Berita Terbaru
Sinergi Pengelolaan ZIS dan Perluasan Program Sosial, Gubernur Kaltim Beri Arahan Strategis untuk BAZNAS Kaltim
SAMARINDA — Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Gubernur Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/07/2026). Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk bersilaturahmi, memaparkan laporan kinerja semester berjalan, sekaligus memohon bimbingan, evaluasi, serta arahan langsung dari Gubernur selaku pimpinan pemegang kebijakan tertinggi di daerah.
Suasana pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur tersebut tampak begitu hangat, cair, dan penuh keakraban. Gubernur tampak antusias berdialog interaktif dengan jajaran pimpinan BAZNAS dan manajemen rumah sakit, menyelipkan beberapa gurauan ringan yang mencairkan suasana namun tetap sarat akan makna dan evaluasi konstruktif.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aji Muhammad Fitra Firnanda, S.T., M.M., serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dr. Hj. Dasmiah, S.Pd., M.A.P. Hadir pula Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, serta Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan drg. Ahmad Jais, M.H., MARS beserta jajaran.
Dalam pemaparannya, pimpinan BAZNAS Kaltim menyampaikan capaian penghimpunan dana ZIS yang telah mencapai Rp18,6 miliar dengan realisasi pendistribusian menyentuh angka Rp19,1 miliar, yang ditopang dari sisa saldo tahun sebelumnya guna mengantisipasi kebutuhan momentum Ramadan. Selain itu, BAZNAS Kaltim turut melaporkan raihan Indeks Zakat Nasional (IZN) tertinggi secara nasional dengan skor 0,90 berkategori sustainable dari BAZNAS RI, serta rencana strategis pembangunan rumah singgah di Balikpapan bagi pasien RSKD beserta keluarga.
Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Kaltim menyambut baik berbagai ikhtiar dan program kemaslahatan yang dihadirkan, sekaligus membagikan banyak masukan konstruktif sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di Benua Etam.
"Kita tentu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang selalu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Terkait rencana pembangunan rumah singgah, kita menyambut baik dan perlu berdiskusi mengenai peletakannya agar rumah ini bukan sekadar tempat bermalam, tetapi menghadirkan harapan bagi pasien dan keluarganya untuk berjuang mendapatkan kesembuhan," ujar Gubernur.
Gubernur juga menekankan agar BAZNAS Kaltim ke depan dapat memperluas cakupan pendekatan, tidak terbatas pada jalur religius semata, melainkan merambah ke ranah sosial-ekonomi yang lebih luas melalui mapping program yang matang di mana BAZNAS berperan aktif dalam menghimpun data di lapangan. Guna mengoptimalkan potensi zakat korporasi—khususnya dari sektor perkebunan berskala besar dan pertambangan—Gubernur berharap BAZNAS Kaltim dapat dilibatkan dan membersamai seluruh agenda serta rangkaian kegiatan kunjungan kerja kepala daerah bersama dinas teknis terkait.
Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam atas waktu, perhatian, serta seluruh arahan berharga yang telah diberikan oleh Gubernur beserta jajaran pemprov.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan langsung dari Bapak Gubernur. Seluruh masukan dan evaluasi yang disampaikan menjadi momentum penting bagi kami di BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, serta memperluas jangkauan kolaborasi agar manfaat zakat semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kalimantan Timur," ungkap H. Badrus Syamsi.
Kehangatan pertemuan tersebut kemudian berlanjut ketika azan berkumandang. Gubernur bersama seluruh tamu undangan dan jajaran BAZNAS beranjak bersama menuju Masjid Nurul Mukminin di lingkungan kompleks kantor gubernur untuk melaksanakan sholat berjamaah. Usai menunaikan ibadah, Gubernur menjamu seluruh rombongan untuk menikmati makan siang bersama di ruang VIP Odah Etam.
Di sela-sela santap siang yang penuh kekeluargaan tersebut, suasana diskusi tetap mengalir cair. Pembicaraan kemudian dilanjutkan kembali secara lebih mendalam guna memantapkan rencana teknis pembangunan Rumah Singgah di RSKD Balikpapan, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan koordinasi persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Kaltim 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Seluruh rangkaian agenda ini semakin mempertegas komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA21/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Fondasi Ekonomi Umat, BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah Hadirkan Layanan Perbankan bagi UMKM
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus mengakselerasi kemandirian ekonomi para mustahik melalui program unggulan Z-Chicken. Guna meningkatkan profesionalisme usaha serta digitalisasi layanan bagi para pelaku UMKM binaan, BAZNAS Kaltim menggandeng Bankaltimtara Syariah dalam sinergi strategis yang dituangkan dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Lantai 2 BAZNAS Kaltim, Kamis (09/10/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Direktur Pelaksana Munawarah. S.Sos.I, Kepala Divisi Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan Resti Amalia Ulfah, M.E, Staff Pelaksana Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Catur Rofiqol Ilma Islamiyah, S. Biotek, serta perwakilan dari Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo.
Dalam arahannya, H. Badrus Syamsi menyampaikan optimisme tinggi terhadap keberlanjutan program Z-Chicken. Menurutnya, kolaborasi dengan perbankan syariah merupakan langkah krusial untuk mentransformasi pelaku usaha kecil menjadi lebih modern dan akuntabel.
"Kami menggandeng Bankaltimtara Syariah untuk menjadi mitra pendukung utama bagi para mustahik UMKM kita. Fokus utama dari kerja sama ini adalah memfasilitasi pembukaan rekening bagi setiap mustahik serta penerapan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS," ujar Badrus Syamsi.
Lebih lanjut, Badrus menekankan bahwa bantuan modal bukan satu-satunya tujuan. Pihaknya ingin memastikan setiap mustahik mendapatkan pendampingan literasi keuangan, termasuk pelatihan penggunaan QRIS dan mobile banking agar pengelolaan usaha mereka jauh lebih efisien dan modern.
Menanggapi inisiatif tersebut, perwakilan Bankaltimtara Syariah, Shanto Priyo, menyatakan komitmen penuh untuk mendukung ekosistem ekonomi umat ini. Pihaknya siap hadir tidak hanya dalam penyediaan layanan perbankan, tetapi juga mendukung keberlanjutan administratif para mustahik.
"Kami berkomitmen untuk menyiapkan laporan keuangan melalui rekening koran setiap bulannya bagi masing-masing mustahik. Hal ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat memantau arus kas usahanya secara transparan," jelas Shanto.
Tidak hanya di sektor perbankan, Bankaltimtara Syariah juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung dari sisi branding. Pihaknya bersedia melakukan co-branding pada gerobak Z-Chicken milik mustahik sebagai wujud nyata dukungan perbankan terhadap pertumbuhan UMKM di Kalimantan Timur.
Proses pembukaan rekening bagi setiap mustahik dijadwalkan akan dilakukan secara masif saat seremoni kick-off program nantinya. Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bankaltimtara Syariah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi para mustahik, sehingga usaha yang dijalankan dapat berkembang pesat dan pada akhirnya mampu mengangkat derajat mereka menjadi muzakki (pembayar zakat) di masa mendatang.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) tidak hanya disalurkan dalam bentuk konsumtif, tetapi dikelola secara produktif dengan standar manajemen yang profesional demi terwujudnya kesejahteraan umat yang berkelanjutan.
BERITA09/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau Gelar Khitanan Massal bagi 300 Anak
BERAU – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkolaborasi dengan BAZNAS Kabupaten Berau menyelenggarakan kegiatan khitanan massal gratis. Aksi sosial yang menyasar 300 anak dari keluarga prasejahtera ini berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS Berau (RSB), Berau.
Program kemanusiaan ini merupakan wujud nyata sinergi lintas sektor yang melibatkan dukungan strategis dari Berau Coal serta tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Kegiatan dibuka secara simbolis oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi berkelanjutan yang dilakukan oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau dalam menghadirkan program-program sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Khitanan massal ini bukan sekadar pemenuhan syariat Islam, melainkan juga langkah preventif untuk menjaga kesehatan anak sejak dini. Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang telah hadir meringankan beban orang tua yang terkendala biaya. Harapan pemerintah, tidak ada lagi anak yang tertunda menjalankan kewajiban ini hanya karena persoalan ekonomi,” ujar Gamalis.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa momentum libur sekolah dimanfaatkan sebaik mungkin agar proses pemulihan anak dapat terpantau dengan optimal. Sejak pagi, para peserta didampingi orang tua telah memadati lokasi untuk mengikuti tahapan registrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga tindakan khitan yang ditangani langsung oleh tim medis berpengalaman dari PPNI.
“Selain layanan khitan gratis, setiap anak juga menerima paket bingkisan berisi kaos, sarung, peci, serta makanan ringan. Kami ingin anak-anak merasa senang dan nyaman dalam mengikuti proses ini,” ungkap Ahmad Nabhan.
Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus memperluas jangkauan manfaat dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah diamanahkan oleh para muzaki.
“Ke depannya, BAZNAS akan terus memaksimalkan pendayagunaan zakat tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga melalui berbagai program pemberdayaan lainnya yang dirasakan manfaatnya secara luas oleh masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Berau, tetapi di seluruh wilayah Kalimantan Timur,” tambahnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Kaltim Makmur HAPK, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau Kobul Budiono, serta jajaran pengurus BAZNAS.
Pelaksanaan khitanan massal ini diharapkan menjadi spirit baru bagi masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan, untuk terus bergerak menuju kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera sejalan dengan semangat hijrah di tahun baru Islam.
BERITA05/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Hadir Ringankan Beban Ibu Norsiani yang Berjuang Melawan Kanker
SAMARINDA – Kondisi memprihatinkan dialami Ibu Norsiani (40), seorang warga di kawasan Harun Nafsi, Samarinda Seberang. Selama beberapa waktu terakhir, ia harus berjuang seorang diri melawan penyakit kanker payudara yang dideritanya. Tanpa pendampingan intensif, hari-hari Ibu Norsiani kini dilalui dengan kondisi fisik yang kian melemah akibat luka pada payudara kanan yang telah mengeluarkan nanah.
Kisah pilu ini bermula dari benjolan kecil di payudara kiri yang awalnya dikira bisul biasa. Namun, seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut kian membesar hingga mencapai stadium lanjut. Keterbatasan ekonomi membuat pihak keluarga hanya mampu mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.
Zulkifli, seorang kerabat yang selama ini menaruh perhatian besar pada kondisi Ibu Norsiani, menuturkan bahwa perjuangan ibu tersebut sudah mencapai titik batas.
"Kondisinya sudah sangat parah. Sebelumnya sempat ada perawat yang membantu membersihkan luka dua kali seminggu, namun sudah sebulan lebih tidak ada lagi yang datang. Keluarga pun sudah tidak mampu membiayai pengobatan intensif, sehingga hanya bisa memberikan bantuan makanan," ujar Zulkifli dengan nada haru.
Merespons kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur segera bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan. Penyerahan bantuan dilakukan langsung ke kediaman Ibu Norsiani pada Jumat (26/06/2026). Bantuan yang diberikan berupa satu unit kasur khusus pasien medis untuk menunjang kenyamanan serta mempermudah pembersihan luka, serta pengadaan obat khusus untuk meredakan nyeri dan meminimalkan penyebaran sel kanker sesuai anjuran dokter.
Zulkifli mewakili pihak keluarga menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang diberikan BAZNAS Kaltim. "Kami sangat bersyukur BAZNAS mau hadir langsung melihat kondisi beliau. Terima kasih banyak atas bantuan yang disalurkan, ini sangat berarti bagi Ibu Norsiani," ucapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa pendistribusian bantuan kesehatan merupakan bentuk komitmen BAZNAS dalam hadir di tengah umat yang sedang membutuhkan pertolongan darurat.
"BAZNAS Kaltim akan selalu berusaha memberikan bantuan yang presisi sesuai dengan kebutuhan mendesak para mustahik. Kondisi Ibu Norsiani tentu tidak luput dari perhatian kami. Setelah mendapatkan informasi dan rekomendasi medis, kami segera menyalurkan bantuan yang dibutuhkan," ujar Ahmad Nabhan.
Ia juga menambahkan bahwa dukungan BAZNAS tidak berhenti pada penyaluran bantuan hari ini. Tim BAZNAS Kaltim akan terus melakukan pemantauan berkala terhadap kondisi Ibu Norsiani untuk memastikan kebutuhan perawatannya dapat terpenuhi, mengingat kondisi medis yang bersangkutan saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.
Melalui program-program pendayagunaan kesehatan seperti ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat meringankan beban mereka yang sedang diuji dengan penyakit berat, sekaligus menjadi jembatan kebaikan bagi para muzaki yang telah menyalurkan zakatnya untuk kemanusiaan.
BERITA01/07/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Akselerasi Keuangan Syariah, BAZNAS Kaltim dan BI Balikpapan Kolaborasi Melalui Peluncuran Buku Khutbah Ekonomi
BALIKPAPAN – Wakil Ketua III Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menghadiri pembukaan Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026 yang digelar di Atrium Pentacity Mall Balikpapan pada Sabtu, (27/06/2026). Kehadiran beliau sekaligus menjadi bentuk dukungan BAZNAS Kaltim terhadap acara tersebut, yakni peluncuran Buku Khutbah Ekonomi Syariah oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan.
Acara peluncuran buku ini ditandai secara simbolis bersama Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi, Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud, dan jajaran pimpinan daerah lainnya. Buku khutbah tersebut diterbitkan sebagai instrumen edukasi strategis untuk memperluas literasi keuangan sosial Islam secara inklusif kepada masyarakat luas melalui mimbar-mimbar keagamaan.
Di sela-sela kegiatan, H. Badrus Syamsi menyampaikan apresiasi mendalam atas peluncuran buku ini. Menurutnya, buku khutbah ekonomi syariah sangat relevan dengan misi BAZNAS dalam mengedukasi umat mengenai pentingnya zakat, infak, sedekah, serta pengelolaan wakaf produktif demi kemandirian ekonomi.
"Peluncuran buku khutbah ini adalah terobosan literasi yang luar biasa. Mimbar jumat dan pengajian merupakan media yang sangat efektif untuk membumikan konsep ekonomi syariah. BAZNAS Kaltim siap bersinergi untuk menyebarluaskan nilai-nilai edukasi di dalam buku ini agar masyarakat tidak hanya paham secara teori, tetapi juga bergerak mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari," ujar H. Badrus Syamsi.
Selain agenda peluncuran buku khutbah tersebut, H. Badrus Syamsi juga meninjau detail rangkaian kegiatan PESAN 2026 yang mengusung tema "Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing". Adapun detail 8 program utama yang dilaksanakan:
Pameran (Showcase) UMKM Halal Menampilkan produk-produk pilihan mulai dari makanan, minuman, fesyen, hingga kriya unggulan yang diproduksi oleh UMKM binaan BI Balikpapan untuk mendorong perluasan pasar domestik.
Peluncuran Program Wakaf Produktif Sebuah langkah konkret dalam mengoptimalkan pengelolaan dana wakaf agar mampu menggerakkan sektor riil dan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi kemaslahatan umat.
Talkshow Ekonomi Syariah Forum diskusi interaktif yang membedah topik-topik krusial seputar tata kelola wakaf produktif, halal entrepreneurship, strategi penguatan ekonomi berbasis pondok pesantren, hingga peluang ekspor komoditas produk halal.
Workshop UMKM Sesi pelatihan berkala yang membekali pelaku usaha dengan materi esensial seperti penguatan branding, inovasi desain kemasan, strategi pemasaran digital, serta peningkatan mutu standar kualitas produk agar siap bersaing di pasar nasional maupun global.
Business Matching dan Edukasi Pembiayaan Syariah Kegiatan yang mempertemukan langsung pelaku usaha (UMKM) dengan berbagai lembaga keuangan syariah resmi untuk membuka dan mempermudah akses pembiayaan modal kerja.
Penyerahan Sertifikasi Halal Pemberian kepastian hukum dan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada UMKM di wilayah Balikpapan serta wilayah penopang Ibu Kota Nusantara (IKN) demi memperkuat ekosistem industri halal.
Kompetisi dan Lomba Kreatif Ajang perlombaan untuk mengasah kreativitas sekaligus meningkatkan literasi generasi muda, meliputi lomba konten kreatif ekonomi syariah, hadroh, dai, khutbah ekonomi syariah, kuliner halal, hingga lomba menggambar dan dongeng bertema Cinta, Bangga, Paham Rupiah (CBP).
Edukasi dan Penguatan Kemandirian Ekonomi Pesantren Program inkubasi ekonomi melalui kolaborasi multisektoral antara Bank Indonesia, dunia akademik, pesantren, serta mitra strategis seperti BAZNAS guna membangun ekosistem bisnis pesantren yang mandiri dan berdaya saing.
Melalui keikutsertaan BAZNAS Kaltim dalam agenda berskala regional ini, diharapkan koordinasi penguatan ekonomi berbasis syariah di Kalimantan Timur berjalan makin solid, kokoh, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.
BERITA27/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Dorong Kemandirian Mustahik, BAZNAS Kaltim Berikan Pelatihan Kewirausahaan Kepada Mustahik Program Z-Chicken
SAMARINDA – Upaya nyata BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dalam memberantas kemiskinan terus diperkuat. Kali ini, sebanyak 35 mustahik asal Kota Samarinda dibekali pelatihan intensif kewirausahaan melalui program unggulan Z-Chicken di Kantor BAZNAS Kaltim, Kamis (25/06/2026).
Program Z-Chicken bukan sekadar bantuan modal, melainkan program pemberdayaan ekonomi berbasis kuliner ayam krispi dengan konsep gerobak yang modern dan efisien. Guna memastikan kualitas rasa dan pelayanan, BAZNAS Kaltim menggandeng PT Berkah Kuliner Semesta (BKS) untuk memberikan pelatihan teknis, mulai dari SOP pembuatan ayam krispi hingga manajemen operasional bisnis.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah wujud ikhtiar bersama dalam mengubah status mustahik menjadi muzaki di masa depan.
"Program ini merupakan realisasi pertama kalinya di Samarinda untuk wilayah Kaltim. Kami berharap Bapak dan Ibu peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh. Pelajari pengelolaan keuangan, pelayanan konsumen, hingga teknik mengolah produk. Ini adalah bekal awal Anda untuk membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.
Setiap peserta menerima investasi usaha senilai Rp20 juta per orang, yang mencakup fasilitas gerobak, perlengkapan masak, hingga modal kerja awal.
Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam menjalankan usaha kuliner saat ini. Ia mendorong para mustahik untuk memaksimalkan penggunaan ponsel pintar sebagai alat promosi digital.
"Semua sekarang basisnya teknologi. Nanti akan diajarkan juga penggunaan aplikasi struk online, jadi tidak perlu lagi mencatat manual. Promosi jangan hanya branding saja, tapi harus aktif dipasarkan melalui media sosial. Z-Chicken ini sangat fleksibel, bisa melayani pesanan online untuk acara personal, rapat, hingga Jumat Berkah dalam jumlah besar," terang Badrus.
Lebih dari sekadar keterampilan teknis, H. Badrus Syamsi menekankan nilai spiritual dalam menjalankan amanah zakat. Ia mengingatkan para mustahik agar tidak menganggap program ini sebagai bantuan sekali jalan.
"Uang yang digunakan adalah titipan dari para muzaki (orang kaya yang berzakat). Mereka menitipkan zakatnya agar berkah melalui BAZNAS. Jadi, jika tidak sungguh-sungguh, pertanggungjawabannya tidak hanya kepada kami, tetapi juga kepada Allah SWT," tegasnya.
Pihak BAZNAS Kaltim memastikan tidak akan melepas para mustahik begitu saja setelah pelatihan. BAZNAS akan terus melakukan pendampingan, termasuk membantu pemasaran agar usaha yang dijalankan para mustahik dapat tumbuh produktif dan menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan zakat di Kalimantan Timur.
"Dalam memulai usaha, hukumnya hanya dua: untung atau rugi. Tugas kami adalah terus mendampingi agar usaha Bapak dan Ibu sekalian tetap untung dan berkembang," tutup H. Badrus Syamsi
BERITA25/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Rp14,9 Juta untuk Pelunasan Biaya Operasi Mustahik di Balikpapan
BALIKPAPAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan melalui program kemanusiaan. Kali ini, bantuan sebesar Rp14,9 juta disalurkan kepada seorang mustahik, Sugian Nur (48), warga Kota Balikpapan, untuk membantu pelunasan biaya operasi yang sedang dijalaninya.
Sugian Nur merupakan seorang buruh lepas dengan penghasilan yang tidak menentu. Dalam kesehariannya, ia hanya bekerja apabila ada panggilan pekerjaan. Namun, kondisi kesehatannya yang menurun membuat kesempatan untuk bekerja semakin terbatas.
Menurut keterangan kakaknya, Mariati, Sugian Nur pernah menjalani cuci darah pada tahun 2023 akibat penyakit ginjal yang dideritanya. Kondisi tersebut menyebabkan dirinya tidak lagi mampu melakukan aktivitas berat seperti sebelumnya.
"Kalau ada pekerjaan biasanya hanya sebagai helper atau pekerjaan harian. Itu pun tidak menentu, kadang hanya bertahan satu sampai dua minggu. Selebihnya beliau berada di rumah karena kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk bekerja berat," ujar Mariati.
Sejak 6 Juni 2026, Sugian Nur menjalani perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan akibat komplikasi pada kaki kirinya yang pernah mengalami kecelakaan pada tahun 2022. Berdasarkan diagnosis medis, Sugian Nur mengalami Infected Wound Dehiscence Closed Fracture Fibula Sinistra Post ORIF 2022, yakni kondisi infeksi pada bekas luka operasi pemasangan pen pada tulang fibula kiri yang kembali terbuka dan memerlukan tindakan operasi lanjutan.
Keterbatasan ekonomi membuat biaya pengobatan dan kebutuhan selama masa perawatan menjadi beban yang berat bagi keluarga. Selama ini, sebagian besar kebutuhan pengobatan dibantu oleh sang kakak, Mariati, yang berupaya mendampingi dan memenuhi kebutuhan adiknya selama menjalani perawatan.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan biaya sebesar Rp14,9 juta guna membantu pelunasan biaya operasi yang harus ditanggung keluarga. Bantuan ini merupakan wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat melalui BAZNAS untuk membantu mustahik yang sedang menghadapi kesulitan.
Mariati mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan harapan dan meringankan beban keluarga di tengah kondisi ekonomi yang serba terbatas.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kaltim serta para donatur yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Bantuan ini sangat membantu kami. Semoga para donatur selalu diberikan kesehatan, kelapangan rezeki, dan mendapatkan balasan terbaik dari Allah SWT," ungkapnya.
Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS Kaltim terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan dan keterbatasan ekonomi. Dukungan para muzaki menjadi jembatan kebaikan yang menghadirkan harapan bagi mustahik untuk dapat menjalani kehidupan yang lebih baik.
Bantuan yang diberikan kepada Sugian Nur menjadi bukti bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah, tetapi juga sebagai solusi nyata dalam membantu masyarakat yang sedang berjuang menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian sosial, BAZNAS Kaltim terus mengajak masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh mereka yang membutuhkan.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Terima Silaturahmi BKKBN Kaltim, Jajaki Kolaborasi Sektor Pemberdayaan hingga Bedah Rumah untuk Atasi Stunting
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan silaturahmi dari Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (09/06/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim dalam rangka membahas rencana kolaborasi program strategis antarkedua lembaga.
Kehadiran jajaran BKKBN Kaltim disambut langsung dengan baik oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, Ahmad Nabhan memaparkan berbagai program pengentasan kemiskinan yang selama ini telah konsisten dijalankan oleh BAZNAS Kaltim, mulai dari bantuan yang bersifat perorangan (konsumtif) hingga program pemberdayaan ekonomi (produktif).
"BAZNAS Kaltim memiliki komitmen kuat dalam pengentasan kemiskinan. Beberapa program pemberdayaan di bidang ekonomi yang sudah berjalan di antaranya sektor peternakan, seperti Budidaya Ayam Petelur, Budidaya Sapi, dan Budidaya Domba. Kemudian di sektor perdagangan dan jasa, kami memiliki program bengkel Z-Auto, toko kelontong Z-Mart, serta yang terbaru dan akan segera kami launching dalam waktu dekat ini yaitu Z-Chicken, usaha mikro ayam goreng," jelas Ahmad Nabhan.
Ahmad Nabhan menambahkan bahwa keberagaman program pemberdayaan ini menjadi peluang besar bagi BKKBN Kaltim untuk masuk dan berintegrasi pada berbagai sektor program yang sejalan dan sesuai dengan fokus utama BKKBN.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM., M.Adm.KP., menyampaikan apresiasi tinggi atas sambutan BAZNAS Kaltim dan menyatakan harapan besar agar kedua instansi dapat menjalin kerja sama yang solid. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Sunarto secara khusus membahas rencana kolaborasi pada program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
"Kami berharap dapat bekerjasama dengan BAZNAS Kaltim, salah satunya melalui program RTLH. Sasaran program ini adalah masyarakat yang saat ini masih tinggal di hunian yang tidak layak, baik ditinjau dari segi kesehatan, lokasi, maupun kondisi fisik bangunan rumahnya. Upaya perbaikan sanitasi dan lingkungan hunian ini sangat sejalan dengan program BKKBN dalam rangka menangani dan menekan kasus stunting dari hulu," urai Dr. Sunarto.
Sinergi antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, kedua lembaga ini telah sukses berkolaborasi dalam program pencegahan stunting melalui intervensi pemenuhan nutrisi bagi anak stunting serta ibu hamil di seluruh wilayah Kalimantan Timur, yang penyalurannya dioptimalkan melalui jaringan Posyandu di berbagai daerah.
Melalui pertemuan silaturahmi ini, baik BAZNAS Kaltim maupun BKKBN Kaltim berharap rencana perluasan kolaborasi ini dapat segera ditindaklanjuti secara resmi melalui penyusunan dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama (PKS), demi mewujudkan masyarakat Kalimantan Timur yang lebih sejahtera, sehat, dan bebas stunting.
BERITA09/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kinerja Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Tegaskan Pentingnya Perubahan Mentalitas Amil
SAMARINDA – Mengawali pekan kerja, Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan suntikan motivasi kepada seluruh staf dan amil dalam agenda briefing pagi yang dilaksanakan di Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (08/06/2026).
Dalam arahannya, Achmad Suparno mengajak seluruh amil untuk memaknai pengabdian dengan perspektif yang lebih mendalam, bahkan melalui hal-hal sederhana seperti lirik lagu. Ia secara khusus mengangkat pesan dari lagu "Manusia Kuat" karya Tulus sebagai refleksi ketahanan mental bagi para pengelola zakat.
"Lagu ini bukan sekadar hiburan. Pesannya sangat kuat bahwa setiap individu memiliki potensi, kekuatan, dan ketahanan mental yang luar biasa. Saya ingin para amil tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan di lapangan. Pengabdian kepada umat seringkali dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan di kantor dengan penuh komitmen," ujar Achmad Suparno di hadapan para amil.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya filosofi perubahan diri sebagai kunci utama dalam meraih masa depan yang lebih baik. Mengutip prinsip "Change yourself, change your future", ia menegaskan bahwa perubahan masa depan lembaga sangat bergantung pada kesediaan amil untuk memperbaiki diri saat ini juga.
"Jangan hanya memiliki target besar, tetapi kita tetap menjadi pribadi yang 'apa adanya'. Jika kita ingin masa depan berubah, maka perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Ubah kebiasaan buruk menjadi positif, bangun lebih pagi, tingkatkan kedisiplinan, serta perbaiki kesalahan-kesalahan yang mungkin sering terulang," tambahnya.
Achmad Suparno juga mengingatkan para amil akan kutipan terkenal dari Albert Einstein mengenai insanity (kegilaan), yakni melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda. Menurutnya, BAZNAS Kaltim tidak bisa maju jika sumber daya manusianya tidak melakukan evolusi dalam berpikir dan bertindak.
Ia berpesan agar para amil lebih serius dalam bekerja dan lebih selektif dalam lingkungan pergaulan yang mendukung produktivitas.
Menutup arahannya, Achmad Suparno memanjatkan doa dan harapan agar di periode kepemimpinan yang telah memasuki fase akhir ini, seluruh jajaran BAZNAS Kaltim dapat memberikan kontribusi terbaik. Baik itu bagi penguatan internal lembaga, maupun dalam memberikan pelayanan prima kepada para muzaki, mustahik, serta seluruh mitra strategis BAZNAS Kaltim.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Atasi Stunting, BAZNAS Kaltim Raih Penghargaan Orang Tua Asuh pada Kick Off Program GENTING
SAMARINDA — Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menghadiri agenda penting Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026. Acara yang berlangsung pada Senin (08/06/2026) pagi di Gedung PKK Kota Samarinda ini dirangkai dengan penyerahan penghargaan komitmen penuntasan stunting melalui program GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting).
Dalam momentum strategis tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur secara resmi menerima penghargaan dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur sebagai Mitra Kerja aktif sekaligus Orang Tua Asuh dalam program GENTING. Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan secara langsung kepada Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata lembaga amil zakat ini dalam upaya menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Hubungan kerja sama antara BAZNAS Kaltim dan BKKBN Kaltim dalam penanganan anak- anak stunting sejatinya telah terjalin lama dan konsisten. Tercatat pada tahun 2024 dan 2025, BAZNAS Kaltim telah menggelontorkan dana bantuan senilai Rp1 miliar 80 juta yang dialokasikan khusus untuk intervensi pemenuhan gizi anak-anak penyandang stunting. Penyaluran bantuan serupa dipastikan terus bergulir pada bulan-bulan berikutnya.
“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan oleh BKKBN Kaltim. Bagi kami di BAZNAS, penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanah, motivasi, sekaligus pemacu semangat untuk terus bergerak, berbagi, dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengatasi permasalahan stunting demi masa depan generasi kita.
Lebih lanjut, Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan nutrisi secara instan. Berdasarkan analisis di lapangan, kondisi tempat tinggal juga memegang peranan krusial. BAZNAS Kaltim menyoroti urgensi perbaikan kondisi rumah, sebab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai sangat berpotensi membuat anak-anak rentan terhadap penyakit dan menjadi salah satu pemicu utama terjadinya stunting. Beliau berharap ke depan program bantuan untuk anak stunting, ibu hamil, serta ibu melahirkan dapat diperluas mencakup perbaikan sanitasi dan bedah rumah melalui kerja sama yang semakin solid antara BKKBN, BAZNAS, dan seluruh lembaga terkait.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM, M.Adm.KP, dalam sambutannya memberikan pujian tinggi atas loyalitas kemitraan BAZNAS Kaltim.
“BAZNAS Kaltim selalu membersamai program kami, khususnya dalam hal pengentasan stunting. Perlu kita pahami bersama bahwa muara stunting itu bersumber dari lokasi lingkungan yang tidak layak, seperti ketiadaan jamban sehat, minimnya pemenuhan nutrisi, serta akses kesehatan yang terbatas. Di sinilah pentingnya sinergi berbagai sektor untuk melakukan intervensi menyeluruh demi mewujudkan SDM unggul menuju Kaltim Sehat dan Generasi Emas 2045," paparnya.
BERITA08/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Layanan Informasi Publik BAZNAS Kaltim dan Zeta Group Matangkan Kesiapan SDM Kelola Website PPID
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat sistem pelayanan website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) melalui kerja sama dengan pengembang teknologi, Zeta Group.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada pengembangan fitur baru, tetapi juga mencakup pelatihan implementasi pengelolaan website, mulai dari tampilan luar (front-end) hingga halaman admin pengelola (back-end). Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan para staf dalam mengoperasikan sistem baru secara mandiri dan optimal.
Dalam pertemuan berkala yang digelar, kedua belah pihak merumuskan 8 (delapan) poin penting pengembangan fitur dan teknis website PPID BAZNAS Kaltim, di antaranya:
Survei Kepuasan Penilaian: Penerapan parameter angka dengan sistem penilaian interaktif yang menyerupai model ulasan Google Maps, guna mengukur kepuasan publik secara akurat.
Laporan Informasi Publik: Penyusunan format laporan berkala tahunan yang terintegrasi langsung dengan penyimpanan Google Drive untuk memudahkan akses semua berkas dokumen.
Format Nomor Surat: Pembaruan sistem penomoran administrasi yang dinamis dan editable untuk mendukung fleksibilitas kerja bidang SDM dan Administrasi.
Kontak PPID: Penyediaan nomor kontak langsung (hotline) untuk mempercepat respon aduan dan permohonan informasi.
Tampilan Dashboard: Pembaruan visual dashboard agar lebih informatif, modern, dan ramah pengguna (user-friendly).
Manajemen Domain: Pengaturan masa aktif domain melalui Hostinger, dengan pembuatan akun user khusus terlebih dahulu.
Keamanan Akses (Security Access): Perencanaan jangka panjang untuk keamanan sistem, termasuk komitmen perawatan (maintenance) secara berkala minimal 1 tahun.
Ekspor Data Manual Real-Time: Penambahan fitur penarikan data langsung ke format Spreadsheet/Excel, yang mendukung integrasi fitur Data - Get Data - From Other Source - From Web guna mempermudah analisis data.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Kaltim, Rifah Atul Mahmudah, beserta jajaran staf umum dan humas. Dalam penyampaiannya, Rifah mengungkapkan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam menghadirkan tata kelola layanan online yang lebih baik dan optimal.
"Website PPID ini adalah salah satu aset digital penting yang harus kita jaga bersama. Pengelolaan data informasi di era digital sangat riskan dan rawan diretas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, dengan menggandeng Zeta Group, kami tidak hanya berharap pada pembuatan website saja, tetapi ada keberlanjutan kerja sama dalam hal perawatan (maintenance) dan pengawasan keamanan sistem ke depannya," ujar Rifah pada pertemuan Rabu, (03/07/2026) lalu.
Menanggapi hal tersebut, Project Manager ZETA, Bagasnanta Purnomo, menegaskan komitmen penuh timnya dalam mengawal dan meningkatkan keamanan sistem pada website PPID BAZNAS Kaltim.
"Saat ini, akses terhadap sistem berbasis online—baik itu website maupun akun media sosial—sangatlah mudah. Hanya dengan sekali klik, jika pertahanan dari dalam tidak diperkuat, sistem akan sangat rentan terhadap serangan hacker atau oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu komitmen kami bersama tim adalah memastikan proteksi tersebut berjalan maksimal," jelas Bagas.
Bagas juga menambahkan bahwa pihaknya berharap jalinan sinergi ini dapat terus berjalan secara simultan untuk jangka panjang. "Harapan kami, kerja sama dengan BAZNAS Kaltim tidak berhenti pada peningkatan fungsi website saja, tetapi bagaimana kami bisa terus mempermudah sistem pengelolaannya sehingga pelayanan informasi dari BAZNAS Kaltim dapat lebih mudah diakses dan diterima dengan baik oleh masyarakat luas," pungkasnya.
Melalui digitalisasi dan penguatan sistem keamanan ini, BAZNAS Kaltim optimistis pelayanan informasi publik akan semakin akuntabel, aman, dan tepercaya, sejalan dengan asas pengelolaan zakat yang transparan dan profesional.
BERITA03/06/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Peringati Hari Lanjut Usia BAZNAS Kaltim Salurkan 50 Paket Berkah bagi Lansia
SAMARINDA – Dalam rangka memperingati Hari Lanjut Usia Tahun 2026, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan 50 paket berkah bagi para lansia. Penyerahan bantuan ini berlangsung di Senior School Aisyiyah Husnul Khotimah, Balai Lansia, Jl. Wiratama, Samarinda, Selasa (19/05/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dengan Kelompok Kerja (Pokja) 1 TP PKK Provinsi Kalimantan Timur. Paket yang disalurkan berisi biskuit, perlengkapan mandi, dan vitamin sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan serta kenyamanan para lansia.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kaltim yang juga Ibu Gubernur Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum. Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim Dr. Sunarto, SKM., M. Adm.KP, serta Ketua Pengurus Wilayah (PW) Aisyiyah Kaltim, Dra. Hj. Nurhayati Tappa.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi dan masyarakat yang terus mempercayakan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada BAZNAS Kaltim.
"Alhamdulillah, pada tahun 2025 lalu BAZNAS Kaltim berhasil mengumpulkan ZIS sebesar Rp20 miliar lebih. Untuk tahun 2026 ini, kami menargetkan capaian sebesar Rp23 miliar. Semoga dengan dukungan ini, BAZNAS dapat terus hadir memberikan manfaat luas bagi saudara-saudara kita yang kurang mampu di Kalimantan Timur," ujar Ahmad Nabhan.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PW Aisyiyah Kaltim, Dra. Hj. Nurhayati Tappa, menyambut baik sinergi ini. Ia menjelaskan bahwa Aisyiyah memiliki Majelis Kesejahteraan Sosial yang fokus membina anak yatim, dhuafa, dan lansia. "Agenda hari ini bertepatan dengan jadwal belajar di Senior School. Kami berharap kolaborasi antara Aisyiyah, PKK, dan BAZNAS Kaltim ini dapat terus terjalin untuk mendukung kesejahteraan lansia," tuturnya.
Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Dr. Sunarto, SKM., M. Adm.KP, menekankan pentingnya menjadikan lansia sebagai prioritas pembangunan. Menurutnya, jumlah lansia yang terus meningkat menuntut langkah konkret agar mereka tetap mandiri dan berdaya.
"Tugas kami di BKKBN adalah memastikan lansia tetap mandiri. Harapan kami, lansia dapat terus berdaya melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah provinsi, PKK, BAZNAS, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya," ungkap Sunarto.
Puncak apresiasi disampaikan oleh Ketua TP PKK Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum. Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada BAZNAS Kaltim yang selama ini menjadi mitra strategis dalam mendukung berbagai kegiatan PKK Kaltim.
"BAZNAS Kaltim senantiasa menemani perjalanan kami. Banyak program PKK yang sebagian besarnya disupport oleh BAZNAS. Harapan saya, kita yang hadir hari ini BAZNAS, DWP, PKK, BKKBN, dan Aisyiyah bisa terus bersinergi, karena program kerja kita memiliki tujuan yang sama. Membangun Kaltim tidak bisa dilakukan sendiri; kuncinya adalah kolaborasi," pungkas Hj. Sarifah Suraidah Harum.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan, menjadi simbol kepedulian terhadap generasi senior di Kalimantan Timur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar lembaga kemasyarakatan.
BERITA19/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Tingkatkan Kualitas Zakat Produktif, BAZNAS Kaltim Gelar Capacity Building Budidaya Ayam Petelur di Sleman
SLEMAN, YOGYAKARTA – Sebagai wujud komitmen dalam memberdayakan ekonomi umat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan agenda capacity building bagi para penerima manfaat program Zakat Community Development (ZCD). Kegiatan ini berlangsung di pusat pembibitan dan peternakan ayam petelur CV. Sinar Permata Sejahtera, Berolosari, Umbulharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman, Kamis (14/05/2026).
Program budidaya ayam petelur merupakan salah satu instrumen unggulan BAZNAS Kaltim dalam menyalurkan dana zakat secara produktif. Melalui program ini, mustahik diberikan bantuan modal usaha yang dikonversikan dalam bentuk sarana peternakan ayam. Namun, BAZNAS Kaltim menyadari bahwa modal materi saja tidak cukup; diperlukan pendampingan teknis dan manajerial agar usaha dapat berkelanjutan dan menghasilkan produk berkualitas tinggi.
Dalam kunjungan ini, tim BAZNAS Kaltim belajar langsung dari Nobertus Yudianto Yosgiarso, pemilik CV. Sinar Permata Sejahtera yang telah berkecimpung di dunia peternakan sejak tahun 1982.
Yudianto menekankan pentingnya manajemen kandang yang ketat melalui sistem zona untuk menjaga kesehatan ayam. "Ada tiga zona yang diterapkan. Zona merah adalah area luar yang riskan penyakit, zona kuning sebagai area transisi, dan zona hijau adalah area steril. Di zona hijau, setiap orang wajib menggunakan APD lengkap, masker, dan mengganti alas kaki khusus. Kedisiplinan adalah kunci konsistensi, terbukti kami mampu menghasilkan hingga 2 ton telur setiap hari," ungkapnya.
Yudianto juga memberikan motivasi kepada para peternak binaan BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa dalam berbisnis, khususnya peternakan, diperlukan kesabaran dan ketekunan. "Tidak mau repot, tidak dapat duit banyak. Semua ada aturannya, mulai dari penyiapan tempat, proses masuk bibit, hingga masa tunggu 10 minggu untuk ayam mulai bertelur," tambahnya.
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., menyampaikan bahwa program budidaya ayam petelur telah dijalankan di berbagai wilayah, seperti Samarinda, Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Timur.
"Beberapa wilayah sudah mulai memanen telur, namun kami menyadari masih perlu pendalaman manajemen bagi para mustahik, mulai dari pengelolaan kandang, nutrisi tambahan, pengaturan pakan, hingga strategi distribusi agar manfaat program ini lebih luas bagi masyarakat Kaltim," jelas Badrus.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., yang memimpin langsung rombongan tim pendistribusian dan pendayagunaan, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan. Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan dan melakukan pendampingan pada program budidaya ayam petelur ini. Kami optimis, dengan pengelolaan yang konsisten, zakat yang dititipkan masyarakat dapat menjadi zakat produktif yang memberikan dampak ekonomi nyata bagi mustahik," tutup Abdurrahman.
Melalui agenda capacity building ini, BAZNAS Kaltim berharap para mustahik dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan produktivitas usaha, sekaligus menjadikan usaha ayam petelur sebagai penopang ekonomi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.
BERITA15/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Alami Luka Bakar 59 Persen, BAZNAS Kaltim Lunasi Biaya Perawatan Pekerja di Balikpapan Sebesar Rp75,6 Juta
BALIKPAPAN – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan dengan melunasi biaya perawatan medis Ramdoni (25), seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja serius. Bantuan sebesar Rp75,6 juta disalurkan langsung melalui RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan untuk menutup biaya pengobatan yang tidak tercover jaminan kesehatan.
Ramdoni didiagnosa menderita Combustio (luka bakar) Grade 2 dengan Total Body Surface Area (TBSA) mencapai 59 persen. Insiden tragis ini terjadi pada April lalu, saat ia sedang bekerja di sebuah warung makan dan tersiram bubur panas. Akibatnya, luka bakar serius menyelimuti area tangan, dada, hingga kaki, yang memaksa pemuda ini menjalani perawatan intensif di ruang ICU selama kurang lebih satu bulan.
Ibu kandung Ramdoni, Nursiah, menceritakan kepanikannya saat menerima kabar pada pukul 06.00 WITA dari rekan kerja anaknya. Sebagai keluarga yang mengandalkan Ramdoni sebagai tulang punggung, Nursiah mengaku sangat terpukul, terlebih suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan dan mereka tinggal di sebuah kontrakan.
"Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau tidak ada bantuan ini. Yang saya pikirkan hanya kesembuhan anak saya saja. Terima kasih banyak kepada BAZNAS Kaltim yang sudah membantu biaya penyembuhan anak saya," ungkap Nursiah dengan penuh haru saat diwawancarai pada Kamis (07/05/2026).
Ketua BAZNAS Kaltim, Dr. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan buah dari kerja sama yang kuat antara BAZNAS dan RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo. Menariknya, dana yang disalurkan ini merupakan dana zakat yang salah satunya bersumber dari para pegawai RSKD sendiri.
"Dana zakat yang dihimpun dari pegawai RSKD disetorkan ke BAZNAS Kaltim mencapai Rp300 juta setiap bulannya. Dana inilah yang kemudian kami salurkan kembali untuk membantu pasien atau masyarakat tidak mampu yang dirawat di sana," jelas Ahmad Nabhan.
Ia menambahkan bahwa sinergi ini adalah bentuk kehadiran BAZNAS dalam bidang kesehatan. Hingga saat ini, sudah banyak pasien dengan kondisi medis variatif yang terbantu melalui mekanisme usulan dari pihak rumah sakit.
"Ini adalah bagian dari kerja sama kami untuk terus memberikan manfaat. Kedepannya, kami berharap kolaborasi ini tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga merambah ke bidang lain yang dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Saat ini, kondisi Ramdoni dilaporkan mulai stabil setelah melewati masa kritis di ICU, meski masih memerlukan proses pemulihan panjang untuk mengembalikan fungsi tubuhnya secara normal.
BERITA12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Senyum untuk Masa Depan Reyhan: BAZNAS Kaltim Ringankan Beban Operasi Bayi Penderita Kelainan Testis
BALIKPAPAN – Di tengah kesulitan ekonomi yang menghimpit, sebuah titik terang hadir bagi keluarga kecil Arif Pratama, warga Balikpapan. Buah hatinya, Muhammad Reyhan Pratama yang baru berusia 9 bulan, akhirnya berhasil menjalani operasi penting berkat dukungan dana zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur.
Reyhan didiagnosa menderita Undesensus Testis (UDT) Bilateral, sebuah kelainan bawaan di mana kedua testisnya gagal turun ke dalam skrotum. Tindakan operasi segera sangat krusial untuk mencegah risiko kemandulan hingga kanker testis di masa depan. Namun bagi Arif, yang sehari-hari bekerja sebagai kurir dengan penghasilan tidak menentu, biaya operasi menjadi tembok besar yang sulit ditembus, apalagi prosedur ini tidak sepenuhnya tercover oleh BPJS.
"Penghasilan saya tidak tentu, kalau ada barang baru jalan, kalau tidak ada ya di rumah saja. Kami sempat bingung karena biaya perawatan belum lunas," ujar Arif saat diwawancarai pada Rabu (06/05/2026).
Kesulitan semakin bertambah ketika Reyhan awalnya direkomendasikan untuk dioperasi di Samarinda. Mengingat biaya akomodasi yang akan membengkak dan ketidaktahuan medan di kota tetangga, keluarga memilih bertahan di Balikpapan. Di saat kritis inilah, BAZNAS Kaltim hadir memberikan bantuan senilai Rp13 juta untuk melunasi biaya perawatan di RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam menjamin kesehatan masyarakat kurang mampu.
"Bantuan ini adalah amanah dari para muzaki (pembayar zakat) yang disalurkan melalui program kesehatan. Sesuai rekomendasi dari RSKD, pasien yang tidak mampu secara materi pasti akan kami bantu. Ini adalah bentuk sinergi kami untuk memastikan tidak ada warga yang terkendala biaya saat membutuhkan pelayanan kesehatan darurat," jelas Ahmad Nabhan.
Kini, kondisi Reyhan berangsur membaik dalam masa pemulihan pasca-operasi. Dokter pun memberikan harapan besar bahwa fungsi organ vital bayi tersebut akan kembali normal sepenuhnya.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan masyarakat yang dititipkan melalui BAZNAS Kaltim. Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami," ucap Arif penuh syukur.
Hadirnya BAZNAS Kaltim dalam kasus ini kembali membuktikan bahwa kekuatan zakat mampu menjadi solusi nyata bagi persoalan kemanusiaan di Kalimantan Timur, memberikan harapan baru bagi masa depan generasi bangsa seperti bayi Reyhan.
BERITA12/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Edukasi Pengelolaan Zakat dan Wakaf, BAZNAS Kaltim Terima Audiensi dan Penelitian Mahasiswa Akuntansi Unmul
SAMARINDA – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung literasi dunia pendidikan dan keterbukaan informasi, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menerima kunjungan audiensi sekaligus penelitian dari mahasiswa program studi Akuntansi Universitas Mulawarman (Unmul). Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim pada Senin (11/05/2026).
Rombongan mahasiswa disambut langsung oleh Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E. Dalam kesempatan tersebut, beliau memaparkan secara mendalam mengenai mekanisme pengelolaan laporan keuangan di lembaga filantropi Islam, khususnya BAZNAS.
H. Badrus Syamsi menegaskan bahwa memahami laporan keuangan lembaga pengelola zakat membutuhkan ketelitian khusus karena memiliki standar yang berbeda dengan perusahaan komersial. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kaltim telah sepenuhnya mengadopsi PSAK 409.
"Membaca laporan keuangan lembaga filantropi itu tidak bisa sembarangan. BAZNAS Kaltim ini kita sudah menerapkan PSAK 409 sebagai standar akuntansi syariah terbaru. Standar ini menggantikan PSAK 109 untuk memastikan pengakuan, pengukuran, hingga penyajian transaksi ZIS menjadi jauh lebih transparan dan akuntabel," jelas H. Badrus.
Dalam diskusi tersebut, beberapa poin krusial mengenai tata kelola modern di BAZNAS Kaltim turut disampaikan, di antaranya:
Sistem SIMBA: Seluruh pelaporan BAZNAS telah terintegrasi melalui Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA) guna meminimalisir kesalahan manual.
Transaksi Cashless: Untuk menjaga keamanan dan akuntabilitas, BAZNAS Kaltim memaksimalkan transaksi non-tunai (cashless) dalam setiap penghimpunan dan pendistribusian dana.
Alur Mustahik: Penjelasan mengenai alur permohonan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan agar bantuan tepat sasaran dan sesuai prosedur.
Kualitas SDM: Penekanan pada peningkatan kompetensi amil agar bekerja secara profesional, amanah, dan taat aturan (regulasi).
Edukasi Mengenai Wakaf Terkait pengelolaan wakaf, H. Badrus memberikan saran edukatif agar aturan tidak tumpang tindih. Beliau menjelaskan bahwa meski BAZNAS dapat menerima wakaf, koordinasi tetap diutamakan melalui lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti Badan Wakaf Indonesia (BWI). "Pengelolaan wakaf harus tertib alur dan memiliki legalitas hukum yang kuat agar manfaatnya abadi bagi umat," tambahnya.
Apresiasi dari Mahasiswa Perwakilan mahasiswa Akuntansi Unmul, Selina Nur Rahmadani, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan terbuka dari pihak BAZNAS Kaltim.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan kerja sama yang luar biasa dari BAZNAS Kaltim. Penjelasan yang diberikan sangat membantu proses penelitian dan tugas wawancara kami hari ini. Semoga BAZNAS Kaltim sukses selalu dalam menjalankan amanah umat," ungkap Selina.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim berharap kesadaran generasi muda, khususnya calon akuntan, semakin meningkat terhadap pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi demi dampak sosial yang lebih luas dan terukur.
BERITA11/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Perkuat Ekosistem Halal, BAZNAS Kaltim Paparkan Peran Strategis Zakat di Kaltim Halal Festival 2026
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan peran aktifnya dalam memperkuat ekonomi syariah di Benua Etam. Kali ini, BAZNAS Kaltim hadir sebagai narasumber dalam gelaran Kaltim Halal Festival (Kala Fest) 2026, festival ekonomi syariah terbesar di Kalimantan Timur yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Kaltim.
Bertempat di Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda pada Sabtu (12/06/2026), agenda tahunan ini bertujuan untuk memperkokoh ekosistem halal, mendukung UMKM lokal, serta mengampanyekan gaya hidup halal di tengah masyarakat Kalimantan Timur.
Hadir mewakili BAZNAS Kaltim, Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Pelaporan, dan Keuangan, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E., memaparkan bagaimana dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bertransformasi menjadi penggerak ekonomi riil. Beliau menekankan bahwa kolaborasi erat dengan Bank Indonesia telah melahirkan berbagai produk ekonomi, baik di sektor ekonomi kreatif maupun produktif.
"Dana ZIS yang kami kelola bukan sekadar bantuan konsumtif, melainkan modal kemandirian. Melalui berbagai program pemberdayaan, BAZNAS telah mencetak produk-produk ekonomi yang mampu bersaing, yang mana ini merupakan hasil sinergi berkelanjutan kami bersama Bank Indonesia Kpw Kaltim," ujar H. Badrus Syamsi.
Selain aspek pemberdayaan, H. Badrus juga menyoroti capaian prestasi BAZNAS Kaltim dalam digitalisasi pengelolaan zakat. Penggunaan Simba (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) menjadi kunci utama dalam menjaga akurasi dan akuntabilitas data. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan pengumpulan dana zakat yang tumbuh signifikan setiap tahunnya.
"Tren pertumbuhan zakat yang terus meningkat adalah bukti nyata bahwa tingkat literasi dan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS semakin kuat. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami berkomitmen untuk selalu memberikan keterbukaan informasi publik, yang kini kami maksimalkan melalui layanan PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi)," tambahnya.
Sesi diskusi edukatif ini juga menghadirkan para pakar di bidangnya untuk membedah rantai nilai halal dari berbagai sudut pandang. Turut hadir sebagai narasumber Marah Umar Aditiawarman, Ph.D. (Deputi Direktur Rantai Nilai Halal, Manajemen Eksekutif KNEKS), drh. H. Sumarsongko (Direktur LPPOM MUI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ike Purnamasari, Ph.D. (Manajemen Eksekutif Kewirausahaan UMKM dan Pelaku Usaha Bisnis Syariah KDEKS Kaltim)
Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam Kala Fest 2026 ini diharapkan dapat memperluas wawasan masyarakat bahwa zakat memiliki andil besar dalam menciptakan kemaslahatan umat melalui penguatan ekosistem halal yang inklusif di Kalimantan Timur.
BERITA09/05/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2026 bersama Kemenag RI
SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Zakat & Wakaf Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, (14/04/2026).
Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.AP, hadir langsung memberikan pandangan strategis guna memastikan program nasional ini dapat terimplementasi dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Beliau menyoroti tiga aspek utama sebagai acuan daerah: tahapan koordinasi, pelaksana program, dan pemetaan wilayah.
Tahapan Koordinasi dan Target Program mengacu pada rencana strategis yang menargetkan peningkatan kesejahteraan melalui dana sosial keagamaan. Target kinerja untuk tahun 2026 mencakup: Penyaluran manfaat bagi sekitar 700.800 jiwa penduduk miskin Islam (3% dari total nasional), dan Target kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf sebesar 12,00%.
Siapa Pelaksana Program? (Skema Kolaborasi) Implementasi program 2026 mengedepankan sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui pembagian titik lokasi kolaborasi. Skema kontribusi yang disiapkan meliputi: BAZNAS: Target 1.000 titik secara nasional, di mana BAZNAS Provinsi (termasuk Kaltim) diharapkan berkontribusi pada 170 titik. LAZ: Target 1.000 titik, dengan kontribusi LAZ Provinsi sebanyak 210 titik. Program Khusus: Pengembangan program "Kampung Zakat" yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekoteologi.
Daerah Terprogram dan Fokus Pemberdayaan Fokus utama program tahun 2026 meliputi finalisasi usulan titik lokasi di daerah-daerah strategis. Di Kalimantan Timur, koordinasi mencakup seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Selain Kampung Zakat, program unggulan lainnya yang menjadi sorotan adalah: BeZakat (Beasiswa Zakat Indonesia): Beasiswa sarjana S1 full funded untuk 8 semester bagi mustahik (fakir, miskin, sabilillah) yang lulus di PTN/PTKIN terpilih. Pemberdayaan Ekonomi: Pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dengan kriteria prioritas bagi kepala keluarga dengan tanggungan usia sekolah dan mustahik yang memiliki keterbatasan akses perbankan.
"Kejelasan mengenai siapa melakukan apa dan di daerah mana sangat penting agar BAZNAS Kaltim dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Kami ingin memastikan partisipasi aktif daerah mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal," tegas Dr. H. Abdurrahman dalam diskusi tersebut.
Rapat ini menjadi pijakan bagi BAZNAS Kaltim untuk mensinkronkan data dan menetapkan lokasi kolaborasi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih berdampak bagi umat
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Bantu Biaya Pengobatan Anak Perantau yang Kritis Akibat Keracunan
SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan untuk Khairil, seorang anak dari keluarga perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang ICU, Senin (13/04/2026).
Khairil dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sengaja meminum cairan obat rumput. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan luka serius dan pembengkakan pada bagian kerongkongan serta tenggorokan dalam, sehingga memerlukan perawatan intensif jangka panjang.
Orang tua Khairil, Bapak Nasarudin, menuturkan bahwa dirinya baru menetap beberapa bulan di Kalimantan Timur sebagai buruh kebun. Keterbatasan administrasi menjadi kendala utama saat ia berupaya mencari bantuan ke Dinas Sosial sebelumnya, karena belum memiliki KTP dan KK domisili Kalimantan Timur..
Merespons aduan tersebut, BAZNAS Kaltim segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan biaya pengobatan guna melunasi tunggakan serta memastikan Khairil tetap mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.
Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari program Kaltim Sehat. Meski terdapat kendala administrasi kependudukan, aspek keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan darurat.
"Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki inilah yang menjadi jembatan penyelamat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan seperti Bapak Nasarudin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan ananda Khairil bisa segera pulih," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Khairil masih dalam pemantauan medis secara intensif. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Khairil dan terus mendukung gerakan zakat agar lebih banyak jiwa yang dapat terbantu.
BERITA15/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim
Optimalkan Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Dampingi BAZNAS Berau Audiensi ke BAZNAS RI Terkait Aset Rumah Sehat
JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat guna memastikan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam mendampingi jajaran pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Berau melakukan audiensi strategis ke Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).
Rombongan dari Kalimantan Timur diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Deputi II BAZNAS RI, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Ketua Lantai 2 ini memfokuskan pembahasan pada legalitas dan status kepemilikan aset Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau.
Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program-program unggulan di daerah memiliki payung hukum dan manajemen aset yang kuat.
> "Kami hadir untuk memastikan sinergi antara BAZNAS RI, Provinsi, dan Kabupaten berjalan selaras. RSB Berau adalah aset luar biasa bagi umat di Kalimantan Timur, sehingga kejelasan status kepemilikan dan tata kelolanya sangat krusial agar manfaatnya bagi para mustahik dapat terus berlanjut secara profesional dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.
RSB Berau bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa. Pembangunannya yang dimulai sejak 2019 merupakan buah kolaborasi nyata antara BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, BAZNAS Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, serta PT Berau Coal. Sejak dilakukan soft opening pada 27 Juli 2024 lalu di Jl. SA Maulana, Tanjung Redeb, RSB ini telah mencatatkan sejarah sebagai Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia dan yang pertama di Pulau Kalimantan.
Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi layanan UGD, dokter umum dan spesialis, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans dan edukasi kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).
Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi pimpinan baru BAZNAS Berau. "Dengan kepemimpinan yang baru di Berau, kami ingin memperkuat koordinasi agar pengelolaan ZIS di Kalimantan Timur, khususnya di Berau, semakin optimal. RSB Berau adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola menjadi program produktif di bidang kesehatan yang inklusif," ungkapnya.
Dalam audiensi tersebut, turut hadir jajaran internal BAZNAS RI untuk memberikan masukan teknis, di antaranya Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Hartanto, Kepala Bagian URT dan Manajemen Aset Atika Astuti, serta perwakilan Divisi Kesehatan Siti Masturoh.
Sementara dari jajaran BAZNAS Berau, hadir Ketua BAZNAS Berau Ir. H. Muhammad Gazali, S.IP., M.M., bersama Wakil Ketua II Jul Amri Putra, S.Pd., dan Wakil Ketua IV Suparman, S.Pkp., M.Ap.
BERITA13/04/2026 | Humas BAZNAS Kaltim

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.
Lihat Daftar Rekening →