Berita Terbaru
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui partisipasi aktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Berbasis Kompetensi yang digelar di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2025.
Empat amil BAZNAS Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini berasal dari berbagai divisi strategis, yaitu Divisi Resty Amalia Ulfah (Kepala Divisi), Rizky Awaliyah Maulidina (Pelaksana Keuangan), Maghfiratur Rachmah (Pelaksana Humas), dan Fajar Setiawan (Pelaksana Pengumpulan).
Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., menegaskan bahwa program sertifikasi merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola zakat yang berkelanjutan.
“Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini, dan Alhamdulillah, penganggarannya sudah kami siapkan dalam anggaran operasional APBD tahun 2025. Meskipun pelaksanaan di luar Samarinda, kami pastikan amil-amil yang belum tersertifikasi bisa ikut serta,” jelas Achmad Suparno.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi amil tidak hanya penting secara administratif, namun juga sebagai fondasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional.
“Program dan sarana yang bagus akan sia-sia tanpa pelaksana yang andal. Itulah mengapa kami fokus pada peningkatan SDM, agar amil BAZNAS memenuhi tiga kompetensi utama: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude). Sertifikasi ini menjadi cara untuk memastikan bahwa ketiganya terpenuhi,” tegasnya.
Menurutnya, BAZNAS Kaltim menargetkan seluruh amil, sekitar 17–20 orang, bisa tersertifikasi sebagai amil yang kompeten, mampu, dan memiliki semangat juang tinggi dalam melayani umat.
“Derajat orang berilmu itu tentu lebih tinggi. Maka, jangan pernah lelah belajar. Biarlah lelah menuntut ilmu, daripada kita menderita karena kebodohan. Ilmu adalah bekal utama untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional,” tambahnya.
Program sertifikasi ini juga diharapkan dapat memberikan standar kerja yang seragam secara nasional serta memperkuat peran amil dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA12/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
Samarinda - Dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi lanjutan bersama jajaran manajemen RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kamis (10/07/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari hasil sosialisasi ZIS sebelumnya dan persiapan kegiatan Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit (Bibir Sumbing) yang direncanakan akan kembali digelar tahun ini.
Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H, dan Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, M.E. Sementara dari pihak RSUD AWS hadir perwakilan Wakil Direktur Umum dan Keuangan, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS), beserta jajaran manajemen rumah sakit.
drg. Agung menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS Kaltim, khususnya dalam penguatan sistem pengumpulan zakat di lingkungan RSUD AWS. Ia mengungkapkan bahwa pasca sosialisasi ZIS yang dilakukan sebelumnya, antusiasme pegawai untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan.
“Jika ini kita kelola dengan baik, potensi kenaikan pengumpulan ZIS di RS AWS bisa mencapai 200%. Kami akan terus mengimbau para pegawai secara berkala, agar tidak hanya zakatnya saja yang disalurkan, tetapi juga infaknya,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung program-program sosial dan kesehatan di RSUD AWS, termasuk berbagai bantuan pembiayaan pasien yang tidak tercover BPJS. “Terima kasih atas bantuan nyata yang telah diberikan. Ini benar-benar meringankan masyarakat dan memperkuat fungsi sosial rumah sakit,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fokus penyaluran dana ZIS BAZNAS Kaltim. Di awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan sedikitnya Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan kesehatan, seperti pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS).
“Kolaborasi bersama RSUD AWS menjadi model sinergi yang sangat baik antara lembaga pengelola zakat dan institusi kesehatan. Ini akan terus kami dorong agar potensi ZIS di sektor kesehatan dapat terhimpun dan didayagunakan secara optimal,” ujar Munawarah.
Dengan potensi penghimpunan yang terus meningkat, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan RSUD AWS sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi program-program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mengirimkan delegasi amil untuk mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah dan Kualifikasi Tiga Bidang Pengelolaan Zakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa–Sabtu, 8–12 Juli 2025. Diikuti oleh peserta dari wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur.
Turut hadir pada acara pembukaan Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., MA, beserta jajaran.
Pelatihan dan sertifikasi ini melibatkan 24 peserta untuk skema pimpinan dan 25 peserta untuk skema pelaksana, termasuk delegasi dari BAZNAS Kaltim diantaranya Kepala Divisi Resty Amalia Ulfah, Pelaksana bidang keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Pelaksanan Humas Maghfiratur Rachmah, dan Pelaksana Pengumpulan Fajar Setiawan.Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak amil zakat yang profesional, kompeten, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).
Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi salah satu syarat penting bagi siapa saja yang ingin menjadi pimpinan BAZNAS. Ia mendorong para amil di daerah untuk mengikuti program ini guna memiliki arah kerja yang jelas dan terstandarisasi secara nasional.
“BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural. Kita harus percaya diri, karena perjuangan untuk hak-hak kepegawaian, termasuk status PNS atau PPPK bagi amil, terus diperjuangkan bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Saat ini kita sudah memperoleh fasilitas pemotongan pajak, dan ke depan semoga hak lainnya bisa menyusul,” ujar KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA.
Lebih lanjut, KH. Achmad Sudrajat mendorong agar sertifikasi tidak berhenti pada satu skema saja.
“Jangan merasa cukup. Dunia zakat sangat luas, dan banyak hal yang harus terus dipelajari. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas keahlian—baik dalam perzakatan, SDM, hingga manajemen risiko seperti CFRM,” pesannya.
Sertifikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah, termasuk pengelolaan UPZ masjid, edukasi zakat kepada masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola zakat yang in amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Khitanan Massal Gratis untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Berau. Kegiatan ini bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau dan berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan dan Ketua BAZNAS Berau, Busrasyah.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilaksanakan di Samarinda dan Paser pada tahun 2024 lalu.
"Tahun ini kami pilih Kabupaten Berau sebagai lokasi khitanan massal. Target awal kami 500 anak, tapi sampai penutupan pendaftaran baru 300 yang mendaftar," jelasnya.
Untuk 200 anak lainnya, BAZNAS akan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar anak-anak tetap bisa dikhitan tanpa harus datang ke Rumah Sehat BAZNAS.
"Selama dua hari ini, kami akan melayani 300 anak. Hari pertama 200 anak, dan hari kedua 100 anak," tambah Nabhan.
Ia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban orang tua yang kurang mampu. Ia juga memastikan bahwa semua layanan di RSB bisa diakses masyarakat tidak mampu tanpa biaya, karena sudah ditanggung oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, mengatakan bahwa pelaksanaan khitanan dilakukan dengan standar medis yang baik. BAZNAS menggandeng tenaga kesehatan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar proses berjalan aman dan sesuai aturan.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan sistem jemput bola untuk anak-anak yang tinggal jauh dari kota.
"Kalau mereka harus datang ke sini, tentu memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Jadi kami yang akan mendatangi mereka," ujarnya.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Berau sebagai lokasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan khitanan ini sangat membantu orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya.
"Semoga ke depan kerja sama ini terus terjalin, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini," tutupnya.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
BERAU – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui program Khitanan Massal Gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau, kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat. “Sebanyak 300 anak-anak kita dikhitan hari ini dan besok. Sementara 200 anak lainnya akan dijadwalkan melalui program jemput bola, seperti ke Segah dan Tanjung Batu. Kami harap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.
Gamalis juga menekankan pentingnya program ini dari segi agama, kesehatan, dan sosial ekonomi. “Sunat ini kewajiban dalam syariat Islam. Tapi juga penting untuk kesehatan. Karena membutuhkan biaya, tentu program seperti ini sangat membantu orang tua, mengurangi beban mereka. Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS. Kami berharap ke depan instansi lain juga bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Khitanan Massal tahun 2024 yang sebelumnya dilaksanakan di Samarinda dan Kabupaten Paser. “Tahun ini, Berau kami pilih sebagai lokasi kegiatan. Harapannya, keberadaan Rumah Sehat BAZNAS di Berau bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.
Dijelaskan Ahmad Nabhan, dari total target 500 anak, hingga akhir pendaftaran tercatat 300 anak yang siap dikhitan di RSB Berau selama dua hari. “Hari ini kami melayani 200 anak, besok 100 anak. Sementara 200 anak lainnya akan kita sasar di kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar mereka tetap bisa ikut program ini tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi,” jelasnya.
Ahmad Nabhan juga menegaskan pentingnya peran Rumah Sehat BAZNAS dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dan layak kepada masyarakat. Ia berharap seluruh tenaga kesehatan di RSB dapat melayani dengan baik dan sepenuh hati.
“RSB ini tempat berobat bagi warga yang tidak mampu. Jangan sampai warga yang datang ke sini justru dipersulit atau dipindahkan ke tempat lain. Untuk warga yang kurang mampu, seluruh biaya akan ditanggung oleh BAZNAS, baik dari provinsi maupun kabupaten,” tegasnya.
Pelaksanaan Khitanan Massal ini turut melibatkan tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan aman bagi peserta.
Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, menambahkan bahwa pihaknya siap melaksanakan program lanjutan secara langsung ke wilayah-wilayah terpencil. “Kami sudah siapkan skema jemput bola untuk menjangkau anak-anak yang tinggal jauh dari kota,” ungkapnya.
Program Khitanan Massal Gratis ini merupakan bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan program-program serupa dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
Balikpapan – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan melalui partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik BUMD dan Vertikal Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Hotel Horison Ultima Bandara, Balikpapan.
FGD ini diinisiasi oleh Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kaltim turut mengevaluasi sistem keterbukaan informasi yang telah dijalankan, sekaligus mempertegas langkah-langkah perbaikan ke depan.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang juga menjalankan fungsi pelayanan publik, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya terkait pelaporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
“BAZNAS Kaltim telah berupaya menyediakan akses informasi melalui berbagai kanal, seperti website kantor digital dan media sosial. Namun ke depan, kami akan membentuk tim khusus pengelola PPID guna memperkuat sistem keterbukaan informasi ini,” tegasnya.
Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom., yang menjadi narasumber utama FGD, menekankan pentingnya konsistensi lembaga publik dalam memperbarui dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator utama dalam mewujudkan lembaga yang transparan dan akuntabel.
“PPID harus aktif menyediakan informasi yang dibutuhkan publik. Dengan begitu, lembaga kita akan lebih dipercaya dan dinilai terbuka terhadap masyarakat,” ujarnya.
Selain sesi diskusi, dalam kegiatan ini juga dilakukan evaluasi keterbukaan informasi oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim, Muhammad Khaidir. Evaluasi mencakup keaktifan website resmi, kepemilikan dan pengelolaan media sosial, serta kemudahan akses informasi oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa ke depan indikator keterbukaan publik juga akan menitikberatkan pada keaktifan dan kualitas penyampaian informasi melalui media sosial resmi lembaga.
Melalui keikutsertaan dalam forum ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan untuk terus membenahi sistem pelayanan informasi publik sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas lembaga kepada masyarakat, sekaligus menjalankan prinsip-prinsip pengelolaan dana ZIS yang profesional dan transparan.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Samarinda — Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit, Kota Samarinda, Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program-program keumatan, khususnya di bidang zakat, infak, dan wakaf produktif.
Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Zakat, Wakaf, dan Infak Produktif: Ruang Aksi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat”, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa potensi zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para mustahik yang membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit secara mandiri.
"Zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, maka akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya," ujarnya dalam sesi pemaparan.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Provinsi Kaltim. Menurutnya, pembentukan UPZ IPARI menjadi langkah strategis dan kolaboratif dalam memperluas jangkauan pengumpulan zakat serta mempercepat terwujudnya visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat.
"Melalui pembentukan UPZ di lingkungan IPARI, para penyuluh agama tidak hanya menjadi penggerak dakwah spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui gerakan zakat, infak, dan wakaf produktif. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengokohkan peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial yang sesungguhnya," tambahnya.
Kegiatan RAKORWIL ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IPARI dan BAZNAS Kaltim, serta mendorong lahirnya program-program zakat produktif yang mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat di Kaltim. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama, dalam membangun ekosistem zakat yang amanah,dan profesional. Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pada Rabu (01/07/2025), BAZNAS Kaltim melaksanakan serah terima aset operasional kepada pengurus UPZ Islamic Center Samarinda, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim.
Penyerahan aset berupa satu unit handphone merek Redmi A5 ini dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., bersama Wakil Ketua UPZ Islamic Center Samarinda, Djoko Iriandono, S.E., M.A.
Aset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional UPZ Islamic Center, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan mustahik serta sebagai fungsi call center layanan UPZ. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.“Aset yang diberikan ini adalah bentuk dukungan konkret BAZNAS Kaltim kepada UPZ agar bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kami berharap perangkat ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan operasional lembaga, terutama dalam pelayanan kepada mustahik,” tegas Achmad Suparno.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara BAZNAS Kaltim dan UPZ Islamic Center tentang penyaluran dan pendistribusian dana zakat. Sebagai bagian dari proses pembinaan kelembagaan, pengurus UPZ Islamic Center juga telah dibekali pelatihan pengelolaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA), termasuk tata kelola pelaporan dan ZIS berbasis digital, guna memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris UPZ Islamic Center, Masliansyah, dan Staf Pelaksana Keuangan BAZNAS Kaltim, Rizky Awaliyah Maulidina.
Dengan penyerahan aset ini, BAZNAS Kaltim berharap sinergi antar lembaga pengelola zakat terus terjaga dan semakin memperkuat jaringan layanan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (30/6).
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid.
Penandatanganan ini menjadi komitmen dalam penyaluran dan pendistribusian dana zakat, salah satunya terkait kegiatan yang ada di Islamic Center, seperti honor penceramah setiap subuh dan operasional kegiatan.
Selain itu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien, akan berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS kaltim dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS di lingkungan Islamic Center dan masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, MAP, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Keuangan Resty Amalia Ulfah, Pelaksana Keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Kepala Divisi Pengumpulan dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, serta jajaran pengurus dari Badan Pengelola Islamic Center.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa MoU dengan UPZ di Masjid Raya Baitul Muttaqien merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring pengumpulan zakat, serta memastikan dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
UPZ ini akan menjadi bagian dari pengelolaan zakat kepada masyarakat, khususnya para jamaah dan pegawai di lingkungan Islamic Center.
“Nanti pengelolaan zakat baik pendistribusian dan pelaporan dana secara resmi akan dikelola langsung oleh pengurus UPZ islamic. Mengingat masjid Islamic Center ini tingkat provinsi maka sebagai perpanjangan tangan dari BAZNAS Kaltim juga.” Kata H. Ahmad Nabhan.
Sementara itu, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program-program produktif yang diinisiasi oleh BAZNAS Kaltim.
Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien nantinya akan menjalankan fungsi pengumpulan zakat, baik zakat maal, infak, dan sedekah dari jamaah masjid, pengurus, hingga donatur lainnya.
Seluruh dana yang terhimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat) yang berhak, sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku.
Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kaltim dan Badan Pengelola Islamic Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan profesionalisme. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan briefing pelaksana yang digelar pada Senin, (30/06/2025) di Kantor BAZNAS Kaltim.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang tidak hanya menertibkan profesionalitas amil, tetapi juga adab sebagai insan pengelola zakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di BAZNAS Kaltim harus berakar pada ajaran Islam dan menjadi bagian dari amanah Undang-Undang yang telah ditetapkan bagi lembaga pengelola zakat.
"Kita ingin mewujudkan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga Islami yang profesional. Untuk itu, etika dan adab harus menjadi nafas kerja kita, agar marwah lembaga tetap terjaga," tegasnya di hadapan para pelaksana.
Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, M.A.P., menyampaikan bahwa sebagai lembaga berbasis Islam, BAZNAS tidak hanya memiliki standar profesional, tetapi juga standar etika dan karakteristik islami yang menjadi pembeda.
"BAZNAS itu lembaga Islam. Maka standar kerja kita pun harus mencerminkan nilai-nilai Islam, baik dari sisi etika, karakteristik, hingga estetika," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah bagian dari manajemen yang harus dikelola dengan etika dan nilai-nilai karakter yang kuat.
Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan kepada seluruh amil dan pelaksana untuk terus meningkatkan ketaatan terhadap aturan melalui proses standarisasi dan sistem yang akomodatif terhadap kondisi riil yang ada di lingkungan kerja.
"Aturan baku itu penting, tapi juga harus kita sesuaikan dengan realitas di lapangan. Sistem yang kita jalankan harus bisa menjembatani nilai-nilai yang kita yakini dengan praktik kerja yang adaptif," tutupnya.
Briefing ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam menjaga konsistensi tata kelola lembaga zakat yang amanah, profesional, dan sesuai syariat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kultur kerja yang harmonis, beretika, dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas keummatan di Kalimantan Timur.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan saat pertemuan koordinasi bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya terus mendorong masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim, untuk menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS.
“Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati Ardiansyah.
Ia menambahkan, manfaat zakat sangat luas dan strategis, tidak hanya membantu mustahik secara langsung tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
“Zakat ini bukan hanya urusan ibadah, tapi juga solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Maka penting bagi kita semua, khususnya ASN, untuk memberikan contoh dan kesediaan dalam membayar zakat melalui BAZNAS,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi peran aktif BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan dari dana zakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus diperkuat demi kemaslahatan umat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menyambut baik dukungan Bupati Kutim dan menyatakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah masyarakat dengan prinsip pengelolaan yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
“Kami sangat terbuka dengan dukungan pemerintah daerah. Dukungan tersebut adalah modal utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dan memperluas jangkauan program-program zakat di seluruh Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Dengan dukungan yang kuat dari kepala daerah dan sinergi yang terbangun dengan baik, BAZNAS Kaltim optimis gerakan zakat akan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur yang direncanakan akan digelar pada akhir Juli 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi bersama pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim.
Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. Dari BAZNAS Kutai Timur hadir Wakil Ketua II Moh. Abdullah, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua IV Hj. Narwa Abdul, Lc., M.A., dan Kepala Pelaksana Lukman Affandi, S.H.I., M.H.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan rencana pelaksanaan Rakorda pada akhir Agustus 2025. Namun, mengingat berdekatan dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pihaknya membuka ruang untuk masukan dari Bupati Kutim selaku tuan rumah.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Timur menyarankan pelaksanaan Rakorda di akhir Juli, yakni pada tanggal 27–29 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat menjadi momentum strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
“Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati.
Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus berinovasi dan menggerakkan potensi zakat secara lebih kreatif, termasuk melalui gerakan infak sederhana.
“Gerakan infak dari nominal kecil seperti Rp5.000, lama-lama bisa jadi Rp50 juta. Ini soal konsistensi dan kepedulian,” ujarnya.
Terkait keterlibatan perusahaan, Bupati menekankan pentingnya pendekatan kepada pelaku usaha untuk menyalurkan zakat profesi, namun membuka ruang kontribusi lebih besar melalui dana sosial lainnya.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E mengungkapkan, agar mendorong pemanfaatan dana CSR dari perusahaan sebagai strategi memperluas penerima manfaat. Mengingat Kutim memiliki banyak perusahaan dengan potensi zakat perusahaan yang besar.
“Melalui CSR, jangkauan bantuan dapat lebih luas karena tidak terbatas hanya untuk 8 golongan asnaf. Ini juga membuka ruang kolaborasi lebih besar dengan berbagai pihak,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Buoati Kutim atas dukungan yang terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Kutai Timur hingga mampu menjadi salah satu pengumpul zakat terbesar di antara kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur.
“Sinergi ini penting untuk memperkuat peran zakat sebagai pilar penanggulangan kemiskinan. Terima kasih atas komitmen dan kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS,” pungkasnya.
Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan program, meningkatkan tata kelola zakat, serta mendorong harmonisasi pelaksanaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
Dalam rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyerahan simbolis program kerjasama antara BAZNAS Kaltim, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan, dan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, berupa penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya ayam petelur, Minggu, (21/06/2025).
Program ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam mendukung ekonomi syariah berbasis komunitas. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E.
“Program ini merupakan bagian dari visi BAZNAS Kaltim untuk memberdayakan lembaga pendidikan berbasis pesantren agar mandiri secara ekonomi. Kami tidak hanya ingin menjadi penyalur bantuan sesaat, tetapi juga mendorong ekosistem usaha berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ujar H. Badrus Syamsi.
Program budidaya ayam petelur ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan, melibatkan santri dan pengurus pondok pesantren secara aktif dalam pengelolaan usaha. Selain itu, pada momen yang sama, juga diluncurkan program Wakaf Digital di dua titik wilayah Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penguatan instrumen keuangan sosial syariah yang berbasis teknologi.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi program-program ekonomi dan keuangan syariah yang telah dijalankan sepanjang tahun, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antar stakeholders.
Lebih lanjut H. Badrus Syamsi berharap, lewat langkah kolaboratif ini, pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga sentra pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan keterlibatan aktif lembaga keuangan dan lembaga zakat, model pemberdayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan pengarahan kepada para amil pelaksana dalam briefing rutin yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang egaliter, namun tetap terukur dan disiplin dalam pelaksanaan tugas.
"Egaliter itu penting. Kita ingin suasana kerja yang sehat, saling menghargai, tidak ada rasa takut atau tertekan. Tetapi dalam suasana kerja yang egaliter, tetap ada aturan yang harus dijalankan dan target yang harus dicapai," ujar Achmad Suparno.
Dalam arahannya, ia menyampaikan konsep "Egaliter Plus-Plus" sebagai pendekatan kerja yang menggabungkan rasa kebersamaan dengan kesadaran terhadap tanggung jawab profesional. Plus yang pertama, kata dia, adalah menjaga rasa—bahwa setiap manusia memiliki kepekaan, perasaan, dan taste dalam menjalani pekerjaan. Artinya, komunikasi dan relasi antarpegawai harus dibangun dengan empati dan etika.
Plus kedua adalah kepatuhan terhadap aturan. Ia mengingatkan pentingnya membangun mindset positif dan ikhtiar dalam bekerja, dengan terus mengedepankan nilai ihsan—bekerja sebaik mungkin meskipun tidak dilihat atasan secara langsung.
“Ketiga, jangan sampai pimpinan bersikap diam terhadap kesalahan. Pimpinan yang membiarkan kekeliruan tanpa teguran justru melemahkan semangat profesionalisme. Harus ada keberanian menegur dengan bijak demi perbaikan bersama,” tegasnya.
Achmad Suparno juga menegaskan bahwa pola kerja yang berimbang antara semangat, aturan, dan nilai-nilai moral adalah kunci dalam menjaga kualitas pelayanan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga pengelola dana zakat yang profesional dan terpercaya.
"Semangat kita adalah bersatu hati, bekerja ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dengan cara ini, insyaAllah BAZNAS Kaltim akan semakin solid dan bermanfaat bagi umat," tutupnya.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Jumat (20/6), di Ruang Buana, RSUD AWS. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan ZIS, khususnya di sektor kesehatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Hadir pula perwakilan RSUD AWS, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS).
Dalam paparannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa potensi zakat dari seluruh rumah sakit pemerintah di Kaltim diperkirakan mencapai Rp9,2 miliar per tahun. Angka ini tentu menjadi peluang besar apabila dapat dihimpun secara optimal.
“Bayangkan jika potensi Rp9,2 miliar itu terhimpun maksimal. Dampaknya luar biasa bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin, terutama untuk pembiayaan medis yang tidak dijangkau oleh BPJS,” ujar Badrus.
Ia menambahkan, hingga awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai program kesehatan, termasuk bantuan pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan operasi batu ginjal Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Selain itu, BAZNAS Kaltim tidak hanya menyalurkan dana zakat, tetapi juga mengelola dana infak, sedekah, hingga kolaborasi dengan dana CSR.
“Zakat bukan cuma soal 2,5 persen. Tapi bagaimana dana itu bisa cepat, tepat, dan bermanfaat. BAZNAS Kaltim siap jadi mitra rumah sakit, karena kita tahu banyak pasien masih membutuhkan bantuan, terutama yang tidak tercover di dalam BPJS,” jelasnya.
H. Badrus Syamsi juga mengajak para tenaga kesehatan dan pimpinan rumah sakit untuk turut merekomendasikan pasien yang layak dibantu ke BAZNAS Kaltim, serta mengajak pegawai rumah sakit agar menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kaltim.
“Selama pasien itu warga Kaltim, tidak mampu secara ekonomi, dan kebutuhan medisnya urgen, insyaAllah akan kami bantu,” tegasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan optimalisasi zakat di lingkungan rumah sakit, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
BERITA20/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung akses kesehatan masyarakat terus diperkuat. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk pelaksanaan operasi infeksi gendang telinga bagi 15 pasien pada Jumat–Sabtu (30–31 Mei 2025) lalu, kali ini BAZNAS Kaltim kembali hadir dalam Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Rabu (18/06).
Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan RSUD AWS, dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang menghadapi kendala pembiayaan atau belum tercover BPJS secara penuh.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama BAZNAS dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS hadir untuk mengisi celah kebutuhan medis masyarakat yang tidak tertangani oleh sistem jaminan kesehatan formal.
“Setelah operasi gendang telinga beberapa waktu lalu, hari ini kami kembali hadir untuk mendukung tindakan bedah RIRS—sebuah teknologi baru untuk memecah batu saluran kemih secara minimal invasif. Semua ini kami lakukan agar zakat benar-benar memberi manfaat yang nyata,” ujarnya.
Badrus juga mengajak para dokter dan tenaga medis untuk aktif merekomendasikan pasien yang membutuhkan bantuan medis kepada BAZNAS.
“Kami pastikan akan merespons cepat dan membantu selama kebutuhannya bersifat medis dan pasien tersebut tidak mampu. Dan kami tidak melihat latar belakang agama, suku, atau ras—selama mereka penduduk Kalimantan Timur, mereka berhak dibantu,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi perluasan program kesehatan, untuk dua kegiatan tersebut BAZNAS Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk mendukung berbagai kebutuhan medis, termasuk dukungan tindakan medis khusus dan bantuan akomodasi pasien luar daerah.
Workshop bedah RIRS ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, serta para tenaga medis dan jajaran manajemen rumah sakit. Dr. Indah menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS Kaltim dalam mendukung program kemanusiaan bidang kesehatan.
“Kegiatan ini bukan hanya soal teknologi medis, tapi juga kolaborasi nyata antara lembaga zakat, rumah sakit, dan profesi medis yang bertujuan sama—yaitu membantu mereka yang kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” jelasnya.
Dengan semangat kolaboratif, BAZNAS Kaltim kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akses kesehatan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali berkolaborasi bersama sektor kesehatan, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) yang dilaksanakan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, Rabu (18/06).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rembulan, Gedung Poliklinik Blok B Lantai 2 tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan sambutan dan dukungan atas sinergi yang telah terjalin antara RSUD AWS dan BAZNAS Kaltim dalam berbagai program kemanusiaan di bidang kesehatan.
“Zakat merupakan instrumen negara yang dikelola BAZNAS sebagai lembaga resmi dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Maka kolaborasi seperti ini sangat strategis, apalagi dalam sektor kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Miswan Thahadi.
Ia menambahkan bahwa selama ini BAZNAS Kaltim terus mendukung berbagai layanan kesehatan, termasuk pasien-pasien kurang mampu yang belum ter-cover BPJS. Dukungan ini diharapkan dapat terus diperluas melalui kerja sama lintas sektor, khususnya dengan instansi di lingkungan Dinas Kesehatan.
Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS dalam pelaksanaan berbagai tindakan medis.
“BAZNAS sudah banyak membantu kami, mulai dari operasi bibir sumbing, timpanoplasti, hingga hari ini untuk RIRS—metode mutakhir untuk menangani batu ginjal secara minimal invasif. Kolaborasi ini sangat berarti bagi pasien yang menghadapi kendala biaya,” jelasnya.
Lebih jauh, dr. Indah berharap keberadaan BAZNAS menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terarah, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dukungan terhadap pemanfaatan zakat dalam layanan kesehatan juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, yang turut hadir dalam acara. Ia menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor kesehatan sangat besar dan belum tergarap maksimal.
“Hanya dari lima rumah sakit saja, potensi zakat bisa mencapai Rp10 miliar. Bayangkan jika itu disalurkan melalui BAZNAS, maka program-program seperti ini bisa dilakukan rutin dan dampaknya akan sangat luas,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi menjadi alat strategis untuk mendukung kebijakan kesehatan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat agar zakat semakin terasa manfaatnya di sektor kesehatan Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
SAMARINDA — Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, namun telah menjadi instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh program konvensional pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam Dialog Publika TVRI, Senin (16/6).
Menurutnya, zakat memiliki kekuatan tersendiri karena penyalurannya berlandaskan prinsip syariah dan ditujukan secara spesifik kepada delapan golongan penerima manfaat (asnaf): fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dengan demikian, bantuan zakat tidak menyasar secara umum, tetapi terfokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan.
“Zakat adalah solusi konkret dan fleksibel dalam menjangkau masyarakat rentan, terutama mereka yang masuk kategori mustahik. Karena zakat hanya diberikan kepada delapan golongan ini, maka penyalurannya pun lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkap Ahmad Nabhan.
Di Kalimantan Timur, tantangan kemiskinan ekstrem masih terasa nyata, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses terhadap infrastruktur dasar dan layanan publik masih sangat terbatas. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran BAZNAS Kaltim melalui program zakat menjadi pelengkap dan penguat dari intervensi pemerintah.
BAZNAS Kaltim telah merealisasikan sejumlah program di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi. Seluruh program disalurkan melalui BAZNAS kabupaten/kota maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tingkat lokal, sehingga lebih dekat dengan penerima manfaat.
“Program-program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya bantuan modal usaha bagi penjual sayur keliling yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Ini bagian dari upaya kami dalam menciptakan masyarakat yang produktif,” tambahnya.
Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS Kaltim melakukan proses asesmen yang ketat untuk memastikan kelayakan penerima. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar sampai ke tangan yang tepat.
Selain dari dana zakat murni, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT. Ansaf untuk penyediaan air bersih di Desa Batuah.
Ahmad Nabhan juga menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sesuai arahan Gubernur, ASN diimbau untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin besar pula dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
Samarinda – Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses infrastruktur dan layanan dasar yang terbatas menjadi salah satu hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Meski pemerintah melalui Dinas Sosial telah menjalankan berbagai program, namun persoalan kemiskinan ekstrem masih memerlukan sinergi dan intervensi berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut mengambil peran aktif melalui berbagai program pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada masyarakat rentan. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan fleksibel.
“BAZNAS Kaltim memiliki berbagai program di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan advokasi. Program-program ini secara konkret telah direalisasikan di berbagai wilayah melalui sinergi bersama BAZNAS kabupaten/kota dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim, Senin (16/6).
Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim turut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan ekstrem dengan fokus pada program-program yang belum terjangkau oleh pemerintah, seperti pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya adalah bantuan modal usaha untuk masyarakat yang berjualan sayur keliling.
“Program ini bersifat berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih produktif. Sebelum penyaluran bantuan, kami selalu melakukan asesmen terhadap calon penerima agar tidak terjadi tumpang tindih program,” jelasnya.
Program bantuan yang disalurkan BAZNAS Kaltim selalu berlandaskan pada syariat Islam, yaitu berdasarkan delapan asnaf penerima manfaat: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Setiap bantuan yang diberikan melalui proses verifikasi dan validasi data agar tepat sasaran.
Selain program internal, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya kerja sama dengan PT. Ansaf dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Desa Batuah, yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi.
“Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kaltim menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program yang relevan di lapangan. Dana zakat ini terbukti mampu menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kaltim,” tambahnya.
Ahmad Nabhan turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kaltim.
“Sesuai dengan arahan Gubernur, ASN diimbau menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak yang menunaikan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan yang digelar oleh Jejak Baik Pohon ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan budidaya ramah lingkungan. Bertempat di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, kegiatan ini dibuka secara resmi pada Minggu (15/7), dengan menghadirkan berbagai pihak yang mendukung inisiatif pemberdayaan tersebut.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, untuk menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“BAZNAS menyambut baik pelatihan ini sebagai bentuk konkret pengelolaan zakat untuk mendukung masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Program ini sejalan dengan salah satu pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan bahwa zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, namun juga dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan yang berdaya guna dan produktif. Potensi sumber daya alam wilayah pesisir Muara Badak, khususnya sektor perikanan dan kehutanan mangrove, menjadi kekuatan yang patut dikelola secara bijak.
Praktik Wanamina—sistem terpadu antara budidaya perikanan dan pelestarian mangrove—diakui sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat adat pesisir memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas tambak secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim siap mendukung program seperti ini, sebagai bentuk optimalisasi distribusi dana zakat dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik,” tambahnya.
Project Leader kegiatan, Reza, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik lapangan, ujian, dan akan menerima sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
“Harapannya seluruh peserta lulus sertifikasi agar dapat memperluas manfaat pelatihan ini ke masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ungkap Reza.
Dengan semangat kolaboratif dan pemberdayaan, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat—khususnya di wilayah pesisir—yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.
BAZNAS
Info Rekening Zakat
