WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Dukung Penguatan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas

BALIKPAPAN – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, turut menghadiri agenda Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pelaksanaan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sakura RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan tersebut merupakan kerja sama antara Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur. Agenda ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya jajaran Polda Kaltim, rumah sakit, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja, serta mitra terkait. 

Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam agenda tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus mendukung program-program pemerintah, khususnya di bidang kesehatan yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat.

Selama ini, BAZNAS Kaltim telah membangun sinergi dengan sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dan RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan. Kerja sama tersebut menjadi salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS Kaltim dalam memperluas manfaat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa meskipun BAZNAS Kaltim tidak menjadi pihak yang secara langsung menandatangani PKS pada agenda tersebut, BAZNAS tetap memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

“BAZNAS Kaltim memang tidak secara langsung menjadi bagian dari PKS ini. Namun, kami tetap mendukung setiap program yang membawa kemaslahatan bagi umat, terlebih dalam hal penanganan korban kecelakaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Ahmad Nabhan.

Menurutnya, sinergi lintas lembaga menjadi hal penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang mudah, cepat, dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Selama ini BAZNAS Kaltim juga telah bersinergi dengan Dinas Kesehatan maupun rumah sakit dalam berbagai program kesehatan. Karena itu, kami tentu mendukung langkah-langkah yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Dalam agenda tersebut, Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan, drg. Ahmad Jais, M.H., MARS, dalam laporannya menjelaskan bahwa layanan satu pintu tersebut dikembangkan melalui inovasi SI JAKA (Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas).

SI JAKA dirancang untuk mengintegrasikan proses pelayanan dan administrasi penjaminan korban kecelakaan lalu lintas. Sistem tersebut menjadi bagian dari ekosistem layanan yang mencakup petugas pelayanan Sahabat LAKA, Ruangan Bersama sebagai ruang layanan terpadu, serta aplikasi SI JAKA sebagai sistem pendukung pelayanan.

Melalui sistem tersebut, proses yang sebelumnya membutuhkan koordinasi antarinstansi diupayakan menjadi lebih terintegrasi, mulai dari penerimaan korban, verifikasi data, penginputan ke sistem penjaminan, pelaporan hingga koordinasi dengan instansi terkait.

RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan juga ditetapkan sebagai rumah sakit percontohan atau pilot project dalam penerapan Layanan Satu Pintu Penjaminan Korban Kecelakaan Lalu Lintas. Selanjutnya, penerapan layanan tersebut akan dikembangkan secara bertahap pada rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sesuai hasil evaluasi dan kesiapan masing-masing rumah sakit.

Menariknya, dalam pengembangan ke depan, pengelolaan aplikasi SI JAKA direncanakan melibatkan Tim Gabungan Pengelola Aplikasi yang terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, PT Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS, serta rumah sakit pengguna aplikasi.

Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari ruang sinergi antarlembaga dalam mendukung pelayanan publik, tanpa mengurangi peran dan kewenangan masing-masing lembaga.

Ahmad Nabhan menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak dalam rangka menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Prinsipnya, BAZNAS akan terus mendukung apa yang menjadi kemaslahatan umat. Apalagi jika program tersebut menyangkut pelayanan kesehatan dan keselamatan masyarakat. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dukungan BAZNAS Kaltim terhadap sektor kesehatan merupakan bagian dari komitmen agar manfaat zakat dapat dirasakan secara lebih luas dan merata oleh masyarakat di Kalimantan Timur.

“Harapan kami, berbagai bentuk kerja sama yang sudah terjalin dengan rumah sakit dan instansi terkait dapat terus berkembang. BAZNAS Kaltim ingin hadir sebagai mitra yang dapat memberikan kontribusi sesuai dengan peran dan kemampuan lembaga,” tuturnya.

Agenda penandatanganan PKS ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, para pejabat utama Polda Kaltim, kepala rumah sakit, kepala satuan lalu lintas, serta perwakilan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, PT Jasa Raharja dan mitra lainnya. Daftar undangan resmi juga mencantumkan pimpinan sejumlah rumah sakit pemerintah di Kalimantan Timur. 

 

Melalui kehadiran dan dukungan tersebut, BAZNAS Kaltim menegaskan komitmennya untuk terus mengambil bagian dalam berbagai upaya kolaboratif yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan dan pelayanan sosial di Kalimantan Timur.

16/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Respons Dampak Kemarau, BAZNAS Kaltim dan Pemprov Kaltim Salurkan 10 Ton Beras untuk warga di daerah Mahakam Ulu

SAMARINDA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan sebanyak 10 ton beras untuk masyarakat yang terdampak musim kemarau di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Sabtu, (29/08/2026).

Bantuan logistik pangan tersebut disalurkan melalui jalur darat menggunakan armada truk menuju kawasan Mahakam Ulu. Penyaluran bantuan ini dikawal langsung oleh jajaran Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, di antaranya Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa aksi cepat tanggap ini merupakan bentuk kepedulian bersama atas kesulitan yang dialami warga akibat kemarau panjang. Surutnya aliran Sungai Mahakam telah menghambat jalur transportasi air yang menjadi akses vital distribusi logistik, sehingga memicu lonjakan harga bahan pokok serta kelangkaan air bersih di wilayah tersebut.

"Dampak musim kemarau ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat di Mahakam Ulu, khususnya warga di wilayah hulu seperti Kecamatan Long Apari dan Kecamatan Long Pahangai, serta kawasan ibu kota kabupaten di Long Bagun. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita di sana," ujar Ahmad Nabhan saat pelepasan bantuan di Samarinda.

Ahmad Nabhan menambahkan, pengiriman beras dilakukan melalui jalur darat untuk memastikan logistik tiba dengan aman dan tepat sasaran. "Bantuan beras ini disalurkan lewat jalur darat menggunakan truk. Kami dari jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim juga turut mengawal langsung proses pengirimannya hingga sampai ke lokasi penyaluran," tegasnya.

Bantuan pangan sebanyak 10 ton tersebut nantinya disalurkan secara sinergis melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dan BAZNAS Kabupaten Mahakam Ulu. Bantuan ditargetkan menjangkau 1.000 mustahik, di mana masing-masing penerima manfaat akan mendapatkan alokasi 10 kg beras.

Melalui sinergi antara Pemprov Kaltim, BAZNAS Kaltim, dan Pemkab Mahulu, diharapkan bantuan logistik ini dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat terdampak serta menekan dampak krisis ekonomi dan sosial akibat bencana musim kemarau di wilayah perbatasan Kalimantan Timur tersebut.

29/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Melunasi Biaya Pengobatan Luka Bakar Nabila, Putri Penjual Roti Keliling Asal Paser

BALIKPAPAN — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pengobatan dan perawatan medis kepada Nabila Desty Nurillah (18), warga Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, yang mengalami musibah luka bakar akibat kebocoran gas kompor.

Musibah tersebut terjadi saat Nabila hendak memasak. Kompor yang mengalami kerusakan memicu kebocoran gas, sehingga saat pemantik dinyalakan, api dengan cepat menyambar bagian wajah dan kedua tangan korban. Nabila dilarikan ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan dan langsung mendapatkan penanganan darurat di Intesive Care Unit (ICU) serta Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Berdasarkan hasil diagnosis medis, Nabila mengalami combustio (luka bakar) derajat IIA sebesar 9% pada regio wajah serta antebrachii dextra-sinistra (lengan bawah kanan dan kiri) yang masuk dalam kategori critical area. Kondisi tersebut mengharuskannya menjalani tindakan operasi dan rawat inap intensif di RSKD Balikpapan sejak 5 hingga 13 Agustus 2026.

Namun, kendala biaya membentangi proses pemulihannya. Nabila belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sementara sang ayah, Achmad Waris, hanyalah seorang penjual roti keliling yang telah melakoni profesinya selama 10 tahun dengan penghasilan tidak menentu. Meski sempat mendapat pinjaman pinjam-meminjam bantuan dari kerabat, jumlah tersebut belum mencukupi tagihan tindakan medis dan perawatan rumah sakit.

Menanggapi kondisi darurat muzaki dan mustahik tersebut, BAZNAS Kaltim bergerak cepat menyalurkan bantuan penanganan kesehatan secara langsung melalui pihak rumah sakit untuk melunasi biaya operasi, perawatan medis, hingga kebutuhan akomodasi pendampingan selama di Balikpapan.

Ayah korban, Achmad Waris, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kepedulian para muzaki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kaltim.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kaltim serta seluruh donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesulitan. Semoga menjadi amal ibadah, mendapat keberkahan, serta kelancaran rezeki bagi para donatur. Semoga keberadaan BAZNAS Kaltim dapat terus membawa manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan," ungkap Achmad Waris.

Secara terpisah, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan program Kaltim Sehat ini bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang diamanahkan oleh para muzaki, termasuk para pegawai dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Kaltim.

"Bantuan ini merupakan wujud nyata kolaborasi dan sinergi program kesehatan untuk membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis mendesak. Mayoritas permohonan yang masuk melalui kerjasama RSKD Balikpapan memang berasal dari keluarga berpenghasilan tidak menentu dengan biaya pengobatan tinggi yang tidak ditanggung oleh BPJS," jelas Ahmad Nabhan.

Ahmad Nabhan juga mendoakan agar Ananda Nabila dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Pihaknya menegaskan komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus hadir merespons cepat setiap permasalahan sosial dan kesehatan yang dihadapi warga kurang mampu di Kalimantan Timur.

26/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar RAKORDA dan BSD, Fokus Perkuat Pengelolaan Zakat dan Ekonomi Umat

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) tahun 2026. Acara yang menjadi momentum strategis bagi tata kelola zakat di Kalimantan Timur ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa (11/8/2026).

Dalam laporannya, Pimpinan BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, memaparkan capaian membanggakan terkait penghimpunan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) dan DSKL yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BAZNAS Kaltim, penghimpunan dana mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya, mencapai Rp20,6 miliar pada tahun 2025. Hingga Juli 2026, angka penghimpunan bahkan telah menyentuh Rp19,05 miliar.

"Peningkatan ini merupakan bukti nyata kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh serta komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah memberikan pelayanan terbaik. Capaian ini juga didukung dengan perbaikan administrasi dan tata kelola yang transparan, terbukti dengan perolehan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kantor Akuntan Publik secara berturut-turut," ujar Ahmad Nabhan.

Wakil Gubernur Kaltim, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja BAZNAS Kaltim. Ia menegaskan bahwa zakat adalah instrumen krusial dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendukung penguatan zakat. Saya mengajak seluruh pimpinan Forkopimda dan instansi terkait untuk menunaikan zakatnya melalui BAZNAS Kaltim. Dengan zakat yang terhimpun, kita dapat fokus pada pemberdayaan UMKM agar manfaatnya lebih luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat kecil," tegas Wagub Seno Aji.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BAZNAS RI, Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menekankan pentingnya sinergi kelembagaan. Menurutnya, pengelolaan zakat tidak boleh stagnan dan harus terus ditumbuhkan, baik dari sisi penghimpunan maupun pendayagunaan.

"Pengelolaan zakat yang profesional memiliki dampak langsung bagi pembangunan daerah. BAZNAS harus terus bertransformasi agar setiap rupiah zakat yang disalurkan dapat menjadi solusi bagi pengentasan kemiskinan dan mendukung program-program pembangunan daerah secara terukur," jelas Zainut Tauhid.

Kegiatan RAKORDA dan BSD 2026 ini dijadwalkan berlangsung hingga 13 Agustus 2026, dengan melibatkan pimpinan BAZNAS dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah taktis dalam memperkuat kelembagaan serta mengintegrasikan program pendayagunaan zakat yang lebih berdampak bagi kesejahteraan umat di Kalimantan Timur.

10/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
Sinergi Pengelolaan ZIS dan Perluasan Program Sosial, Gubernur Kaltim Beri Arahan Strategis untuk BAZNAS Kaltim

SAMARINDA — Jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar audiensi bersama Gubernur Kalimantan Timur di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (21/07/2026). Pertemuan strategis ini diselenggarakan untuk bersilaturahmi, memaparkan laporan kinerja semester berjalan, sekaligus memohon bimbingan, evaluasi, serta arahan langsung dari Gubernur selaku pimpinan pemegang kebijakan tertinggi di daerah.

Suasana pertemuan yang berlangsung di ruang kerja gubernur tersebut tampak begitu hangat, cair, dan penuh keakraban. Gubernur tampak antusias berdialog interaktif dengan jajaran pimpinan BAZNAS dan manajemen rumah sakit, menyelipkan beberapa gurauan ringan yang mencairkan suasana namun tetap sarat akan makna dan evaluasi konstruktif.

Agenda penting ini turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aji Muhammad Fitra Firnanda, S.T., M.M., serta Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur Dr. Hj. Dasmiah, S.Pd., M.A.P. Hadir pula Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim H. Miswan Thahadi, M.Pd.I., Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Achmad Suparno, S.H., Kepala Dinas Kesehatan Dr. dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, serta Direktur RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan drg. Ahmad Jais, M.H., MARS beserta jajaran.

Dalam pemaparannya, pimpinan BAZNAS Kaltim menyampaikan capaian penghimpunan dana ZIS yang telah mencapai Rp18,6 miliar dengan realisasi pendistribusian menyentuh angka Rp19,1 miliar, yang ditopang dari sisa saldo tahun sebelumnya guna mengantisipasi kebutuhan momentum Ramadan. Selain itu, BAZNAS Kaltim turut melaporkan raihan Indeks Zakat Nasional (IZN) tertinggi secara nasional dengan skor 0,90 berkategori sustainable dari BAZNAS RI, serta rencana strategis pembangunan rumah singgah di Balikpapan bagi pasien RSKD beserta keluarga.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Kaltim menyambut baik berbagai ikhtiar dan program kemaslahatan yang dihadirkan, sekaligus membagikan banyak masukan konstruktif sebagai bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat tata kelola zakat di Benua Etam.

"Kita tentu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur yang selalu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Terkait rencana pembangunan rumah singgah, kita menyambut baik dan perlu berdiskusi mengenai peletakannya agar rumah ini bukan sekadar tempat bermalam, tetapi menghadirkan harapan bagi pasien dan keluarganya untuk berjuang mendapatkan kesembuhan," ujar Gubernur.

Gubernur juga menekankan agar BAZNAS Kaltim ke depan dapat memperluas cakupan pendekatan, tidak terbatas pada jalur religius semata, melainkan merambah ke ranah sosial-ekonomi yang lebih luas melalui mapping program yang matang di mana BAZNAS berperan aktif dalam menghimpun data di lapangan. Guna mengoptimalkan potensi zakat korporasi—khususnya dari sektor perkebunan berskala besar dan pertambangan—Gubernur berharap BAZNAS Kaltim dapat dilibatkan dan membersamai seluruh agenda serta rangkaian kegiatan kunjungan kerja kepala daerah bersama dinas teknis terkait.

Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan mendalam atas waktu, perhatian, serta seluruh arahan berharga yang telah diberikan oleh Gubernur beserta jajaran pemprov.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bimbingan langsung dari Bapak Gubernur. Seluruh masukan dan evaluasi yang disampaikan menjadi momentum penting bagi kami di BAZNAS Kaltim untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pengelolaan ZIS, serta memperluas jangkauan kolaborasi agar manfaat zakat semakin dirasakan secara luas oleh masyarakat yang membutuhkan di Kalimantan Timur," ungkap H. Badrus Syamsi.

Kehangatan pertemuan tersebut kemudian berlanjut ketika azan berkumandang. Gubernur bersama seluruh tamu undangan dan jajaran BAZNAS beranjak bersama menuju Masjid Nurul Mukminin di lingkungan kompleks kantor gubernur untuk melaksanakan sholat berjamaah. Usai menunaikan ibadah, Gubernur menjamu seluruh rombongan untuk menikmati makan siang bersama di ruang VIP Odah Etam. 

Di sela-sela santap siang yang penuh kekeluargaan tersebut, suasana diskusi tetap mengalir cair. Pembicaraan kemudian dilanjutkan kembali secara lebih mendalam guna memantapkan rencana teknis pembangunan Rumah Singgah di RSKD Balikpapan, sebelum akhirnya rangkaian kegiatan ditutup dengan koordinasi persiapan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Kaltim 2026 yang dijadwalkan pada Agustus mendatang. Seluruh rangkaian agenda ini semakin mempertegas komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional, akuntabel, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

21/07/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim Tekankan Pentingnya Kolaborasi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat Melalui Zakat, Infak, dan Wakaf Produktif
Samarinda — Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (RAKORWIL) Pengurus Wilayah IPARI Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan di Hotel Grand Sawit, Kota Samarinda, Rabu (02/07/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh para penyuluh agama dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, dengan tujuan untuk memperkuat sinergi dalam mendukung program-program keumatan, khususnya di bidang zakat, infak, dan wakaf produktif. Dalam penyampaian materinya yang bertajuk “Zakat, Wakaf, dan Infak Produktif: Ruang Aksi Penyuluh Agama dalam Penguatan Ekonomi Umat”, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa potensi zakat tidak hanya berfungsi sebagai instrumen ibadah semata, tetapi juga memiliki kekuatan strategis sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama bagi para mustahik yang membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit secara mandiri. "Zakat bukan sekadar kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi solusi konkret dalam pemberdayaan ekonomi umat. Ketika zakat dikelola secara profesional dan disalurkan secara tepat sasaran, maka akan lahir masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya," ujarnya dalam sesi pemaparan. Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh penyuluh agama untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan zakat melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Provinsi Kaltim. Menurutnya, pembentukan UPZ IPARI menjadi langkah strategis dan kolaboratif dalam memperluas jangkauan pengumpulan zakat serta mempercepat terwujudnya visi besar BAZNAS dalam menyejahterakan umat. "Melalui pembentukan UPZ di lingkungan IPARI, para penyuluh agama tidak hanya menjadi penggerak dakwah spiritual, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat melalui gerakan zakat, infak, dan wakaf produktif. Kolaborasi ini sangat penting untuk mengokohkan peran penyuluh sebagai agen perubahan sosial yang sesungguhnya," tambahnya. Kegiatan RAKORWIL ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kemitraan antara IPARI dan BAZNAS Kaltim, serta mendorong lahirnya program-program zakat produktif yang mampu menyasar langsung kebutuhan masyarakat di Kaltim. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk para penyuluh agama, dalam membangun ekosistem zakat yang amanah,dan profesional. Turut hadir dalam agenda tersebut Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim Munawarah, S.Sos.I.
BERITA02/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
BAZNAS Kaltim Serahkan Aset Operasional kepada UPZ Islamic Center Samarinda
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kelembagaan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pada Rabu (01/07/2025), BAZNAS Kaltim melaksanakan serah terima aset operasional kepada pengurus UPZ Islamic Center Samarinda, yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim. Penyerahan aset berupa satu unit handphone merek Redmi A5 ini dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara serah terima oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim Bidang Administrasi, SDM, dan Umum, Achmad Suparno, S.H., bersama Wakil Ketua UPZ Islamic Center Samarinda, Djoko Iriandono, S.E., M.A. Aset tersebut akan digunakan untuk mendukung operasional UPZ Islamic Center, khususnya dalam pengelolaan data dan pelayanan mustahik serta sebagai fungsi call center layanan UPZ. Penyediaan perangkat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.“Aset yang diberikan ini adalah bentuk dukungan konkret BAZNAS Kaltim kepada UPZ agar bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas. Kami berharap perangkat ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk keperluan operasional lembaga, terutama dalam pelayanan kepada mustahik,” tegas Achmad Suparno. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebelumnya antara BAZNAS Kaltim dan UPZ Islamic Center tentang penyaluran dan pendistribusian dana zakat. Sebagai bagian dari proses pembinaan kelembagaan, pengurus UPZ Islamic Center juga telah dibekali pelatihan pengelolaan Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SiMBA), termasuk tata kelola pelaporan dan ZIS berbasis digital, guna memastikan pelaksanaan yang sesuai prinsip 3A: Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Sekretaris UPZ Islamic Center, Masliansyah, dan Staf Pelaksana Keuangan BAZNAS Kaltim, Rizky Awaliyah Maulidina. Dengan penyerahan aset ini, BAZNAS Kaltim berharap sinergi antar lembaga pengelola zakat terus terjaga dan semakin memperkuat jaringan layanan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA01/07/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
BAZNAS Kaltim Teken Kerja Sama dengan Badan Pengelola Islamic Center: Optimalisasi Pengumpulan dan Pendayagunaan Dana ZIS Melalui UPZ Masjid Raya Baitul Muttaqien
Samarinda — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur dalam upaya optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak, di Ruang Rapat Kantor BAZNAS Kaltim, Senin (30/6). Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid. Penandatanganan ini menjadi komitmen dalam penyaluran dan pendistribusian dana zakat, salah satunya terkait kegiatan yang ada di Islamic Center, seperti honor penceramah setiap subuh dan operasional kegiatan. Selain itu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien, akan berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS kaltim dalam mengelola dan menyalurkan dana ZIS di lingkungan Islamic Center dan masyarakat sekitar. Turut hadir dalam agenda ini Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, MAP, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I, M.E, dan Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I, Kepala Divisi Keuangan Resty Amalia Ulfah, Pelaksana Keuangan Rizky Awaliyah Maulidina, Kepala Divisi Pengumpulan dan Pendayagunaan Syarifah Farida Iriani, serta jajaran pengurus dari Badan Pengelola Islamic Center. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa MoU dengan UPZ di Masjid Raya Baitul Muttaqien merupakan langkah konkret dalam memperluas jejaring pengumpulan zakat, serta memastikan dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. UPZ ini akan menjadi bagian dari pengelolaan zakat kepada masyarakat, khususnya para jamaah dan pegawai di lingkungan Islamic Center. “Nanti pengelolaan zakat baik pendistribusian dan pelaporan dana secara resmi akan dikelola langsung oleh pengurus UPZ islamic. Mengingat masjid Islamic Center ini tingkat provinsi maka sebagai perpanjangan tangan dari BAZNAS Kaltim juga.” Kata H. Ahmad Nabhan. Sementara itu, Ketua I Badan Pengelola Islamic Center Provinsi Kalimantan Timur, KH Muhammad Rasyid, mengungkapkan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi umat, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi mustahik melalui program-program produktif yang diinisiasi oleh BAZNAS Kaltim. Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien nantinya akan menjalankan fungsi pengumpulan zakat, baik zakat maal, infak, dan sedekah dari jamaah masjid, pengurus, hingga donatur lainnya. Seluruh dana yang terhimpun akan dikelola secara profesional dan disalurkan kepada delapan asnaf (golongan penerima zakat) yang berhak, sesuai dengan ketentuan syariah dan regulasi yang berlaku. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Kaltim dan Badan Pengelola Islamic Center berkomitmen untuk meningkatkan literasi zakat di tengah masyarakat dan memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi umat.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Tegakkan Budaya Kerja Islami, BAZNAS Kaltim Tanamkan Etika dan Profesionalitas Amil
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus berkomitmen membangun budaya kerja yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan profesionalisme. Hal ini ditegaskan dalam kegiatan briefing pelaksana yang digelar pada Senin, (30/06/2025) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., menekankan pentingnya pembentukan budaya kerja yang tidak hanya menertibkan profesionalitas amil, tetapi juga adab sebagai insan pengelola zakat. Menurutnya, nilai-nilai yang dijunjung tinggi di BAZNAS Kaltim harus berakar pada ajaran Islam dan menjadi bagian dari amanah Undang-Undang yang telah ditetapkan bagi lembaga pengelola zakat. "Kita ingin mewujudkan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga Islami yang profesional. Untuk itu, etika dan adab harus menjadi nafas kerja kita, agar marwah lembaga tetap terjaga," tegasnya di hadapan para pelaksana. Senada dengan itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman, AR, M.A.P., menyampaikan bahwa sebagai lembaga berbasis Islam, BAZNAS tidak hanya memiliki standar profesional, tetapi juga standar etika dan karakteristik islami yang menjadi pembeda. "BAZNAS itu lembaga Islam. Maka standar kerja kita pun harus mencerminkan nilai-nilai Islam, baik dari sisi etika, karakteristik, hingga estetika," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi dalam tim adalah bagian dari manajemen yang harus dikelola dengan etika dan nilai-nilai karakter yang kuat. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapan kepada seluruh amil dan pelaksana untuk terus meningkatkan ketaatan terhadap aturan melalui proses standarisasi dan sistem yang akomodatif terhadap kondisi riil yang ada di lingkungan kerja. "Aturan baku itu penting, tapi juga harus kita sesuaikan dengan realitas di lapangan. Sistem yang kita jalankan harus bisa menjembatani nilai-nilai yang kita yakini dengan praktik kerja yang adaptif," tutupnya. Briefing ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam menjaga konsistensi tata kelola lembaga zakat yang amanah, profesional, dan sesuai syariat. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk kultur kerja yang harmonis, beretika, dan produktif dalam menjalankan tugas-tugas keummatan di Kalimantan Timur.
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Bupati Kutim Dukung Optimalisasi Zakat melalui BAZNAS Kaltim, Dorong ASN Tunaikan Zakat Profesi
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungan penuhnya terhadap upaya optimalisasi pengumpulan dan pengelolaan zakat yang dilakukan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur. Hal ini disampaikan saat pertemuan koordinasi bersama jajaran pimpinan BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan pentingnya terus mendorong masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kutim, untuk menunaikan zakat profesi melalui BAZNAS. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati Ardiansyah. Ia menambahkan, manfaat zakat sangat luas dan strategis, tidak hanya membantu mustahik secara langsung tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah. “Zakat ini bukan hanya urusan ibadah, tapi juga solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian umat. Maka penting bagi kita semua, khususnya ASN, untuk memberikan contoh dan kesediaan dalam membayar zakat melalui BAZNAS,” ujarnya. Bupati juga mengapresiasi peran aktif BAZNAS Kaltim dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur dalam melaksanakan berbagai program pemberdayaan dari dana zakat. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus diperkuat demi kemaslahatan umat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan menyambut baik dukungan Bupati Kutim dan menyatakan komitmen BAZNAS dalam menjaga amanah masyarakat dengan prinsip pengelolaan yang Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. “Kami sangat terbuka dengan dukungan pemerintah daerah. Dukungan tersebut adalah modal utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS dan memperluas jangkauan program-program zakat di seluruh Kalimantan Timur,” ungkapnya. Dengan dukungan yang kuat dari kepala daerah dan sinergi yang terbangun dengan baik, BAZNAS Kaltim optimis gerakan zakat akan semakin optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Bupati Kutai Timur Dukung Penuh Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur
Sangatta — Bupati Kutai Timur Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Kalimantan Timur yang direncanakan akan digelar pada akhir Juli 2025. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan koordinasi bersama pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Kabupaten Kutai Timur pada Sabtu, (28/06/2025) di Rumah Jabatan Bupati Kutim. Turut hadir Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., serta Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos. Dari BAZNAS Kutai Timur hadir Wakil Ketua II Moh. Abdullah, S.Pd.I., M.Pd, Wakil Ketua IV Hj. Narwa Abdul, Lc., M.A., dan Kepala Pelaksana Lukman Affandi, S.H.I., M.H. Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Kaltim menyampaikan rencana pelaksanaan Rakorda pada akhir Agustus 2025. Namun, mengingat berdekatan dengan momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pihaknya membuka ruang untuk masukan dari Bupati Kutim selaku tuan rumah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Timur menyarankan pelaksanaan Rakorda di akhir Juli, yakni pada tanggal 27–29 Juli 2025. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kutim mendukung penuh kegiatan ini dan berharap dapat menjadi momentum strategis memperkuat sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur. “Persoalan zakat profesi memang banyak khilafiyah. Namun jangan sampai perbedaan pendapat itu justru menghalangi semangat kita untuk membersihkan harta. Yang penting zakatnya sudah dikeluarkan, hartanya bersih sampai ke rumah,” tegas Bupati. Ia juga mendorong BAZNAS untuk terus berinovasi dan menggerakkan potensi zakat secara lebih kreatif, termasuk melalui gerakan infak sederhana. “Gerakan infak dari nominal kecil seperti Rp5.000, lama-lama bisa jadi Rp50 juta. Ini soal konsistensi dan kepedulian,” ujarnya. Terkait keterlibatan perusahaan, Bupati menekankan pentingnya pendekatan kepada pelaku usaha untuk menyalurkan zakat profesi, namun membuka ruang kontribusi lebih besar melalui dana sosial lainnya. Sementara itu, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E mengungkapkan, agar mendorong pemanfaatan dana CSR dari perusahaan sebagai strategi memperluas penerima manfaat. Mengingat Kutim memiliki banyak perusahaan dengan potensi zakat perusahaan yang besar. “Melalui CSR, jangkauan bantuan dapat lebih luas karena tidak terbatas hanya untuk 8 golongan asnaf. Ini juga membuka ruang kolaborasi lebih besar dengan berbagai pihak,” jelasnya. Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Buoati Kutim atas dukungan yang terus diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Kutai Timur hingga mampu menjadi salah satu pengumpul zakat terbesar di antara kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Timur. “Sinergi ini penting untuk memperkuat peran zakat sebagai pilar penanggulangan kemiskinan. Terima kasih atas komitmen dan kepercayaan yang terus diberikan kepada BAZNAS,” pungkasnya. Rakorda BAZNAS se-Kalimantan Timur ini diharapkan menjadi forum strategis untuk mengonsolidasikan program, meningkatkan tata kelola zakat, serta mendorong harmonisasi pelaksanaan zakat di Kalimantan Timur.
BERITA28/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
BAZNAS Kaltim Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Program Budidaya Ayam Petelur
Dalam rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2025, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi umat melalui program kolaborasi strategis. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyerahan simbolis program kerjasama antara BAZNAS Kaltim, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Balikpapan, dan Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari, berupa penguatan kemandirian ekonomi pesantren melalui budidaya ayam petelur, Minggu, (21/06/2025). Program ini menjadi salah satu wujud nyata sinergi antar-lembaga dalam mendukung ekonomi syariah berbasis komunitas. Penyerahan simbolis dilakukan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E. “Program ini merupakan bagian dari visi BAZNAS Kaltim untuk memberdayakan lembaga pendidikan berbasis pesantren agar mandiri secara ekonomi. Kami tidak hanya ingin menjadi penyalur bantuan sesaat, tetapi juga mendorong ekosistem usaha berkelanjutan di lingkungan pesantren,” ujar H. Badrus Syamsi. Program budidaya ayam petelur ini dirancang dengan pendekatan pemberdayaan dan pembinaan berkelanjutan, melibatkan santri dan pengurus pondok pesantren secara aktif dalam pengelolaan usaha. Selain itu, pada momen yang sama, juga diluncurkan program Wakaf Digital di dua titik wilayah Kalimantan Timur, sebagai bagian dari penguatan instrumen keuangan sosial syariah yang berbasis teknologi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi program-program ekonomi dan keuangan syariah yang telah dijalankan sepanjang tahun, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas antar stakeholders. Lebih lanjut H. Badrus Syamsi berharap, lewat langkah kolaboratif ini, pesantren tak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga sentra pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai keislaman. Dengan keterlibatan aktif lembaga keuangan dan lembaga zakat, model pemberdayaan seperti ini dapat menjadi inspirasi dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Egaliter Tak Berarti Bebas Aturan: BAZNAS Kaltim Tekankan Nilai Ihsan dalam Bekerja
Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Achmad Suparno, S.H., memberikan pengarahan kepada para amil pelaksana dalam briefing rutin yang dilaksanakan pada Kamis (19/06) di Kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menumbuhkan semangat kerja yang egaliter, namun tetap terukur dan disiplin dalam pelaksanaan tugas. "Egaliter itu penting. Kita ingin suasana kerja yang sehat, saling menghargai, tidak ada rasa takut atau tertekan. Tetapi dalam suasana kerja yang egaliter, tetap ada aturan yang harus dijalankan dan target yang harus dicapai," ujar Achmad Suparno. Dalam arahannya, ia menyampaikan konsep "Egaliter Plus-Plus" sebagai pendekatan kerja yang menggabungkan rasa kebersamaan dengan kesadaran terhadap tanggung jawab profesional. Plus yang pertama, kata dia, adalah menjaga rasa—bahwa setiap manusia memiliki kepekaan, perasaan, dan taste dalam menjalani pekerjaan. Artinya, komunikasi dan relasi antarpegawai harus dibangun dengan empati dan etika. Plus kedua adalah kepatuhan terhadap aturan. Ia mengingatkan pentingnya membangun mindset positif dan ikhtiar dalam bekerja, dengan terus mengedepankan nilai ihsan—bekerja sebaik mungkin meskipun tidak dilihat atasan secara langsung. “Ketiga, jangan sampai pimpinan bersikap diam terhadap kesalahan. Pimpinan yang membiarkan kekeliruan tanpa teguran justru melemahkan semangat profesionalisme. Harus ada keberanian menegur dengan bijak demi perbaikan bersama,” tegasnya. Achmad Suparno juga menegaskan bahwa pola kerja yang berimbang antara semangat, aturan, dan nilai-nilai moral adalah kunci dalam menjaga kualitas pelayanan BAZNAS Kaltim sebagai lembaga pengelola dana zakat yang profesional dan terpercaya. "Semangat kita adalah bersatu hati, bekerja ikhlas dan penuh tanggung jawab. Dengan cara ini, insyaAllah BAZNAS Kaltim akan semakin solid dan bermanfaat bagi umat," tutupnya.
BERITA21/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Jumat (20/6), di Ruang Buana, RSUD AWS. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan ZIS, khususnya di sektor kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Hadir pula perwakilan RSUD AWS, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS). Dalam paparannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa potensi zakat dari seluruh rumah sakit pemerintah di Kaltim diperkirakan mencapai Rp9,2 miliar per tahun. Angka ini tentu menjadi peluang besar apabila dapat dihimpun secara optimal. “Bayangkan jika potensi Rp9,2 miliar itu terhimpun maksimal. Dampaknya luar biasa bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin, terutama untuk pembiayaan medis yang tidak dijangkau oleh BPJS,” ujar Badrus. Ia menambahkan, hingga awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai program kesehatan, termasuk bantuan pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan operasi batu ginjal Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Selain itu, BAZNAS Kaltim tidak hanya menyalurkan dana zakat, tetapi juga mengelola dana infak, sedekah, hingga kolaborasi dengan dana CSR. “Zakat bukan cuma soal 2,5 persen. Tapi bagaimana dana itu bisa cepat, tepat, dan bermanfaat. BAZNAS Kaltim siap jadi mitra rumah sakit, karena kita tahu banyak pasien masih membutuhkan bantuan, terutama yang tidak tercover di dalam BPJS,” jelasnya. H. Badrus Syamsi juga mengajak para tenaga kesehatan dan pimpinan rumah sakit untuk turut merekomendasikan pasien yang layak dibantu ke BAZNAS Kaltim, serta mengajak pegawai rumah sakit agar menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kaltim. “Selama pasien itu warga Kaltim, tidak mampu secara ekonomi, dan kebutuhan medisnya urgen, insyaAllah akan kami bantu,” tegasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan optimalisasi zakat di lingkungan rumah sakit, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
BERITA20/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung akses kesehatan masyarakat terus diperkuat. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk pelaksanaan operasi infeksi gendang telinga bagi 15 pasien pada Jumat–Sabtu (30–31 Mei 2025) lalu, kali ini BAZNAS Kaltim kembali hadir dalam Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan RSUD AWS, dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang menghadapi kendala pembiayaan atau belum tercover BPJS secara penuh. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama BAZNAS dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS hadir untuk mengisi celah kebutuhan medis masyarakat yang tidak tertangani oleh sistem jaminan kesehatan formal. “Setelah operasi gendang telinga beberapa waktu lalu, hari ini kami kembali hadir untuk mendukung tindakan bedah RIRS—sebuah teknologi baru untuk memecah batu saluran kemih secara minimal invasif. Semua ini kami lakukan agar zakat benar-benar memberi manfaat yang nyata,” ujarnya. Badrus juga mengajak para dokter dan tenaga medis untuk aktif merekomendasikan pasien yang membutuhkan bantuan medis kepada BAZNAS. “Kami pastikan akan merespons cepat dan membantu selama kebutuhannya bersifat medis dan pasien tersebut tidak mampu. Dan kami tidak melihat latar belakang agama, suku, atau ras—selama mereka penduduk Kalimantan Timur, mereka berhak dibantu,” tegasnya. Sebagai bagian dari strategi perluasan program kesehatan, untuk dua kegiatan tersebut BAZNAS Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk mendukung berbagai kebutuhan medis, termasuk dukungan tindakan medis khusus dan bantuan akomodasi pasien luar daerah. Workshop bedah RIRS ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, serta para tenaga medis dan jajaran manajemen rumah sakit. Dr. Indah menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS Kaltim dalam mendukung program kemanusiaan bidang kesehatan. “Kegiatan ini bukan hanya soal teknologi medis, tapi juga kolaborasi nyata antara lembaga zakat, rumah sakit, dan profesi medis yang bertujuan sama—yaitu membantu mereka yang kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” jelasnya. Dengan semangat kolaboratif, BAZNAS Kaltim kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akses kesehatan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali berkolaborasi bersama sektor kesehatan, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) yang dilaksanakan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rembulan, Gedung Poliklinik Blok B Lantai 2 tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan sambutan dan dukungan atas sinergi yang telah terjalin antara RSUD AWS dan BAZNAS Kaltim dalam berbagai program kemanusiaan di bidang kesehatan. “Zakat merupakan instrumen negara yang dikelola BAZNAS sebagai lembaga resmi dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Maka kolaborasi seperti ini sangat strategis, apalagi dalam sektor kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Miswan Thahadi. Ia menambahkan bahwa selama ini BAZNAS Kaltim terus mendukung berbagai layanan kesehatan, termasuk pasien-pasien kurang mampu yang belum ter-cover BPJS. Dukungan ini diharapkan dapat terus diperluas melalui kerja sama lintas sektor, khususnya dengan instansi di lingkungan Dinas Kesehatan. Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS dalam pelaksanaan berbagai tindakan medis. “BAZNAS sudah banyak membantu kami, mulai dari operasi bibir sumbing, timpanoplasti, hingga hari ini untuk RIRS—metode mutakhir untuk menangani batu ginjal secara minimal invasif. Kolaborasi ini sangat berarti bagi pasien yang menghadapi kendala biaya,” jelasnya. Lebih jauh, dr. Indah berharap keberadaan BAZNAS menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terarah, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Dukungan terhadap pemanfaatan zakat dalam layanan kesehatan juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, yang turut hadir dalam acara. Ia menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor kesehatan sangat besar dan belum tergarap maksimal. “Hanya dari lima rumah sakit saja, potensi zakat bisa mencapai Rp10 miliar. Bayangkan jika itu disalurkan melalui BAZNAS, maka program-program seperti ini bisa dilakukan rutin dan dampaknya akan sangat luas,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi menjadi alat strategis untuk mendukung kebijakan kesehatan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat agar zakat semakin terasa manfaatnya di sektor kesehatan Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
SAMARINDA — Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, namun telah menjadi instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh program konvensional pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam Dialog Publika TVRI, Senin (16/6). Menurutnya, zakat memiliki kekuatan tersendiri karena penyalurannya berlandaskan prinsip syariah dan ditujukan secara spesifik kepada delapan golongan penerima manfaat (asnaf): fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dengan demikian, bantuan zakat tidak menyasar secara umum, tetapi terfokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan. “Zakat adalah solusi konkret dan fleksibel dalam menjangkau masyarakat rentan, terutama mereka yang masuk kategori mustahik. Karena zakat hanya diberikan kepada delapan golongan ini, maka penyalurannya pun lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkap Ahmad Nabhan. Di Kalimantan Timur, tantangan kemiskinan ekstrem masih terasa nyata, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses terhadap infrastruktur dasar dan layanan publik masih sangat terbatas. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran BAZNAS Kaltim melalui program zakat menjadi pelengkap dan penguat dari intervensi pemerintah. BAZNAS Kaltim telah merealisasikan sejumlah program di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi. Seluruh program disalurkan melalui BAZNAS kabupaten/kota maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tingkat lokal, sehingga lebih dekat dengan penerima manfaat. “Program-program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya bantuan modal usaha bagi penjual sayur keliling yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Ini bagian dari upaya kami dalam menciptakan masyarakat yang produktif,” tambahnya. Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS Kaltim melakukan proses asesmen yang ketat untuk memastikan kelayakan penerima. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Selain dari dana zakat murni, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT. Ansaf untuk penyediaan air bersih di Desa Batuah. Ahmad Nabhan juga menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sesuai arahan Gubernur, ASN diimbau untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin besar pula dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
Samarinda – Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses infrastruktur dan layanan dasar yang terbatas menjadi salah satu hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Meski pemerintah melalui Dinas Sosial telah menjalankan berbagai program, namun persoalan kemiskinan ekstrem masih memerlukan sinergi dan intervensi berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut mengambil peran aktif melalui berbagai program pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada masyarakat rentan. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan fleksibel. “BAZNAS Kaltim memiliki berbagai program di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan advokasi. Program-program ini secara konkret telah direalisasikan di berbagai wilayah melalui sinergi bersama BAZNAS kabupaten/kota dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim, Senin (16/6). Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim turut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan ekstrem dengan fokus pada program-program yang belum terjangkau oleh pemerintah, seperti pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya adalah bantuan modal usaha untuk masyarakat yang berjualan sayur keliling. “Program ini bersifat berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih produktif. Sebelum penyaluran bantuan, kami selalu melakukan asesmen terhadap calon penerima agar tidak terjadi tumpang tindih program,” jelasnya. Program bantuan yang disalurkan BAZNAS Kaltim selalu berlandaskan pada syariat Islam, yaitu berdasarkan delapan asnaf penerima manfaat: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Setiap bantuan yang diberikan melalui proses verifikasi dan validasi data agar tepat sasaran. Selain program internal, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya kerja sama dengan PT. Ansaf dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Desa Batuah, yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kaltim menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program yang relevan di lapangan. Dana zakat ini terbukti mampu menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kaltim,” tambahnya. Ahmad Nabhan turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kaltim. “Sesuai dengan arahan Gubernur, ASN diimbau menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak yang menunaikan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang digelar oleh Jejak Baik Pohon ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan budidaya ramah lingkungan. Bertempat di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, kegiatan ini dibuka secara resmi pada Minggu (15/7), dengan menghadirkan berbagai pihak yang mendukung inisiatif pemberdayaan tersebut. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, untuk menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “BAZNAS menyambut baik pelatihan ini sebagai bentuk konkret pengelolaan zakat untuk mendukung masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Program ini sejalan dengan salah satu pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan bahwa zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, namun juga dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan yang berdaya guna dan produktif. Potensi sumber daya alam wilayah pesisir Muara Badak, khususnya sektor perikanan dan kehutanan mangrove, menjadi kekuatan yang patut dikelola secara bijak. Praktik Wanamina—sistem terpadu antara budidaya perikanan dan pelestarian mangrove—diakui sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. “Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat adat pesisir memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas tambak secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim siap mendukung program seperti ini, sebagai bentuk optimalisasi distribusi dana zakat dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik,” tambahnya. Project Leader kegiatan, Reza, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik lapangan, ujian, dan akan menerima sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta lulus sertifikasi agar dapat memperluas manfaat pelatihan ini ke masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ungkap Reza. Dengan semangat kolaboratif dan pemberdayaan, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat—khususnya di wilayah pesisir—yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
Dalam upaya mendorong praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kutai Kartanegara, yang diselenggarakan oleh Jejak Baik Pohon pada Minggu, (15/06). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Dosen dan Peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut karena sejalan dengan pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar tidak hanya untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan. “Masyarakat adat pesisir Muara Badak memiliki kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Praktik Wanamina yang memadukan budidaya dengan pelestarian mangrove merupakan solusi cerdas yang tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem,” ungkap Ahmad Nabhan. Ia berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap mendukung inisiatif-inisiatif pemberdayaan inovatif sebagai bagian dari komitmen dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara efektif dan berdaya guna. Sementara itu, Reza selaku Project Program dari Jejak Baik Pohon dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman yang berfokus pada pendampingan masyarakat adat pesisir dalam mewujudkan praktik budidaya kepiting yang ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, namun juga praktik lapangan, uji kompetensi, hingga sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta dapat lulus sertifikasi dan ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pesisir,” ujar Reza. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen mendukung program-program serupa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan mustahik dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program POSYANDU berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendagri No. 13 Tahun 2024 dan Pergub No. 100.3.3.1/K.66/2025. Kegiatan koordinasi ini digelar Jum'at, (14/06) bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Kantor DPMPD Prov.Kaltim Jalan MT.Haryono dalam rangka memperkuat pelaksanaan 6 SPM yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), serta sosial. BAZNAS Provinsi Kaltim, yang tergabung dalam bidang sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi Kaltim, hadir aktif dalam forum tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antar-lembaga dalam mengoptimalkan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya mustahik dan kelompok rentan. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, menegaskan bahwa BAZNAS telah lama menantikan kolaborasi nyata dengan OPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan. “BAZNAS Kaltim menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS untuk masyarakat Kalimantan Timur, namun kami menyadari bahwa keterbatasan data dan pembinaan dari OPD menjadi kendala dalam menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, Achmad Suparno, S.H., turut menanggapi pemaparan dari OPD bidang lainnya. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar program yang dijalankan dalam lima bidang lainnya sejatinya telah diakomodasi melalui program-program BAZNAS Kaltim. “Kami memiliki fleksibilitas dana, seperti zakat untuk delapan asnaf, serta infak, sedekah, CSR, dan DSKL untuk program-program yang bersifat lebih luas. Namun, hingga kini potensi zakat dari OPD di Kaltim masih belum tergali secara maksimal,” ungkapnya. Lebih lanjut, Achmad Suparno menyampaikan bahwa rendahnya kesadaran sebagian OPD untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kaltim menjadi tantangan tersendiri. Padahal, optimalisasi penyaluran ZIS secara terpusat akan memberikan dampak yang lebih besar dan terukur terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan dan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya melalui penguatan Posyandu sebagai ujung tombak layanan masyarakat. Dukungan ini akan terus diperkuat dengan sinergi, data terintegrasi, dan perluasan literasi ZIS kepada seluruh stakeholder di Kalimantan Timur.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
Makassar — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building Lembaga ZISWAF se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulsel pada 11–12 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan zakat dan wakaf di wilayah tersebut. BAZNAS Kaltim diundang secara khusus untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaiknya dalam pengelolaan ZISWAF yang terbukti berdampak luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., tampil sebagai narasumber dan menyampaikan sejumlah strategi kelembagaan, inovasi, serta capaian BAZNAS Kaltim yang berhasil meraih predikat Juara Lembaga ZISWAF Unggulan FESyar 2023 kategori Champion of Champion. “Salah satu kunci keberhasilan lembaga adalah amanah dari para pemimpinnya. Jika kepemimpinan mampu mengelola organisasi dengan baik, maka seluruh sistem dan pelaksana di bawahnya juga akan berjalan secara profesional dan berdampak,” ujar H. Badrus Syamsi dalam pemaparannya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memimpin lembaga zakat bukan hanya sekadar soal jabatan, namun juga tentang tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Selama dua hari kegiatan berlangsung, peserta workshop mendapatkan wawasan langsung terkait tata kelola ZISWAF berbasis digital, manajemen program pemberdayaan mustahik, hingga sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kaltim juga membuka ruang diskusi aktif dengan peserta sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekosistem zakat nasional yang saling belajar dan menguatkan. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antarwilayah, namun juga menjadi wujud nyata kontribusi dalam mendorong profesionalitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat di Indonesia.
BERITA11/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali merealisasikan penyaluran dana kurban kepada masyarakat melalui program kolaboratif bersama 43 lembaga mitra. Tahun ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari para pekurban yang menyalurkan melalui mitra lembaga seperti masjid, musala, sekolah, instansi, dan perbankan. Dana yang terkumpul terlebih dahulu divalidasi oleh BAZNAS Kaltim, kemudian disalurkan kembali kepada panitia masing-masing menjelang pelaksanaan penyembelihan. “Semua dana yang masuk terlebih dahulu kami validasi. Seminggu menjelang Iduladha, dana kami kembalikan kepada panitia untuk pembelian hewan kurban,” jelasnya pada Minggu (8/6). Dari total dana tersebut, BAZNAS Kaltim bersama mitra berhasil menghimpun 170 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Selain hewan kurban, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan dana infak operasional untuk mendukung teknis pelaksanaan kurban, seperti pembelian tali, plastik kemasan, hingga biaya transportasi. Hal ini bertujuan agar panitia tidak lagi membebankan kebutuhan teknis kepada kas lembaga. “Dana infak kami salurkan khusus untuk membantu operasional di lapangan, sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan lancar tanpa mengganggu anggaran lembaga,” tambahnya. Sementara itu, BAZNAS Kaltim juga turut menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda. Terdapat satu ekor sapi dari BAZNAS RI, satu sapi dan satu kambing dari mitra perbankan, serta satu kambing dari perusahaan mitra. Daging dari dua ekor sapi yang disembelih oleh BAZNAS Kaltim dikemas menjadi 162 paket daging kurban seberat 1 kg dan disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor BAZNAS serta kediaman para karyawan. “Semoga semangat berbagi dan kolaborasi ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS, masyarakat, dan para mitra untuk menghadirkan keberkahan bagi umat,” tutupnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
Samarinda — Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan pada pengumpulan dana off-balanced untuk program kurban. Tahun ini, total dana yang terhimpun mencapai Rp3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana kurban tersebut bersumber dari para shohibul qurban (mudhahhi) yang menyalurkan hewan kurbannya melalui 43 lembaga mitra, yang terdiri dari masjid, musala/langgar, kantor, sekolah, hingga lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan BAZNAS Kaltim. “Model pengelolaan off-balanced ini tetap melalui BAZNAS sebagai pencatat dan pengatur distribusi infak operasional kurban. Dana dari masjid dan lembaga mitra dikumpulkan terlebih dahulu, lalu seminggu sebelum hari raya disalurkan kembali ke panitia masing-masing untuk pengadaan hewan kurban,” ujar Ahmad Nabhan pada Sabtu, (07/06) lalu. Sebagai bentuk layanan tambahan, BAZNAS Kaltim turut memberikan infak operasional kepada panitia masjid untuk membantu pengadaan kebutuhan pelaksanaan kurban, seperti plastik pembungkus, biaya penyembelihan, dan kebutuhan teknis lainnya. Besaran infak operasional ini disesuaikan dengan harga hewan kurban. Misalnya: Sapi seharga Rp21 juta: infak sebesar Rp750 ribu Sapi seharga Rp19,25 juta: infak sebesar Rp700 ribu Sapi seharga Rp17,5 juta: infak sebesar Rp650 ribu Kambing seharga Rp3 juta: infak sebesar Rp250 ribu Pengadaan hewan kurban dan pelaksanaan penyembelihan tetap dilaksanakan oleh panitia masjid, termasuk proses distribusi daging kepada masyarakat sekitar. “Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Dana off-balanced ini menjadi salah satu indikator kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap BAZNAS Kaltim,” pungkasnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam program-program kesehatan, khususnya dalam mendukung penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM) yang kini telah menjadi isu kesehatan global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam agenda Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda. Menurutnya, isu ATM bukan sekadar masalah medis, tetapi juga berdampak besar pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan. “BAZNAS Kaltim menjadikan program kesehatan sebagai bagian penting dalam strategi penyaluran dana zakat. HIV/AIDS, TBC, dan malaria adalah masalah serius yang membutuhkan dukungan semua pihak. Dana zakat kami hadir untuk membantu, baik dalam bentuk bantuan pengobatan maupun pemberdayaan ekonomi bagi para pasien,” ujar H. Badrus Syamsi. Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah program pemberdayaan pasien TBC yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Program ini memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan ekonomi bagi para pasien yang kehilangan produktivitas akibat penyakitnya, agar tetap bisa mandiri secara ekonomi. “Melalui program ini, kami ingin memberi harapan baru. Bahwa meski menghadapi penyakit, mereka tetap punya kesempatan untuk bangkit dan berkarya,” tambahnya. Lebih lanjut, BAZNAS Kaltim juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai stakeholder kesehatan agar pengelolaan zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan langsung BAZNAS dalam forum-forum strategis seperti workshop ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat bukan hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi juga solusi transformatif yang dapat bersinergi dengan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mencapai target eliminasi ATM di tahun 2030.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →