WhatsApp Icon
BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

BAZNAS Kaltim Berpartisipasi dalam Pembentukan Klaster Logistik Kebencanaan, Perkuat Peran BTB

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur turut berpartisipasi dalam agenda Pembentukan Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Provinsi Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam memastikan kesiapan logistik serta kelancaran distribusi bantuan ketika bencana terjadi.

BAZNAS Kaltim hadir dalam kegiatan tersebut melalui Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, dan Komandan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kaltim, Muhammad Mulyono, S.H. Partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan efektivitas respons kemanusiaan melalui sinergi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.

Pembentukan klaster logistik kebencanaan bertujuan membangun koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat dalam pengelolaan logistik bencana. Melalui mekanisme tersebut, ketersediaan dan distribusi bantuan diharapkan dapat berlangsung secara cepat, tepat jumlah, tepat jenis, tepat sasaran, dan tepat waktu.

Klaster ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan, mengoptimalkan mobilisasi sumber daya, memperkuat sistem informasi logistik, serta mengatasi kesenjangan dan hambatan distribusi bantuan. Dengan demikian, penanggulangan bencana di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih terpadu, efektif, efisien, dan akuntabel.

Partisipasi BAZNAS Kaltim dalam pembentukan klaster logistik sejalan dengan pelaksanaan program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), yaitu program kebencanaan BAZNAS yang berperan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan masyarakat terdampak sesuai kapasitas dan kebutuhan di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BTB tidak hanya berfokus pada respons ketika bencana terjadi, tetapi juga mendorong kesiapan personel, peralatan, koordinasi, serta dukungan logistik agar bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan BPBD dan unsur terkait menjadi penting karena penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan fungsi dan sumber daya yang saling melengkapi.

Bagi BAZNAS Kaltim, keterlibatan dalam klaster logistik juga menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi mengenai kebutuhan di lapangan, mekanisme mobilisasi bantuan, serta dukungan sumber daya yang dapat dioptimalkan ketika terjadi kondisi darurat di wilayah Kalimantan Timur.

Ketua BAZNAS Kaltim, Drs. H. Ahmad Nabhan, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas lembaga merupakan bagian penting dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih siap dan responsif.

“Penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dunia usaha, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat agar bantuan dapat disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan. Melalui partisipasi ini, kami berharap peran BAZNAS Tanggap Bencana semakin terintegrasi dalam upaya kemanusiaan di Kalimantan Timur,” ujar Ahmad Nabhan.

Ia menambahkan, kesiapan logistik dan koordinasi sejak sebelum bencana terjadi dapat membantu mempercepat respons ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan melalui BTB serta menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Pembentukan klaster logistik juga menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan kebencanaan tidak hanya tersedia, tetapi dapat dikelola dan disalurkan secara terkoordinasi. Informasi mengenai kebutuhan, ketersediaan barang, jalur distribusi, dan kondisi wilayah terdampak menjadi unsur penting dalam mendukung pengambilan keputusan saat keadaan darurat.

Perwakilan BPBD Provinsi Kalimantan Timur dalam pernyataan yang perlu dikonfirmasi menyampaikan bahwa pembentukan klaster logistik diharapkan memperkuat kerja sama lintas sektor, sehingga pengelolaan bantuan dapat dilakukan secara lebih terencana dan hambatan distribusi dapat diminimalkan.

“Melalui klaster logistik, koordinasi antarinstansi dan mitra kebencanaan diharapkan semakin kuat. Dengan informasi yang terintegrasi dan pembagian peran yang jelas, ketersediaan serta distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak secara lebih cepat dan tepat,” demikian rumusan pernyataan yang dapat disesuaikan dengan keterangan resmi BPBD.

Keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam agenda ini diharapkan memperkuat hubungan kerja dengan BPBD dan mitra kebencanaan lainnya, khususnya dalam mendukung kesiapan logistik, respons darurat, dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Gelar Evaluasi dan Bimtek Perencanaan 2027, Perkuat Sinkronisasi Program dengan Arah Pembangunan Nasional

SAMARINDA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2027 bagi BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet dan diikuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi serta Kabupaten/Kota di wilayah Kalimantan Timur.

Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 dan Penyusunan Dokumen Perencanaan 2027 ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas perencanaan, evaluasi program, serta sinkronisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah agar selaras dengan arah kebijakan BAZNAS RI dan pembangunan nasional.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Ahmad Nabhan. Dalam sambutannya, ia menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.

Ia mengajak seluruh jajaran BAZNAS di Kalimantan Timur untuk menjadikan evaluasi sebagai momentum perbaikan bersama. Hal-hal yang belum berjalan baik perlu diperbaiki, sementara capaian dan praktik yang sudah baik harus dipertahankan serta terus ditingkatkan.

“Yang belum baik mari kita perbaiki. Apa yang sudah baik mari bersama kita pertahankan dan semakin lebih baik lagi. Jangan sampai hanya hitam di atas putih, tetapi perlu adanya tindak lanjut yang signifikan,” pesannya.

Ahmad Nabhan juga menekankan bahwa dokumen perencanaan harus disusun selaras dengan kebijakan dan arah perencanaan BAZNAS RI, namun tetap mempertimbangkan kondisi serta kemampuan daerah. Dengan demikian, target dan program yang direncanakan dapat disusun secara realistis dan memungkinkan untuk direalisasikan.

Ia turut mengajak seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk bertanya dan berdiskusi, serta mengidentifikasi berbagai hal yang perlu segera ditindaklanjuti.

Selanjutnya, materi bimbingan teknis disampaikan oleh Syaidah, staf Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2026 sekaligus mekanisme penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan zakat untuk tahun 2027.

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa penyusunan dokumen perencanaan BAZNAS memiliki keterkaitan dengan siklus perencanaan pembangunan nasional. Dokumen perencanaan BAZNAS disusun secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota.

Siklus tersebut mencakup penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja), hingga Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT). Pada tingkat daerah, Renstra dan Renja BAZNAS Provinsi maupun Kabupaten/Kota menjadi pedoman dalam menyusun program dan anggaran yang sesuai dengan arah kebijakan serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Penyusunan dokumen tersebut juga perlu memperhatikan keterkaitannya dengan dokumen pembangunan nasional, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045 sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024. RPJPN menjadi arah pembangunan jangka panjang Indonesia dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Materi tersebut turut menjelaskan bahwa visi Indonesia 2045 diarahkan pada terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Arah pembangunan ini berlandaskan pada kekuatan modal dasar Indonesia, perkembangan megatrend global, serta capaian pembangunan periode sebelumnya.

Dalam konteks tersebut, zakat memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekonomi dan keuangan sosial syariah. Zakat tidak hanya berfungsi sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional, mengatasi kemiskinan, serta mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi.

Optimalisasi pengumpulan dan penyaluran zakat diharapkan mampu memperkuat redistribusi ekonomi secara adil dan produktif. Dana zakat juga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta mendukung program pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan upaya memperkuat perlindungan sosial yang adil dan berbasis nilai keagamaan.

Direktorat Perencanaan dan Inovasi BAZNAS RI memberikan sejumlah arahan yang wajib ditindaklanjuti oleh seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota. Di antaranya mengisi Form Evaluasi Perencanaan 2026 dan Form Perencanaan Pengelolaan Zakat Nasional Tahun 2027.

Selain itu, masing-masing BAZNAS diminta menyusun rancangan awal atau draf dokumen LK dan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Tahun 2027, dengan memprioritaskan penyusunan RKAT 2027 terlebih dahulu. Penyusunan tersebut perlu mengacu pada dokumen pendukung, meliputi Renstra, Renja, RKAT, petunjuk teknis, contoh dokumen yang telah terisi, serta target nasional tahun 2027.

Dalam arahannya, BAZNAS RI juga menegaskan pentingnya pelaksanaan rapat pleno pimpinan sebelum Bimtek. Setiap bidang di lingkungan BAZNAS harus berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan, sementara bagian perencanaan bertindak sebagai koordinator proses penyusunannya.

Dokumen perencanaan selanjutnya perlu dibahas dan disepakati bersama melalui rapat pleno yang melibatkan Ketua dan Wakil Ketua. Langkah ini diperlukan agar perencanaan yang disusun menjadi hasil kesepahaman bersama dan mencerminkan kebutuhan serta prioritas lembaga.

Melalui kegiatan evaluasi dan bimbingan teknis ini, BAZNAS Kaltim berharap seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota dapat meningkatkan kualitas perencanaan, memperkuat koordinasi ant bidang, serta menyusun program dan anggaran tahun 2027 secara terarah, terukur, dan realistis.

Dengan perencanaan yang matang, selaras dengan arah pembangunan nasional, serta didukung tindak lanjut yang nyata, pengelolaan zakat di Kalimantan Timur diharapkan semakin efektif dan akuntabel. Lebih dari itu, zakat diharapkan dapat berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan, penguatan ekonomi masyarakat, dan pencapaian kesejahteraan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

30/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Paket Sanitasi bagi Korban Kebakaran di Dua Lokasi di Tenggarong

KUTAI KARTANEGARA – BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sanitasi kepada warga terdampak kebakaran di dua lokasi di Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (29/10/2026). Bantuan tersebut disalurkan di RT 33 Kelurahan Melayu serta wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.

Penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, Dr. H. Abdurrahman AR, M.A.P., bersama Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H. Bantuan ini merupakan dukungan untuk memenuhi kebutuhan kebersihan dan sanitasi warga, melengkapi bantuan bahan pangan yang telah diterima dari berbagai pihak.

Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, menjelaskan bahwa bantuan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan warga di lokasi terdampak. Berdasarkan informasi yang diterima, bantuan berupa sembako, termasuk beras dan bahan pangan lainnya, telah banyak disalurkan. Karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan dukungan dalam bentuk paket sanitasi agar kebutuhan dasar lainnya juga dapat terpenuhi.

“BAZNAS Kaltim membantu di dua titik lokasi kebakaran. Kami mendapatkan informasi bahwa bantuan sembako, beras, dan kebutuhan pangan lainnya sudah cukup banyak disalurkan. Oleh karena itu, BAZNAS Kaltim memberikan bantuan berupa paket sanitasi dengan total bantuan Rp22.989.500 untuk 112 kepala keluarga, di luar bantuan sembako yang telah tersedia,” jelas Achmad Suparno.

Setiap paket sanitasi berisi handuk besar, sabun mandi cair, sampo, pasta gigi dan sikat gigi, sabun cuci cair atau bubuk, serta pewangi pakaian. Bantuan ini diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi dan keluarga selama menjalani masa pemulihan.

Achmad Suparno juga berharap kolaborasi antara BAZNAS Kaltim, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Tim Penggerak PKK, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, PKK, dan BAZNAS selalu terjalin untuk membangun dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Timur, Sarifah Suraidah Harum, turut hadir untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak. Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan BAZNAS Kaltim dalam penyaluran bantuan dan mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dalam membantu masyarakat.

Sarifah Suraidah Harum juga menguatkan warga agar tetap tabah menghadapi musibah dan tidak merasa sendiri dalam melewati masa sulit.

“Bapak dan Ibu tidak sendirian. Kita akan bersama-sama melewati masa sulit ini. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan selalu hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat,” pesannya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung kondisi warga serta memperkuat koordinasi antarpihak agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara bertahap.

Di Kelurahan Melayu, kebakaran dilaporkan berdampak terhadap 75 kepala keluarga, dengan 35 rumah dan 277 jiwa terdampak. Sementara itu, kebakaran di wilayah RT 26 dan RT 61 Kelurahan Loa Ipuh mengakibatkan 11 rumah terbakar dan empat rumah lainnya terdampak. Peristiwa tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, Andi Deezca Pravidhia Aulia, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian berbagai pihak terhadap warga terdampak. Menurutnya, kebersamaan dan dukungan lintas lembaga menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan dan menata kembali kehidupan mereka. Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan pendampingan kepada warga, termasuk membantu pengurusan administrasi kependudukan, seperti surat-menyurat dan akta kelahiran. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan warga selama proses pemulihan pascakebakaran.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir BAZNAS Kabupaten Kutai Kartanegara, TP PKK Provinsi Kalimantan Timur, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur, Perkumpulan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (PP-PAUD) Kalimantan Timur, KORMI Kalimantan Timur, TP PKK Kabupaten Kutai Kartanegara, serta jajaran pemerintahan Kabupaten Kutai Kartanegara.

29/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Buka Beasiswa Cendekia Timur Tengah 2026, Sediakan Kuota bagi 300 Mahasiswa Indonesia

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menghadirkan program Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Timur Tengah tahun 2026. Program ini ditujukan bagi 300 mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan jenjang sarjana (S1) dan magister (S2) di delapan negara, yaitu Mesir, Libya, Maroko, Tunisia, Turki, Suriah, Yordania, dan Yaman.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam mendukung keberlanjutan pendidikan mahasiswa Indonesia sekaligus menyiapkan generasi yang unggul, berakhlak, dan mampu bersaing di tingkat global untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Melalui program tersebut, para penerima beasiswa akan memperoleh bantuan uang saku sebesar Rp1 juta per bulan selama maksimal dua tahun. Selain itu, BAZNAS menyediakan seragam pakaian dinas harian (PDH), pendampingan melalui kegiatan mentoring setiap bulan, serta dukungan pembiayaan untuk mengikuti kompetisi atau konferensi tertentu.

Dalam peluncuran BCB Timur Tengah 2026 yang berlangsung di Kairo, Mesir, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV pada Selasa (27/10/2026), Sodik menjelaskan bahwa program ini menargetkan penerima manfaat dari berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk mendukung pelaksanaan beasiswa selama 24 bulan, BAZNAS RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp8.162.500.000. Anggaran tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan program bagi 300 mahasiswa penerima beasiswa.

Pendaftaran BCB Timur Tengah 2026 dibuka pada 28 Oktober hingga 9 November 2026. Calon peserta dapat mempelajari petunjuk teknis serta mengunduh format dokumen persyaratan melalui tautan berikut:

Persyaratan Pendaftaran

Mahasiswa yang berminat mengikuti program BCB Timur Tengah 2026 perlu memenuhi sejumlah ketentuan berikut:

  1. Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK).

  2. Beragama Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

  3. Berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat 1 hingga 4, yang dibuktikan dengan isbat qayyid atau surat keterangan aktif kuliah yang masih berlaku dari perguruan tinggi.

  4. Diutamakan mahasiswa jenjang S1, dengan kesempatan mendaftar yang juga terbuka bagi mahasiswa S2.

  5. Tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga atau pihak lain.

  6. Belum menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama masa penerimaan beasiswa.

  7. Memiliki prestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

  8. Memiliki hafalan Al-Qur’an.

  9. Menyerahkan seluruh dokumen administrasi sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

Melalui Beasiswa Cendekia BAZNAS Timur Tengah 2026, BAZNAS berharap dapat memperluas akses dukungan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia di luar negeri. Program ini sekaligus menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

28/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim
BAZNAS Kaltim Salurkan Bantuan Pendidikan Rp25 Juta untuk 50 Santri pada Peringatan Hari Santri Nasional 2026

SAMARINDA – Memperingati Hari Santri Nasional 2026, BAZNAS Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp25 juta kepada 50 santri dari berbagai pondok pesantren di Kalimantan Timur. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Ketua III BAZNAS Kaltim, H. Badrus Syamsi, S.Pd.I., M.E., dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Kamis (22/10), di halaman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Samarinda.

Penyerahan bantuan disaksikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Timur, serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur, Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd. Turut hadir Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., dan Direktur Pelaksana BAZNAS Kaltim, Munawarah, S.Sos.I.

Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS Kaltim dalam mendukung keberlanjutan pendidikan santri sekaligus memperluas manfaat zakat bagi masyarakat yang membutuhkan. Melalui dukungan tersebut, diharapkan para santri dapat terus menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu serta berakhlak mulia.

Dalam sambutannya, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Mohammad Irfan Prananta, S.E., M.M., menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum untuk mengenang, meneladani, dan melanjutkan peran ulama serta santri dalam membela dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus mengisi kemerdekaan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran santri dalam menghadapi tantangan zaman melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang diimbangi dengan akhlak mulia, sejalan dengan pesan Menteri Agama Republik Indonesia dalam peringatan Hari Santri tahun ini.

Sementara itu, Wakil Ketua IV BAZNAS Kaltim, Achmad Suparno, S.H., M.H., menegaskan bahwa BAZNAS Kaltim terbuka untuk terus mendukung kegiatan santri dan pondok pesantren sepanjang sesuai dengan ketentuan penyaluran zakat dan memenuhi kriteria asnaf.

“Santri dapat termasuk dalam asnaf fisabilillah, dan dalam kondisi tertentu juga terdapat penerima yang memenuhi kriteria asnaf miskin. Dukungan dapat diberikan untuk kegiatan santri, biaya pendidikan, maupun kebutuhan guru pesantren, selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Achmad Suparno juga mendorong penguatan kolaborasi antara BAZNAS Kaltim dan jajaran Kementerian Agama, baik di tingkat pusat melalui Direktorat Jenderal Pesantren maupun di daerah melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Menurutnya, sinergi tersebut dapat membuka peluang kerja sama untuk mendukung berbagai agenda pendidikan dan pengembangan pesantren ke depan.

Ia turut menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia. Ia berharap santri terus berkembang, berprestasi, serta mampu mengambil peran di berbagai bidang kehidupan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Adapun bantuan biaya pendidikan ini disalurkan kepada 50 santri dari 24 pondok pesantren, yakni:

PP. Al Arsyadi 2 Samarinda — 2 santri

PPS Al Jamil — 3 santri

PP. Darul Ihsan — 3 santri

PP Muslimin Indonesia Center — 2 santri

PP. Tanzilul Hakim — 2 santri

PP. Sabilarrasyad — 2 santri

PP An-Nur — 2 santri

PP. Darul Falaah — 2 santri

PP. Nabil Husein — 2 santri

PP. Al Mujahidah NW — 2 santri

PP. Hidayatullah — 2 santri

PP. Annashru Wal Futuuh — 2 santri

PP. Al Falah — 2 santri

PP. Hidayatul Mubtadiin — 2 santri

PP. Ihya Ulumuddin — 2 santri

PP. Istiqomah — 2 santri

PP. Langit Langit — 2 santri

PP. Al Aziziyah — 2 santri

PP. Darus Sa'adah — 2 santri

PP. At Tanwir — 2 santri

PP. Nurul Amin — 2 santri

PP. Al Wa'id — 2 santri

PP. Al Muhajirin — 2 santri

PP. Syaichona Cholil — 2 santri

Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kaltim berharap semakin banyak santri yang memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan terhadap pendidikan santri juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Momentum Hari Santri Nasional diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS, Pemerintah, Kementerian Agama, dan pondok pesantren dalam menghadirkan program-program yang memberi manfaat nyata bagi santri serta masyarakat luas.

22/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kaltim

Berita Terbaru

Baznas Kaltim Gelar Rakorda Harmonisasi Pengelolaan Zakat untuk Kepentingan Masyarakat
Baznas Kaltim Gelar Rakorda Harmonisasi Pengelolaan Zakat untuk Kepentingan Masyarakat
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sukses digelar pada Sabtu (8/10) di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim. SAMARINDA–Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sekprov Kaltim M Syirajudin mewakili gubernur Kaltim menyambut baik pelaksanaan kegiatan rutin tahunan tersebut. “Semoga Rakorda Baznas Kaltim berjalan lancar,” ucap mantan kepala DPMPD Kaltim itu. Dia mengapresiasi kinerja Baznas Kaltim dan berharap akan lahirnya inovasi maupun ide-ide baru sebagai langkah Baznas Kaltim untuk mendorong optimalisasi peluang dan potensi zakat di Bumi Etam. Kepala Baznas Kaltim Ahmad Nabhan menyampaikan, rakorda ini menjadi momen evaluasi bersama dan ruang pemberian masukan dan saran untuk memaksimalkan peran Baznas sebagai fasilitator. Dia mengatakan, harmonisasi pengelolaan zakat adalah bentuk upaya Baznas Pusat dan Daerah serta seluruh pihak terkait untuk mengelola zakat dan merancang program-program yang berorientasi pada pencapaian target zakat melalui Baznas di Tanah Air. Adapun fungsi, peran, dan tanggung jawab dari Baznas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) telah diatur berdasarkan Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Zakat. Lembaga Pengelola Zakat yang berkualitas akan mampu mengelola zakat secara efektif dan efisien. “Kami terus melakukan upaya pembenahan pengelolaan zakat, keuangan, dan program pendistribusian serta pemberdayaan yang berorientasi pengentasan kemiskinan, dan menjadi lembaga zakat yang amanah profesional dan akuntabel,” ungkapnya. Disampaikan pula pada momen tersebut capaian penerimaan zakat tahun 2022 mengalami peningkatan dari tahun 2021. Jika di tahun sebelumnya Kaltim meraih penerimaan zakat sebesar Rp 6,8 miliar, kini meningkat menjadi Rp 7,9 miliar hingga Oktober 2022, dengan kemungkinan masih bisa bertambah lagi di pengujung tahun. Hingga kini, kurang lebih Rp 5 miliar zakat, sedekah, dan infak telah disalurkan. Penyaluran tersebut diimplementasikan pada beberapa program andalan Baznas Kaltim antara lain Kaltim Makmur atau pemberdayaan, Kaltim sehat atau kesehatan, Kaltim Taqwa, Kaltim Peduli, atau Kemanusiaan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan adanya sesi penyerahan Bantuan Konsumtif dan Produktif pada setiap kabupaten/kota. “Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub Kaltim dan asisten atas arahan. Terima kasih juga kepada para muzaki yang telah menyerahkan zakatnya kepada Baznas Kaltim,” terangnya. (adv/*/kh/luc/k8)
BERITA12/10/2022 | kaltimpost.jawapos.com
Baznas Kaltim gelar Rakorda untuk tingkatkan Pengumpulan Zakat
Baznas Kaltim gelar Rakorda untuk tingkatkan Pengumpulan Zakat
KBRN, Samarinda : Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-Kalimantan Timur merupakan kegiatan rutin guna menindaklanjuti hasil rakornas yang baru dilaksanakan bulan Agustus lalu di jakarta, dalam upaya mengkoordinasi, mengkonsolidasi dan mengevaluasi terhadap program baznas yang sudah dilakukan di tahun 2022 ini. Kepada RRI Asisten pemerintahan dan kesra Muhammad Syirajuddin mengatakan, Pelaksanaan kegiatan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah (ZIS) di Kalimantan Timur ini sebagai perwujudan dari pelaksanaan undang-undang Nomor 23/2011 dan peraturan pemerintah Nomor 14/2014 tentang pengelolaan zakat. Syirajuddin menambahkan Baznas Kaltim telah mendistribusikan dana ZIS ke beberapa program kegiatan diantaranya program Kaltim Makmur,Pendayagunaan, program Kaltim Sehat, program Kaltim Takwa, program Kaltim Peduli, Kemanusiaan dan Program Kaltim Cerdas Pendidikan. “Tentu kita mengevaluasi program yang telah dilaksanakan, diantaranya program kemanusiaan seperti membantu korban kebakaran dan banjir, program pendidikan untuk masyarakat tidak mampu khususnya SMA dan Perguruan tinggi,”ujarnya. Senin, (10/10/2022). Syirajuddin berharap dengan adanya surat edaran dan instruksi dari gubernur bisa menjadi upaya untuk meningkatkan sertamengoptimalisasi pendapatan ZIS yang ada di Kalimantan Timurgunamemberikan manfaat kepada warga yang tidak mampu dan membutuhkan. Pada tahun ini sampai dengan September 2022 Baznas Kaltim telah menerima ZIS sebesar Rp 7,9 miliyar, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya terkumpul Rp 6,8 miliyar, besar hapannya sampai bulan Desember dapat terkumpul sebanyak Rp 10 miliyar/tahun. (*Aina).
BERITA10/10/2022 | Ridzki Multianatha
Rakorda Baznas Kaltim Bahas Tata Kelola Zakat dan Simba
Rakorda Baznas Kaltim Bahas Tata Kelola Zakat dan Simba
SAMARINDA.NIAGA.ASIA – Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2022 dengan melibatkan seluruh pengurus Baznas Kabupaten/Kota se-Kaltim di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu malam (08/10/2022) selain membahas tata kelola zakat, juga diisi dengan kegiatan Pelatihan Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba). Pembina Wilayah I Baznas Republik Indonesia, Muhamad Nadratuzzaman Hosen yang hadir di Rakorda mengatakan, tata kelola Baznas sesuai dengan peraturan perundang-undangan, bahwa fakir miskin itu diurus oleh negara dan masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan. “Peran Baznas harus sejalan dengan program pengentasan kemiskinan yang ada di daerah, dan dibantu dukungan seluruh stakeholder,” sambungnya. Nadratuzzaman menambahkan, kegiatan Rakorda juga membahas program pengentasan kemiskinan, beasiswa, rumah layak huni, rumah sehat Baznas, penguatan Baznas tanggap bencana, Baznas microfinance atau bank zakat mikro, serta mencetak pengusaha muda. “Kami juga berharap, Baznas dapat bekerjasama dengan daerah karena potensi zakat, infaq dan shadaqah yang memiliki pengaruh besar dalam perbaikan ekonomi,” sambungnya.Ia juga menyampaikan, Baznas RI telah memberikan target kepada Baznas yang ada di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sebagai wujud kerja keras Baznas dalam mengumpulkan dana zakat, infaq dan shadaqah. Peserta Rakorda, Ketua Baznas Berau, Busransyah, mengatakan kegiatan Rakorda menjadi tindak lanjut dari kegiatan rapat koordinasi nasional yang dilaksanakan pada akhir Agustus 2022 lalu. Kegiatan yang menjadi bagian dari kolaborasi Baznas Republik Indonesia dengan Pemerintah provinsi Kaltim dan seluruh kabupaten/kota. Rakorda ini bertujuan memaksimalkan pengelolaan Baznas yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan maupun program dan penyalurannya. “Fokus kegiatan yang dilakukan Baznas tertuju pada pengentasan kemiskinan. Sebagai lembaga non pemerintah kami berharap dapat menjalankan tugas dengan amanah, profesional dan akuntabel, dengan menjaga kepercayaan umat,” ucap Busransyah. Menurut dia, tata kelola pengurus Baznas saat ini menjadi sorotan umat. Tugas Baznas yang dipercaya para muzakki sebagai fasilitator dalam penyerahan zakat, infaq dan shadaqah pada lembaga yang tepat. “Karena dalam aturan tugas pengumpulan dana zakat itu adalah pemerintah, akan tetapi masyarakat juga dapat membantu dengan membentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai bagian yang membantu tugas Baznas,” sambungnya. Busransyah juga menyampaikan, bahwa tugas baznas dalam membina LAZ dalam pengelolaan zakat sehingga gerak dan langkah LAZ tidak menyalahi undang-undang. Tugas Baznas juga sebagai penyalur zakat, sehingga tata kelola yang baik sangat berpengaruh pada keberhasilan pendistribusian dana zakat kepada umat.
BERITA08/10/2022 | Ria Atia Dewi
KALTIM BERZAKAT GERAKAN CINTA ZAKAT
KALTIM BERZAKAT GERAKAN CINTA ZAKAT
Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi membuka Kaltim Berzakat Tahun 1442 Hijriah/2021 Masehi di Masjid Nurul Mu’minin Pemprov Kaltim Jalan Jenderal Sudirman Samarinda, Selasa, 27 April 2021. Acara digagas Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim didukung Biro Kesra Setda Prov Kaltim diawali tausiah oleh Ketua MUI Kaltim KH Abdurrasyid. Dilanjutkan penyerahan secara simbolis zakat oleh Direktur Utama BPD Kaltimtara Muhammad Yamin, Kepala Kanwil Kemenag Kaltim Masrawan, Direktur PT MMP kepada Ketua Baznas Kaltim Achmad Nabhan. Hadir jajaran Forkopimda Kaltim, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, Waka Polresta Samarinda, para asisten, kepala biro dan pimpinan OPD di lingkup Pemprov Kaltim, PT PLN, pimpinan perbankan, BUMD/BUMN/BUMS, tokoh agama KH Hamri Has dan jajaran Baznas Kaltim. Menurut Wagub Hadi Mulyadi, bentuk kesadaran menunaikan kewajiban sebagi umat Islam adalah membayar zakat, juga memberi infaq dan sedekah. "Alhamdulillah, tadi Bankaltimtara menyerahkan Rp2,64 miliar zakatnya, semoga ini bisa diikuti instansi dan lembaga lain di Kaltim," puji Hadi Mulyadi. Atas nama pemerintah dan masyarakat, Wagub berterimakasih kepada berbagai pihak yang telah adan akan menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya melalui Baznas. "Semoga zakat, infaq dan sedakah di Kaltim ini tidak sekedar memberikan kesejahteraan bagi fakir miskin, tetapi menolak bala bagi daerah kita, sehingga Kaltim terhindar dari musibah dan mara bahaya," harap orang nomor dua Benua Etam ini. "Untuk hari ini saja, total penerimaan kita bisa mencapai Rp3 miliar," sebut Nabhan.(yans/sdn/humasprovkaltim)
BERITA03/03/2022 | yans/sdn/humasprovkaltim
Wagub Instruksikan BUMN BUMD ASN Zakat di Baznas Bupati-Walikota Diminta Dukung Maksimal
Wagub Instruksikan BUMN BUMD ASN Zakat di Baznas Bupati-Walikota Diminta Dukung Maksimal
TINTAKALTIM.COM-Wakil Gubernur Provinsi Kaltim H Hadi Mulyadi menginstruksikan seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan honor untuk berzakat di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim dan daerah masing-masing. Karena, Baznas adalah lembaga zakat bentukan pemerintah sehingga harus dikembangkan. Hanya Wagub menekankan agar pengelolaan dana zakat transparan, akuntabel dan amanah. “Termasuk asosiasi batu bara yang telah memiliki kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Batu Barat (PKP2B). Ada sekitar 30-an. Belum lagi yang punya Izin Usaha Pertambangan (IUP),” kata Wagub saat sambutan dan membuka acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda)Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) se-Kaltim di Asrama Haji Batakan, Jumat (4/02/2022) malam. Acara itu dihadiri bupati-walikota se-Kaltim, seluruh ketua baznas 10 kota-kabupaten dan jajaran pengurusnya, Ketua Baznas RI Prof DR KH Noor Achmad MA dan sejumlah pimpinan baznas pusat, Plt Sekprov Kaltim Riza Indra Riadi, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan dan seluruh pimpinan, Kepala Bapenda Kaltim Hj Ismiati dan undangan lainnya. Menurut Wagub, Baznas se-Kaltim harus bekerjasama dengan pemprov-pemkot serta pemkab khususnya dalam membuat program yang bersentuhan langsung dengan rakyat. “Tantangan besarnya adalah, bagaimana mengedukasi masyarakat agar membayar zakatnya ke Baznas. Sehingga, baznas harus amanah. Saya percaya dengan kepemimpinan Baznas Kaltim. Semua amanah,” kata Wagub. Diakui Wagub, potensi zakat di Indonesia jika disebut Rp5 triliun memang besar. Hanya belum tergali semua. Jika Baznas Kaltim mematok Rp102 miliar itu sudah sangat luar biasa. Ke depan, Baznas se-Kaltim harus mampu mengedukasi, mengajak masyarakat muslim untuk menunaikan zakatnya. “Insya Allah, saya nanti sebagai Wagub akan mensupport lewat regulasi. Sehingga, bisa dilaksanakan baznas bagaimana pengumpulan (fundraising) bisa tercapai maksimal,” ungkapnya. SEMAKIN SINERGI Wagub Kaltim juga memberi semangat kepada seluruh pengurus baznas se-Kaltim, karena dengan ditetapkannya Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim tepatnya Penajam Paser Utara (PPU), ke depan kantor Baznas RI dibangun di area IKN Nusantara. “Nah ini menunjukkan sinergi dan kolaborasi antara Baznas RI dan baznas se-Kaltim dapat lebih mudah. Sehingga, dapat mengembangkan kepercayaan publik terhadap baznas dalam mengelola, mendistribusikan zakat kepada mustahik,” kata Wagub. Wagub meminta kepada seluruh bupati-walikota se-Kaltim harus mendukung dan memiliki goodwill di dalam membesarkan baznas, mengarahkan agar orang dapat membayar zakatnya ke baznas. “Saya melihat bupati-walikota se-Kaltim sudah melakukannya. Hanya perlu dimaksimalkan sehingga capaian perolehan zakat dapat dilaksanakan,” ujar Wagub. Wagub juga memuji kerja panitia Rakorda Baznas se-Kaltim dipimpin ketua panitianya H Badrus Syamsi, karena acara dihadiri banyak peserta. “Saya tidak menyangka peserta sebanyak ini. Dan ini menunjukkan bahwa semangat untuk membangun baznas tinggi. Semoga semua amanah,” kata Wagub yang disambut applaus hadirin. Sementara itu, Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan menegaskan, ke depan target yang ingin dicapai baznas sebesar Rp102 miliar. Dirinya optimistis karena didukung kerja-kerja ke depan oleh pimpinan baznas lainnya. “Insya Allah jika kita membangun kepercayaan masyarakat muslim terhadap baznas, maka Rp102 miliar itu akan tercapai,” kata Ahmad Nabhan. (gt) sumber: http://tintakaltim.com/wagub-instruksikan-bumn-bumd-asn-zakat-di-baznas-bupati-walikota-diminta-dukung-maksimal/
BERITA07/02/2022 | tintakaltim.com
Pindah ke IKN Nusantara BAZNAS Ikut Membangun Bangsa
Pindah ke IKN Nusantara BAZNAS Ikut Membangun Bangsa
Setelah penetapan Ibu Kota Negara (IKN) Republik Indonesia berpindah ke Kalimantan Timur sesuai Undang-Undang IKN Nusantara yang disahkan DPRRI pada 18 Januari lalu.Berdampak pada perpindahnya berbagai lembaga pemerintah pusat yang selama ini terkonsentrasi di DKI Jakarta akan bergeser ke Benua Etam, tepatnya Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.Tidak terkecuali Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia, sebagai lembaga resmi pemerintah akan ikut bermigrasi ke kawasan IKN Nusantara."Kami punya harapan besar ketika berkantor di IKN Nusantara, BAZNAS RI berperan aktif dan penting membangun Kaltim dan Indonesia," ungkap Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se Kaltim Tahun 2022, di Aula Jabal Nur Komplek Asrama Haji Batakan, Balikpapan, Jumat (4/2/2022).Harapan besar ini menurut Wagub, sangat relevan dengan kondisi dan potensi daerah, termasuk jumlah muzakki di Kaltim jika terkumpul, dikelola serta disalurkan secara baik dan benar.Bagaimana tidak, ujarnya. Sebab disebutkan orang nomor dua Benua Etam ini bahwa tidak kurang 30 perusahaan pemegang kontrak karya Perjanjian Karya Perusahaan Pertambangan Batubara saat ini terdapat di Kaltim."Itu pun belum termasuk perusahaan tambang ijin usaha yang skala kecil dan sedang. Kalau ditotal banyak dan sangat besar potensinya," ungkap Hadi Mulyadi dihadapan Ketua BAZNAS RI Profesor KH Noor Achmad dan Wakil Ketua Muhamad Nadratuzzaman Hosen, serta pimpinan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se Kaltim.Selain perusahaan tambang batubara, tambahnya, banyak perusahaan di sektor lain juga BUMN dan BUMD.Potensi-potensi besar inilah, ujar mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini menjadi peluang yang bisa dikelola dan digali secara optimal atas dukungan dan strategi BAZNAS RI ketika sudah berkantor di Kaltim."Selama ini kan kami, kita semua yakin BAZNAS provinsi bersama kabupaten dan kota sudah optimal, tapi akan lebih maksimal lagi dengan adanya BAZNAS RI di daerah nantinya," bebernya. Visi misi nasional BAZNAS menjadi lembaga utama menyejahterakan umat, ungkap suami Hj Erni Makmur ini, kelak akan benar-benar terwujud berkat dorongan dan binaan langsung BAZNAS RI di Kaltim."Tolong Pak Ketua (Ketua BAZNAS RI) sampaikan rasa syukur dan bangga kami kepada Bapak Presiden sebab mempercayakan IKN di Kaltim. Tapi, kami sangat bersyukur dan lebih bangga lagi jika BAZNAS RI sudah berkantor di IKN Nusantara membina kami disini," pungkas pria gemar bermain pingpong dan menggebuk drum ini. (yans/her/adpimprovkaltim)
BERITA04/02/2022 | yans/her/adpimprovkaltim
TARGET PENERIMAAN ZAKAT KALTIM TAHUN 2022 SEBESAR RP 102 MILIAR
TARGET PENERIMAAN ZAKAT KALTIM TAHUN 2022 SEBESAR RP 102 MILIAR
BALIKPAPAN - Mewujudkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi lembaga utama menyejahterakan umat, harus melibatkan semua pihak dan didukung seluruh pemangku kepentingan di daerah, tidak terkecuali di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Kaltim. "Kita akan minta kepada seluruh perangkat daerah, BUMN dan BUMD, termasuk para pengusaha di Kaltim agar menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya di Baznas," kata Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Kaltim Tahun 2022 di Aula Jabal Nur Komplek Asrama Haji Batakan, Balikpapan, Jumat (4/2/2022). Wagub Hadi berharap zakat yang disalurkan melalui Baznas memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur. Karena itu, Rakorda yang digelar Baznas Kaltim mampu merumuskan langkah yang tepat, bahkan menghasilkan keputusan bersama atas evaluasi kinerja selama ini, agar semakin baik ke depannya. "Saya yakin dan optimis, setelah Rakorda ini, jajaran Baznas Provinsi bersama kabupaten dan kota mampu mencapai target Rp 102 miliar dari potensi Rp 1,1 triliun di Kaltim," harap orang nomor dua Benua Etam ini. Sebelumnya, Ketua Baznas RI Profesor KH Noor Achmad menegaskan seluruh jajaran Baznas untuk kembali menguatkan visi misi nasional untuk mewujudkan lembaga utama menyejahterakan umat. "Lembaganya harus dikuati, SDM-nya juga harus betul-betul kuat dan terpercaya, serta infrastrukturnya atau teknologi informasinya (digitalisasi) harus dikuati, jaringan-jaringannya diperkuat, sehingga kinerjanya juga semakin kuat," ungkapnya. Dia juga mengharapkan Kaltim yang ditargetkan minimal meliputi seluruh kabupaten dan kota perolehannya bisa Rp 102 miliar. "Manakala BUMN-BUMN itu memberikan zakatnya, maka akan kita kembalikan ke Kaltim untuk memberdayakan para mustahik, sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan," tegasnya. Pembukaan Rakorda bertema Penguatan Peran Baznas Menjadi Lembaga Utama Menyejahterakan Umat ditandai pemukulan gong dirangkai penyerahan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) oleh Ketua Baznas RI Profesor KH Noor Achmad didampingi Wakil Ketua Muhamad Nadratuzzaman Hosen kepada Wagub Hadi Mulyadi dan Kepala Kanwil Kemenag Kaltim H Masrawan. Acara diakhiri dengan meninjau stan hasil produk usaha binaan Baznas Kaltim. Kegiatan selama 3 hari (4-6 Februari) diikuti 150 peserta, tampak dihadiri Plt Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi, bupati/wali kota se-Kaltim dan jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Kaltim H Achmad Nabhan, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua Pengawas Baznas Kaltim Dr HM Jauhar Efendi dan H Elto, Ketua IPHI Kaltim Dr Hj Meiliana, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, pimpinan instansi vertikal/kementerian/lembaga dan pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Kaltim.(yans/sul/adpimprov kaltim)
BERITA04/02/2022 | yans/sul/adpimprov kaltim
TARGET PENERIMAAN ZAKAT KALTIM TAHUN 2022 SEBESAR RP 102 MILIAR
TARGET PENERIMAAN ZAKAT KALTIM TAHUN 2022 SEBESAR RP 102 MILIAR
BALIKPAPAN - Mewujudkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjadi lembaga utama menyejahterakan umat, harus melibatkan semua pihak dan didukung seluruh pemangku kepentingan di daerah, tidak terkecuali di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota di Kaltim. "Kita akan minta kepada seluruh perangkat daerah, BUMN dan BUMD, termasuk para pengusaha di Kaltim agar menyalurkan zakat, infaq dan sedekahnya di Baznas," kata Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Kaltim Tahun 2022 di Aula Jabal Nur Komplek Asrama Haji Batakan, Balikpapan, Jumat (4/2/2022). Wagub Hadi berharap zakat yang disalurkan melalui Baznas memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur. Karena itu, Rakorda yang digelar Baznas Kaltim mampu merumuskan langkah yang tepat, bahkan menghasilkan keputusan bersama atas evaluasi kinerja selama ini, agar semakin baik ke depannya. "Saya yakin dan optimis, setelah Rakorda ini, jajaran Baznas Provinsi bersama kabupaten dan kota mampu mencapai target Rp 102 miliar dari potensi Rp 1,1 triliun di Kaltim," harap orang nomor dua Benua Etam ini. Sebelumnya, Ketua Baznas RI Profesor KH Noor Achmad menegaskan seluruh jajaran Baznas untuk kembali menguatkan visi misi nasional untuk mewujudkan lembaga utama menyejahterakan umat. "Lembaganya harus dikuati, SDM-nya juga harus betul-betul kuat dan terpercaya, serta infrastrukturnya atau teknologi informasinya (digitalisasi) harus dikuati, jaringan-jaringannya diperkuat, sehingga kinerjanya juga semakin kuat," ungkapnya. Dia juga mengharapkan Kaltim yang ditargetkan minimal meliputi seluruh kabupaten dan kota perolehannya bisa Rp 102 miliar. "Manakala BUMN-BUMN itu memberikan zakatnya, maka akan kita kembalikan ke Kaltim untuk memberdayakan para mustahik, sehingga kesejahteraan masyarakat benar-benar dapat diwujudkan," tegasnya. Pembukaan Rakorda bertema Penguatan Peran Baznas Menjadi Lembaga Utama Menyejahterakan Umat ditandai pemukulan gong dirangkai penyerahan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) oleh Ketua Baznas RI Profesor KH Noor Achmad didampingi Wakil Ketua Muhamad Nadratuzzaman Hosen kepada Wagub Hadi Mulyadi dan Kepala Kanwil Kemenag Kaltim H Masrawan. Acara diakhiri dengan meninjau stan hasil produk usaha binaan Baznas Kaltim. Kegiatan selama 3 hari (4-6 Februari) diikuti 150 peserta, tampak dihadiri Plt Sekda Provinsi Kaltim Riza Indra Riadi, bupati/wali kota se-Kaltim dan jajaran Forkopimda, Ketua Baznas Kaltim H Achmad Nabhan, Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid, Ketua Pengawas Baznas Kaltim Dr HM Jauhar Efendi dan H Elto, Ketua IPHI Kaltim Dr Hj Meiliana, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov Kaltim, pimpinan instansi vertikal/kementerian/lembaga dan pimpinan Baznas kabupaten/kota se-Kaltim.(yans/sul/adpimprov kaltim)
BERITA04/02/2022 | yans/sul/adpimprov kaltim
SERAH TERIMA DOKUMEN DAN LAPORAN PENGELOLAAN ZAKAT KALTIM 2016-2021
SERAH TERIMA DOKUMEN DAN LAPORAN PENGELOLAAN ZAKAT KALTIM 2016-2021
SAMARINDA - Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi menyaksikan serah terima dokumen dan laporan pengelolaan zakat Kaltim periode 2016-2021, di Kantor Baznas Kaltim, Rabu (7/4/2021). Serah terima ditandai penandatanganan berita acara dan serah terima berkas dokumen dan laporan pengelolaan zakat antara Fariddhotul Islam dengan Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan. Hadir Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah H Elto dan Staf Ahli Bidang Reformasi Birokrasi dan Keuangan Daerah Muhammad Kurniawan serta seluruh unsur pimpinan Baznas Kaltim. Hadi mengapresiasi atas laporan yang disampaikan Pengurus Baznas sebelumnya maupun baru. Diharapkan komitmen meningkatkan penerimaan zakat semakin tinggi setiap tahunnya. "Pemprov Kaltim siap membantu mencapai target yang diinginkan Baznas Kaltim dalam penerimaan zakat setiap tahunnya, terutama tahun ini," sebut Hadi Mulyadi. Mendukung itu semua, Hadi akan meminta seluruh OPD dan Perusda di Kaltim. Bahkan, perusahaan yang aktif di Benua Etam bisa menyalurkan zakat mereka ke Baznas. Karena, sebagai lembaga resmi dari Pemerintah, Baznas memiliki peran besar dalam mendukung peningkatan kesejahteraan rakyat. "Insyaallah tahun ini kami segera dikoordinasikan untuk mendukung penyalurannya. Apalagi, Ramadhan tahun ini. Sangat wajar, jika Baznas didukung pemerintah daerah," jelasnya. Ketua Baznas Kaltim H Ahmad Nabhan mengatakan, tahun ini Baznas Kaltim menargetkan penyaluran zakat bisa mencapai Rp11 miliar. "Memang, tahun lalu ada penurunan akibat Covid-19. Semoga tahun ini bisa kembali normal dan target kita terpenuhi. Dengan begitu Baznas bisa turut serta membantu pemerintah memberikan bantuan melalui dana zakat bagi mereka yang berhak menerima," jelasnya.(jay/yans/humasprovkaltim)
BERITA22/04/2021 | jay/yans/humasprovkaltim
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Timur.

Lihat Daftar Rekening →