WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Bantu Biaya Pengobatan Anak Perantau yang Kritis Akibat Keracunan

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan untuk Khairil, seorang anak dari keluarga perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang ICU, Senin (13/04/2026).

Khairil dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sengaja meminum cairan obat rumput. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan luka serius dan pembengkakan pada bagian kerongkongan serta tenggorokan dalam, sehingga memerlukan perawatan intensif jangka panjang.

Orang tua Khairil, Bapak Nasarudin, menuturkan bahwa dirinya baru menetap beberapa bulan di Kalimantan Timur sebagai buruh kebun. Keterbatasan administrasi menjadi kendala utama saat ia berupaya mencari bantuan ke Dinas Sosial sebelumnya, karena belum memiliki KTP dan KK domisili Kalimantan Timur..

Merespons aduan tersebut, BAZNAS Kaltim segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan biaya pengobatan guna melunasi tunggakan serta memastikan Khairil tetap mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.

Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari program Kaltim Sehat. Meski terdapat kendala administrasi kependudukan, aspek keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan darurat.

"Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki inilah yang menjadi jembatan penyelamat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan seperti Bapak Nasarudin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan ananda Khairil bisa segera pulih," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Khairil masih dalam pemantauan medis secara intensif. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Khairil dan terus mendukung gerakan zakat agar lebih banyak jiwa yang dapat terbantu.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2026 bersama Kemenag RI

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Zakat & Wakaf Tahun 2026Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, (14/04/2026).

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.AP, hadir langsung memberikan pandangan strategis guna memastikan program nasional ini dapat terimplementasi dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Beliau menyoroti tiga aspek utama sebagai acuan daerah: tahapan koordinasi, pelaksana program, dan pemetaan wilayah.

Tahapan Koordinasi dan Target Program mengacu pada rencana strategis yang menargetkan peningkatan kesejahteraan melalui dana sosial keagamaan. Target kinerja untuk tahun 2026 mencakup: Penyaluran manfaat bagi sekitar 700.800 jiwa penduduk miskin Islam (3% dari total nasional), dan Target kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf sebesar 12,00%.

Siapa Pelaksana Program? (Skema Kolaborasi) Implementasi program 2026 mengedepankan sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui pembagian titik lokasi kolaborasi. Skema kontribusi yang disiapkan meliputi: BAZNAS: Target 1.000 titik secara nasional, di mana BAZNAS Provinsi (termasuk Kaltim) diharapkan berkontribusi pada 170 titikLAZ: Target 1.000 titik, dengan kontribusi LAZ Provinsi sebanyak 210 titikProgram Khusus: Pengembangan program "Kampung Zakat" yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekoteologi.

Daerah Terprogram dan Fokus Pemberdayaan Fokus utama program tahun 2026 meliputi finalisasi usulan titik lokasi di daerah-daerah strategisDi Kalimantan Timur, koordinasi mencakup seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Selain Kampung Zakat, program unggulan lainnya yang menjadi sorotan adalah: BeZakat (Beasiswa Zakat Indonesia): Beasiswa sarjana S1 full funded untuk 8 semester bagi mustahik (fakir, miskin, sabilillah) yang lulus di PTN/PTKIN terpilihPemberdayaan Ekonomi: Pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dengan kriteria prioritas bagi kepala keluarga dengan tanggungan usia sekolah dan mustahik yang memiliki keterbatasan akses perbankan.

"Kejelasan mengenai siapa melakukan apa dan di daerah mana sangat penting agar BAZNAS Kaltim dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Kami ingin memastikan partisipasi aktif daerah mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal," tegas Dr. H. Abdurrahman dalam diskusi tersebut.

Rapat ini menjadi pijakan bagi BAZNAS Kaltim untuk mensinkronkan data dan menetapkan lokasi kolaborasi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih berdampak bagi umat

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Optimalkan Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Dampingi BAZNAS Berau Audiensi ke BAZNAS RI Terkait Aset Rumah Sehat

JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat guna memastikan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam mendampingi jajaran pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Berau melakukan audiensi strategis ke Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).

Rombongan dari Kalimantan Timur diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Deputi II BAZNAS RI, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Ketua Lantai 2 ini memfokuskan pembahasan pada legalitas dan status kepemilikan aset Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program-program unggulan di daerah memiliki payung hukum dan manajemen aset yang kuat. 

> "Kami hadir untuk memastikan sinergi antara BAZNAS RI, Provinsi, dan Kabupaten berjalan selaras. RSB Berau adalah aset luar biasa bagi umat di Kalimantan Timur, sehingga kejelasan status kepemilikan dan tata kelolanya sangat krusial agar manfaatnya bagi para mustahik dapat terus berlanjut secara profesional dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.

RSB Berau bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa. Pembangunannya yang dimulai sejak 2019 merupakan buah kolaborasi nyata antara BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, BAZNAS Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, serta PT Berau Coal. Sejak dilakukan soft opening pada 27 Juli 2024 lalu di Jl. SA Maulana, Tanjung Redeb, RSB ini telah mencatatkan sejarah sebagai Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia dan yang pertama di Pulau Kalimantan.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi layanan UGD, dokter umum dan spesialis, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans dan edukasi kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi pimpinan baru BAZNAS Berau. "Dengan kepemimpinan yang baru di Berau, kami ingin memperkuat koordinasi agar pengelolaan ZIS di Kalimantan Timur, khususnya di Berau, semakin optimal. RSB Berau adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola menjadi program produktif di bidang kesehatan yang inklusif," ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir jajaran internal BAZNAS RI untuk memberikan masukan teknis, di antaranya Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Hartanto, Kepala Bagian URT dan Manajemen Aset Atika Astuti, serta perwakilan Divisi Kesehatan Siti Masturoh.

Sementara dari jajaran BAZNAS Berau, hadir Ketua BAZNAS Berau Ir. H. Muhammad Gazali, S.IP., M.M., bersama Wakil Ketua II Jul Amri Putra, S.Pd., dan Wakil Ketua IV Suparman, S.Pkp., M.Ap.

 

 

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Wujudkan Lembaga Informatif, BAZNAS Kaltim Gelar Bimtek Penguatan PPID Se-Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Acara yang diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari 10 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur ini berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kaltim, Selasa (7/4/2026).

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

"BAZNAS adalah lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang bersifat sangat sensitif. Tanpa transparansi, mustahil kita bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari muzaki. Melalui penguatan PPID ini, kita menargetkan seluruh BAZNAS se-Kaltim mampu bertransformasi menjadi lembaga dengan kualifikasi 'Informatif'," tegas Ahmad Nabhan saat membuka acara.

Untuk memberikan pemahaman mendalam, BAZNAS Kaltim menghadirkan tiga pakar dari Komisi Informasi Kaltim sebagai pemateri. Hajaturamsyah, S.Hut., M.M. Wakil Ketua KI Kaltim, Juraidah, S.P., M.AP. Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik dan Wesley L. Hutasoit, S.Sos., M.SP. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola.

Materi yang disampaikan meliputi urgensi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), tata cara penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP), hingga aspek teknis pengujian konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan.

Salah satu agenda utama dalam Bimtek ini adalah sesi praktik pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) untuk persiapan monitoring dan evaluasi (Monev) tahun 2026. Para peserta dibimbing langsung dalam melakukan simulasi pengisian e-monev yang mencakup enam indikator besar, yaitu:

* Informasi yang wajib diumumkan secara berkala.

* Informasi yang wajib tersedia setiap saat.

* Standar pelayanan informasi publik.

* Ketersediaan sarana dan prasarana.

* Digitalisasi melalui media sosial dan website.

* Komitmen organisasi dan dukungan anggaran PPID.

Semangat kolaborasi terlihat dari kehadiran perwakilan tim PPID dari 10 Kabupaten/Kota, mulai dari Berau hingga Mahakam Ulu. Dengan total peserta yang hadir, kegiatan ini diharapkan menghasilkan keseragaman standar layanan informasi di seluruh tingkatan BAZNAS se-Kaltim.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menambahkan bahwa tindak lanjut dari Bimtek ini adalah pendampingan intensif bagi daerah agar setiap BAZNAS kabupaten/kota segera menetapkan SK PPID dan mengalokasikan anggaran khusus untuk keterbukaan informasi.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana umat yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mudah diakses oleh publik melalui kanal-kanal digital yang kita miliki," pungkasnya.

07/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, BAZNAS Kaltim Lakukan Pembaruan Sistem PPID Melalui Kerja Sama Strategis

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui langkah strategis digitalisasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) bersama ZETA (Zenith Engineering & Tech Alliance) pada Rabu (18/03/2026).

Dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Pelaporan, dan Amil, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I.

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun sistem digital yang komprehensif, mencakup pelayanan informasi secara daring, pengelolaan konten yang edukatif, serta pengembangan infrastruktur digital lembaga yang lebih modern dan akuntabel.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E menjelaskan bahwa keberadaan website PPID yang mumpuni merupakan instrumen vital dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat di era digital.

"Layanan PPID secara online ini adalah kunci. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik melalui pengelolaan data yang profesional. Target kami jelas, tahun ini BAZNAS Kaltim harus meraih predikat Informatif," ujar Badrus Syamsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Komisi Informasi (KI) menempatkan BAZNAS Kaltim pada kategori "Menuju Informatif". Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan standar keterbukaan informasi lembaga akan meningkat signifikan.

Selain penguatan di tingkat provinsi, BAZNAS Kaltim juga berharap langkah ini menjadi stimulus bagi BAZNAS di tingkat kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Timur.

"Kami mendorong BAZNAS daerah untuk memaksimalkan hal yang sama. Minimal, semua bisa mencapai kategori 'Menuju Informatif' dalam pengelolaan informasi dan data," tambahnya.

Langkah digitalisasi ini juga ditegaskan sebagai manifestasi dari implementasi prinsip 3A yang menjadi ruh pengelolaan zakat di Indonesia.

"Transparansi ini adalah bagian dari upaya kita untuk tetap teguh pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat harus tahu bagaimana dana umat dikelola dan didistribusikan secara transparan," tutupnya.

Melalui kemitraan dengan ZETA, website PPID BAZNAS Kaltim diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data, laporan keuangan, hingga program-program pemberdayaan secara cepat dan akurat.

18/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program GENTING untuk Cegah Stunting di Samarinda Seberang
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program GENTING untuk Cegah Stunting di Samarinda Seberang
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kecamatan Samarinda Seberang, Rabu (17/12/2025). Bantuan berupa pemberian nutrisi bagi anak baduta (bawah dua tahun) ini diserahkan langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan stunting di Kalimantan Timur. Pada kegiatan tersebut, BAZNAS Kaltim menyalurkan bantuan dana sebesar Rp81 juta untuk 60 anak baduta. Penyaluran bantuan GENTING di Kecamatan Samarinda Seberang ini melibatkan sembilan mitra GENTING, dengan total penerima manfaat sebanyak 92 anak, terdiri dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 60 anak, BAZNAS Kota Samarinda sebanyak 16 anak, serta 16 anak lainnya yang berada di bawah binaan mitra perorangan, LPK, dan perusahaan. Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Ketua BAZNAS Kota Samarinda Ahmad Syahir Idris, S.E., C.P.NLP., Kepala DPPKB Kota Samarinda drg. Deasy Evriyani, M.Si., serta Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, S.S. Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menjelaskan bahwa BAZNAS Kaltim secara konsisten mendukung penanganan stunting di Kalimantan Timur sebagai bagian dari sinergi dengan program pemerintah. Menurutnya, dalam pelaksanaan program GENTING, data penerima disiapkan oleh mitra terkait, sementara BAZNAS Kaltim berperan dalam mendukung pendanaan. “BAZNAS Kaltim akan terus hadir dan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di daerah,” ujarnya. Lebih lanjut, Achmad Suparno menyampaikan bahwa sejak tahun 2022, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan bantuan program pencegahan stunting sebesar Rp540 juta untuk 200 anak, pada tahun 2023 sebesar Rp1,08 miliar untuk 400 anak, berupa paket makanan lokal tinggi protein yang ditujukan bagi calon pengantin, ibu hamil, serta bayi usia 0–23 bulan. Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kaltim atas kontribusi dan kepedulian yang telah diberikan. Ia menilai, dukungan BAZNAS Kaltim tidak hanya terbatas pada program pengentasan stunting, tetapi juga mencakup berbagai program sosial lainnya, seperti penyaluran paket sembako bagi warga fakir dan miskin serta dukungan ekonomi produktif melalui bantuan motor dan gerobak usaha bagi 20 penerima manfaat. Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Samarinda dan BAZNAS Kaltim dapat terus berlanjut, serta mengimbau masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS agar semakin banyak program kemaslahatan umat yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
BERITA17/12/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Bantuan Kemanusiaan Rp30 Juta dari FKTT untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
BAZNAS Kaltim Terima Bantuan Kemanusiaan Rp30 Juta dari FKTT untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima dana bantuan kemanusiaan sebesar Rp30 juta dari Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Kantor BAZNAS Kaltim, Selasa (16/12/2025). Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua FKTT, Agah Wahyu Nugraha, beserta jajaran, dan diterima oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dana tersebut merupakan hasil penghimpunan dari forum kepala teknik tambang berbagai perusahaan pertambangan yang tergabung dalam FKTT sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada FKTT atas kepercayaan dan kepedulian yang diberikan kepada BAZNAS Kaltim. Ia menyebutkan bahwa BAZNAS Kaltim telah mengimbau seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Timur untuk turut serta menghimpun bantuan dari masyarakat. “BAZNAS Kaltim mengajak seluruh BAZNAS daerah untuk bersama-sama menghimpun bantuan kemanusiaan dari masyarakat Kalimantan Timur. Nantinya, bantuan ini akan diserahkan secara bersama-sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur,” ujar Ahmad Nabhan. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang dihimpun akan dikelola dalam satu pintu agar penyalurannya lebih terkoordinasi dan tepat sasaran. “Bantuan dari BAZNAS kabupaten/kota se-Kalimantan Timur akan dihimpun menjadi satu, sehingga penyalurannya dapat dilakukan secara terintegrasi,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini BAZNAS melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah turun langsung ke lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Berdasarkan laporan di lapangan, BTB telah melakukan berbagai upaya penanganan darurat, di antaranya pembangunan dapur umum serta pemberian layanan kesehatan bagi para korban. “Namun, bantuan yang ada tentu belum mencukupi tanpa dukungan dari masyarakat luas. Masih banyak saudara kita yang membutuhkan uluran tangan,” tambahnya. Sebagai bentuk kepedulian bersama, BAZNAS Kaltim membuka donasi kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga 23 Desember 2025 untuk tahap awal. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Timur untuk berpartisipasi dan menyalurkan bantuan melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah.
BERITA16/12/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan BAZNAS Kota Palu, Bahas Optimalisasi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan BAZNAS Kota Palu, Bahas Optimalisasi Pengelolaan Zakat
Samarinda — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan silaturahmi dan studi banding dari BAZNAS Kota Palu pada Senin, (15/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim dan difokuskan pada penguatan serta optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I. Sementara itu, rombongan BAZNAS Kota Palu dipimpin oleh Ketua Drs. H. Muchlis A. Mahmud, MM, bersama Wakil Ketua I Dr. H. Abd. AZIS Tammauni, MM, serta jajaran staf. Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagia dan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menilai kunjungan ini menjadi ruang berbagi pengalaman antar sesama lembaga pengelola zakat. “Kami tentu menyambut baik dan merasa bahagia. Tugas kita sejatinya tidak jauh berbeda, sehingga melalui pertemuan ini kita bisa saling berbagi dan saling belajar terkait kinerja serta pengelolaan zakat,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kota Palu, Drs. H. Muchlis A. Mahmud, MM, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan sharing sekaligus melihat secara langsung praktik pengelolaan ZIS yang dilakukan oleh BAZNAS Kaltim. “Kami ingin mengetahui apa saja yang dilakukan BAZNAS Kaltim dalam optimalisasi pengelolaan zakat. Selama ini kami juga telah melakukan berbagai upaya, namun kami menyadari masih perlu peningkatan agar pengelolaan ZIS kami ke depan bisa lebih baik lagi. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesempatan berbagi ini,” tuturnya. Hal senada disampaikan Wakil Ketua I BAZNAS Kota Palu, Dr. H. Abd. AZIS Tammauni, MM. Ia menilai Kalimantan Timur memiliki potensi zakat yang besar sehingga menjadi rujukan penting dalam peningkatan pelayanan zakat. “Kunjungan ini merupakan bagian dari studi banding kami. Kaltim merupakan daerah yang maju dengan potensi zakat yang besar. Kami ingin melihat bagaimana strategi peningkatan pelayanan pengumpulan, serta bagaimana proses pendistribusian yang dijalankan,” jelasnya. Dalam sesi diskusi, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menekankan pentingnya semangat pelayanan dan komitmen dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat. “Kita ini adalah pelayan umat, sehingga harus selalu siap dan tidak menunda-nunda pelayanan. Jika BAZNAS ingin maju, maka yang pertama harus ada dukungan dari pimpinan daerah, baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. BAZNAS adalah mitra pemerintah, sehingga dukungan pemerintah menjadi kunci,” tegasnya. Ia juga menambahkan bahwa penguatan lembaga tidak terlepas dari kinerja pimpinan dan kecintaan para amil terhadap tugasnya. Dalam hal penghimpunan, BAZNAS Kaltim berprinsip untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat secara maksimal, kemudian berkolaborasi dengan BAZNAS kabupaten/kota dalam pendistribusiannya. “Kata kunci pendistribusian adalah memanjakan UPZ. UPZ adalah mitra kita yang harus dipelihara. Penyaluran harus objektif dan sesuai kelayakan, tanpa konflik kepentingan,” tambahnya. Lebih lanjut, H. Badrus Syamsi menegaskan bahwa seluruh proses pengelolaan zakat harus berlandaskan pada regulasi dan prinsip 3A, yakni aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. “Penguatan lembaga harus dibarengi komitmen pimpinan dan amil. Buatlah program yang ikonik dan mudah diingat masyarakat, sehingga menjadi branding dan kekuatan marketing untuk menarik masyarakat menyalurkan ZIS maupun CSR melalui BAZNAS,” pungkasnya. Melalui kunjungan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antar BAZNAS daerah dalam meningkatkan profesionalitas, pelayanan, dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.
BERITA15/12/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bersama Dengan Bunda Harum, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Pasien Penderita Kanker
Bersama Dengan Bunda Harum, BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Bagi Pasien Penderita Kanker
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan kepeduliannya di bidang kesehatan. BAZNAS Kaltim berkolaborasi dengan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltim, Hj. Syarifah Suraidah (Bunda Harum), dalam kegiatan penyaluran bantuan bagi pasien penderita kanker. Kegiatan penyaluran tahap pertama dilaksanakan pada Jum'at, 12 Desember 2025, di ruang kemoterapi (Kencana Ungu) Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Kaltim dalam rangka peringatan Hari Ibu. Dalam kunjungan tersebut, Hj. Syarifah Suraidah menyampaikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kaltim yang telah menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Kaltim, khususnya dalam program pengentasan kemiskinan. Menurut beliau, kemitraan ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi dan pendidikan, tetapi juga mencakup sektor kesehatan, di mana BAZNAS Kaltim menjadi sponsor utama kegiatan penyaluran bantuan ini. "BAZNAS ini luar biasa, selalu siap support kegiatan Pemprov Kaltim. Makanya kemarin Pak Gubernur menginfokan bahwa semua zakat diarahkan ke BAZNAS, supaya bisa teratur, supaya bisa terukur juga di masyarakat," kata Hj. Syarifah Suraidah saat berada di ruang kemoterapi. Pada kesempatan kali ini BAZNAS Kaltim diwakili oleh Direktur Pelaksana, Munawarah, bersama Kepala Divisi Pengumpulan, Muhammad Mulyono, dan Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan, Syarifah Farida Iriani. Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, menjelaskan bahwa total ada 220 paket bantuan yang disalurkan. "Bantuan yang kami berikan berisi selimut, botol minum, susu, roti gandum, biskuit dan buah-buahan, yang difokuskan untuk membantu meringankan beban pasien yang sedang menjalani kemoterapi kanker di RSUD AWS," ujar Munawarah. Selain di RSUD AWS, penyaluran bantuan juga kembali dilakukan pada Sabtu, 13 Desember 2025, di Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Samarinda, melengkapi rangkaian kegiatan kepedulian BAZNAS Kaltim. Kegiatan penyaluran ini turut dijadikan momentum untuk serap aspirasi. Dengan berdialog langsung, perwakilan BAZNAS Kaltim mendapatkan informasi mendalam mengenai kondisi pasien kanker di lapangan, termasuk proses pengobatan dan penyembuhan yang mereka jalani. Hal ini menjadi masukan penting agar ke depannya BAZNAS Kaltim dapat terus hadir dan merancang program kesehatan maupun ekonomi yang lebih tepat sasaran, untuk menyokong masyarakat kurang mampu yang tengah berjuang melawan penyakit. Kolaborasi antara BAZNAS dan TP PKK Kaltim ini diharapkan dapat terus berlanjut, menjadi simbol kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Kaltim, yang didanai dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) umat.
BERITA12/12/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Balai Ternak 2025 di Desa Jembayan Loa Kulu
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Balai Ternak 2025 di Desa Jembayan Loa Kulu
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan Program Balai Ternak BAZNAS 2025 di Dusun Tudungan, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (02/12/2025). Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui sektor peternakan berbasis kelompok. Kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan Bupati Kutai Kartanegara beserta tamu undangan oleh masyarakat Dusun Tudungan. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga acara inti penyerahan bantuan. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Kaltim secara resmi menyerahkan bantuan berupa sapi Bali dan pembangunan kandang sapi sebagai implementasi Program Balai Ternak Tahun 2025. Bantuan dengan total nilai Rp 440.000.000 disalurkan kepada Kelompok Tani Lestari Dua, untuk 2 titik yaitu Kelurahan Bukit Biru kecamatan Tenggarong dan Desa jembayan tengah kecamatan Loa Kulu dan terdiri dari 20 orang mustahik penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa Program Balai Ternak merupakan salah satu program prioritas BAZNAS yang telah terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan ekonomi mustahik. “Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui budidaya sapi yang terstruktur dan berbasis kelompok. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap kelompok ternak dapat mengembangkan usaha peternakan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga mustahik,” ujarnya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur bersama Bupati Kutai Kartanegara. Setelah prosesi penyerahan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan pada area kandang sapi serta lahan pengembangan peternakan yang ada di Dusun Tudungan. Kelompok ternak penerima manfaat menyampaikan kesiapan mereka dalam mengelola bantuan dan memastikan pemanfaatannya tepat sasaran sesuai ketentuan program. Turut hadir Bupati Kutai Kartanegara beserta jajaran OPD terkait, Pimpinan dan Manajemen PT Multi Harapan Utama (MHU), Ketua BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara beserta jajaran, Kepala Desa Jembayan dan perangkat desa, Kelompok ternak penerima manfaat Program Balai Ternak. Melalui penyaluran ini, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mustahik di Kalimantan Timur.
BERITA02/12/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Wakil Bupati Paser, Bahas Penguatan Sinergi Program Pemberdayaan dan Pengelolaan Zakat
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Wakil Bupati Paser, Bahas Penguatan Sinergi Program Pemberdayaan dan Pengelolaan Zakat
Samarinda - BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan resmi Wakil Bupati Paser, H. Ikhwan Antasari, S.Sos, pada Jum’at (28/11/2025) di Ruang Rapat Lantai II BAZNAS Kaltim. Kunjungan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kerja sama antara BAZNAS Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Paser serta BAZNAS Kabupaten Paser dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat serta memperluas jangkauan program pemberdayaan mustahik di daerah. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa banyak program BAZNAS Kaltim pada periode 2024–2025 telah berjalan secara kolaboratif dengan BAZNAS kabupaten/kota, termasuk dukungan dari para mitra seperti Bank Indonesia dan PT Ansaf melalui dana CSR. “BAZNAS Kaltim terus memperkuat program pemberdayaan dan pendistribusian yang melibatkan BAZNAS kabupaten/kota. Kami menyambut baik setiap bentuk kerja sama, terutama dalam pendayagunaan yang berkelanjutan. Ke depan, kami berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Paser semakin optimal,” ungkapnya. Dalam dialog tersebut, Wakil Bupati Paser menekankan pentingnya penyaluran dana zakat yang tepat sasaran serta upaya membangun pola pikir produktif di kalangan masyarakat. Ia juga menyampaikan harapan agar BAZNAS lebih aktif menjangkau desa-desa yang membutuhkan pembinaan, khususnya bidang keagamaan dan sosial. BAZNAS Kaltim menyambut baik aspirasi tersebut sebagai wujud kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput. Kunjungan ini membuka peluang bagi BAZNAS Kaltim bersama BAZNAS Paser untuk memperluas program pemberdayaan dan pembinaan berbasis keumatan di desa. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Ir. H. Romif Erwinadi, M.Si menyampaikan kesiapan Pemkab Paser untuk mengoordinasikan OPD terkait dalam mendukung program pertanian, peternakan, dan perkebunan yang dikelola bersama BAZNAS. BAZNAS Kaltim memandang komitmen tersebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang lebih terarah dan terukur, termasuk dalam mendorong optimalisasi pengumpulan ZIS melalui ASN. Pada kesempatan itu, wakil ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, memaparkan program pendayagunaan yang dirancang untuk Kabupaten Paser. Di antaranya adalah penyaluran 20 unit motor, untuk mendukung usaha ekonomi mustahik serta rencana pengembangan program peternakan ayam sebanyak 1.000 ekor yang akan disalurkan ke Paser. “BAZNAS Kaltim berfokus pada program yang bersifat produktif—bukan konsumtif—agar dampak pemberdayaan lebih panjang dan berkelanjutan. Program pembinaan dai di Desa Mului juga terus berjalan sebagai bagian dari penguatan keagamaan masyarakat,” terangnya. Sementara itu wakil ketua BAZNAS Kaltim, Suparno, S.H menekankan pentingnya tata kelola pelaporan yang tertib, khususnya dalam pengelolaan zakat di daerah. Ia mengapresiasi kinerja BAZNAS Paser yang telah bersinergi baik dengan pemerintah daerah. BAZNAS Kaltim berharap dukungan Wakil Bupati dapat semakin memperkuat pengumpulan ZIS di Kabupaten Paser sehingga program yang dijalankan BAZNAS Paser dapat terus berkembang. BAZNAS Kaltim menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan komitmen Pemerintah Kabupaten Paser. Sinergi ini diharapkan semakin memperluas manfaat zakat bagi mustahik di Paser serta mendorong penyelenggaraan program pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Pertemuan terlaksana dengan penuh kehangatan dan dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kaltim serta jajaran perwakilan Pemkab Paser.
BERITA28/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Samarinda Sinergikan Zakat Produktif: 20 Unit Sepeda Motor dan Gerobak Disalurkan untuk Akselerasi Mustahik Menjadi Muzaki
BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Samarinda Sinergikan Zakat Produktif: 20 Unit Sepeda Motor dan Gerobak Disalurkan untuk Akselerasi Mustahik Menjadi Muzaki
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan BAZNAS Kota Samarinda memberikan bantuan modal usaha produktif berupa 20 unit sepeda motor dan gerobak kepada mustahik di Kota Samarinda Selasa, (25/11/2025) di Komplek Citra Niaga Samarinda. Penyaluran bantuan ini merupakan langkah nyata BAZNAS dalam menerapkan zakat produktif demi memberdayakan mustahik (penerima zakat) agar dapat bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat). Turut hadir Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S. T. , S. H. , M. Si. , dan Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M. A. P. , serta para pimpinan BAZNAS Kota Samarinda, Jajaran forkopimda kota Samarinda. Dalam sambutannya, Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, memberikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kota Samarinda atas pelaksanaan program pemberdayaan ini. Ia menekankan bahwa inisiatif ini sangat tepat karena fokus pada upaya pemberdayaan ekonomi umat, sesuai dengan maqashid syariah dalam aspek hifzh al-mal (perlindungan harta). “Langkah yang diambil BAZNAS malam ini sangatlah tepat, karena ini adalah pengembangan nilai usaha mikro, sebagai bentuk implementasi nyata dari maqashid syariah di area hifzh al-mal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dr. H. Andi Harun. Wali Kota juga merujuk pada pendapat Imam Al-Ghazali dan Muhammad Yusuf Al-Qardawi yang menyoroti pentingnya zakat, terutama untuk orang-orang miskin, harus lebih diprioritaskan dalam konteks pemberdayaan ekonomi, bukan hanya pada aspek konsumsi. Ia secara spesifik mengungkapkan potensi zakat dari sektor sumber daya alam, seperti batu bara, dengan rujukan kepada Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 267. “Masyarakat diwajibkan untuk mengeluarkan zakat dari semua yang mereka hasilkan, termasuk apa yang berasal dari perut bumi. Batu bara adalah salah satu contohnya. Mari kita doakan para pengusaha batu bara dan sumber daya alam lainnya agar semakin mendapatkan rezeki yang berkah karena telah menunaikan perintah Allah,” tegasnya. Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M. A. P. , sebagai perwakilan dari provinsi, menyatakan harapannya agar bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh para mustahik. “Kami berharap motor ini bisa digunakan sebaik mungkin oleh mustahik, semoga bisa dimanfaatkan secara optimal. Harapannya agar para mustahik dapat merasakan dampak positif pada perkembangan ekonomi mereka. Pemberdayaan ekonomi yang menjadi tujuan BAZNAS harus berjalan dengan baik,” kata Dr. H. Abdurrahman AR. Ia menekankan bahwa bantuan berupa sepeda motor dan gerobak tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk memperkuat usaha, sehingga penerima dapat meningkatkan kondisi ekonomi mereka. Program Z–Gerobak Motor adalah salah satu inisiatif BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur untuk mendorong kemandirian ekonomi bagi mustahik melalui program Zakat Community Development (ZCD). Program ini dirancang untuk memberikan bantuan usaha kepada mustahik yang kurang mampu untuk bisa berjualan keliling menggunakan kendaraan yang layak dan aman, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan. Pada kesempatan kali ini, BAZNAS Kaltim bekerja sama dengan BAZNAS Kota Samarinda menyalurkan 20 unit sepeda motor dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Sedangkan gerobak usaha dari BAZNAS Kota Samarinda. Jumlah bantuan khusus untuk Samarinda ini mencapai Rp482. 000. 000 (Empat Ratus Delapan Puluh Dua Juta Rupiah). Secara keseluruhan, di Kalimantan Timur, Program Z–Gerobak Motor tahun 2025 merupakan kerjasama antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Setiap penerima manfaat mendapatkan 1 unit sepeda motor Honda Supra X 125 CW dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Total distribusi se-Kalimantan Timur adalah 155 unit motor dan gerobak dengan total nilai Rp3. 789. 900. 000 (Tiga Miliar Tujuh Ratus Delapan Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah). Dengan adanya program ini, BAZNAS berharap penerima manfaat di Samarinda dapat segera bertransformasi, sesuai dengan visi BAZNAS Samarinda dalam programnya yaitu Samarinda Berdaya - Akselerasi Mustahik Menuju Muzaki (A-M2), dengan target minimal 15% penerima manfaat yang produktif dapat naik kelas menjadi muzaki pada tahun 2026.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dampingi Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Berau 2025-2030: Proses Verifikasi Faktual Digelar Ketat
BAZNAS Kaltim Dampingi Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Berau 2025-2030: Proses Verifikasi Faktual Digelar Ketat
BAZNAS Kaltim Dampingi Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Berau 2025-2030: Proses Verifikasi Faktual Digelar Ketat BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama BAZNAS RI menggelar tahapan krusial Pendampingan Verifikasi Faktual (Wawancara) Offline bagi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Berau Periode 2025-2030. Kegiatan penting ini dilaksanakan pada Selas, (25/11/2025), sebagai bagian dari proses seleksi ketat untuk memastikan terpilihnya pimpinan yang kompeten dan berintegritas. Proses verifikasi faktual ini bertujuan mendalami visi, misi, rekam jejak, dan komitmen para calon dalam memajukan pengelolaan zakat di Kabupaten Berau. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan resmi yang dilakukan oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Berau serta selaku Panitia Seleksi Calon Pimpinan BAZNAS Kabupaten Berau. Hal ini menunjukkan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Berau terhadap proses penguatan lembaga amil zakat di daerah. Tim seleksi wawancara pada kesempatan ini terdiri dari perwakilan BAZNAS RI dan BAZNAS Kaltim. Dari BAZNAS RI hadir pakar zakat terkemuka, Prof. Ir. H. Muh. Nadratuzzaman Hosen, M.S., M.Sc., Ph.D., dan Putra Erianton. Sementara itu, jajaran Pimpinan BAZNAS Kaltim yang hadir dalam pendampingan ini Drs. H. Ahmad Nabhan (Ketua BAZNAS Kaltim), H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E. (Wakil Ketua III), Achmad Suparno, S.H. (Wakil Ketua IV), dan Munawarah, S.Sos.I. (Direktur Pelaksana) Kehadiran tim gabungan ini memastikan bahwa proses seleksi berjalan sesuai dengan standar nasional BAZNAS, mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme. Turut hadir pula Kabag Kesra Pemkab Berau. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa peran BAZNAS Kaltim dalam pendampingan ini adalah untuk memastikan sinergi program pengelolaan zakat antara Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat berjalan optimal. "Pimpinan BAZNAS Berau terpilih nantinya harus memiliki pemahaman mendalam tentang potensi zakat daerah dan mampu menerjemahkannya ke dalam program-program produktif yang nyata," jelas beliau. Setelah tahapan Verifikasi Faktual dan wawancara ini selesai, seluruh hasil akan dibahas dan diplenokan secara internal oleh BAZNAS RI. Pleno ini akan menghasilkan rekomendasi resmi nama-nama calon pimpinan terbaik yang akan dikirimkan kepada Bupati Berau. Rekomendasi dari BAZNAS RI tersebut akan ditindaklanjuti oleh Bupati Berau dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Berau Periode 2025-2030. Proses ini diharapkan dapat mempercepat pengukuhan pimpinan baru agar roda organisasi dapat segera bergerak dalam menyusun program kerja dan rencana strategis ke depan. BAZNAS Kaltim berharap pimpinan BAZNAS Kabupaten Berau yang baru nanti dapat semakin memperkuat tata kelola zakat, meningkatkan penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah), dan mengakselerasi program pemberdayaan ekonomi umat di Berau, sejalan dengan visi BAZNAS untuk menyejahterakan masyarakat.
BERITA25/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah untuk Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Perlengkapan Ibadah untuk Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 58
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyalurkan bantuan perlengkapan ibadah bagi murid Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 di Samarinda. Penyaluran ini merupakan wujud nyata komitmen BAZNAS dalam mendukung pendidikan dan pembinaan spiritual anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kaltim. Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 yang baru diresmikan oleh Gubernur Kaltim pada 30 September lalu merupakan salah satu program strategis pemerintah daerah, sejalan dengan inisiatif nasional pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Program ini digagas untuk menjamin akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Siswa yang diterima di Sekolah Rakyat ini mendapatkan fasilitas lengkap, termasuk pendidikan gratis, asrama (boarding school), perlengkapan sekolah, hingga konsumsi harian. Program ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki karakter dan kedisiplinan. Bantuan yang disalurkan BAZNAS Kaltim berupa sarung, sajadah, dan mukena. Total penyaluran bantuan ini mencapai Rp5.410.000,- (lima juta empat ratus sepuluh ribu rupiah), yang berasal dari sumber dana zakat. Bantuan ini diberikan kepada 45 siswa dan siswi muslim yang tidak mampu. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya turut memberikan semangat dan motivasi. Beliau mengimbau siswa-siswi untuk belajar dengan tekun dan senantiasa menjaga ibadah. "Dalam agama Islam, teman itu ibarat satu tubuh. Jika satu saja anggota tubuh sakit, maka tubuh yang lain ikut merasakannya. Kita harus saling menjaga hubungan baik dan persaudaraan. Dengan menjaga ibadah, InsyaAllah rezeki dan kesehatan kita akan ditambah oleh Allah SWT," ujar Drs. H. Ahmad Nabhan pada Rabu, (05/11/2025) lalu. Rabiatul Adawiyah, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 58 Prov. Kaltim, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh BAZNAS Kaltim. Menurutnya, bantuan perlengkapan ibadah ini sangat bermanfaat bagi anak-anak yang menempuh pendidikan dengan sistem asrama (boarding school). Rabiatul juga menyoroti kebutuhan sekolah untuk terus meningkatkan fasilitas, terutama mengingat rencana penambahan siswa dari berbagai kabupaten/kota di Kaltim di masa mendatang, yang otomatis akan meningkatkan kebutuhan operasional. BAZNAS Kaltim berharap bantuan ini dapat mempermudah para siswa dalam melaksanakan ibadah di asrama, sekaligus menjadi penambah semangat dalam menuntut ilmu.
BERITA07/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan Lakukan Asesmen Calon Titik Program Zakat Community Development di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin PPU
BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan Lakukan Asesmen Calon Titik Program Zakat Community Development di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin PPU
Penajam Paser Utara — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia (BI) Balikpapan melaksanakan kegiatan asesmen calon titik Program Zakat Community Development (ZCD) di Pondok Pesantren Binaul Muhajirin, Desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pada 3–4 November 2025. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, serta jajaran pelaksana dari BAZNAS Kaltim. Asesmen ini merupakan tindak lanjut koordinasi BAZNAS Kaltim bersama Bank Indonesia Balikpapan dalam merancang program bantuan ayam petelur bagi pondok pesantren sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan pondok dalam menjalankan program pemberdayaan secara berkelanjutan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program ZCD yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. Pondok Pesantren Binaul Muhajirin memiliki potensi besar, baik dari sisi sumber daya manusia maupun lahan yang memadai untuk mendukung keberhasilan program ini,” ujarnya. Dalam pertemuan bersama perwakilan BI Balikpapan dan pengurus pondok pesantren, BAZNAS Kaltim meninjau dua titik lokasi potensial untuk pembangunan kandang ayam petelur. Dari hasil asesmen, lokasi kedua yang berjarak sekitar 100 meter dari pondok dinilai paling siap untuk tahap awal karena kemudahan akses dan pengawasan. Pondok Pesantren Binaul Muhajirin sendiri berdiri di atas lahan seluas ±15 hektar, memiliki 39 pengajar, serta 150 santri mukim dan ±500 santri non-mukim. Selama ini, pondok telah menjalankan beberapa program ekonomi seperti koperasi dan budidaya ikan sistem bioflok, dan kini siap berkomitmen terhadap keberlanjutan program pemberdayaan bersama BAZNAS dan Bank Indonesia. “Kami berharap sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia ini dapat menjadi model kerja sama yang berkelanjutan. Program ayam petelur ini bukan sekadar bantuan, tetapi langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi pesantren,” tambah Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. Selain program ayam petelur di PPU, Bank Indonesia Balikpapan juga mengajak BAZNAS Kaltim untuk berkolaborasi dalam program serupa di Kelompok Tani Al Barokah, Kabupaten Paser, yang telah menyiapkan kandang ayam dengan kapasitas 1.000 ekor. Ke depan, kedua lembaga sepakat untuk mulai merancang program pemberdayaan bersama tahun 2026, agar pelaksanaannya dapat direncanakan secara matang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat mustahik di Kalimantan Timur. Melalui kegiatan asesmen ini, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program ZCD sebagai wujud nyata pengelolaan zakat yang produktif, berdaya guna, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan umat.
BERITA04/11/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Kuatkan Niat Ibadah dan Jiwa Pelayan Umat, BAZNAS Kaltim Gelar Kajian Bareng Amil (KAMIL)
Kuatkan Niat Ibadah dan Jiwa Pelayan Umat, BAZNAS Kaltim Gelar Kajian Bareng Amil (KAMIL)
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan rutin Kajian Bareng Amil (KAMIL) yang dilaksanakan setiap hari Jumat di akhir bulan. Kegiatan kali ini menghadirkan KH. Masykur Samian, S.Pd.I, M.M sebagai narasumber pada Jumat (31/10/2025), di Aula Kantor BAZNAS Kaltim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I dan Wakil Ketua IV, Achmad Suparno, S.H. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh amil ini menjadi sarana pembinaan rohani sekaligus refleksi diri bagi para pelayan umat dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Dalam penyampaiannya, KH. Masykur Samian mengajak para amil untuk meneladani akhlak dan sifat Rasulullah SAW, terutama dalam memperbaiki niat bekerja. Ia menegaskan bahwa amil sejatinya adalah pelayan umat, sehingga bekerja harus diniatkan sebagai bentuk ibadah agar kelak memperoleh syafa’at di akhirat. “Lembaga memang berkewajiban memberikan upah, namun jadikanlah upah itu sebagai rasa syukur atas apa yang telah dilakukan. Sebab Rasulullah mendidik umatnya untuk tidak takut selain kepada Allah, untuk selalu kuat, tidak cemas, dan tidak merasa tertindas,” tutur KH. Masykur. Beliau juga menafsirkan makna uswatun hasanah dalam surat Al-Ahzab ayat 21, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbaik dalam segala aspek kehidupan — baik dalam pikiran, fisik, ruh, jiwa, maupun karakter. Menurutnya, kekuatan jiwa menjadi pilar utama yang perlu diperkuat oleh setiap amil agar dapat bekerja dengan ikhlas dan penuh semangat. Lebih lanjut, KH. Masykur menyampaikan bahwa kekuatan jiwa dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu kemampuan yang tinggi, loyalitas kepada Allah dan lembaga, serta jiwa pengorbanan yang besar dalam menjalankan amanah. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menuturkan bahwa kegiatan KAMIL menjadi agenda rutin setiap akhir bulan sebagai bentuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia amil, khususnya dalam aspek ruhaniyah. “Pola-pola pembinaan yang sudah berjalan baik akan terus kita lanjutkan. Yang terpenting bagi seorang amil adalah bagaimana terus memperbaiki diri, menjaga niat bekerja karena ibadah, dan mengoptimalkan pelayanan kepada umat,” ujarnya. Melalui kegiatan KAMIL ini, diharapkan semangat keikhlasan, profesionalitas, dan keteladanan Rasulullah SAW semakin tertanam kuat dalam diri setiap amil BAZNAS Kaltim, sehingga mampu menghadirkan pelayanan yang semakin berkah bagi umat.
BERITA31/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadiri Silaturahmi Menteri ATR/BPN, Dukung Penuh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadiri Silaturahmi Menteri ATR/BPN, Dukung Penuh Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf di Kaltim
Samarinda – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut menghadiri undangan silaturahmi dan koordinasi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, S.S., M.Si. Pertemuan ini digelar di aula Kantor Wilayah BPN Provinsi Kalimantan Timur, Jl. M. Yamin, Samarinda, pada Jum'at (24/10/2025). Delegasi BAZNAS Kaltim dipimpin langsung oleh Ketua, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua II, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I, dan Kepala Divisi Pengumpulan, Muhammad Mulyono, S.H. Kehadiran BAZNAS Kaltim ini merupakan respons atas langkah kolaboratif Menteri ATR/BPN yang mengumpulkan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam dan lembaga keagamaan untuk mempercepat proses sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah di Kalimantan Timur. Dalam paparannya, Menteri Nusron Wahid mengungkapkan keprihatinannya atas rendahnya angka sertifikasi aset keagamaan di Kaltim, yang dinilai masih jauh di bawah standar nasional. "Data Kaltim juga ternyata di bawah standar nasional. Di mana baik masjid maupun musala yang disertifikasi, untuk masjid hanya sekitar 21 persen. Kemudian untuk musala hanya sekitar 10 persen malah," ungkap Nusron Wahid di hadapan para pimpinan ormas. Data BPN mencatat, dari total 2.915 bidang tanah wakaf di Kaltim, baru 291 bidang atau sekitar 10 persen yang telah resmi bersertifikat. Menteri Nusron menegaskan, percepatan ini krusial untuk memberikan kepastian hukum dan mencegah timbulnya sengketa di kemudian hari, terutama saat nilai tanah meningkat atau ketika wakif (pemberi wakaf) telah meninggal dunia. "Saya ingin persoalan masjid dan rumah ibadah memiliki kepastian hukum yang kuat. Jangan sampai menjadi sumber konflik di kemudian hari," tegas Menteri Nusron. "Hampir semua masalah konflik di Banten, Jawa Barat, itu masalah-masalah seperti itu," tambahnya, merujuk pada pengalamannya di daerah lain. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif tersebut. Menurutnya, BAZNAS Kaltim yang juga memiliki program pemberdayaan di atas tanah wakaf, sangat berkepentingan terhadap legalitas aset umat. "Kami dari BAZNAS Kaltim sangat mendukung langkah kolaboratif yang diinisiasi Pak Menteri. Kepastian hukum atas tanah wakaf adalah fondasi utama agar aset-aset umat ini aman dan dapat diberdayakan secara optimal untuk kemaslahatan yang lebih luas," ujar H. Ahmad Nabhan. Nusron Wahid menargetkan persoalan sertifikasi di Kaltim dapat tuntas dalam dua tahun ke depan. Untuk itu, ia secara khusus meminta komitmen dari berbagai ormas yang hadir, termasuk NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Badan Wakaf Indonesia (BWI), dan Al Khairat. Ia juga menyoroti salah satu hambatan utama di lapangan, yakni banyaknya aset yang belum memiliki Akta Ikrar Wakaf (AIW) dari Kantor Urusan Agama (KUA). "Banyak masjid ini yang meskipun statusnya wakaf, tapi banyak belum punya AIW, Akta Ikrar Wakaf. Padahal masjidnya sudah bangun, sudah jadi. Ini hulunya di KUA," jelasnya. "Makanya saya butuh komitmen kita bersama-sama. Yuk, kita atasi bersama-sama," tutup Menteri Nusron.
BERITA24/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Gubernur Kaltim Dorong Optimalisasi Dana CSR Melalui BAZNAS Kaltim untuk Kesejahteraan Masyarakat
Gubernur Kaltim Dorong Optimalisasi Dana CSR Melalui BAZNAS Kaltim untuk Kesejahteraan Masyarakat
Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan bahwa pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan kewajiban mutlak bagi setiap perusahaan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT). Kewajiban ini, menurutnya, harus dioptimalkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “CSR bukan sekadar kompensasi, ini adalah amanah sosial perusahaan yang wajib dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Gubernur Harum saat menerima audiensi Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (16/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Harum menyampaikan harapannya agar BAZNAS Kaltim dapat menjadi mitra utama Pemerintah Provinsi dalam pengelolaan dana CSR perusahaan. Kolaborasi ini dinilai penting dalam mendukung pemenuhan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi masyarakat, dengan dukungan instansi terkait, termasuk Kejaksaan Tinggi Kaltim dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dana CSR ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih, sanitasi, pendidikan, dan kesehatan. Bahkan bisa diarahkan untuk program pembangunan rumah layak huni dan infrastruktur dasar,” ungkapnya. Lebih lanjut, setiap perusahaan diimbau melaporkan kegiatan CSR-nya setiap enam bulan sekali kepada pemerintah daerah. “Kami optimis potensi CSR di Kaltim mencapai Rp6 triliun, dan BAZNAS dapat menjadi lembaga terpercaya dalam menyalurkannya untuk kesejahteraan masyarakat,” harap Gubernur Harum. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim telah melakukan studi tiru ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sistem digitalisasi dan pembentukan lembaga khusus pengelola CSR. “Perolehan BAZNAS Kaltim saat ini telah mencapai Rp16,3 miliar dari target Rp22 miliar, namun kontribusi dari dana CSR perusahaan masih perlu dioptimalkan,” ujarnya. Langkah ini juga menjadi tindak lanjut dari rapat kerja BAZNAS Kaltim bersama DPRD Provinsi Kaltim bulan lalu, yang membahas strategi optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta rencana pengelolaan dana CSR melalui BAZNAS Kaltim sebagai lembaga resmi yang memiliki sistem akuntabilitas dan transparansi sesuai syariat dan regulasi. H. Badrus Syamsi juga melaporkan bahwa BAZNAS Kaltim juga telah diaudit syariah oleh auditor syariah Inspektorat Jendral Kementerian Agama RI baru-baru ini dengan hasil penilaian Kepatuhan Syariah 81,82 (Baik), Transparansi 82,25 (Transparan), dan Efektifitas Penyaluran 73,95 (Efektif). Hal ini menunjukkan bahwa BAZNAS Kaltim terus berkomitmen menjadi lembaga pengelolaan zakat yang lebih baik. Turut hadir dalam audiensi tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Kadis Kominfo M. Faisal, Anggota DPRD Kaltim Darlis Pattalongi, Syahriah Mas’ud, dan Damayanti, serta Direktur Utama PT Silok Digital Media Kalimantan Barat Firman
BERITA16/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Sembako untuk 51 Mustahik di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Sembako untuk 51 Mustahik di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan sembako kepada 51 mustahik (penerima manfaat) di lingkungan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Kamis (9/10/2025). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Mizaan Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo No. 105 Samarinda Seberang ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Al Mizaan Haedar, S.H.,M.H jajaran Kejati Kaltim, serta jajaran pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mizaan. Penyaluran ini merupakan bagian dari program kemanusiaan Kaltim Peduli BAZNAS Kaltim, dengan total dana zakat sebesar Rp15.300.000,- (lima belas juta tiga ratus ribu rupiah) yang bersumber dari dana zakat dan disalurkan dalam bentuk paket sembako senilai Rp300.000,- per orang. Adapun paket sembako yang diberikan berisi beras 5 kg, ikan kaleng 1 kaleng, gula pasir 1 kg, susu kental manis 1 kaleng, kecap manis 1 botol, kopi 1 bungkus, tepung terigu 1 kg, teh, mi instan 5 bungkus, minyak goreng 2 liter, dan snack 1 buah. Para penerima manfaat merupakan warga yang telah direkomendasikan oleh DKM Masjid Al Mizaan dan tergolong dalam asnaf miskin. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi BAZNAS Kaltim dengan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dalam menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga negara dan lembaga amil zakat dapat menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Bantuan ini mungkin nilainya tidak seberapa, namun mudah-mudahan dapat membantu meringankan kebutuhan hidup saudara-saudara kita yang tergolong asnaf miskin,” ujar Ahmad Nabhan. Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan harapan agar Kejati Kaltim dapat membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai langkah strategis dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan Kejati. “Kami berharap ke depan Kejati Kaltim dapat membentuk UPZ agar pengumpulan zakat dari para ASN dan pegawai bisa dilakukan secara teratur dan profesional. Dengan begitu, dana yang terhimpun dapat langsung dimanfaatkan untuk kegiatan sosial, pemberdayaan mustahik, dan mendukung aktivitas DKM di lingkungan Kejati,” jelasnya. “Semakin banyak yang menunaikan zakat, maka semakin luas pula kebermanfaatannya bagi masyarakat. Inilah semangat zakat — dari yang mampu untuk membantu yang membutuhkan,” tambah Nabhan. Sementara itu, Ketua DKM Masjid Al Mizaan Kejati Kaltim, Bapak Haedar, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian dan dukungan BAZNAS Kaltim terhadap masyarakat sekitar Kejati Kaltim. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur atas kepeduliannya. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap warga sekitar yang membutuhkan,” ujar Haedar. “Kami berharap sinergi ini terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk penyaluran sembako, tetapi juga kegiatan sosial lainnya yang bisa memperkuat peran DKM dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tambahnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat menumbuhkan semangat berzakat, berinfak, dan bersedekah di kalangan ASN dan masyarakat umum. Dengan pengelolaan zakat yang profesional dan transparan, BAZNAS berkomitmen untuk menghadirkan kesejahteraan bagi mustahik serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur. “Zakat bukan hanya kewajiban individual, tetapi juga instrumen sosial untuk membangun solidaritas dan keadilan ekonomi di tengah masyarakat,” tutup Ketua BAZNAS Kaltim.
BERITA09/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI
BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan dari Tim Audit Syariah Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Senin (6/10/2025) bertempat di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim. Kunjungan ini menandai dimulainya pelaksanaan Audit Syariah yang akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 11 Oktober 2025. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum Achmad Suparno, S.H, Anggota Satuan Audit Internal Bambang Saputra, S.E., M.Si., M.Ak, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos, serta seluruh Kepala Divisi dan staf BAZNAS Kaltim. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan audit syariah ini. “Kami menyambut baik kehadiran tim auditor dari Kementerian Agama. Audit ini menjadi momentum bagi BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah dan meningkatkan tata kelola zakat yang lebih baik, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Kami berharap seluruh proses audit dapat berjalan lancar dan sesuai aturan syariah,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada seluruh amil agar dapat bekerja sama dan terbuka dalam proses audit, terutama saat pemeriksaan data dan dokumen di tiap bidang. Sementara itu, Hendi Diyanto selaku Pengendali Teknis Tim Audit Syariah, menjelaskan bahwa audit ini mencakup dua komponen utama, yakni Auditor Syariah dan Audit Syariah. “Auditor Syariah adalah auditor yang dibentuk oleh Kementerian Agama untuk mengaudit lembaga zakat. Saat ini terdapat sekitar 64 auditor yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) dan berkompeten dalam bidang audit. Sedangkan Audit Syariah merupakan audit khusus bagi lembaga pengelola zakat di Indonesia, sesuai dengan PP No. 14 Tahun 2014, yang dilaksanakan oleh auditor dari Kementerian Agama, bukan auditor internal BAZNAS,” terangnya. Lebih lanjut, Hendi menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan audit syariah adalah untuk: Memberikan rekomendasi perbaikan terhadap pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Mencegah penyimpangan serta pelanggaran terhadap ketentuan syariah dalam pengelolaan dana. Memperoleh keyakinan dan bukti yang memadai atas kesesuaian pengelolaan dana dengan standar kepatuhan syariah. Mencegah pelanggaran dan penyimpangan dalam pengelolaan ZIS. “Audit syariah ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi sebagai bentuk assessment terhadap kinerja dan kondisi pengelolaan ZIS-DSKL pada periode 2024, agar kita bisa memastikan apakah pengelolaan zakat sudah sesuai dengan maqasid syari’ah,” tambahnya. Sementara itu, Musaba’ selaku Ketua Tim Audit Syariah menuturkan bahwa terdapat empat aspek utama yang menjadi objek penilaian audit, yaitu: 1. Penghimpunan, 2. Penyaluran, 3. Manajemen Kelembagaan, dan 4. Kepatuhan Syariah. Menutup kegiatan, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menegaskan bahwa audit syariah merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kaltim terhadap transparansi dan akuntabilitas publik. “Audit ini menjadi bukti bahwa BAZNAS Kaltim tidak hanya diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), tetapi juga diaudit secara syariah. Hal ini sejalan dengan prinsip 3A BAZNAS, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI,” tegasnya.
BERITA06/10/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Kajian Jumat Amil BAZNAS Kaltim: Belajar Praktik Kesabaran
Kajian Jumat Amil BAZNAS Kaltim: Belajar Praktik Kesabaran
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pengajian rutin Jumat yang diikuti oleh seluruh amil BAZNAS Kaltim di mushola kantor BAZNAS. Pada kesempatan ini, hadir Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, K.H. Muhammad Rasyid, sebagai narasumber dengan tema Praktik Kesabaran. Dalam penyampaiannya, KH. Muhammad Rasyid mengajak para amil BAZNAS Kaltim untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai panutan hidup dan rahmat bagi semesta alam. Beliau menekankan pentingnya memahami kesabaran melalui perspektif Islam yang menyeluruh (syamil) dan sempurna (kamil), serta kembali pada Maqasid Syariah yang meliputi: menjaga agama (hifz al-din), menjaga jiwa (hifz al-nafs), menjaga akal (hifz al-‘aql), menjaga keturunan (hifz al-nasl), dan menjaga harta (hifz al-mal). Lebih lanjut, KH. Rasyid menjelaskan struktur batin manusia yang terdiri dari empat lapisan: 1. Lubb, wilayah ruhaniyah yang penuh dengan dzikrullah dan menjadi rahasia terdalam manusia. 2. Fuad, lapisan yang menghidupkan hati manusia (ruhul qalbi) dan menjadi pusat pertanggungjawaban di hadapan Allah. 3. Qalb, pusat pengambil keputusan apakah condong kepada ruh atau nafsu. 4. Shodr, dada ruhani tempat bersemainya Islam dan berhubungan dengan amal serta ikhtiar. Menurut KH. Rasyid, kesimpulan dari sabar adalah menjaga agar hati tidak terpengaruh oleh bisikan setan. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT pada QS. Al-Baqarah ayat 208 yang menyeru orang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara total (fii silmi kaffah) dan tidak mengikuti langkah-langkah setan. Beliau juga menjelaskan sakna sabar menurut Imam Al-Ghazali, bahwa sabar bukan hanya menahan diri dari rasa sakit, tetapi juga kemampuan mengendalikan hawa nafsu, bertahan dalam ketaatan, serta tabah dalam menghadapi ujian. Sabar menurutnya merupakan pangkal dari segala kebaikan, karena dengan sabar manusia mampu menjaga hati tetap bersih dan dekat kepada Allah. Untuk menjaga hati tetap dalam cahaya iman, para amil diajak untuk: Memperbanyak dzikir, agar hati senantiasa hidup dan tenang. Menjaga pandangan dan ucapan, karena keduanya pintu masuk bagi godaan setan. Menghindari iri dan dengki, sebab penyakit hati ini dapat merusak amal. Berteman dengan orang saleh, agar hati terus terarah pada kebaikan. Memperbanyak doa, memohon perlindungan Allah dari hati yang keras. Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., yang membidangi Administrasi, SDM, dan Umum, menyampaikan apresiasinya atas materi yang disampaikan. Ia berharap kajian ini mampu memperkaya wawasan keislaman amil dan menjadi teladan dalam keseharian. “Kegiatan pengajian Jumat ini bukan hanya menambah pengetahuan agama, tetapi juga membentuk karakter amil agar tidak hanya fokus bekerja, melainkan juga berkembang dalam ilmu, amal, dan akhlak Islami,” ujarnya. Menurutnya dengan penguatan spiritual para amil BAZNAS Kaltim diharapkan agar para amil senantiasa ikhlas dalam bekerja dan sabar dalam menghadapi tantangan, sekaligus menjadi bekal dalam melayani umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim terus berupaya membangun kualitas amil yang tidak hanya profesional dalam tugas, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.
BERITA26/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS di Lingkungan Pemprov Kaltim
BAZNAS Kaltim dan Komisi IV DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS di Lingkungan Pemprov Kaltim
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Timur bersama Kepala Perangkat Daerah dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pada Selasa (23/9/2025) di Ruang Rapat Gedung E Lt. 1 Kantor DPRD Prov. Kaltim, Jalan Teuku Umar No.1, Karang Paci, Kota Samarinda. Rapat kerja yang membahas Optimalisasi Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) ini dipimpin oleh Komisi IV DPRD Prov. Kaltim H. Muhammad Dalis, S.Hut., M.Si., M.H. Ia menyampaikan bahwa tujuan rapat kerja ini merupakan amanat Gubernur Kalimantan Timur untuk memaksimalkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR), Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta mendorong sinergi dalam pembangunan di Kalimantan Timur. “Program-program Gubernur menjadi bagian dari upaya dalam pemanfaatan dana ZIS ataupun CSR. Tujuannya untuk menuntun saudara muslim agar membantu masyarakat yang tidak mampu. Pengumpulan zakat ini untuk kesejahteraan masyarakat, bukan kesejahteraan DPR,” tegas Darlis. Ia juga menambahkan bahwa penguatan zakat bukan hanya soal jumlah penghimpunan, tetapi juga membangun kesadaran ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya dengan penuh kesadaran. “Dalam hal ini bukan mengumpulkan zakat sebanyak-banyaknya, tapi mengawal, membangun kesadaran membayar zakat bagi ASN, dengan mewujudkannya. Jangan ada kesan ASN terpaksa, jangan sampai ada yang tidak menyalurkan karena persoalan ras atau alasan lain yang membuat tidak menunaikan kewajibannya,” jelasnya. Dalam rapat tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan melaporkan bahwa total penghimpunan zakat dari Januari hingga Agustus 2025 yang bersumber dari 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra Komisi IV DPRD Kaltim telah mencapai Rp1.586.092.295. Namun, masih terdapat sejumlah OPD yang belum menyetorkan zakatnya. Data menunjukkan beberapa unit telah memberikan kontribusi signifikan, seperti RSUD Kanujoso Djatiwibowo dengan penghimpunan Rp517 juta dari 996 muzakki, Sekretariat Daerah Rp331 juta dari 315 muzakki, serta RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dengan Rp114 juta dari 1.986 muzakki. Meski begitu, masih ada unit dengan kontribusi relatif kecil, misalnya Dinas Lingkungan Hidup (Rp2,8 juta dari 5 muzakki) dan UPTD. Laboratorium Kesehatan (Rp7,9 juta dari 2 muzakki), yang menunjukkan perlunya peningkatan optimalisasi. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim, H. M. Syirajudin, S.H., M.T., menegaskan komitmen Pemprov dalam optimalisasi zakat. "Pada tahun 2024 kita sudah ada surat edaran yang ditandatangani Ibu Sekda, isinya mengimbau ASN agar mengeluarkan zakat penghasilannya. Besarannya Rp6,8 juta, jadi di bawah angka itu belum dipotong, sedangkan yang di atas Rp6,8 juta dipotong 2,5 persen," ujarnya. Ia menambahkan, aturan tersebut kini diperkuat melalui rancangan perda dan pergub yang sedang dalam proses harmonisasi. "Kita berharap dengan adanya Pergub nanti, pasal yang menguatkan itu sifatnya wajib. Jadi seluruh ASN yang beragama Islam bisa menunaikan zakat penghasilan atau zakat profesi, yang gajinya Rp6,8 juta ke atas akan dipotong 2,5 persen dari gaji dan tunjangan," jelasnya. Syirajudin juga menegaskan bahwa pengumpulan zakat tidak hanya dari ASN. "Zakat ini sumbernya bukan hanya dari ASN, tetapi juga kita harapkan dari pihak swasta, termasuk CSR perusahaan, usaha pertambangan, perkebunan, dan bidang lainnya," ungkapnya. "Semua zakat nanti akan dikelola dan disalurkan melalui BAZNAS Kaltim, termasuk dikoordinasikan bersama pemerintah dan DPRD, dengan prioritas utama untuk pengentasan kemiskinan," pungkasnya. Hasil rapat kerja menghasilkan sejumlah kesimpulan penting, di antaranya: 1. Zakat, termasuk zakat penghasilan, adalah kewajiban bagi setiap muslim yang berpenghasilan melebihi nisab. 2. Penyaluran zakat melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi negara memiliki keutamaan, sebagaimana dicontohkan di masa Nabi dan Sahabat. 3. Pengumpulan zakat penghasilan di lingkungan Pemprov Kaltim disepakati dilakukan seoptimal mungkin melalui BAZNAS Kaltim. 4. Pemprov Kaltim diminta memberikan penguatan regulasi dalam proses pengumpulan dan penyaluran zakat. 5. Rancangan Peraturan Gubernur (Ranpergub) terkait zakat perlu disempurnakan, tidak hanya mengikat aspek pengumpulan, tetapi juga memastikan penyaluran lebih akuntabel. 6. OPD, Badan, dan RSUD mitra Komisi IV DPRD Kaltim diminta menjadi teladan dalam pengumpulan zakat di lingkungannya. 7. BAZNAS Kaltim diminta secara rutin melakukan sosialisasi mengenai pengumpulan dan penyaluran ZIS. 8. BAZNAS Kaltim diharapkan menyusun peta potensi zakat pada setiap OPD, Badan, dan RSUD di lingkungan Pemprov Kaltim. 9. Komisi IV DPRD Kaltim mendorong BAZNAS Kaltim untuk terus meningkatkan kinerja guna memperkuat kepercayaan muzaki. 10. Perlu dibuat program pemberian penghargaan (reward) kepada OPD/Lembaga yang berhasil memaksimalkan pengumpulan zakat. Melalaui Rapat kerja ini menegaskan komitmen bersama antara DPRD Kaltim, Pemprov Kaltim, dan BAZNAS Kaltim dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan penguatan regulasi, sosialisasi berkelanjutan, serta dukungan aktif dari OPD dan RSUD, diharapkan pengelolaan zakat di Kalimantan Timur semakin transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat yang luas bagi mustahik. Turut hadir Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan H. Miswan Thahadi, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan dan Keuangan, Plt. Kabag Bina Mental Spiritual Biro Kesra, Lora Sari. Dari Komisi IV DPRD Kaltim, hadir sejumlah anggota DPRD Kaltim di antaranya Syahariah Mas’ud, S.E., H. Fadly Imawan, S.P., M.P., H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., M.M., dan Damayanti, S.Pd. Dan 19 perwakilan Perangkat Daerah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Lingkungan Hidup, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kaltim, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, RSJD Atma Husada Mahakam, RS Mata, Direktur RSUD Aji Muhammad Salehuddin II, dan UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kaltim.
BERITA23/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan untuk 500 Anak Yatim Dhuafa dalam Yatim Fest 2025
BAZNAS Kaltim Salurkan Santunan untuk 500 Anak Yatim Dhuafa dalam Yatim Fest 2025
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar Yatim Fest 2025 di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (21/09/2025). Acara tahunan ini menjadi momentum berbagi kebahagiaan dan perhatian bagi 500 anak yatim dhuafa yang berasal dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Santunan yang diberikan berupa tabungan pelajar senilai Rp1.230.000/anak, souvenir, kaos, bingkisan, serta voucher belanja di bazar UMKM. Dana tersebut bersumber dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat yang dikelola BAZNAS Kaltim. Selain santunan, kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba tahfidz dan lomba mewarnai untuk menumbuhkan semangat, kreativitas, dan motivasi anak-anak. Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang SDM, Ekonomi, dan Kesejahteraan Sosial, Drh. Arief Murdiyanto, hadir mewakili Gubernur Kaltim. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial yang sejalan dengan visi Pemprov Kaltim menuju generasi emas. “Kegiatan ini memberi motivasi kepada anak-anak yatim agar tumbuh menjadi generasi kreatif dan produktif. Ini adalah sinergi luar biasa antara Pemprov Kaltim dan BAZNAS dalam membangun SDM yang unggul, tidak hanya pembangunan fisik tetapi juga spiritual dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa Yatim Fest merupakan kelanjutan program tahun sebelumnya yang kini digelar di masjid untuk semakin mendekatkan anak-anak pada ibadah. “Tahun ini kami menyalurkan santunan untuk 500 anak yatim dhuafa, dan ke depan jumlah penerima manfaat akan terus kami tingkatkan. Kami tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga binaan moril agar anak-anak ini tumbuh menjadi generasi berakhlak mulia yang mampu memajukan Kalimantan Timur,” ungkapnya. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain pimpinan BAZNAS Kaltim, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim, perwakilan Bankaltimtara Syariah dan Maybank Syariah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Kasrem 091 ASN, Forkopimda, serta para ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Kaltim. Melalui Yatim Fest 2025, BAZNAS Kaltim berharap dapat terus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli kepada anak-anak yatim dhuafa, memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan mitra, serta menjalin silaturahmi bersama para donatur dan relawan.
BERITA22/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Pemprov Kaltim Apresiasi Program Yatim Fest 2025, Dukung BAZNAS Kaltim Tingkatkan Penghimpunan ZIS
Pemprov Kaltim Apresiasi Program Yatim Fest 2025, Dukung BAZNAS Kaltim Tingkatkan Penghimpunan ZIS
Samarinda – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur atas terselenggaranya Yatim Fest 2025 di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (21/9/2025). Dalam kegiatan yang menyalurkan santunan bagi 500 anak yatim dhuafa tersebut, Gubernur Kaltim melalui Staf Ahli Bidang SDM, Ekonomi, dan Kesejahteraan Sosial, Drh. Arief Murdiyanto, menyampaikan bahwa program ini selaras dengan visi Pemprov Kaltim dalam mewujudkan generasi emas yang unggul, kreatif, dan produktif. “Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus berkembang. Pemerintah Provinsi selalu mendukung langkah BAZNAS Kaltim, karena sinergi ini penting untuk membangun SDM yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial,” ujarnya. Lebih lanjut, Arief menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus mendorong kolaborasi dengan BAZNAS dalam berbagai program sosial-keagamaan. Menurutnya, dukungan ini tidak hanya bermanfaat dalam membangun kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sehingga penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dapat meningkat sesuai target. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan Pemprov Kaltim. Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat dan pemerintah menjadi modal utama BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan penyaluran dana umat. “Dukungan ini sangat berarti bagi kami. Semakin besar kepercayaan masyarakat, maka semakin banyak pula dana ZIS yang bisa dihimpun, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh mereka yang membutuhkan,” ungkapnya. Dengan adanya apresiasi dari Pemprov Kaltim, BAZNAS Kaltim optimistis dapat memperkuat sinergi bersama pemerintah, lembaga, dan masyarakat dalam menyalurkan program-program zakat yang tepat sasaran, berkeadilan, dan berkelanjutan.
BERITA21/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sepeda Harapan untuk Ibu Mawarti: BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Kaltim Peduli
Sepeda Harapan untuk Ibu Mawarti: BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Program Kaltim Peduli
Samarinda — Senyum bahagia terpancar dari wajah Ibu Mawarti, seorang buruh serabutan, ketika menerima bantuan satu unit sepeda dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis, (18/09/2025). Sepeda tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan transportasi anaknya yang setiap hari harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer menuju sekolah. Selama ini, Ibu Mawarti hanya bisa mengandalkan tenaga anaknya untuk menempuh perjalanan panjang ke sekolah. Suaminya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan tidak memiliki sarana untuk membantu antar-jemput, sementara keluarga kecil ini tinggal menumpang di rumah orang dengan menjaga sarang walet sebagai gantinya. Kini, dengan adanya bantuan sepeda dari BAZNAS Kaltim, beban keluarga ini sedikit berkurang. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sepeda ini sangat bermanfaat untuk antar anak saya sekolah. Terima kasih BAZNAS Kaltim atas bantuannya, dan muzaki yang sudah bayar zakatnya, semoga kebaikan bapak ibu menjadi pahala,” ungkap Ibu Mawarti dengan mata berkaca-kaca. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan harapannya agar bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga Ibu Mawarti. “Kami berharap sepeda ini dapat menjadi sarana yang meringankan beban ibu Mawarti untuk mengantar anaknya ke sekolah. Kami juga berpesan agar amanah dari para muzaki ini dijaga dan dirawat dengan baik, sehingga bisa digunakan sampai anaknya menyelesaikan sekolah,” ucapnya. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. Abdurrahman AR. MAP, turut menyampaikan doa terbaik. “Semoga bantuan ini menjadi awal dari keberkahan, memudahkan langkah keluarga ibu Mawarti, dan membawa kesuksesan di masa depan,” ujarnya. Bantuan sepeda ini merupakan bagian dari Program Kaltim Peduli, yaitu program kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat tidak mampu sesuai dengan 8 asnaf penerima zakat. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, menyalurkan amanah muzaki agar dapat memberikan manfaat nyata dan menjadi solusi dalam mengurangi beban hidup mustahik.
BERITA18/09/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →