WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam agenda Pembentukan Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan logistik serta kelancaran distribusi bantuan ketika bencana terjadi.

BAZNAS Kaltim hadir dalam kegiatan tersebut melalui Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dan Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kaltim, Muhammad Mulyono, S.H. Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Pembentukan klaster logistik kebencanaan bertujuan membangun koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat dalam pengelolaan logistik bencana. Melalui mekanisme tersebut, ketersediaan dan distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung secara cepat, tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, dan tepat waktu.

Klaster ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, mengoptimalkan mobilisasi sumber daya, memperkuat sistem informasi logistik, serta mengatasi kesenjangan dan hambatan distribusi bantuan. Dengan demikian, penanggulangan bencana di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih terpadu, efektif, efisien, dan akuntabel.

Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam pembentukan klaster logistik sejalan dengan pelaksanaan program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yaitu program kebencanaan BAZNAS yang berperan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan masyarakat terdampak sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BTB tidak hanya berfokus pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapan personel, peralatan, koordinasi, serta dukungan logistik agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan BPBD dan unsur terkait menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan fungsi dan sumber daya yang saling melengkapi.

Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan dalam klaster logistik juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi mengenai kebutuhan di lapangan, mekanisme mobilisasi bantuan, serta dukungan sumber daya yang dapat dioptimalkan ketika terjadi kondisi darurat di wilayah Kalimantan Timur.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan responsif.

“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui partisipasi ini, kami berharap peran BAZNAS Tanggap Bencana semakin terintegrasi dalam upaya kemanusiaan di Kalimantan Timur,” ujar Ahmad Nabhan.

Ia menambahkan, kesiapan logistik dan koordinasi sejak sebelum bencana terjadi dapat membantu mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan melalui BTB serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pembentukan klaster logistik juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kebencanaan tidak hanya tersedia, tetapi dapat dikelola dan disalurkan secara terkoordinasi. Informasi mengenai kebutuhan, ketersediaan barang, jalur distribusi, dan kondisi wilayah terdampak menjadi unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan saat keadaan darurat.

Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembentukan klaster logistik diharapkan memperkuat kerja sama lintas sektor, sehingga pengelolaan bantuan dapat dilakukan secara lebih terencana dan hambatan distribusi dapat diminimalkan.

“Melalui klaster logistik, koordinasi antarinstansi dan mitra kebencanaan diharapkan semakin kuat. Dengan informasi yang terintegrasi dan pembagian peran yang jelas, ketersediaan serta distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih cepat dan tepat,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disesuaikan dengan keterangan resmi BPBD.

Keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam agenda ini diharapkan memperkuat hubungan kerja dengan BPBD dan mitra kebencanaan lainnya, khususnya dalam mendukung kesiapan logistik, respons darurat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Evaluasi dan Bimtek Perencanaan 2027, Perkuat Sinkronisasi Program dengan Arah Pembangunan Nasional

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur.

Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan 2027 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi program, serta sinkronisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah agar selaras dengan arah kebijakan BAZNAS RI dan pembangunan nasional.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Kalimantan Timur untuk menjadikan evaluasi sebagai momentum perbaikan bersama. Hal-hal yang belum berjalan baik perlu diperbaiki, sementara capaian dan praktik yang sudah baik harus dipertahankan serta terus ditingkatkan.

“Yang belum baik mari kita perbaiki. Apa yang sudah baik mari bersama kita pertahankan dan semakin lebih baik lagi. Jangan sampai hanya hitam di atas putih, tetapi perlu adanya tindak lanjut yang signifikan,” pesannya.

Ahmad Nabhan juga menekankan bahwa dokumen perencanaan harus disusun selaras dengan kebijakan dan arah perencanaan BAZNAS RI, namun tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Dengan demikian, target dan program yang direncanakan dapat disusun secara realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan.

Ia turut mengajak seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu segera ditindaklanjuti.

Selanjutnya, materi bimbingan teknis disampaikan oleh Syaidah, staf Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 sekaligus mekanisme penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan zakat untuk tahun 2027.

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS memiliki keterkaitan dengan siklus perencanaan pembangunan nasional. Dokumen perencanaan BAZNAS disusun secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Siklus tersebut mencakup penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), hingga Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Pada tingkat daerah, Renstra dan Renja BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota menjadi pedoman dalam menyusun program dan anggaran yang sesuai dengan arah kebijakan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Penyusunan dokumen tersebut juga perlu memperhatikan keterkaitannya dengan dokumen pembangunan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. RPJPN menjadi arah pembangunan jangka panjang Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Materi tersebut turut menjelaskan bahwa visi Indonesia 2045 diarahkan pada terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Arah pembangunan ini berlandaskan pada kekuatan modal dasar Indonesia, perkembangan megatrend global, serta capaian pembangunan periode sebelumnya.

Dalam konteks tersebut, zakat memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekonomi dan keuangan sosial syariah. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, mengatasi kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

Optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat diharapkan mampu memperkuat redistribusi ekonomi secara adil dan produktif. Dana zakat juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta mendukung program pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan sosial yang adil dan berbasis nilai keagamaan.

Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI memberikan sejumlah arahan yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di antaranya mengisi Form Evaluasi Perencanaan 2026 dan Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027.

Selain itu, masing-masing BAZNAS diminta menyusun rancangan awal atau draf dokumen LK dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027, dengan memprioritaskan penyusunan RKAT 2027 terlebih dahulu. Penyusunan tersebut perlu mengacu pada dokumen pendukung, meliputi Renstra, Renja, RKAT, petunjuk teknis, contoh dokumen yang telah terisi, serta target nasional tahun 2027.

Dalam arahannya, BAZNAS RI juga menegaskan pentingnya pelaksanaan rapat pleno pimpinan sebelum Bimtek. Setiap bidang di lingkungan BAZNAS harus berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan, sementara bagian perencanaan bertindak sebagai koordinator proses penyusunannya.

Dokumen perencanaan selanjutnya perlu dibahas dan disepakati bersama melalui rapat pleno yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua. Langkah ini diperlukan agar perencanaan yang disusun menjadi hasil kesepahaman bersama dan mencerminkan kebutuhan serta prioritas lembaga.

Melalui kegiatan evaluasi dan bimbingan teknis ini, BAZNAS Kaltim berharap seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota dapat meningkatkan kualitas perencanaan, memperkuat koordinasi ant bidang, serta menyusun program dan anggaran tahun 2027 secara terarah, terukur, dan realistis.

Dengan perencanaan yang matang, selaras dengan arah pembangunan nasional, serta didukung tindak lanjut yang nyata, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dan akuntabel. Lebih dari itu, zakat diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pencapaian kesejahteraan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Paket Sanitasi bagi Korban Kebakaran di Dua Lokasi di Tenggarong

KUTAI KARTANEGARA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sanitasi kepada warga terdampak kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut disalurkan di RT 33 Kelurahan Melayu serta wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H. Bantuan ini merupakan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dan sanitasi warga, melengkapi bantuan bahan pangan yang telah diterima dari berbagai pihak.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan berupa sembako, termasuk beras dan bahan pangan lainnya, telah banyak disalurkan. Karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan dukungan dalam bentuk paket sanitasi agar kebutuhan dasar lainnya juga dapat terpenuhi.

“BAZNAS Kaltim membantu di dua titik lokasi kebakaran. Kami mendapatkan informasi bahwa bantuan sembako, beras, dan kebutuhan pangan lainnya sudah cukup banyak disalurkan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan berupa paket sanitasi dengan total bantuan Rp22.989.500 untuk 112 kepala keluarga, di luar bantuan sembako yang telah tersedia,” jelas Achmad Suparno.

Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi dan sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.

Achmad Suparno juga berharap kolaborasi antara BAZNAS Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Tim Penggerak PKK, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam penyaluran bantuan dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.

Sarifah Suraidah Harum juga menguatkan warga agar tetap tabah menghadapi musibah dan tidak merasa sendiri dalam melewati masa sulit.

“Bapak dan Ibu tidak sendirian. Kita akan bersama-sama melewati masa sulit ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat,” pesannya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga serta memperkuat koordinasi antarpihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.

Di Kelurahan Melayu, kebakaran dilaporkan berdampak terhadap 75 kepala keluarga, dengan 35 rumah dan 277 jiwa terdampak. Sementara itu, kebakaran di wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidhia Aulia, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap warga terdampak. Menurutnya, kebersamaan dan dukungan lintas lembaga menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan dan menata kembali kehidupan mereka. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan pendampingan kepada warga, termasuk membantu pengurusan administrasi kependudukan, seperti surat-menyurat dan akta kelahiran. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga selama proses pemulihan pascakebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur, Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) Kalimantan Timur, KORMI Kalimantan Timur, TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara.

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Sediakan Kuota bagi 300 Mahasiswa Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah tahun 2026. Program ini ditujukan bagi 300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di delapan negara, yaitu Mesir, Libya, Maroko, Tunisia, Turki, Suriah, Yordania, dan Yaman.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia sekaligus menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat global untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Melalui program tersebut, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan uang saku sebesar Rp1 juta per bulan selama maksimal dua tahun. Selain itu, BAZNAS menyediakan seragam pakaian dinas harian (PDH), pendampingan melalui kegiatan mentoring setiap bulan, serta dukungan pembiayaan untuk mengikuti kompetisi atau konferensi tertentu.

Dalam peluncuran BCB Timur Tengah 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (27/10/2026), Sodik menjelaskan bahwa program ini menargetkan penerima manfaat dari berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan beasiswa selama 24 bulan, BAZNAS RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp8.162.500.000. Anggaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan program bagi 300 mahasiswa penerima beasiswa.

Pendaftaran BCB Timur Tengah 2026 dibuka pada 28 Oktober hingga 9 November 2026. Calon peserta dapat mempelajari petunjuk teknis serta mengunduh format dokumen persyaratan melalui tautan berikut:

Persyaratan Pendaftaran

Mahasiswa yang berminat mengikuti program BCB Timur Tengah 2026 perlu memenuhi sejumlah ketentuan berikut:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

  2. Beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

  3. Berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat 1 hingga 4, yang dibuktikan dengan isbat qayyid atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku dari perguruan tinggi.

  4. Diutamakan mahasiswa jenjang S1, dengan kesempatan mendaftar yang juga terbuka bagi mahasiswa S2.

  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau pihak lain.

  6. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa penerimaan beasiswa.

  7. Memiliki prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

  8. Memiliki hafalan Al-Qur’an.

  9. Menyerahkan seluruh dokumen administrasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026, BAZNAS berharap dapat memperluas akses dukungan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

28/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Pendidikan Rp25 Juta untuk 50 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026

SAMARINDA – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp25 juta kepada 50 santri dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10), di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Penyerahan bantuan disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., dan Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.

Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam mendukung keberlanjutan pendidikan santri sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama serta santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang diimbangi dengan akhlak mulia, sejalan dengan pesan Menteri Agama Republik Indonesia dalam peringatan Hari Santri tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim terbuka untuk terus mendukung kegiatan santri dan pondok pesantren sepanjang sesuai dengan ketentuan penyaluran zakat dan memenuhi kriteria asnaf.

“Santri dapat termasuk dalam asnaf fisabilillah, dan dalam kondisi tertentu juga terdapat penerima yang memenuhi kriteria asnaf miskin. Dukungan dapat diberikan untuk kegiatan santri, biaya pendidikan, maupun kebutuhan guru pesantren, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Achmad Suparno juga mendorong penguatan kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat melalui Direktorat Jenderal Pesantren maupun di daerah melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang kerja sama untuk mendukung berbagai agenda pendidikan dan pengembangan pesantren ke depan.

Ia turut menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia. Ia berharap santri terus berkembang, berprestasi, serta mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Adapun bantuan biaya pendidikan ini disalurkan kepada 50 santri dari 24 pondok pesantren, yakni:

PP. Al Arsyadi 2 Samarinda — 2 santri

PPS Al Jamil — 3 santri

PP. Darul Ihsan — 3 santri

PP Muslimin Indonesia Center — 2 santri

PP. Tanzilul Hakim — 2 santri

PP. Sabilarrasyad — 2 santri

PP An-Nur — 2 santri

PP. Darul Falaah — 2 santri

PP. Nabil Husein — 2 santri

PP. Al Mujahidah NW — 2 santri

PP. Hidayatullah — 2 santri

PP. Annashru Wal Futuuh — 2 santri

PP. Al Falah — 2 santri

PP. Hidayatul Mubtadiin — 2 santri

PP. Ihya Ulumuddin — 2 santri

PP. Istiqomah — 2 santri

PP. Langit Langit — 2 santri

PP. Al Aziziyah — 2 santri

PP. Darus Sa'adah — 2 santri

PP. At Tanwir — 2 santri

PP. Nurul Amin — 2 santri

PP. Al Wa'id — 2 santri

PP. Al Muhajirin — 2 santri

PP. Syaichona Cholil — 2 santri

Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak santri yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan terhadap pendidikan santri juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Momentum Hari Santri Nasional diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS, Pemerintah, Kementerian Agama, dan pondok pesantren dalam menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi santri serta masyarakat luas.

22/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Potensi Zakat Rumah Sakit di Kaltim Capai Rp9,2 Miliar, BAZNAS Kaltim Dorong Sinergi dalam Program Kesehatan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) bagi pegawai RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Jumat (20/6), di Ruang Buana, RSUD AWS. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan ZIS, khususnya di sektor kesehatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kaltim Drs. H. Ahmad Nabhan, Wakil Ketua I H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, Wakil Ketua IV Achmad Suparno, S.H., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos.I. Hadir pula perwakilan RSUD AWS, drg. Agung Dwi Kurianto, Sp.Prost., M.K.M (MARS). Dalam paparannya, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, menyampaikan bahwa potensi zakat dari seluruh rumah sakit pemerintah di Kaltim diperkirakan mencapai Rp9,2 miliar per tahun. Angka ini tentu menjadi peluang besar apabila dapat dihimpun secara optimal. “Bayangkan jika potensi Rp9,2 miliar itu terhimpun maksimal. Dampaknya luar biasa bagi pelayanan kesehatan masyarakat miskin, terutama untuk pembiayaan medis yang tidak dijangkau oleh BPJS,” ujar Badrus. Ia menambahkan, hingga awal tahun 2025, BAZNAS Kaltim telah menyalurkan Rp1,8 miliar untuk mendukung berbagai program kesehatan, termasuk bantuan pelatihan keterampilan penderita TBC, operasi celah bibir dan langit-langit, operasi otology, dan operasi batu ginjal Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS). Selain itu, BAZNAS Kaltim tidak hanya menyalurkan dana zakat, tetapi juga mengelola dana infak, sedekah, hingga kolaborasi dengan dana CSR. “Zakat bukan cuma soal 2,5 persen. Tapi bagaimana dana itu bisa cepat, tepat, dan bermanfaat. BAZNAS Kaltim siap jadi mitra rumah sakit, karena kita tahu banyak pasien masih membutuhkan bantuan, terutama yang tidak tercover di dalam BPJS,” jelasnya. H. Badrus Syamsi juga mengajak para tenaga kesehatan dan pimpinan rumah sakit untuk turut merekomendasikan pasien yang layak dibantu ke BAZNAS Kaltim, serta mengajak pegawai rumah sakit agar menunaikan zakat profesinya melalui BAZNAS Kaltim. “Selama pasien itu warga Kaltim, tidak mampu secara ekonomi, dan kebutuhan medisnya urgen, insyaAllah akan kami bantu,” tegasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara BAZNAS Kaltim dan sektor kesehatan untuk mewujudkan pelayanan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dengan optimalisasi zakat di lingkungan rumah sakit, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan.
BERITA20/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Setelah Operasi Gendang Telinga, BAZNAS Kaltim Kembali Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS
Komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung akses kesehatan masyarakat terus diperkuat. Setelah sebelumnya menyalurkan bantuan untuk pelaksanaan operasi infeksi gendang telinga bagi 15 pasien pada Jumat–Sabtu (30–31 Mei 2025) lalu, kali ini BAZNAS Kaltim kembali hadir dalam Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan ini merupakan rangkaian kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan RSUD AWS, dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, khususnya pasien yang menghadapi kendala pembiayaan atau belum tercover BPJS secara penuh. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menyampaikan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu fokus utama BAZNAS dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). BAZNAS hadir untuk mengisi celah kebutuhan medis masyarakat yang tidak tertangani oleh sistem jaminan kesehatan formal. “Setelah operasi gendang telinga beberapa waktu lalu, hari ini kami kembali hadir untuk mendukung tindakan bedah RIRS—sebuah teknologi baru untuk memecah batu saluran kemih secara minimal invasif. Semua ini kami lakukan agar zakat benar-benar memberi manfaat yang nyata,” ujarnya. Badrus juga mengajak para dokter dan tenaga medis untuk aktif merekomendasikan pasien yang membutuhkan bantuan medis kepada BAZNAS. “Kami pastikan akan merespons cepat dan membantu selama kebutuhannya bersifat medis dan pasien tersebut tidak mampu. Dan kami tidak melihat latar belakang agama, suku, atau ras—selama mereka penduduk Kalimantan Timur, mereka berhak dibantu,” tegasnya. Sebagai bagian dari strategi perluasan program kesehatan, untuk dua kegiatan tersebut BAZNAS Kaltim mengalokasikan dana sebesar Rp400 juta untuk mendukung berbagai kebutuhan medis, termasuk dukungan tindakan medis khusus dan bantuan akomodasi pasien luar daerah. Workshop bedah RIRS ini turut dihadiri oleh Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, serta para tenaga medis dan jajaran manajemen rumah sakit. Dr. Indah menyampaikan apresiasi atas kontribusi BAZNAS Kaltim dalam mendukung program kemanusiaan bidang kesehatan. “Kegiatan ini bukan hanya soal teknologi medis, tapi juga kolaborasi nyata antara lembaga zakat, rumah sakit, dan profesi medis yang bertujuan sama—yaitu membantu mereka yang kurang mampu agar tetap mendapatkan layanan kesehatan terbaik,” jelasnya. Dengan semangat kolaboratif, BAZNAS Kaltim kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
BAZNAS Kaltim Dukung Akses Kesehatan Lewat Workshop Bedah RIRS di RSUD AWS Samarinda
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung akses kesehatan yang lebih luas dan merata bagi masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur kembali berkolaborasi bersama sektor kesehatan, melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Workshop Retrograde Intra Renal Surgery (RIRS) yang dilaksanakan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, Rabu (18/06). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rembulan, Gedung Poliklinik Blok B Lantai 2 tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan sambutan dan dukungan atas sinergi yang telah terjalin antara RSUD AWS dan BAZNAS Kaltim dalam berbagai program kemanusiaan di bidang kesehatan. “Zakat merupakan instrumen negara yang dikelola BAZNAS sebagai lembaga resmi dalam upaya menanggulangi kemiskinan. Maka kolaborasi seperti ini sangat strategis, apalagi dalam sektor kesehatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Miswan Thahadi. Ia menambahkan bahwa selama ini BAZNAS Kaltim terus mendukung berbagai layanan kesehatan, termasuk pasien-pasien kurang mampu yang belum ter-cover BPJS. Dukungan ini diharapkan dapat terus diperluas melalui kerja sama lintas sektor, khususnya dengan instansi di lingkungan Dinas Kesehatan. Plt. Direktur RSUD AWS Samarinda, dr. Indah Puspitasari, MARS, menyampaikan apresiasi atas dukungan BAZNAS dalam pelaksanaan berbagai tindakan medis. “BAZNAS sudah banyak membantu kami, mulai dari operasi bibir sumbing, timpanoplasti, hingga hari ini untuk RIRS—metode mutakhir untuk menangani batu ginjal secara minimal invasif. Kolaborasi ini sangat berarti bagi pasien yang menghadapi kendala biaya,” jelasnya. Lebih jauh, dr. Indah berharap keberadaan BAZNAS menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara terarah, karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan. Dukungan terhadap pemanfaatan zakat dalam layanan kesehatan juga ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, yang turut hadir dalam acara. Ia menyampaikan bahwa potensi zakat di sektor kesehatan sangat besar dan belum tergarap maksimal. “Hanya dari lima rumah sakit saja, potensi zakat bisa mencapai Rp10 miliar. Bayangkan jika itu disalurkan melalui BAZNAS, maka program-program seperti ini bisa dilakukan rutin dan dampaknya akan sangat luas,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat tidak hanya berhenti pada bantuan sosial, tetapi menjadi alat strategis untuk mendukung kebijakan kesehatan berkeadilan, khususnya bagi masyarakat miskin dan rentan. Ke depan, sinergi ini akan terus diperkuat agar zakat semakin terasa manfaatnya di sektor kesehatan Kalimantan Timur.
BERITA18/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
ZAKAT JADI TONGGAK UTAMA PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALTIM
SAMARINDA — Zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, namun telah menjadi instrumen strategis dalam mengatasi kemiskinan ekstrem, terutama di wilayah yang sulit dijangkau oleh program konvensional pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan, dalam Dialog Publika TVRI, Senin (16/6). Menurutnya, zakat memiliki kekuatan tersendiri karena penyalurannya berlandaskan prinsip syariah dan ditujukan secara spesifik kepada delapan golongan penerima manfaat (asnaf): fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Dengan demikian, bantuan zakat tidak menyasar secara umum, tetapi terfokus pada kelompok yang benar-benar membutuhkan. “Zakat adalah solusi konkret dan fleksibel dalam menjangkau masyarakat rentan, terutama mereka yang masuk kategori mustahik. Karena zakat hanya diberikan kepada delapan golongan ini, maka penyalurannya pun lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkap Ahmad Nabhan. Di Kalimantan Timur, tantangan kemiskinan ekstrem masih terasa nyata, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses terhadap infrastruktur dasar dan layanan publik masih sangat terbatas. Dalam kondisi seperti ini, kehadiran BAZNAS Kaltim melalui program zakat menjadi pelengkap dan penguat dari intervensi pemerintah. BAZNAS Kaltim telah merealisasikan sejumlah program di berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, hingga dakwah dan advokasi. Seluruh program disalurkan melalui BAZNAS kabupaten/kota maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang ada di tingkat lokal, sehingga lebih dekat dengan penerima manfaat. “Program-program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Misalnya bantuan modal usaha bagi penjual sayur keliling yang tidak tersentuh bantuan pemerintah. Ini bagian dari upaya kami dalam menciptakan masyarakat yang produktif,” tambahnya. Sebelum bantuan disalurkan, BAZNAS Kaltim melakukan proses asesmen yang ketat untuk memastikan kelayakan penerima. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan bahwa dana zakat benar-benar sampai ke tangan yang tepat. Selain dari dana zakat murni, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan. Salah satunya adalah kerja sama dengan PT. Ansaf untuk penyediaan air bersih di Desa Batuah. Ahmad Nabhan juga menyampaikan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam mengatasi kemiskinan jika dikelola dengan baik dan mendapat dukungan luas dari masyarakat, terutama dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). “Sesuai arahan Gubernur, ASN diimbau untuk menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak zakat yang terkumpul, semakin besar pula dampak yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DALAM PENANGANAN KEMISKINAN EKSTREM DI KALIMANTAN TIMUR
Samarinda – Kemiskinan ekstrem masih menjadi tantangan nyata di Kalimantan Timur, khususnya di wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Paser. Akses infrastruktur dan layanan dasar yang terbatas menjadi salah satu hambatan dalam upaya pengentasan kemiskinan. Meski pemerintah melalui Dinas Sosial telah menjalankan berbagai program, namun persoalan kemiskinan ekstrem masih memerlukan sinergi dan intervensi berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur turut mengambil peran aktif melalui berbagai program pengumpulan dan pendistribusian zakat kepada masyarakat rentan. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen yang mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan fleksibel. “BAZNAS Kaltim memiliki berbagai program di antaranya bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah dan advokasi. Program-program ini secara konkret telah direalisasikan di berbagai wilayah melalui sinergi bersama BAZNAS kabupaten/kota dan Unit Pengumpul Zakat (UPZ),” ujarnya dalam Dialog Publika di TVRI Kaltim, Senin (16/6). Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS Kaltim turut berkontribusi dalam penanganan kemiskinan ekstrem dengan fokus pada program-program yang belum terjangkau oleh pemerintah, seperti pemberdayaan ekonomi. Salah satu contohnya adalah bantuan modal usaha untuk masyarakat yang berjualan sayur keliling. “Program ini bersifat berkelanjutan dan mendorong masyarakat untuk lebih produktif. Sebelum penyaluran bantuan, kami selalu melakukan asesmen terhadap calon penerima agar tidak terjadi tumpang tindih program,” jelasnya. Program bantuan yang disalurkan BAZNAS Kaltim selalu berlandaskan pada syariat Islam, yaitu berdasarkan delapan asnaf penerima manfaat: fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil. Setiap bantuan yang diberikan melalui proses verifikasi dan validasi data agar tepat sasaran. Selain program internal, BAZNAS Kaltim juga menjadi mitra penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya kerja sama dengan PT. Ansaf dalam penyediaan akses air bersih bagi masyarakat Desa Batuah, yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi. “Zakat yang disalurkan melalui BAZNAS Kaltim menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan program yang relevan di lapangan. Dana zakat ini terbukti mampu menjadi salah satu cara dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kaltim,” tambahnya. Ahmad Nabhan turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang mendorong keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kaltim. “Sesuai dengan arahan Gubernur, ASN diimbau menunaikan ZIS melalui BAZNAS Kaltim. Semakin banyak yang menunaikan zakat, semakin banyak pula masyarakat yang memperoleh manfaatnya,” pungkasnya.
BERITA16/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
BAZNAS KALTIM: ZAKAT UNTUK PEMBERDAYAAN PRODUKTIF MASYARAKAT PESISIR MUARA BADAK
Sebagai lembaga resmi yang mengelola zakat, infak, dan sedekah, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemanfaatan dana zakat secara produktif dan berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang digelar oleh Jejak Baik Pohon ini merupakan bagian dari inisiatif penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan budidaya ramah lingkungan. Bertempat di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, kegiatan ini dibuka secara resmi pada Minggu (15/7), dengan menghadirkan berbagai pihak yang mendukung inisiatif pemberdayaan tersebut. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, hadir mewakili Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, untuk menyampaikan sambutan dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “BAZNAS menyambut baik pelatihan ini sebagai bentuk konkret pengelolaan zakat untuk mendukung masyarakat agar lebih mandiri dan sejahtera. Program ini sejalan dengan salah satu pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat,” ujarnya. Lebih lanjut, Ahmad Nabhan menegaskan bahwa zakat tidak hanya digunakan untuk bantuan konsumtif, namun juga dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan yang berdaya guna dan produktif. Potensi sumber daya alam wilayah pesisir Muara Badak, khususnya sektor perikanan dan kehutanan mangrove, menjadi kekuatan yang patut dikelola secara bijak. Praktik Wanamina—sistem terpadu antara budidaya perikanan dan pelestarian mangrove—diakui sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung ketahanan lingkungan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. “Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat adat pesisir memperoleh keterampilan yang dapat meningkatkan produktivitas tambak secara ramah lingkungan, sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim siap mendukung program seperti ini, sebagai bentuk optimalisasi distribusi dana zakat dalam meningkatkan kualitas hidup mustahik,” tambahnya. Project Leader kegiatan, Reza, menyampaikan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman. Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya mendapat teori, tetapi juga praktik lapangan, ujian, dan akan menerima sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta lulus sertifikasi agar dapat memperluas manfaat pelatihan ini ke masyarakat sekitar secara berkelanjutan,” ungkap Reza. Dengan semangat kolaboratif dan pemberdayaan, BAZNAS Kaltim berkomitmen menjadikan zakat sebagai instrumen strategis dalam pembangunan ekonomi umat—khususnya di wilayah pesisir—yang mandiri, produktif, dan berwawasan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
BAZNAS KALTIM DUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ADAT PESISIR MUARA BADAK MELALUI PELATIHAN PRAKTIK WANAMINA
Dalam upaya mendorong praktik budidaya yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menghadiri pembukaan kegiatan Pelatihan dan Pemberdayaan Praktik Wanamina bagi masyarakat adat pesisir Muara Badak, Kutai Kartanegara, yang diselenggarakan oleh Jejak Baik Pohon pada Minggu, (15/06). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Kapitan Toko Lima, Muara Badak Ilir, ini turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur Drs. H. Ahmad Nabhan yang hadir mewakili Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, serta Dosen dan Peneliti Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Esti Handayani, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa BAZNAS sangat mengapresiasi kegiatan pelatihan tersebut karena sejalan dengan pilar utama BAZNAS, yaitu pemberdayaan ekonomi umat. Ia menegaskan bahwa zakat memiliki potensi besar tidak hanya untuk membantu fakir miskin, tetapi juga untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat melalui program-program produktif yang berkelanjutan. “Masyarakat adat pesisir Muara Badak memiliki kearifan lokal dan kekayaan sumber daya alam, khususnya sektor kelautan dan perikanan. Praktik Wanamina yang memadukan budidaya dengan pelestarian mangrove merupakan solusi cerdas yang tak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem,” ungkap Ahmad Nabhan. Ia berharap melalui pelatihan ini, masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan hasil produksi dan kesejahteraan keluarga. BAZNAS Kaltim, lanjutnya, siap mendukung inisiatif-inisiatif pemberdayaan inovatif sebagai bagian dari komitmen dalam pendistribusian dan pendayagunaan zakat secara efektif dan berdaya guna. Sementara itu, Reza selaku Project Program dari Jejak Baik Pohon dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Jejak Baik Pohon, BAZNAS, dan Universitas Mulawarman yang berfokus pada pendampingan masyarakat adat pesisir dalam mewujudkan praktik budidaya kepiting yang ramah lingkungan. Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, namun juga praktik lapangan, uji kompetensi, hingga sertifikasi resmi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). “Harapannya seluruh peserta dapat lulus sertifikasi dan ke depan bisa memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pesisir,” ujar Reza. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal. BAZNAS Kaltim terus berkomitmen mendukung program-program serupa dalam rangka mewujudkan kesejahteraan mustahik dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
BERITA15/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
PERLUAS MANFAAT ZIS, BAZNAS KALTIM DORONG DUKUNGAN TERPADU KE PROGRAM POSYANDU
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menyatakan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan program POSYANDU berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang tertuang dalam Permendagri No. 13 Tahun 2024 dan Pergub No. 100.3.3.1/K.66/2025. Kegiatan koordinasi ini digelar Jum'at, (14/06) bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Rapat Kantor DPMPD Prov.Kaltim Jalan MT.Haryono dalam rangka memperkuat pelaksanaan 6 SPM yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), serta sosial. BAZNAS Provinsi Kaltim, yang tergabung dalam bidang sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial Provinsi Kaltim, hadir aktif dalam forum tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi antar-lembaga dalam mengoptimalkan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya mustahik dan kelompok rentan. Wakil Ketua I BAZNAS Kaltim Bidang Pengumpulan, H. Miswan Thahadi, M.Pd.I, menegaskan bahwa BAZNAS telah lama menantikan kolaborasi nyata dengan OPD dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di lapangan. “BAZNAS Kaltim menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana ZIS untuk masyarakat Kalimantan Timur, namun kami menyadari bahwa keterbatasan data dan pembinaan dari OPD menjadi kendala dalam menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara tepat sasaran,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua IV Bidang SDM, Administrasi dan Umum, Achmad Suparno, S.H., turut menanggapi pemaparan dari OPD bidang lainnya. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar program yang dijalankan dalam lima bidang lainnya sejatinya telah diakomodasi melalui program-program BAZNAS Kaltim. “Kami memiliki fleksibilitas dana, seperti zakat untuk delapan asnaf, serta infak, sedekah, CSR, dan DSKL untuk program-program yang bersifat lebih luas. Namun, hingga kini potensi zakat dari OPD di Kaltim masih belum tergali secara maksimal,” ungkapnya. Lebih lanjut, Achmad Suparno menyampaikan bahwa rendahnya kesadaran sebagian OPD untuk menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kaltim menjadi tantangan tersendiri. Padahal, optimalisasi penyaluran ZIS secara terpusat akan memberikan dampak yang lebih besar dan terukur terhadap pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kaltim menegaskan kesiapan dan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan sosial, khususnya melalui penguatan Posyandu sebagai ujung tombak layanan masyarakat. Dukungan ini akan terus diperkuat dengan sinergi, data terintegrasi, dan perluasan literasi ZIS kepada seluruh stakeholder di Kalimantan Timur.
BERITA13/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
BAZNAS KALTIM BERBAGI PRAKTIK BAIK PENGELOLAAN ZISWAF DI SULSEL
Makassar — BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building Lembaga ZISWAF se-Sulawesi Selatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulsel pada 11–12 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Makassar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari upaya penguatan kelembagaan zakat dan wakaf di wilayah tersebut. BAZNAS Kaltim diundang secara khusus untuk membagikan pengalaman dan praktik terbaiknya dalam pengelolaan ZISWAF yang terbukti berdampak luas bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., tampil sebagai narasumber dan menyampaikan sejumlah strategi kelembagaan, inovasi, serta capaian BAZNAS Kaltim yang berhasil meraih predikat Juara Lembaga ZISWAF Unggulan FESyar 2023 kategori Champion of Champion. “Salah satu kunci keberhasilan lembaga adalah amanah dari para pemimpinnya. Jika kepemimpinan mampu mengelola organisasi dengan baik, maka seluruh sistem dan pelaksana di bawahnya juga akan berjalan secara profesional dan berdampak,” ujar H. Badrus Syamsi dalam pemaparannya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa memimpin lembaga zakat bukan hanya sekadar soal jabatan, namun juga tentang tanggung jawab moral dan spiritual untuk memastikan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf benar-benar memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat. Selama dua hari kegiatan berlangsung, peserta workshop mendapatkan wawasan langsung terkait tata kelola ZISWAF berbasis digital, manajemen program pemberdayaan mustahik, hingga sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. BAZNAS Kaltim juga membuka ruang diskusi aktif dengan peserta sebagai bentuk komitmen dalam membangun ekosistem zakat nasional yang saling belajar dan menguatkan. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan antarwilayah, namun juga menjadi wujud nyata kontribusi dalam mendorong profesionalitas dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat di Indonesia.
BERITA11/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
BAZNAS KALTIM SALURKAN DANA KURBAN SENILAI RP 3,5 MILIAR DI IDULADHA 1446 H
Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur kembali merealisasikan penyaluran dana kurban kepada masyarakat melalui program kolaboratif bersama 43 lembaga mitra. Tahun ini, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 3,5 miliar, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana tersebut berasal dari para pekurban yang menyalurkan melalui mitra lembaga seperti masjid, musala, sekolah, instansi, dan perbankan. Dana yang terkumpul terlebih dahulu divalidasi oleh BAZNAS Kaltim, kemudian disalurkan kembali kepada panitia masing-masing menjelang pelaksanaan penyembelihan. “Semua dana yang masuk terlebih dahulu kami validasi. Seminggu menjelang Iduladha, dana kami kembalikan kepada panitia untuk pembelian hewan kurban,” jelasnya pada Minggu (8/6). Dari total dana tersebut, BAZNAS Kaltim bersama mitra berhasil menghimpun 170 ekor sapi dan 36 ekor kambing. Selain hewan kurban, BAZNAS Kaltim juga menyalurkan dana infak operasional untuk mendukung teknis pelaksanaan kurban, seperti pembelian tali, plastik kemasan, hingga biaya transportasi. Hal ini bertujuan agar panitia tidak lagi membebankan kebutuhan teknis kepada kas lembaga. “Dana infak kami salurkan khusus untuk membantu operasional di lapangan, sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan lancar tanpa mengganggu anggaran lembaga,” tambahnya. Sementara itu, BAZNAS Kaltim juga turut menyelenggarakan pemotongan hewan kurban secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Samarinda. Terdapat satu ekor sapi dari BAZNAS RI, satu sapi dan satu kambing dari mitra perbankan, serta satu kambing dari perusahaan mitra. Daging dari dua ekor sapi yang disembelih oleh BAZNAS Kaltim dikemas menjadi 162 paket daging kurban seberat 1 kg dan disalurkan kepada warga kurang mampu di sekitar Kantor BAZNAS serta kediaman para karyawan. “Semoga semangat berbagi dan kolaborasi ini terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Ini menjadi wujud nyata sinergi antara BAZNAS, masyarakat, dan para mitra untuk menghadirkan keberkahan bagi umat,” tutupnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
DANA OFF-BALANCED KURBAN BAZNAS KALTIM MENINGKAT SIGNIFIKAN PADA IDULADHA 1446 H
Samarinda — Dalam momentum Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mencatat peningkatan signifikan pada pengumpulan dana off-balanced untuk program kurban. Tahun ini, total dana yang terhimpun mencapai Rp3,5 miliar, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2 miliar. Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa dana kurban tersebut bersumber dari para shohibul qurban (mudhahhi) yang menyalurkan hewan kurbannya melalui 43 lembaga mitra, yang terdiri dari masjid, musala/langgar, kantor, sekolah, hingga lembaga perbankan yang telah bekerja sama dengan BAZNAS Kaltim. “Model pengelolaan off-balanced ini tetap melalui BAZNAS sebagai pencatat dan pengatur distribusi infak operasional kurban. Dana dari masjid dan lembaga mitra dikumpulkan terlebih dahulu, lalu seminggu sebelum hari raya disalurkan kembali ke panitia masing-masing untuk pengadaan hewan kurban,” ujar Ahmad Nabhan pada Sabtu, (07/06) lalu. Sebagai bentuk layanan tambahan, BAZNAS Kaltim turut memberikan infak operasional kepada panitia masjid untuk membantu pengadaan kebutuhan pelaksanaan kurban, seperti plastik pembungkus, biaya penyembelihan, dan kebutuhan teknis lainnya. Besaran infak operasional ini disesuaikan dengan harga hewan kurban. Misalnya: Sapi seharga Rp21 juta: infak sebesar Rp750 ribu Sapi seharga Rp19,25 juta: infak sebesar Rp700 ribu Sapi seharga Rp17,5 juta: infak sebesar Rp650 ribu Kambing seharga Rp3 juta: infak sebesar Rp250 ribu Pengadaan hewan kurban dan pelaksanaan penyembelihan tetap dilaksanakan oleh panitia masjid, termasuk proses distribusi daging kepada masyarakat sekitar. “Kami ingin memastikan bahwa ibadah kurban dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat. Dana off-balanced ini menjadi salah satu indikator kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap BAZNAS Kaltim,” pungkasnya.
BERITA08/06/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN DUKUNG PROGRAM KESEHATAN: ZAKAT UNTUK PENANGANAN HIV/AIDS, TBC, DAN MALARIA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mengambil peran aktif dalam program-program kesehatan, khususnya dalam mendukung penanganan HIV/AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria (ATM) yang kini telah menjadi isu kesehatan global. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam agenda Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda. Menurutnya, isu ATM bukan sekadar masalah medis, tetapi juga berdampak besar pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki tanggung jawab untuk terlibat dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pemulihan. “BAZNAS Kaltim menjadikan program kesehatan sebagai bagian penting dalam strategi penyaluran dana zakat. HIV/AIDS, TBC, dan malaria adalah masalah serius yang membutuhkan dukungan semua pihak. Dana zakat kami hadir untuk membantu, baik dalam bentuk bantuan pengobatan maupun pemberdayaan ekonomi bagi para pasien,” ujar H. Badrus Syamsi. Salah satu bentuk konkret kontribusi tersebut adalah program pemberdayaan pasien TBC yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. Program ini memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan ekonomi bagi para pasien yang kehilangan produktivitas akibat penyakitnya, agar tetap bisa mandiri secara ekonomi. “Melalui program ini, kami ingin memberi harapan baru. Bahwa meski menghadapi penyakit, mereka tetap punya kesempatan untuk bangkit dan berkarya,” tambahnya. Lebih lanjut, BAZNAS Kaltim juga membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan berbagai stakeholder kesehatan agar pengelolaan zakat dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Dengan adanya keterlibatan langsung BAZNAS dalam forum-forum strategis seperti workshop ini, BAZNAS Kaltim menegaskan bahwa zakat bukan hanya sebatas bantuan konsumtif, tetapi juga solusi transformatif yang dapat bersinergi dengan kebijakan pembangunan daerah, termasuk dalam mencapai target eliminasi ATM di tahun 2030.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
WORKSHOP INTEGRASI ATM DDORONG KOMITMEN LINTAS SEKTOR, BAZNAS KALTIM HADIR SAMPAIKAN PERAN ZIS DALAM PENANGANAN KESEHATAN
WORKSHOP INTEGRASI ATM DDORONG KOMITMEN LINTAS SEKTOR, BAZNAS KALTIM HADIR SAMPAIKAN PERAN ZIS DALAM PENANGANAN KESEHATAN
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung sektor kesehatan dan penguatan sinergi antar lembaga, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur hadir dalam Workshop Petunjuk Teknis Integrasi ATM dan Kebijakan Terkait ATM Tingkat Provinsi yang digelar oleh Adinkes Kaltim bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Senin (26/5/2025) di Hotel Harris Samarinda. Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menjadi narasumber dan menyampaikan peran serta kontribusi BAZNAS dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting, dan BAZNAS siap menjadi mitra aktif Dinas Kesehatan dalam penanganan isu kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur. “Kami di BAZNAS Kaltim hadir bukan hanya sebagai lembaga zakat, tetapi sebagai bagian dari solusi sosial yang berkelanjutan. Penanganan ATM tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga bagaimana mendukung pemulihan ekonomi dan martabat hidup para pasien,” jelas H. Badrus. Melalui program kesehatan, BAZNAS Kaltim telah memberikan bantuan kepada pasien tuberkulosis dalam bentuk pelatihan ekonomi kreatif dan pengembangan keterampilan, yang bertujuan mengembalikan produktivitas pasien selama masa pemulihan. Program ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dalam menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan. “Banyak pasien TBC yang kehilangan pendapatan karena sakit. Di sinilah zakat kami hadir, untuk mendampingi mereka agar tetap bisa berdaya. Ini juga bagian dari dakwah sosial,” tambahnya. Workshop yang diikuti oleh OPD terkait dari seluruh kabupaten/kota se-Kaltim ini bertujuan mendorong integrasi kebijakan ATM ke dalam dokumen perencanaan daerah sesuai Permendagri No. 90 Tahun 2019 dan Permendagri No. 84 Tahun 2022. Kehadiran BAZNAS Kaltim dalam forum ini diharapkan memperkuat sinergi dan menambah energi kolaboratif dalam membangun sistem kesehatan daerah yang tangguh dan inklusif. BAZNAS Kaltim percaya, keberhasilan eliminasi ATM di tahun 2030 tidak hanya bergantung pada sektor medis, tetapi juga pada kolaborasi dengan lembaga zakat, sosial, dan ekonomi yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat. Inilah semangat sinergi yang terus dijaga dan dikembangkan BAZNAS Kaltim bersama mitra-mitra strategis di Kalimantan Timur.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN PENGUATAN TATA KELOLA ZAKAT MELALUI RAKERNIS NASIONAL
BAZNAS KALTIM TEGASKAN KOMITMEN PENGUATAN TATA KELOLA ZAKAT MELALUI RAKERNIS NASIONAL
Bogor – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan zakat yang amanah dan kolaboratif melalui keikutsertaan aktif dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS Se-Indonesia yang diselenggarakan mulai Rabu (21/05) di Bogor, Jawa Barat. Rakernis tahun ini mengangkat tema “Sinergi Pengelolaan Zakat Nasional yang Efektif, Kolaboratif, dan Bertanggung Jawab”, dan menjadi momentum strategis bagi seluruh BAZNAS provinsi, termasuk BAZNAS Kaltim, untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat koordinasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) dari pusat hingga daerah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA dalam pembukaan acara menekankan pentingnya profesionalisme dan kerja sama lintas sektor dalam memastikan manfaat zakat terasa langsung oleh masyarakat. Semangat ini sejalan dengan prinsip kerja BAZNAS Kaltim yang mengedepankan tata kelola yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI. Dalam agenda Rakernis, BAZNAS Kaltim turut berbagi pengalaman dan hasil pelaporan kinerja pengelolaan zakat wilayah Kalimantan Timur. Salah satu sesi penting diisi dengan diskusi teknis antara BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota terkait pelaporan zakat melalui aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS). Tercatat pada tahun 2024, sebanyak 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur telah melaporkan pengelolaan ZIS secara digital melalui SIMBA. Namun, pada tahun 2025, jumlah tersebut mengalami penurunan menjadi 9 kabupaten/kota yang aktif menyampaikan pelaporan kinerja pengelolaan zakat melalui sistem tersebut. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim akan terus mendorong BAZNAS kabupaten/kota untuk menjaga konsistensi pelaporan melalui SIMBA guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana umat. “Kami melihat SIMBA sebagai instrumen strategis untuk mengintegrasikan tata kelola zakat di seluruh wilayah Kalimantan Timur secara profesional dan terukur,” jelasnya. Rakernis yang berlangsung selama tiga hari ini juga menjadi sarana pertukaran praktik baik antar daerah, sekaligus forum reflektif terhadap capaian program zakat nasional. BAZNAS Kaltim berharap melalui forum ini, kinerja dan sinergi pengelolaan zakat di Kalimantan Timur dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi penghimpunan, distribusi, maupun pelaporan, guna mendukung kesejahteraan umat secara berkelanjutan.
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM DORONG TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK PENGELOLAAN ZAKAT YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
BAZNAS KALTIM DORONG TRANSFORMASI DIGITAL UNTUK PENGELOLAAN ZAKAT YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
Rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) BAZNAS Se-Indonesia berlanjut ke hari kedua dengan pembahasan yang lebih mendalam mengenai tata kelola dan kepemimpinan dalam pengelolaan zakat nasional. Salah satu fokus utama dalam sesi ini adalah menguatkan peran struktural dan strategis Wakil Ketua III di masing-masing BAZNAS daerah. Dalam forum diskusi, disampaikan bahwa Wakil Ketua III memegang peranan penting sebagai pilar utama dalam perencanaan, pengambilan keputusan, dan pelaporan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Fungsi ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa program yang dijalankan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga selaras dengan prinsip akuntabilitas dan amanah publik. Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., turut menegaskan pentingnya tata kelola yang kuat agar lembaga zakat mampu menghadapi tantangan zaman dan menjaga kepercayaan masyarakat. "Kepemimpinan di BAZNAS harus bergerak dalam kerangka strategis yang terukur dan terlapor dengan baik. Ini bagian dari tanggung jawab moral dan syar’i yang kita emban bersama," ujarnya. Salah satu hal penting yang juga dibahas dalam forum ini adalah urgensi transparansi pengelolaan ZIS. Transparansi tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan trust (kepercayaan) publik, tetapi juga menjadi tameng perlindungan terhadap lembaga dari potensi berita negatif maupun niat buruk pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai bentuk konkret dari transparansi tersebut, forum merekomendasikan pembentukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota. PPID diharapkan menjadi pusat layanan keterbukaan informasi publik dan menjamin bahwa semua proses pengelolaan dana zakat dapat diakses, dimonitor, dan dipertanggungjawabkan secara terbuka. Hari kedua Rakernis ini memperkuat komitmen BAZNAS Kaltim untuk terus mendorong pengelolaan zakat yang tidak hanya patuh secara regulasi, tetapi juga adaptif terhadap tuntutan era digital dan transparansi publik. Dengan tata kelola dan kepemimpinan yang kuat, BAZNAS akan semakin dipercaya dan berdampak dalam membangun kesejahteraan umat.
BERITA21/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM TINDAK LANJUTI ARAHAN GUBERNUR UNTUK RANCANG REGULASI PENGELOLAAN ZAKAT DI KALTIM
BAZNAS KALTIM TINDAK LANJUTI ARAHAN GUBERNUR UNTUK RANCANG REGULASI PENGELOLAAN ZAKAT DI KALTIM
Sebagai bentuk komitmen dalam menindaklanjuti arahan Gubernur Kalimantan Timur untuk memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Kaltim menginisiasi pembahasan awal Rancangan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim tentang Pengelolaan ZIS. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/05) di Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, dihadiri oleh sejumlah instansi strategis. Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, bersama Wakil Ketua III H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., menghadiri rapat bersama perwakilan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kaltim, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kaltim, dan Biro Hukum Setda Provinsi Kaltim. Rapat ini bertujuan menyusun kerangka regulasi yang akan menjadi pedoman kuat dalam pengelolaan ZIS, khususnya zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kalimantan Timur. Drs. H. Ahmad Nabhan menyampaikan bahwa arahan Gubernur Kaltim menjadi pijakan penting bagi BAZNAS untuk memperkuat pengelolaan zakat secara optimal dan terstruktur. “Kami ingin zakat menjadi instrumen sosial yang berdampak nyata. Dengan adanya regulasi yang dirancang, pengumpulan dana zakat—terutama dari ASN—dapat berjalan lebih sistematis, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kaltim,” ujarnya. Wakil Ketua III, H. Badrus Syamsi menambahkan, regulasi ini tidak hanya memberikan kepastian hukum, namun juga mendorong kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. “Zakat ASN adalah potensi besar. Jika dikelola dengan sistem yang kuat dan terstandarisasi, manfaatnya akan jauh lebih terasa oleh masyarakat. Ini juga memperkuat peran zakat sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi umat,” katanya. Pembahasan rancangan ini mencakup sejumlah aspek teknis, seperti mekanisme penghimpunan zakat ASN, pengelolaan dana, sistem pelaporan, hingga tata kelola distribusi agar tetap akuntabel dan tepat sasaran. Melalui rapat ini, BAZNAS Kaltim juga menyampaikan sejumlah masukan konstruktif terkait penguatan kelembagaan zakat di daerah. Selama beberapa tahun terakhir, BAZNAS Kaltim terus berupaya mengembangkan ekosistem pengelolaan zakat yang profesional dan berdampak luas, mulai dari program bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pendidikan. Kehadiran peraturan resmi dari pemerintah daerah akan menjadi landasan hukum yang memperkuat semua langkah tersebut. Rancangan peraturan ini akan terus dikaji bersama hingga mencapai bentuk final yang siap disahkan sebagai Peraturan Gubernur. Diharapkan dengan adanya regulasi ini, potensi zakat di Kalimantan Timur dapat digali lebih dalam, dimanfaatkan lebih maksimal, dan menjangkau lebih banyak mustahik di seluruh pelosok daerah. Dengan langkah ini, BAZNAS Kaltim menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan tata kelola zakat yang amanah, transparan, dan berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur.
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM AJAK 5 MEDIA BESAR KALTIM PERKUAT TRANSPARANSI DAN SYIAR ZAKAT
BAZNAS KALTIM AJAK 5 MEDIA BESAR KALTIM PERKUAT TRANSPARANSI DAN SYIAR ZAKAT
Samarinda – Dalam upaya memperkuat transparansi pengelolaan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) sekaligus mempererat sinergi dengan media, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur menggelar silaturahmi dan dialog bersama wartawan dari lima media besar Kaltim, Selasa (06/05), di ruang rapat lantai 2 Kantor BAZNAS Kaltim. Sebagai lembaga pemerintah non-struktural, BAZNAS Kaltim telah berdiri sejak tahun 1992 dan tetap eksis hingga kini dalam menjalankan amanah umat untuk mengelola dana zakat. BAZNAS hadir sebagai pengelola dana umat yang tidak hanya bertugas menghimpun, tetapi juga mendistribusikan serta melaporkan dana ZIS dengan prinsip akuntabilitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. "Ini adalah bentuk keterbukaan kami kepada masyarakat. Kami mengajak media untuk menjadi mitra dalam menyampaikan informasi secara jujur, transparan, dan konstruktif," ungkap Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan dalam pertemuan tersebut. Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari lima media besar Kalimantan Timur, yaitu Kaltim Post, Koran Kaltim, Samarinda Pos (Sapos), Tribun Kaltim, dan LKBN Antara. Dialog berlangsung hangat dengan semangat kolaborasi untuk mengedukasi masyarakat melalui pemberitaan yang informatif dan inspiratif. BAZNAS Kaltim menekankan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan syiar zakat serta memperluas pemahaman publik terkait pengelolaan dana ZIS. "Kami berharap, melalui tulisan-tulisan di media, masyarakat bisa lebih paham, percaya, dan turut berpartisipasi dalam zakat melalui BAZNAS," tambah Ahmad Nabhan. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E, menegaskan bahwa BAZNAS menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi. "Silakan teman-teman media menulis apa adanya, memberi kritik dan saran. Karena kami percaya, kritik yang membangun adalah bagian dari upaya menjadikan BAZNAS Kaltim lebih baik," ujarnya. Menurutnya, prinsip pengelolaan BAZNAS yang mengacu pada 3A – Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI – menjadi dasar kuat dalam menjaga integritas lembaga dan kepercayaan publik. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS Kaltim berharap media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga mitra dakwah dalam menebarkan nilai-nilai kebaikan dan keadilan sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
PERKUAT DIGITALISASI, BAZNAS KALTIM BERIKAN SOSIALISASI DAN PELATIHAN KANTOR DIGITAL DI BAZNAS PPU
PERKUAT DIGITALISASI, BAZNAS KALTIM BERIKAN SOSIALISASI DAN PELATIHAN KANTOR DIGITAL DI BAZNAS PPU
Penajam Paser Utara – Dalam upaya memperkuat digitalisasi dan transparansi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur berikan Sosialisasi dan Pelatihan Kantor Digital di kantor BAZNAS Penajam Paser Utara (PPU) pada Senin (05/05). Agenda ini dihadiri oleh para amil dari BAZNAS PPU dan dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS PPU, H. Tahmid. H. Tahmid menyampaikan ucapan terima kasih kepada BAZNAS Kaltim atas pelatihan yang diberikan kepada para amil mengenai fungsi dan pengelolaan website kantor digital. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS PPU akan segera meluncurkan website baru sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan transparansi pelaporan kegiatan lembaga kepada masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan BAZNAS Kaltim. Website BAZNAS PPU sebelumnya sudah ada, namun sempat tidak aktif. Sekarang akan diperbaharui dengan domain dari pusat untuk memastikan informasi yang disampaikan lebih terstruktur dan terpercaya. Kami berharap pelatihan ini bisa terus berlanjut, sehingga kemampuan SDM kami dalam mengelola website semakin berkembang,” ujar H. Tahmid. Dengan website yang dikelola secara profesional, BAZNAS PPU diharapkan mampu menyajikan informasi yang lebih akurat dan cepat kepada publik, mulai dari program penyaluran zakat, infak, dan sedekah hingga laporan keuangan yang transparan. Dalam pengelolaan website memerlukan pendampingan yang berkelanjutan, mengingat keterbatasan SDM yang fokus pada bidang teknologi informasi di BAZNAS PPU H. Tahmid berharap BAZNAS Provinsi dapat terus memberikan bimbingan untuk memastikan website ini berfungsi optimal sebagai media komunikasi dengan para muzaki, mustahik, dan masyarakat luas. “Kami ingin memastikan bahwa informasi yang kami sampaikan melalui website ini dapat diakses dengan mudah dan transparan oleh masyarakat. Ini juga sebagai upaya untuk membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat yang amanah,” tambahnya. BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus mendorong transformasi digital di berbagai level, termasuk di tingkat kabupaten dan kota, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan transparansi lembaga filantropi. Dengan pemanfaatan teknologi digital, BAZNAS berharap mampu memperluas jangkauan pelayanan, mempercepat proses pelaporan, dan memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS KALTIM PERKUAT LITERASI ZAKAT DI KALANGAN MAHASISWA UINSI SAMARINDA
BAZNAS KALTIM PERKUAT LITERASI ZAKAT DI KALANGAN MAHASISWA UINSI SAMARINDA
Samarinda – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur terus memperluas peran sebagai lembaga filantropi dengan tidak hanya menghimpun dan menyalurkan dana zakat, tetapi juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu upaya ini diwujudkan melalui kuliah umum tentang “Manajemen Lembaga Zakat dan Wakaf” yang disampaikan oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., kepada para mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Senin (05/05) di kantor BAZNAS Kaltim. Dalam kuliah tersebut, H. Badrus Syamsi menekankan bahwa peran mahasiswa sangat penting dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat. Ia menjelaskan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa berperan sebagai penerima edukasi, tetapi juga sebagai penggerak dalam gerakan sadar zakat di masyarakat. “Mahasiswa adalah agen perubahan yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam dunia filantropi, baik melalui edukasi langsung kepada masyarakat maupun dengan memanfaatkan platform digital untuk menyebarkan informasi tentang zakat." ujar H. Badrus Syamsi. Badrus juga menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim selama ini aktif dalam menyebarkan edukasi tentang zakat, infak, dan sedekah (ZIS) baik secara langsung ke berbagai instansi, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat umum. Selain itu, BAZNAS Kaltim juga memanfaatkan berbagai platform digital untuk memperluas jangkauan informasi, termasuk media sosial, website, dan aplikasi pembayaran zakat online. “Edukasi tentang zakat adalah bagian penting dari tugas kami sebagai lembaga filantropi. Ini bukan hanya tentang mengelola dana, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat bahwa zakat adalah instrumen penting dalam pembangunan sosial dan ekonomi,” tambahnya. Melalui kuliah ini, para mahasiswa diajak untuk memahami peran strategis zakat dalam pemberdayaan umat, mulai dari pengumpulan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana zakat yang transparan dan akuntabel. Badrus berharap mahasiswa bisa terlibat aktif dalam mendukung gerakan zakat, baik sebagai pengelola, penggerak, atau bahkan pemimpin di masa depan. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat, di mana para mahasiswa berkesempatan untuk bertanya langsung kepada H. Badrus Syamsi tentang berbagai aspek pengelolaan zakat dan wakaf. Dengan adanya kegiatan seperti ini, BAZNAS Kaltim berharap dapat terus memperkuat literasi zakat di masyarakat, sehingga semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya zakat dalam memperkuat ekonomi umat dan mengentaskan kemiskinan.
BERITA05/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
ZAKAT PRODUKTIF: BAZNAS KALTIM WUJUDKAN KEMANDIRIAN SANTRI LEWAT AYAM PETELUR
ZAKAT PRODUKTIF: BAZNAS KALTIM WUJUDKAN KEMANDIRIAN SANTRI LEWAT AYAM PETELUR
Balikpapan — Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi pesantren, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur bersama Bank Indonesia Balikpapan melakukan survei lokasi rencana pembangunan kandang ayam petelur di Pondok Pesantren Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari pada Jumat (02/05). Rencana program ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara BAZNAS Kaltim dan Bank Indonesia Balikpapan, yang akan merealisasikan dua unit kandang ayam petelur dengan kapasitas masing-masing 1.008 ekor ayam. Proyek ini diharapkan menjadi motor pemberdayaan ekonomi bagi pesantren dan para santri, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan survei tersebut, turut hadir Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., Direktur Pelaksana Munawarah, S.Sos., serta perwakilan dari Bank Indonesia Balikpapan dan pihak vendor penyedia sarana budidaya ayam petelur. Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata komitmen BAZNAS Kaltim dalam menciptakan kemandirian umat, khususnya di lingkungan pesantren. "Kami ingin memberdayakan para santri agar mereka memiliki keterampilan dan pengalaman dalam dunia usaha, khususnya budidaya ayam petelur. Kami juga meminta kepada vendor untuk menyiapkan material terlebih dahulu agar saat proses administrasi dari BI dan BAZNAS selesai, pembangunan kandang bisa langsung dimulai," jelas Badrus Syamsi. Lebih lanjut, Badrus menekankan bahwa program produktif seperti ini juga menjadi bentuk inovasi dalam pengelolaan dana zakat. Menurutnya, zakat akan lebih memberikan manfaat jika diarahkan kepada program yang berkelanjutan. "Zakat tidak hanya sekadar diberikan habis untuk kebutuhan sesaat, tetapi harus diarahkan pada program produktif yang membuat mustahik terus berkembang. Dengan demikian, zakat tidak habis setelah disalurkan, tetapi justru menjadi modal kemandirian ekonomi umat," tegasnya. Program ini juga merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Bank Indonesia Balikpapan merespon arahan tersebut dengan menggagas program budidaya ayam petelur berbasis pesantren, yang manfaatnya dapat terus dikembangkan dan memberi dampak ekonomi jangka panjang. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga menjadi sentra ekonomi produktif yang dapat mencetak santri-santri mandiri dan berdaya saing.
BERITA02/05/2025 | Humas BAZNAS Kaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →