WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Bantu Biaya Pengobatan Anak Perantau yang Kritis Akibat Keracunan

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur salurkan bantuan untuk Khairil, seorang anak dari keluarga perantau asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tengah berjuang melewati masa kritis di ruang ICU, Senin (13/04/2026).

Khairil dilarikan ke rumah sakit setelah tidak sengaja meminum cairan obat rumput. Kejadian tragis tersebut mengakibatkan luka serius dan pembengkakan pada bagian kerongkongan serta tenggorokan dalam, sehingga memerlukan perawatan intensif jangka panjang.

Orang tua Khairil, Bapak Nasarudin, menuturkan bahwa dirinya baru menetap beberapa bulan di Kalimantan Timur sebagai buruh kebun. Keterbatasan administrasi menjadi kendala utama saat ia berupaya mencari bantuan ke Dinas Sosial sebelumnya, karena belum memiliki KTP dan KK domisili Kalimantan Timur..

Merespons aduan tersebut, BAZNAS Kaltim segera melakukan verifikasi dan memberikan bantuan biaya pengobatan guna melunasi tunggakan serta memastikan Khairil tetap mendapatkan tindakan medis yang diperlukan.

Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bentuk implementasi dari program Kaltim Sehat. Meski terdapat kendala administrasi kependudukan, aspek keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran bantuan darurat.

"Zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzaki inilah yang menjadi jembatan penyelamat bagi saudara-saudara kita yang kesulitan seperti Bapak Nasarudin. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban keluarga dan ananda Khairil bisa segera pulih," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Khairil masih dalam pemantauan medis secara intensif. BAZNAS Kaltim mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan kesembuhan Khairil dan terus mendukung gerakan zakat agar lebih banyak jiwa yang dapat terbantu.

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Perkuat Koordinasi Program Pemberdayaan Zakat dan Wakaf 2026 bersama Kemenag RI

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur secara aktif berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Program Pemberdayaan Zakat & Wakaf Tahun 2026Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI ini dilangsungkan secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa, (14/04/2026).

Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.AP, hadir langsung memberikan pandangan strategis guna memastikan program nasional ini dapat terimplementasi dengan baik di wilayah Kalimantan Timur. Beliau menyoroti tiga aspek utama sebagai acuan daerah: tahapan koordinasi, pelaksana program, dan pemetaan wilayah.

Tahapan Koordinasi dan Target Program mengacu pada rencana strategis yang menargetkan peningkatan kesejahteraan melalui dana sosial keagamaan. Target kinerja untuk tahun 2026 mencakup: Penyaluran manfaat bagi sekitar 700.800 jiwa penduduk miskin Islam (3% dari total nasional), dan Target kolaborasi program pendayagunaan zakat dan pengembangan wakaf sebesar 12,00%.

Siapa Pelaksana Program? (Skema Kolaborasi) Implementasi program 2026 mengedepankan sinergi antara BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) melalui pembagian titik lokasi kolaborasi. Skema kontribusi yang disiapkan meliputi: BAZNAS: Target 1.000 titik secara nasional, di mana BAZNAS Provinsi (termasuk Kaltim) diharapkan berkontribusi pada 170 titikLAZ: Target 1.000 titik, dengan kontribusi LAZ Provinsi sebanyak 210 titikProgram Khusus: Pengembangan program "Kampung Zakat" yang mengintegrasikan aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, dakwah, dan ekoteologi.

Daerah Terprogram dan Fokus Pemberdayaan Fokus utama program tahun 2026 meliputi finalisasi usulan titik lokasi di daerah-daerah strategisDi Kalimantan Timur, koordinasi mencakup seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota mulai dari Balikpapan, Samarinda, hingga wilayah perbatasan seperti Mahakam Ulu. Selain Kampung Zakat, program unggulan lainnya yang menjadi sorotan adalah: BeZakat (Beasiswa Zakat Indonesia): Beasiswa sarjana S1 full funded untuk 8 semester bagi mustahik (fakir, miskin, sabilillah) yang lulus di PTN/PTKIN terpilihPemberdayaan Ekonomi: Pendayagunaan zakat untuk usaha produktif dengan kriteria prioritas bagi kepala keluarga dengan tanggungan usia sekolah dan mustahik yang memiliki keterbatasan akses perbankan.

"Kejelasan mengenai siapa melakukan apa dan di daerah mana sangat penting agar BAZNAS Kaltim dapat menyusun rencana tindak lanjut yang konkret. Kami ingin memastikan partisipasi aktif daerah mampu mengakselerasi pengentasan kemiskinan berbasis potensi lokal," tegas Dr. H. Abdurrahman dalam diskusi tersebut.

Rapat ini menjadi pijakan bagi BAZNAS Kaltim untuk mensinkronkan data dan menetapkan lokasi kolaborasi guna menyongsong tahun 2026 yang lebih berdampak bagi umat

15/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Optimalkan Tata Kelola ZIS, BAZNAS Kaltim Dampingi BAZNAS Berau Audiensi ke BAZNAS RI Terkait Aset Rumah Sehat

JAKARTA – Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen terus memperkuat koordinasi antara daerah dan pusat guna memastikan optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Hal ini dibuktikan dengan kehadiran Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam mendampingi jajaran pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Berau melakukan audiensi strategis ke Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (13/4/2026).

Rombongan dari Kalimantan Timur diterima langsung oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. KH. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., didampingi Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., serta Deputi II BAZNAS RI, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si. Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Meeting Ketua Lantai 2 ini memfokuskan pembahasan pada legalitas dan status kepemilikan aset Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan langkah penting untuk memastikan program-program unggulan di daerah memiliki payung hukum dan manajemen aset yang kuat. 

> "Kami hadir untuk memastikan sinergi antara BAZNAS RI, Provinsi, dan Kabupaten berjalan selaras. RSB Berau adalah aset luar biasa bagi umat di Kalimantan Timur, sehingga kejelasan status kepemilikan dan tata kelolanya sangat krusial agar manfaatnya bagi para mustahik dapat terus berlanjut secara profesional dan berkelanjutan," ujar Ahmad Nabhan.

RSB Berau bukan sekadar fasilitas kesehatan biasa. Pembangunannya yang dimulai sejak 2019 merupakan buah kolaborasi nyata antara BAZNAS RI, BAZNAS Kaltim, BAZNAS Berau, Pemerintah Kabupaten Berau, serta PT Berau Coal. Sejak dilakukan soft opening pada 27 Juli 2024 lalu di Jl. SA Maulana, Tanjung Redeb, RSB ini telah mencatatkan sejarah sebagai Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia dan yang pertama di Pulau Kalimantan.

Fasilitas yang tersedia sangat lengkap, meliputi layanan UGD, dokter umum dan spesialis, rawat inap, farmasi, laboratorium, hingga layanan ambulans dan edukasi kesehatan. Seluruh layanan tersebut diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat kurang mampu (mustahik).

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menambahkan bahwa pertemuan ini juga menjadi momentum silaturahmi bagi pimpinan baru BAZNAS Berau. "Dengan kepemimpinan yang baru di Berau, kami ingin memperkuat koordinasi agar pengelolaan ZIS di Kalimantan Timur, khususnya di Berau, semakin optimal. RSB Berau adalah bukti nyata bahwa zakat dapat dikelola menjadi program produktif di bidang kesehatan yang inklusif," ungkapnya.

Dalam audiensi tersebut, turut hadir jajaran internal BAZNAS RI untuk memberikan masukan teknis, di antaranya Direktur Pendistribusian Ahmad Fikri, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Mulya Dwi Hartanto, Kepala Bagian URT dan Manajemen Aset Atika Astuti, serta perwakilan Divisi Kesehatan Siti Masturoh.

Sementara dari jajaran BAZNAS Berau, hadir Ketua BAZNAS Berau Ir. H. Muhammad Gazali, S.IP., M.M., bersama Wakil Ketua II Jul Amri Putra, S.Pd., dan Wakil Ketua IV Suparman, S.Pkp., M.Ap.

 

 

13/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Wujudkan Lembaga Informatif, BAZNAS Kaltim Gelar Bimtek Penguatan PPID Se-Kalimantan Timur

SAMARINDA – Sebagai upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pelayanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Acara yang diikuti oleh perwakilan BAZNAS dari 10 Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur ini berlangsung di Ruang Rapat BAZNAS Kaltim, Selasa (7/4/2026).

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menekankan bahwa keterbukaan informasi publik bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan instrumen vital untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust).

"BAZNAS adalah lembaga pengelola dana zakat, infak, dan sedekah yang bersifat sangat sensitif. Tanpa transparansi, mustahil kita bisa mendapatkan kepercayaan penuh dari muzaki. Melalui penguatan PPID ini, kita menargetkan seluruh BAZNAS se-Kaltim mampu bertransformasi menjadi lembaga dengan kualifikasi 'Informatif'," tegas Ahmad Nabhan saat membuka acara.

Untuk memberikan pemahaman mendalam, BAZNAS Kaltim menghadirkan tiga pakar dari Komisi Informasi Kaltim sebagai pemateri. Hajaturamsyah, S.Hut., M.M. Wakil Ketua KI Kaltim, Juraidah, S.P., M.AP. Koordinator Bidang Sosialisasi, Edukasi, dan Komunikasi Publik dan Wesley L. Hutasoit, S.Sos., M.SP. Koordinator Bidang Kelembagaan dan Tata Kelola.

Materi yang disampaikan meliputi urgensi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP), tata cara penyusunan Daftar Informasi Publik (DIP), hingga aspek teknis pengujian konsekuensi terhadap informasi yang dikecualikan.

Salah satu agenda utama dalam Bimtek ini adalah sesi praktik pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) untuk persiapan monitoring dan evaluasi (Monev) tahun 2026. Para peserta dibimbing langsung dalam melakukan simulasi pengisian e-monev yang mencakup enam indikator besar, yaitu:

* Informasi yang wajib diumumkan secara berkala.

* Informasi yang wajib tersedia setiap saat.

* Standar pelayanan informasi publik.

* Ketersediaan sarana dan prasarana.

* Digitalisasi melalui media sosial dan website.

* Komitmen organisasi dan dukungan anggaran PPID.

Semangat kolaborasi terlihat dari kehadiran perwakilan tim PPID dari 10 Kabupaten/Kota, mulai dari Berau hingga Mahakam Ulu. Dengan total peserta yang hadir, kegiatan ini diharapkan menghasilkan keseragaman standar layanan informasi di seluruh tingkatan BAZNAS se-Kaltim.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menambahkan bahwa tindak lanjut dari Bimtek ini adalah pendampingan intensif bagi daerah agar setiap BAZNAS kabupaten/kota segera menetapkan SK PPID dan mengalokasikan anggaran khusus untuk keterbukaan informasi.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dana umat yang dikelola dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan mudah diakses oleh publik melalui kanal-kanal digital yang kita miliki," pungkasnya.

07/04/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Perkuat Keterbukaan Informasi Publik, BAZNAS Kaltim Lakukan Pembaruan Sistem PPID Melalui Kerja Sama Strategis

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui langkah strategis digitalisasi. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama pembangunan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) bersama ZETA (Zenith Engineering & Tech Alliance) pada Rabu (18/03/2026).

Dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III Bidang Keuangan, Pelaporan, dan Amil, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, serta Direktur Pelaksana, Munawarah, S.Sos.I.

Kerja sama ini bertujuan untuk membangun sistem digital yang komprehensif, mencakup pelayanan informasi secara daring, pengelolaan konten yang edukatif, serta pengembangan infrastruktur digital lembaga yang lebih modern dan akuntabel.

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E menjelaskan bahwa keberadaan website PPID yang mumpuni merupakan instrumen vital dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat di era digital.

"Layanan PPID secara online ini adalah kunci. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik melalui pengelolaan data yang profesional. Target kami jelas, tahun ini BAZNAS Kaltim harus meraih predikat Informatif," ujar Badrus Syamsi.

Optimisme ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Komisi Informasi (KI) menempatkan BAZNAS Kaltim pada kategori "Menuju Informatif". Dengan adanya sistem baru ini, diharapkan standar keterbukaan informasi lembaga akan meningkat signifikan.

Selain penguatan di tingkat provinsi, BAZNAS Kaltim juga berharap langkah ini menjadi stimulus bagi BAZNAS di tingkat kabupaten/kota di seluruh Kalimantan Timur.

"Kami mendorong BAZNAS daerah untuk memaksimalkan hal yang sama. Minimal, semua bisa mencapai kategori 'Menuju Informatif' dalam pengelolaan informasi dan data," tambahnya.

Langkah digitalisasi ini juga ditegaskan sebagai manifestasi dari implementasi prinsip 3A yang menjadi ruh pengelolaan zakat di Indonesia.

"Transparansi ini adalah bagian dari upaya kita untuk tetap teguh pada prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Masyarakat harus tahu bagaimana dana umat dikelola dan didistribusikan secara transparan," tutupnya.

Melalui kemitraan dengan ZETA, website PPID BAZNAS Kaltim diharapkan dapat segera beroperasi penuh untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data, laporan keuangan, hingga program-program pemberdayaan secara cepat dan akurat.

18/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pada Rabu (01/07/2025), BAZNAS Kaltim melaksanakan serah terima aset operasional kepada pengurus UPZ Islamic Center Samarinda, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim. Penyerahan aset berupa satu unit handphone merek Redmi A5 ini dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., bersama Wakil Ketua UPZ Islamic Center Samarinda, Djoko Iriandono, S.E., M.A. Aset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional UPZ Islamic Center, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan mustahik serta sebagai fungsi call center layanan UPZ. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.“Aset yang diberikan ini adalah bentuk dukungan konkret BAZNAS Kaltim kepada UPZ agar bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kami berharap perangkat ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan operasional lembaga, terutama dalam pelayanan kepada mustahik,” tegas Achmad Suparno. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara BAZNAS Kaltim dan UPZ Islamic Center tentang penyaluran dan pendistribusian dana zakat. Sebagai bagian dari proses pembinaan kelembagaan, pengurus UPZ Islamic Center juga telah dibekali pelatihan pengelolaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA), termasuk tata kelola pelaporan dan ZIS berbasis digital, guna memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris UPZ Islamic Center, Masliansyah, dan Staf Pelaksana Keuangan BAZNAS Kaltim, Rizky Awaliyah Maulidina. Dengan penyerahan aset ini, BAZNAS Kaltim berharap sinergi antar lembaga pengelola zakat terus terjaga dan semakin memperkuat jaringan layanan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (30/6). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid. Penandatanganan ini menjadi komitmen dalam penyaluran dan pendistribusian dana zakat, salah satunya terkait kegiatan yang ada di Islamic Center, seperti honor penceramah setiap subuh dan operasional kegiatan. Selain itu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien, akan berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS kaltim dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS di lingkungan Islamic Center dan masyarakat sekitar. Turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, MAP, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Keuangan Resty Amalia Ulfah, Pelaksana Keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Kepala Divisi Pengumpulan dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, serta jajaran pengurus dari Badan Pengelola Islamic Center. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa MoU dengan UPZ di Masjid Raya Baitul Muttaqien merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring pengumpulan zakat, serta memastikan dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. UPZ ini akan menjadi bagian dari pengelolaan zakat kepada masyarakat, khususnya para jamaah dan pegawai di lingkungan Islamic Center. “Nanti pengelolaan zakat baik pendistribusian dan pelaporan dana secara resmi akan dikelola langsung oleh pengurus UPZ islamic. Mengingat masjid Islamic Center ini tingkat provinsi maka sebagai perpanjangan tangan dari BAZNAS Kaltim juga.” Kata H. Ahmad Nabhan. Sementara itu, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program-program produktif yang diinisiasi oleh BAZNAS Kaltim. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien nantinya akan menjalankan fungsi pengumpulan zakat, baik zakat maal, infak, dan sedekah dari jamaah masjid, pengurus, hingga donatur lainnya. Seluruh dana yang terhimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat) yang berhak, sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kaltim dan Badan Pengelola Islamic Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan profesionalisme. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan briefing pelaksana yang digelar pada Senin, (30/06/2025) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang tidak hanya menertibkan profesionalitas amil, tetapi juga adab sebagai insan pengelola zakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di BAZNAS Kaltim harus berakar pada ajaran Islam dan menjadi bagian dari amanah Undang-Undang yang telah ditetapkan bagi lembaga pengelola zakat. "Kita ingin mewujudkan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga Islami yang profesional. Untuk itu, etika dan adab harus menjadi nafas kerja kita, agar marwah lembaga tetap terjaga," tegasnya di hadapan para pelaksana. Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, M.A.P., menyampaikan bahwa sebagai lembaga berbasis Islam, BAZNAS tidak hanya memiliki standar profesional, tetapi juga standar etika dan karakteristik islami yang menjadi pembeda. "BAZNAS itu lembaga Islam. Maka standar kerja kita pun harus mencerminkan nilai-nilai Islam, baik dari sisi etika, karakteristik, hingga estetika," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah bagian dari manajemen yang harus dikelola dengan etika dan nilai-nilai karakter yang kuat. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan kepada seluruh amil dan pelaksana untuk terus meningkatkan ketaatan terhadap aturan melalui proses standarisasi dan sistem yang akomodatif terhadap kondisi riil yang ada di lingkungan kerja. "Aturan baku itu penting, tapi juga harus kita sesuaikan dengan realitas di lapangan. Sistem yang kita jalankan harus bisa menjembatani nilai-nilai yang kita yakini dengan praktik kerja yang adaptif," tutupnya. Briefing ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam menjaga konsistensi tata kelola lembaga zakat yang amanah, profesional, dan sesuai syariat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kultur kerja yang harmonis, beretika, dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas keummatan di Kalimantan Timur.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan saat pertemuan koordinasi bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya terus mendorong masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim, untuk menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati Ardiansyah. Ia menambahkan, manfaat zakat sangat luas dan strategis, tidak hanya membantu mustahik secara langsung tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah. “Zakat ini bukan hanya urusan ibadah, tapi juga solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Maka penting bagi kita semua, khususnya ASN, untuk memberikan contoh dan kesediaan dalam membayar zakat melalui BAZNAS,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi peran aktif BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan dari dana zakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus diperkuat demi kemaslahatan umat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menyambut baik dukungan Bupati Kutim dan menyatakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah masyarakat dengan prinsip pengelolaan yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Kami sangat terbuka dengan dukungan pemerintah daerah. Dukungan tersebut adalah modal utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dan memperluas jangkauan program-program zakat di seluruh Kalimantan Timur,” ungkapnya. Dengan dukungan yang kuat dari kepala daerah dan sinergi yang terbangun dengan baik, BAZNAS Kaltim optimis gerakan zakat akan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur yang direncanakan akan digelar pada akhir Juli 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi bersama pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. Dari BAZNAS Kutai Timur hadir Wakil Ketua II Moh. Abdullah, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua IV Hj. Narwa Abdul, Lc., M.A., dan Kepala Pelaksana Lukman Affandi, S.H.I., M.H. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan rencana pelaksanaan Rakorda pada akhir Agustus 2025. Namun, mengingat berdekatan dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pihaknya membuka ruang untuk masukan dari Bupati Kutim selaku tuan rumah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Timur menyarankan pelaksanaan Rakorda di akhir Juli, yakni pada tanggal 27–29 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat menjadi momentum strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati. Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus berinovasi dan menggerakkan potensi zakat secara lebih kreatif, termasuk melalui gerakan infak sederhana. “Gerakan infak dari nominal kecil seperti Rp5.000, lama-lama bisa jadi Rp50 juta. Ini soal konsistensi dan kepedulian,” ujarnya. Terkait keterlibatan perusahaan, Bupati menekankan pentingnya pendekatan kepada pelaku usaha untuk menyalurkan zakat profesi, namun membuka ruang kontribusi lebih besar melalui dana sosial lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E mengungkapkan, agar mendorong pemanfaatan dana CSR dari perusahaan sebagai strategi memperluas penerima manfaat. Mengingat Kutim memiliki banyak perusahaan dengan potensi zakat perusahaan yang besar. “Melalui CSR, jangkauan bantuan dapat lebih luas karena tidak terbatas hanya untuk 8 golongan asnaf. Ini juga membuka ruang kolaborasi lebih besar dengan berbagai pihak,” jelasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Buoati Kutim atas dukungan yang terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Kutai Timur hingga mampu menjadi salah satu pengumpul zakat terbesar di antara kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur. “Sinergi ini penting untuk memperkuat peran zakat sebagai pilar penanggulangan kemiskinan. Terima kasih atas komitmen dan kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS,” pungkasnya. Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan program, meningkatkan tata kelola zakat, serta mendorong harmonisasi pelaksanaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
Dalam rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyerahan simbolis program kerjasama antara BAZNAS Kaltim, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan, dan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, berupa penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya ayam petelur, Minggu, (21/06/2025). Program ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam mendukung ekonomi syariah berbasis komunitas. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. “Program ini merupakan bagian dari visi BAZNAS Kaltim untuk memberdayakan lembaga pendidikan berbasis pesantren agar mandiri secara ekonomi. Kami tidak hanya ingin menjadi penyalur bantuan sesaat, tetapi juga mendorong ekosistem usaha berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ujar H. Badrus Syamsi. Program budidaya ayam petelur ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan, melibatkan santri dan pengurus pondok pesantren secara aktif dalam pengelolaan usaha. Selain itu, pada momen yang sama, juga diluncurkan program Wakaf Digital di dua titik wilayah Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penguatan instrumen keuangan sosial syariah yang berbasis teknologi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi program-program ekonomi dan keuangan syariah yang telah dijalankan sepanjang tahun, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antar stakeholders. Lebih lanjut H. Badrus Syamsi berharap, lewat langkah kolaboratif ini, pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga sentra pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan keterlibatan aktif lembaga keuangan dan lembaga zakat, model pemberdayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan pengarahan kepada para amil pelaksana dalam briefing rutin yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang egaliter, namun tetap terukur dan disiplin dalam pelaksanaan tugas. "Egaliter itu penting. Kita ingin suasana kerja yang sehat, saling menghargai, tidak ada rasa takut atau tertekan. Tetapi dalam suasana kerja yang egaliter, tetap ada aturan yang harus dijalankan dan target yang harus dicapai," ujar Achmad Suparno. Dalam arahannya, ia menyampaikan konsep "Egaliter Plus-Plus" sebagai pendekatan kerja yang menggabungkan rasa kebersamaan dengan kesadaran terhadap tanggung jawab profesional. Plus yang pertama, kata dia, adalah menjaga rasa—bahwa setiap manusia memiliki kepekaan, perasaan, dan taste dalam menjalani pekerjaan. Artinya, komunikasi dan relasi antarpegawai harus dibangun dengan empati dan etika. Plus kedua adalah kepatuhan terhadap aturan. Ia mengingatkan pentingnya membangun mindset positif dan ikhtiar dalam bekerja, dengan terus mengedepankan nilai ihsan—bekerja sebaik mungkin meskipun tidak dilihat atasan secara langsung. “Ketiga, jangan sampai pimpinan bersikap diam terhadap kesalahan. Pimpinan yang membiarkan kekeliruan tanpa teguran justru melemahkan semangat profesionalisme. Harus ada keberanian menegur dengan bijak demi perbaikan bersama,” tegasnya. Achmad Suparno juga menegaskan bahwa pola kerja yang berimbang antara semangat, aturan, dan nilai-nilai moral adalah kunci dalam menjaga kualitas pelayanan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga pengelola dana zakat yang profesional dan terpercaya. "Semangat kita adalah bersatu hati, bekerja ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dengan cara ini, insyaAllah BAZNAS Kaltim akan semakin solid dan bermanfaat bagi umat," tutupnya.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Jumat (20/6), di Ruang Buana, RSUD AWS. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan ZIS, khususnya di sektor kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Hadir pula perwakilan RSUD AWS, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS). Dalam paparannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa potensi zakat dari seluruh rumah sakit pemerintah di Kaltim diperkirakan mencapai Rp9,2 miliar per tahun. Angka ini tentu menjadi peluang besar apabila dapat dihimpun secara optimal. “Bayangkan jika potensi Rp9,2 miliar itu terhimpun maksimal. Dampaknya luar biasa bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin, terutama untuk pembiayaan medis yang tidak dijangkau oleh BPJS,” ujar Badrus. Ia menambahkan, hingga awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai program kesehatan, termasuk bantuan pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan operasi batu ginjal Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Selain itu, BAZNAS Kaltim tidak hanya menyalurkan dana zakat, tetapi juga mengelola dana infak, sedekah, hingga kolaborasi dengan dana CSR. “Zakat bukan cuma soal 2,5 persen. Tapi bagaimana dana itu bisa cepat, tepat, dan bermanfaat. BAZNAS Kaltim siap jadi mitra rumah sakit, karena kita tahu banyak pasien masih membutuhkan bantuan, terutama yang tidak tercover di dalam BPJS,” jelasnya. H. Badrus Syamsi juga mengajak para tenaga kesehatan dan pimpinan rumah sakit untuk turut merekomendasikan pasien yang layak dibantu ke BAZNAS Kaltim, serta mengajak pegawai rumah sakit agar menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kaltim. “Selama pasien itu warga Kaltim, tidak mampu secara ekonomi, dan kebutuhan medisnya urgen, insyaAllah akan kami bantu,” tegasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan optimalisasi zakat di lingkungan rumah sakit, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
BERITA20/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung akses kesehatan masyarakat terus diperkuat. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk pelaksanaan operasi infeksi gendang telinga bagi 15 pasien pada Jumat–Sabtu (30–31 Mei 2025) lalu, kali ini BAZNAS Kaltim kembali hadir dalam Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan RSUD AWS, dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang menghadapi kendala pembiayaan atau belum tercover BPJS secara penuh. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama BAZNAS dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS hadir untuk mengisi celah kebutuhan medis masyarakat yang tidak tertangani oleh sistem jaminan kesehatan formal. “Setelah operasi gendang telinga beberapa waktu lalu, hari ini kami kembali hadir untuk mendukung tindakan bedah RIRS—sebuah teknologi baru untuk memecah batu saluran kemih secara minimal invasif. Semua ini kami lakukan agar zakat benar-benar memberi manfaat yang nyata,” ujarnya. Badrus juga mengajak para dokter dan tenaga medis untuk aktif merekomendasikan pasien yang membutuhkan bantuan medis kepada BAZNAS. “Kami pastikan akan merespons cepat dan membantu selama kebutuhannya bersifat medis dan pasien tersebut tidak mampu. Dan kami tidak melihat latar belakang agama, suku, atau ras—selama mereka penduduk Kalimantan Timur, mereka berhak dibantu,” tegasnya. Sebagai bagian dari strategi perluasan program kesehatan, untuk dua kegiatan tersebut BAZNAS Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk mendukung berbagai kebutuhan medis, termasuk dukungan tindakan medis khusus dan bantuan akomodasi pasien luar daerah. Workshop bedah RIRS ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, serta para tenaga medis dan jajaran manajemen rumah sakit. Dr. Indah menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS Kaltim dalam mendukung program kemanusiaan bidang kesehatan. “Kegiatan ini bukan hanya soal teknologi medis, tapi juga kolaborasi nyata antara lembaga zakat, rumah sakit, dan profesi medis yang bertujuan sama—yaitu membantu mereka yang kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” jelasnya. Dengan semangat kolaboratif, BAZNAS Kaltim kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akses kesehatan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali berkolaborasi bersama sektor kesehatan, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) yang dilaksanakan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rembulan, Gedung Poliklinik Blok B Lantai 2 tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan sambutan dan dukungan atas sinergi yang telah terjalin antara RSUD AWS dan BAZNAS Kaltim dalam berbagai program kemanusiaan di bidang kesehatan. “Zakat merupakan instrumen negara yang dikelola BAZNAS sebagai lembaga resmi dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Maka kolaborasi seperti ini sangat strategis, apalagi dalam sektor kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Miswan Thahadi. Ia menambahkan bahwa selama ini BAZNAS Kaltim terus mendukung berbagai layanan kesehatan, termasuk pasien-pasien kurang mampu yang belum ter-cover BPJS. Dukungan ini diharapkan dapat terus diperluas melalui kerja sama lintas sektor, khususnya dengan instansi di lingkungan Dinas Kesehatan. Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS dalam pelaksanaan berbagai tindakan medis. “BAZNAS sudah banyak membantu kami, mulai dari operasi bibir sumbing, timpanoplasti, hingga hari ini untuk RIRS—metode mutakhir untuk menangani batu ginjal secara minimal invasif. Kolaborasi ini sangat berarti bagi pasien yang menghadapi kendala biaya,” jelasnya. Lebih jauh, dr. Indah berharap keberadaan BAZNAS menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terarah, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Dukungan terhadap pemanfaatan zakat dalam layanan kesehatan juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, yang turut hadir dalam acara. Ia menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor kesehatan sangat besar dan belum tergarap maksimal. “Hanya dari lima rumah sakit saja, potensi zakat bisa mencapai Rp10 miliar. Bayangkan jika itu disalurkan melalui BAZNAS, maka program-program seperti ini bisa dilakukan rutin dan dampaknya akan sangat luas,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi menjadi alat strategis untuk mendukung kebijakan kesehatan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat agar zakat semakin terasa manfaatnya di sektor kesehatan Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
SAMARINDA — Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, namun telah menjadi instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh program konvensional pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam Dialog Publika TVRI, Senin (16/6). Menurutnya, zakat memiliki kekuatan tersendiri karena penyalurannya berlandaskan prinsip syariah dan ditujukan secara spesifik kepada delapan golongan penerima manfaat (asnaf): fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dengan demikian, bantuan zakat tidak menyasar secara umum, tetapi terfokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan. “Zakat adalah solusi konkret dan fleksibel dalam menjangkau masyarakat rentan, terutama mereka yang masuk kategori mustahik. Karena zakat hanya diberikan kepada delapan golongan ini, maka penyalurannya pun lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkap Ahmad Nabhan. Di Kalimantan Timur, tantangan kemiskinan ekstrem masih terasa nyata, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses terhadap infrastruktur dasar dan layanan publik masih sangat terbatas. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran BAZNAS Kaltim melalui program zakat menjadi pelengkap dan penguat dari intervensi pemerintah. BAZNAS Kaltim telah merealisasikan sejumlah program di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi. Seluruh program disalurkan melalui BAZNAS kabupaten/kota maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tingkat lokal, sehingga lebih dekat dengan penerima manfaat. “Program-program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya bantuan modal usaha bagi penjual sayur keliling yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Ini bagian dari upaya kami dalam menciptakan masyarakat yang produktif,” tambahnya. Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS Kaltim melakukan proses asesmen yang ketat untuk memastikan kelayakan penerima. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Selain dari dana zakat murni, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT. Ansaf untuk penyediaan air bersih di Desa Batuah. Ahmad Nabhan juga menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sesuai arahan Gubernur, ASN diimbau untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin besar pula dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
Samarinda – Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses infrastruktur dan layanan dasar yang terbatas menjadi salah satu hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Meski pemerintah melalui Dinas Sosial telah menjalankan berbagai program, namun persoalan kemiskinan ekstrem masih memerlukan sinergi dan intervensi berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut mengambil peran aktif melalui berbagai program pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada masyarakat rentan. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan fleksibel. “BAZNAS Kaltim memiliki berbagai program di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan advokasi. Program-program ini secara konkret telah direalisasikan di berbagai wilayah melalui sinergi bersama BAZNAS kabupaten/kota dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim, Senin (16/6). Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim turut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan ekstrem dengan fokus pada program-program yang belum terjangkau oleh pemerintah, seperti pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya adalah bantuan modal usaha untuk masyarakat yang berjualan sayur keliling. “Program ini bersifat berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih produktif. Sebelum penyaluran bantuan, kami selalu melakukan asesmen terhadap calon penerima agar tidak terjadi tumpang tindih program,” jelasnya. Program bantuan yang disalurkan BAZNAS Kaltim selalu berlandaskan pada syariat Islam, yaitu berdasarkan delapan asnaf penerima manfaat: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Setiap bantuan yang diberikan melalui proses verifikasi dan validasi data agar tepat sasaran. Selain program internal, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya kerja sama dengan PT. Ansaf dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Desa Batuah, yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kaltim menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program yang relevan di lapangan. Dana zakat ini terbukti mampu menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kaltim,” tambahnya. Ahmad Nabhan turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kaltim. “Sesuai dengan arahan Gubernur, ASN diimbau menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak yang menunaikan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang digelar oleh Jejak Baik Pohon ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan budidaya ramah lingkungan. Bertempat di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, kegiatan ini dibuka secara resmi pada Minggu (15/7), dengan menghadirkan berbagai pihak yang mendukung inisiatif pemberdayaan tersebut. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, untuk menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “BAZNAS menyambut baik pelatihan ini sebagai bentuk konkret pengelolaan zakat untuk mendukung masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Program ini sejalan dengan salah satu pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan bahwa zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, namun juga dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan yang berdaya guna dan produktif. Potensi sumber daya alam wilayah pesisir Muara Badak, khususnya sektor perikanan dan kehutanan mangrove, menjadi kekuatan yang patut dikelola secara bijak. Praktik Wanamina—sistem terpadu antara budidaya perikanan dan pelestarian mangrove—diakui sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. “Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat adat pesisir memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas tambak secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim siap mendukung program seperti ini, sebagai bentuk optimalisasi distribusi dana zakat dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik,” tambahnya. Project Leader kegiatan, Reza, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik lapangan, ujian, dan akan menerima sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta lulus sertifikasi agar dapat memperluas manfaat pelatihan ini ke masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ungkap Reza. Dengan semangat kolaboratif dan pemberdayaan, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat—khususnya di wilayah pesisir—yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
Dalam upaya mendorong praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kutai Kartanegara, yang diselenggarakan oleh Jejak Baik Pohon pada Minggu, (15/06). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Dosen dan Peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut karena sejalan dengan pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar tidak hanya untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan. “Masyarakat adat pesisir Muara Badak memiliki kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Praktik Wanamina yang memadukan budidaya dengan pelestarian mangrove merupakan solusi cerdas yang tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem,” ungkap Ahmad Nabhan. Ia berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap mendukung inisiatif-inisiatif pemberdayaan inovatif sebagai bagian dari komitmen dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara efektif dan berdaya guna. Sementara itu, Reza selaku Project Program dari Jejak Baik Pohon dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman yang berfokus pada pendampingan masyarakat adat pesisir dalam mewujudkan praktik budidaya kepiting yang ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, namun juga praktik lapangan, uji kompetensi, hingga sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta dapat lulus sertifikasi dan ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pesisir,” ujar Reza. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen mendukung program-program serupa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan mustahik dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program POSYANDU berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendagri No. 13 Tahun 2024 dan Pergub No. 100.3.3.1/K.66/2025. Kegiatan koordinasi ini digelar Jum'at, (14/06) bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Kantor DPMPD Prov.Kaltim Jalan MT.Haryono dalam rangka memperkuat pelaksanaan 6 SPM yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), serta sosial. BAZNAS Provinsi Kaltim, yang tergabung dalam bidang sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi Kaltim, hadir aktif dalam forum tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antar-lembaga dalam mengoptimalkan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya mustahik dan kelompok rentan. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, menegaskan bahwa BAZNAS telah lama menantikan kolaborasi nyata dengan OPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan. “BAZNAS Kaltim menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS untuk masyarakat Kalimantan Timur, namun kami menyadari bahwa keterbatasan data dan pembinaan dari OPD menjadi kendala dalam menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, Achmad Suparno, S.H., turut menanggapi pemaparan dari OPD bidang lainnya. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar program yang dijalankan dalam lima bidang lainnya sejatinya telah diakomodasi melalui program-program BAZNAS Kaltim. “Kami memiliki fleksibilitas dana, seperti zakat untuk delapan asnaf, serta infak, sedekah, CSR, dan DSKL untuk program-program yang bersifat lebih luas. Namun, hingga kini potensi zakat dari OPD di Kaltim masih belum tergali secara maksimal,” ungkapnya. Lebih lanjut, Achmad Suparno menyampaikan bahwa rendahnya kesadaran sebagian OPD untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kaltim menjadi tantangan tersendiri. Padahal, optimalisasi penyaluran ZIS secara terpusat akan memberikan dampak yang lebih besar dan terukur terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan dan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya melalui penguatan Posyandu sebagai ujung tombak layanan masyarakat. Dukungan ini akan terus diperkuat dengan sinergi, data terintegrasi, dan perluasan literasi ZIS kepada seluruh stakeholder di Kalimantan Timur.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
Makassar — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building Lembaga ZISWAF se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulsel pada 11–12 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan zakat dan wakaf di wilayah tersebut. BAZNAS Kaltim diundang secara khusus untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaiknya dalam pengelolaan ZISWAF yang terbukti berdampak luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., tampil sebagai narasumber dan menyampaikan sejumlah strategi kelembagaan, inovasi, serta capaian BAZNAS Kaltim yang berhasil meraih predikat Juara Lembaga ZISWAF Unggulan FESyar 2023 kategori Champion of Champion. “Salah satu kunci keberhasilan lembaga adalah amanah dari para pemimpinnya. Jika kepemimpinan mampu mengelola organisasi dengan baik, maka seluruh sistem dan pelaksana di bawahnya juga akan berjalan secara profesional dan berdampak,” ujar H. Badrus Syamsi dalam pemaparannya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memimpin lembaga zakat bukan hanya sekadar soal jabatan, namun juga tentang tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Selama dua hari kegiatan berlangsung, peserta workshop mendapatkan wawasan langsung terkait tata kelola ZISWAF berbasis digital, manajemen program pemberdayaan mustahik, hingga sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kaltim juga membuka ruang diskusi aktif dengan peserta sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekosistem zakat nasional yang saling belajar dan menguatkan. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antarwilayah, namun juga menjadi wujud nyata kontribusi dalam mendorong profesionalitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat di Indonesia.
BERITA11/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali merealisasikan penyaluran dana kurban kepada masyarakat melalui program kolaboratif bersama 43 lembaga mitra. Tahun ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari para pekurban yang menyalurkan melalui mitra lembaga seperti masjid, musala, sekolah, instansi, dan perbankan. Dana yang terkumpul terlebih dahulu divalidasi oleh BAZNAS Kaltim, kemudian disalurkan kembali kepada panitia masing-masing menjelang pelaksanaan penyembelihan. “Semua dana yang masuk terlebih dahulu kami validasi. Seminggu menjelang Iduladha, dana kami kembalikan kepada panitia untuk pembelian hewan kurban,” jelasnya pada Minggu (8/6). Dari total dana tersebut, BAZNAS Kaltim bersama mitra berhasil menghimpun 170 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Selain hewan kurban, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan dana infak operasional untuk mendukung teknis pelaksanaan kurban, seperti pembelian tali, plastik kemasan, hingga biaya transportasi. Hal ini bertujuan agar panitia tidak lagi membebankan kebutuhan teknis kepada kas lembaga. “Dana infak kami salurkan khusus untuk membantu operasional di lapangan, sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan lancar tanpa mengganggu anggaran lembaga,” tambahnya. Sementara itu, BAZNAS Kaltim juga turut menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda. Terdapat satu ekor sapi dari BAZNAS RI, satu sapi dan satu kambing dari mitra perbankan, serta satu kambing dari perusahaan mitra. Daging dari dua ekor sapi yang disembelih oleh BAZNAS Kaltim dikemas menjadi 162 paket daging kurban seberat 1 kg dan disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor BAZNAS serta kediaman para karyawan. “Semoga semangat berbagi dan kolaborasi ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS, masyarakat, dan para mitra untuk menghadirkan keberkahan bagi umat,” tutupnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
Samarinda — Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan pada pengumpulan dana off-balanced untuk program kurban. Tahun ini, total dana yang terhimpun mencapai Rp3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana kurban tersebut bersumber dari para shohibul qurban (mudhahhi) yang menyalurkan hewan kurbannya melalui 43 lembaga mitra, yang terdiri dari masjid, musala/langgar, kantor, sekolah, hingga lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan BAZNAS Kaltim. “Model pengelolaan off-balanced ini tetap melalui BAZNAS sebagai pencatat dan pengatur distribusi infak operasional kurban. Dana dari masjid dan lembaga mitra dikumpulkan terlebih dahulu, lalu seminggu sebelum hari raya disalurkan kembali ke panitia masing-masing untuk pengadaan hewan kurban,” ujar Ahmad Nabhan pada Sabtu, (07/06) lalu. Sebagai bentuk layanan tambahan, BAZNAS Kaltim turut memberikan infak operasional kepada panitia masjid untuk membantu pengadaan kebutuhan pelaksanaan kurban, seperti plastik pembungkus, biaya penyembelihan, dan kebutuhan teknis lainnya. Besaran infak operasional ini disesuaikan dengan harga hewan kurban. Misalnya: Sapi seharga Rp21 juta: infak sebesar Rp750 ribu Sapi seharga Rp19,25 juta: infak sebesar Rp700 ribu Sapi seharga Rp17,5 juta: infak sebesar Rp650 ribu Kambing seharga Rp3 juta: infak sebesar Rp250 ribu Pengadaan hewan kurban dan pelaksanaan penyembelihan tetap dilaksanakan oleh panitia masjid, termasuk proses distribusi daging kepada masyarakat sekitar. “Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Dana off-balanced ini menjadi salah satu indikator kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap BAZNAS Kaltim,” pungkasnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam program-program kesehatan, khususnya dalam mendukung penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM) yang kini telah menjadi isu kesehatan global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam agenda Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda. Menurutnya, isu ATM bukan sekadar masalah medis, tetapi juga berdampak besar pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan. “BAZNAS Kaltim menjadikan program kesehatan sebagai bagian penting dalam strategi penyaluran dana zakat. HIV/AIDS, TBC, dan malaria adalah masalah serius yang membutuhkan dukungan semua pihak. Dana zakat kami hadir untuk membantu, baik dalam bentuk bantuan pengobatan maupun pemberdayaan ekonomi bagi para pasien,” ujar H. Badrus Syamsi. Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah program pemberdayaan pasien TBC yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Program ini memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan ekonomi bagi para pasien yang kehilangan produktivitas akibat penyakitnya, agar tetap bisa mandiri secara ekonomi. “Melalui program ini, kami ingin memberi harapan baru. Bahwa meski menghadapi penyakit, mereka tetap punya kesempatan untuk bangkit dan berkarya,” tambahnya. Lebih lanjut, BAZNAS Kaltim juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai stakeholder kesehatan agar pengelolaan zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan langsung BAZNAS dalam forum-forum strategis seperti workshop ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat bukan hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi juga solusi transformatif yang dapat bersinergi dengan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mencapai target eliminasi ATM di tahun 2030.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
WORKSHOP INTEGRASI ATM DDORONG KOMITMEN LINTAS SEKTOR, BAZNAS KALTIM HADIR SAMPAIKAN PERAN ZIS DALAM PENANGANAN KESEHATAN
WORKSHOP INTEGRASI ATM DDORONG KOMITMEN LINTAS SEKTOR, BAZNAS KALTIM HADIR SAMPAIKAN PERAN ZIS DALAM PENANGANAN KESEHATAN
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sektor kesehatan dan penguatan sinergi antar lembaga, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menjadi narasumber dan menyampaikan peran serta kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting, dan BAZNAS siap menjadi mitra aktif Dinas Kesehatan dalam penanganan isu kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur. “Kami di BAZNAS Kaltim hadir bukan hanya sebagai lembaga zakat, tetapi sebagai bagian dari solusi sosial yang berkelanjutan. Penanganan ATM tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana mendukung pemulihan ekonomi dan martabat hidup para pasien,” jelas H. Badrus. Melalui program kesehatan, BAZNAS Kaltim telah memberikan bantuan kepada pasien tuberkulosis dalam bentuk pelatihan ekonomi kreatif dan pengembangan keterampilan, yang bertujuan mengembalikan produktivitas pasien selama masa pemulihan. Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. “Banyak pasien TBC yang kehilangan pendapatan karena sakit. Di sinilah zakat kami hadir, untuk mendampingi mereka agar tetap bisa berdaya. Ini juga bagian dari dakwah sosial,” tambahnya. Workshop yang diikuti oleh OPD terkait dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim ini bertujuan mendorong integrasi kebijakan ATM ke dalam dokumen perencanaan daerah sesuai Permendagri No. 90 Tahun 2019 dan Permendagri No. 84 Tahun 2022. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini diharapkan memperkuat sinergi dan menambah energi kolaboratif dalam membangun sistem kesehatan daerah yang tangguh dan inklusif. BAZNAS Kaltim percaya, keberhasilan eliminasi ATM di tahun 2030 tidak hanya bergantung pada sektor medis, tetapi juga pada kolaborasi dengan lembaga zakat, sosial, dan ekonomi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Inilah semangat sinergi yang terus dijaga dan dikembangkan BAZNAS Kaltim bersama mitra-mitra strategis di Kalimantan Timur.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →