WhatsApp Icon
Pimpinan BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi Hadiri Dies Natalis Ke-2 RSGM Universitas Mulawarman

SAMARINDA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., turut hadir dan memberikan dukungan pada peringatan Dies Natalis ke-2 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Mulawarman, Kamis (29/10/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung RSGM Universitas Mulawarman.

Peringatan Dies Natalis ke-2 ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan berdirinya RSGM Universitas Mulawarman sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Direktur RSGM Universitas Mulawarman menyampaikan perjalanan dan proses berdirinya rumah sakit tersebut. Paparan ini menjadi bagian dari refleksi atas upaya yang telah dilalui RSGM UNMUL hingga memasuki tahun kedua operasional dan pengembangannya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus RSGM Universitas Mulawarman, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., menekankan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan rumah sakit. Pengawasan yang baik diperlukan untuk memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan, menjaga mutu pelayanan, serta mendukung kemajuan dan pengembangan rumah sakit secara berkelanjutan.

Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Rudianto Amirta, S.Hut., M.P., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-2 RSGM Universitas Mulawarman. Ia berharap RSGM UNMUL terus berkembang, semakin profesional, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peluncuran logo RSGM Universitas Mulawarman. Peluncuran ini menjadi penanda perjalanan dan identitas kelembagaan RSGM UNMUL dalam melangkah ke tahap pengembangan berikutnya.

Logo tersebut diharapkan dapat merepresentasikan identitas, nilai, serta visi RSGM Universitas Mulawarman dalam menjalankan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Adapun makna dan filosofi setiap unsur logo menjadi bagian penting untuk memperkuat karakter serta arah pengembangan institusi ke depan.

Kehadiran H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS Kaltim terhadap pengembangan institusi dan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-2 ini, RSGM Universitas Mulawarman diharapkan semakin mantap dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang semakin baik bagi masyarakat.

29-10-2026 | Kontributor: humas baznaskaltim
Pimpinan BAZNAS Kaltim Hadiri RAKORNAS 2026, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Pusat dan Daerah

JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, pada Selasa–Rabu, 13–14 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pengelolaan zakat nasional, menyelaraskan program pusat dan daerah, serta mendorong optimalisasi potensi zakat bagi kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran pimpinan BAZNAS Kaltim dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mulai dari pengumpulan, pendistribusian, hingga pendayagunaan yang lebih terarah, produktif, dan berkelanjutan.

RAKORNAS BAZNAS 2026 diikuti oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si.; Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.; Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.; Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf; Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.; Menteri UMKM Maman Abdurrahman; serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan pengelola zakat tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pembangunan sosial.

Rangkaian kegiatan RAKORNAS pada Selasa, 13 Oktober 2026, diawali dengan registrasi peserta dan seremoni pembukaan. Agenda dilanjutkan dengan penayangan video serta penyerahan simbolis bantuan bencana di Nusa Tenggara Timur, penayangan video program bantuan bangsa Indonesia untuk rakyat Palestina, penyampaian taklimat Presiden untuk amil zakat Indonesia, serta Zakat Strategic Talks yang menghadirkan sejumlah menteri.

Memasuki Rabu, 14 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Plenary Meeting Sesi I yang membahas bidang mobilisasi dan pengumpulan, pengawasan dan pengendalian, serta digitalisasi, keuangan, dan operasional. Agenda berikutnya adalah Zakat Strategic Talks yang menghadirkan Wakil Ketua DPR RI, Menteri Investasi dan Kepala Danantara, CEO Pusat Pemungutan Zakat Wilayah Persekutuan Malaysia, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), dilanjutkan dengan Plenary Meeting Sesi II yang membahas bidang pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan, organisasi dan pembinaan daerah, serta riset, pengembangan, perencanaan dan inovasi.

Pada sesi berikutnya, masing-masing BAZNAS provinsi menyampaikan laporan pengelolaan zakat di daerah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menanggapi laporan BAZNAS se-Indonesia, pembacaan hasil RAKORNAS 2026, dan penutupan.

Berbagai materi tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS di tingkat daerah untuk memperoleh penguatan kebijakan, memperluas wawasan, serta menyelaraskan arah program dengan kebijakan pengelolaan zakat nasional. Hasil koordinasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa RAKORNAS menjadi salah satu wujud komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia. Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis untuk menyatukan koordinasi antara program di tingkat pusat dan daerah, sehingga pelaksanaan pengelolaan

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menilai RAKORNAS menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai posisi dan peran BAZNAS dalam ekosistem pemerintahan serta pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, BAZNAS memiliki karakteristik yang berbeda dari organisasi kemasyarakatan pada umumnya karena menjalankan fungsi pengelolaan zakat berdasarkan mandat peraturan perundang-undangan dan memiliki hubungan koordinasi dengan pemerintah. Dukungan pemerintah daerah, termasuk dukungan operasional melalui APBD sesuai ketentuan yang berlaku, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas BAZNAS.

“BAZNAS memiliki posisi dan peran yang berbeda dengan organisasi kemasyarakatan pada umumnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, BAZNAS juga mendapat dukungan pemerintah daerah, termasuk dukungan operasional melalui APBD sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah perlu terus diperkuat,” jelas Achmad Suparno.

Ia menambahkan, potensi zakat di daerah masih sangat besar dan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut penting agar program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan zakat.

“Potensi zakat sangat besar. Karena itu, kita harus terus membangun sinergi. Ada ungkapan bahwa kantong kanan adalah APBD dan kantong kiri adalah BAZNAS. Ini menggambarkan bahwa pemerintah dan BAZNAS dapat saling melengkapi melalui peran dan mekanisme masing-masing. Tujuannya tetap sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkapnya.

Menurut Achmad, perbedaan mekanisme dalam pelaksanaan program tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama. Sebaliknya, koordinasi yang baik dapat membantu memastikan program pemerintah dan program BAZNAS saling mendukung, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan prinsip pengelolaan dana masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur diwakili oleh lima pimpinan, yakni:

Ketua: Drs. H. Ahmad Nabhan.

Wakil Ketua I: H. Miswan Thahadi, S.Pd.I., M.Pd.I.

Wakil Ketua II: Dr. H. Abdurrahman AR, M.Ap.

Wakil Ketua III: H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E.

Wakil Ketua IV: Achmad Suparno, S.H., M.H.

Partisipasi seluruh pimpinan tersebut menunjukkan komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS di daerah.

Melalui RAKORNAS BAZNAS 2026, BAZNAS Kaltim berharap dapat membawa pulang berbagai masukan dan penguatan strategis untuk diterapkan dalam perencanaan program ke depan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara BAZNAS, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin produktif, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

13-10-2026 | Kontributor: humas baznaskaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Penguatan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

BALIKPAPAN – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut menghadiri agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sakura RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur. Agenda ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Polda Kaltim, rumah sakit, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja, serta mitra terkait.

Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat.

Selama ini, BAZNAS Kaltim telah membangun sinergi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kaltim dalam memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa meskipun BAZNAS Kaltim tidak menjadi pihak yang secara langsung menandatangani PKS pada agenda tersebut, BAZNAS tetap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“BAZNAS Kaltim memang tidak secara langsung menjadi bagian dari PKS ini. Namun, kami tetap mendukung setiap program yang membawa kemaslahatan bagi umat, terlebih dalam hal penanganan korban kecelakaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Nabhan.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi hal penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Selama ini BAZNAS Kaltim juga telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan maupun rumah sakit dalam berbagai program kesehatan. Karena itu, kami tentu mendukung langkah-langkah yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Dalam agenda tersebut, Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, dalam laporannya menjelaskan bahwa layanan satu pintu tersebut dikembangkan melalui inovasi SI JAKA (Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas).

SI JAKA dirancang untuk mengintegrasikan proses pelayanan dan administrasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas. Sistem tersebut menjadi bagian dari ekosistem layanan yang mencakup petugas pelayanan Sahabat LAKA, Ruangan Bersama sebagai ruang layanan terpadu, serta aplikasi SI JAKA sebagai sistem pendukung pelayanan.

Melalui sistem tersebut, proses yang sebelumnya membutuhkan koordinasi antarinstansi diupayakan menjadi lebih terintegrasi, mulai dari penerimaan korban, verifikasi data, penginputan ke sistem penjaminan, pelaporan hingga koordinasi dengan instansi terkait.

RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan juga ditetapkan sebagai rumah sakit percontohan atau pilot project dalam penerapan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Selanjutnya, penerapan layanan tersebut akan dikembangkan secara bertahap pada rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai hasil evaluasi dan kesiapan masing-masing rumah sakit.

Menariknya, dalam pengembangan ke depan, pengelolaan aplikasi SI JAKA direncanakan melibatkan Tim Gabungan Pengelola Aplikasi yang terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, PT Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS, serta rumah sakit pengguna aplikasi.

Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari ruang sinergi antarlembaga dalam mendukung pelayanan publik, tanpa mengurangi peran dan kewenangan masing-masing lembaga.

Ahmad Nabhan menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Prinsipnya, BAZNAS akan terus mendukung apa yang menjadi kemaslahatan umat. Apalagi jika program tersebut menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan BAZNAS Kaltim terhadap sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat di Kalimantan Timur.

“Harapan kami, berbagai bentuk kerja sama yang sudah terjalin dengan rumah sakit dan instansi terkait dapat terus berkembang. BAZNAS Kaltim ingin hadir sebagai mitra yang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kemampuan lembaga,” tuturnya.

Agenda penandatanganan PKS ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, para pejabat utama Polda Kaltim, kepala rumah sakit, kepala satuan lalu lintas, serta perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja dan mitra lainnya. Daftar undangan resmi juga mencantumkan pimpinan sejumlah rumah sakit pemerintah di Kalimantan Timur.

Melalui kehadiran dan dukungan tersebut, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam berbagai upaya kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan pelayanan sosial di Kalimantan Timur.

16-09-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar

KUTAI BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat tata kelola zakat di daerah melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat. Kali ini, kegiatan menyasar Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berlangsung di Kantor bupati Kubar ruang diklat, Kamis (09/07/2026).

Hadir dalam agenda strategis tersebut, delegasi BAZNAS Kaltim yang terdiri dari Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H. Rombongan disambut hangat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, H. Ali Sadikin SE asisten 1 bidang pemerintahan hukum dan kesra, Suwira Erpina,S.Pd M. M Kabag kesra, Kepala Dinas Sosial Adolfus S.Hut M.M.

Dalam sambutannya, H. Ali sadikin S.E menekankan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan daerah yang sangat krusial, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemerataan kesejahteraan sosial.

"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik kegiatan ini. Ini bukan sekadar pengawasan formal, melainkan ruang pembinaan agar kinerja BAZNAS Kubar semakin profesional, transparan, dan akuntabel sesuai amanah syariat," ujar Ali Sadikin.

Ia juga mendorong agar BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dari berbagai sektor, serta memastikan pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program pembangunan pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui batas-batas sektoral. Ia menjelaskan bahwa melalui pengelolaan dana Infak dan Sedekah, BAZNAS juga memiliki fungsi kemanusiaan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang keyakinan.

"Contoh nyatanya, kita pernah menggelar khitanan massal yang juga diikuti peserta non-Muslim. Ini adalah wujud nilai kemanusiaan. Bantuan kami berikan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan. Sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, semangat gotong royong harus tetap dikedepankan sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan," papar Abdurrahman.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyoroti pentingnya penerapan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai tolok ukur kinerja. Ia mengungkapkan bahwa IZN kini telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah, yang menegaskan posisi strategis zakat dalam pembangunan nasional.

"Seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Kaltim sedang kami evaluasi. Tujuannya adalah memastikan tata kelola organisasi dan dampak program benar-benar dirasakan masyarakat. Mengingat potensi zakat di Kalimantan Timur yang mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun, tugas kita bersama adalah mengoptimalkan penghimpunan yang saat ini baru berada di angka ratusan miliar," jelas Miswan.

Miswan juga menambahkan pentingnya sinkronisasi program antara BAZNAS dan perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Sosial, serta Bagian Kesra. Menurutnya, koordinasi yang solid merupakan kunci untuk mengatasi kendala di lapangan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mendalam terkait penguatan regulasi operasional serta komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.

09-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu

UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan pengelolaan zakat di wilayah perbatasan. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bertempat di Ruang Rapat Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (10/07/2026).

Delegasi BAZNAS Kaltim yang dipimpin oleh Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, bersama Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H., diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setdakab Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, Plt. Kabag Kesra Agnes Luaq, S.Pd.SD, Kabid Kesbangpol Wehelmus, Kepala Kantor Kemenag Mahulu Longginus, serta Ketua MUI H. M. Yassin.

Dalam sambutannya, drg. Agustinus Teguh Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung eksistensi BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut diwujudkan nyata melalui pembiayaan operasional, termasuk dukungan honorarium pengurus, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan lancar.

"Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan dukungan penuh. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Kemenag Mahulu yang selama ini sangat membantu dalam pemenuhan tenaga administrasi, mengingat keterbatasan SDM di BAZNAS saat ini," ungkap Agustinus.

Ia pun menyoroti pentingnya regenerasi pengurus BAZNAS di Mahulu. Mengingat adanya kekosongan jabatan pasca meninggalnya salah satu pengurus tahun lalu, ia mendorong adanya diskusi mekanis agar struktur organisasi kembali lengkap dan mampu memenuhi standar minimal dalam menjalankan program-program umat.

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim provinsi bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis agar tata kelola zakat di Mahulu semakin profesional. Fokus utamanya adalah penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen ukur keberhasilan.

"IZN bukan sekadar angka, melainkan acuan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak terukur. Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Mahulu dapat memanfaatkan hasil Monev ini sebagai bahan pembenahan internal, baik dari sisi administrasi maupun strategi penghimpunan," ujar Miswan.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor—antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci utama keberhasilan. Miswan optimis, dengan koordinasi yang solid, BAZNAS Mahakam Ulu akan mampu menjalankan amanah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan secara transparan dan akuntabel.

Kegiatan Monev ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pemetaan tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mahakam Ulu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

10-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS

BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kaltim Sehat dan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSKD.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Anggrek Hitam, Lantai 3 RSKD Balikpapan, Rabu (08/07/2026), dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., bersama Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Kehadiran delegasi BAZNAS Kaltim disambut langsung oleh Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Rosjidah Rahmawati, SKM, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Fokus utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemantapan program Kaltim Sehat yang mencakup pendistribusian bantuan rutin bagi keluarga dhuafa berdasarkan usulan dari pengurus UPZ RSKD sepanjang tahun 2026.

Salah satu agenda krusial yang kembali dibahas adalah kelanjutan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit. Program ini tercatat sukses dilaksanakan pada tahun 2025 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

"Berkaca dari keberhasilan tahun sebelumnya, BAZNAS Kaltim akan kembali memberikan dukungan penuh, tidak hanya terbatas pada biaya operasi dan perawatan medis, tetapi juga mencakup bantuan transportasi bagi pasien beserta pendamping. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat aksesnya karena kendala biaya perjalanan," ujar H. Badrus Syamsi.

Guna meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah, rapat ini juga menyepakati rencana strategis pembangunan Rumah Singgah di area RSKD. Pihak RSKD berkomitmen untuk segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mendapatkan arahan serta izin prinsip terkait pembangunan fasilitas tersebut.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran BAZNAS Kaltim sebagai mitra strategis. Sinergi ini adalah kebutuhan bersama demi mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Pengelolaan dana ZIS melalui UPZ RSKD ini adalah komitmen nyata kami untuk terus menggulirkan program Kaltim Sehat agar jangkauan manfaatnya semakin luas," tutur Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS.

Tidak hanya fokus pada program berjalan, pertemuan ini juga merancang kegiatan sosial jangka menengah. RSKD berencana menyelenggarakan khitanan massal yang akan dijadwalkan pada masa libur sekolah atau akhir tahun 2026. Selain itu, kedua belah pihak mulai memetakan berbagai program bakti sosial lainnya yang akan dipersiapkan untuk agenda tahun 2027 mendatang.

Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim dan RSKD dr. Kanujoso Djatiwibowo berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik, khususnya dalam mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

09-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat

TENGGARONG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka agenda monitoring dan evaluasi (monev) ke BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Bupati Kukar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H. Kehadiran delegasi provinsi disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kukar Muhammad Syafik Avicenna, Wakil Ketua I Muhammad Zain, S.H.I., M.E., Wakil Ketua II Hj. Wiwik Angranti, S.Sos., M.Pd., beserta jajaran staf. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kukar, Kabid Rehabilitasi Sosial Sunarko, SST, M.Si, serta Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Yulius Rakhman, S.T., M.T.

Dalam paparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E., menyoroti hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada pada kategori stabil dengan nilai 0,43. Menurutnya, terdapat ketimpangan yang perlu menjadi catatan bersama.

"Secara dimensi makro, Kukar sudah sangat baik dengan nilai 0,69, yang membuktikan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat kuat. Namun, pada dimensi mikro atau sisi tata kelola lembaga dan efektivitas pendayagunaan, kita masih berada di angka 0,31 atau kategori kurang baik," ungkap Miswan.

Miswan menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal untuk melakukan pembenahan internal. "Ke depan, kita harus lebih fokus pada penguatan tata kelola dan optimalisasi pendayagunaan agar manfaat zakat lebih terasa bagi mustahik. Harapan kami, Pemkab Kukar terus memberikan dukungan, terutama agar program BAZNAS ke depan semakin selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan Bappeda. Mari kita sinergikan program agar dampaknya nyata dan berkelanjutan," tambahnya.

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., turut menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra resmi pemerintah. "Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang intensif adalah kunci agar zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdurrahman.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan luar biasa Pemkab Kukar terhadap operasional BAZNAS yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, S.STP., menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar telah terintegrasi dalam dokumen RPJMD dan RPJPD. "Kami tidak melihat BAZNAS hanya sebagai pengumpul zakat, tetapi sebagai mitra strategis. Bahkan, indikator penghimpunan zakat telah kami masukkan ke dalam indikator kinerja perangkat daerah," jelas Fathul.

Menurut Fathul, kehadiran BAZNAS mampu mengisi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh APBD. "Jika ada program prioritas sosial yang belum sepenuhnya tercover, di situlah dana zakat hadir untuk melengkapinya sesuai ketentuan syariah," tambahnya.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya akurasi data mustahik. BAZNAS bersama Bappeda kini tengah mengupayakan sinkronisasi basis data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjadi rujukan utama dalam program pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara.

Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BAZNAS Kukar diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Di akhir pertemuan, Abdurrahman menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan internal dan dukungan penuh stakeholder, BAZNAS akan semakin dipercaya sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan.

08-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang

BONTANG – Guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) ke BAZNAS Kota Bontang, Jumat (03/07/2026).

Kunjungan ini dilaksankan oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, serta Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.

Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS Kaltim meninjau beberapa program pendayagunaan yang telah berjalan. Untuk program Z-Mart, evaluasi mencatat sekitar 30% penerima manfaat berhasil mempertahankan keberlangsungan usahanya. Namun, ketersediaan pasokan barang menjadi catatan penting akibat belum tersedianya Distribution Center (DC). Selain itu, penguatan kapasitas SDM bagi pelaku usaha pun menjadi perhatian agar pengelolaan usaha dan pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal.

Terkait aset bantuan berupa kapal, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi unit sudah tidak efektif untuk dioperasikan akibat kebocoran pada badan kapal dan kerusakan mesin. Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Bontang diminta segera mengajukan permohonan agar penyaluran bantuan dapat terlaksana pada bulan Agustus dengan target penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada bulan Oktober.

Menanggapi hasil evaluasi, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa penyesuaian strategi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program.

“Beberapa program sudah berjalan baik, namun perlu peningkatan. Salah satunya Z-Mart yang memerlukan stock point agar harga bahan baku lebih kompetitif di tengah tren kenaikan harga saat ini. Untuk program pemberdayaan ayam potong, kami akan mengembangkannya ke budidaya ayam petelur karena peluang pasarnya menjanjikan dan berpotensi memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mustahik, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelas Ahmad Nabhan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menekankan bahwa monitoring ketat adalah wujud tanggung jawab BAZNAS kepada para muzaki.

“Dana ZIS yang diamanahkan kepada kami harus dipastikan tersalurkan dengan produktif. Meskipun dana terkumpul di provinsi, realisasinya tetap kami fokuskan ke daerah kabupaten/kota karena di sanalah sasaran mustahik yang membutuhkan pemberdayaan masif berada. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan manfaat zakat semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Badrus.

Ke depannya, BAZNAS Kaltim mendorong BAZNAS Kota Bontang untuk terus berkolaborasi dalam melahirkan program-program usaha produktif yang inovatif. Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi para mustahik menjadi muzaki, sehingga kemandirian ekonomi umat di Kalimantan Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.

03-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat tata kelola zakat lintas provinsi terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada Senin (06/07/2026), pimpinan BAZNAS Kaltim melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hadir Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I. Serta perwakilan BAZNAS Kaltara diantaranya Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Hadruni, S.H., dan Wakil Ketua IV Drs. H. M. Basri.

Drs. H. Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam tata kelola zakat. Menurutnya, pertukaran pengalaman mengenai sistem penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan dana ZIS sangat krusial bagi kemajuan lembaga di kedua wilayah.

“Kami saling berbagi wawasan mengenai tata kelola kelembagaan, sistem administrasi, serta pelaporan yang transparan. Selain itu, kami juga mendiskusikan pentingnya penguatan kapasitas SDM dan inovasi agar layanan kepada muzaki maupun mustahik dapat terus ditingkatkan,” ujar Ahmad Nabhan.

Dalam forum diskusi tersebut, masing-masing perwakilan BAZNAS memaparkan program unggulan yang telah diimplementasikan sebagai referensi pengembangan di daerah masing-masing. Diskusi berkembang pada strategi pemberdayaan mustahik yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi produktif, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga dakwah.

Ahmad Nabhan menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam memaksimalkan potensi zakat. Strategi pemberdayaan ekonomi mustahik yang tepat sasaran menjadi poin utama dalam upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh BAZNAS.

“Semangat berbagi praktik terbaik ini adalah kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional. Dengan saling belajar, kita berharap program-program yang dijalankan di Kaltim maupun Kaltara dapat memberikan dampak yang lebih luas, masif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” tutupnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif, guna memastikan amanah para muzaki dikelola dengan tata kelola yang baik dan memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

06-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas literasi zakat di lingkungan akademisi. Kali ini, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., hadir memberikan materi mendalam mengenai Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Rabu (01/07/2026).

Berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI, H. Badrus Syamsi memaparkan urgensi pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai instrumen vital dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam paparannya, H. Badrus membagikan kabar positif terkait progres BAZNAS Kaltim selama satu periode terakhir. Menurutnya, terjadi tren peningkatan pengumpulan dana ZIS yang signifikan setiap tahunnya, yang menjadi indikator utama menguatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kaltim.

"Peningkatan perolehan ZIS ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi. Hal ini kami barengi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Alhamdulillah, BAZNAS Kaltim telah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut," jelas H. Badrus di hadapan ratusan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah melalui prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Pembekalan ini bertujuan agar para calon peserta KKN memahami bahwa zakat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pembangunan sosial yang masif. H. Badrus mendorong agar mahasiswa mampu mengintegrasikan nilai-nilai pemberdayaan berbasis zakat ke dalam program kerja (proker) mereka di lokasi penempatan.

"Mahasiswa KKN adalah agen perubahan di lapangan. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat melihat peluang sinergi antara program pemberdayaan BAZNAS dengan kebutuhan riil masyarakat di desa lokasi KKN nanti. Sinergi ini akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur," tambahnya.

01-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Pimpinan BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi Hadiri Dies Natalis Ke-2 RSGM Universitas Mulawarman
Pimpinan BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi Hadiri Dies Natalis Ke-2 RSGM Universitas Mulawarman
SAMARINDA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., turut hadir dan memberikan dukungan pada peringatan Dies Natalis ke-2 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Universitas Mulawarman, Kamis (29/10/2026). Kegiatan berlangsung di Gedung RSGM Universitas Mulawarman. Peringatan Dies Natalis ke-2 ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan berdirinya RSGM Universitas Mulawarman sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat. Dalam sambutannya, Direktur RSGM Universitas Mulawarman menyampaikan perjalanan dan proses berdirinya rumah sakit tersebut. Paparan ini menjadi bagian dari refleksi atas upaya yang telah dilalui RSGM UNMUL hingga memasuki tahun kedua operasional dan pengembangannya. Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus RSGM Universitas Mulawarman, Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., menekankan pentingnya pengawasan dalam pengelolaan rumah sakit. Pengawasan yang baik diperlukan untuk memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan, menjaga mutu pelayanan, serta mendukung kemajuan dan pengembangan rumah sakit secara berkelanjutan. Rektor Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Rudianto Amirta, S.Hut., M.P., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-2 RSGM Universitas Mulawarman. Ia berharap RSGM UNMUL terus berkembang, semakin profesional, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peluncuran logo RSGM Universitas Mulawarman. Peluncuran ini menjadi penanda perjalanan dan identitas kelembagaan RSGM UNMUL dalam melangkah ke tahap pengembangan berikutnya. Logo tersebut diharapkan dapat merepresentasikan identitas, nilai, serta visi RSGM Universitas Mulawarman dalam menjalankan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Adapun makna dan filosofi setiap unsur logo menjadi bagian penting untuk memperkuat karakter serta arah pengembangan institusi ke depan. Kehadiran H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BAZNAS Kaltim terhadap pengembangan institusi dan pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat terus terjalin dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai bidang, termasuk kesehatan. Melalui peringatan Dies Natalis ke-2 ini, RSGM Universitas Mulawarman diharapkan semakin mantap dalam memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang semakin baik bagi masyarakat.

29-10-2026 | humas baznaskaltim

Pimpinan BAZNAS Kaltim Hadiri RAKORNAS 2026, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Pusat dan Daerah
Pimpinan BAZNAS Kaltim Hadiri RAKORNAS 2026, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat Pusat dan Daerah
JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) BAZNAS 2026 yang berlangsung di Jakarta, pada Selasa–Rabu, 13–14 Oktober 2026. Mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi pengelolaan zakat nasional, menyelaraskan program pusat dan daerah, serta mendorong optimalisasi potensi zakat bagi kesejahteraan masyarakat. Kehadiran pimpinan BAZNAS Kaltim dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mulai dari pengumpulan, pendistribusian, hingga pendayagunaan yang lebih terarah, produktif, dan berkelanjutan. RAKORNAS BAZNAS 2026 diikuti oleh jajaran pimpinan BAZNAS RI serta pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Sejumlah pejabat negara turut hadir, di antaranya Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si.; Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.; Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.; Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf; Menteri Koperasi RI Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.; Menteri UMKM Maman Abdurrahman; serta Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., bersama jajaran pimpinan BAZNAS RI. Kehadiran berbagai unsur pemerintah dan pengelola zakat tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat dan pembangunan sosial. Rangkaian kegiatan RAKORNAS pada Selasa, 13 Oktober 2026, diawali dengan registrasi peserta dan seremoni pembukaan. Agenda dilanjutkan dengan penayangan video serta penyerahan simbolis bantuan bencana di Nusa Tenggara Timur, penayangan video program bantuan bangsa Indonesia untuk rakyat Palestina, penyampaian taklimat Presiden untuk amil zakat Indonesia, serta Zakat Strategic Talks yang menghadirkan sejumlah menteri. Memasuki Rabu, 14 Oktober 2026, kegiatan dilanjutkan dengan Plenary Meeting Sesi I yang membahas bidang mobilisasi dan pengumpulan, pengawasan dan pengendalian, serta digitalisasi, keuangan, dan operasional. Agenda berikutnya adalah Zakat Strategic Talks yang menghadirkan Wakil Ketua DPR RI, Menteri Investasi dan Kepala Danantara, CEO Pusat Pemungutan Zakat Wilayah Persekutuan Malaysia, serta Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia. Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), dilanjutkan dengan Plenary Meeting Sesi II yang membahas bidang pendistribusian, pendayagunaan dan pemberdayaan, organisasi dan pembinaan daerah, serta riset, pengembangan, perencanaan dan inovasi. Pada sesi berikutnya, masing-masing BAZNAS provinsi menyampaikan laporan pengelolaan zakat di daerah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menanggapi laporan BAZNAS se-Indonesia, pembacaan hasil RAKORNAS 2026, dan penutupan. Berbagai materi tersebut menjadi ruang bagi BAZNAS di tingkat daerah untuk memperoleh penguatan kebijakan, memperluas wawasan, serta menyelaraskan arah program dengan kebijakan pengelolaan zakat nasional. Hasil koordinasi diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program yang lebih tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa RAKORNAS menjadi salah satu wujud komitmen bersama dalam memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia. Menurutnya, forum ini memiliki peran strategis untuk menyatukan koordinasi antara program di tingkat pusat dan daerah, sehingga pelaksanaan pengelolaan Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menilai RAKORNAS menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman mengenai posisi dan peran BAZNAS dalam ekosistem pemerintahan serta pembangunan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, BAZNAS memiliki karakteristik yang berbeda dari organisasi kemasyarakatan pada umumnya karena menjalankan fungsi pengelolaan zakat berdasarkan mandat peraturan perundang-undangan dan memiliki hubungan koordinasi dengan pemerintah. Dukungan pemerintah daerah, termasuk dukungan operasional melalui APBD sesuai ketentuan yang berlaku, menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas BAZNAS. “BAZNAS memiliki posisi dan peran yang berbeda dengan organisasi kemasyarakatan pada umumnya. Dalam pelaksanaan tugasnya, BAZNAS juga mendapat dukungan pemerintah daerah, termasuk dukungan operasional melalui APBD sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, sinergi antara BAZNAS dan pemerintah perlu terus diperkuat,” jelas Achmad Suparno. Ia menambahkan, potensi zakat di daerah masih sangat besar dan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara BAZNAS, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut penting agar program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan beriringan dengan pengelolaan zakat. “Potensi zakat sangat besar. Karena itu, kita harus terus membangun sinergi. Ada ungkapan bahwa kantong kanan adalah APBD dan kantong kiri adalah BAZNAS. Ini menggambarkan bahwa pemerintah dan BAZNAS dapat saling melengkapi melalui peran dan mekanisme masing-masing. Tujuannya tetap sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan umat,” ungkapnya. Menurut Achmad, perbedaan mekanisme dalam pelaksanaan program tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama. Sebaliknya, koordinasi yang baik dapat membantu memastikan program pemerintah dan program BAZNAS saling mendukung, dengan tetap memperhatikan ketentuan, kewenangan, dan prinsip pengelolaan dana masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur diwakili oleh lima pimpinan, yakni: Ketua: Drs. H. Ahmad Nabhan. Wakil Ketua I: H. Miswan Thahadi, S.Pd.I., M.Pd.I. Wakil Ketua II: Dr. H. Abdurrahman AR, M.Ap. Wakil Ketua III: H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. Wakil Ketua IV: Achmad Suparno, S.H., M.H. Partisipasi seluruh pimpinan tersebut menunjukkan komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan, memperkuat koordinasi kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS di daerah. Melalui RAKORNAS BAZNAS 2026, BAZNAS Kaltim berharap dapat membawa pulang berbagai masukan dan penguatan strategis untuk diterapkan dalam perencanaan program ke depan. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara BAZNAS, pemerintah daerah, muzaki, dan masyarakat, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin produktif, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

13-10-2026 | humas baznaskaltim

BAZNAS Kaltim Dukung Penguatan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
BAZNAS Kaltim Dukung Penguatan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas
BALIKPAPAN – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut menghadiri agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Sakura RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur. Agenda ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Polda Kaltim, rumah sakit, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja, serta mitra terkait. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat. Selama ini, BAZNAS Kaltim telah membangun sinergi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kaltim dalam memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa meskipun BAZNAS Kaltim tidak menjadi pihak yang secara langsung menandatangani PKS pada agenda tersebut, BAZNAS tetap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. “BAZNAS Kaltim memang tidak secara langsung menjadi bagian dari PKS ini. Namun, kami tetap mendukung setiap program yang membawa kemaslahatan bagi umat, terlebih dalam hal penanganan korban kecelakaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Nabhan. Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi hal penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat. “Selama ini BAZNAS Kaltim juga telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan maupun rumah sakit dalam berbagai program kesehatan. Karena itu, kami tentu mendukung langkah-langkah yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” lanjutnya. Dalam agenda tersebut, Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, dalam laporannya menjelaskan bahwa layanan satu pintu tersebut dikembangkan melalui inovasi SI JAKA (Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas). SI JAKA dirancang untuk mengintegrasikan proses pelayanan dan administrasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas. Sistem tersebut menjadi bagian dari ekosistem layanan yang mencakup petugas pelayanan Sahabat LAKA, Ruangan Bersama sebagai ruang layanan terpadu, serta aplikasi SI JAKA sebagai sistem pendukung pelayanan. Melalui sistem tersebut, proses yang sebelumnya membutuhkan koordinasi antarinstansi diupayakan menjadi lebih terintegrasi, mulai dari penerimaan korban, verifikasi data, penginputan ke sistem penjaminan, pelaporan hingga koordinasi dengan instansi terkait. RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan juga ditetapkan sebagai rumah sakit percontohan atau pilot project dalam penerapan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Selanjutnya, penerapan layanan tersebut akan dikembangkan secara bertahap pada rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai hasil evaluasi dan kesiapan masing-masing rumah sakit. Menariknya, dalam pengembangan ke depan, pengelolaan aplikasi SI JAKA direncanakan melibatkan Tim Gabungan Pengelola Aplikasi yang terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, PT Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS, serta rumah sakit pengguna aplikasi. Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari ruang sinergi antarlembaga dalam mendukung pelayanan publik, tanpa mengurangi peran dan kewenangan masing-masing lembaga. Ahmad Nabhan menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Prinsipnya, BAZNAS akan terus mendukung apa yang menjadi kemaslahatan umat. Apalagi jika program tersebut menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat,” ungkapnya. Ia menambahkan, dukungan BAZNAS Kaltim terhadap sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat di Kalimantan Timur. “Harapan kami, berbagai bentuk kerja sama yang sudah terjalin dengan rumah sakit dan instansi terkait dapat terus berkembang. BAZNAS Kaltim ingin hadir sebagai mitra yang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kemampuan lembaga,” tuturnya. Agenda penandatanganan PKS ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, para pejabat utama Polda Kaltim, kepala rumah sakit, kepala satuan lalu lintas, serta perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja dan mitra lainnya. Daftar undangan resmi juga mencantumkan pimpinan sejumlah rumah sakit pemerintah di Kalimantan Timur. Melalui kehadiran dan dukungan tersebut, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam berbagai upaya kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan pelayanan sosial di Kalimantan Timur.

16-09-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar
Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar
KUTAI BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat tata kelola zakat di daerah melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat. Kali ini, kegiatan menyasar Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berlangsung di Kantor bupati Kubar ruang diklat, Kamis (09/07/2026). Hadir dalam agenda strategis tersebut, delegasi BAZNAS Kaltim yang terdiri dari Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H. Rombongan disambut hangat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, H. Ali Sadikin SE asisten 1 bidang pemerintahan hukum dan kesra, Suwira Erpina,S.Pd M. M Kabag kesra, Kepala Dinas Sosial Adolfus S.Hut M.M. Dalam sambutannya, H. Ali sadikin S.E menekankan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan daerah yang sangat krusial, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemerataan kesejahteraan sosial. "Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik kegiatan ini. Ini bukan sekadar pengawasan formal, melainkan ruang pembinaan agar kinerja BAZNAS Kubar semakin profesional, transparan, dan akuntabel sesuai amanah syariat," ujar Ali Sadikin. Ia juga mendorong agar BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dari berbagai sektor, serta memastikan pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program pembangunan pemerintah daerah. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui batas-batas sektoral. Ia menjelaskan bahwa melalui pengelolaan dana Infak dan Sedekah, BAZNAS juga memiliki fungsi kemanusiaan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang keyakinan. "Contoh nyatanya, kita pernah menggelar khitanan massal yang juga diikuti peserta non-Muslim. Ini adalah wujud nilai kemanusiaan. Bantuan kami berikan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan. Sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, semangat gotong royong harus tetap dikedepankan sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan," papar Abdurrahman. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyoroti pentingnya penerapan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai tolok ukur kinerja. Ia mengungkapkan bahwa IZN kini telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah, yang menegaskan posisi strategis zakat dalam pembangunan nasional. "Seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Kaltim sedang kami evaluasi. Tujuannya adalah memastikan tata kelola organisasi dan dampak program benar-benar dirasakan masyarakat. Mengingat potensi zakat di Kalimantan Timur yang mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun, tugas kita bersama adalah mengoptimalkan penghimpunan yang saat ini baru berada di angka ratusan miliar," jelas Miswan. Miswan juga menambahkan pentingnya sinkronisasi program antara BAZNAS dan perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Sosial, serta Bagian Kesra. Menurutnya, koordinasi yang solid merupakan kunci untuk mengatasi kendala di lapangan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mendalam terkait penguatan regulasi operasional serta komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.

09-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu
Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu
UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan pengelolaan zakat di wilayah perbatasan. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bertempat di Ruang Rapat Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (10/07/2026). Delegasi BAZNAS Kaltim yang dipimpin oleh Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, bersama Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H., diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setdakab Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, Plt. Kabag Kesra Agnes Luaq, S.Pd.SD, Kabid Kesbangpol Wehelmus, Kepala Kantor Kemenag Mahulu Longginus, serta Ketua MUI H. M. Yassin. Dalam sambutannya, drg. Agustinus Teguh Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung eksistensi BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut diwujudkan nyata melalui pembiayaan operasional, termasuk dukungan honorarium pengurus, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan lancar. "Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan dukungan penuh. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Kemenag Mahulu yang selama ini sangat membantu dalam pemenuhan tenaga administrasi, mengingat keterbatasan SDM di BAZNAS saat ini," ungkap Agustinus. Ia pun menyoroti pentingnya regenerasi pengurus BAZNAS di Mahulu. Mengingat adanya kekosongan jabatan pasca meninggalnya salah satu pengurus tahun lalu, ia mendorong adanya diskusi mekanis agar struktur organisasi kembali lengkap dan mampu memenuhi standar minimal dalam menjalankan program-program umat. Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim provinsi bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis agar tata kelola zakat di Mahulu semakin profesional. Fokus utamanya adalah penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen ukur keberhasilan. "IZN bukan sekadar angka, melainkan acuan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak terukur. Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Mahulu dapat memanfaatkan hasil Monev ini sebagai bahan pembenahan internal, baik dari sisi administrasi maupun strategi penghimpunan," ujar Miswan. Ia menambahkan, sinergi lintas sektor—antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci utama keberhasilan. Miswan optimis, dengan koordinasi yang solid, BAZNAS Mahakam Ulu akan mampu menjalankan amanah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan secara transparan dan akuntabel. Kegiatan Monev ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pemetaan tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mahakam Ulu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

10-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS
BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kaltim Sehat dan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSKD. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Anggrek Hitam, Lantai 3 RSKD Balikpapan, Rabu (08/07/2026), dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., bersama Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Kehadiran delegasi BAZNAS Kaltim disambut langsung oleh Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Rosjidah Rahmawati, SKM, serta jajaran manajemen rumah sakit. Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Fokus utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemantapan program Kaltim Sehat yang mencakup pendistribusian bantuan rutin bagi keluarga dhuafa berdasarkan usulan dari pengurus UPZ RSKD sepanjang tahun 2026. Salah satu agenda krusial yang kembali dibahas adalah kelanjutan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit. Program ini tercatat sukses dilaksanakan pada tahun 2025 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur. "Berkaca dari keberhasilan tahun sebelumnya, BAZNAS Kaltim akan kembali memberikan dukungan penuh, tidak hanya terbatas pada biaya operasi dan perawatan medis, tetapi juga mencakup bantuan transportasi bagi pasien beserta pendamping. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat aksesnya karena kendala biaya perjalanan," ujar H. Badrus Syamsi. Guna meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah, rapat ini juga menyepakati rencana strategis pembangunan Rumah Singgah di area RSKD. Pihak RSKD berkomitmen untuk segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mendapatkan arahan serta izin prinsip terkait pembangunan fasilitas tersebut. "Kami sangat menyambut baik kehadiran BAZNAS Kaltim sebagai mitra strategis. Sinergi ini adalah kebutuhan bersama demi mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Pengelolaan dana ZIS melalui UPZ RSKD ini adalah komitmen nyata kami untuk terus menggulirkan program Kaltim Sehat agar jangkauan manfaatnya semakin luas," tutur Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS. Tidak hanya fokus pada program berjalan, pertemuan ini juga merancang kegiatan sosial jangka menengah. RSKD berencana menyelenggarakan khitanan massal yang akan dijadwalkan pada masa libur sekolah atau akhir tahun 2026. Selain itu, kedua belah pihak mulai memetakan berbagai program bakti sosial lainnya yang akan dipersiapkan untuk agenda tahun 2027 mendatang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim dan RSKD dr. Kanujoso Djatiwibowo berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik, khususnya dalam mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

09-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat
Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat
TENGGARONG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka agenda monitoring dan evaluasi (monev) ke BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Bupati Kukar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah. Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H. Kehadiran delegasi provinsi disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kukar Muhammad Syafik Avicenna, Wakil Ketua I Muhammad Zain, S.H.I., M.E., Wakil Ketua II Hj. Wiwik Angranti, S.Sos., M.Pd., beserta jajaran staf. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kukar, Kabid Rehabilitasi Sosial Sunarko, SST, M.Si, serta Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Yulius Rakhman, S.T., M.T. Dalam paparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E., menyoroti hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada pada kategori stabil dengan nilai 0,43. Menurutnya, terdapat ketimpangan yang perlu menjadi catatan bersama. "Secara dimensi makro, Kukar sudah sangat baik dengan nilai 0,69, yang membuktikan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat kuat. Namun, pada dimensi mikro atau sisi tata kelola lembaga dan efektivitas pendayagunaan, kita masih berada di angka 0,31 atau kategori kurang baik," ungkap Miswan. Miswan menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal untuk melakukan pembenahan internal. "Ke depan, kita harus lebih fokus pada penguatan tata kelola dan optimalisasi pendayagunaan agar manfaat zakat lebih terasa bagi mustahik. Harapan kami, Pemkab Kukar terus memberikan dukungan, terutama agar program BAZNAS ke depan semakin selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan Bappeda. Mari kita sinergikan program agar dampaknya nyata dan berkelanjutan," tambahnya. Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., turut menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra resmi pemerintah. "Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang intensif adalah kunci agar zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdurrahman. Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan luar biasa Pemkab Kukar terhadap operasional BAZNAS yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, S.STP., menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar telah terintegrasi dalam dokumen RPJMD dan RPJPD. "Kami tidak melihat BAZNAS hanya sebagai pengumpul zakat, tetapi sebagai mitra strategis. Bahkan, indikator penghimpunan zakat telah kami masukkan ke dalam indikator kinerja perangkat daerah," jelas Fathul. Menurut Fathul, kehadiran BAZNAS mampu mengisi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh APBD. "Jika ada program prioritas sosial yang belum sepenuhnya tercover, di situlah dana zakat hadir untuk melengkapinya sesuai ketentuan syariah," tambahnya. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya akurasi data mustahik. BAZNAS bersama Bappeda kini tengah mengupayakan sinkronisasi basis data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjadi rujukan utama dalam program pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara. Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BAZNAS Kukar diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Di akhir pertemuan, Abdurrahman menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan internal dan dukungan penuh stakeholder, BAZNAS akan semakin dipercaya sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan.

08-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang
BONTANG – Guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) ke BAZNAS Kota Bontang, Jumat (03/07/2026). Kunjungan ini dilaksankan oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, serta Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS Kaltim meninjau beberapa program pendayagunaan yang telah berjalan. Untuk program Z-Mart, evaluasi mencatat sekitar 30% penerima manfaat berhasil mempertahankan keberlangsungan usahanya. Namun, ketersediaan pasokan barang menjadi catatan penting akibat belum tersedianya Distribution Center (DC). Selain itu, penguatan kapasitas SDM bagi pelaku usaha pun menjadi perhatian agar pengelolaan usaha dan pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal. Terkait aset bantuan berupa kapal, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi unit sudah tidak efektif untuk dioperasikan akibat kebocoran pada badan kapal dan kerusakan mesin. Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Bontang diminta segera mengajukan permohonan agar penyaluran bantuan dapat terlaksana pada bulan Agustus dengan target penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada bulan Oktober. Menanggapi hasil evaluasi, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa penyesuaian strategi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. “Beberapa program sudah berjalan baik, namun perlu peningkatan. Salah satunya Z-Mart yang memerlukan stock point agar harga bahan baku lebih kompetitif di tengah tren kenaikan harga saat ini. Untuk program pemberdayaan ayam potong, kami akan mengembangkannya ke budidaya ayam petelur karena peluang pasarnya menjanjikan dan berpotensi memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mustahik, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelas Ahmad Nabhan. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menekankan bahwa monitoring ketat adalah wujud tanggung jawab BAZNAS kepada para muzaki. “Dana ZIS yang diamanahkan kepada kami harus dipastikan tersalurkan dengan produktif. Meskipun dana terkumpul di provinsi, realisasinya tetap kami fokuskan ke daerah kabupaten/kota karena di sanalah sasaran mustahik yang membutuhkan pemberdayaan masif berada. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan manfaat zakat semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Badrus. Ke depannya, BAZNAS Kaltim mendorong BAZNAS Kota Bontang untuk terus berkolaborasi dalam melahirkan program-program usaha produktif yang inovatif. Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi para mustahik menjadi muzaki, sehingga kemandirian ekonomi umat di Kalimantan Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.

03-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara
Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara
TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat tata kelola zakat lintas provinsi terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada Senin (06/07/2026), pimpinan BAZNAS Kaltim melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hadir Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I. Serta perwakilan BAZNAS Kaltara diantaranya Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Hadruni, S.H., dan Wakil Ketua IV Drs. H. M. Basri. Drs. H. Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam tata kelola zakat. Menurutnya, pertukaran pengalaman mengenai sistem penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan dana ZIS sangat krusial bagi kemajuan lembaga di kedua wilayah. “Kami saling berbagi wawasan mengenai tata kelola kelembagaan, sistem administrasi, serta pelaporan yang transparan. Selain itu, kami juga mendiskusikan pentingnya penguatan kapasitas SDM dan inovasi agar layanan kepada muzaki maupun mustahik dapat terus ditingkatkan,” ujar Ahmad Nabhan. Dalam forum diskusi tersebut, masing-masing perwakilan BAZNAS memaparkan program unggulan yang telah diimplementasikan sebagai referensi pengembangan di daerah masing-masing. Diskusi berkembang pada strategi pemberdayaan mustahik yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi produktif, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga dakwah. Ahmad Nabhan menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam memaksimalkan potensi zakat. Strategi pemberdayaan ekonomi mustahik yang tepat sasaran menjadi poin utama dalam upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh BAZNAS. “Semangat berbagi praktik terbaik ini adalah kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional. Dengan saling belajar, kita berharap program-program yang dijalankan di Kaltim maupun Kaltara dapat memberikan dampak yang lebih luas, masif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” tutupnya. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif, guna memastikan amanah para muzaki dikelola dengan tata kelola yang baik dan memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

06-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026
Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas literasi zakat di lingkungan akademisi. Kali ini, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., hadir memberikan materi mendalam mengenai Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Rabu (01/07/2026). Berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI, H. Badrus Syamsi memaparkan urgensi pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai instrumen vital dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Dalam paparannya, H. Badrus membagikan kabar positif terkait progres BAZNAS Kaltim selama satu periode terakhir. Menurutnya, terjadi tren peningkatan pengumpulan dana ZIS yang signifikan setiap tahunnya, yang menjadi indikator utama menguatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kaltim. "Peningkatan perolehan ZIS ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi. Hal ini kami barengi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Alhamdulillah, BAZNAS Kaltim telah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut," jelas H. Badrus di hadapan ratusan mahasiswa. Ia menekankan bahwa raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah melalui prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Pembekalan ini bertujuan agar para calon peserta KKN memahami bahwa zakat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pembangunan sosial yang masif. H. Badrus mendorong agar mahasiswa mampu mengintegrasikan nilai-nilai pemberdayaan berbasis zakat ke dalam program kerja (proker) mereka di lokasi penempatan. "Mahasiswa KKN adalah agen perubahan di lapangan. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat melihat peluang sinergi antara program pemberdayaan BAZNAS dengan kebutuhan riil masyarakat di desa lokasi KKN nanti. Sinergi ini akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur," tambahnya.

01-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →