad, dan Ustaz Zulkifli. Dari BI Deputi Direktur Firman Darwis, Asisten Manajer Arya Prana Hutama serta BI Balikpapan hadir Kepala Seksi Kehumasan Maruji Rahayu. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk penguatan sinergi kelembagaan antara lembaga keuangan, institusi pendidikan keagamaan, dan lembaga zakat dalam mewujudkan ekonomi umat yang berdaya.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
Samarinda — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan pentingnya regulasi dan tata kelola zakat yang amanah dan profesional dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Menara Masjid yang digelar oleh BAZNAS Kota Samarinda, Rabu (16/07), bertempat di Masjid Darunni'mah Sungai Kunjang. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus masjid, musholla, dan langgar se-Kota Samarinda, serta perwakilan dari instansi terkait seperti Kementerian Agama Kota Samarinda dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun. Dalam sambutannya, Wali Kota H. Andi Harun menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini dan memberikan apresiasi terhadap peluncuran Aplikasi Menara Masjid sebagai inovasi dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan masjid. "Aplikasi ini menjadi langkah maju dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan publikasi kegiatan masjid secara digital, serta memudahkan pengurus dalam pelaporan dan layanan kepada jamaah," ujarnya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, hadir memberikan materi tentang regulasi zakat, infak, dan sedekah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya masjid sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengelola dana umat dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Zakat adalah instrumen penting dalam menyejahterakan umat. Untuk itu, pengelolaannya harus mengacu pada regulasi dan syariat yang jelas. UPZ Masjid perlu meningkatkan literasi zakat, memperkuat sistem pelaporan, dan bersinergi dengan BAZNAS agar dana ZIS dapat dikelola secara tepat sasaran dan transparan," ujar Miswan. Selain itu, kegiatan Bimtek ini juga diisi dengan pemaparan Fikih Zakat oleh Dr. K.H. Moh Mahrus, pengenalan peran Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pembukaan rekening masjid, serta pelatihan teknis penggunaan Aplikasi Menara Masjid oleh tim BAZNAS Kota Samarinda. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh pengurus masjid mampu meningkatkan kapasitas tata kelola keuangan dan pemberdayaan dana zakat di lingkungan masing-masing. BAZNAS Kaltim terus mendorong penguatan sinergi antara UPZ Masjid dan BAZNAS agar potensi zakat di Kalimantan Timur dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
BERAU — Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Gubernur dan Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur ke Kabupaten Berau pada Rabu (16/07/2025), Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. menyampaikan apresiasi sekaligus imbauan penting kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim. Ia mengajak agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), karena manfaatnya telah terbukti, salah satunya melalui pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau. “RSB Berau ini menjadi satu-satunya Rumah Sehat BAZNAS di Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten, serta dukungan dana CSR. Dari sisi fisik, RSB Berau juga tercatat sebagai bangunan Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia,” ungkap Gubernur Rudy Mas’ud. Gubernur menegaskan, peran serta perusahaan dalam membantu masyarakat melalui saluran yang amanah dan terukur sangat penting. “Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan agar menyalurkan CSR-nya melalui BAZNAS. Sudah terbukti manfaatnya, dan ke depannya kita ingin kolaborasi ini makin diperkuat,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si., Bupati Berau, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta pimpinan BAZNAS Kaltim, di antaranya Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., dan Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS siap mendukung program-program strategis pemerintah daerah, termasuk integrasi program GratisPol di bidang pendidikan dan kesehatan. “RSB Berau yang telah beroperasi sejak 2024 ini memiliki layanan poli umum, poli gigi, poli kandungan, dan poli ibu & anak. Semua pelayanan diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, gratis tanpa dipungut biaya,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa RSB Berau setiap harinya melayani hingga 40 pasien dengan sistem dua shift. Saat ini, BAZNAS tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas rawat inap dengan kapasitas 40 tempat tidur sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan transparansi, BAZNAS Kaltim berharap pembangunan berbasis zakat, infak, sedekah, dan CSR dapat terus tumbuh di berbagai daerah lainnya di Kaltim. “RSB Berau adalah bukti nyata bahwa jika zakat dan CSR dikelola secara profesional dan kolaboratif, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tutup Badrus. Jika dibutuhkan versi lebih ringkas untuk keperluan media atau disesuaikan dengan platform digital, saya siap bantu sesuaikan.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui partisipasi aktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Berbasis Kompetensi yang digelar di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2025. Empat amil BAZNAS Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini berasal dari berbagai divisi strategis, yaitu Divisi Resty Amalia Ulfah (Kepala Divisi), Rizky Awaliyah Maulidina (Pelaksana Keuangan), Maghfiratur Rachmah (Pelaksana Humas), dan Fajar Setiawan (Pelaksana Pengumpulan). Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., menegaskan bahwa program sertifikasi merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola zakat yang berkelanjutan. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini, dan Alhamdulillah, penganggarannya sudah kami siapkan dalam anggaran operasional APBD tahun 2025. Meskipun pelaksanaan di luar Samarinda, kami pastikan amil-amil yang belum tersertifikasi bisa ikut serta,” jelas Achmad Suparno. Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi amil tidak hanya penting secara administratif, namun juga sebagai fondasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional. “Program dan sarana yang bagus akan sia-sia tanpa pelaksana yang andal. Itulah mengapa kami fokus pada peningkatan SDM, agar amil BAZNAS memenuhi tiga kompetensi utama: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude). Sertifikasi ini menjadi cara untuk memastikan bahwa ketiganya terpenuhi,” tegasnya. Menurutnya, BAZNAS Kaltim menargetkan seluruh amil, sekitar 17–20 orang, bisa tersertifikasi sebagai amil yang kompeten, mampu, dan memiliki semangat juang tinggi dalam melayani umat. “Derajat orang berilmu itu tentu lebih tinggi. Maka, jangan pernah lelah belajar. Biarlah lelah menuntut ilmu, daripada kita menderita karena kebodohan. Ilmu adalah bekal utama untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional,” tambahnya. Program sertifikasi ini juga diharapkan dapat memberikan standar kerja yang seragam secara nasional serta memperkuat peran amil dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA12/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
Samarinda - Dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi lanjutan bersama jajaran manajemen RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kamis (10/07/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari hasil sosialisasi ZIS sebelumnya dan persiapan kegiatan Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit (Bibir Sumbing) yang direncanakan akan kembali digelar tahun ini. Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H, dan Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, M.E. Sementara dari pihak RSUD AWS hadir perwakilan Wakil Direktur Umum dan Keuangan, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS), beserta jajaran manajemen rumah sakit. drg. Agung menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS Kaltim, khususnya dalam penguatan sistem pengumpulan zakat di lingkungan RSUD AWS. Ia mengungkapkan bahwa pasca sosialisasi ZIS yang dilakukan sebelumnya, antusiasme pegawai untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan. “Jika ini kita kelola dengan baik, potensi kenaikan pengumpulan ZIS di RS AWS bisa mencapai 200%. Kami akan terus mengimbau para pegawai secara berkala, agar tidak hanya zakatnya saja yang disalurkan, tetapi juga infaknya,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung program-program sosial dan kesehatan di RSUD AWS, termasuk berbagai bantuan pembiayaan pasien yang tidak tercover BPJS. “Terima kasih atas bantuan nyata yang telah diberikan. Ini benar-benar meringankan masyarakat dan memperkuat fungsi sosial rumah sakit,” imbuhnya. Sementara itu, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fokus penyaluran dana ZIS BAZNAS Kaltim. Di awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan sedikitnya Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan kesehatan, seperti pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). “Kolaborasi bersama RSUD AWS menjadi model sinergi yang sangat baik antara lembaga pengelola zakat dan institusi kesehatan. Ini akan terus kami dorong agar potensi ZIS di sektor kesehatan dapat terhimpun dan didayagunakan secara optimal,” ujar Munawarah. Dengan potensi penghimpunan yang terus meningkat, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan RSUD AWS sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi program-program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mengirimkan delegasi amil untuk mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah dan Kualifikasi Tiga Bidang Pengelolaan Zakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa–Sabtu, 8–12 Juli 2025. Diikuti oleh peserta dari wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur. Turut hadir pada acara pembukaan Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., MA, beserta jajaran. Pelatihan dan sertifikasi ini melibatkan 24 peserta untuk skema pimpinan dan 25 peserta untuk skema pelaksana, termasuk delegasi dari BAZNAS Kaltim diantaranya Kepala Divisi Resty Amalia Ulfah, Pelaksana bidang keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Pelaksanan Humas Maghfiratur Rachmah, dan Pelaksana Pengumpulan Fajar Setiawan.Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak amil zakat yang profesional, kompeten, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi salah satu syarat penting bagi siapa saja yang ingin menjadi pimpinan BAZNAS. Ia mendorong para amil di daerah untuk mengikuti program ini guna memiliki arah kerja yang jelas dan terstandarisasi secara nasional. “BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural. Kita harus percaya diri, karena perjuangan untuk hak-hak kepegawaian, termasuk status PNS atau PPPK bagi amil, terus diperjuangkan bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Saat ini kita sudah memperoleh fasilitas pemotongan pajak, dan ke depan semoga hak lainnya bisa menyusul,” ujar KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA. Lebih lanjut, KH. Achmad Sudrajat mendorong agar sertifikasi tidak berhenti pada satu skema saja. “Jangan merasa cukup. Dunia zakat sangat luas, dan banyak hal yang harus terus dipelajari. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas keahlian—baik dalam perzakatan, SDM, hingga manajemen risiko seperti CFRM,” pesannya. Sertifikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah, termasuk pengelolaan UPZ masjid, edukasi zakat kepada masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola zakat yang in amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Khitanan Massal Gratis untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Berau. Kegiatan ini bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau dan berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan dan Ketua BAZNAS Berau, Busrasyah. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilaksanakan di Samarinda dan Paser pada tahun 2024 lalu. "Tahun ini kami pilih Kabupaten Berau sebagai lokasi khitanan massal. Target awal kami 500 anak, tapi sampai penutupan pendaftaran baru 300 yang mendaftar," jelasnya. Untuk 200 anak lainnya, BAZNAS akan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar anak-anak tetap bisa dikhitan tanpa harus datang ke Rumah Sehat BAZNAS. "Selama dua hari ini, kami akan melayani 300 anak. Hari pertama 200 anak, dan hari kedua 100 anak," tambah Nabhan. Ia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban orang tua yang kurang mampu. Ia juga memastikan bahwa semua layanan di RSB bisa diakses masyarakat tidak mampu tanpa biaya, karena sudah ditanggung oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau. Sementara itu, Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, mengatakan bahwa pelaksanaan khitanan dilakukan dengan standar medis yang baik. BAZNAS menggandeng tenaga kesehatan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar proses berjalan aman dan sesuai aturan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan sistem jemput bola untuk anak-anak yang tinggal jauh dari kota. "Kalau mereka harus datang ke sini, tentu memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Jadi kami yang akan mendatangi mereka," ujarnya. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Berau sebagai lokasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan khitanan ini sangat membantu orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya. "Semoga ke depan kerja sama ini terus terjalin, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini," tutupnya.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
BERAU – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui program Khitanan Massal Gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau, kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat. “Sebanyak 300 anak-anak kita dikhitan hari ini dan besok. Sementara 200 anak lainnya akan dijadwalkan melalui program jemput bola, seperti ke Segah dan Tanjung Batu. Kami harap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya. Gamalis juga menekankan pentingnya program ini dari segi agama, kesehatan, dan sosial ekonomi. “Sunat ini kewajiban dalam syariat Islam. Tapi juga penting untuk kesehatan. Karena membutuhkan biaya, tentu program seperti ini sangat membantu orang tua, mengurangi beban mereka. Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS. Kami berharap ke depan instansi lain juga bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Khitanan Massal tahun 2024 yang sebelumnya dilaksanakan di Samarinda dan Kabupaten Paser. “Tahun ini, Berau kami pilih sebagai lokasi kegiatan. Harapannya, keberadaan Rumah Sehat BAZNAS di Berau bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga yang kurang mampu,” ujarnya. Dijelaskan Ahmad Nabhan, dari total target 500 anak, hingga akhir pendaftaran tercatat 300 anak yang siap dikhitan di RSB Berau selama dua hari. “Hari ini kami melayani 200 anak, besok 100 anak. Sementara 200 anak lainnya akan kita sasar di kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar mereka tetap bisa ikut program ini tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi,” jelasnya. Ahmad Nabhan juga menegaskan pentingnya peran Rumah Sehat BAZNAS dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dan layak kepada masyarakat. Ia berharap seluruh tenaga kesehatan di RSB dapat melayani dengan baik dan sepenuh hati. “RSB ini tempat berobat bagi warga yang tidak mampu. Jangan sampai warga yang datang ke sini justru dipersulit atau dipindahkan ke tempat lain. Untuk warga yang kurang mampu, seluruh biaya akan ditanggung oleh BAZNAS, baik dari provinsi maupun kabupaten,” tegasnya. Pelaksanaan Khitanan Massal ini turut melibatkan tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan aman bagi peserta. Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, menambahkan bahwa pihaknya siap melaksanakan program lanjutan secara langsung ke wilayah-wilayah terpencil. “Kami sudah siapkan skema jemput bola untuk menjangkau anak-anak yang tinggal jauh dari kota,” ungkapnya. Program Khitanan Massal Gratis ini merupakan bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan program-program serupa dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
Balikpapan – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan melalui partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik BUMD dan Vertikal Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Hotel Horison Ultima Bandara, Balikpapan. FGD ini diinisiasi oleh Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kaltim turut mengevaluasi sistem keterbukaan informasi yang telah dijalankan, sekaligus mempertegas langkah-langkah perbaikan ke depan. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang juga menjalankan fungsi pelayanan publik, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya terkait pelaporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS Kaltim telah berupaya menyediakan akses informasi melalui berbagai kanal, seperti website kantor digital dan media sosial. Namun ke depan, kami akan membentuk tim khusus pengelola PPID guna memperkuat sistem keterbukaan informasi ini,” tegasnya. Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom., yang menjadi narasumber utama FGD, menekankan pentingnya konsistensi lembaga publik dalam memperbarui dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator utama dalam mewujudkan lembaga yang transparan dan akuntabel. “PPID harus aktif menyediakan informasi yang dibutuhkan publik. Dengan begitu, lembaga kita akan lebih dipercaya dan dinilai terbuka terhadap masyarakat,” ujarnya. Selain sesi diskusi, dalam kegiatan ini juga dilakukan evaluasi keterbukaan informasi oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim, Muhammad Khaidir. Evaluasi mencakup keaktifan website resmi, kepemilikan dan pengelolaan media sosial, serta kemudahan akses informasi oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa ke depan indikator keterbukaan publik juga akan menitikberatkan pada keaktifan dan kualitas penyampaian informasi melalui media sosial resmi lembaga. Melalui keikutsertaan dalam forum ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan untuk terus membenahi sistem pelayanan informasi publik sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas lembaga kepada masyarakat, sekaligus menjalankan prinsip-prinsip pengelolaan dana ZIS yang profesional dan transparan.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Samarinda — Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit, Kota Samarinda, Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program-program keumatan, khususnya di bidang zakat, infak, dan wakaf produktif. Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Zakat, Wakaf, dan Infak Produktif: Ruang Aksi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat”, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa potensi zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para mustahik yang membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit secara mandiri. "Zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, maka akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya," ujarnya dalam sesi pemaparan. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Provinsi Kaltim. Menurutnya, pembentukan UPZ IPARI menjadi langkah strategis dan kolaboratif dalam memperluas jangkauan pengumpulan zakat serta mempercepat terwujudnya visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat. "Melalui pembentukan UPZ di lingkungan IPARI, para penyuluh agama tidak hanya menjadi penggerak dakwah spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui gerakan zakat, infak, dan wakaf produktif. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengokohkan peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial yang sesungguhnya," tambahnya. Kegiatan RAKORWIL ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IPARI dan BAZNAS Kaltim, serta mendorong lahirnya program-program zakat produktif yang mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat di Kaltim. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama, dalam membangun ekosistem zakat yang amanah,dan profesional. Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pada Rabu (01/07/2025), BAZNAS Kaltim melaksanakan serah terima aset operasional kepada pengurus UPZ Islamic Center Samarinda, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim. Penyerahan aset berupa satu unit handphone merek Redmi A5 ini dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., bersama Wakil Ketua UPZ Islamic Center Samarinda, Djoko Iriandono, S.E., M.A. Aset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional UPZ Islamic Center, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan mustahik serta sebagai fungsi call center layanan UPZ. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.“Aset yang diberikan ini adalah bentuk dukungan konkret BAZNAS Kaltim kepada UPZ agar bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kami berharap perangkat ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan operasional lembaga, terutama dalam pelayanan kepada mustahik,” tegas Achmad Suparno. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara BAZNAS Kaltim dan UPZ Islamic Center tentang penyaluran dan pendistribusian dana zakat. Sebagai bagian dari proses pembinaan kelembagaan, pengurus UPZ Islamic Center juga telah dibekali pelatihan pengelolaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA), termasuk tata kelola pelaporan dan ZIS berbasis digital, guna memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris UPZ Islamic Center, Masliansyah, dan Staf Pelaksana Keuangan BAZNAS Kaltim, Rizky Awaliyah Maulidina. Dengan penyerahan aset ini, BAZNAS Kaltim berharap sinergi antar lembaga pengelola zakat terus terjaga dan semakin memperkuat jaringan layanan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (30/6). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid. Penandatanganan ini menjadi komitmen dalam penyaluran dan pendistribusian dana zakat, salah satunya terkait kegiatan yang ada di Islamic Center, seperti honor penceramah setiap subuh dan operasional kegiatan. Selain itu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien, akan berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS kaltim dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS di lingkungan Islamic Center dan masyarakat sekitar. Turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, MAP, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Keuangan Resty Amalia Ulfah, Pelaksana Keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Kepala Divisi Pengumpulan dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, serta jajaran pengurus dari Badan Pengelola Islamic Center. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa MoU dengan UPZ di Masjid Raya Baitul Muttaqien merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring pengumpulan zakat, serta memastikan dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. UPZ ini akan menjadi bagian dari pengelolaan zakat kepada masyarakat, khususnya para jamaah dan pegawai di lingkungan Islamic Center. “Nanti pengelolaan zakat baik pendistribusian dan pelaporan dana secara resmi akan dikelola langsung oleh pengurus UPZ islamic. Mengingat masjid Islamic Center ini tingkat provinsi maka sebagai perpanjangan tangan dari BAZNAS Kaltim juga.” Kata H. Ahmad Nabhan. Sementara itu, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program-program produktif yang diinisiasi oleh BAZNAS Kaltim. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien nantinya akan menjalankan fungsi pengumpulan zakat, baik zakat maal, infak, dan sedekah dari jamaah masjid, pengurus, hingga donatur lainnya. Seluruh dana yang terhimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat) yang berhak, sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kaltim dan Badan Pengelola Islamic Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan profesionalisme. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan briefing pelaksana yang digelar pada Senin, (30/06/2025) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang tidak hanya menertibkan profesionalitas amil, tetapi juga adab sebagai insan pengelola zakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di BAZNAS Kaltim harus berakar pada ajaran Islam dan menjadi bagian dari amanah Undang-Undang yang telah ditetapkan bagi lembaga pengelola zakat. "Kita ingin mewujudkan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga Islami yang profesional. Untuk itu, etika dan adab harus menjadi nafas kerja kita, agar marwah lembaga tetap terjaga," tegasnya di hadapan para pelaksana. Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, M.A.P., menyampaikan bahwa sebagai lembaga berbasis Islam, BAZNAS tidak hanya memiliki standar profesional, tetapi juga standar etika dan karakteristik islami yang menjadi pembeda. "BAZNAS itu lembaga Islam. Maka standar kerja kita pun harus mencerminkan nilai-nilai Islam, baik dari sisi etika, karakteristik, hingga estetika," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah bagian dari manajemen yang harus dikelola dengan etika dan nilai-nilai karakter yang kuat. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan kepada seluruh amil dan pelaksana untuk terus meningkatkan ketaatan terhadap aturan melalui proses standarisasi dan sistem yang akomodatif terhadap kondisi riil yang ada di lingkungan kerja. "Aturan baku itu penting, tapi juga harus kita sesuaikan dengan realitas di lapangan. Sistem yang kita jalankan harus bisa menjembatani nilai-nilai yang kita yakini dengan praktik kerja yang adaptif," tutupnya. Briefing ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam menjaga konsistensi tata kelola lembaga zakat yang amanah, profesional, dan sesuai syariat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kultur kerja yang harmonis, beretika, dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas keummatan di Kalimantan Timur.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat