WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam agenda Pembentukan Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan logistik serta kelancaran distribusi bantuan ketika bencana terjadi.

BAZNAS Kaltim hadir dalam kegiatan tersebut melalui Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dan Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kaltim, Muhammad Mulyono, S.H. Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Pembentukan klaster logistik kebencanaan bertujuan membangun koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat dalam pengelolaan logistik bencana. Melalui mekanisme tersebut, ketersediaan dan distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung secara cepat, tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, dan tepat waktu.

Klaster ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, mengoptimalkan mobilisasi sumber daya, memperkuat sistem informasi logistik, serta mengatasi kesenjangan dan hambatan distribusi bantuan. Dengan demikian, penanggulangan bencana di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih terpadu, efektif, efisien, dan akuntabel.

Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam pembentukan klaster logistik sejalan dengan pelaksanaan program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yaitu program kebencanaan BAZNAS yang berperan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan masyarakat terdampak sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BTB tidak hanya berfokus pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapan personel, peralatan, koordinasi, serta dukungan logistik agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan BPBD dan unsur terkait menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan fungsi dan sumber daya yang saling melengkapi.

Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan dalam klaster logistik juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi mengenai kebutuhan di lapangan, mekanisme mobilisasi bantuan, serta dukungan sumber daya yang dapat dioptimalkan ketika terjadi kondisi darurat di wilayah Kalimantan Timur.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan responsif.

“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui partisipasi ini, kami berharap peran BAZNAS Tanggap Bencana semakin terintegrasi dalam upaya kemanusiaan di Kalimantan Timur,” ujar Ahmad Nabhan.

Ia menambahkan, kesiapan logistik dan koordinasi sejak sebelum bencana terjadi dapat membantu mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan melalui BTB serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pembentukan klaster logistik juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kebencanaan tidak hanya tersedia, tetapi dapat dikelola dan disalurkan secara terkoordinasi. Informasi mengenai kebutuhan, ketersediaan barang, jalur distribusi, dan kondisi wilayah terdampak menjadi unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan saat keadaan darurat.

Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembentukan klaster logistik diharapkan memperkuat kerja sama lintas sektor, sehingga pengelolaan bantuan dapat dilakukan secara lebih terencana dan hambatan distribusi dapat diminimalkan.

“Melalui klaster logistik, koordinasi antarinstansi dan mitra kebencanaan diharapkan semakin kuat. Dengan informasi yang terintegrasi dan pembagian peran yang jelas, ketersediaan serta distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih cepat dan tepat,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disesuaikan dengan keterangan resmi BPBD.

Keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam agenda ini diharapkan memperkuat hubungan kerja dengan BPBD dan mitra kebencanaan lainnya, khususnya dalam mendukung kesiapan logistik, respons darurat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Evaluasi dan Bimtek Perencanaan 2027, Perkuat Sinkronisasi Program dengan Arah Pembangunan Nasional

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur.

Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan 2027 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi program, serta sinkronisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah agar selaras dengan arah kebijakan BAZNAS RI dan pembangunan nasional.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Kalimantan Timur untuk menjadikan evaluasi sebagai momentum perbaikan bersama. Hal-hal yang belum berjalan baik perlu diperbaiki, sementara capaian dan praktik yang sudah baik harus dipertahankan serta terus ditingkatkan.

“Yang belum baik mari kita perbaiki. Apa yang sudah baik mari bersama kita pertahankan dan semakin lebih baik lagi. Jangan sampai hanya hitam di atas putih, tetapi perlu adanya tindak lanjut yang signifikan,” pesannya.

Ahmad Nabhan juga menekankan bahwa dokumen perencanaan harus disusun selaras dengan kebijakan dan arah perencanaan BAZNAS RI, namun tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Dengan demikian, target dan program yang direncanakan dapat disusun secara realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan.

Ia turut mengajak seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu segera ditindaklanjuti.

Selanjutnya, materi bimbingan teknis disampaikan oleh Syaidah, staf Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 sekaligus mekanisme penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan zakat untuk tahun 2027.

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS memiliki keterkaitan dengan siklus perencanaan pembangunan nasional. Dokumen perencanaan BAZNAS disusun secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Siklus tersebut mencakup penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), hingga Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Pada tingkat daerah, Renstra dan Renja BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota menjadi pedoman dalam menyusun program dan anggaran yang sesuai dengan arah kebijakan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Penyusunan dokumen tersebut juga perlu memperhatikan keterkaitannya dengan dokumen pembangunan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. RPJPN menjadi arah pembangunan jangka panjang Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Materi tersebut turut menjelaskan bahwa visi Indonesia 2045 diarahkan pada terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Arah pembangunan ini berlandaskan pada kekuatan modal dasar Indonesia, perkembangan megatrend global, serta capaian pembangunan periode sebelumnya.

Dalam konteks tersebut, zakat memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekonomi dan keuangan sosial syariah. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, mengatasi kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

Optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat diharapkan mampu memperkuat redistribusi ekonomi secara adil dan produktif. Dana zakat juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta mendukung program pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan sosial yang adil dan berbasis nilai keagamaan.

Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI memberikan sejumlah arahan yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di antaranya mengisi Form Evaluasi Perencanaan 2026 dan Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027.

Selain itu, masing-masing BAZNAS diminta menyusun rancangan awal atau draf dokumen LK dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027, dengan memprioritaskan penyusunan RKAT 2027 terlebih dahulu. Penyusunan tersebut perlu mengacu pada dokumen pendukung, meliputi Renstra, Renja, RKAT, petunjuk teknis, contoh dokumen yang telah terisi, serta target nasional tahun 2027.

Dalam arahannya, BAZNAS RI juga menegaskan pentingnya pelaksanaan rapat pleno pimpinan sebelum Bimtek. Setiap bidang di lingkungan BAZNAS harus berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan, sementara bagian perencanaan bertindak sebagai koordinator proses penyusunannya.

Dokumen perencanaan selanjutnya perlu dibahas dan disepakati bersama melalui rapat pleno yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua. Langkah ini diperlukan agar perencanaan yang disusun menjadi hasil kesepahaman bersama dan mencerminkan kebutuhan serta prioritas lembaga.

Melalui kegiatan evaluasi dan bimbingan teknis ini, BAZNAS Kaltim berharap seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota dapat meningkatkan kualitas perencanaan, memperkuat koordinasi ant bidang, serta menyusun program dan anggaran tahun 2027 secara terarah, terukur, dan realistis.

Dengan perencanaan yang matang, selaras dengan arah pembangunan nasional, serta didukung tindak lanjut yang nyata, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dan akuntabel. Lebih dari itu, zakat diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pencapaian kesejahteraan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Paket Sanitasi bagi Korban Kebakaran di Dua Lokasi di Tenggarong

KUTAI KARTANEGARA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sanitasi kepada warga terdampak kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut disalurkan di RT 33 Kelurahan Melayu serta wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H. Bantuan ini merupakan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dan sanitasi warga, melengkapi bantuan bahan pangan yang telah diterima dari berbagai pihak.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan berupa sembako, termasuk beras dan bahan pangan lainnya, telah banyak disalurkan. Karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan dukungan dalam bentuk paket sanitasi agar kebutuhan dasar lainnya juga dapat terpenuhi.

“BAZNAS Kaltim membantu di dua titik lokasi kebakaran. Kami mendapatkan informasi bahwa bantuan sembako, beras, dan kebutuhan pangan lainnya sudah cukup banyak disalurkan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan berupa paket sanitasi dengan total bantuan Rp22.989.500 untuk 112 kepala keluarga, di luar bantuan sembako yang telah tersedia,” jelas Achmad Suparno.

Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi dan sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.

Achmad Suparno juga berharap kolaborasi antara BAZNAS Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Tim Penggerak PKK, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam penyaluran bantuan dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.

Sarifah Suraidah Harum juga menguatkan warga agar tetap tabah menghadapi musibah dan tidak merasa sendiri dalam melewati masa sulit.

“Bapak dan Ibu tidak sendirian. Kita akan bersama-sama melewati masa sulit ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat,” pesannya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga serta memperkuat koordinasi antarpihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.

Di Kelurahan Melayu, kebakaran dilaporkan berdampak terhadap 75 kepala keluarga, dengan 35 rumah dan 277 jiwa terdampak. Sementara itu, kebakaran di wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidhia Aulia, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap warga terdampak. Menurutnya, kebersamaan dan dukungan lintas lembaga menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan dan menata kembali kehidupan mereka. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan pendampingan kepada warga, termasuk membantu pengurusan administrasi kependudukan, seperti surat-menyurat dan akta kelahiran. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga selama proses pemulihan pascakebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur, Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) Kalimantan Timur, KORMI Kalimantan Timur, TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara.

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Sediakan Kuota bagi 300 Mahasiswa Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah tahun 2026. Program ini ditujukan bagi 300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di delapan negara, yaitu Mesir, Libya, Maroko, Tunisia, Turki, Suriah, Yordania, dan Yaman.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia sekaligus menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat global untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Melalui program tersebut, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan uang saku sebesar Rp1 juta per bulan selama maksimal dua tahun. Selain itu, BAZNAS menyediakan seragam pakaian dinas harian (PDH), pendampingan melalui kegiatan mentoring setiap bulan, serta dukungan pembiayaan untuk mengikuti kompetisi atau konferensi tertentu.

Dalam peluncuran BCB Timur Tengah 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (27/10/2026), Sodik menjelaskan bahwa program ini menargetkan penerima manfaat dari berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan beasiswa selama 24 bulan, BAZNAS RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp8.162.500.000. Anggaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan program bagi 300 mahasiswa penerima beasiswa.

Pendaftaran BCB Timur Tengah 2026 dibuka pada 28 Oktober hingga 9 November 2026. Calon peserta dapat mempelajari petunjuk teknis serta mengunduh format dokumen persyaratan melalui tautan berikut:

Persyaratan Pendaftaran

Mahasiswa yang berminat mengikuti program BCB Timur Tengah 2026 perlu memenuhi sejumlah ketentuan berikut:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

  2. Beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

  3. Berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat 1 hingga 4, yang dibuktikan dengan isbat qayyid atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku dari perguruan tinggi.

  4. Diutamakan mahasiswa jenjang S1, dengan kesempatan mendaftar yang juga terbuka bagi mahasiswa S2.

  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau pihak lain.

  6. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa penerimaan beasiswa.

  7. Memiliki prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

  8. Memiliki hafalan Al-Qur’an.

  9. Menyerahkan seluruh dokumen administrasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026, BAZNAS berharap dapat memperluas akses dukungan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

28/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Pendidikan Rp25 Juta untuk 50 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026

SAMARINDA – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp25 juta kepada 50 santri dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10), di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Penyerahan bantuan disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., dan Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.

Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam mendukung keberlanjutan pendidikan santri sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama serta santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang diimbangi dengan akhlak mulia, sejalan dengan pesan Menteri Agama Republik Indonesia dalam peringatan Hari Santri tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim terbuka untuk terus mendukung kegiatan santri dan pondok pesantren sepanjang sesuai dengan ketentuan penyaluran zakat dan memenuhi kriteria asnaf.

“Santri dapat termasuk dalam asnaf fisabilillah, dan dalam kondisi tertentu juga terdapat penerima yang memenuhi kriteria asnaf miskin. Dukungan dapat diberikan untuk kegiatan santri, biaya pendidikan, maupun kebutuhan guru pesantren, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Achmad Suparno juga mendorong penguatan kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat melalui Direktorat Jenderal Pesantren maupun di daerah melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang kerja sama untuk mendukung berbagai agenda pendidikan dan pengembangan pesantren ke depan.

Ia turut menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia. Ia berharap santri terus berkembang, berprestasi, serta mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Adapun bantuan biaya pendidikan ini disalurkan kepada 50 santri dari 24 pondok pesantren, yakni:

PP. Al Arsyadi 2 Samarinda — 2 santri

PPS Al Jamil — 3 santri

PP. Darul Ihsan — 3 santri

PP Muslimin Indonesia Center — 2 santri

PP. Tanzilul Hakim — 2 santri

PP. Sabilarrasyad — 2 santri

PP An-Nur — 2 santri

PP. Darul Falaah — 2 santri

PP. Nabil Husein — 2 santri

PP. Al Mujahidah NW — 2 santri

PP. Hidayatullah — 2 santri

PP. Annashru Wal Futuuh — 2 santri

PP. Al Falah — 2 santri

PP. Hidayatul Mubtadiin — 2 santri

PP. Ihya Ulumuddin — 2 santri

PP. Istiqomah — 2 santri

PP. Langit Langit — 2 santri

PP. Al Aziziyah — 2 santri

PP. Darus Sa'adah — 2 santri

PP. At Tanwir — 2 santri

PP. Nurul Amin — 2 santri

PP. Al Wa'id — 2 santri

PP. Al Muhajirin — 2 santri

PP. Syaichona Cholil — 2 santri

Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak santri yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan terhadap pendidikan santri juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Momentum Hari Santri Nasional diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS, Pemerintah, Kementerian Agama, dan pondok pesantren dalam menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi santri serta masyarakat luas.

22/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Tingkatkan Daya Saing Warung, BAZNAS Kaltim Gelar Pertemuan Mustahik Program Z-Mart
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar pertemuan kelompok program Zmart yang diikuti oleh Mustahik Zmart. Pertemuan ini diselenggarakan pada Ahad, (27/07/2025) bertempat di Kantor BAZNAS Provinsi Kaltim, Jalan Harmonika No.01, Dadi Mulya, Samarinda Ulu. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WITA ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para mustahik dalam mengelola warung Zmart secara profesional. Hadir dalam pertemuan tersebut sebanyak 13 orang mustahik dan 2 orang pendamping Zmart. Adapun agenda yang dibahas meliputi: pembahasan materi program Zmart, evaluasi kemajuan warung, serta diskusi interaktif yang memberikan ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan kendala yang dihadapi. Dalam sesi pendampingan, disampaikan dua materi yaitu Uswatun Hasanah dan Muhammad Hanafi selaku pendamping program. Adapun materi yang disampaikan diantaranya personal branding menekankan pentingnya membangun persepsi positif dari masyarakat terhadap warung Zmart. Dengan menciptakan citra yang baik dan pelayanan yang ramah, warung Zmart diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan serta menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, materi Pencatatan Arus Kas mengajarkan mustahik pentingnya melakukan pencatatan keuangan yang akurat dan transparan. Melalui pencatatan ini, para pelaku usaha dapat memantau arus kas masuk dan keluar secara efektif, mengambil keputusan finansial yang tepat, dan meningkatkan efisiensi serta profitabilitas usaha mereka. Peserta juga diperkenalkan dengan format laporan omset Zmart yang mencakup pemasukan dari sektor ritel, non-ritel, dan PPOB. Pertemuan ini menjadi salah satu upaya berkelanjutan BAZNAS Kaltim dalam mendampingi mustahik agar mampu mandiri secara ekonomi melalui penguatan literasi bisnis dan pengelolaan usaha. Harapannya, para pelaku usaha warung Zmart dapat tumbuh menjadi wirausaha unggul yang tidak hanya meningkatkan taraf hidup mereka sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
BERITA27/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Sosialisasi ZIS di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo: Dorong Optimalisasi Zakat Profesi Tenaga Kesehatan
Balikpapan — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), kali ini menyasar lingkungan tenaga kesehatan di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, Jumat (25/7). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Moostera ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat serta mendorong partisipasi aktif para pegawai, khususnya ASN, dalam pengelolaan zakat profesi melalui BAZNAS Kaltim. Turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. I, Pelaksana Pengumpulan Widi Santoso, S.Pd.I dan perwakilan dari RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian, Novita Retno Damayanti, SKM. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan bahwa potensi zakat di lingkungan rumah sakit pemerintah sangat besar jika dihimpun secara optimal. Menurutnya, rumah sakit bukan hanya menjadi tempat pelayanan medis, tapi juga memiliki peran strategis dalam penguatan ekosistem zakat, terutama zakat penghasilan para tenaga medis dan non-medis. “Potensi zakat dari rumah sakit seperti RSUD Kanujoso sangat signifikan. Jika setiap pegawai yang penghasilannya telah mencapai nishab menyisihkan 2,5 persen dari TPP-nya, maka dana zakat yang terhimpun akan mampu memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, terutama yang belum terlayani oleh BPJS,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban individu, namun juga sarana mewujudkan keadilan sosial melalui distribusi dana yang cepat, tepat, dan menyentuh kebutuhan mustahik. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap menjadi mitra strategis rumah sakit dalam mendukung pasien-pasien kurang mampu. Sementara itu, Wakil Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Penelitian RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, Novita Retno Damayanti, SKM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kaltim atas pelaksanaan sosialisasi ini. Ia juga mengimbau kepada seluruh pegawai, khususnya ASN, untuk menyalurkan zakat penghasilan melalui pemotongan TPP yang telah mulai berjalan sejak April 2025. “Walau sempat terhenti selama dua bulan, alhamdulillah pemotongan zakat dari TPP ASN kami telah berjalan kembali sejak Juli 2025. Harapannya, ini menjadi langkah kolektif untuk membantu sesama,” ujarnya. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sinergis antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan dalam menciptakan sistem pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan. Melalui penguatan zakat profesi di lingkungan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo, diharapkan lebih banyak masyarakat dhuafa yang bisa mendapatkan akses layanan kesehatan secara merata dan berkeadilan.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Pengajian Jum’at Amil BAZNAS Kaltim Bersama KH. Suyatman: Meneguhkan Nilai Ibadah dan Pelayanan
Samarinda — Dalam rangka memperkuat spiritualitas dan integritas amil, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan Pengajian Jum’at Amil pada Jumat (25/07/2025), bertempat di Musholla Lantai II Kantor BAZNAS Kaltim. Kegiatan pengajian kali ini menghadirkan narasumber Drs. KH. Suyatman, S.Pd., M.M., M.Si., selaku pengurus Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., jajaran staf pelaksana, serta para mahasiswa magang yang tengah menjalani tugas belajar di BAZNAS Kaltim. Dalam tausiyahnya, KH. Suyatman menyampaikan materi bertema "Perniagaan yang Tidak Akan Merugi", mengacu pada nilai-nilai yang tertuang dalam Al-Qur'an. Menurut beliau, terdapat tiga bentuk ibadah yang menjadi fondasi utama dalam meraih keuntungan dunia dan akhirat: menegakkan sholat, membaca dan menyebarluaskan Al-Qur’an, serta menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).“Sholat adalah tiang agama. Jika kita mendirikannya dengan benar, maka semua amal akan turut lurus. Al-Qur’an jangan hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan disampaikan. Zakat, infak, dan sedekah jangan dianggap mengurangi harta, sebab sesungguhnya akan mendatangkan keberkahan dan rezeki yang lebih luas,” terang KH. Suyatman. Lebih lanjut, beliau juga mengajak seluruh amil untuk terus belajar dan meng-upgrade diri, tidak hanya dalam aspek teknis pelayanan zakat, tetapi juga dalam meningkatkan keimanan dan akhlak pribadi.“Belajarlah dari siapa saja, jangan hanya melihat siapa yang menyampaikan, tapi perhatikan apa yang disampaikan. Selama itu baik, ambillah. Seorang amil harus terus bertumbuh dalam ilmu, iman, dan pengabdian,” pesannya. Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menyambut baik kegiatan ini sebagai salah satu upaya muhasabah dan pembinaan spiritual para amil. Ia berharap pengajian rutin ini dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran BAZNAS Kaltim.“Kita sebagai pelayan umat harus senantiasa memperbaiki diri. Sebelum orang lain menilai dan menghitung kinerja kita, kita harus lebih dahulu bermuhasabah. Memberikan pelayanan terbaik bukan hanya soal administrasi dan teknis, tapi juga menyangkut ketulusan dan niat ibadah dalam setiap langkah kerja,” ujar Achmad Suparno. Kegiatan Pengajian Jum’at Amil menjadi salah satu agenda BAZNAS Kaltim dalam rangka pembinaan rohani dan peningkatan kualitas amil secara menyeluruh, baik dari aspek spiritual, moral, maupun profesionalitas dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA25/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Ketua BAZNAS Kaltim Dampingi KPw BI Balikpapan Kunjungi Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari
Balikpapan — Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut mendampingi jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Balikpapan dalam kunjungan ke Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari Balikpapan, Rabu (23/07/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang peresmian hunian Bank Indonesia dan persiapan menyambut kunjungan kerja Deputi Gubernur Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 1 Agustus 2025 mendatang. Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Albanjari menjadi salah satu lokasi kunjungan karena tengah menjalankan program kolaborasi strategis antara BI Balikpapan dan BAZNAS Kaltim dalam bidang ketahanan pangan, yakni budidaya ayam petelur. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren serta memberdayakan para santri agar memiliki keterampilan produktif dan berdaya guna. Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan komitmennya dalam mendukung penuh program ketahanan pangan ini. "BAZNAS Kaltim menyambut baik sinergi bersama BI Balikpapan dan Ponpes Syekh Muhammad Arsyad Albanjari. Program budidaya ayam petelur ini menjadi wujud nyata pendayagunaan zakat untuk ketahanan pangan dan pemberdayaan santri. Harapan kami, para santri dapat lebih produktif, mandiri, serta memiliki keterampilan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Drs. H. Ahmad Nabhan. Turut hadir mendampingi Ketua BAZNAS Kaltim dalam kunjungan ini, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I, serta para tokoh pondok pesantren di antaranya KH. Muhammadun Mawardi, Ustaz Muhammad Ahyad, dan Ustaz Zulkifli. Dari BI Deputi Direktur Firman Darwis, Asisten Manajer Arya Prana Hutama serta BI Balikpapan hadir Kepala Seksi Kehumasan Maruji Rahayu. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk penguatan sinergi kelembagaan antara lembaga keuangan, institusi pendidikan keagamaan, dan lembaga zakat dalam mewujudkan ekonomi umat yang berdaya.
BERITA23/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
BAZNAS Kaltim Tekankan Regulasi dan Tata Kelola Zakat pada Bimtek Menara Masjid di Samarinda
Samarinda — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyampaikan pentingnya regulasi dan tata kelola zakat yang amanah dan profesional dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Menara Masjid yang digelar oleh BAZNAS Kota Samarinda, Rabu (16/07), bertempat di Masjid Darunni'mah Sungai Kunjang. Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus masjid, musholla, dan langgar se-Kota Samarinda, serta perwakilan dari instansi terkait seperti Kementerian Agama Kota Samarinda dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Samarinda, H. Andi Harun. Dalam sambutannya, Wali Kota H. Andi Harun menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini dan memberikan apresiasi terhadap peluncuran Aplikasi Menara Masjid sebagai inovasi dalam tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan masjid. "Aplikasi ini menjadi langkah maju dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan publikasi kegiatan masjid secara digital, serta memudahkan pengurus dalam pelaporan dan layanan kepada jamaah," ujarnya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur melalui Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, hadir memberikan materi tentang regulasi zakat, infak, dan sedekah. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya masjid sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk mengelola dana umat dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Zakat adalah instrumen penting dalam menyejahterakan umat. Untuk itu, pengelolaannya harus mengacu pada regulasi dan syariat yang jelas. UPZ Masjid perlu meningkatkan literasi zakat, memperkuat sistem pelaporan, dan bersinergi dengan BAZNAS agar dana ZIS dapat dikelola secara tepat sasaran dan transparan," ujar Miswan. Selain itu, kegiatan Bimtek ini juga diisi dengan pemaparan Fikih Zakat oleh Dr. K.H. Moh Mahrus, pengenalan peran Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam pembukaan rekening masjid, serta pelatihan teknis penggunaan Aplikasi Menara Masjid oleh tim BAZNAS Kota Samarinda. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh pengurus masjid mampu meningkatkan kapasitas tata kelola keuangan dan pemberdayaan dana zakat di lingkungan masing-masing. BAZNAS Kaltim terus mendorong penguatan sinergi antara UPZ Masjid dan BAZNAS agar potensi zakat di Kalimantan Timur dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
Gubernur Kaltim Imbau Perusahaan Salurkan CSR Melalui BAZNAS: RSB Berau Bukti Nyata Manfaat Kolaborasi
BERAU — Dalam rangkaian Kunjungan Kerja Gubernur dan Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur ke Kabupaten Berau pada Rabu (16/07/2025), Gubernur Kalimantan Timur H. Rudy Mas’ud, S.E., M.E. menyampaikan apresiasi sekaligus imbauan penting kepada seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kaltim. Ia mengajak agar dana Corporate Social Responsibility (CSR) dapat disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), karena manfaatnya telah terbukti, salah satunya melalui pembangunan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau. “RSB Berau ini menjadi satu-satunya Rumah Sehat BAZNAS di Indonesia yang dibangun melalui kolaborasi antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten, serta dukungan dana CSR. Dari sisi fisik, RSB Berau juga tercatat sebagai bangunan Rumah Sehat BAZNAS terbesar di Indonesia,” ungkap Gubernur Rudy Mas’ud. Gubernur menegaskan, peran serta perusahaan dalam membantu masyarakat melalui saluran yang amanah dan terukur sangat penting. “Saya mengimbau kepada seluruh perusahaan agar menyalurkan CSR-nya melalui BAZNAS. Sudah terbukti manfaatnya, dan ke depannya kita ingin kolaborasi ini makin diperkuat,” tambahnya. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kaltim Ir. H. Seno Aji, M.Si., Bupati Berau, jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta pimpinan BAZNAS Kaltim, di antaranya Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., dan Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa BAZNAS siap mendukung program-program strategis pemerintah daerah, termasuk integrasi program GratisPol di bidang pendidikan dan kesehatan. “RSB Berau yang telah beroperasi sejak 2024 ini memiliki layanan poli umum, poli gigi, poli kandungan, dan poli ibu & anak. Semua pelayanan diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, gratis tanpa dipungut biaya,” jelas Badrus. Ia menambahkan bahwa RSB Berau setiap harinya melayani hingga 40 pasien dengan sistem dua shift. Saat ini, BAZNAS tengah mempersiapkan pengembangan fasilitas rawat inap dengan kapasitas 40 tempat tidur sebagai bentuk peningkatan layanan kepada masyarakat. Dengan mengusung semangat kolaborasi dan transparansi, BAZNAS Kaltim berharap pembangunan berbasis zakat, infak, sedekah, dan CSR dapat terus tumbuh di berbagai daerah lainnya di Kaltim. “RSB Berau adalah bukti nyata bahwa jika zakat dan CSR dikelola secara profesional dan kolaboratif, dampaknya sangat besar bagi masyarakat,” tutup Badrus. Jika dibutuhkan versi lebih ringkas untuk keperluan media atau disesuaikan dengan platform digital, saya siap bantu sesuaikan.
BERITA16/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
BAZNAS Kaltim Dorong Profesionalisme Amil Lewat Sertifikasi Kompetensi SDM
Makassar – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui partisipasi aktif dalam Pelatihan dan Sertifikasi Berbasis Kompetensi yang digelar di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada 8–12 Juli 2025. Empat amil BAZNAS Kaltim yang mengikuti pelatihan dan sertifikasi ini berasal dari berbagai divisi strategis, yaitu Divisi Resty Amalia Ulfah (Kepala Divisi), Rizky Awaliyah Maulidina (Pelaksana Keuangan), Maghfiratur Rachmah (Pelaksana Humas), dan Fajar Setiawan (Pelaksana Pengumpulan). Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., menegaskan bahwa program sertifikasi merupakan bagian penting dari penguatan tata kelola zakat yang berkelanjutan. “Kami sangat mendukung penuh kegiatan ini, dan Alhamdulillah, penganggarannya sudah kami siapkan dalam anggaran operasional APBD tahun 2025. Meskipun pelaksanaan di luar Samarinda, kami pastikan amil-amil yang belum tersertifikasi bisa ikut serta,” jelas Achmad Suparno. Ia menambahkan bahwa peningkatan kompetensi amil tidak hanya penting secara administratif, namun juga sebagai fondasi dalam menjalankan amanah pengelolaan zakat secara profesional. “Program dan sarana yang bagus akan sia-sia tanpa pelaksana yang andal. Itulah mengapa kami fokus pada peningkatan SDM, agar amil BAZNAS memenuhi tiga kompetensi utama: pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude). Sertifikasi ini menjadi cara untuk memastikan bahwa ketiganya terpenuhi,” tegasnya. Menurutnya, BAZNAS Kaltim menargetkan seluruh amil, sekitar 17–20 orang, bisa tersertifikasi sebagai amil yang kompeten, mampu, dan memiliki semangat juang tinggi dalam melayani umat. “Derajat orang berilmu itu tentu lebih tinggi. Maka, jangan pernah lelah belajar. Biarlah lelah menuntut ilmu, daripada kita menderita karena kebodohan. Ilmu adalah bekal utama untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional,” tambahnya. Program sertifikasi ini juga diharapkan dapat memberikan standar kerja yang seragam secara nasional serta memperkuat peran amil dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI.
BERITA12/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
BAZNAS Kaltim Optimalkan Pengumpulan ZIS di RSUD AWS, Potensi Kenaikan Capai 200 Persen
Samarinda - Dalam rangka memperkuat sinergi dan optimalisasi penghimpunan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor kesehatan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur melakukan koordinasi lanjutan bersama jajaran manajemen RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Kamis (10/07/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi tindak lanjut dari hasil sosialisasi ZIS sebelumnya dan persiapan kegiatan Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit (Bibir Sumbing) yang direncanakan akan kembali digelar tahun ini. Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Pengumpulan M. Mulyono, S.H, dan Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, M.E. Sementara dari pihak RSUD AWS hadir perwakilan Wakil Direktur Umum dan Keuangan, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS), beserta jajaran manajemen rumah sakit. drg. Agung menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS Kaltim, khususnya dalam penguatan sistem pengumpulan zakat di lingkungan RSUD AWS. Ia mengungkapkan bahwa pasca sosialisasi ZIS yang dilakukan sebelumnya, antusiasme pegawai untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah meningkat signifikan. “Jika ini kita kelola dengan baik, potensi kenaikan pengumpulan ZIS di RS AWS bisa mencapai 200%. Kami akan terus mengimbau para pegawai secara berkala, agar tidak hanya zakatnya saja yang disalurkan, tetapi juga infaknya,” jelasnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif BAZNAS Kaltim dalam mendukung program-program sosial dan kesehatan di RSUD AWS, termasuk berbagai bantuan pembiayaan pasien yang tidak tercover BPJS. “Terima kasih atas bantuan nyata yang telah diberikan. Ini benar-benar meringankan masyarakat dan memperkuat fungsi sosial rumah sakit,” imbuhnya. Sementara itu, Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu fokus penyaluran dana ZIS BAZNAS Kaltim. Di awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan sedikitnya Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai kegiatan kesehatan, seperti pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). “Kolaborasi bersama RSUD AWS menjadi model sinergi yang sangat baik antara lembaga pengelola zakat dan institusi kesehatan. Ini akan terus kami dorong agar potensi ZIS di sektor kesehatan dapat terhimpun dan didayagunakan secara optimal,” ujar Munawarah. Dengan potensi penghimpunan yang terus meningkat, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan RSUD AWS sebagai mitra strategis dalam mengakselerasi program-program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu di Kalimantan Timur.
BERITA10/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
BAZNAS Kaltim Kirim Delegasi Amil untuk Sertifikasi Guna Wujudkan Pengelolaan Zakat yang Profesional dan Kompeten
Makassar — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mengirimkan delegasi amil untuk mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Skema Pimpinan BAZNAS Daerah dan Kualifikasi Tiga Bidang Pengelolaan Zakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Raising Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Selasa–Sabtu, 8–12 Juli 2025. Diikuti oleh peserta dari wilayah Sulawesi dan Indonesia Timur. Turut hadir pada acara pembukaan Ketua BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, Ketua BAZNAS Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., MA, beserta jajaran. Pelatihan dan sertifikasi ini melibatkan 24 peserta untuk skema pimpinan dan 25 peserta untuk skema pelaksana, termasuk delegasi dari BAZNAS Kaltim diantaranya Kepala Divisi Resty Amalia Ulfah, Pelaksana bidang keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Pelaksanan Humas Maghfiratur Rachmah, dan Pelaksana Pengumpulan Fajar Setiawan.Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak amil zakat yang profesional, kompeten, dan berintegritas, sejalan dengan prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Dalam sambutannya, KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA, menegaskan bahwa sertifikasi menjadi salah satu syarat penting bagi siapa saja yang ingin menjadi pimpinan BAZNAS. Ia mendorong para amil di daerah untuk mengikuti program ini guna memiliki arah kerja yang jelas dan terstandarisasi secara nasional. “BAZNAS adalah lembaga pemerintah non-struktural. Kita harus percaya diri, karena perjuangan untuk hak-hak kepegawaian, termasuk status PNS atau PPPK bagi amil, terus diperjuangkan bersama Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Keuangan. Saat ini kita sudah memperoleh fasilitas pemotongan pajak, dan ke depan semoga hak lainnya bisa menyusul,” ujar KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA. Lebih lanjut, KH. Achmad Sudrajat mendorong agar sertifikasi tidak berhenti pada satu skema saja. “Jangan merasa cukup. Dunia zakat sangat luas, dan banyak hal yang harus terus dipelajari. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperluas keahlian—baik dalam perzakatan, SDM, hingga manajemen risiko seperti CFRM,” pesannya. Sertifikasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah, termasuk pengelolaan UPZ masjid, edukasi zakat kepada masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kapasitas SDM dan tata kelola zakat yang in amanah, profesional, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA08/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal Gratis, Bantu 500 Anak Kurang Mampu di Berau
BERAU – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar kegiatan Khitanan Massal Gratis untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Berau. Kegiatan ini bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau dan berlangsung di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, bersama Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan dan Ketua BAZNAS Berau, Busrasyah. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program serupa yang sudah dilaksanakan di Samarinda dan Paser pada tahun 2024 lalu. "Tahun ini kami pilih Kabupaten Berau sebagai lokasi khitanan massal. Target awal kami 500 anak, tapi sampai penutupan pendaftaran baru 300 yang mendaftar," jelasnya. Untuk 200 anak lainnya, BAZNAS akan mendatangi langsung kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar anak-anak tetap bisa dikhitan tanpa harus datang ke Rumah Sehat BAZNAS. "Selama dua hari ini, kami akan melayani 300 anak. Hari pertama 200 anak, dan hari kedua 100 anak," tambah Nabhan. Ia berharap kegiatan ini bisa meringankan beban orang tua yang kurang mampu. Ia juga memastikan bahwa semua layanan di RSB bisa diakses masyarakat tidak mampu tanpa biaya, karena sudah ditanggung oleh BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Berau. Sementara itu, Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, mengatakan bahwa pelaksanaan khitanan dilakukan dengan standar medis yang baik. BAZNAS menggandeng tenaga kesehatan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) agar proses berjalan aman dan sesuai aturan. Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan sistem jemput bola untuk anak-anak yang tinggal jauh dari kota. "Kalau mereka harus datang ke sini, tentu memerlukan biaya transportasi yang tidak sedikit. Jadi kami yang akan mendatangi mereka," ujarnya. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Berau sebagai lokasi kegiatan ini. Ia mengatakan kegiatan khitanan ini sangat membantu orang tua yang ingin mengkhitankan anaknya namun terkendala biaya. "Semoga ke depan kerja sama ini terus terjalin, karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan seperti ini," tutupnya.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Dapat Dukungan Pemkab Berau, BAZNAS Kaltim Gelar Khitanan Massal untuk 500 Anak dari Keluarga Kurang Mampu
BERAU – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmen dalam membantu masyarakat melalui program Khitanan Massal Gratis untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Bekerja sama dengan BAZNAS Kabupaten Berau, kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Berau, Jalan SA Maulana, Tanjung Redeb, dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Berau. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Berau, Gamalis, yang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah BAZNAS dalam meringankan beban masyarakat. “Sebanyak 300 anak-anak kita dikhitan hari ini dan besok. Sementara 200 anak lainnya akan dijadwalkan melalui program jemput bola, seperti ke Segah dan Tanjung Batu. Kami harap kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya. Gamalis juga menekankan pentingnya program ini dari segi agama, kesehatan, dan sosial ekonomi. “Sunat ini kewajiban dalam syariat Islam. Tapi juga penting untuk kesehatan. Karena membutuhkan biaya, tentu program seperti ini sangat membantu orang tua, mengurangi beban mereka. Kami sangat mengapresiasi inisiatif BAZNAS. Kami berharap ke depan instansi lain juga bisa melaksanakan kegiatan seperti ini,” tambahnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Khitanan Massal tahun 2024 yang sebelumnya dilaksanakan di Samarinda dan Kabupaten Paser. “Tahun ini, Berau kami pilih sebagai lokasi kegiatan. Harapannya, keberadaan Rumah Sehat BAZNAS di Berau bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya keluarga yang kurang mampu,” ujarnya. Dijelaskan Ahmad Nabhan, dari total target 500 anak, hingga akhir pendaftaran tercatat 300 anak yang siap dikhitan di RSB Berau selama dua hari. “Hari ini kami melayani 200 anak, besok 100 anak. Sementara 200 anak lainnya akan kita sasar di kecamatan-kecamatan yang jauh dari kota agar mereka tetap bisa ikut program ini tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi,” jelasnya. Ahmad Nabhan juga menegaskan pentingnya peran Rumah Sehat BAZNAS dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis dan layak kepada masyarakat. Ia berharap seluruh tenaga kesehatan di RSB dapat melayani dengan baik dan sepenuh hati. “RSB ini tempat berobat bagi warga yang tidak mampu. Jangan sampai warga yang datang ke sini justru dipersulit atau dipindahkan ke tempat lain. Untuk warga yang kurang mampu, seluruh biaya akan ditanggung oleh BAZNAS, baik dari provinsi maupun kabupaten,” tegasnya. Pelaksanaan Khitanan Massal ini turut melibatkan tenaga medis profesional dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar dan aman bagi peserta. Ketua BAZNAS Berau, Busransyah, menambahkan bahwa pihaknya siap melaksanakan program lanjutan secara langsung ke wilayah-wilayah terpencil. “Kami sudah siapkan skema jemput bola untuk menjangkau anak-anak yang tinggal jauh dari kota,” ungkapnya. Program Khitanan Massal Gratis ini merupakan bentuk nyata penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan program-program serupa dapat terus dikembangkan untuk memberi manfaat luas bagi masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA06/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
BAZNAS Kaltim Siap Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Melalui Forum Grup Diskusi Bersama Komisi Informasi Kaltim
Balikpapan – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keterbukaan informasi publik sebagai bentuk tanggung jawab lembaga kepada masyarakat. Hal tersebut ditegaskan melalui partisipasi BAZNAS Kaltim dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Keterbukaan Informasi Publik pada Badan Publik BUMD dan Vertikal Provinsi Kalimantan Timur, yang dilaksanakan pada Jumat, 4 Juli 2025 di Hotel Horison Ultima Bandara, Balikpapan. FGD ini diinisiasi oleh Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur sebagai upaya memperkuat pemahaman dan implementasi keterbukaan informasi publik di lingkungan badan publik. Dalam kesempatan ini, BAZNAS Kaltim turut mengevaluasi sistem keterbukaan informasi yang telah dijalankan, sekaligus mempertegas langkah-langkah perbaikan ke depan. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non-struktural yang juga menjalankan fungsi pelayanan publik, memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, khususnya terkait pelaporan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). “BAZNAS Kaltim telah berupaya menyediakan akses informasi melalui berbagai kanal, seperti website kantor digital dan media sosial. Namun ke depan, kami akan membentuk tim khusus pengelola PPID guna memperkuat sistem keterbukaan informasi ini,” tegasnya. Ketua Komisi Informasi Provinsi Kaltim, Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom., yang menjadi narasumber utama FGD, menekankan pentingnya konsistensi lembaga publik dalam memperbarui dan menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator utama dalam mewujudkan lembaga yang transparan dan akuntabel. “PPID harus aktif menyediakan informasi yang dibutuhkan publik. Dengan begitu, lembaga kita akan lebih dipercaya dan dinilai terbuka terhadap masyarakat,” ujarnya. Selain sesi diskusi, dalam kegiatan ini juga dilakukan evaluasi keterbukaan informasi oleh Wakil Ketua Komisi Informasi Kaltim, Muhammad Khaidir. Evaluasi mencakup keaktifan website resmi, kepemilikan dan pengelolaan media sosial, serta kemudahan akses informasi oleh masyarakat. Ia menambahkan bahwa ke depan indikator keterbukaan publik juga akan menitikberatkan pada keaktifan dan kualitas penyampaian informasi melalui media sosial resmi lembaga. Melalui keikutsertaan dalam forum ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan untuk terus membenahi sistem pelayanan informasi publik sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas lembaga kepada masyarakat, sekaligus menjalankan prinsip-prinsip pengelolaan dana ZIS yang profesional dan transparan.
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Samarinda — Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit, Kota Samarinda, Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program-program keumatan, khususnya di bidang zakat, infak, dan wakaf produktif. Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Zakat, Wakaf, dan Infak Produktif: Ruang Aksi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat”, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa potensi zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para mustahik yang membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit secara mandiri. "Zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, maka akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya," ujarnya dalam sesi pemaparan. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Provinsi Kaltim. Menurutnya, pembentukan UPZ IPARI menjadi langkah strategis dan kolaboratif dalam memperluas jangkauan pengumpulan zakat serta mempercepat terwujudnya visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat. "Melalui pembentukan UPZ di lingkungan IPARI, para penyuluh agama tidak hanya menjadi penggerak dakwah spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui gerakan zakat, infak, dan wakaf produktif. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengokohkan peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial yang sesungguhnya," tambahnya. Kegiatan RAKORWIL ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IPARI dan BAZNAS Kaltim, serta mendorong lahirnya program-program zakat produktif yang mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat di Kaltim. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama, dalam membangun ekosistem zakat yang amanah,dan profesional. Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pada Rabu (01/07/2025), BAZNAS Kaltim melaksanakan serah terima aset operasional kepada pengurus UPZ Islamic Center Samarinda, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim. Penyerahan aset berupa satu unit handphone merek Redmi A5 ini dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., bersama Wakil Ketua UPZ Islamic Center Samarinda, Djoko Iriandono, S.E., M.A. Aset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional UPZ Islamic Center, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan mustahik serta sebagai fungsi call center layanan UPZ. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.“Aset yang diberikan ini adalah bentuk dukungan konkret BAZNAS Kaltim kepada UPZ agar bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kami berharap perangkat ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan operasional lembaga, terutama dalam pelayanan kepada mustahik,” tegas Achmad Suparno. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara BAZNAS Kaltim dan UPZ Islamic Center tentang penyaluran dan pendistribusian dana zakat. Sebagai bagian dari proses pembinaan kelembagaan, pengurus UPZ Islamic Center juga telah dibekali pelatihan pengelolaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA), termasuk tata kelola pelaporan dan ZIS berbasis digital, guna memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris UPZ Islamic Center, Masliansyah, dan Staf Pelaksana Keuangan BAZNAS Kaltim, Rizky Awaliyah Maulidina. Dengan penyerahan aset ini, BAZNAS Kaltim berharap sinergi antar lembaga pengelola zakat terus terjaga dan semakin memperkuat jaringan layanan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (30/6). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid. Penandatanganan ini menjadi komitmen dalam penyaluran dan pendistribusian dana zakat, salah satunya terkait kegiatan yang ada di Islamic Center, seperti honor penceramah setiap subuh dan operasional kegiatan. Selain itu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien, akan berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS kaltim dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS di lingkungan Islamic Center dan masyarakat sekitar. Turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, MAP, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Keuangan Resty Amalia Ulfah, Pelaksana Keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Kepala Divisi Pengumpulan dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, serta jajaran pengurus dari Badan Pengelola Islamic Center. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa MoU dengan UPZ di Masjid Raya Baitul Muttaqien merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring pengumpulan zakat, serta memastikan dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. UPZ ini akan menjadi bagian dari pengelolaan zakat kepada masyarakat, khususnya para jamaah dan pegawai di lingkungan Islamic Center. “Nanti pengelolaan zakat baik pendistribusian dan pelaporan dana secara resmi akan dikelola langsung oleh pengurus UPZ islamic. Mengingat masjid Islamic Center ini tingkat provinsi maka sebagai perpanjangan tangan dari BAZNAS Kaltim juga.” Kata H. Ahmad Nabhan. Sementara itu, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program-program produktif yang diinisiasi oleh BAZNAS Kaltim. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien nantinya akan menjalankan fungsi pengumpulan zakat, baik zakat maal, infak, dan sedekah dari jamaah masjid, pengurus, hingga donatur lainnya. Seluruh dana yang terhimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat) yang berhak, sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kaltim dan Badan Pengelola Islamic Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan profesionalisme. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan briefing pelaksana yang digelar pada Senin, (30/06/2025) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang tidak hanya menertibkan profesionalitas amil, tetapi juga adab sebagai insan pengelola zakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di BAZNAS Kaltim harus berakar pada ajaran Islam dan menjadi bagian dari amanah Undang-Undang yang telah ditetapkan bagi lembaga pengelola zakat. "Kita ingin mewujudkan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga Islami yang profesional. Untuk itu, etika dan adab harus menjadi nafas kerja kita, agar marwah lembaga tetap terjaga," tegasnya di hadapan para pelaksana. Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, M.A.P., menyampaikan bahwa sebagai lembaga berbasis Islam, BAZNAS tidak hanya memiliki standar profesional, tetapi juga standar etika dan karakteristik islami yang menjadi pembeda. "BAZNAS itu lembaga Islam. Maka standar kerja kita pun harus mencerminkan nilai-nilai Islam, baik dari sisi etika, karakteristik, hingga estetika," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah bagian dari manajemen yang harus dikelola dengan etika dan nilai-nilai karakter yang kuat. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan kepada seluruh amil dan pelaksana untuk terus meningkatkan ketaatan terhadap aturan melalui proses standarisasi dan sistem yang akomodatif terhadap kondisi riil yang ada di lingkungan kerja. "Aturan baku itu penting, tapi juga harus kita sesuaikan dengan realitas di lapangan. Sistem yang kita jalankan harus bisa menjembatani nilai-nilai yang kita yakini dengan praktik kerja yang adaptif," tutupnya. Briefing ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam menjaga konsistensi tata kelola lembaga zakat yang amanah, profesional, dan sesuai syariat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kultur kerja yang harmonis, beretika, dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas keummatan di Kalimantan Timur.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan saat pertemuan koordinasi bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya terus mendorong masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim, untuk menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati Ardiansyah. Ia menambahkan, manfaat zakat sangat luas dan strategis, tidak hanya membantu mustahik secara langsung tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah. “Zakat ini bukan hanya urusan ibadah, tapi juga solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Maka penting bagi kita semua, khususnya ASN, untuk memberikan contoh dan kesediaan dalam membayar zakat melalui BAZNAS,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi peran aktif BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan dari dana zakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus diperkuat demi kemaslahatan umat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menyambut baik dukungan Bupati Kutim dan menyatakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah masyarakat dengan prinsip pengelolaan yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Kami sangat terbuka dengan dukungan pemerintah daerah. Dukungan tersebut adalah modal utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dan memperluas jangkauan program-program zakat di seluruh Kalimantan Timur,” ungkapnya. Dengan dukungan yang kuat dari kepala daerah dan sinergi yang terbangun dengan baik, BAZNAS Kaltim optimis gerakan zakat akan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur yang direncanakan akan digelar pada akhir Juli 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi bersama pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. Dari BAZNAS Kutai Timur hadir Wakil Ketua II Moh. Abdullah, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua IV Hj. Narwa Abdul, Lc., M.A., dan Kepala Pelaksana Lukman Affandi, S.H.I., M.H. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan rencana pelaksanaan Rakorda pada akhir Agustus 2025. Namun, mengingat berdekatan dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pihaknya membuka ruang untuk masukan dari Bupati Kutim selaku tuan rumah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Timur menyarankan pelaksanaan Rakorda di akhir Juli, yakni pada tanggal 27–29 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat menjadi momentum strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati. Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus berinovasi dan menggerakkan potensi zakat secara lebih kreatif, termasuk melalui gerakan infak sederhana. “Gerakan infak dari nominal kecil seperti Rp5.000, lama-lama bisa jadi Rp50 juta. Ini soal konsistensi dan kepedulian,” ujarnya. Terkait keterlibatan perusahaan, Bupati menekankan pentingnya pendekatan kepada pelaku usaha untuk menyalurkan zakat profesi, namun membuka ruang kontribusi lebih besar melalui dana sosial lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E mengungkapkan, agar mendorong pemanfaatan dana CSR dari perusahaan sebagai strategi memperluas penerima manfaat. Mengingat Kutim memiliki banyak perusahaan dengan potensi zakat perusahaan yang besar. “Melalui CSR, jangkauan bantuan dapat lebih luas karena tidak terbatas hanya untuk 8 golongan asnaf. Ini juga membuka ruang kolaborasi lebih besar dengan berbagai pihak,” jelasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Buoati Kutim atas dukungan yang terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Kutai Timur hingga mampu menjadi salah satu pengumpul zakat terbesar di antara kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur. “Sinergi ini penting untuk memperkuat peran zakat sebagai pilar penanggulangan kemiskinan. Terima kasih atas komitmen dan kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS,” pungkasnya. Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan program, meningkatkan tata kelola zakat, serta mendorong harmonisasi pelaksanaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
Dalam rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyerahan simbolis program kerjasama antara BAZNAS Kaltim, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan, dan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, berupa penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya ayam petelur, Minggu, (21/06/2025). Program ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam mendukung ekonomi syariah berbasis komunitas. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. “Program ini merupakan bagian dari visi BAZNAS Kaltim untuk memberdayakan lembaga pendidikan berbasis pesantren agar mandiri secara ekonomi. Kami tidak hanya ingin menjadi penyalur bantuan sesaat, tetapi juga mendorong ekosistem usaha berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ujar H. Badrus Syamsi. Program budidaya ayam petelur ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan, melibatkan santri dan pengurus pondok pesantren secara aktif dalam pengelolaan usaha. Selain itu, pada momen yang sama, juga diluncurkan program Wakaf Digital di dua titik wilayah Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penguatan instrumen keuangan sosial syariah yang berbasis teknologi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi program-program ekonomi dan keuangan syariah yang telah dijalankan sepanjang tahun, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antar stakeholders. Lebih lanjut H. Badrus Syamsi berharap, lewat langkah kolaboratif ini, pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga sentra pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan keterlibatan aktif lembaga keuangan dan lembaga zakat, model pemberdayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan pengarahan kepada para amil pelaksana dalam briefing rutin yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang egaliter, namun tetap terukur dan disiplin dalam pelaksanaan tugas. "Egaliter itu penting. Kita ingin suasana kerja yang sehat, saling menghargai, tidak ada rasa takut atau tertekan. Tetapi dalam suasana kerja yang egaliter, tetap ada aturan yang harus dijalankan dan target yang harus dicapai," ujar Achmad Suparno. Dalam arahannya, ia menyampaikan konsep "Egaliter Plus-Plus" sebagai pendekatan kerja yang menggabungkan rasa kebersamaan dengan kesadaran terhadap tanggung jawab profesional. Plus yang pertama, kata dia, adalah menjaga rasa—bahwa setiap manusia memiliki kepekaan, perasaan, dan taste dalam menjalani pekerjaan. Artinya, komunikasi dan relasi antarpegawai harus dibangun dengan empati dan etika. Plus kedua adalah kepatuhan terhadap aturan. Ia mengingatkan pentingnya membangun mindset positif dan ikhtiar dalam bekerja, dengan terus mengedepankan nilai ihsan—bekerja sebaik mungkin meskipun tidak dilihat atasan secara langsung. “Ketiga, jangan sampai pimpinan bersikap diam terhadap kesalahan. Pimpinan yang membiarkan kekeliruan tanpa teguran justru melemahkan semangat profesionalisme. Harus ada keberanian menegur dengan bijak demi perbaikan bersama,” tegasnya. Achmad Suparno juga menegaskan bahwa pola kerja yang berimbang antara semangat, aturan, dan nilai-nilai moral adalah kunci dalam menjaga kualitas pelayanan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga pengelola dana zakat yang profesional dan terpercaya. "Semangat kita adalah bersatu hati, bekerja ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dengan cara ini, insyaAllah BAZNAS Kaltim akan semakin solid dan bermanfaat bagi umat," tutupnya.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →