WhatsApp Icon
Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar

KUTAI BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat tata kelola zakat di daerah melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat. Kali ini, kegiatan menyasar Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berlangsung di Kantor bupati Kubar ruang diklat, Kamis (09/07/2026).

Hadir dalam agenda strategis tersebut, delegasi BAZNAS Kaltim yang terdiri dari Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H. Rombongan disambut hangat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, H. Ali Sadikin SE asisten 1 bidang pemerintahan hukum dan kesra, Suwira Erpina,S.Pd M. M Kabag kesra, Kepala Dinas Sosial Adolfus S.Hut M.M.

Dalam sambutannya, H. Ali sadikin S.E menekankan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan daerah yang sangat krusial, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemerataan kesejahteraan sosial.

"Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik kegiatan ini. Ini bukan sekadar pengawasan formal, melainkan ruang pembinaan agar kinerja BAZNAS Kubar semakin profesional, transparan, dan akuntabel sesuai amanah syariat," ujar Ali Sadikin.

Ia juga mendorong agar BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dari berbagai sektor, serta memastikan pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program pembangunan pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui batas-batas sektoral. Ia menjelaskan bahwa melalui pengelolaan dana Infak dan Sedekah, BAZNAS juga memiliki fungsi kemanusiaan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang keyakinan.

"Contoh nyatanya, kita pernah menggelar khitanan massal yang juga diikuti peserta non-Muslim. Ini adalah wujud nilai kemanusiaan. Bantuan kami berikan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan. Sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, semangat gotong royong harus tetap dikedepankan sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan," papar Abdurrahman.

Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyoroti pentingnya penerapan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai tolok ukur kinerja. Ia mengungkapkan bahwa IZN kini telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah, yang menegaskan posisi strategis zakat dalam pembangunan nasional.

"Seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Kaltim sedang kami evaluasi. Tujuannya adalah memastikan tata kelola organisasi dan dampak program benar-benar dirasakan masyarakat. Mengingat potensi zakat di Kalimantan Timur yang mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun, tugas kita bersama adalah mengoptimalkan penghimpunan yang saat ini baru berada di angka ratusan miliar," jelas Miswan.

Miswan juga menambahkan pentingnya sinkronisasi program antara BAZNAS dan perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Sosial, serta Bagian Kesra. Menurutnya, koordinasi yang solid merupakan kunci untuk mengatasi kendala di lapangan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mendalam terkait penguatan regulasi operasional serta komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.

09-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu

UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan pengelolaan zakat di wilayah perbatasan. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bertempat di Ruang Rapat Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (10/07/2026).

Delegasi BAZNAS Kaltim yang dipimpin oleh Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, bersama Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H., diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setdakab Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, Plt. Kabag Kesra Agnes Luaq, S.Pd.SD, Kabid Kesbangpol Wehelmus, Kepala Kantor Kemenag Mahulu Longginus, serta Ketua MUI H. M. Yassin.

Dalam sambutannya, drg. Agustinus Teguh Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung eksistensi BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut diwujudkan nyata melalui pembiayaan operasional, termasuk dukungan honorarium pengurus, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan lancar.

"Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan dukungan penuh. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Kemenag Mahulu yang selama ini sangat membantu dalam pemenuhan tenaga administrasi, mengingat keterbatasan SDM di BAZNAS saat ini," ungkap Agustinus.

Ia pun menyoroti pentingnya regenerasi pengurus BAZNAS di Mahulu. Mengingat adanya kekosongan jabatan pasca meninggalnya salah satu pengurus tahun lalu, ia mendorong adanya diskusi mekanis agar struktur organisasi kembali lengkap dan mampu memenuhi standar minimal dalam menjalankan program-program umat.

Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim provinsi bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis agar tata kelola zakat di Mahulu semakin profesional. Fokus utamanya adalah penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen ukur keberhasilan.

"IZN bukan sekadar angka, melainkan acuan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak terukur. Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Mahulu dapat memanfaatkan hasil Monev ini sebagai bahan pembenahan internal, baik dari sisi administrasi maupun strategi penghimpunan," ujar Miswan.

Ia menambahkan, sinergi lintas sektor—antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci utama keberhasilan. Miswan optimis, dengan koordinasi yang solid, BAZNAS Mahakam Ulu akan mampu menjalankan amanah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan secara transparan dan akuntabel.

Kegiatan Monev ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pemetaan tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mahakam Ulu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

10-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS

BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kaltim Sehat dan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSKD.

Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Anggrek Hitam, Lantai 3 RSKD Balikpapan, Rabu (08/07/2026), dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., bersama Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Kehadiran delegasi BAZNAS Kaltim disambut langsung oleh Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Rosjidah Rahmawati, SKM, serta jajaran manajemen rumah sakit.

Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Fokus utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemantapan program Kaltim Sehat yang mencakup pendistribusian bantuan rutin bagi keluarga dhuafa berdasarkan usulan dari pengurus UPZ RSKD sepanjang tahun 2026.

Salah satu agenda krusial yang kembali dibahas adalah kelanjutan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit. Program ini tercatat sukses dilaksanakan pada tahun 2025 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

"Berkaca dari keberhasilan tahun sebelumnya, BAZNAS Kaltim akan kembali memberikan dukungan penuh, tidak hanya terbatas pada biaya operasi dan perawatan medis, tetapi juga mencakup bantuan transportasi bagi pasien beserta pendamping. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat aksesnya karena kendala biaya perjalanan," ujar H. Badrus Syamsi.

Guna meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah, rapat ini juga menyepakati rencana strategis pembangunan Rumah Singgah di area RSKD. Pihak RSKD berkomitmen untuk segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mendapatkan arahan serta izin prinsip terkait pembangunan fasilitas tersebut.

"Kami sangat menyambut baik kehadiran BAZNAS Kaltim sebagai mitra strategis. Sinergi ini adalah kebutuhan bersama demi mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Pengelolaan dana ZIS melalui UPZ RSKD ini adalah komitmen nyata kami untuk terus menggulirkan program Kaltim Sehat agar jangkauan manfaatnya semakin luas," tutur Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS.

Tidak hanya fokus pada program berjalan, pertemuan ini juga merancang kegiatan sosial jangka menengah. RSKD berencana menyelenggarakan khitanan massal yang akan dijadwalkan pada masa libur sekolah atau akhir tahun 2026. Selain itu, kedua belah pihak mulai memetakan berbagai program bakti sosial lainnya yang akan dipersiapkan untuk agenda tahun 2027 mendatang.

Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim dan RSKD dr. Kanujoso Djatiwibowo berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik, khususnya dalam mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

09-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat

TENGGARONG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka agenda monitoring dan evaluasi (monev) ke BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Bupati Kukar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H. Kehadiran delegasi provinsi disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kukar Muhammad Syafik Avicenna, Wakil Ketua I Muhammad Zain, S.H.I., M.E., Wakil Ketua II Hj. Wiwik Angranti, S.Sos., M.Pd., beserta jajaran staf. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kukar, Kabid Rehabilitasi Sosial Sunarko, SST, M.Si, serta Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Yulius Rakhman, S.T., M.T.

Dalam paparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E., menyoroti hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada pada kategori stabil dengan nilai 0,43. Menurutnya, terdapat ketimpangan yang perlu menjadi catatan bersama.

"Secara dimensi makro, Kukar sudah sangat baik dengan nilai 0,69, yang membuktikan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat kuat. Namun, pada dimensi mikro atau sisi tata kelola lembaga dan efektivitas pendayagunaan, kita masih berada di angka 0,31 atau kategori kurang baik," ungkap Miswan.

Miswan menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal untuk melakukan pembenahan internal. "Ke depan, kita harus lebih fokus pada penguatan tata kelola dan optimalisasi pendayagunaan agar manfaat zakat lebih terasa bagi mustahik. Harapan kami, Pemkab Kukar terus memberikan dukungan, terutama agar program BAZNAS ke depan semakin selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan Bappeda. Mari kita sinergikan program agar dampaknya nyata dan berkelanjutan," tambahnya.

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., turut menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra resmi pemerintah. "Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang intensif adalah kunci agar zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdurrahman.

Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan luar biasa Pemkab Kukar terhadap operasional BAZNAS yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, S.STP., menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar telah terintegrasi dalam dokumen RPJMD dan RPJPD. "Kami tidak melihat BAZNAS hanya sebagai pengumpul zakat, tetapi sebagai mitra strategis. Bahkan, indikator penghimpunan zakat telah kami masukkan ke dalam indikator kinerja perangkat daerah," jelas Fathul.

Menurut Fathul, kehadiran BAZNAS mampu mengisi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh APBD. "Jika ada program prioritas sosial yang belum sepenuhnya tercover, di situlah dana zakat hadir untuk melengkapinya sesuai ketentuan syariah," tambahnya.

Pertemuan ini juga menekankan pentingnya akurasi data mustahik. BAZNAS bersama Bappeda kini tengah mengupayakan sinkronisasi basis data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjadi rujukan utama dalam program pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara.

Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BAZNAS Kukar diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Di akhir pertemuan, Abdurrahman menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan internal dan dukungan penuh stakeholder, BAZNAS akan semakin dipercaya sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan.

08-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang

BONTANG – Guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) ke BAZNAS Kota Bontang, Jumat (03/07/2026).

Kunjungan ini dilaksankan oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, serta Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.

Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS Kaltim meninjau beberapa program pendayagunaan yang telah berjalan. Untuk program Z-Mart, evaluasi mencatat sekitar 30% penerima manfaat berhasil mempertahankan keberlangsungan usahanya. Namun, ketersediaan pasokan barang menjadi catatan penting akibat belum tersedianya Distribution Center (DC). Selain itu, penguatan kapasitas SDM bagi pelaku usaha pun menjadi perhatian agar pengelolaan usaha dan pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal.

Terkait aset bantuan berupa kapal, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi unit sudah tidak efektif untuk dioperasikan akibat kebocoran pada badan kapal dan kerusakan mesin. Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Bontang diminta segera mengajukan permohonan agar penyaluran bantuan dapat terlaksana pada bulan Agustus dengan target penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada bulan Oktober.

Menanggapi hasil evaluasi, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa penyesuaian strategi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program.

“Beberapa program sudah berjalan baik, namun perlu peningkatan. Salah satunya Z-Mart yang memerlukan stock point agar harga bahan baku lebih kompetitif di tengah tren kenaikan harga saat ini. Untuk program pemberdayaan ayam potong, kami akan mengembangkannya ke budidaya ayam petelur karena peluang pasarnya menjanjikan dan berpotensi memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mustahik, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelas Ahmad Nabhan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menekankan bahwa monitoring ketat adalah wujud tanggung jawab BAZNAS kepada para muzaki.

“Dana ZIS yang diamanahkan kepada kami harus dipastikan tersalurkan dengan produktif. Meskipun dana terkumpul di provinsi, realisasinya tetap kami fokuskan ke daerah kabupaten/kota karena di sanalah sasaran mustahik yang membutuhkan pemberdayaan masif berada. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan manfaat zakat semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Badrus.

Ke depannya, BAZNAS Kaltim mendorong BAZNAS Kota Bontang untuk terus berkolaborasi dalam melahirkan program-program usaha produktif yang inovatif. Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi para mustahik menjadi muzaki, sehingga kemandirian ekonomi umat di Kalimantan Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.

03-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara

TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat tata kelola zakat lintas provinsi terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada Senin (06/07/2026), pimpinan BAZNAS Kaltim melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Hadir Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I. Serta perwakilan BAZNAS Kaltara diantaranya Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Hadruni, S.H., dan Wakil Ketua IV Drs. H. M. Basri.

Drs. H. Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam tata kelola zakat. Menurutnya, pertukaran pengalaman mengenai sistem penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan dana ZIS sangat krusial bagi kemajuan lembaga di kedua wilayah.

“Kami saling berbagi wawasan mengenai tata kelola kelembagaan, sistem administrasi, serta pelaporan yang transparan. Selain itu, kami juga mendiskusikan pentingnya penguatan kapasitas SDM dan inovasi agar layanan kepada muzaki maupun mustahik dapat terus ditingkatkan,” ujar Ahmad Nabhan.

Dalam forum diskusi tersebut, masing-masing perwakilan BAZNAS memaparkan program unggulan yang telah diimplementasikan sebagai referensi pengembangan di daerah masing-masing. Diskusi berkembang pada strategi pemberdayaan mustahik yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi produktif, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga dakwah.

Ahmad Nabhan menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam memaksimalkan potensi zakat. Strategi pemberdayaan ekonomi mustahik yang tepat sasaran menjadi poin utama dalam upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh BAZNAS.

“Semangat berbagi praktik terbaik ini adalah kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional. Dengan saling belajar, kita berharap program-program yang dijalankan di Kaltim maupun Kaltara dapat memberikan dampak yang lebih luas, masif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” tutupnya.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif, guna memastikan amanah para muzaki dikelola dengan tata kelola yang baik dan memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

06-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas literasi zakat di lingkungan akademisi. Kali ini, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., hadir memberikan materi mendalam mengenai Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Rabu (01/07/2026).

Berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI, H. Badrus Syamsi memaparkan urgensi pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai instrumen vital dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.

Dalam paparannya, H. Badrus membagikan kabar positif terkait progres BAZNAS Kaltim selama satu periode terakhir. Menurutnya, terjadi tren peningkatan pengumpulan dana ZIS yang signifikan setiap tahunnya, yang menjadi indikator utama menguatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kaltim.

"Peningkatan perolehan ZIS ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi. Hal ini kami barengi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Alhamdulillah, BAZNAS Kaltim telah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut," jelas H. Badrus di hadapan ratusan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah melalui prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.

Pembekalan ini bertujuan agar para calon peserta KKN memahami bahwa zakat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pembangunan sosial yang masif. H. Badrus mendorong agar mahasiswa mampu mengintegrasikan nilai-nilai pemberdayaan berbasis zakat ke dalam program kerja (proker) mereka di lokasi penempatan.

"Mahasiswa KKN adalah agen perubahan di lapangan. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat melihat peluang sinergi antara program pemberdayaan BAZNAS dengan kebutuhan riil masyarakat di desa lokasi KKN nanti. Sinergi ini akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur," tambahnya.

01-07-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Bekali Mustahik Keterampilan Usaha Z-Chicken, Ketua BAZNAS: Ini Ikhtiar Menuju Kemandirian Ekonom

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program Z-Chicken. Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memberikan arahan langsung kepada para calon penerima manfaat mengenai pentingnya menjaga amanah dan kualitas usaha.

"Harapan kami, dari pelatihan ini, apa yang dijual dan disajikan kepada masyarakat adalah yang terbaik. Kami berharap program Z-Chicken ini dapat memberikan kesejahteraan bagi mustahik beserta keluarganya, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya," ujar Ahmad Nabhan pada Kamis, (26/06/2026) lalu.

Ia juga menekankan agar setiap peserta dapat melaksanakan program ini semaksimal mungkin dengan penuh kesungguhan. Terkait jadwal peresmian, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim menjadwalkan peresmian program pada bulan Juli mendatang, sembari mematangkan segala kebutuhan operasional serta memastikan kelengkapan peralatan yang diberikan kepada mustahik benar-benar siap digunakan.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Berkah Kuliner Semesta (BKS), Dona Kurniawan CS, hadir sebagai mitra strategis untuk membimbing para mustahik. Selain memberikan pelatihan teknis mengenai alur pengelolaan program, ia juga memaparkan roadmap pengembangan usaha mulai dari tahap awal hingga mencapai target kemandirian.

Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan operasional, tetapi juga diberikan motivasi kuat agar memiliki mentalitas pengusaha yang tangguh. Dalam arahannya, mitra menekankan beberapa poin kunci keberhasilan. Peserta diingatkan untuk selalu bekerja keras, membuka lapak tepat waktu, dan melayani pembeli dengan senyum yang tulus. Menjaga konsistensi rasa dengan mengikuti resep, takaran bumbu, dan SOP yang telah ditetapkan adalah kunci agar pelanggan kembali lagi. Mengawali hari dengan Bismillah dan meniatkan lelah untuk mencari rezeki yang halal dan berkah bagi keluarga.

Ia juga memotivasi mustahik untuk memulai dari hal kecil dengan bangga, mengingat bahwa setiap pengusaha besar pun memulai perjuangan dari bawah. Dan mengingatkan peserta untuk tidak mudah menyerah dan menjadikan gerobak Z-Chicken sebagai kendaraan untuk membawa keluarga keluar dari kesulitan ekonomi.

Dengan pendampingan dari BAZNAS Kaltim dan PT BKS, diharapkan seluruh penerima manfaat dapat menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab, sehingga visi untuk mengubah status dari "penerima zakat" (mustahik) menjadi "pemberi zakat" (muzaki) di masa depan dapat terwujud.

25-06-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Tegaskan Komitmen Pengelolaan Z-Chicken, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim: Ini adalah Tanggung Jawab Muzaki, Jangan Disia-siakan

SAMARINDA – Wakil Ketua III di bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S. Pd. I, M. E. , memberikan arahan yang jelas kepada semua penerima program Z-Chicken dalam acara penyerahan bantuan pada Kamis (25/06/2026).

Dalam sambutannya, H. Badrus menekankan bahwa dukungan dari Z-Chicken bukan hanya sekedar modal operasi, tetapi merupakan amanah yang besar dari para muzaki yang dipercayakan melalui BAZNAS, bertujuan untuk membantu mustahik agar dapat mandiri secara finansial.

"Uang yang digunakan untuk membeli gerobak dan modal usaha itu berasal dari zakat. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu harus menjaga amanah ini dengan serius. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak dikelola dengan baik," tegas H. Badrus.

Lebih jauh, H. Badrus menjelaskan secara lengkap mengenai jalur kerja program Z-Chicken agar para penerima dapat memahami mekanisme profesional yang diterapkan. Ini merujuk pada skema yang telah ditentukan, di mana BAZNAS Kaltim berperan sebagai pemberi dukungan, sedangkan PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) berfungsi sebagai penyedia bahan baku melalui Stock Point.

Berdasarkan skema kerja tersebut, setiap mustahik tidak hanya mendapatkan gerobak, tetapi juga diharuskan untuk melakukan transaksi pembelian bahan baku secara rutin dengan Stock Point PT BKS agar ketersediaan dan kualitas produk tetap terjaga. Manajemen usaha ini dirancang agar mustahik terbiasa dengan operasional bisnis yang terstruktur dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk komitmen yang serius, H. Badrus mengingatkan bahwa seluruh penerima bantuan telah menyetujui Pakta Integritas. Dokumen ini menjadi bukti kesanggupan mustahik untuk mengikuti peraturan, mematuhi SOP dari PT BKS, serta menjaga keberlangsungan usaha.

"Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar prosedur administratif. Itu adalah kesepakatan antara Bapak/Ibu dengan BAZNAS dan juga dengan Allah SWT. Jika di tengah jalan terjadi pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati, BAZNAS akan melakukan evaluasi secara ketat, bahkan bisa melakukan penarikan bantuan jika tidak ada niat untuk memperbaiki," tutupnya.

BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan secara berkala agar setiap gerobak Z-Chicken yang ada dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan para mustahik di Kalimantan Timur.

25-06-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil

Samarinda – Dalam agenda briefing rutin yang berlangsung di Lobby Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (04/06/2026), Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menegaskan pentingnya profesionalisme bagi seluruh amil pelaksana.

Dalam arahannya, beliau memperkenalkan konsep "Segitiga Kompetensi" sebagai pondasi utama efektivitas kerja. Menurutnya, untuk membangun sistem yang solid, setiap amil wajib mengintegrasikan tiga elemen kunci secara seimbang: Skills (keterampilan teknis), Attitude (sikap mental), dan Knowledge (pengetahuan).

Sesuai dengan bagan "Segitiga Kompetensi Dalam Bekerja" yang dipaparkan, penjabaran dari ketiga elemen tersebut adalah sebagai berikut:

1. Penjabaran Skills:

Mencakup keterampilan teknis dan interpersonal yang teruji. Amil harus mampu menetapkan tujuan (Goal Setting) dan mengelola waktu secara efektif (Time Management). Diperlukan juga reasoning yang kuat dalam pengambilan keputusan, serta keterampilan interpersonal (Inter-personal Skills) dan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan muzakki, mustahik, dan rekan kerja.

2. Penjabaran Attitudes:

Menitikberatkan pada sikap mental positif dan integritas diri yang kuat. Amil harus memiliki motivasi diri (Self Motivation) dan kepercayaan diri (Self Confidence). Integritas, kejujuran (Honesty), dan sikap optimis adalah kunci. Selain itu, antusiasme, sikap kooperatif, dan komitmen penuh sangat penting dalam menjalankan tugas.

3. Penjabaran Knowledge:

Menuntut pemahaman mendalam dan pengetahuan yang luas. Amil harus menguasai dasar-dasar, teori, dan informasi terkait perzakatan. Pemahaman tentang fakta, tokoh penting, dan deskripsi hukum Islam yang relevan adalah pondasi utamanya. Pengetahuan ini harus didukung oleh pembelajaran terus-menerus dan ilmu pengetahuan yang solid untuk efektivitas layanan yang terukur dan berdampak nyata.

"Pondasi utama BAZNAS terletak pada bagaimana sistem yang telah kita bangun dijalankan oleh amil yang kompeten. Dengan menguasai segitiga kompetensi ini, pelayanan kepada mustahik dan muzakki akan jauh lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata," ujar Achmad Suparno.

04-06-2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar
Tingkatkan Kualitas Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Evaluasi Kapasitas Pengelolaan Zakat di Kubar
KUTAI BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat tata kelola zakat di daerah melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penyelenggaraan Pengelolaan Zakat. Kali ini, kegiatan menyasar Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang berlangsung di Kantor bupati Kubar ruang diklat, Kamis (09/07/2026). Hadir dalam agenda strategis tersebut, delegasi BAZNAS Kaltim yang terdiri dari Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H. Rombongan disambut hangat oleh Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Barat, H. Ali Sadikin SE asisten 1 bidang pemerintahan hukum dan kesra, Suwira Erpina,S.Pd M. M Kabag kesra, Kepala Dinas Sosial Adolfus S.Hut M.M. Dalam sambutannya, H. Ali sadikin S.E menekankan bahwa zakat merupakan instrumen pembangunan daerah yang sangat krusial, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan pemerataan kesejahteraan sosial. "Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyambut baik kegiatan ini. Ini bukan sekadar pengawasan formal, melainkan ruang pembinaan agar kinerja BAZNAS Kubar semakin profesional, transparan, dan akuntabel sesuai amanah syariat," ujar Ali Sadikin. Ia juga mendorong agar BAZNAS Kubar terus berinovasi dalam penghimpunan dana ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dari berbagai sektor, serta memastikan pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran dan selaras dengan program pembangunan pemerintah daerah. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, menegaskan bahwa peran BAZNAS melampaui batas-batas sektoral. Ia menjelaskan bahwa melalui pengelolaan dana Infak dan Sedekah, BAZNAS juga memiliki fungsi kemanusiaan yang inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang keyakinan. "Contoh nyatanya, kita pernah menggelar khitanan massal yang juga diikuti peserta non-Muslim. Ini adalah wujud nilai kemanusiaan. Bantuan kami berikan berdasarkan kebutuhan mendesak di lapangan. Sebagai keluarga besar bangsa Indonesia, semangat gotong royong harus tetap dikedepankan sepanjang tidak melanggar ketentuan perundang-undangan," papar Abdurrahman. Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyoroti pentingnya penerapan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai tolok ukur kinerja. Ia mengungkapkan bahwa IZN kini telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah daerah, yang menegaskan posisi strategis zakat dalam pembangunan nasional. "Seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Kaltim sedang kami evaluasi. Tujuannya adalah memastikan tata kelola organisasi dan dampak program benar-benar dirasakan masyarakat. Mengingat potensi zakat di Kalimantan Timur yang mencapai Rp6 hingga Rp7 triliun, tugas kita bersama adalah mengoptimalkan penghimpunan yang saat ini baru berada di angka ratusan miliar," jelas Miswan. Miswan juga menambahkan pentingnya sinkronisasi program antara BAZNAS dan perangkat daerah seperti Bappeda, Dinas Sosial, serta Bagian Kesra. Menurutnya, koordinasi yang solid merupakan kunci untuk mengatasi kendala di lapangan dan mempercepat penurunan angka kemiskinan di Kalimantan Timur, khususnya di Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan ini ditutup dengan diskusi mendalam terkait penguatan regulasi operasional serta komitmen bersama untuk meningkatkan sinergi antara BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam mewujudkan kesejahteraan umat yang lebih luas.

09-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu
Evaluasi Kinerja, BAZNAS Kaltim Dorong Pemenuhan Standar SDM dan Administrasi BAZNAS Mahulu
UJOH BILANG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan pengelolaan zakat di wilayah perbatasan. Kali ini, kunjungan kerja dilakukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), bertempat di Ruang Rapat Ballroom Kantor Bupati Mahakam Ulu, Jumat (10/07/2026). Delegasi BAZNAS Kaltim yang dipimpin oleh Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, bersama Wakil Ketua II Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, dan Kepala Divisi Pengumpulan Muhammad Mulyono, S.H., diterima langsung oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Mahulu. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setdakab Mahulu drg. Agustinus Teguh Santoso, M.Adm.Kes, Plt. Kabag Kesra Agnes Luaq, S.Pd.SD, Kabid Kesbangpol Wehelmus, Kepala Kantor Kemenag Mahulu Longginus, serta Ketua MUI H. M. Yassin. Dalam sambutannya, drg. Agustinus Teguh Santoso menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dalam mendukung eksistensi BAZNAS sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut diwujudkan nyata melalui pembiayaan operasional, termasuk dukungan honorarium pengurus, guna memastikan roda organisasi tetap berjalan lancar. "Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu memberikan dukungan penuh. Kami juga berterima kasih kepada Kantor Kemenag Mahulu yang selama ini sangat membantu dalam pemenuhan tenaga administrasi, mengingat keterbatasan SDM di BAZNAS saat ini," ungkap Agustinus. Ia pun menyoroti pentingnya regenerasi pengurus BAZNAS di Mahulu. Mengingat adanya kekosongan jabatan pasca meninggalnya salah satu pengurus tahun lalu, ia mendorong adanya diskusi mekanis agar struktur organisasi kembali lengkap dan mampu memenuhi standar minimal dalam menjalankan program-program umat. Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, menyampaikan bahwa kehadiran tim provinsi bertujuan untuk memberikan pendampingan teknis agar tata kelola zakat di Mahulu semakin profesional. Fokus utamanya adalah penguatan Indeks Zakat Nasional (IZN) sebagai instrumen ukur keberhasilan. "IZN bukan sekadar angka, melainkan acuan agar setiap program yang dijalankan memiliki dampak terukur. Kami berharap seluruh pengurus BAZNAS Mahulu dapat memanfaatkan hasil Monev ini sebagai bahan pembenahan internal, baik dari sisi administrasi maupun strategi penghimpunan," ujar Miswan. Ia menambahkan, sinergi lintas sektor—antara BAZNAS, Pemerintah Kabupaten, Kementerian Agama, dan para pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci utama keberhasilan. Miswan optimis, dengan koordinasi yang solid, BAZNAS Mahakam Ulu akan mampu menjalankan amanah dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan secara transparan dan akuntabel. Kegiatan Monev ini ditutup dengan diskusi interaktif mengenai pemetaan tantangan di lapangan serta langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi zakat di Kabupaten Mahakam Ulu agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

10-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kaltim dan RSKD Balikpapan Perkuat Sinergi Kesehatan melalui Pengelolaan ZIS
BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan akses layanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat kurang mampu. Upaya ini diwujudkan melalui sinergi strategis bersama RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Kaltim Sehat dan Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) RSKD. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Rapat Anggrek Hitam, Lantai 3 RSKD Balikpapan, Rabu (08/07/2026), dihadiri oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., bersama Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Kehadiran delegasi BAZNAS Kaltim disambut langsung oleh Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, didampingi Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Rosjidah Rahmawati, SKM, serta jajaran manajemen rumah sakit. Wakil ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menekankan bahwa kolaborasi ini merupakan manifestasi nyata dari pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tepat sasaran. Fokus utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah pemantapan program Kaltim Sehat yang mencakup pendistribusian bantuan rutin bagi keluarga dhuafa berdasarkan usulan dari pengurus UPZ RSKD sepanjang tahun 2026. Salah satu agenda krusial yang kembali dibahas adalah kelanjutan bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit. Program ini tercatat sukses dilaksanakan pada tahun 2025 dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur. "Berkaca dari keberhasilan tahun sebelumnya, BAZNAS Kaltim akan kembali memberikan dukungan penuh, tidak hanya terbatas pada biaya operasi dan perawatan medis, tetapi juga mencakup bantuan transportasi bagi pasien beserta pendamping. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar masyarakat yang membutuhkan tidak terhambat aksesnya karena kendala biaya perjalanan," ujar H. Badrus Syamsi. Guna meningkatkan kualitas layanan bagi keluarga pasien yang berasal dari luar daerah, rapat ini juga menyepakati rencana strategis pembangunan Rumah Singgah di area RSKD. Pihak RSKD berkomitmen untuk segera mengagendakan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur guna mendapatkan arahan serta izin prinsip terkait pembangunan fasilitas tersebut. "Kami sangat menyambut baik kehadiran BAZNAS Kaltim sebagai mitra strategis. Sinergi ini adalah kebutuhan bersama demi mengoptimalkan pelayanan kepada umat. Pengelolaan dana ZIS melalui UPZ RSKD ini adalah komitmen nyata kami untuk terus menggulirkan program Kaltim Sehat agar jangkauan manfaatnya semakin luas," tutur Direktur RSKD, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS. Tidak hanya fokus pada program berjalan, pertemuan ini juga merancang kegiatan sosial jangka menengah. RSKD berencana menyelenggarakan khitanan massal yang akan dijadwalkan pada masa libur sekolah atau akhir tahun 2026. Selain itu, kedua belah pihak mulai memetakan berbagai program bakti sosial lainnya yang akan dipersiapkan untuk agenda tahun 2027 mendatang. Melalui sinergi ini, BAZNAS Kaltim dan RSKD dr. Kanujoso Djatiwibowo berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan, memastikan bahwa dana ZIS yang terkumpul benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para mustahik, khususnya dalam mendapatkan hak dasar atas layanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

09-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat
Jalin Kemitraan Strategis, BAZNAS Kaltim Apresiasi Dukungan Pemkab Kukar terhadap Pengelolaan Zakat
TENGGARONG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka agenda monitoring dan evaluasi (monev) ke BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (8/7/2026). Pertemuan strategis yang berlangsung di Ruang Sekretariat Daerah Kantor Bupati Kukar ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pengelola zakat dengan pemerintah daerah. Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P, serta Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H. Kehadiran delegasi provinsi disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Kukar Muhammad Syafik Avicenna, Wakil Ketua I Muhammad Zain, S.H.I., M.E., Wakil Ketua II Hj. Wiwik Angranti, S.Sos., M.Pd., beserta jajaran staf. Hadir pula perwakilan dari Dinas Sosial Kukar, Kabid Rehabilitasi Sosial Sunarko, SST, M.Si, serta Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kukar, Yulius Rakhman, S.T., M.T. Dalam paparannya, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, S.Pd.I, M.E., menyoroti hasil Indeks Zakat Nasional (IZN) di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berada pada kategori stabil dengan nilai 0,43. Menurutnya, terdapat ketimpangan yang perlu menjadi catatan bersama. "Secara dimensi makro, Kukar sudah sangat baik dengan nilai 0,69, yang membuktikan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat sangat kuat. Namun, pada dimensi mikro atau sisi tata kelola lembaga dan efektivitas pendayagunaan, kita masih berada di angka 0,31 atau kategori kurang baik," ungkap Miswan. Miswan menegaskan bahwa angka ini menjadi sinyal untuk melakukan pembenahan internal. "Ke depan, kita harus lebih fokus pada penguatan tata kelola dan optimalisasi pendayagunaan agar manfaat zakat lebih terasa bagi mustahik. Harapan kami, Pemkab Kukar terus memberikan dukungan, terutama agar program BAZNAS ke depan semakin selaras dengan kebijakan pemerintah daerah, Dinas Sosial, dan Bappeda. Mari kita sinergikan program agar dampaknya nyata dan berkelanjutan," tambahnya. Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., turut menegaskan bahwa BAZNAS adalah mitra resmi pemerintah. "Sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang intensif adalah kunci agar zakat dapat menjadi instrumen efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Abdurrahman. Ia juga memberikan apresiasi khusus atas dukungan luar biasa Pemkab Kukar terhadap operasional BAZNAS yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Kalimantan Timur. Senada dengan hal tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kukar, Fathul Alamin, S.STP., menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar telah terintegrasi dalam dokumen RPJMD dan RPJPD. "Kami tidak melihat BAZNAS hanya sebagai pengumpul zakat, tetapi sebagai mitra strategis. Bahkan, indikator penghimpunan zakat telah kami masukkan ke dalam indikator kinerja perangkat daerah," jelas Fathul. Menurut Fathul, kehadiran BAZNAS mampu mengisi celah pendanaan yang tidak terakomodasi oleh APBD. "Jika ada program prioritas sosial yang belum sepenuhnya tercover, di situlah dana zakat hadir untuk melengkapinya sesuai ketentuan syariah," tambahnya. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya akurasi data mustahik. BAZNAS bersama Bappeda kini tengah mengupayakan sinkronisasi basis data agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjadi rujukan utama dalam program pengentasan kemiskinan di Kutai Kartanegara. Sebagai lembaga yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, BAZNAS Kukar diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Di akhir pertemuan, Abdurrahman menyampaikan optimisme bahwa dengan kekompakan internal dan dukungan penuh stakeholder, BAZNAS akan semakin dipercaya sebagai lembaga yang amanah, profesional, dan transparan.

08-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kaltim Lakukan Monev Program ke BAZNAS Kota Bontang
BONTANG – Guna memastikan efektivitas dan akuntabilitas pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (Monev) ke BAZNAS Kota Bontang, Jumat (03/07/2026). Kunjungan ini dilaksankan oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H, serta Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I. Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS Kaltim meninjau beberapa program pendayagunaan yang telah berjalan. Untuk program Z-Mart, evaluasi mencatat sekitar 30% penerima manfaat berhasil mempertahankan keberlangsungan usahanya. Namun, ketersediaan pasokan barang menjadi catatan penting akibat belum tersedianya Distribution Center (DC). Selain itu, penguatan kapasitas SDM bagi pelaku usaha pun menjadi perhatian agar pengelolaan usaha dan pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal. Terkait aset bantuan berupa kapal, hasil peninjauan di lapangan menunjukkan kondisi unit sudah tidak efektif untuk dioperasikan akibat kebocoran pada badan kapal dan kerusakan mesin. Sementara itu, untuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), BAZNAS Bontang diminta segera mengajukan permohonan agar penyaluran bantuan dapat terlaksana pada bulan Agustus dengan target penyelesaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) pada bulan Oktober. Menanggapi hasil evaluasi, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa penyesuaian strategi diperlukan untuk menjaga keberlanjutan program. “Beberapa program sudah berjalan baik, namun perlu peningkatan. Salah satunya Z-Mart yang memerlukan stock point agar harga bahan baku lebih kompetitif di tengah tren kenaikan harga saat ini. Untuk program pemberdayaan ayam potong, kami akan mengembangkannya ke budidaya ayam petelur karena peluang pasarnya menjanjikan dan berpotensi memberikan keuntungan finansial signifikan bagi mustahik, sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah,” jelas Ahmad Nabhan. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menekankan bahwa monitoring ketat adalah wujud tanggung jawab BAZNAS kepada para muzaki. “Dana ZIS yang diamanahkan kepada kami harus dipastikan tersalurkan dengan produktif. Meskipun dana terkumpul di provinsi, realisasinya tetap kami fokuskan ke daerah kabupaten/kota karena di sanalah sasaran mustahik yang membutuhkan pemberdayaan masif berada. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan manfaat zakat semakin luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Badrus. Ke depannya, BAZNAS Kaltim mendorong BAZNAS Kota Bontang untuk terus berkolaborasi dalam melahirkan program-program usaha produktif yang inovatif. Sinergi ini diharapkan mampu mentransformasi para mustahik menjadi muzaki, sehingga kemandirian ekonomi umat di Kalimantan Timur dapat terwujud secara berkelanjutan.

03-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara
Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat, BAZNAS Kaltim Kunjungi BAZNAS Kalimantan Utara
TANJUNG SELOR – Upaya memperkuat tata kelola zakat lintas provinsi terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur. Pada Senin (06/07/2026), pimpinan BAZNAS Kaltim melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke kantor BAZNAS Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hadir Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, didampingi Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I. Serta perwakilan BAZNAS Kaltara diantaranya Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Hadruni, S.H., dan Wakil Ketua IV Drs. H. M. Basri. Drs. H. Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarlembaga dalam tata kelola zakat. Menurutnya, pertukaran pengalaman mengenai sistem penghimpunan, pendistribusian, hingga pendayagunaan dana ZIS sangat krusial bagi kemajuan lembaga di kedua wilayah. “Kami saling berbagi wawasan mengenai tata kelola kelembagaan, sistem administrasi, serta pelaporan yang transparan. Selain itu, kami juga mendiskusikan pentingnya penguatan kapasitas SDM dan inovasi agar layanan kepada muzaki maupun mustahik dapat terus ditingkatkan,” ujar Ahmad Nabhan. Dalam forum diskusi tersebut, masing-masing perwakilan BAZNAS memaparkan program unggulan yang telah diimplementasikan sebagai referensi pengembangan di daerah masing-masing. Diskusi berkembang pada strategi pemberdayaan mustahik yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi produktif, kesehatan, pendidikan, sosial, hingga dakwah. Ahmad Nabhan menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum untuk menyelaraskan visi dalam memaksimalkan potensi zakat. Strategi pemberdayaan ekonomi mustahik yang tepat sasaran menjadi poin utama dalam upaya pengentasan kemiskinan yang dilakukan oleh BAZNAS. “Semangat berbagi praktik terbaik ini adalah kunci agar pengelolaan zakat semakin profesional. Dengan saling belajar, kita berharap program-program yang dijalankan di Kaltim maupun Kaltara dapat memberikan dampak yang lebih luas, masif, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” tutupnya. Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjalin komunikasi intensif, guna memastikan amanah para muzaki dikelola dengan tata kelola yang baik dan memberikan manfaat yang tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

06-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026
Perkuat Peran Zakat dalam Pembangunan, BAZNAS Kaltim Berikan Pembekalan Tata Kelola ZIS bagi Mahasiswa KKN UINSI 2026
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas literasi zakat di lingkungan akademisi. Kali ini, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., hadir memberikan materi mendalam mengenai Tata Kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dalam acara Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Rabu (01/07/2026). Berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah UINSI, H. Badrus Syamsi memaparkan urgensi pengelolaan zakat yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai instrumen vital dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat. Dalam paparannya, H. Badrus membagikan kabar positif terkait progres BAZNAS Kaltim selama satu periode terakhir. Menurutnya, terjadi tren peningkatan pengumpulan dana ZIS yang signifikan setiap tahunnya, yang menjadi indikator utama menguatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Kaltim. "Peningkatan perolehan ZIS ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya berzakat melalui lembaga resmi. Hal ini kami barengi dengan pengelolaan keuangan yang sehat. Alhamdulillah, BAZNAS Kaltim telah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) secara berturut-turut," jelas H. Badrus di hadapan ratusan mahasiswa. Ia menekankan bahwa raihan tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah melalui prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Pembekalan ini bertujuan agar para calon peserta KKN memahami bahwa zakat bukan sekadar ibadah ritual, melainkan instrumen pembangunan sosial yang masif. H. Badrus mendorong agar mahasiswa mampu mengintegrasikan nilai-nilai pemberdayaan berbasis zakat ke dalam program kerja (proker) mereka di lokasi penempatan. "Mahasiswa KKN adalah agen perubahan di lapangan. Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat melihat peluang sinergi antara program pemberdayaan BAZNAS dengan kebutuhan riil masyarakat di desa lokasi KKN nanti. Sinergi ini akan menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur," tambahnya.

01-07-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim Bekali Mustahik Keterampilan Usaha Z-Chicken, Ketua BAZNAS: Ini Ikhtiar Menuju Kemandirian Ekonom
BAZNAS Kaltim Bekali Mustahik Keterampilan Usaha Z-Chicken, Ketua BAZNAS: Ini Ikhtiar Menuju Kemandirian Ekonom
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan mustahik melalui program Z-Chicken. Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif, Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memberikan arahan langsung kepada para calon penerima manfaat mengenai pentingnya menjaga amanah dan kualitas usaha. "Harapan kami, dari pelatihan ini, apa yang dijual dan disajikan kepada masyarakat adalah yang terbaik. Kami berharap program Z-Chicken ini dapat memberikan kesejahteraan bagi mustahik beserta keluarganya, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya," ujar Ahmad Nabhan pada Kamis, (26/06/2026) lalu. Ia juga menekankan agar setiap peserta dapat melaksanakan program ini semaksimal mungkin dengan penuh kesungguhan. Terkait jadwal peresmian, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim menjadwalkan peresmian program pada bulan Juli mendatang, sembari mematangkan segala kebutuhan operasional serta memastikan kelengkapan peralatan yang diberikan kepada mustahik benar-benar siap digunakan. Dalam kesempatan yang sama, Direktur PT Berkah Kuliner Semesta (BKS), Dona Kurniawan CS, hadir sebagai mitra strategis untuk membimbing para mustahik. Selain memberikan pelatihan teknis mengenai alur pengelolaan program, ia juga memaparkan roadmap pengembangan usaha mulai dari tahap awal hingga mencapai target kemandirian. Para peserta tidak hanya dibekali kemampuan operasional, tetapi juga diberikan motivasi kuat agar memiliki mentalitas pengusaha yang tangguh. Dalam arahannya, mitra menekankan beberapa poin kunci keberhasilan. Peserta diingatkan untuk selalu bekerja keras, membuka lapak tepat waktu, dan melayani pembeli dengan senyum yang tulus. Menjaga konsistensi rasa dengan mengikuti resep, takaran bumbu, dan SOP yang telah ditetapkan adalah kunci agar pelanggan kembali lagi. Mengawali hari dengan Bismillah dan meniatkan lelah untuk mencari rezeki yang halal dan berkah bagi keluarga. Ia juga memotivasi mustahik untuk memulai dari hal kecil dengan bangga, mengingat bahwa setiap pengusaha besar pun memulai perjuangan dari bawah. Dan mengingatkan peserta untuk tidak mudah menyerah dan menjadikan gerobak Z-Chicken sebagai kendaraan untuk membawa keluarga keluar dari kesulitan ekonomi. Dengan pendampingan dari BAZNAS Kaltim dan PT BKS, diharapkan seluruh penerima manfaat dapat menjalankan usaha dengan penuh tanggung jawab, sehingga visi untuk mengubah status dari "penerima zakat" (mustahik) menjadi "pemberi zakat" (muzaki) di masa depan dapat terwujud.

25-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Tegaskan Komitmen Pengelolaan Z-Chicken, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim: Ini adalah Tanggung Jawab Muzaki, Jangan Disia-siakan
Tegaskan Komitmen Pengelolaan Z-Chicken, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim: Ini adalah Tanggung Jawab Muzaki, Jangan Disia-siakan
SAMARINDA – Wakil Ketua III di bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S. Pd. I, M. E. , memberikan arahan yang jelas kepada semua penerima program Z-Chicken dalam acara penyerahan bantuan pada Kamis (25/06/2026). Dalam sambutannya, H. Badrus menekankan bahwa dukungan dari Z-Chicken bukan hanya sekedar modal operasi, tetapi merupakan amanah yang besar dari para muzaki yang dipercayakan melalui BAZNAS, bertujuan untuk membantu mustahik agar dapat mandiri secara finansial. "Uang yang digunakan untuk membeli gerobak dan modal usaha itu berasal dari zakat. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu harus menjaga amanah ini dengan serius. Jangan sampai bantuan yang diberikan tidak dikelola dengan baik," tegas H. Badrus. Lebih jauh, H. Badrus menjelaskan secara lengkap mengenai jalur kerja program Z-Chicken agar para penerima dapat memahami mekanisme profesional yang diterapkan. Ini merujuk pada skema yang telah ditentukan, di mana BAZNAS Kaltim berperan sebagai pemberi dukungan, sedangkan PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) berfungsi sebagai penyedia bahan baku melalui Stock Point. Berdasarkan skema kerja tersebut, setiap mustahik tidak hanya mendapatkan gerobak, tetapi juga diharuskan untuk melakukan transaksi pembelian bahan baku secara rutin dengan Stock Point PT BKS agar ketersediaan dan kualitas produk tetap terjaga. Manajemen usaha ini dirancang agar mustahik terbiasa dengan operasional bisnis yang terstruktur dan berkelanjutan. Sebagai bentuk komitmen yang serius, H. Badrus mengingatkan bahwa seluruh penerima bantuan telah menyetujui Pakta Integritas. Dokumen ini menjadi bukti kesanggupan mustahik untuk mengikuti peraturan, mematuhi SOP dari PT BKS, serta menjaga keberlangsungan usaha. "Penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar prosedur administratif. Itu adalah kesepakatan antara Bapak/Ibu dengan BAZNAS dan juga dengan Allah SWT. Jika di tengah jalan terjadi pelanggaran terhadap komitmen yang telah disepakati, BAZNAS akan melakukan evaluasi secara ketat, bahkan bisa melakukan penarikan bantuan jika tidak ada niat untuk memperbaiki," tutupnya. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan secara berkala agar setiap gerobak Z-Chicken yang ada dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan para mustahik di Kalimantan Timur.

25-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil
Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil
Samarinda – Dalam agenda briefing rutin yang berlangsung di Lobby Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (04/06/2026), Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menegaskan pentingnya profesionalisme bagi seluruh amil pelaksana. Dalam arahannya, beliau memperkenalkan konsep "Segitiga Kompetensi" sebagai pondasi utama efektivitas kerja. Menurutnya, untuk membangun sistem yang solid, setiap amil wajib mengintegrasikan tiga elemen kunci secara seimbang: Skills (keterampilan teknis), Attitude (sikap mental), dan Knowledge (pengetahuan). Sesuai dengan bagan "Segitiga Kompetensi Dalam Bekerja" yang dipaparkan, penjabaran dari ketiga elemen tersebut adalah sebagai berikut: 1. Penjabaran Skills: Mencakup keterampilan teknis dan interpersonal yang teruji. Amil harus mampu menetapkan tujuan (Goal Setting) dan mengelola waktu secara efektif (Time Management). Diperlukan juga reasoning yang kuat dalam pengambilan keputusan, serta keterampilan interpersonal (Inter-personal Skills) dan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan muzakki, mustahik, dan rekan kerja. 2. Penjabaran Attitudes: Menitikberatkan pada sikap mental positif dan integritas diri yang kuat. Amil harus memiliki motivasi diri (Self Motivation) dan kepercayaan diri (Self Confidence). Integritas, kejujuran (Honesty), dan sikap optimis adalah kunci. Selain itu, antusiasme, sikap kooperatif, dan komitmen penuh sangat penting dalam menjalankan tugas. 3. Penjabaran Knowledge: Menuntut pemahaman mendalam dan pengetahuan yang luas. Amil harus menguasai dasar-dasar, teori, dan informasi terkait perzakatan. Pemahaman tentang fakta, tokoh penting, dan deskripsi hukum Islam yang relevan adalah pondasi utamanya. Pengetahuan ini harus didukung oleh pembelajaran terus-menerus dan ilmu pengetahuan yang solid untuk efektivitas layanan yang terukur dan berdampak nyata. "Pondasi utama BAZNAS terletak pada bagaimana sistem yang telah kita bangun dijalankan oleh amil yang kompeten. Dengan menguasai segitiga kompetensi ini, pelayanan kepada mustahik dan muzakki akan jauh lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata," ujar Achmad Suparno.

04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →