
Perkuat Kualitas Pelayanan, BAZNAS Kaltim Tekankan Implementasi Segitiga Kompetensi bagi Amil
Samarinda – Dalam agenda briefing rutin yang berlangsung di Lobby Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (04/06/2026), Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menegaskan pentingnya profesionalisme bagi seluruh amil pelaksana.
Dalam arahannya, beliau memperkenalkan konsep "Segitiga Kompetensi" sebagai pondasi utama efektivitas kerja. Menurutnya, untuk membangun sistem yang solid, setiap amil wajib mengintegrasikan tiga elemen kunci secara seimbang: Skills (keterampilan teknis), Attitude (sikap mental), dan Knowledge (pengetahuan).
Sesuai dengan bagan "Segitiga Kompetensi Dalam Bekerja" yang dipaparkan, penjabaran dari ketiga elemen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penjabaran Skills:
Mencakup keterampilan teknis dan interpersonal yang teruji. Amil harus mampu menetapkan tujuan (Goal Setting) dan mengelola waktu secara efektif (Time Management). Diperlukan juga reasoning yang kuat dalam pengambilan keputusan, serta keterampilan interpersonal (Inter-personal Skills) dan komunikasi yang baik untuk berinteraksi dengan muzakki, mustahik, dan rekan kerja.
2. Penjabaran Attitudes:
Menitikberatkan pada sikap mental positif dan integritas diri yang kuat. Amil harus memiliki motivasi diri (Self Motivation) dan kepercayaan diri (Self Confidence). Integritas, kejujuran (Honesty), dan sikap optimis adalah kunci. Selain itu, antusiasme, sikap kooperatif, dan komitmen penuh sangat penting dalam menjalankan tugas.
3. Penjabaran Knowledge:
Menuntut pemahaman mendalam dan pengetahuan yang luas. Amil harus menguasai dasar-dasar, teori, dan informasi terkait perzakatan. Pemahaman tentang fakta, tokoh penting, dan deskripsi hukum Islam yang relevan adalah pondasi utamanya. Pengetahuan ini harus didukung oleh pembelajaran terus-menerus dan ilmu pengetahuan yang solid untuk efektivitas layanan yang terukur dan berdampak nyata.
"Pondasi utama BAZNAS terletak pada bagaimana sistem yang telah kita bangun dijalankan oleh amil yang kompeten. Dengan menguasai segitiga kompetensi ini, pelayanan kepada mustahik dan muzakki akan jauh lebih efektif, terukur, dan berdampak nyata," ujar Achmad Suparno.
04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Melampaui Zona Nyaman: Refleksi Strategis untuk Transformasi Amil BAZNAS Kaltim
Samarinda – Briefing rutin BAZNAS Kaltim yang berlangsung pada Kamis (04/06/2026) menjadi ruang diskusi yang krusial bagi pengembangan kapasitas amil. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., memberikan arahan yang menukik tajam pada aspek mentalitas dan budaya kerja, dengan menekankan bahwa stagnasi adalah ancaman nyata bagi keberhasilan lembaga.
Dalam pemaparannya, H. Miswan Thahadi memberikan peringatan keras bahwa zona nyaman (comfort zone) bukanlah tempat bagi mereka yang menginginkan pertumbuhan. Baginya, ketika seseorang merasa sudah berada dalam posisi yang "enak" dan tidak lagi memiliki tantangan, maka saat itulah ia sebenarnya sedang berada dalam posisi paling rentan. Zona nyaman diidentikkan sebagai musuh utama kesuksesan karena ia mematikan kreativitas, menurunkan daya juang, dan menciptakan ketergantungan pada pola kerja lama yang mungkin sudah tidak relevan.
Lebih jauh, beliau menyoroti sebuah tantangan psikologis yang sering dialami oleh tenaga profesional, yakni "penyakit merasa paling benar". Sindrom ini ditandai dengan kecenderungan seseorang untuk mengimani satu pola pikir saja, menutup diri dari masukan, dan bersikap arogan terhadap perspektif baru. H. Miswan Thahadi menegaskan bahwa sikap ini adalah akar kegagalan karena membatasi pandangan seseorang, sehingga ia kehilangan kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman yang sangat cepat.
Untuk memutus rantai kejumudan tersebut, beliau menyarankan beberapa strategi aksi bagi seluruh amil pelaksana:
1. Transformasi Budaya Literasi: Amil didorong untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas, tetapi wajib meluangkan waktu untuk membaca dan memperdalam wawasan yang relevan dengan dunia perzakatan maupun manajemen modern.
2. Inklusivitas dalam Berdiskusi: Beliau menekankan pentingnya membuka ruang diskusi seluas-luasnya dengan berbagai pihak. Pertukaran pikiran dengan orang lain—terutama yang memiliki latar belakang berbeda—dianggap sebagai cara paling efektif untuk mendapatkan perspektif baru yang segar dan objektif.
3. Optimalisasi Kinerja: Belajar terus-menerus adalah satu-satunya jalan agar pekerjaan yang dilakukan tidak terjebak dalam pola lama yang monoton. Dengan selalu memperbarui cara berpikir dan metode kerja, setiap amil akan mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal dan menghasilkan dampak yang terbaik bagi muzakki maupun mustahik.
Arahan ini menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar BAZNAS Kaltim bahwa menjadi seorang amil adalah perjalanan belajar seumur hidup. Untuk mencapai visi besar lembaga, amil harus berani meninggalkan zona nyaman, menanggalkan ego merasa paling benar, dan terus membuka diri terhadap inovasi demi pelayanan yang lebih baik di masa depan.
04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Menanamkan Jiwa Full-Timer: Transformasi Dedikasi Amil BAZNAS Kaltim dalam Melayani Umat
Samarinda – Briefing rutin BAZNAS Kaltim yang dilaksanakan pada Kamis (04/06/2026) menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh amil pelaksana. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., memimpin arahan yang menyoroti urgensi transformasi mentalitas kerja menuju dedikasi yang lebih totalitas dan berjiwa full-timer.
Dalam arahannya, H. Badrus Syamsi memberikan penekanan bahwa istilah full-timer tidak semata-mata dimaknai sebagai kewajiban untuk bekerja secara fisik selama 24 jam tanpa henti. Lebih dari itu, full-timer adalah sebuah manifestasi dari kesiapan mental dan responsivitas tinggi seorang amil dalam mengemban amanah zakat.
Seorang amil yang memiliki jiwa full-timer adalah pribadi yang memiliki keterikatan batin dengan lembaga. Mereka adalah sosok yang selalu siap sedia dan tanggap ketika kebutuhan umat maupun tuntutan operasional lembaga mendesak untuk diselesaikan. Prinsip ini menjadi pembeda antara sekadar "bekerja" dengan "mengabdi".
H. Badrus Syamsi menegaskan bahwa budaya kerja ini harus dimulai dari komitmen pimpinan terlebih dahulu sebelum diturunkan kepada seluruh staf.
"Jika jajaran pimpinan saja sudah menetapkan standar full-timer dalam dedikasi mereka, maka adalah sebuah keharusan bagi seluruh amil dan amilat untuk memiliki tingkat dedikasi yang setara. Standar ini bukan beban, melainkan bentuk tanggung jawab moral kita kepada para muzakki dan mustahik yang menitipkan harapannya kepada BAZNAS Kaltim," tegas beliau di hadapan para peserta briefing.
Selain menyinggung soal produktivitas, beliau juga menekankan pentingnya sinergi dan keharmonisan antar sesama amil. Beliau mengajak seluruh elemen BAZNAS Kaltim untuk terus menjaga kekompakan dalam kebaikan (fastabiqul khairat).
Menurut H. Badrus Syamsi, BAZNAS bukan sekadar tempat untuk mencari penghidupan, melainkan ladang pengabdian yang mulia. Dengan menyatukan langkah, visi, dan semangat, amil diharapkan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga bekerja dengan hati yang sepenuhnya tertuju untuk kemaslahatan umat.
Briefing ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh amil untuk kembali mengevaluasi tingkat keterlibatan mereka, memastikan bahwa setiap langkah yang diambil di BAZNAS Kaltim adalah bentuk pengabdian terbaik yang mampu mereka berikan untuk kemajuan lembaga dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur.
04-06-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Optimalkan Pemberdayaan di Wilayah Terluar, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Hadiri Kick-Off Meeting Pembangunan Perdesaan
SAMARINDA – Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., menghadiri agenda penting Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Desa dan Kick Off Meeting Pembangunan Kawasan Perdesaan Tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim pada Kamis, (16/04/2026).
Partisipasi ini merupakan bentuk respons aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Fokus utama pertemuan ini adalah inisiasi kawasan budidaya ternak sapi potong terintegrasi di empat kampung Kecamatan Bongan, Kutai Barat, yakni Kampung Gerunggung, Kampung Lemper, Kampung Deraya, dan Kampung Tanjung Soke.
Dalam kesempatan tersebut, Achmad Suparno menekankan bahwa BAZNAS Kaltim siap menjadi mitra strategis bagi pemerintah desa dan pihak ketiga lainnya. Ia menilai kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan memiliki keberlanjutan ekonomi bagi warga desa.
"Kami menyambut baik dan menyatakan kesediaan penuh untuk berkolaborasi dengan desa-desa tersebut serta para pemangku kepentingan. Setelah penandatanganan MOU ini, kami mengharapkan sinergi pembangunan dapat berlangsung efektif," ujar Achmad Suparno di sela-sela pertemuan.
Ia menambahkan bahwa program peternakan sapi ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan peluang usaha yang nyata. "Kami ingin memastikan warga di empat kampung ini memiliki kemandirian ekonomi. Melalui program peternakan yang terencana, diharapkan taraf hidup mustahik di sana dapat meningkat secara signifikan seiring dengan perbaikan akses transportasi yang sedang disiapkan pemerintah," imbuhnya.
Pertemuan tersebut turut melibatkan jajaran Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, serta perwakilan asosiasi peternak sapi tingkat regional. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi kendala logistik dan operasional, sehingga proyeksi kawasan peternakan terpadu di wilayah terluar Kaltim dapat segera terwujud.
Dengan keterlibatan aktif Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, lembaga memastikan bahwa pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) akan terus diarahkan pada program-program pemberdayaan produktif yang menyentuh langsung akar rumput di pelosok Kalimantan Timur.
16-04-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Ketua BAZNAS Kaltim Hadiri Peluncuran Drive Thru Zakat dan Kampung Ramadan: Optimalkan Pengumpulan Lewat Inovasi Layanan
SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Ahmad Nabhan, menghadiri pembukaan layanan Drive Thru Zakat dan Kampung Ramadan yang digelar di Lapangan Eks Bandara Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan yang diresmikan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, ini merupakan kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Samarinda dan BAZNAS Kota Samarinda guna menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memfasilitasi kemudahan beribadah di bulan suci.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim, Dr. H. Ahmad Nabhan, memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap inovasi Drive Thru Zakat yang dikelola oleh BAZNAS Kota Samarinda. Menurutnya, inovasi ini adalah langkah cerdas dalam melakukan optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di era modern.
"Kami sangat mendukung layanan Drive Thru Zakat ini. Ini adalah solusi nyata untuk mempermudah masyarakat. Para pengguna jalan kini tidak perlu lagi bersusah payah mencari tempat parkir atau turun dari kendaraan; cukup melintas, mereka sudah bisa menunaikan kewajiban zakatnya dengan cepat dan nyaman," ujar Dr. H. Ahmad Nabhan.
Beliau menambahkan bahwa kemudahan akses fisik yang dipadukan dengan sistem pembayaran digital (QRIS) akan sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi umat untuk berbagi di bulan Ramadan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan tahun ini harus menjadi momentum bergeraknya "Sirkel Ekonomi" dan "Sirkel Kebaikan" secara bersamaan. Kampung Ramadan yang melibatkan sekitar 50 tenant UMKM binaan BAZNAS dan pelaku ekonomi kreatif ini diharapkan tidak hanya mencari keuntungan materi, tetapi juga keberkahan akhirat.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, acara ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan secara simbolis:
Penyaluran Bantuan: 50 paket sembako diserahkan kepada para mustahik di wilayah Kecamatan Sungai Pinang.
Pemberdayaan UMKM: Pelibatan aktif UMKM binaan BAZNAS untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat penting, di antaranya Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar, Kepala BAZNAS Kota Samarinda Syahir Idsir, perwakilan Kementerian Agama, serta sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkot Samarinda.
Layanan Drive Thru Zakat di Eks Bandara Temindung ini akan melayani masyarakat setiap hari mulai pagi hingga pukul 22.00 WITA selama bulan Ramadan. Dengan sinergi antara BAZNAS Provinsi dan Kota, diharapkan target pengumpulan zakat tahun ini dapat tercapai maksimal demi kemaslahatan umat di Kalimantan Timur.
25-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim Ajak Pegawai RSJD Atma Husada Perbaiki Diri dan Optimalkan ZIS
SAMARINDA – Memasuki bulan suci Ramadhan yang penuh keberkahan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus aktif melakukan syiar dakwah dan literasi zakat ke berbagai instansi pemerintah. Pada Selasa (24/02/2026), Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., hadir memberikan Tausiyah Ramadhan di hadapan jajaran pegawai RSJD Atma Husada Mahakam, Kaltim.
Dalam ceramah agama yang berlangsung khidmat tersebut, Dr. Abdurrahman mengusung tema sentral "Bulan Tarbiyah: Momentum Perbaikan Diri". Beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah (sekolah) untuk memperbaiki kualitas spiritual dan profesionalisme kerja.
Ramadhan sebagai Madrasah Karakter
Dr. Abdurrahman menjelaskan bahwa esensi dari Tarbiyah adalah proses pendidikan dan pengasuhan jiwa. Bagi para pegawai di lingkungan rumah sakit jiwa, momentum ini sangat relevan untuk memperkuat rasa empati dan kesabaran dalam melayani masyarakat.
"Ramadhan adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk melakukan evaluasi total. Perbaikan diri dimulai dari hati yang bersih, tutur kata yang terjaga, dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama. Inilah esensi dari menjadi pribadi yang bertakwa," ujar Dr. Abdurrahman dalam tausiyahnya.
Zakat Sebagai Penyempurna Ibadah
Selain fokus pada perbaikan akhlak, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim ini juga mengingatkan para jamaah mengenai kewajiban mal (harta). Beliau mengajak seluruh pegawai RSJD Atma Husada untuk tidak melewatkan kesempatan melipatgandakan pahala melalui menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui lembaga resmi.
Beliau menjelaskan bahwa ZIS yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS akan disalurkan kembali untuk membantu masyarakat Kaltim yang membutuhkan, termasuk program-program kesehatan dan pemberdayaan ekonomi yang sejalan dengan semangat kemanusiaan di rumah sakit.
Memperkuat Sinergi Kemanusiaan
Kegiatan ceramah ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antara BAZNAS Kaltim dan RSJD Atma Husada, sekaligus meningkatkan kesadaran berzakat di lingkungan ASN dan tenaga medis. Dengan semangat "Bulan Tarbiyah", diharapkan muncul komitmen baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik secara spiritual maupun sosial.
"Mari kita jadikan Ramadhan tahun ini sebagai titik balik. Perbaiki hubungan dengan Allah melalui ibadah, dan perbaiki hubungan dengan sesama manusia melalui sedekah," tutupnya.
24-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan, BAZNAS Kaltim Hadiri Pembukaan Bazar Ramadan TP PKK Kaltim
SAMARINDA – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan Bazar Ramadan yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltim di halaman Kantor TP PKK Kaltim, Jalan M. Yamin, Samarinda, Sabtu (21/02/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Penasihat TP PKK Kaltim, Rusmilawati M. Ali, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda ini menegaskan komitmen lembaga dalam mendukung sinergi lintas sektor demi percepatan pengentasan kemiskinan di Kalimantan Timur melalui pemberdayaan ekonomi umat.
Dalam sambutan Ketua TP PKK Kaltim yang dibacakan oleh Rusmilawati, ditekankan bahwa Bazar Ramadan ini merupakan wujud nyata peran PKK dalam memperkuat ekonomi keluarga. Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan ruang promosi bagi produk UMKM lokal agar lebih berdaya saing, inovatif, dan berkelanjutan.
Ketua BAZNAS Kaltim menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pengembangan UMKM adalah pilar penting dalam strategi pengentasan kemiskinan. "Sinergi antara BAZNAS dan PKK memiliki tujuan yang selaras, yaitu membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan mendukung UMKM binaan, kita sedang berupaya memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat ekonomi para mustahik menjadi lebih mandiri," ujar beliau.
Bazar yang berlangsung hingga 14 Maret 2026 ini diikuti oleh sekitar 30 tenant dari Pokja 1 hingga Pokja 4, serta didukung oleh Bankaltimtara, Perusda Bara Kaltim Sejahtera, dan berbagai OPD terkait. Menariknya, seluruh stan disediakan secara gratis bagi pelaku usaha untuk mendorong pendapatan keluarga.
Selain aspek ekonomi, acara ini juga menyediakan layanan sosial yang sejalan dengan program kemanusiaan BAZNAS, yakni pemeriksaan kesehatan gratis (kolesterol, gula darah, asam urat, dan risiko diabetes) oleh Pokja IV, serta layanan kemitraan lainnya.
Kerja sama strategis antara BAZNAS Kaltim dan TP PKK Kaltim telah lama terjalin melalui berbagai program yang berdampak langsung pada masyarakat rentan, antara lain:
Program Belanja Anak Yatim: Memberikan santunan dan keceriaan bagi anak yatim.
Bantuan Sembako Dhuafa: Penyaluran bantuan pangan untuk meringankan beban ekonomi keluarga prasejahtera.
Dukungan Kesehatan: Bantuan bagi penderita kanker di RSUD AWS Samarinda.
Melalui kehadiran dalam Bazar Ramadan ini, BAZNAS Kaltim berharap kolaborasi dengan TP PKK dan mitra kerja lainnya terus konsisten dilakukan setiap tahun. Hal ini diharapkan menjadi ladang amal sekaligus solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur secara menyeluruh.
21-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

BAZNAS Kaltim Dorong Penguatan Regulasi: Upayakan Optimalisasi Zakat Perusahaan dan Dana CSR di Benua Etam
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus bergerak progresif dalam memperjuangkan tata kelola zakat yang lebih kuat di daerah. Dalam pertemuan strategis bersama DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Gedung E, Komplek DPRD Kaltim, Rabu (18/02/2026), BAZNAS Kaltim menekankan pentingnya penguatan regulasi untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat perusahaan dan dana Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP/CSR).
Wakil Ketua III Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., ME, menyatakan bahwa potensi zakat dari sektor industri, khususnya pertambangan di Kalimantan Timur, masih sangat besar namun belum tergarap secara maksimal melalui pintu daerah.
Dalam keterangannya, Badrus menyoroti pola penyaluran zakat perusahaan yang selama ini masih banyak dilakukan melalui pusat. Hal ini berdampak pada pencatatan statistik penghimpunan di Kalimantan Timur.
"Kami mendorong agar perusahaan-perusahaan di Kaltim menyalurkan zakatnya langsung melalui BAZNAS Kaltim. Jika melalui pusat, dana tersebut hanya tercatat sebagai dana titipan di daerah, bukan sebagai prestasi penghimpunan daerah. Padahal, operasional dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat Kaltim," jelas Badrus.
BAZNAS Kaltim juga memberikan edukasi mengenai perbedaan fundamental antara pengelolaan Zakat dan CSR agar perusahaan tidak ragu dalam menyalurkan keduanya melalui lembaga resmi:
Aspek Perbedaan
Zakat Mal / Perusahaan
CSR / TJSP
Landasan
Syariat Islam (Audit Syariah)
Regulasi Pemerintah & Sosial
Sasaran
Khusus 8 Asnaf (Fakir, Miskin, dll)
Seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat
Sifat
Mengikat secara hukum agama
Fleksibel untuk kesejahteraan umum
18-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Perkuat Sinergi, BAZNAS Kaltim Terima Kunjungan Pengurus Baru BPIC: Bahas Optimalisasi UPZ Islamic Center 2026
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan resmi dari jajaran pengurus Badan Pengelola Islamic Center (BPIC) Kalimantan Timur dalam rangka rapat koordinasi strategis yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (12/02/2026).
Pertemuan ini menjadi momen silaturahmi perdana pasca dilantiknya Dr. Ir. H. Irianto Lambrie, M.M., sebagai Ketua Umum BPIC Kaltim pada Desember 2025 lalu. Kehadiran beliau beserta jajaran disambut langsung oleh jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim untuk membahas kelanjutan kerja sama pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Islamic Center.
Fokus Pembahasan: RAB 2026 dan Efektivitas Program
Agenda utama pertemuan ini adalah pembahasan Rencana Anggaran Belanja (RAB) Tahun 2026 milik UPZ Islamic Center. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang telah terjalin sebelumnya antara kedua lembaga.
Pihak BAZNAS Kaltim telah melakukan verifikasi mendalam terhadap berkas-berkas yang diajukan untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi perzakatan. Berdasarkan hasil diskusi, program-program UPZ Islamic Center direncanakan mulai terealisasi pada awal Maret 2026, bertepatan dengan dimulainya setoran ZIS rutin. Dengan skema ini, pelaksanaan program akan berjalan efektif selama 10 bulan di tahun berjalan.
Komitmen Transparansi dan Audit Internal
Dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum BPIC, Irianto Lambrie, menunjukkan komitmen tinggi terhadap tata kelola keuangan yang bersih dengan memohon kepada BAZNAS Kaltim untuk melakukan audit internal terhadap pengelolaan di lingkungan BPIC.
Menanggapi hal tersebut, BAZNAS Kaltim menyambut baik dan siap memberikan dukungan administratif. Apabila BPIC menyampaikan surat resmi, BAZNAS akan memberikan surat balasan sebagai dasar administrasi dan legalitas jika di kemudian hari terdapat pemeriksaan dari otoritas terkait.
Poin Kesepakatan Strategis
Beberapa poin penting lainnya yang dihasilkan dalam pertemuan ini meliputi:
Hak Amil: Disepakati bahwa pengembalian hak amil akan diserahkan setelah UPZ menyetorkan dana ZIS kepada BAZNAS Kaltim secara rutin setiap bulan.
Finalisasi Internal: BAZNAS Kaltim telah menyerahkan kembali dokumen RAB yang telah didiskusikan agar dapat dimatangkan secara internal oleh pihak BPIC.
Koordinasi Aset: Terkait teknis setoran parkir dari BPIC, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Daerah guna memastikan kepatuhan terhadap aturan aset daerah.
Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kaltim berharap pengelolaan zakat di lingkup Islamic Center Samarinda semakin profesional, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi umat di Kalimantan Timur.
12-02-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Kukar Berzakat 2026: BAZNAS Kaltim Puji Komitmen Bupati dan Dorong Penguatan Pengumpulan Berbasis Wilayah
TENGGARONG – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya agenda tahunan "Kukar Berzakat" yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Sabtu (07/03/2026). Mewakili pimpinan tingkat provinsi, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, hadir langsung menyaksikan kuatnya sinergi antara BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Pemerintah Daerah setempat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional "Indonesia Berzakat" yang bertujuan mengonsolidasi potensi zakat di daerah guna mempercepat pengentasan kemiskinan.
Dalam kehadirannya, H. Miswan Thahadi menegaskan bahwa kehadiran Bupati Kutai Kartanegara, dr. Aulia Rahman Basri, M.Kes, bersama Ketua DPRD Kukar yang menunaikan zakat maal secara langsung melalui BAZNAS adalah bentuk keteladanan yang luar biasa.
"Apa yang dilakukan Bupati Kukar hari ini adalah potret nyata dukungan pemerintah terhadap pengelolaan zakat. Dukungan regulasi dan dorongan kepada ASN serta sektor usaha untuk berzakat di wilayah operasionalnya adalah langkah percontohan yang patut ditiru oleh daerah lain di Kalimantan Timur," ujar H. Miswan Thahadi.
Acara ini menjadi sangat berkesan dengan ditampilkannya kisah-kisah inspiratif penerima manfaat (mustahik) BAZNAS Kukar, seperti:
Bapak Lukman: Penjual pentol yang kini berdaya dengan bantuan motor dan gerobak.
Bapak Witomo (Kades Sidomukti): Keberhasilan program Zakat Community Development (ZCD) pada pengembangan beras mentik susu.
Bapak Wiji: Penerima manfaat Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) di Kelurahan Jahab.
Melihat keberhasilan tersebut, BAZNAS Kaltim optimistis bahwa potensi zakat Kukar yang mencapai Rp1,6 triliun dari sektor ASN dan badan usaha dapat terealisasi jika semua pihak memiliki komitmen yang sama.
Dalam kesempatan ini, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) strategis antara BAZNAS Kukar dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar serta Dinas Sosial Kabupaten Kukar. Langkah ini dinilai BAZNAS Kaltim sebagai strategi tepat untuk memvalidasi data mustahik agar penyaluran zakat semakin tepat sasaran dan terintegrasi dengan program pemerintah daerah.
Melalui momentum "Kukar Berzakat", BAZNAS Kaltim mengajak seluruh pejabat, ASN, dan para pelaku usaha di Kaltim untuk tidak lagi ragu menunaikan zakatnya melalui lembaga resmi.
"BAZNAS Kaltim akan terus mendukung upaya BAZNAS Kukar dalam mengedukasi masyarakat. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tapi instrumen pembangunan daerah yang sangat efektif jika dikelola dengan koordinasi yang baik seperti yang kita lihat hari ini di Kukar," pungkas H. Miswan.
07-03-2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.
Lihat Daftar Rekening →